cover
Contact Name
Amda Resdiar
Contact Email
agroteklestari@utu.ac.id
Phone
+6282277483839
Journal Mail Official
agroteklestari@utu.ac.id
Editorial Address
REDAKTUR JURNAL AGROTEK LESTARI JALAN ALUE PEUNYARENG PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN KAMPUS UNIVERSITAS TEUKU UMAR KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT 23615
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrotek Lestari
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 24774790     EISSN : 27218945     DOI : https://doi.org/10.35308
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Lestari (JAL) merupakan media publikasi ilmiah yang membahas isu aktual di bidang agroteknologi mengenai permasalahan yang berkaitan dengan Ilmu Agronomi dan Produksi Tanaman, Ilmu Tanah, dan Proteksi Tanaman. Jurnal Agrotek Lestari terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober mulai tahun 2015.
Articles 189 Documents
Pengaruh Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Alami Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.) Putra Susila; Hasanuddin Husin; Aboe B. Saidi; Evi Julianita Harahap; Maulidil Fajri
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.6218

Abstract

Kelor memiliki banyak manfaat. Hampir semua bagian tanaman kelor dapat dimanfaatkan oleh manusia. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan biji kelor yang mudah tumbuh, manfaat kelor untuk nutrisi, obat tradisional dan sebagai antibodi dan desinfektan dalam mencegah covid 19. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat perkembangbiakan tanaman kelor adalah melalui budidaya vegetatif dan penggunaan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan stek kelor dan mendapatkan jenis zat pengatur tumbuh yang paling tepat untuk stek kelor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial. Perlakuan terdiri dari 7 taraf perlakuan. Setiap perlakuan dibuat 3 ulangan dan setiap ulangan disiapkan 15 tanaman, sehingga diperoleh 315 tanaman. Parameter yang diamati adalah tinggi pucuk, jumlah pucuk, jumlah tangkai daun, jumlah akar, panjang akar, bobot basah pucuk, bobot kering pucuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan zat pengatur tumbuh berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tunas pada 15 HST dan 30 HST. Perlakuan zat pengatur tumbuh alami tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi pucuk pada 60 HST dan 90 HST, jumlah tunas pada 15 HST, 30 HST, 60 HST, dan 90 HST, dan jumlah tangkai daun pada 15 HST, 30 HST, 60 DAP, dan 90 DAP. HST. Perlakuan ZPT alami tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah akar, panjang akar, bobot basah pucuk, dan bobot kering pucuk.
Pengaruh POC dari Air Cucian Beras dan Arang Sekam Padi terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Windi Cutriani; Amda Resdiar; Nana Ariska; Muhammad Afrillah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.4906

Abstract

Air cucian beras memiliki senyawa organic yang dapat digunakan sebagai sumber nutrisi, sedangkan arang sekam padi memiliki manfaat penyeimbang pH tanah, memiliki porositas yang tinggi sehingga menjaga kondisi fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsentrasi pupuk organic cair (POC) dari air cucian beras dan arang sekam padi terhadap tanaman sawi (Brassica juncea L.) Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial, dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Konsentrasi perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 (kontrol 0 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), P1 (75 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), P2 (100 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), P3 (125 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), dan P4 (15 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi). Parameter yang ukur adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2) dan panjang daun (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari berbagai konsentrasi air cucian beras dan arang sekam padi terhadap semua parameter dan setiap umur pengamatan tanaman sawi. Dosis terbaik untuk pengembangan tanaman sawi adalah 150 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi. Kata kunci : Air cucian beras, arang sekam padi, sawi, pertumbuhan
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Divisi II Kebun Seunagan PT. Socfindo Ogi Prayuda; Muhammad Afrillah; Siti Amina; Amda Resdiar; Mawaddah Putri Arisma Siregar; N.C. Ritonga
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.5875

Abstract

Palm oil (Elaeis guineensis jacq) is Indonesia's main plantation crop, this plant has greater vegetable oil than other plants, the use of palm oil is in great demand in various industries such as the food industry, the pharmaceutical industry, to the cosmetic industry. The purpose of this study was to determine the management of harvesting carried out in Division II Seunagan Gardens PT. Socfindo. The research was carried out in Division II Seunagan Gardens PT. Socfindo from February to May 2022. Observations made in this harvest management include, Personal protective equipment (PPE) and fresh fruit bunches (FFB) harvesting equipment, calculating harvest density figures (AKP), harvest rotation, estimation of employee usage and daily production estimation, criteria for fruit maturity level, fruit quality observation, random quality observation, determination of premium prices and the number of bases in each block. The results of observations that have been made indicate that the management of oil palm harvesting at PT. Socfindo Seunagan Gardens has been running optimally, this is shown by the very good criteria in several harvesting activities observed, such as harvest rotation, fruit quality criteria, and blok quality
Uji Ketahanan Penyakit Antraknosa yang Disebabkan oleh Colletotrichum Gloesporioides pada Populasi (M3) Cabai Lokal Aceh Siti Hafsah; Nura Nura; Firdaus Firdaus; Putri Amelia
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.6477

Abstract

This research aimed to determine the level of resistance of the mutant genotype against anthracnose caused by Colletotrichum gloeosporioides in the M3 population of local Aceh chilies as a result of gamma irradiation. The experimental design used in this study was a non-factorial randomized block design (RAK) with three replications and 17 observation parameters. The factors studied included one local Aceh variety (Odeng) as the parent, four mutant genotypes (M3) with various levels of gamma ray irradiation doses and two national varieties (Kastilo and Laris) as comparisons. The results showed that the quantitative character of the D1-10-5 mutant genotype was the best on the parameters of fruit length, number of fruits per plant, fruit weight per plant and plant productivity. The best D2-7-39 genotype on dichotomous height parameters, peroxidase enzyme activity in healthy leaves and peroxidase enzyme activity in sick leaves. The best D3-9-9 genotype on parameters of plant height, fruit diameter, weight per fruit, incidence of green fruit disease, intensity of green fruit disease and disease leaf peroxidase enzyme activity. The best genotype D3-9-34 on parameters of thickness of fruit flesh, incidence of red fruit disease, intensity of red fruit attack. The qualitative character of the young fruit color in the mutant genotypes D2-7-39, D3-9-34 and D3-9-9 gave rise to different characters from the elder varieties (odeng) and the comparison varieties of Castile and Laris, namely Dark Yellowish Green (3707). ). The color character of the intermediate fruit genotypes D1-10-5 and D3-9-34 produced a different color from the parent, namely Dark Redd Purple (9210).
Pengaruh Jenis ZPT dan Jenis Bahan Stek terhadap Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Kelor (Moringa oleifera L.) Salmah Salmah; Iwandikasyah Putra; Vina Maulidia; Muhammad Jalil
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.4907

Abstract

Kelor merupakan tanaman tropis yang sudah tumbuh dan berkembang di Indonesia memiliki banyak manfaat dan bernilai gizi tinggi sehingga banyak diminati. Oleh karena itu perlu dilakukan pembibitan untuk memperbanyak tanaman kelor. Upaya perbanyakan tanaman kelor secara vegetatif stek dengan penambahan zat pengatur tumbuh dan pemilihan bagian stek yang tepat agar diperoleh hasil yang cepat dan jumlah yang banyak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis ZPT dan jenis bagian stek yang tepat agar di peroleh pertumbuhan stek tanaman kelor yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2021 di Desa Padang kecamatan Manggeng kabupaten Aceh Barat Daya, menggunakan rancangan faktorial 4 x 3. Faktor pertama jenis ZPT yaitu kontrol, ekstrak bawang merah, Growtone 3.75 SP, Atonik, serta faktor kedua jenis bagian stek yaitu bagian pangkal, bagian tengah, bagian pucuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ZPT berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tunas umur 4 MST, berpengaruh nyata terhadap jumlah tangkai daun umur 2 dan 4 MST. Namun, berpengaruh tidak nyata terhadap panjang tunas umur 2 MST, jumlah tunas umur 2 dan 4 MST. Jenis ZPT terbaik dijumpai pada jenis ZPT ekstrak bawang merah. Bagian stek berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tunas umur 2 dan 4 MST serta jumlah tangkai daun umur 2 MST. Namun, berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah tunas umur 2 dan  4 MST serta jumlah tangkai daun umur 4 MST. Bagian stek terbaik dijumpai pada bagian pangkal dan tengah batang. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara jenis ZPT dan bagian stek terhadap pertumbuhan stek tanaman kelor yang diamati.
Korelasi Antar Karakter Pertumbuhan dan Hasil lima Genotipe Jagung Manis (Zea mays L.var saccharata) Rahayu Eka Sari; Siti Hafsah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.5937

Abstract

ABSTRACT            This study aimed to evaluate the correlation of growth and yields from five varieties of sweetcorn that is Bonanza, Secada, Royal Sweet, Sweetboy and Manise. The study was carried out in Cot Irie Village, Aceh Besar Regency, from August to November 2017 and using  a non-factorial Randomized Block Design (RBD). Each variety replicated 4 times in 20 experimental plots with 20 plants in each plots so obtained 400 experimental plants. Data were analyzed by using  F test and the significant differences were compared using Lowest Small Different test  at probability 5 % ( LSD 0,05 ). The results of research shows differences in growth caracters,  yields and correlation in observed variables. The significant positive correlation is on diameter of stem, number of corncobs, corncobs length, and diameter of corncobs.Keywords: sweetcorn, varieties,  corellation, growth and yields.
Pengendalian Kapang Patogen Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Menggunakan Konsorsium Kapang Tanah (Trichoderma spp. dan Aspergillu ssp.) Desak Ketut Tristiana Sukmadewi; Isna Arofatun Nikmah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.5215

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas yang memiliki peranan penting bagi perekonomian nasional, terutama sebagai sumber devisa negara melalui ekspor. Namun perkembangan dan produksi kakao di beberapa daerah terhambat oleh adanya penyakit busuk buah yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora (P. palmivora). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas konsorsium Trichoderma spp. dan Aspergillus sp. terhadap P. palmivora. Penelitian ini terdiri dari empat pekerjaan utama: isolasi kapang patogen; isolasi Trichoderma spp. dan Aspergillus sp.; identifikasi jamur patogen dan antagonis; Uji antagonisme in vitro, terdiri dari (1) Trichoderma spp (2) Aspergillus spp., (3) Trichoderma spp. dan Aspergillus sp.consortium terhadap jamur patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsorsium kultur ganda Trichoderma spp. dan Aspergillus sp. efektif menghambat pertumbuhan jamur patogen sekitar 73,08%. Ketika konsorsium diinokulasi terlebih dahulu, persentase penghambatannya adalah 100%. Hal ini menunjukkan bahwa waktu inokulasi sangat mempengaruhi efektivitas konsorsium Trichoderma spp. dan Aspergillus sp.Kata kunci: Jamur Antagonis, Kakao, Konsorsium, Patogen
Sistem Perakaran dan Karakter Agronomis Beberapa Genotipe Padi (Oryza sativa L.) pada Kondisi Budidaya Aerob Usman Efendi; Mario Pani
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.5943

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini terkait dengan budidaya organik aerob. Sistem budidaya aerob memiliki kelebihan pada akar tanaman yang dapat menyebabkan akar tanaman mendapatkan lebih banyak oksigen sehingga perkembangannya menjadi lebih baik, pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik dan memberikan hasil yang optimal. budidaya aerobik membutuhkan lebih sedikit air di tingkat lapangan daripada beras konvensional. Sistem aerobik juga paling cocok untuk padi gogo atau padi tadah hujan yang membutuhkan air yang relatif lebih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem akar dan karakter agronomi beberapa genotipe padi dalam kondisi budidaya aerobik. Penelitian ini tidak menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan non faktorial yang diteliti terdiri dari 16 genotipe padi yang dibudidayakan organik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa budidaya padi aerob secara organik berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman saat panen, berat 1000 butir dan indeks hasil. Namun, berpengaruh tidak nyata terhadap berat gabah berisi dan hampa.
Upaya Peningkatan Keragaman Kedelai Kipas Merah Melalui Iridiasi Sinar Gamma Zuyasna Zuyasna; Chairunnas Chairunnas; Efendi Efendi; Arwin Arwin
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.5366

Abstract

Plant genetic diversity has an important meaning in plant breeding programs. High genetic diversity allows breeders to select plant genotypes according to the desired breeding objectives. One of the efforts to increase diversity is through mutation induction techniques. Research has been carried out to increase the diversity of Kipas Putih soybeans by using gamma ray irradiation. Radiation was carried out on Kipas Putih soybean seeds as a result of pure strain selection using an irradiation level of 100-1000 Gy in Batan. The pure Kipas Putih line that has been irradiated, is planted on dry land according to the technical instructions for soybean cultivation and allowed to self-pollinate. Furthermore, after physiological maturity, the seeds were harvested and dried to obtain the Aceh succession M1 seed population. All the growing mutant plants were evaluated for morphological characteristics and yields. The results showed that the highest diversity was at the irradiation level of 200-300 Gy. Gamma ray irradiation can induce genetic diversity of Kipas Putih soybean which is indicated by variations in stem shape, leaf and yield. The higher the level of irradiation, the higher the level of cell and tissue damage, even resulting in death. The first generation mutant (M1) Kipas Putih soybean has the potential to produce a line with a higher yield than the original plant and allows selection of new characters such as drought tolerance, disease resistance, and high yield. It is necessary to select the M2, M3, and M4 generations on selected lines for drought tolerant characters and high production.
Efektivitas Beauveria bassiana sebagai Pengendali Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta) Pada Stadia Nimfa dan Imago di Laboratorium Chairudin Chairudin; Sumenika Fitria Lizma; Rati Lestari; Agustinur Agustinur; Vina Maulidia
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.6172

Abstract

Walang sangit (Leptocorisa acuta) adalah hama penting pada tanaman padi yang mengganggu kualitas dan kuantitas buli padi, sehingga penting untuk dikendalikan. Salah satu alternatif pengendalian hama ini adalah dengan menggunakan pestisida nabati seperti cendawan Beauveria basssiana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konsentrasi Beauveria bassiana untuk pengendalian hama pada stadia nimfa dan imago di laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan pada Mai-Juni 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama Konsentrasi Beauveria bassiana terdiri dari K1 (4%), K2 (6%), K3 (8%), dan K4 (10%), faktor kedua adalah stadia walang sangit yaitu S1 (Imago) dan S2 (nymfa). Parameter pengamatan yaitu mortalitas walang sangit. Hasil menunjukkan bahwa faktor stadia mempengaruhi kematian nimfa yang berbeda nyata dengan pada stadia Imago terutama pada hari kedua pengamatan. Faktor konsentrasi tidak berbeda nyata terhadap kematian walang sangit pada seluruh waktu pengamatan.Kata kunci: Konsentrasi, Beauveria bassiana, nimfa, imago, Leptocorisa acuta