cover
Contact Name
Abdul Rohman
Contact Email
abdulrohman15@gmail.com
Phone
+628561717901
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat No. 1 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Neo Teknika: Jurnal Ilmiah Teknologi
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 24426504     EISSN : 25027662     DOI : -
Jurnal Neo Teknika merupakan salah satu Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pandanaran secara berkala. Kami mengundang para cendikiawan, akademisi, peneliti, praktisi dan profesional untuk memberikan sedekah pemikirannya melalui paper atau makalah yang dapat dikirimkan. Dalam Jurnal Neo Teknika membuka kesempatan kaum akademisi dan non-akademisi (praktisi) untuk menuangkan pemikirannya untuk meperkaya khasanah ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan Teknik. Kami berfokus pada penelitian yang berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu yang masih memiliki pertalian atau ikatan dengan dunia Teknik.
Articles 128 Documents
STUDI TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH DALAM PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAMPUS 2 UIN WALISONGO Anif Rizqianti Hariz
Neo Teknika Vol 6, No 2 (2020): VOL 6, NO 2 (2020) : JURNAL NEO TEKNIKA VOL 6 NO 2 DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v6i2.1626

Abstract

Belum dikelolanya sampah secara baik di kampus 2 UIN Walisongo melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Pengelolaan yang telah dilakukan masih menggunakan paradigma lama dalam pengelolaan sampah, yaitu kumpul-angkut-buang. Selain itu, terkadang petugas kebersihan juga melakukan pembakaran sampah untuk mengurangi timbulan sampah. Hal ini tidak sesuai dengan pengelolaan sampah yang baik, serta menimbulkan masalah lain yaitu pencemaran udara. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui timbulan dan komposisi sampah di kampus 2, serta merancang sistem pengelolaan sampah di kampus 2. Untuk mengetahui timbulan dan komposisi sampah, mengacu pada SNI 19-3964-1994. Dari pengukuran tersebut, diketahui rata-rata timbulan sampah di kampus 2 adalah 129,356 kg/hari dengan volume 1.903,983 liter/hari. Kemudian sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya, dengan komposisi sampah taman dan kayu 48,12%, sampah makanan 15,74%, plastik 9,19%, logam 0,20%, kertas/karton 9,05%, kain/tekstil 0,30%, gelas/kaca 0,41%, karet/kulit 0,42%, dan sampah lainnya 16,56%. Untuk pewadahan dilakukan secara terpilah, dibutuhkan wadah sampah organik 31 buah, sampah guna ulang 5 buah, sampah daur ulang 4 buah, dan sampah residu 8 buah. Pengumpulan sampah dilakukan secara manual dengan menggunakan alat pengumpul bermesin, yaitu motor dengan bak terbuka. Pemindahan sampah dilakukan di TPS yang telah tersedia di kampus 2. Pengelolaan selanjutnya adalah melakukan pengomposan terhadap sampah organik (sisa makanan, kayu dan sampah taman) dengan sistem windrow sederhana. Sementara sampah plastik dan sampah kertas/karton dapat dilakukan pengelolaan dengan cara didaur ulang menjadi produk kerajinan atau diambil oleh pemulung. Untuk sampah logam, kain/tekstil, sampah gelas/kaca, sampah karet/kulit, dan sampah lainnya dibuang ke TPA Jatibarang. Kata kunci: komposisi sampah, pengelolaan sampah kampus, perencanaan, teknik operasional, timbulan sampah.
Redesain Masjid Raya Baiturrahman Di Semarang Sari, Wulan Nawang; Nuzuluddin, Taufiq Rizza; Sasmito, Adi
Neo Teknika Vol 7, No 2 (2021): Vol 7 No 2 (2021) : Jurnal Neoteknika Volume 7 Nomer 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v7i2.1836

Abstract

Masjid Raya Baiturrahman seperti udara segar di tengah kota yang memiliki kesibukan duniawi seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, hiburan, perdagangan dan jasa. Hal tersebut memberikan penggambaran bahwa di tengah urusan duniawi, manusia juga harus diingatkan tentang hubungan mereka dengan Tuhan. Namun dengan berjalannya waktu serta berkembangan kehidupan pusat kota yang semakin maju, tentu kepentingan dimasa yang akan mendatang dengan kapasitas umat yang bertambah, maka kebutuhan serta fasilitas sarana dan prasarana juga harus bertambah untuk menampung umat beraktivitas dengan baik di dalam masjid tanpa adanya kendala keterbatasan untuk mewadahi kegiatan di dalamnya. Tujuan perencanaan dan perancangan ini untuk untuk memaksimalkan kenyamanan fasilitas Masjid Raya Baiturrahman dalam menunjang hubungan Hablumminallah dan Hablumminannas ditengah-tengah pusat Kota Semarang dengan begitu akan terciptanya pola interaksi masyarakat di Kota Semarang terutama di lingkungan Masjid Raya Semarang untuk menerapkan kebiasaan, kesadaran, serta penyatuan antara kegiatan ibadah dengan kegiatan kehidupan dunia. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pendekatan dari sisi arsitektural seperti aspek konstektual, fungsional dan memperhatikan aspek perilaku serta mencantumkan filosofi yang terkandung untuk Masjid yang memiliki nilai sejarah.Kata Kunci: Redesain Masjid, Masjid Baiturrahman Semarang, Arsitektur Modern Tropis
IDENTIFIKASI PENERAPAN HIEGIENE SANITASI LINGKUNGAN KERJA PT INDONESIA POWER UNIT PEMBANGKITAN SEMARANG Yustika Kusumawardani; Donni Pudiarto; Niyar Candra Agustin
Neo Teknika Vol 6, No 2 (2020): VOL 6, NO 2 (2020) : JURNAL NEO TEKNIKA VOL 6 NO 2 DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v6i2.1891

Abstract

Kebutuhan energi yang hampir tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia saat ini adalah kebutuhan energi listrik. Salah satu penyedia tenaga listrik di Indonesia yaitu PT Indonesia Power dimana dengan daya listrik yang dihasilkan berbeda-beda setiap perusahaan pembangkitnya. Unit Pembangkitan Semarang sendiri memiliki daya sebesar 1313,3 MW dan mengoperasikan 4 pembangkit listrik yaitu PLTU, PLTGU, PLTG, dan PLTD. Permasalahan kesehatan di tempat kerja berdampak pada pekerja yang disebabkan adanya ketidak-adequatnya pengendalian faktor risiko lingkungan kerja. Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No 5 Tahun 2018 penerapan hiegien sanitasi lingkungan kerja meliputi beberapa aspek yaitu : Bangunan tempat kerja, fasilitas kebersihan, kebutuhan udara, dan tata laksana kerumahtanggaan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menganalisis kesesuaian penerapan hiegiene sanitasi lingkungan kerja di PT Indonesia Power UP Semarang dengan peraturan yang berlaku. Metode yang digunakan melalui observasi lapangan, wawancara dan studi literatur. Hasil analisis studi menunjukkan bahwa pelaksanaan penerapan hiegiene sanitasi lingkungan kerja di PT Indonesia Power UP Semarang berada di bawah fungsi bagian K3L (Keselamtan Kerja dan Lingkungan) dan bagian umum. Bagian K3L  bertanggung jawab sebagai pengawas mutu sedangkan bagian umum bertanggung jawab terhadap petugas kebersihan yang bekerja di area PT Indonesia Power UP Semarang. Penerapan hiegiene sanitasi lingkungan kerja di PT Indonesia Power UP Semarang sudah cukup baik. Namun pada beberapa aspek masih belum memenuhi persyaratan dari peraturan yang berlaku, diantaranya pada aspek sanitasi bangunan, kelengkapan dan kebersihan toilet, serta penyediaan tempat sampah Kata kunci : Sanitasi, Lingkungan Kerja, PT Indonesia Power UP Semarang
Penataan Courtyard Rumah Tradisional China Di Pecinan Lasem Mutiawati Mandaka; Wawan Destiawan; Adi Sasmito
Neo Teknika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i1.1889

Abstract

Courtyard merupakan salah satu bagian dari bangunan rumah tradisional China. Fungsi courtyard dapat sebagai taman, ruang terbuka, kesehatan dan lain-lain. Di negara asalnya posisi courtyard sudah sesuai tatanan yang berlaku secara turun menurun. Ketika para pendatang dari China mulai mendirikan bangunan tradisional China dan membentuk pemukiman seperti yang didirikan di Pecinan Lasem, maka apakah penataannya courtyardnya juga sama dengan di negara asalnya? Penulisan ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait penataan courtyard pada studi kasus di Pecinan Lasem. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan data lapangan dan melakukan analisa studi banding dari bentuk courtyard yang asli dari negara asalnya di China dan dibandingkan dengan yang ada di Pecinan Lasem. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat sembilan tipe posisi courtyard yang ada di Pecinan Lasem dan masih ada yang mengikuti pola yang sama dengan negara asalnya. Walaupun terdapat pergeseran penataan posisi courtyard pada pemukiman Pecinan Lasem namun tetap mengikuti ciri-ciri arsitektur Tionghoa yaitu pada tiga aturan yang digunakan dalam perencanaan aksial dalam Arsitektur Cina.Kata kunci : courtyard, China, penataan, Pecinan Lasem
Pengelolaan Permasalahan Pencahayaan Masjid H.Suhardjo Choirul Amin; Nurfaaddin Nurfaaddin; Blinnuha Bilangga; Miftah Wijayanti
Neo Teknika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i1.1890

Abstract

Masjid adalah merupakan bangunan yang penting bagi umat islam karena disanalah tempat segala kehiatan keislaman berlangsung. Cahaya merupakan faktor yang amat penting dalam kehidupan manusia. Terutama pencahayaan pada masjid yang digunakan oleh umat islam untuk beribadah dan berdoa. Pencahayaan dapat mempengaruhi kenyamanan dan kekhusyukan ketika beribadah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian observasi dalam mengatasi permasalahan yang ada dimasjid. peneliti berharap dengan penelitian ini dapat memaksimalkan pencahayaan Kata kunci: Pencahayaan,masjid.
Pengelolaan Permasalahan Pencahayaan Masjid H.Suhardjo Choirul Amin; Nurfaaddin Nurfaaddin; Blinnuha Bilangga; Miftah Wijayanti
Neo Teknika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i1.1903

Abstract

Masjid adalah merupakan bangunan yang penting bagi umat islam karena disanalah tempat segala kehiatan keislaman berlangsung. Cahaya merupakan faktor yang amat penting dalam kehidupan manusia. Terutama pencahayaan pada masjid yang digunakan oleh umat islam untuk beribadah dan berdoa. Pencahayaan dapat mempengaruhi kenyamanan dan kekhusyukan ketika beribadah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian observasi dalam mengatasi permasalahan yang ada dimasjid. peneliti berharap dengan penelitian ini dapat memaksimalkan pencahayaan Kata kunci: Pencahayaan,masjid.
Perancangan Mesin Pemanggang Kacang Tanah Menggunakan Pengatur Waktu Puji Basuki; Eri Kurniawan; Agustien Zulaidah; Ricka Prasdiantika
Neo Teknika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i1.1905

Abstract

Pengolahan kacang tanah dengan cara dipanggang secara sederhana sudah lama dilakukan, yaitu dengan memasukkan kacang tanah ke dalam wajan yang dipanaskan dan dibolak balik secara manual, sehingga kurang efektif dan efisien. Seiring dengan kemajuan teknologi, dilakukan pembuatan mesin alat pemanggang kacang tanah. Namun pada proses pemanggangan kacang, pekerja harus stand by menjaga mesin agar tidak terjadi kacang terlalu matang (overcooked) atau kacang belum matang yang dapat menurunkan kualitas dan cita rasa dari kacang.Pada penelitian ini dilakukan perancangan mesin pemanggang kacang tanah menggunakan pengatur waktu (timer), agar diperoleh mesin pemanggang kacang dengan spesifikasi dan performa yang baik. Penggunaan timer pada pengapian bertujuan untuk menjaga panas dan durasi waktu pemanggangan agar menghasilkan tingkat kematangan kacang yang merata. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu studi pendahuluan, observasi, interview, dan eksperimen. Tahap perancangan yaitu membuat alternatif sub komponen yang akan digunakan, kemudian membuat matriks alternatif komponen untuk kemudahan analisa.Hasil penelitian berupa terciptanya rancangan mesin pemanggang kacang tanah dengan pengatur waktu. Berdasarkan keunggulan dan kelemahan komponen maka dipilih komponen yaitu profil rangka yang dipilih yaitu profil L (besi siku) kerena lebih ringan dan mudah untuk dirangkai, penggerak utama yang dipilih motor listrik, sistem transmisi yang dipilih roda gigi untuk menghubungkan putaran dari motor ke poros utama, dan sistem pemanggang yang dipilih yaitu tutup tengah untuk mempermudah pengeluaran kacang. Mesin pemanggang ini memiliki ukuran 375 mm x 375 mm x 430 mm dengan sistem transmisi menggunakan gearbox dan rasio reducer 1:25, serta daya motor listrik sebesar 0,25 HP. Mesin pemanggang ini mampu menampung kacang sebanyak 16,956 kg.Kata kunci :  mesin pemanggang, kacang tanah, tanpa minyak, pengatur waktu
Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Menjadi Bioetanol Sukaryo Sukaryo; Shintawati Dyah Purwaningrum; Niyar Candra Agustin
Neo Teknika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i1.1906

Abstract

Limbah terdiri dari limbah padat,cair dan gas yang sangat meresahkan masyarakat, ttapi kalau diolah akan memberikan nilai okonomis yang tinggi. Limbah padat ampas tahu merupakan limbah home industri dalam pembuatan tahu yang dapat di manfaatkan untuk membuat Alkohol. Ampas tahu memiliki kandungan karbohidrat  sekitar 26,9 %.  Dengan kandungan karbohidrat ini di fermentasikan dengan bantuan mikroba saccharomycesatan cerevisiae, dan menambahkan  enzym glukoamilase. Alkohol yang di peroleh pada glokoamilase 15 ml, 20 ml, 25 ml dan 30 ml diperoleh 7 %, 8,5 %, 11 % dan 12 %  dengan variabel tetap ampas tahu 2,5 kg  dan air 3 lt. Sedangkan pada waktu yang efektif untuk menghasilakn kadar alkohol maksimal dengan dengan variabel tetap glukoamilase 30 ml dan ampas tahu 2,5 kg pada waktu 7, 10, 13 dan 16 hari diperoleh kadar alkohol 11,5 %,13 %, 15,5 % dan 14 %. Dari hasil studi terlihat bahwa limbah ampas tahu sangat layak di gunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan alkohol. Kata kunci :  Ampas tahu, Fermentasi  dan  Bioetanol
Analisis Perbandingan Aspal AC-WC Dengan Bahan Perekat Modified Asbuton Granural B 5/20 Dan Aspal Emulsi JAP 57 Purnomo Widi; Zusdi Ghozali; Widayat Amariansah; Ummy Chasanah
Neo Teknika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i1.1907

Abstract

Saat ini Indonesia masih melakukan kegiatan pengimporan aspal minyak/emulsi yang cukup banyak pertahunnya dari beberapa negara lain untuk memenuhi kebutuhan aspal dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional. Oleh sebab itu untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dilakukan pemanfaatan bahan lain yang tersedia di dalam negeri antara pemanfaatan aspal alam yang dikenal dengan Asbuton.Penelitian ini dilakukan dengan uji laboratorium, yang membandingkan penggunaan aspal minyak JAP 57 dengan aspal asbuton granular B 5/20 modifikasi, sebagai bahan perekat pada aspal beton yg berfungsi sebagai lapis aus permukaan. Pengujian meliputi rongga dalam campuran, rongga di antara mineral agregat, rongga terisi aspal, kadar aspal optimum, kelelehan, kepadatan dan stabilitas sisa.. Hasil uji menunjukkan aspal buton granural memiliki kemampuan lebih baik dibandingkan aspal emulsi JAP 57 karena meningkatkan keawetan campuran laston lapis aus yang ditunjukkan dengan pertambahan nilai kelelehan 1,34%, kenaikan nilai sitabilitas Marshall 0,97%, dan nilai rongga dalam campuran sebesar 1,30%. Kata Kunci : Perbandingan, aspal AC-WC, asbuton granular, aspal emulsi
Pengambilan Logam Cd(Cadmium) Dengan Tongkol Jagung Sebagai Adsorben Priyono Kusumo; Sri Mulyaningsih; Agustien Zulaidah; Meilani C
Neo Teknika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i1.1908

Abstract

Tongkol jagung (janggel) merupakan bagian dalam jagung setelah biji biji jagung dipipil. Limbah tanaman jagung terdiri dari batang jagung hampir sebesar 50%, daun jagung sebesar 20%, tongkol jagung(Janggel) sebesar 20% dan kulit jagung sebesar 10% dari total produksi hasil samping tanaman jagung berdasarkan berat kotor.Limbah tongkol jagung (Janggel) dapat dimanfaatkan untuk membuat briket arang aktif. Selanjutnya arang aktif dari limbah tongkol jagung (janggel) ini dapat digunakan sebagai bahan penyerap (adsorben). Kandungan senyawa karbon yang ada dalam tongkol jagung cukup tinggi, yang terdiri dari selulosa sebesar 41% dan hemiselulosa sebesar 36%. Kandungan senyawa karbon yang cukup tinggi dalam tongkol jagung menyebabkan tongkol jagung mempunyai potensi yang besar sebagai bahan pembuat arang aktif. Dalam proses adsorben sebagai zat aktivator kimia digunakan HCL karena mempunyai sifat higroskopis sehingga  dapat mengurangi kadar air yang ada pada arang aktif. Aplikasi penggunaan arang aktif dari tongkol jagung ini sebagai adsorben untuk meminimalisasi kandungan ion logam berat Cd(II) dimana saat proses adsorben  menggunakan Asam Klorida (HCl) sebagai aktivatornya.Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode anova, dari penelitian ini telah diketahui bahwa variabel suhu dan waktu berpengaruuh dalam penelitian ini. Kondisi optimum yang dicapai pada suhu 60°C pada waktu 60 menit tercapai 1,8277 ppm dengan kadar 40,50% dengan pH 7. Kata Kunci : Arang aktif, Adsorben, Aktivasi, Logam berat

Page 11 of 13 | Total Record : 128