cover
Contact Name
Dr. Supian, S.Ag., M.Ag.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltitian.fib@unja.ac.id
Editorial Address
Gedung G, LT. III, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi, Mendalo, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26153440     EISSN : 25977229     DOI : -
Titian merupakan jurnal ilmiah akademik dalam bidang kajian ilmu Humaniora (budaya) yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan untuk mempublikasikan berbagai artikel hasil penelitian, studi kepustakaan, studi lapangan, gagasan konseptual, kajian penerapan teori dalam bidang ilmu humaniora. Jurnal ini dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, maupun Arab. Jurnal ini mengutamakan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan ilmu bahasa (linguistik), ilmu sastra (Daerah, Indonesia, Inggris, Arab), Sejarah, Arkeologi, Seni, Sosiologi, Antropologi, Etnografi dan Agama. Jurnal Titian terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 235 Documents
Eksistensi Organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Paguyuban Noormanto (PKPN) di Kota Semarang Junaedi, Sony; Purwanti, Eni; Angga, Vicky Verry
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 7 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v7i1.23750

Abstract

Ramuan tradisional semakin jarang digunakan dan terkesan ditinggalkan pada saat ini. Ramuan tradisional merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan, namun ramuan tradisional rawan punah pada saat ini. Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Paguyuban Noormanto (PKPN) sebagai organisasi kebudayaan masih menggunakan ramuan tradisional. PKPN memproduksi sendiri ramuan tradisonal ini berdasarkan pengetahuan dari leluhur serta dikonsultasikan dengan ahli farmasi atau kesehatan. PKPN menggunakan ramuan tradisional untuk pengobatan anggota serta siapa saja yang membutuhkan. PKPN membangun relasi serta mepertahankan eksistensi melalui pemberian ramuan tradisional kepada siapa saja yang sangat membutuhkan secara cuma-cuma. Penelitian akan berfokus membahas mengenai usaha-usaha yang dibangun oleh PKPN untuk mempertahankan warisan leluhur berupa ramuan tradisional. Fokus penelitian juga mengenai proses PKPN membangun eksistensinya di dalam masyarakat melalui ramuan-ramuan tradisional yang telah diciptakan. Penelitian akan menggali hubungan serta keberhasilan penggunaan ramuan tradisional dalam menjaga eksistensi sebuah organisasi. Penelitian menggunakan metode studi pustaka, observasi, dan wawancara terstruktur. Penelitian juga menggunakan pendekatan Interaksionisme Simbolik untuk mendapatkan pola mengenai usaha serta cara PKPN membangun eksistensinya. Penelitian diharapkan menjadi promosi untuk penggunaan Ramuan tradisional yang mulai punah, dimana saat ini sedang masa pandemi Covid-19 tentu sangat dibutuhkan obat-obat tradisonal yang telah terstandart. Penelitian juga diharapkan memperkaya kazhanah keilmuan mengenai keilmuan ramuan tradisional yang diduga tidak hanya untuk pengobatan namun bisa menjadi alat eksistensi sebuah organisasi. Abstract: Traditional herbs are increasingly rarely used and seem to be abandoned at this time. Traditional herbs are one of Indonesia's cultural heritages that must be preserved, but traditional herbs are prone to extinction at this time. The organization of Believers in the Almighty God Paguyuban Noormanto (PKPN) as a cultural organization still uses traditional herbs. PKPN produces their own traditional concoctions based on ancestral knowledge and consulted with pharmaceutical or health experts. PKPN uses traditional herbs for the treatment of members and anyone who needs it. PKPN builds relationships and maintains its existence through the provision of traditional herbs to anyone in dire need free of charge. The research will focus on discussing the efforts built by PKPN to maintain ancestral heritage in the form of traditional herbs. The research focuses on the process of PKPN building its existence in the community through the traditional potions that have been created. The research explores the relationship and success of using traditional ingredients in maintaining the existence of an organization. The research uses the methods of literature study, observation, and structured interviews. The research also uses the Symbolic Interactionism approach to get a pattern of the efforts and ways PKPN builds its existence. The research is expected to be a promotion for the use of traditional ingredients that are starting to become extinct, where currently the Covid-19 pandemic is certainly very much needed for standardized traditional medicines. The research is also expected to enrich the scientific knowledge of traditional herbs which are thought to be not only for treatment but can be a tool for the existence of an organization.
Fenomena Rekrutmen Artis Sebagai Calon Legislatif Ditinjau dari Perspektif Aksiologi Yulanda, Aseng; Fitrisia, Azmi; Ofianto, Ofianto
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 7 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v7i1.25809

Abstract

Analyzing the Phenomenon of the Recruiting Asrtists As Legislative Candidates Examined from the Perspective of Axiology, Politic Parties tend to use the popularity of artists in general election being one of the strategy by a lot of politic parties in Indonesia. This research used a qualitative approach using literature review. The results of the analysis in this article can be viewed in two sides. The first side, the thing can be understood, because the artists are popular in sociecty. In the other side, the phenomenon can be a risk for quality of the candidates, due to not all artists have have great capacity and competency for being a legislator. The phenomenon affects discussion in the public space and it implicates the society's sovereignty as the main sovereignty in the democratic state and the benefits that will be felt by the society of Indonesia. Therefore, researchers are interested in conducting research on this phenomenon.  Abstrak Menganalisis  Fenomena rekrutment Artis sebagai calon legislatif ditinjau dari perspektif Aksiologi, kecendrungan Partai Politik memanfaatan popularitas yang dimiliki oleh calon artis dalam pesta demokrasi menjadi salah satu satu strategi oleh mayoritas partai politik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui penelitian literatur kepustakaan. Hasil analisis dalam artikel ini adalah fenomena rekrutmen artis sebagai calon legislatif dapat dilihat dari dua sisi. Di satu sisi, hal ini dapat dianggap positif, karena artis memiliki popularitas di masyarakat. Di sisi lain, hal ini dapat menimbulkan risiko terhadap kualitas calon legislatif yang diusung, karena tidak semua artis memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai untuk menjadi seorang legislator. fenomena tersebut berdampak  terhadap diskusi di ruang publik serta implikasinya terhadap kedaulatan rakyat sebagai pemegang kedaulatan utama dalam Negara demokrasi dan kebermanfaatan yang akan dirasakan oleh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, peneliti menjadi tertarik melakukan penelitian tentang fenomena tersebut.
Minat Mahasiswa Asli Banyumas Berbahasa Banyumasan di Tengah Arus Transkultural pada Mahasiswa Unsoed Rahayu, Retno Sri; Santosa, Imam; Martono, Nanang
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 7 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v7i1.25939

Abstract

This study aims to describe the interest of native Banyumas Unsoed students in using Banyumas language in daily conversation. The use of Banyumasan language among students is one of the cultural aspects that has experienced changes or influences from transcultural flows among Unsoed students. This research uses qualitative methods with data collection techniques using interviews and observations. The informants of this research are Unsoed students who come from Banyumas and Unsoed students who come from outside Banyumas. The results showed that native Banyumas students at Unsoed rarely use Banyumas language in daily conversation when they interact with fellow native Banyumas students. They reason that they are not used to using Banyumas language. They are embarrassed to use Banyumas language because of its cablaka character and loud tone. In addition, there is also the influence of the use of slang from Jabodetabek students when interacting. Abstrak Penelitian ini bertujuan menggambarkan minat mahasiswa Unsoed asli Banyumas menggunakan bahasa Banyumas dalam percakapan sehari-hari. Penggunaan bahasa Banyumasan di kalangan mahasiswa menjadi salah satu aspek budaya yang mengalami perubahan atau pengaruh dari arus transkultural di kalangan mahasiswa Unsoed. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Informan penelitian ini adalah mahasiswa Unsoed yang berasal dari Banyumas dan mahasiswa Unsoed yang berasal dari luar Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa asli Banyumas di Unsoed jarang menggunakan bahasa Banyumas dalam percakapan sehari-hari ketika mereka berinteraksi dengan sesama mahasiswa asli Banyumas. Mereka beralasan bahwa tidak terbiasa menggunakan bahasa Banyumas. Mereka malu untuk menggunakan bahasa Banyumas karena karakter bahasanya yang bersifat cablaka dan bernada keras. Selain itu juga terdapat pengaruh penggunaan bahasa gaul dari mahasiswa Jabodetabek ketika berinteraksi.
Standarisasi Brand Pakaian dalam Pertemanan (Studi Kasus Mahasiswa Sosiologi Agama Tahun 2019) Duta, Crysna Berliana Lara; Zahid, A
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 7 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v7i1.26084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaiamana bentuk standarisasi brand pakaian dalam pertemanan mahasiswa Sosiologi Agama tahun 2019. Penelitian ini dilakukan di Universitas Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Saat ini perkembangan industri fashion banyak manarik perhatian semua golongan mulai dari usia muda hingga dewasa, salah satunya Mahasiswa Sosiologi Agama tahun 2019. Cara berpakaian mahasiswa saat ini selalu mengikuti gaya modern dengan menggunakan pakaian-pakaian yang berbrand dan trend yang sedang muncul, kegiatan konsumsi tersebut dapat menyababkan pola hidup Konsumerisme. Factor gaya hidup seorang mahasiswa dapat berpengaruh terhadap pola konsumsi, terutama konsumsi pakaian di mana saat ini  konsumsi pakaian yang pada awalnya dilakukan  sebagai kebutuhkan berubah menjadi sebuah keinginan sesaat atau hawa nafsu yang tidak terbatas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang diperoleh berdasarkan dari data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa standarisasi brand pakaian muncul dalam kelompok pertemanan disebebakan karena adanya kesamaan selera pakaian, obrolan dan keinginan untuk diakui oleh orang lain. Beberapa mahasiswa membeli pakaian dengan brand tertentu keinginan, kenyamanan dan nilai atau value yang didapatkan ketika menggunakan pakaian dengan brand tersebut. Abstract This study aims to see how the standardization of clothing brands forms in the friendship of Sociology of Religion students in 2019. This research was conducted at Sayyid Ali Rahmatullah University, Tulungagung. Currently, the development of the fashion industry has attracted the attention of all groups, from young people to adults, one of them is the Sociology of Religion Students in 2019. The way students dress today always follows modern styles by using branded clothes and emerging trends, these consumption activities can lead to a consumerist lifestyle. Factors in a student's lifestyle can affect consumption patterns, especially consumption of clothing where currently consumption of clothing that was originally done as a necessity turns into a momentary desire or unlimited lust. The method used in this study is a qualitative research method with a case study approach. Sources of data obtained based on primary and secondary data. The results of this study indicate that standardization of clothing brands appears in friendship groups due to similarities in clothing tastes, conversations, and the desire to be recognized by others. Some students buy clothes with certain brands of desire, comfort and value or value that is obtained when wearing clothes with that brand.
Change the Characters and Language of the Manuscript Letter of Sultan Abdul Muluk from Raja Ali Haji Warni, Warni
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.27506

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan teks Surat Hikayat Sultan Abdul Muluk oleh Raja Ali yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan fisik naskah secara utuh dan terperinci dalam naskah teks Surat Hikayat Sultan Abdul Muluk oleh Raja Ali Haji. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. penelitian ini adalah peneltian kualitatif dengan memfokuskan kepada bidang filologi yang kegiatannya adalah pada bahan tertulis atau naskah lama. Tahap pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Kemudian, tahap deskripsi naskah menggunakan metode deskripsi naskah, tahap alih aksara menggunakan metode alih aksara dan tahap alih bahasa menggunakan metode alih bahasa. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara menghasilkan data berupa bentuk kata-kata tertulis atau gambar dari objek yang akan diamati. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang terkandung dalam naskah teks surat Abdul Muluk karya Ali Haji yaitu wanita dapat berperan layaknya laki-laki dalam mempertahankan kesetiaannya dan demi tercapainya tujuan. Wanita juga dapat berkuasa walaupun harus mengkondisikan dirinya di luar kodratnya sebagai wanita. Bagi Raja Ali Haji dalam perspektif kebudayaan bangsa dan masyarakat, agama merupakan simpul pengikat bagi berbagai macam tingkat sosial dalam pembinaan kebudayaan. Kata Kunci: Alih aksara, alih bahasa, Arab-melayu Abstract: This article aims to describe the text of Surat Hikayat Sultan Abdul Muluk by Raja Ali which aims to describe the physical state of the manuscript as a whole and in detail in the text of Surat Hikayat Sultan Abdul Muluk by Raja Ali Haji. This research approach uses a qualitative approach with descriptive methods. This research is a qualitative research by focusing on the field of philology whose activities are written materials or old manuscripts. The data collection stage used literature studies. Then, the script description stage uses the script description method, the script transfer stage uses the script transfer method and the language translation stage uses the translation method. The technique of collecting data is by producing data in the form of written words or images of the object to be observed. Based on the results of the research, it shows that the meaning contained in the text of the letter Abdul Muluk by Ali Haji is that women can play a role like men in maintaining their loyalty and in achieving their goals. Women can also rule even though they must condition themselves outside of their nature as women. For Raja Ali Haji in the perspective of national culture and society, religion is the binding knot for various social levels in cultural development. Keywords: change of script, transfer of language, Arab-melayu
Lexical Meanings the Names of Traditional Food Dishes Typical of Jambi Province Ade Kusmana
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v5i2.27580

Abstract

Abstrak : penelitian ini bertujuan untuk menklasifikasi nama – nama sajian santapan Tradisional Khas daerah jambi berdasarkan makanan, minuman, kue , dan buah serta mendeskripsikan tentang makna leksikal pada nama – nama sajiaan santapan Tradisional Khas Daerah Jambi. Metode pengumulan data digunakan dengan metode deeskriptif kualitatif dengan hasil yang di deskripsikan kemudian teknik wawancara terhadap informan dengan teknik simak dan catat. Menghasilkan data 49 leksikon nama – nama sajian santapan Tradisional Khas daerah Jambi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori semantic berupa makna leksikal. Hasil dari penelitian ini ialah pengleasifikasian dengan hasil yaitu 14 jenis nleksikal nama maakann, 8 leksikal nama minuman, 16 leksikal nama kue, dan 11 leksikal penamaan buah. Kemudian dapat di ketahui bahwa nama –nama yang digunakan pada penamaan sajian Santapan tradisional ini ialah nama yang menciri khaskan daerah masyrakat jambi yang dituangkan pada sajian santapan mereka dan menggunakan nama dari bahasa daerah Jambi. Kata kunci : makna, leksikal, leksikon,klasifikasi.nama. Abstract: This study aims to classify the names of typical traditional dishes of Jambi area based on food, drinks, cakes, and fruit and to describe the lexical meanings of the names of typical traditional dishes of Jambi Region. The data collection method used is descriptive qualitative method with the results described then the interview technique with the informants using the observation and note technique. Produces data on 49 lexicons of names of typical traditional dishes of Jambi. Data analysis was performed using semantic theory in the form of lexical meaning. The results of this study were classification with 14 types of food name lexicals, 8 lexicals of drink names, 16 lexicals of cake names, and 11 lexicals of fruit names. Then the names used in the naming of this traditional food dish are the names that characterize the Javanese community which is poured into their food offerings and uses the name of the Jambi regional language. Key words: meaning, lexical, lexicon, classification, name.
Analisis Sosiologi Persepsi Masyarakat Desa Banjarsari Terhadap Profesi Non-Industri Nafian, Nuril Nuzhulah; Legowo, Martinus
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 7 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v7i2.21053

Abstract

Diversifikasi mata pencaharian yang terjadi di masyarakat memicu timbulnya stratifikasi antar profesi. Zaman yang semakin modern menciptakan karakter masyarakat yang terus menginginkan kesempurnaan dalam pemenuhan kebutuhan hidup mereka. Masyarakat beromba-lomba mencari pendapatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka yang juga semakin besar. Alhasil, masyarakat menggolongkan mana profesi yang dianggap baik untuk dilakukan, serta profesi yang kurang cocok untuk dilakukan. Dunia yang terus berkembang menuju era industrialisasi mendorong berkembangnya tipikal masyarakat industri. Beranjak dari sinilah kemudian pekerjaan sebagai karyawan swasta dan buruh pabrik dipandang sebagai pekerjaan paling pas untuk dilakukan sebagian besar orang. Penelitian ini bertujuan menguraikan mengapa banyak masyarakat yang menilai bahwa pekerjaan industri seperti karyawan dan buruh pabrik dianggap lebih prospektif dan menguntungkan daripada profesi non-industri. Fenomena ini akan diteliti menggunakan teori perubahan sosial fungsional dan teori tindakan sosial. Hasil dari penelitian ini ialah bahwasanya masyarakat menganggap profesi karyawan industri lebih baik dari profesi non-industri dikarenakan masyarakat industri beranggapan bahwa terdapat banyak kelebihan dan keuntungan  dengan bekerja sebagai karyawan industri. Sedangkan profesi wirausaha atau pekerjaan non-industri lainnya dianggap memiliki banyak resiko dan keuntungan yang tidak pasti. Hal tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan pengoptimalan sumber daya manusia yang terampil dan kreatif di Indonesia. Abstract Diversification of livelihoods that occur in the community triggers the emergence of stratification between professions. An increasingly modern era creates the character of a society that continues to want perfection in meeting the needs of their lives. People are competing to find income that suits their needs which are also getting bigger. As a result, people classify which professions are considered good to do, as well as professions that are not suitable to do. The world that continues to develop towards the era of industrialization encourages the development of typical industrial society. Starting from here then the job as a private employee and factory worker is seen as the most appropriate job for most people to do. This study aims to describe why many people consider that industrial work such as employees and factory workers is considered more prospective and profitable than non-industrial professions. This phenomenon will be examined using the theory of functional social change and social action theory. The result of this study is that the community considers the profession of industrial employees better than the non-industrial profession because the industrial community thinks that there are many advantages and advantages by working as an industrial employee. While the profession of entrepreneurship or other non-industrial jobs is considered to have many risks and uncertain benefits. This can actually be overcome by optimizing skilled and creative human resources in Indonesia.
‘Praat’ Sebagai Media Pembelajaran Ton Bahasa Mandarin Pada Tuturan Deklaratif Bahasa Mandarin: Fonetik Akustik Siregar, Sheyla Silvia; Siregar, Sheyra Silvia
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 7 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v7i2.27291

Abstract

The learning process is basically a communication process through interaction between teachers and students. In the communication process the message is conveyed by the communicator (teacher) to the recipient of the message or the so-called communicant (student). The use of digital media as learning has undergone significant development. The presence of digital media provides a variety of educational innovations, where conventional learning that is rigid and monotonous will be replaced by learning using digital media which is considered more practical, flexible, not limited by space and time. Learning media with digital technology cannot be denied as a sophisticated media or meet the novelty that is usually familiar to students. 'Praat' is one type of software that helps researchers to analyze sound. 'Praat' as one of the current innovations of foreign language learning media, especially Mandarin. This study is entitled 'This study aims to describe the frequency of interrogative speech in Mandarin native speakers and learners of basic Chinese, describe the interrogative utterances of native speakers and learners of basic Mandarin and describe the patterns of interrogative speech patterns in Mandarin native speakers and learners of basic Chinese. Data retrieval was done by recording the voice of interrogative Chinese speech by native speakers and basic Chinese learners. Respondents were then divided into two based on gender and ethnicity. The results of the recorded voice ton patterns that have been analyzed are then compared with native speakers. The students taken are foreign students of basic-intermediate Mandarin (Zhongji Shang). The theory used in this study is the ton theory of Mandarin by 'Chao Yuan Ren' and 'Praat'. Abstrak Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan proses komunikasi melalui interaksi antara guru dengan murid. Dalam proses komunikasi pesan disampaikan olek pihak komunikator (pengajar) kepada penerima pesan atau yang disebut komunikan (peserta didik). Pemanfaatan media digital sebagai pembelajaran sudah mengalami pengembangan yang signifikan. Hadirnya media digital ini memberikan beragam inovasi pendidikan, dimana pembelajaran kovensional yang kaku dan monoton akan digantikan dengan pembelajaran mengunakan media digital yang dianggap lebih praktis, fleksibel, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Media pembelajaran dengan teknologi digital tidak dapat dipungkiri sebagai media yang canggih atau memenuhi kebaruan (novelty) yang biasanya akrab dengan peserta didik. ‘Praat’ merupakan salah satu jenis perangkat lunak yang membantu peneliti untuk menganalisis suara. ‘Praat’ sebagai salah satu inovasi masa kini media pembelajaran Bahasa asing khususnya Bahasa Mandarin. Penelitian ini berjudul ‘Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan frekuensi tuturan interogatif bahasa Mandarin penutur asli dan pemelajar bahasa Mandarin dasar, mendeskripsikan ton tuturan interogatif penutur asli dan pemelajar bahasa Mandarin dasar dan mendeskripsikan pola ton tuturan interogatif dalam bahasa Mandarin penutur asli dengan pembelajar bahasa Mandarin dasar. Pengambilan data dilakukan dengan cara merekam suara tuturan interogatif bahasa Mandarin oleh penutur asli dan pemelajar bahasa Mandarin dasar. Responden kemudian dibagi menjadi dua berdasarkan jenis kelamin dan  suku. Hasil rekaman pola ton suara yang telah dianalisis kemudian dibandingkan dengan penutur asli. Pemelajar yang diambil adalah pemelajar asing bahasa Mandarin dasar-menengah (Zhongji Shang). Teori yang digunakan dalampenelitian ini adalah teori ton bahasa Mandarin oleh ‘Chao Yuan Ren” dan ‘Praat’.
Self-handicapping behavior at work in Indonesia: a case study thematic analysis Afandi, Ardian Rahman
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 7 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v7i2.28253

Abstract

Job demands on employees are currently increasingly high. High work intensity is characterized by continuous work. Continuous work tends to drain energy and can make employees burn out. One of the negative behaviors that employees carry out to protect themselves from fatigue and protect their self-esteem is by engaging in self-handicapping behavior. Self-handicapping behavior is a person's behavior to limit or provide reasons related to performance that is not optimal. Researchers want to know the dynamics of employees when carrying out self-handicapping behavior. Data collection for this research was carried out using interviews, but was deepened using questionnaires and observations. This research found that targets are the biggest factor in self-handicapping behavior. Furthermore, support from colleagues is one way for employees to avoid this behavior. Abstrak Tuntutan pekerjaan kepada karyawan saat ini semakin tinggi. Tingginya intensitas pekerjaan ditandai dengan pekerjaan yang dilanjutkan secara berkelanjutan. Pekerjaan yang terus menerus dilakukan cenderung akan menghabiskan tenaga dan dapat membuat karyawan menjadi burnout. Salah satu perilaku negatif yang dilakukan oleh karyawan untuk melindungi diri dari burnout dan juga melindungi self-esteemnya adalah dengan melakukan self-handicapping behavior. Self-handicapping behavior merupakan perilaku seseorang untuk membatasi atau memberikan alasan terkait dengan performa tidak maksimalnya. Peneliti ingin mengetahui dinamika karyawan saat melakukan self-handicapping behavior. Pengambilan data penelitian ini dilakukan menggunakan interview, namun diperdalam menggunakan kuesioner dan observasi. Penelitian ini menemukan bahwa target merupakan faktor terbesar terjadinya self-handicapping behavior. Lebih lanjut, dukungan rekan kerja menjadi salah satu cara karyawan untuk menghindari perilaku ini.
Analisis Bentuk dan Fungsi Sedekah Bumi di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas Ni'am, Sholikhul; Puspitasari, Elis; Hariyadi, Hariyadi
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 7 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v7i2.28483

Abstract

This research aims to analyze the form and function of earth almsgiving in Pekuncen Village, Jatilawang District, Banyumas Regency. This research includes qualitative research using a phenomenological model approach to find answers to a phenomenon. The findings show that it is not known when the earth almsgiving tradition was carried out in Pekuncen Village, because they carry it out based on instructions handed down by their ancestors. In its implementation, Pekuncen Village's earth almsgiving consists of several rituals which function as the most dominant symbols to show affection and gratitude to Allah SWT for the earth which has given life to the community. The ritual of giving alms to the earth is applied in several forms, namely pilgrimages, traditional ceremonies, offering rituals, and shadow puppet show entertainment. Earth alms has several functions, namely a religious function, an educational function, a togetherness function, a cultural preservation function, and an entertainment function Abstract Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi sedekah bumi di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan model fenomenologi untuk mencari jawaban dari suatu fenomena. Hasil temuan menunjukkan bahwa tradisi sedekah bumi yang dilaksanakan di Desa Pekuncen tidak diketahui kapan awal mulanya, karena mereka melaksanakannya berdasarkan petunjuk yang diwariskan oleh nenek moyang. Dalam pelaksanaannya, sedekah bumi Desa Pekuncen terdiri dari beberapa ritual yang berfungsi sebagai simbol yang paling dominan untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan rasa syukur kepada Allah SWT atas bumi yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat. Ritual sedekah bumi tersebut diaplikasikan melalui beberapa bentuk yaitu ziarah, acara slametan, ritual sesajen, dan hiburan pertunjukan wayang kulit. Sedekah bumi memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai fungsi religi, fungsi edukasi, fungsi kebersamaan, fungsi pelestarian budaya, dan fungsi hiburan.