cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 27 Documents clear
Cadangan karbon pada pepohonan di Taman Methanol, PT Kaltim Methanol Industri, Bontang Aprianto, Muhammad Kukuh; Bisri, Audry Nur Haliza; Putra, I Kadek Surya Aditya; Gurning, Mori; Dhiu, Hildiana Apriliani; Hazmi, Nubli; Yuliani, Ferdina; Abriyanto, Hery
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.11948

Abstract

Masifnya pembangunan perkotaan menyebabkan pemenuhan RTH terabaikan, hal ini membutuhkan keterlibatan seluruh pihak salah satunya adalah PT Kaltim Methanol Industri sebagai salah satu perusahaan di Kota Bontang juga berupaya pemenuhan RTH di Kota Bontang bisa dipenuhi salah satunya adalah dengan mengelola RTH secara mandiri, PT KMI mengelola taman metanol sebagai salah satu RTH yang berlokasi di Bontang Lestari. Penelitian ini bertujuan mengetahui serapan karbon dan keanekaragaman jenis vegetasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Mei 2023 menggunakan sistematik sampling dengan 22 plot yang merupakan 17,8% area lokasi. Pengambilan sampel dengan plot kuadrat 20 m x 20 m. Biomaasa pada taman metanol sebesar 377,98 ton/Ha, dengan kandungan karbon total sebesar 173,87 ton/Ha. Sehingga taman metanol memili kemampuan serapan karbon saat ini sebesar 637,58 ton/Ha. Terdapat 39 jenis dari 14 famili yang menjadi penyusun vegetasinya. Keanekaragaman di Taman Methanol tergolong ke dalam kategori sedang dengan tingkat kemerataan yang tinggi dan nilai dominansi yang rendah.
Pendapatan dari HHBK getah pinus dan kontribusinya terhadap pendapatan total masyarakat di Desa Uelincu Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso Oktaviani, Oktaviani; Pribadi, Hendra; Rahman, Abdul; Umar, Syukur; Maiwa, Arman
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14885

Abstract

Hasil   Hutan   Bukan   Kayu (HHBK) merupakan bagian  dari ekosistem   hutan   yang   memiliki peran   yang    beragam terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.  Salah satu desa penghasil HHBK getah pinus di Kabupaten Poso, yaitu Desa Uelincu, Kecamatan Pamona Utara. Sebagian besar masyarakatnya desa Uelincu bahkan hampir keseluruhan, masyarakat desa ini sangat mengandalkan penghasilan dari getah pinus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pendapatan HHBK getah pinus  serta mengetahui kontribusinya terhadap pendapatan total masyarakat. Dalam penelitian ini terdapat 30 sampel yang menjadi responden, yang mana sampel ini dipilih secara Purposive mewakili seluruh populasi untuk memberikan gambaran mengenai tujuan penelitian. Pengelolaan getah pinus memberikan keuntungan terhadap petani dengan pendapatan rata-rata Rp. 2.236.667 untuk sekali produksi dengan nilai kontribusi sebesar 61% dari pendapatan total masyarakat di Desa Uelincu, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso.
Probabilitas kerentanan kebakaran hutan dan lahan menggunakan Model Hotspot Algoritma Maximum Entropy Dhaffa, Naufal Akhdan Amru; Suhardiman, Ali; Sulistioadi, Yohanes Budi; Ruslim, Yosep; Herlambang, Heru; Boer, Chandradewana; Kristiningrum, Rochadi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14859

Abstract

Bencana merupakan suatu peristiwa yang diwaspadai karena dapat menimbulkan kerugian materiil dan mengancam keselamatan salah satunya kebakaran di hamparan lahan hutan dan pemukiman masyarakat. Pada tahun 2020, Kabupaten Kutai Timur mencatat 21 titik kejadian kebakaran hutan dan lahan tertinggi. Dampak dari kebakaran tersebut melibatkan aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Bencana ini dipicu oleh faktor alam atau faktor lainnya, ketidakberadaan informasi lokasi kerentanan kebakaran hutan dan lahan dapat menghambat upaya pengendalian kebakaran. Penelitian ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana serupa dengan memodelkan distribusi hotspot. Tujuan utama adalah menilai probabilitas kerentanan terhadap kebakaran yang dapat terjadi di areal hutan dan lahan wilayah Kutai Timur. Data kajian ini mencakup variabel hotspot dan faktor lingkungan selama lima tahun terakhir. Faktor lingkungan tersebut melibatkan data curah hujan, kelembapan, dan kecepatan angin yang dihitung rata-rata dari tahun 2018 hingga 2023. Pengembangan model menggunakan algoritma maximum entropy dan software ArcGIS untuk menganalisis data spasial. Model ini menghasilkan representasi sebaran hotspot di wilayah Kutai Timur, menunjukkan prediksi kerentanan terhadap kebakaran yang terjadi di areal hutan dan lahan. Faktor lingkungan yang digunakan memiliki kontribusi seimbang dalam pembentukan model. Hasilnya menunjukkan probabilitas kerentanan tertinggi terdapat pada area penggunaan lain dan hutan produksi di dalam kawasan administrasi Kabupaten Kutai Timur.
Pengaruh pemberian kompos batang pisang terhadap pertumbuhan semai pulai (Alstonia scholaris) Ardho, Ardho Ardiansyah; Mardhiansyah, Muhammad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.11903

Abstract

Alstonia scholaris merupakan tanaman asli Indonesia dan mampu tumbuh dengan cepat (fast growing species). Tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman alternatif untuk upaya revegetasi lahan kritis. Dalam penanamannya, pemberian pupuk berguna untuk membantu kesuburan tanaman dan membantu meningkatkan kadar unsur hara serta memacu pertumbuhan bibit. Pupuk organik dapat diperoleh dengan cara mengolah limbah yang berasal dari tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos batang pisang terhadap peningkatan pertumbuhan A. scholaris, serta dosis kompos batang pisang yang paling baik untuk meningkatkan pertumbuhan A. scholaris. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Penerapan komposisi media tanam batang pisang terhadap pertumbuhan bibit pada penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: K1 = tanpa kompos batang pisang (kontrol), K2 = 10% kompos batang pisang + 90% tanah, K3 = 20% kompos batang pisang + 80% tanah dan K4 = 30% kompos batang pisang + 70% tanah. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 22.0. Komposisi media tanam mampu meningkatkan pertumbuhan A. scholaris. Komposisi kompos batang pisang 20% + tanah 80%  terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan bibit dengan hasil persen hidup 100%, pertambahan tinggi 19,18 cm, pertambahan diameter 2,08 mm, berat kering tanaman 11,40 gram dan rasio tajuk akar 5,71.
Analisis kebutuhan lokal (Need Assessment) KPHP Bungo II dalam pengelolaan hutan di tingkat tapak Marwoto, Marwoto; Ahyauddin, Ahyauddin; Putri, Adela Salsabila
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.15522

Abstract

Pembangunan hutan berbasis Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)merupakan upaya menghadirkan negara di tingkat tapak dalampengelolaan kehutanan sebagai upaya mewujudkan optimalisasipengelolaan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Penelitian dilakukan dengan berdasarkan fakta-fakta historis yang merupakan usaha pemerintah dalam hal ini KLHK yang berniatmelakukan pengelolaan sampai pada tingkat tapak. Pengelolaanhutan berbasis KPH mengedepankan sinergitas antarapeningkatan nafkah keluarga dan kemantapan hutan. Pendekatanpenelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) yaitu metode penelitian untuk mengeksplorasi dan memahami makna dari masalah-masalah yang dijadikan obyekpenelitian yang akan dikuantifikasi dengan menggunakan skalalikert. Konsep yang diterapkan dalam pelaksanaan need assessment lokal ini adalah perpaduan konsep kelembagaandengan konsep  pengelolaan sumber daya alam berbasismasyarakat. Analisis data dalam penelitian ini berdasarkan hasilscoring menggunakan konsep skala likert dengan mengubahparameter kualitatif menjadi kuantitatif. Penilaian dilakukan oleh peneliti dengan informan yang relevan dengang topik penelitian, mengingat rumus yang digunakan adalah rumus interval yang didasarkan pada 5 (lima) interval. Fungsi kegiatan pemantauanterhadap KPH pada prinsipnya difokuskan pada kegiatan yang sedang dilaksanakan dengan cara menggali informasi secararegular berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja KPHP Bungo II yang belum optimal disebabkan oleh beberapa faktor yaitu hambatanregulasi, kapasitas kelembagaan, kapasitas SDM dan kapasitasmasyarakat. Apabila kegiatan pemanfaatan hutan masih berjalan maka kemandirian pengelolaan sesuai dengan visi KPHP Bungo II tidak dapat tercapai.
Break Even Point usaha gula aren di Desa Matolele, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah Anggita, Tiara; Alam, Andi Sahri; Rosyid, Abdul; Toknok, Bau; Sofyan, Sofyan
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14891

Abstract

Hasil hutan bukan kayu adalah hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunannya, salah satu diantaranya adalah nira aren yang dapat diolah menjadi gula aren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usaha gula aren, serta besarnya Break Even Point (BEP) produksi serta Break Even Point (BEP) harga pada usaha gula aren di Desa Matolele, Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong. Analisis data yang digunakan adalah Break Event Point dan Margin of safety. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi gula aren per bulan adalah 248 kg dengan harga jual Rp 17.000/kg, menghasilkan pendapatan rata-rata Rp 2.015.800/bulan. Analisis Break Event Point menunjukkan titik impas produksi sebesar 100,91 kg atau Rp 1.715.611/bulan. Margin of Safety mencapai 98%, Artinya selama penjualan tidak menurun lebih dari 98 % atau sampai dengan 98 % dari tingkat penjualan yang diharapkan, maka usaha gula aren pada bulan januari sampai desember 2023 akan memperoleh laba.Temuan ini memberikan wawasan bagi pengrajin gula aren untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memaksimalkan keuntungan.
Pengaruh jenis kayu meranti merah (Shorea sp.), sengon (Falcataria moluccana Miq.) dan jati putih (Gmelina arborea Roxb) terhadap kualitas papan semen partikel Handayani, Sri Asih; Yunastain, Yesi; Rindayatno, Rindayatno; Fahmi, Agus Nur; Wardhani, Isna Yuniar; Widiati, Kusno Yuli
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.16957

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan jenis kayu terhadap sifat fisik dan mekanik papan semen partikel yang dihasilkan. Bahan yang digunakan didalam penelitian ini adalah meranti merah (Shorea spp.), sengon (Falcataria moluccana Miq.) dan jati putih (Gmelina arborea roxb) dengan campuran semen tonasa dan katalisator MgCl2. Pembuatan papan semen ini menggunakkan perbandingan partikel dan semen (3:1) dengan tekanan kempa 30 bar serta analisis data mengunakan RAL dengan 10 ulangan. Penelitian ini mengacu pada standar ISO 8335 (1987), MS 934 (1986) dan BS 5669 (1989) yang meliputi pengujian fisika (kerapatan, kadar air, penyerapan air, dan pengembangan tebal) dan sifat mekanika Modulus of Elasticity (MoE), Modulus of Repture (MoR) dan Internal Bonding Strength (IBS). Papan semen partikel meranti merah mendapatkan nilai terbaik pada pengujian kerapatan, kadar air, penyerapan air, pengembangan tebal, MoE, dan MoR. Pada papan semen partikel sengon mendapatkan nilai terbaik pada pengujian kerapatan, kadar air, penyerapan air, pengembangan tebal, MoE dan MoR.  
Analisis vegetasi dan potensi cadangan karbon pada Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Oi Rida Lestari Kabupaten Bima Salviana, Wulan; Idris, Muhamad Husni; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14767

Abstract

Perkembangan teknologi dan industri di era modern telah menyebabkan peningkatan emisi karbon, yang menjadi pemicu pemanasan global. Hutan memainkan peran penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Indeks Nilai Penting (INP) serta potensi cadangan karbon pada Hutan Kemasyarakatan (HKm) Oi Rida Lestari di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Pengambilan data dilakukan pada bulan November hingga Desember 2022, dengan intensitas sampling sebesar 1% yang tersebar di 38 plot contoh berukuran 20x20 meter. Plot contoh ditentukan menggunakan metode Systematic Sampling with Random Start. Data yang dikumpulkan mencakup jenis, diameter, dan tinggi pada tingkat pohon (plot 20x20 meter), tiang (subplot 10x10 meter), pancang (subplot 5x5 meter), dan semai (subplot 2x2 meter). Analisis vegetasi dilakukan untuk menghitung Indeks Nilai Penting (INP), sedangkan potensi biomassa dihitung menggunakan persamaan alometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa INP tertinggi pada tingkat pohon dan tiang ditemukan pada jenis pulai (Alstonia scholaris) dengan nilai masing-masing 57,56% dan 48,46%. Untuk tingkat pancang, semai, dan tumbuhan bawah, nilai INP tertinggi berturut-turut ditemukan pada jenis sengon (Albizia chinensis) dengan 45,54%, legaran (Alstonia spectabilis) dengan 39,13%, dan kirinyuh (Chromolaena odorata) dengan 115,75%. Potensi cadangan karbon di HKm Oi Rida Lestari tercatat sebesar 158,76 ton/ha, dengan rincian kontribusi dari tingkat pohon rata-rata 145,54 ton/ha, tingkat tiang 9,29 ton/ha, tingkat pancang 3,39 ton/ha, tumbuhan bawah 0,20 ton/ha, dan tingkat seresah 0,34 ton/ha.
Estimasi stok karbon di atas permukaan pada ekosistem mangrove di Salo Sumbala Muara Badak Kalimantan Timur Yolanda, Resvita; Diana, Rita; Matius, Paulus
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.17389

Abstract

Mitigasi perubahan iklim merupakan suatu kegiatan usaha untuk mengurangi resiko peningkatan emisi gas rumah kaca yang ada di atmosfer, gas dapat muncul secara alami di lingkungan dan dapat pula muncul akibat aktivitas manusia. Peran hutan sebagai penyerap dan penyimpan karbon sangat penting dalam mengatasi masalah efek gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global. Hutan mangrove mampu menyimpan karbon sebanyak 3-5 kali dari hutan daratan lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simpanan karbon dan serapan karbon di Salo Sumbala, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Pengambilan data di lokasi menggunakan metode transek sepanjang 125 meter dan plot lingkaran. Secara keseluruhan terdapat 18 plot pengamatan yang terbagi dari 3 titik lokasi untuk memperoleh data jenis-jenis mangrove, pengukuran diameter dan tinggi pohon pada vegetasi semai, pancang, pohon dan necromass. Hasil pengukuran stok karbon pada lokasi 1 memiliki stok karbon sebesar 88,23 ton/ha, lokasi 2 memiliki stok karbon 87,17 ton/ha dan lokasi 3 memiliki stok karbon sebesar 52,24 ton/ha. Dari hasil penelitian pada lokasi 1 mampu menyerap CO2 sebesar 324,16 ton/ha, pada lokasi 2 mampu menyerap CO2 sebesar 319,14 ton/ha dan lokasi 3 mampu menyerap CO2 sebesar 191,57 ton/ha.
Sifat fisis briket arang dari cangkang kemiri dan serbuk batang kayu kemiri (Aleurites mollucanus) Wulandari, Febriana Tri; Lestari, Dini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.15293

Abstract

Briket arang merupakan salah satu alternatif pemanfaatan limbah tanaman kemiri menjadi produk bernilai ekonomis dan memiliki nilai manfaat yang tinggi. Oleh karena itu, mutu bahan bakar briket arang dapat diketahui dengan menguji terlebih dahulu sifat fisisnya.  Tujuan penelitian ini menganalisis sifat fisis briket arang cangkang kemiri dan serbuk batang kayu kemiri.  Metode yang digunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaan non faktorial dengan dua perlakuan dan tiga  kali ulangan. Hasil analisis keragaman briket arang cangkang kemiri dan serbuk kemiri menunjukan variasi jenis berpengaruh nyata terhadap kadar abu, kadar zat terbang dan nilai kalor tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar karbon terikat. Briket arang cangkang kemiri mempunya sifat fisis antara lain kadar air 0.61%, kadar abu 14.66%, kadar zat terbang 12.27%, kadar karbon terikat 68.38% dan kalor 4616 cal/gr.  Briket arang serbuk batang kayu kemiri antara lain kadar air 0.30%, kadar abu16.94%, kadar zat terbang 19.30%, kadar karbon terikat 63.47% dan kalor 3883 cal/gr. Berdasarkan standar SNI 01-6235-2000 maka nilai kadar air dan kadar zat terbang briket arang cangkang kemiri dan serbuk kemiri telah memenuhi standar tetapi untuk kadar abu dan nilai kalor belum memenuhi standar.  Berdasarkan standar SNI 01-6235-2000, kadar karbon terikat tidak ada.

Page 2 of 3 | Total Record : 27