cover
Contact Name
Bagus Shandy Narmaditya
Contact Email
bagus.shandy.fe@um.ac.id
Phone
+6282234019099
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Graha Rektorat Lantai 6 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Karinov
ISSN : -     EISSN : 26206161     DOI : https://doi.org/10.17977
Jurnal Karinov concerns on the scientific enhancements in the context of community services. This journal also involves community and partnership relationship dealing with the existing phenomena. In more detail, the focus of this journal includes, but not limited to (1) Social Humanities, (2) Education, (3) Science and Technology, (4) Regional Development and (5) Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2021): September" : 12 Documents clear
Pemanfaatan Robot Kotak Amal Pada Masa Pandemi COVID-19 Ritzkal Ritzkal; Siti Patimah
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p144-148

Abstract

Covid-19 merupakan varians dari virus-virus yang pernah melanda di dunia seperti SARS, flu burung, flu babi, an MERS. Namun yang membedakan dari virus tersebut adalah mudah menular. Sehingga keadaan saat ini pemerintah telah mengeluarkan penerapan-penerapan yang bertujuan untuk mengurangi dampak Covid-19. Pemerintah pun telah berupaya menekankan kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sosial. Upaya tersebut merupakan kunci utama pencegahan covid-19 sekaligus dalam menghadapi kondisi New Normal. Sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat bertujuan untuk membuat perancangan sistem kotak amal otomatis pada masa pandemi covid-19. Kegiaan pengabdian ini dilakukan dalam 6 tahap terdiri dari tahap persiapan, tahap identifikasi masalah, tahap perencanaan dan perancangan alat, tahap uji coba, dan tahap evaluasi hasil. Hasil kegiatan ini menujukkan kotak amal otomatis dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam upaya mengurangi dampak penyebaran covid-19. Hal ini ditunjukkan dari hasil respon para jama’ah masjid sebanyak 79% dengan adanya alat tersebut dapat mengurangi adanya penularan covid-19. Kata kunci—Covid-19, New Normal, Kotak Amal  Abstract Covid-19 is a variant of viruses that have hit the world such as SARS, bird flu, swine flu, and MERS. However, what distinguishes the virus is that it is easily transmitted. The current state of the government has issued applications aimed at reducing the impact of Covid-19. The government has also tried to emphasize to the public to continue to use masks, wash hands, and maintain social distance. These efforts are the main key to preventing COVID-19 as well as in dealing with New Normal conditions. Therefore, community service activity can aim to design an automatic charity box system during the Covid-19 pandemic. This service activity is carried out in six stages consisting of the preparation stage, the problem identification stage, the planning and design stage of the tool, the trial stage, and the result evaluation stage. The results of this activity show that automatic charity boxes can be used as an alternative in an effort to reduce the impact of the spread of Covid-19. This is shown from the results of the response of the mosque congregation as much as 79% with the existence of these tools can reduce the transmission of Covid-19. Keywords— Covid-19, New Normal, Charity Box
Deseminasi Mesin Pewarna Tekstil Untuk Meningkatkan Kuantitas Kain Tenun Ikat Bagi Home Industri di Kota Kediri Dani Irawan; Rizki Yulianingrum; Erwin Komara M; Erif Ahdhianto; Meida Krismon Windi Astuti; Emdi Ramadana Putra
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p201-206

Abstract

Eko (Kodok Ngorek Putra), diantara 20 home industri rumah tangga yang memproduksi kain Kain tenun ikat yang terletak di bandar kudul kota kediri yang mengalami kendala dalam proses produksi, yaitu belum efisiennya proses pewarnaannya. Proses pewarnaan tenun dan produksi memakai cara tradisional dengan bantuan manusia dan belum pernah melibatkan proses melalui mesin berbasis teknologi tepat guna, proses pewarnaan dengan teknik sederhana perhari hanya menghasilkan 5 kg benang dengan waktu kurang lebih 6 jam agar proses pewarnaan merata, selain itu proses pewarnaan ini tidak semua orang mempunyai keahlian, sebagai gambaran untuk melayani home industry sebanyak 120 hanya dikerjakan oleh 12 tenaga ahli, sehingga semua home industry belum terfasilitasi secara merata. Jadi semua proses pewarnaan dilaksanakan tanpa bantuan mesin. Tujuan dari kegiatan ini yaitu: (a) menghasilkan mesin pewarna tenun ikat; (b) melakukan pelatihan pengoperasian alatMetode pelaksanaan deseminasi ini dilaksanakan dengan cara desain melakukan tranfer ilmu pengetatuan berupa training singkat dengan demonstrasi dan diskusi terpimpin. Hasil dari pengabdian ini pertama telah menghasilkan mesin pewarna tekstil yang layak digunakan pada proses pewarnaan. Kedua hasil pelatihan yang dilakukan mendapat repon positif masyarakat yang ikut pelatihan dengan hasil tanggapan mitra terhadap kemudahan alat memperoleh presenetase 80%, tanggapan mitra terhadap bimbingan yang diberikan instruktur memperoleh presenetase 90%, tanggapan mitra terhadap isi dan metode bimbingan memperoleh presenetase 90%, tanggapan mitra terhadap pengetahuan/teknik yang telah dikuasai memperoleh presenetase 90%. Kata kunci— Tekstil, Kain Tenun ikat, Produktivitas  Abstract Eko (Kodok Ngorek Putra), among 20 home industries that produce ikat fabrics located in Bandar Kudul, Kediri, is experiencing problems in the production process, namely the inefficient coloring process. The dyeing process for weaving and production uses traditional methods with human assistance and has never involved a process through appropriate technology-based machines, the dyeing process with a simple technique per day only produces 5 kg of yarn in approximately 6 hours so that the dyeing process is evenly distributed. not everyone has the expertise, as an illustration to serve as many as 120 home industries is only done by 12 experts, so all home industries have not been facilitated evenly. Therefore, all the coloring process is carried out without the help of machines. The objectives of this activity are: (a) to produce a dyeing machine; (b) carry out training in the operation of the equipment. This dissemination method is carried out by designing and transferring knowledge in the form of short training with demonstrations and guided discussions. The result of this first service has produced a textile dyeing machine that is suitable for use in the dyeing process. The two results of the training carried out received a positive response from the community who took part in the training with the results of partners’ responses to the ease of the tools getting a percentage of 80%, partners' responses to the guidance provided by the instructors getting a percentage of 90%, partners' responses to the content and methods of guidance getting a percentage of 90%, partner responses of the knowledge/techniques that have been mastered obtain a percentage of 90%. Keywords— Textiles, Woven Fabrics, Productivity
Meningkatkan Produksi Telor bagi Peternak Ayam dengan Menggunakan Mixer Machine Model Horisontal Yoto Yoto; Marsono Marsono; Agus Suyetno
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p149-155

Abstract

Ayam petelor dapat bertelor dengan baik apabila mendapatkan nutrisi/gizi makanan yang bagus dengan campuran yang sesuai, yaitu antara: katul, butiran jagung, dan nutrisi Masalah yang dihadapi para peternak ayam di Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung selama ini adalah belum dimilikinya peralatan/mesin pencampur pakan ternak yang memadahi untuk menyiapkan pakan ternak yang cukup banyak,  maka perlu dilaksanakan “Pilot Project Mixer Machine Pakan Ternak Ayam Petelor untuk Meningkatkan Produksi Telor Bagi  Peternak Ayam”. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat pilot project mixer machine pakan ternak ayam petelor untuk meningkatkan produksi telor bagi peternak ayam Di Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung menunjukkan mampu memberikan manfaat yang besar bagi peternak ayam petelor, yaitu meningkatkan produktifitas pencampuran pakan bagi para peternak dan mampu meningkatkan gizi makanan bagi ayam petelor, sehingga dapat meningkatkan produksi telor. Mixer Machine juga mampu meningkatnya jumlah peliharaan ayam bagi peternak sehingga bisa meningkatkan jumlah karyawan yang bekerja di peternakan tersebut, sehingga dapat menyerap tenaga kerja yang ada disekitarnya Kata kunci— produksi, telor, ternak ayam, mixer machine  Abstract  Hens can lay eggs well if they get good nutrition/nutrition with the right mixture, namely: bran, corn kernels, and nutrients. The problem faced by chicken farmers in Bangoan Village, Kedungwaru District, Tulungagung Regency so far is that they don't have the equipment/machines. If there is an adequate animal feed mixer to prepare a sufficient amount of animal food, it is necessary to implement “Pilot Project of Hens’ food Mixer Machine to Increase Egg Production for Chicken Farmers”. The results of this community service activities show that it is able to provide great benefits for hens, namely increasing the productivity of feed mixing for breeders and being able to improve food nutrition. for hens, so as to increase egg production. The Mixer Machine is also able to increase the number of chickens for breeders so that it can increase the number of employees working on the farm, so that it can absorb the workforce around it. Keywords— production, egg, hen farm, mixer machine
Cara Mudah Membatik Ciprat, Lukis, dan Jumputan Untuk Meningkatkan Minat Berwirausaha di Masa Pandemi Farida Rahmawati; Endah Nur Amalia; Amalia Nur Safitri; Yuli Setianingsih
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p179-183

Abstract

Munculnya virus Covid-19 berdampak besar terhadap berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi. Terjadi penurunan mobilitas dan pemutusan hubungan kerja sehingga menurunkan pendapatan masyarakat. Hal tersebut juga terjadi pada ibu-ibu Desa Padas yang biasanya bekerja di berbagai sektor juga terpaksa menganggur dan tidak dapat membantu menambah pemasukan keluarga. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan membatik kepada masyarakat sehingga masyarakat memiliki keterampilan membatik. Metode yang digunakan adalah observasi, sosialisasi dan pelatihan, praktik, serta evaluasi. Kegiatan sosialisasi didukung media buku panduan membatik yang telah dibuat tim pengabdian di mana di dalamnya terdapat panduan membuat batik lukis, ciprat, jumputan, dan ikat. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan membatik berjalan dengan lancar dan berhasil. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusiasme yang tinggi dan berhasil membuat karya batik dengan teknik yang diajarkan. Dampak dari kegiatan pelatihan ini yaitu ibu-ibu memiliki keterampilan membatik sehingga dapat meningkatkan minat ibu-ibu Desa Padas untuk membatik dan berwirausaha di bidang batik.  Dengan demikian, ibu-ibu Desa Padas akan memperoleh pendapatan tambahan. Kata kunci— Batik, Pelatihan Membatik, Wirausaha  Abstract The emergence of the Covid-19 virus has had a major impact on various sectors, including the economic sector. There is a decrease in mobility and layoffs, thereby reducing people’s income. This also happens to the women of Padas Village who usually work in various sectors and are also forced to be unemployed and cannot help increase family income. This service aims to provide batik training to the community so that people have batik skills. The methods used are observation, socialization and training, practice, and evaluation. The socialization activity is supported by the media of batik guidebooks that have been made by the service team in which there are guidelines for making painted, splashed, jumputan, and tie batik. The results of community service show that batik training activities run smoothly and successfully. Participants participated in the activity with high enthusiasm and succeeded in making batik works with the techniques taught. The impact of this training activity is that women have batik skills so that they can increase the interest of Padas Village women to make batik and become entrepreneurs in the batik field. Thus, the women of Padas Village will get additional income.
Pembuatan Mesin Penghalus Kotoran Kambing Untuk Produksi Pupuk Organik Bagi Kelompok Tani Ngudi Rahayu Sujito Sujito; Ridho Riski Hadi; Zory Satrio Nugroho; Nur Shasmitta Zaen; Yantanamas Two Robby; Made Radikia Prasanta
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p207-210

Abstract

Dalam dunia pertanian kebutuhan akan pupuk adalah suatu hal yang sangat penting. Pupuk digunakan untuk menyuburkan tanah sehingga tanaman yang ditanam nantinya dapat tumbuh dengan subur. Kebutuhan pupuk semakin meningkat menyebabkan harga pupuk kimia semakin mahal, hal tersebut membuati para petani yang terkumpul dalam Kelompok Tani Ngudi Rahayu untuk memanfaatkan kotoran kambing pada peternakan kambing yang ada di Desa Kebobang Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Solusi yang relevan yang ditawarkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Malang pengabdian masyarakat ini dengan pembuatan mesin penghalus kotoran kambing yang dilengkapi konveyor dengan motor 4PK untuk mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik. Hasil yang sudah didapat dari pengabdian masyarakat ini yaitu telah dibuatnya mesin penghalus kotoran kambing yang dilengkapi dengan konveyor agar mempermudah pengguna dalam memasukan kotoran kambing kedalam penggiling tanpa harus mengangkat beban yang berat dengan ketinggian mesin. Kapasitas mesin penghalus kotoran kambing sekali produksi bisa memuat 60 kg kotoran kambing. Sudah dilakukan evaluasi fungsi mesin sebelum diserahkan ke Kelompok Tani Ngudi Rahayu sehingga mesin penghalus kotoran kambing siap digunakan. Kata kunci— Mesin penghalus kotoran kambing, Konveyor, Motor 4PK  Abstract In the world of agriculture, the need for fertilizer is very important. Fertilizer is used to fertilize the soil so that the plants planted later can thrive. The need for fertilizer is increasing causing the price of chemical fertilizers to be more expensive, it makes the farmers who are gathered in the Ngudi Rahayu Farmer Group to use goat manure on goat farms in Kebobang Village, Wonosari District, Malang Regency. The relevant solution offered by this Community Service State University Real Work Lecture student is by making a goat manure smoothing machine equipped with a conveyor with a 4PK motor to process goat manure into organic fertilizer. The results that have been obtained from this community service are that a goat dung smoothing machine has been made equipped with a conveyor to make it easier for users to enter goat dung into the grinder without having to lift heavy loads with the height of the machine. The capacity of the goat manure smoothing machine in one production can load 60 kg of goat manure. An evaluation of the function of the machine has been carried out before being handed over to the Ngudi Rahayu Farmer Group so that the goat dung grinding machine is ready for use. Keywords— Goat dung grinding machine, Conveyor, Motor 4PK
Pelatihan Pembuatan Jamu Bubuk Hasil Budidaya Toga Bersama PKK Desa Tumpakrejo Sunaryanto Sunaryanto; Vidya Purnamasari; Vika Annisa Qurrata; Bagus Shandy Narmaditya
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p156-162

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat UKM batik terpaksa untuk menurunkan produksinya karena penurunan daya beli masyarakat. Kondisi ini dialami salah satu UKM yaitu Batik Liris Manis yang berada di Majan, Tulungagung yang berdiri sejak tahun 2013-sekarang. UKM Batik Liris Manis merupakan pembatik tulis dengan motif pakem tradisional Tulungagung. Karena produk yang dijual merupakan batik tulis, sehingga mereka telah memiliki pasar tersendiri yaitu pecinta batik tulis yang sering mendatangi pameran batik. Namun, kondisi pandemi memaksa para UKM batik tulis untuk tidak mengadakan pameran luring. Dengan kondisi penurunan perekonomian diakibatkan kurangnya penjualan secara luring, tentu saja UKM batik Liris Manis membutuhkan inovasi produk berupa batik cap agar lebih bisa menjangkau pasar lebih luas. Perluasan pemasaran dengan cara membuka penjualan melalui mix marketing strategy dengan cara pembuatan akun dan pelatihan penggunanaa marketplace. Dengan adanya beberapa permasalahan diatas, maka program ini memberikan solusi berupa (1) pembuatan canting cap yang mempresentasikan motif-motif batik khas Tulungagung, (2) pembuatan bejana/jembangan tembaga untuk proses perebusan kain batik, dan (3) pemberian pelatihan pemasaran melalui marketplace serta pembuatan katalog dengan desain yang eksklusif. Hasil dari program ini yaitu 1) terciptanya cap batik dengan desain batik khas Tulungagung, 2) bejana tembaga untuk proses perebusan kain batik, dan 3) adanya marketplace serta berbagai macam media sosial untuk pemasaran secara online. Dengan program yang dapat terlaksana dengan baik, UKM Batik Liris Manis tercapai eksalasi potensinya. Upaya-upaya yang dilakukan pada kegiatan ini utamanya ditujukan agar meningkatkan kesejahteraan pengrajin dan membantu ekonomi lokal. Kata kunci—Batik, Eskalasi UKM, Mix Marketing Strategy, Inovasi Produk  Abstract The Covid-19 pandemic, batik SMEs were forced to reduce their production due to a decline in people’s purchasing power. This condition is experienced by one of the SMEs, namely Batik Liris Manis which is located in Majan, Tulungagung which was established in 2013 to present. SMEs Batik Liris Manis is a handwritten batik with traditional Tulungagung motifs. Because the products they sell are written batik, they have their own market, namely batik lovers who often come to batik exhibitions. However, the pandemic conditions forced batik SMEs not to hold offline exhibitions. With the economic downturn caused by the lack of offline sales, of course, Liris Manis batik SMEs need product innovation in the form of stamped batik so that they can reach a wider market. Marketing expansion by opening sales through a mix marketing strategy by creating accounts and training on marketplace users. With some of the problems above, this program provides solutions in the form of (1) making canting caps that present typical Tulungagung batik motifs, (2) making copper vessels for the process of boiling batik cloth, and (3) providing marketing training through the marketplace. as well as cataloging with exclusive designs. The results of this program are 1) the creation of a batik stamp with a typical Tulungagung batik design, 2) a copper vessel for the process of boiling batik cloth, and 3) the existence of a marketplace and various social media for online marketing. With a program that can be implemented well, SMEs Batik Liris Manis has reached its potential escalation. The efforts made in this activity are primarily aimed at improving the welfare of craftsmen and helping the local economy. Keywords— Batik, SMEs Escalation, Mix Marketing Strategy, Product Innovation
Penguatan Pengelolaan Manajemen Dalam Meningkatkan Daya Saing Industri Makanan dimasa Pandemi Covid-19 Amalia Arif Rahman; Amry Mahdan Abrari; Agung Winarno; Agus Hermawan
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p184-188

Abstract

Adanya pandemi covid-19 tidak menjadi hambatan bagi pelaku UMKM Desa Kebobang Kabupaten Malang Jawa Timur dalam memperkuat ekosistem. UMKM sebagian besar memiliki keterbatasan dalam pengelolaan bidang manajerial karena dihadapkan pada keterbatasan sumber daya produktif. Metode yang digunakan dalam pendampingan terdiri dari 3 tahap yaitu identifikasi awal, pelaksanaan dan praktek pendampingan.  Oleh karena UMKM membutuhkan adanya pendampingan pengelolaan manajemen usaha agar mampu bertahan dalam iklim ekonomi yang dinamis. Ada 3 aspek yang dapat dilakukan untuk memperkuat manajemen UMKM yaitu penguatan akses terhadap legalitas administrasi, peningkatan kualitas pengemasan dan pelebelan, serta kebijakan harga jual produk. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan kualitas akses legalitas usaha yang mendorong kualitas pengemasan dan pelebelan serta penentu harga jual yang realistis. Kata kunci— Covid-19, Daya saing, Manajemen UMKM  Abstract The existence of the COVID-19 pandemic is not an obstacle for SMEs in Kebobang Village, Malang Regency, East Java, in strengthening the ecosystem. Most MSMEs have limitations in managing the managerial field because they are faced with limited productive resources. The method used in mentoring consists of three stages, namely initial, implementation and practice of mentoring. Therefore, SMEs need business management assistance in order to be able to survive in a dynamic economic climate. There are three aspects that can be done to strengthen SMEs management, namely strengthening access to administrative legality, improving packaging and labeling quality, and product selling price policies. The results of the assistance show that there is an increase in the quality of access to business legality that supports the quality of packaging and labeling as well as determining realistic selling prices. Keywords— Covid-19, Competitiveness, SMEs Management
Literasi Pembelajaran Digital Dengan Integrasi Pendekatan Tringo Ki Hadjar Dewantara Untuk Guru-Guru SMP Wahid Hasyim Malang Dedi Kuswandi; Zahid Zufar At Thaariq; Citra Kurniawan; Fikri Aulia; Dhimas Adhitya Wijanarko; Usep Kustiawan; Muhammad Zidni Ilman Nafi'a; Lu'luil Maknuunah
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p163-167

Abstract

Pembelajaran berbasis digital menjadi suatu keniscayaan dikarenakan adanya pandemi COVID-19 yang mewajibkan proses belajar mengajar dilakukan dari rumah masing-masing. Kegiatan pemberdayaan kepada guru mengenai literasi pembelajaran digital memungkinkan bagi guru untuk mampu meningkatkan performansinya secara lebih mendalam. Maka dari itu, tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membina para guru secara terpadu, khususnya di SMP Wahid Hasyim yang berada di Kota Malang dalam peningkatan performansinya melalui pemberdayaan yang dilaksanakan oleh pengabdi yang merupakan ilmuwan dan praktisi di bidang teknologi pendidikan. Sesuai dengan landasan improving performance dalam definisi teknologi pendidikan, pengabdian ini membina guru dalam pengembangan literasi pembelajaran digital sehingga nantinya dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam membina guru menggunakan pendekatan TRINGO (Ngerti, Ngrasa dan Nglakoni) yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara. Dengan penerapan metode ini, pengabdi melaksanakan berbagai serangkaian kegiatan yang mendukung terlaksananya TRINGO. Mulai dari penyampaian materi secara teoritik (ngerti), adanya interaksi antar guru maupun dengan instruktur (ngrasa) dan adanya praktik pengelolaan secara langsung (nglakoni). Hasil pengabdian menunjukkan guru telah mampu mengidentifikasikan berbagai literasi-literasi secara digital yang digunakan untuk sebesar-besarnya dalam pembelajaran. Harapannya dari pengabdian ini dapat menjadi alternatif referensi bagi pengabdian yang selanjutnya. Kata kunci— Literasi Pembelajaran Digital, TRINGO, Pengembangan Kompetensi  Abstract Digital-based learning is a necessity due to the COVID-19 pandemic, which requires the teaching and learning process to be carried out from home. Empowerment activities for teachers regarding digital learning literacy make it possible for teachers to improve their performance more deeply. Therefore, the purpose of this service is to develop teachers in an integrated manner, especially at Wahid Hasyim Middle School in Malang in improving their performance through empowerment carried out by servants who are scientists and practitioners in the field of educational technology. In accordance with the basis of improving performance in the definition of educational technology, this service fosters teachers in developing digital learning literacy so that later it can be implemented in the learning process in the classroom. The method used in fostering teachers uses the TRINGO approach which was initiated by Ki Hadjar Dewantara. With the application of this method, the devotees carry out various series of activities that support the implementation of TRINGO. Starting from the theoretical delivery of material (understanding), the interaction between teachers and instructors and direct management practices. The results of the service show that teachers have been able to identify various digital literacys that are used as much as possible in learning. It is hoped that this service can be an alternative reference for future service. Keywords— Digital Learning Literacy, TRINGO, Competency Development 
Strategi Peningkatan Omzet Produk Hasil Tani Gapoktan Torong Makmur Melalui Aplikasi Mobile Berbasis Marketplace Nasikhudin Nasikhudin; Markus Diantoro; Joko Utomo; Ida Vaeruza Albadi’ah; Akhmad Al Ittikhad
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p189-194

Abstract

Dunia digital menjadi salah satu solusi pemasaran produk pada saat pandemi berkepanjangan. Pada masa pandemi ini, pertumbuhan daya beli masyarakat lebih banyak dilakukan secara online. Disisi lain, kurangnya peran digital dalam pemasaran hasil panen petani menjadi masalah utama pemasok bahan baku kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya inovasi penjualan hasil pertanian Desa Torongrejo kearah pemasaran online mobile berbasis marketplace untuk meningkatkan kembali omzet penjualan produk hasil pertanian Desa Torongrejo. Dengan upaya ini kemakmuran masyarakat di desa tersebut juga ikut meningkat. Langkah yang diambil diantaranya memaksimalkan penggunaan website, perluasan pemasaran pada aplikasi marketplace yang sudah mapan untuk meningkatkan omzet, pelatihan foto produk dan editing untuk menghasilkan visual konten yang lebih menarik, serta peningkatan kualitas kebersihan produk sebagai keunggulan produk. Hasil dari pengabdian ini didapatkan anggota gapoktan Torongmakmur telah memiliki kemampuan foto produk dan editing untuk konten marketplace yang dimiliki. Anggota gapoktan juga mulai mampu memanfaatkan aplikasi marketplace sebagai media penjualan online. Percobaan pemasaran telah dilakukan dengan memanfaatkan jaringan pertemanan dari anggota gapoktan. Calon konsumen antusias menyambut peluncuran website gapoktan torong makmur. Konsumen melakukan check out dari halaman website yang terhubung ke WhatsApp gapoktan, anggota menyiapkan order, kemudian dilakukan pengiriman ke alamat konsumen. Strategi ini efisien meningkatkan penjualan dilihat dari jumlah check out harian. Konsumen yang puas akan melakukan repeat order sehingga omzet penjualan hasil tani Gapoktan Torongmakmur meningkat. Kata kunci— Marketplace, Omzet, Pertanian, Torongmakmur  Abstract The digital world is one of the solutions for product marketing during a prolonged pandemic. During this pandemic, the growth of people’s purchasing power is mostly done online. On the other hand, the lack of a digital role in marketing farmers’ crops is a major problem for suppliers of raw materials for community needs. Therefore, it is necessary to innovate the sale of agricultural products in Torongrejo Village towards marketplace-based mobile online marketing to increase sales turnover of agricultural products in Torongrejo Village. With this effort the prosperity of the people in the village also increased. The steps taken include maximizing the use of the website, expanding marketing on established marketplace applications to increase turnover, training in product photos and editing to produce more attractive visual content, as well as improving the quality of product hygiene as a product advantage. The result of this service is that members of the Torongmakmur Gapoktan have the ability to take product photos and edit their own marketplace content. Gapoktan members are also starting to be able to take advantage of marketplace applications as online sales media. Marketing experiments have been carried out by utilizing the friendship network of Gapoktan members. Prospective consumers enthusiastically welcome the launch of the Gapoktan Torong Prosperous website. The consumer checks out from the website page that is connected to the Gapoktan WhatsApp, the member prepares the order, then it is sent to the consumer’s address. This strategy is efficient in increasing sales seen from the number of daily check outs. Satisfied consumers will repeat orders so that the sales turnover of Gapoktan Torongmakmur farmers increases. Keywords— Marketplace, Turnover, Agriculture, Torongmakmur
Pentingnya Manajemen Keuangan, Legalitas, dan Inovasi Ramah Lingkungan untuk UMKM Ecoprint Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau Yudhi Utomo; Hanifatul Azizah; Riska Ridayati; Riza Agung Pribadi
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p168-173

Abstract

Tujuan dari Pendampingan Manajemen Keuangan, Legalitas, dan Kemasan Ramah Lingkungan untuk UMKM Mentoar Ecoprint Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang ini adalah memberikan wawasan, pengetahuan, dan pendampingan bagi pelaku usaha ecoprint untuk membuat pembukuan sederhana, pendaftaran izin usaha, dan pembutan kemasan ramah lingkungan untuk dapat membantu usahanya berkembang. Metode yang dilakukan adalah melalui sosialisasi, kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha sampai dengan pelaku usaha mempraktekkan langsung secara riil. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pendampingan ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wirausaha di dalam membuat pembukuan sedehana sehingga meningkatkan motivasi di dalam bekerja, percaya diri dengan legalitas usahanya, serta kemasan unik sebagai ciri khas produk. Pendampingan ini mendapat respon yang positif, pelaku usaha mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai wawasan baru dalam menjalankan usahanya melalui pembukuan/pencatatan keuangan sederhana, pendaftaran izin usaha, dan kemasan yang menambah nilai tambah produk. Impikasinya adalah melalui pendampingan UMKM Mentoar Ecoprint Desa Gadingkulon mampu memahami cara berwirausaha yang baik melalui pencatatan keuangan, pendaftaran izin usaha, dan branding produk. Kata kunci— UMKM Ecoprint, Manajemen, Pendampingan, Legalitas, Kemasan Ramah LingkunganAbstractThe purpose of Financial Management Assistance, Legality, and Environmentally Friendly Packaging for MSMEs Mentoar Ecoprint Gadingkulon Village, Dau District, Malang Regency is to provide insight, knowledge, and assistance for ecoprint business actors to make simple bookkeeping, registration of business permits, and manufacture of friendly packaging. environment to help their business grow. The method adopted is through socialization, training, and mentoring activities for business actors until business actors practice it in real terms. The results obtained from this mentoring activity are able to increase entrepreneurial knowledge and skills in making simple bookkeeping so as to increase motivation at work, be confident in the legality of their business, as well unique packaging as a product characteristic. This assistance received a positive response and business actors gained knowledge and skills regarding new insights in running their business through simple financial bookkeeping/recording, registration of business licenses, and packaging that added value to the product. The implication is that through mentoring MSME Mentoar Ecoprint, Gadingkulon Village is able to understand good entrepreneurship through financial records, registration of business licenses, and product branding.Keywords— UMKM Ecoprint, Manajemen, Pendampingan, Legalitas, Kemasan Ramah Lingkungan 

Page 1 of 2 | Total Record : 12