cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 220 Documents
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN BAYI USIA 0 – 6 BULAN DI INDONESIA Andi Siti Matahari Adela; Darma Ariany; Salmah Suciaty
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v3i3.84

Abstract

WHO menyatakan sekitar 15% dari total kasus kematian anak di bawah usia lima tahun di negara berkembang disebabkan oleh pemberian ASI secara tidak eksklusif. Berbagai masalah gizi kurang maupun gizi lebih juga timbul akibat dari pemberian makanan sebelum bayi berusia 6 bulan. Anak – anak yang tidak cukup ASI akan terganggu proses tumbuh kembangnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Terhadap Perkembangan Bayi Usia 0-6 Bulan di Indonesia. Design penelitian yang digunakan adalah metode studi literature yang dimana mengumpulkan data pustaka , hasil penelitian – penelitian yang telah dilakukan dan berhubungan dengan topic penelitian ini serta membaca dan memahami dari isi tiap penelitian 10 jurnal dengan besar sampel sebanyak 737 bayi . Penelitian ini Dilakukan analisis dengan uji Chi Square menggunakan SPSS 24.0. Hasil menunjukkan bahwa (1) Hasiil penelitian yang terdapat kategori meragukan , didapatkan perkembangan yang sesuai lebih banyak ditemukan pada bayi yang diberikan ASI eksklusif dari pada yang tidak diberikan ASI Eksklusif (80 vs 60). Perkembangan yang menyimpang ditemukan lebih banyak pada bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif daripada yang diberikan ASI Eksklusif (18 vs 1) . Didapatkan nilai p < 0,05 yaitu 0,00 sehingga ASI eksklusif berhubungan dengan perkembangan (2) Dari kelima penelitian yang tidak terdapat kategori meragukan , perkembangan yang sesuai lebih banyak ditemukan pada bayi yang diberikan ASI eksklusif dari pada yang tidak diberikan ASI Eksklusif ( 172 vs149 ). Perkembangan yang menyimpang ditemukan lebih banyak pada bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif daripada yang diberikan ASI Eksklusif (11 vs72) . Peneltian ini menunjukkan nilai p < 0,05 yaitu 0,001 sehingga dapat dikatakan saling berhubungan antara pemberian ASI eksklusif dan perkembangan bayi. Disimpulkan bahwa Pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan bayi di Indonesia terdapat hubungan yang signifikan dan bermakna.
PEMENUHAN GIZI LEWAT KONSUMSI DAN JENIS TANGKAPAN IKAN DI DAERAH NELAYAN KODEOHA SULAWESI TENGGARA Ivonne Siswanty; Dewi Ratnasari
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v3i3.85

Abstract

Pemenuhan gizi lewat slogan “gemarikan” menjadi popular dan meningkatkan konsumsi ikan di Indonesia. Konsumsi ikan dari tahun ke tahun mengalami tren peningkatan, walaupun tidak terlalu tinggi di tahun 2017 sebesar 46,49 kilogram/kapita/tahun dan mencapai 55,95 kilogram/kapita/tahun di 2020 yang telah melewati pencapaian target nasional tahun 2019 yaitu 54,49 kilogram/perkapita/tahun. Hal ini memberikan kabar gembira bagi nelayan untuk memberikan tangkapan ikan yang lebih produksi dan segar. Untuk pembangunan masyarakat Indonesia, peningkatan konsumsi ikan diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi masyarakat, dimana ikan merupakan bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi. Kodeoha merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi sumberdaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan tangkapan ikan untuk pemenuhan gizi masyarakat di daerah nelayan Kodeoha, Kolaka Utara Sulawesi Tenggara. Temuan yang didapat selama satu bulan di daerah nelayan Peneliti menemukan berbagai jenis ikan yang ditangkap pada setiap perjalanan nelayan. Ikan Layang (Decapterus ruselli) tertangkap lebih banyak (50,4%) dari semua ikan yang ditangkap, diikuti oleh ikan Baronang (Siganus limeatus) (12,9%), ikan kembung lelaki (Rastrelliger sp) (9,7%), ikan Peperek (Leiognatus sp) (9,7%), ikan cendro (Thryssa hamiltonii) (11,3%), dan ikan biji nangka (Tylerius spinosissimus) (6,5%). Berbagai jenis tangkapan memberikan kandungan gizi yang bervariasi pula, dan diharapkan memicu minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMA NEGERI 4 PALU Indriani Saputri; Nita Damayanti; Sakina Abdullah
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v3i3.86

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang melemahkan system kekebalan tubuh. Secara global, sekitar 38 juta orang yang hidup dengan HIV pada akhir 2019. Jumlah kumulatif kasus terbanyak pada Afrika Selatan dan Afrika Timur sekitar 25,7 juta orang, sementara di Asia dan Pasifik sekitar 3,7 juta orang, amerika 3,7 juta orang, eropa 2,5 juta orang dan western pasifik 1,9 juta orang dengan HIV/AIDS. Total penderita HIV/AIDS dikota palu tahun 2007 hingga tahun 2016 sebanyak 523 orang, dengan 237 orang dinyatakan positif AIDS dan 91 orang diantaranya telah meninggal. Penelitian bertujua untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 4 Palu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 89 siswa (i) di SMA Negeri 4 PALU pada tahun 2020 yang bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 4 PALU. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner onlineyang telah dibagikan oleh peneliti melalui link google form. Analisa data menggunakan SPSS 24 dengan uji frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan Remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 4 Palu didapatkan hasil tingkat pengetahuan cukup yaitu sebanyak 44 orang (49,4%), kemudian disusul dengan pengetahuan baik yaitu sebanyak 29 orang (32,6%) dan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 16 orang (18,0). (2) Tingkat pengetahuan remaja tentang Pengertian dan Penyebab HIV di SMA Negeri 4 Palu yang paling banyak diraih oleh kategori Baik yaitu sebanyak 47 orang (52,8%), kemudian disusul dengan tingkat pengetahuan kategori Cukup sebanyak 27 orang (30,3%) dan yang paling sedikit yaitu tingkat pengetahuan kategori Kurang sebanyak 15 orang (16,9%). (3) Tingkat pengetahuan remaja tentang cara penularan HIV/AIDS di SMA Negeri 4 Palu tahun 2021 yang paling banyak diraih oleh kategori cukup yaitu sebanyak 39 orang (43,8%), kemudian disusul dengan tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 31 orang (34,8%) dan yang paling sedikit yaitu ti ngkat pengetahuan kategori kurang sebanyak 19 orang (21,3%).(4) Tingkat pengetahuan remaja tentang Gejala HIV/AIDS di SMA Negeri 4 Palu tahun 2021 yang paling banyak diraih oleh kategori cukup yaitu sebanyak 38 orang (42,7%), kemudian disusul dengan tingkat pengetahuan kategori kurang sebanyak 27 orang (30,3%) dan yang paling sedikit yaitu tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 24 orang (27,0%).(5) tingkat pengetahuan remaja tentang pengendalian dan pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 4 Palu tahun 2021 yang paling banyak diraih oleh kategori cukup yaitu sebanyak 35 orang (39,3%), kemudian disusul dengan tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 32 orang (36,0%) dan yang paling sedikit yaitu tingkat pengetahuan kategori kurang sebanyak 22 orang (24,7%). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan Remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 4 Palu didapatkan hasil tingkat pengetahuan cukup.
KUALITAS LAPORAN VISUM et REPERTUM KASUS PERLUKAAN KORBAN HIDUP DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALU TAHUN 2017 Safirah Furqani; Annisa S Muthaher; Nasrun
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v3i3.87

Abstract

Visum et Repertum dapat dikatakan baik apabila mampu membuat terang perkara tindak pidana yang terjadi dengan melibatkan bukti-bukti forensik yang cukup, hal tersebut dikarenakan Visum et Repertum merupakan laporan tertulis yang dibuat oleh dokter mencakup apa yang diperiksanya dan interpretasinya sesuai keilmuannya terhadap manusia baik hidup atau mati atas permintaan tertulis dari penyidik berdasarkan sumpah dalam perkara pidana serta bertujuan untuk kepentingan peradilan.Pada penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran kualitas Visum et Repertum terhadap 92 laporan Visum et Repertum kasus perlukaan korban hidup di RS Bhayangkara kota Palu pada tahun 2017, dengan metode desain penelitian deskriptif retrospektif cross sectional, didapatkan bahwa kualitas Visum et Repertum perlukaan korban hidup di RS.Bhayangkara kota Palu tahun 2017 adalah sebagai berikut (1) laporan bagian pendahuluan mendapatkan nilai 60,95% dikategorikan berkualitas sedang.(2) laporan pemberitaan mendapatkan nilai 75,81% dikategorikan berkualitas baik.(3) laporan bagian kesimpulan mendapatkan nilai 50,54% dikategorikan berkualitas sedang (4) laporan Visum et Repertum perlukaan korban hidup mendapatkan nilai 60,95% dikategorikan berkualitas sedang,sehingga dapat disimpulkan bahwa Visum et Repertum perlukaan pada korban hidup pada RS.Bayangkara kota Palu tahun 2017 secara keseluruhan adalah berkualitas sedang dengan nilai 60,95%.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STIGMA MASYARAKAT TERHADAP PENDERITA EPILEPSI DI KOTA PALU Afifah Idelma Makmur; Wijoyo Halim; Masita Muchtar
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v3i3.88

Abstract

Epilepsi masih menjadi masalah kesehatan global. Epilepsi tidak dianggap sebagai suatu penyakit oleh beberapa masyarakat namun diduga sesuatu dari luar badan penderita yang biasanya dianggap sebagai kutukan roh jahat atau akibat kekuatan gaib, sehingga memberi dampak negatif pada kualitas hidup penderita bahkan dijauhi dari lingkungan sosial. Anggapan ini masih terdapat di kalangan masyarakat yang belum terjangkau oleh ilmu kedokteran dan pelayanan kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stigma masyarakat terhadap penderita epilepsi di Kota Palu. Metode penelitian yang digunakan yaitu Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Mei s/d September 2019. Penelitian dilakukan pada 270 responden di 12 kelurahan di Kota Palu dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 42.6% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan sebanyak 57.4% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup. Sebanyak 148 responden (54.8%) memiliki stigma ≥ 21.00 dan 122 responden (45.2%) memiliki stigma < 21.00. Sebanyak 159 responden (58.9%) mengaku pernah melihat bangkitan epilepsi dan sebanyak 111 responden (41.1%) tidak pernah melihat. Sebanyak 93 responden (34.4%) mengaku memiliki kerabat/rekan Orang Dengan Epilepsi (ODE) dan sebanyak 177 responden (65.6%) tidak memiliki. Faktor yang berhubungan dengan terjadinya stigma masyarakat yaitu tingkat pengetahuan (p=0.03)(OR=1.74(95% CI=1.06-2.84)). Kesimpulan penelitian yaitu faktor yang berhubungan dengan terjadinya stigma masyarakat terhadap penderita epilepsi yaitu tingkat pengetahuan, sedangkan faktor yang tidak memiliki hubungan dengan terjadinya stigma masyarakat terhadap penderita epilepsi yaitu jenis kelamin, usia, agama, suku, status ekonomi, tingkat pendidikan, pengalaman melihat epilepsi dan memiliki kerabat/rekan ODE (p>0.05).
KARAKTERISTIK PENGGUNA NARKOBA DI POLI JIWA RSU MADANI PALU PERIODE OKTOBER-DESEMBER TAHUN 2021 Andi Jilan Balqis Ramadhini; Ruslan Ramlan Ramli; Moh.Fandy Rahmatu
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.89

Abstract

Narkoba yaitu zat-zat alami maupun kimiawi yang jika dimasukan dapat mengubah pikiran, suasana hati, perasaan dan perilaku seseorang. Saat ini penggunaan narkoba di khalayak luas sudah tidak asing lagi, siapapun dapat dengan mudah mendapatkan dan mengonsumsi narkoba, narkoba kini tidak hanya dikonsumsi oleh orang dewasa saja tetapi remaja dan bahkan anak dibawah umurpun kini bisa mengonsumsinya. Sejak tahun 2017 RSUD Madani Palu sudah bekerja sama dengan BNN Kota Palu dalam menangani pengguna narkoba agar mendapatkan tempat rehabilitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengguna narkoba di Poli Jiwa Rumah Sakit Madani Palu Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional di Poli Jiwa Rumah Sakit Madani Palu. Data diambil menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan SPSS 26,0 didapatkan hasil penelitian yaitu, karakteristik pengguna narkoba kebanyakan berasal dari kelompok usia dewasa awal (26-35 tahun) sebanyak 19 orang (45,2%) dan paling sedikit berasal dari kelompok usia lansia awal (46-55 tahun) sebanyak 1 orang (2.4%), mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 41 orang (97.6%), berdasarkan tingkat pendidikannya kebanyakan berpendidikan menengah sebanyak 26 orang (61.9%). Riwayat penggunaan narkoba paling banyak yaitu >5 tahun sebanyak 23 orang (54.8%), menggunakan sabu-sabu sebanyak 15 orang (35.7%) dan jumlah narkoba yang digunakan adalah multidrug user sebanyak 23 orang (54.8%). Karakteristik pengguna narkoba di Poli Jiwa Rumah Sakit Madani Palu Periode Oktober-Desember Tahun 2021 kebanyakan dari kelompok usia dewasa awal, berjenis kelamin laki-laki dengan tingkat pendidikan menengah, lebih banyak yang menggunakan shabu-shabu, lama menggunakan narkoba >5 tahun dan multidrug user.
HUBUNGAN ANTARA LAMA MENDERITA ULKUS DIABETIKUM DENGAN TINGKAT DEPRESI TAHUN 2021 Ni Luh Putu Mellenia; Wijoyo Halim; Masita Muchtar
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.90

Abstract

Lamanya menderita ulkus kaki diabetik dapat menjadi pertimbangan perjalanan penyakitnya, penderita dapat cenderung mengalami beban psikologis, ketakutan, frustrasi, dan depresi akan dilakukannya amputasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama ulkus diabetikum dengan tingkat depresi pada penderita diabetes melitus yang mengalami ulkus diabetikum di RSU Anutapura dan UPT RSUD Undata Palu pada tahun 2021. Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik metode kuantitatif dengan rancangan penelitian studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cara non probability sampling yaitu consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner Beck Depression Inventory. Dari hasil penelitian pada 19 subjek penelitian ulkus diabetikum, berdasarkan tingkat depresi paling banyak pada pasien tingkat depresi minimal sebanyak 7 orang (56,80%) dan berdasarkan lama menderita terbanyak pada pasien dengan lama menderita <7 bulan sebanyak 14 orang (73,7%). Sehingga menggunakan analisa statistik uji Chi Square diperoleh nilai p>0,05 yaitu 0,701. Maka dapat dikatakan tidak ada hubungan yang bermakna antara lama menderita dengan tingkat depresi pada pasien diabetes melitus yang mengalami ulkus diabetikum di RSU Anutapura dan UPT RSUD Undata Palu tahun 2021.
KAJIAN PERILAKU IBU MENYUSUI DENGAN USIA DINI DI DESA BALIBO KECAMATAN KINDANG KABUPATEN BULUKUMBA Mudyawati Kamaruddin; Sri Ningsih; Nurjannah; Nurhidayat Triananinsi; Nurqalbi SR
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.91

Abstract

Menyusui merupakan kegiatan memberikan Air Susu Ibu melalui payudara ibu secara langsung kepada bayi yang merupakan reflek instink dari ibu dengan melibatkan hormon-hormon menyusui. Menyusui adalah kewajiban setiap ibu, tidak terkecuali ibu yang bekerja atau usia seorang Ibu, maka agar dapat terlaksananya pemberian ASI dibutuhkan informasi yang lengkap mengenai manfaat dari ASI. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji perilaku ibu menyusui dengan usia ibu kurang 20 tahun di Desa Balibo Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang menjelaskan hasil analisa kuesioner yang diberikan pada responden terkait perilaku menyusui dan usia dini responden. Hasil penelitian menunjukan perilaku responden berada pada kategori baik yaitu 13 orang (65%) dari 20 orang dan hanya 7 orang (35%) yang menyusui tidak sesuai dengan panduan pemberian ASI walaupun semua responden menikah dan melahirkan di bawah usia 20 tahun. Usia paling tinggi adalah usia 19 tahun. Kesimpulan yang ditarik adalah perilaku menyusui sangat berhubungan erat dengan pengetahuan, pengalaman dan budaya yang ada di desa Balibo walaupun usia menikah di bawah 20 tahun.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA KATARAK DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU DAN KLINIK SPESIALIS MATA MITRA Nur Resqya Amalya Putri; Ruslan Ramlan Ramli; Tiara Meirani Valeria Savista
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.92

Abstract

Katarak merupakan proses degeneratif yang sangat dipengaruhi oleh faktor usia, oleh karena itu kasus ini akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah lanjut usia Menurut data dari WHO (World Health Organization) penyebab kebutaan tertinggi adalah katarak yaitu mencapai lebih dari 50%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor risiko terjadinya katarak di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu dan Klinik Spesialis Mata Mitra tahun 2021. Metode peneletian ini merupakan deskriptif observasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Cara pengambilan sampel yaitu Consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan data primer berdasarkan hasil wawancara dan pengisian kuesioner. Analisa data menggunakan SPSS 26,0 dan uji frekuensi. Hasil penelitian ini yaitu pada bulan Juni sampai November 2021 menunjukkan mayoritas penderita katarak memiliki usia 60-74 tahun sebanyak 57 orang (62,6%), diabetes melitus sebanyak 52 orang (57,1%), hipertensi sebanyak 41 orang (45,0%), dan memiliki perilaku merokok sebanyak 53 orang (58,2%). Dapat disimpulkan bahwa penderita katarak di RSU Anutapura Palu dan Klinik Spesialis Mata Mitra memiliki usia yang sangat bervariasi yaitu antara 45-90 tahun. DM, hipertensi, dan merokok cenderung mempercepat terjadinya katarak (ditemukan pada usia muda).
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA SMP USIA 14-15 TAHUN DI SMP NEGERI 1 DAN SMP NEGERI 2 PALU TAHUN 2021 Risty Namirah R.Latah; Nur Meity; Maria Rosa Da Lima Rupa
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.93

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh manusia. Bahaya merokok tidak hanya berdampak bagi sang perokok tapi juga bisa menyerang orang yang tidak merokok dalam lingkungan tersebut.kurangnya pengetahuan mengenai bahaya merokok membuat para pelajar kurang memperhatikan pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap perubahan tigkat pengetahuan pada anak sekolah menengah pertama di SMPN 1 Palu dan SMPN 2 Palu tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode metode kuasi eksperimental dengan rancangan non randomize pre-test post-test dengan kelompok control (non equinalent control group).Data diperoleh melalui pemberian pretest dan posttest. Di lakukan analisis distribusi frekuensi menggunakan program SPSS 24. Hasil Menunjukkan kelompok kontrol menghasilkan median 28,50 dengan nilai minimum 17 dan maximum 36. Pada posttest menghasilkan median 31,00 dengan nilai minimum 14 dan maximum 39, nilai perubahan median sebesar 2,50. Pada kelompok eksperimen menghasilkan median 27,00 dengan nilai minimum 21 dan maximum 37. Pada posttest menghasilkan median 33,00 dengan nilai minimum 19 dan maximum 39, nilai perubahan median sebesar 6,00. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukan ada pengaruh edukasi terhadap perubahan tingkat pengetahuan akan tetapi hasil uji Mann-Whitney menunjukan bahwa pengaruh edukasi tidak bermakna secara statistik. Dapat disimpulkan pada penelitian ini edukasi kesehatan belum terbukti dapat meningkatkan pengetahuan.

Page 7 of 22 | Total Record : 220