cover
Contact Name
Dr. Supian, S.Ag., M.Ag.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltitian.fib@unja.ac.id
Editorial Address
Gedung G, LT. III, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi, Mendalo, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26153440     EISSN : 25977229     DOI : -
Titian merupakan jurnal ilmiah akademik dalam bidang kajian ilmu Humaniora (budaya) yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan untuk mempublikasikan berbagai artikel hasil penelitian, studi kepustakaan, studi lapangan, gagasan konseptual, kajian penerapan teori dalam bidang ilmu humaniora. Jurnal ini dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, maupun Arab. Jurnal ini mengutamakan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan ilmu bahasa (linguistik), ilmu sastra (Daerah, Indonesia, Inggris, Arab), Sejarah, Arkeologi, Seni, Sosiologi, Antropologi, Etnografi dan Agama. Jurnal Titian terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 235 Documents
Peran Dewan Kemakmuran Masjid dalam Membangun Solidaritas Umat Hizbullah, Muhammad; Yeltriana, Yeltriana; Haidir, Haidir; Saragih, Alkausar
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.21885

Abstract

Masjid dalam Islam bukanlah sekedar tempat beribadah saja tetapi juga merupakan tempat pembangunan peradaban umat manusia. Jika kita lihat dari pendekatan sejarah bagaimana Rasulullah membangun suatu peradaban dimulai dari masjid. Terbukti ketika Rasulullah hijrah ke Madinah yang pertama sekali dibangunnya adalah masjid, yaitu masjid Nabawi. Tetapi saat ini terkesan ada pergeseran fungsi masjid tersebut, masjid saat ini hanya dijadikan tempat untuk beribadah shalat saja, tidak terlihat bagaimana masjid harus mampu membangun rasa kepedulian sesama muslim. Sehingga keberadaan masjid tidak begitu mepengaruhi solidaritas masyarakat. Kondisi ini sangatlah mengkhawatirkan, ditambah kondisi Covid 19 saat ini dan diberlakukan PPKM yang menyebabkan banyaknya kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran masjid Al-Muhajirin Desa Bandar Klippa dalam membangun solidaritas umat yang ada di sekitaran wilayah masjid. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan naturalistik dengan pengolahan data secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini direncanakan selama 1 tahun untuk melihat bagaiman peran masjid Al-Muhajirin Desa Bandar Klippa dalam membangun solidaritas umat dan masyarakat sekitar. Sedangkan sampel penelitian ini adalah masyarakat sekitar masjid Al-Muhajarin baik laki-laki maupun perempuan. Adapun hasil penelitian memperlihatkan bahwa pihak pengelola masjid memiliki program-program yang membangun solidaritas masyarakat sekitar, seperti program kegiatan kajian Tauhid, Tasawuf, Fiqih dan Tafsir serta senin malam ba’da isya dilakukan pengajian tentang hadis. Selain itu Dewan Kemakmuran Masjid banyak perubahan jumlah jamah yang sholat fardhu di masjid ini dan semakin banyak saja. Karena dakwah yang dilakukan Dewan Kemakmuran Masjid Al-Muhajirin merupakan konsep dakwah yang merangkul tidak memukul. Selain itu tidak ada pelarangan anak-anak untuk sholat dimasjid, agar menghindari suasana tidak kondusif yang diakibatkan anak-anak yang bermain dalam shalatnya, maka dibuat piket salah satu pengurus menjaga waktu pelaksanaan shalat. Kata Kunci: Dewan Kemakmuran, Masjid, Solidaritas Umat
Berhias Setelah Bencana: Perubahan Ruang Kota Padang Pasca Gempa Putri, Selfi Mahat; Ramadani, Ana Fitri; Zulqaiyyim, Zulqaiyyim; Furqon, Rizky Amelia
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.21969

Abstract

Abstract: Artikel ini mejelaskan perubahan fungsi ruang kota yang terjadi di Kota Padang pasca gempa 2009. Sejauh mana perubahan ruang kota tersebut mempengaruhi bentuk kota dan kehidupan masyarakat Kota Padang. Pada akhirnya akan terlihat bagaimana bencana gempa yang terjadi di Kota Padang tahun 2009 mempengaruhi perubahan ruang kota terutama ruang pemerintahan, ruang ekonomi, dan ruang publik di Kota Padang. Penelitian ini melihat bagaimana pembentukan ruang kota pasca bencana gempa di Kota Padang berdampak terhadap kehidupan masyarakat serta kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota. Apakah perubahan ruang kota tersebut sesuai dari segi keamanan dari bencana gempa dan tsunami yang mengancam Kota Padang. Data yang diperoleh merupakan hasil dari penggalian informasi melalui sumber-sumber sejarah. Pertama, sumber setempat dan sejaman; Kedua, sumber setempat dan tidak sejaman. Selain itu, dilakukan wawancara dengan para informan yang memiliki hubungan terkait permasalahan dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan kontribusi yang mendasar bagi bidang ilmu sosial-humaniora, terutama memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah terutama dalam pembentukan ruang kota pasca bencana gempa di Kota Padang. Kata Kunci : Bencana, Kota, Ruang Kota, Padang, Masyarakat.
Semantik Kata Serapan dari Bahasa Arab dalam Kamus Arab Melayu Malik, Khairil; Habibi, Nicolas; Aan, Milki; Narianto, Neldi
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.22030

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang perubahan semantik kosa kata serapan dari Bahasa Arab yang terdapat dalam Bahasa Melayu, khususnya Bahasa Indonesia. Penyerapan kosa kata dari Bahasa Arab terjadi seiring dengan masuknya pengaruh bangsa Arab ke wilayah Nusantara. Pengaruh tersebut salah satu dibuktikan dengan banyaknya kosa kata dari Bahasa Arab yang diserap oleh Bahasa Melayu (Indonesia). Kosa kata serapan tersebut mengalami beberapa perubahan, seperti: perubahan sub kategori masdar berubah menjadi verbal, sub kategori masdar menjadi katagori adjektif, perubahan referensi, perubahan makan menyempit, perubahan makna meluas, perubahan makna jamak menjadi mufrad. Perubahan ini berbanding lurus dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat Melayu untuk memahami istilah-istilah kosa kata serapan tersebut. Kosa kata yang diserap mengakar dan mengalami perkembangan, serta akulturasi terhadap dinamika kebudayaan-kebudayaan yang ada di Nusantara. Banyak penggunaan istilah-istilah kosa kata Bahas Arab dalam aktivitas kehidupan masyarakat Melayu di Nusantara tidak lepas dari terjadinya pengaruh penyerapan dari Bahasa Arab dalam bahasa yang digunakan oleh masyarakat Melayu di Nusantara. Kata Kunci: kata serapan, semantik, bahasa, budaya
pelecehan verbal (Catcalling) di Tinjau Dari Hukum Pidana: pelecehan verbal (Catcalling) di Tinjau Dari Hukum Pidana Afrian, Fadillah; Susanti, Heni
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.22039

Abstract

Abstract: With the passage of the Law on the Crime of Sexual Violence, known as the TPKS Law on April 12, 2022, it is considered capable of protecting the rights of victims of sexual harassment. The purpose and benefits of this research are to find out how criminal law views catcalling cases in Indonesia and to find out whether the existing regulations are sufficient to ensnare the perpetrators and achieve justice for the victims. The method used in writing this scientific paper is a normative study that focuses on positive legal norms governing sexual violence. The results of this study indicate that acts of verbal sexual harassment or known as catcalling are a form of decency crime that has the potential to become the beginning of sexual crimes such as rape and even human trafficking. In the Criminal Code (KUHP) catcalling is associated with immoral acts and obscenity. And clearly violates the laws and regulations Article 8 in conjunction with Article 34 and Article 9 in conjunction with Article 35 of Law no. 44/2008 concerning Pornography, and Article 5 of Law no. 12/2022 concerning Crimes of Sexual Violence. So that the conclusion is that this act has the potential to become a crime that has fulfilled the elements of a crime. The impact caused by this action includes the impact on the victim's psychological disorder, which leads to psychiatric disorders. So to prevent this action, special attention is needed both morally and legally to create legal certainty and justice for victims. Keywords: Catcalling, Crime, Immoral Acts
Tinjauan Sosiologis Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual Ditinjau dari Perspektif Hak Asasi Manusia Rafli, Dwi Yusuf; Susanti, Heni
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.22054

Abstract

Abstrak: Kekerasan seksual merupakan salah satu isu yang marak tejadi dikehidupan masyarakat. Kebudayaan patriartki yang biasa dianut oleh masyarakat Indonesia mengakibatkan kekerasan seksual sering kali menyasarkan wanita dan anak-anak sebagai korban dari kejahatannya. Terbaru dalam kasus pemerkosaan yang melibatkan seorang guru terhadap 13 santriwatinya menuai berbagai polemic di masyarakat. Keputusan hukuman mati sebagai resolusi bijak yang diambil oleh pengadilan menjadi pro dan kontra. Sebagian diantaranya merasa putusan tersebut sangatlah pantas atas apa yang sudah diperbuat dan dilakukannya. Namun dalam sisi lain, banyak orang yang menganggap pemberian putusan mati sebagai bentuk kemunduran akan penegakkan hukum dan mencoreng hak hidup sebagai hak dasar dari eksistensi Hak Asasi Manusia. Keberadaan putusan mati dan pandangan HAM didalamnya menjadi permasalahan Panjang di Indoensia, hal tersebut karena Indonesia sebagai negara yang mengakui keberadaan nilai-nilai HAM, ironisnya juga menetapkan putusan mati sebagai salah satu bentuk pidana pokok yang merupaka bentuk dari kejahatan HAM berat itu sendiri Kata Kunci: Hak Asasi Manusia, Kekerasan Seksual, sosiologis
Komunikasi Efektif dan Keteladanan Sebagai Alat Pendidikan Untuk Pewarisan Budaya Jawa “Tepa Slira” dan “Empan Papan” pada Anak Agustini, Dewi
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.22162

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu peneliti tentang komunikasi efektif dan keteladanan sebagai alat pendidikan untuk pewariskan budaya Jawa “tepa slira” dan “empan papan ” kepada anak-anak. Orang tua memiliki peran penting dalam melestarikan budaya suatu masyarakat, mempengaruhi perilaku anak baik dalam keluarga maupun dalam lingkungan sosial. Bentuk perilaku orang tua juga merupakan wujud yang tercermin dari sikap dan tindakan anak di lingkungan sosialnya. Bentuk permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi efektif dan keteladanan sebagai alat pendidikan pewarisan budaya Jawa “tepa slira” dan “empan papan” kepada anak-anak?Hasil dari penelitian ini adalah peran orang tua atau ayah dan ibu sama-sama dalam mendidik menggunakan alat pendidikan komunikasi yaitu dengan bercerita tentang budaya Jawa “tepa slira” yaitu sikap saling menghargai orang lain dengan toleransi beragama, menjaga hubungan baik di segala bidang, luasnya pikiran, lapang dada. Budaya jawa lainnya adalah “empan papan” yaitu kemampuan menempatkan diri saat berinteraksi dengan orang lain, memiliki tatakrama dan unggah ungguh. Orang tua juga menyiapkan buku-buku di perpustakaan kecil di rumah tentang budaya Jawa untuk dibaca dan diceritakan atau didiskusikan dengan anak, mengingat kembali pesan-pesan tentang budaya Jawa saat anak berkomunikasi di luar rumah, menasihati anak-anak ketika pertemuan keluarga bersifat informal, seperti ketika mereka berbicara bersama di ruang TV atau mengakhiri sholat berjamaah. Alat pendidikan lainnya adalah teladan yang baik yaitu memberikan contoh kongkrit kegiatan sehari-hari yang mencerminkan nilai budaya Jawa “tepa slira” dan “empan papan” bagi anak-anak. Saat orang tua telah memberi contoh serta menasihati namun anak tidak melakukan dengan perbuatan sehari-harinya, maka orang tua akan menegurnya dengan cara yang lembut hingga keras. Kegiatan pewarisan budaya sebagai alat pendidikan mesti di lakukan secara berkesinambungan supaya anak-anak mengetahui, memahami dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari agar nilai-nilai budaya jawa yang syarat akan makna kebaikan, keluhuran budi tetap terjaga salah satunya tepa slira dan empan papan. Kata Kunci: komunikasi efektif, keteladanan, alat pendidikan, pewarisan budaya, Jawa, “tepa slira” dan “empan papan”, anak-anak
Urgensi Penguasaan Bahasa Arab dalam Dakwah: Studi Kisah Guru Haji Ismail Mundu (1870-1957) Riyadhi, Baidhillah; Mujahidah, Nelly
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.22380

Abstract

Abstrak: Penguasaan bahasa Arab sangat penting bagi para juru dakwah Islam, sebab sumber ajaran Agama Islam, yakni al Qur’an dan al Hadist menggunakan bahasa Arab. Demikian pula sebagian besar para ulama pewaris Nabi menulis kitab-kitab rujukan dengan lafadz bahasa Arab. Salah seorang ulama terkenal di Indonesia khususnya di dearah Kalimantan Barat yaitu Guru Haji Ismail Mundu termasuk salah satu yang menggunakan bahasa Arab dalam menulis beberapa karya monumentalnya. Beliau memilki kepribadian sebagai guru yang mumpuni sehingga memiliki banyak murid dan kemahirannya dalam penguasaan bahasa Arab tidak diragukan lagi. Selain itu beliau juga mendapat amanah sebagai mufti kerajaan Kubu, sehingga memiliki hubungan erat dengan penetapan fatwa dalam lingkup kekuasan kesultanan pada waktu itu. Beberapa karya ilmiyah ditulis dalam bahasa Arab dan menggunakan lafad Arab Melayu. Karya beliau meliputi kajian Islam dalam berbagai bidang baik aqidah, tauhid, tafsir dan hukum fiqih. Diantara karya tersebut antara lain Usul Tahqiq, Mukhtsarul Manan, Jadwal Nikah, tafsir al-Quran al-karim, Kitab Zikir Tauhidiyah, Majmu’ul mirasa dan Faidah Istighfar Raja. Kata Kunci: Dakwah; Islam; Bahasa Arab
The Kinds of Illocutionary Act by Yusuf Hamka in Youtube Channel Deddy Corbuzier Podcast Nasution, Muhammad Muslim; Afria, Rengki; Izar, Julisah
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.22539

Abstract

Abstract: This study aimed to describe the types of illocutionary speech acts found in Yusuf Hamka's statements on Dady Corbuzier's YouTube channel podcast. This research used descriptive research with a qualitative approach. The data obtained in this study were Yusuf Hamka's speech which was accessed on Deddy Corbuizer's YouTube podcast channel. Data collection techniques in this study used observing and note-taking techniques, while the data collection techniques used were data reduction and data concluding. The research results obtained are, the five types of illocutionary speech acts 1). Assertive, 2). Directive, 3). expressive 4). commissive. 5) Declarative is found in Yusuf Hamka's statement on Deddy's Corbuzier podcast. The conclusion of this study is that all utterances will contain illocutionary speech acts if the said words are included in the classification of the five types of speech acts that exist in illocutionary acts. Keywords: Speech acts; illocutionary acts; youtube; podcast
Relevansi Metta Karuna dan Implementasinya dalam Yayasan Buddha Tzu Chi Untung, Syamsul Hadi; Maulana, Abdullah Muslich Rizal; Musdalifah, Sitti Amalia; Inayatullah, Inayatullah; Aniatuzzahro, Lu’lu; Jamilah, Nur Azizah
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.23026

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip Meta Karuna dan penerapannya di dalam Yayasan Buddha Tzu Chi, sebuah yayasan sosial kemanusiaan yang didirikan oleh Master Cheng Yen di Taiwan yang bergerak dalam banyak aspek sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif untuk sampai pada pertanyaan penelitian yang dimaksud dan menemukan bahwa prinsip cinta kasih universal yang diterapkan di Yayasan Tzu Chi mengasumsikan bahwa Yayasan didirikan untuk semua orang tanpa memandang ras, golongan, kepercayaan, atau agama. Karena Master Cheng Yen menerapkan beberapa filosofi Buddhis dalam ajarannya, juga terlihat bahwa Yayasan Tzu Chi yang disebut sebagai Brahmavihara, terdiri dari empat ajaran penting, dua di antaranya adalah meta dan karuna. Meta adalah ajaran yang mengajarkan setiap manusia untuk memiliki rasa cinta terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan, sedangkan karuna mengajarkan bagaimana berbelas kasih terhadap sesama. Kajian ini menyimpulkan bahwa meskipun Yayasan Tzu Chi tidak mengenal perbedaan antar kepercayaan atau agama, namun beberapa ajaran Buddha masih diterapkan dalam landasannya yang ditinjau secara universal. Meski begitu, ajaran ini ditujukan untuk semua manusia di muka bumi ini. Kata Kunci: Yayasan Buddha Tzu Chi, Master Cheng Yen, Meta, Karuna.
Revitalisasi Pertunjukan Teater Tradisional Dul Muluk (Studi Kasus Kelompok Teater Pancarona Jambi Pada Pertunjukan di TVRI) Cerly Chairina Lubis
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i1.24529

Abstract

Penelitian ini membahas tentang revitalisasi pertunjukan teater tradisional Dul Muluk. Penelitian dilakukan melalui studi kasus bentuk penyajian yang dilakukan oleh Bonarti Lubis sebagai pemimpin kelompok teater Pancarona yang sampai saat ini masih bertahan untuk menampilkan Dul Muluk pada setiap pementasannya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif analisis, dan untuk memperdalam analisis fakta menggunakan teori revitalisasi yang dikemukakan oleh Richard Wagner serta teori pewarisan budaya yang dikemukakan oleh Berry John dan didukung juga dengan pendapat dari Van Perseun mengenai strategi budaya. Hasil penelitian ini mnunjukan bahwa pertunjukan Dul Muluk telah direvitalisasi dengan mempersingkat durasi pertunjukan menjadi kurang lebih satu jam, membawakan cerita-cerita yang lebih bervariasi sesuai dengan realita yang sedang terjadi saat ini. Menampilkan tata busana dan tata rias yang lebih berwarna, dan juga memindahkan tempat pertunjukan yang tadinya di panggung atau lapangan terbuka menjadi ke dalam studio TVRI yang tentunya didukung oleh teknologi tata cahaya dan artistik yang canggih. Kata Kunci: Revitalisasi, teater tradisi, Dul Muluk Jambi