cover
Contact Name
Ira Yuniati
Contact Email
-
Phone
+6285380062865
Journal Mail Official
lateralisasi@umb.ac.id
Editorial Address
Kampus I, Jl. Bali Po Box 118 Kota Bengkulu 38119
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Lateralisasi
ISSN : 2354936X     EISSN : 26144522     DOI : https://doi.org/10.36085
Core Subject : Education, Social,
Jurnal terbitan di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Pada jurnal ini membahas tentang Penelitian Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Daerah yang merupakan jurnal berbasis Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, beserta penelitian yang berkaitan dengan implementasi dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Articles 285 Documents
PENGARUH DEEP LEARNING TERINTEGRASI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN NILAI MORAL (STUDI PADA CERPEN “MURID BERMASALAH” KARYA PATRICK KELLAN’S DI SMK NEGERI 4 SELUMA) Zulia Rahmasari; Ira Yuniati; Adi Asmara; Reni Kusmiarti; Kasmirudin
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10316

Abstract

Pendidikan vokasi di Indonesia kini berhadapan dengan dualisme tantangan, yakni tuntutan penguasaan keahlian teknis dan isu merosotnya etika peserta didik. Di SMK Negeri 4 Seluma, urgensi penanganan masalah ini terlihat dari catatan 15 kasus pelanggaran disiplin dan moral pada tahun ajaran 2025-2026, yang membutuhkan strategi pembinaan nilai melalui pembelajaran bermakna. Studi ini bertujuan menguji dampak integrasi Deep Learning dan Problem Based Learning (PBL) terhadap pemahaman nilai moral dalam cerpen "Murid Bermasalah" karya Patrick Kellan's. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest, penelitian melibatkan 34 siswa kelas XI MPLB. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Normalized Gain (N-Gain), serta uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil riset menunjukkan kenaikan signifikan pada pemahaman moral siswa, dengan rata-rata skor meningkat dari 50,37 (pretest) menjadi 78,13 (posttest). Nilai N-Gain sebesar 0,54 (54,42%) masuk dalam kategori sedang. Uji hipotesis menghasilkan nilai Z= -5,040 dengan signifikansi p < 0,001, yang menandakan pengaruh yang sangat nyata. Siswa mampu memahami empat dimensi moral secara holistik, meliputi hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, alam, dan diri sendiri. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi Deep Learning berbasis PBL efektif dalam meningkatkan pemahaman nilai moral sastra serta menjadi implementasi konkret Kurikulum Merdeka untuk transformasi karakter siswa SMK.
PEMANFAATAN FILM PENDEK PARODI BERBASIS AI AVENGERS JOWO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS NASKAH DRAMA HEROIK PADA SISWA SMA Setiawan Reza; Muhamad Haryanto
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10444

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan film pendek parodi berbasis AI Avengers Jowo sebagai media pembelajaran menulis naskah drama heroik pada siswa SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa sembilan episode film yang dianalisis melalui teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film memiliki struktur dramatik yang sistematis, meliputi eksposisi, konflik, klimaks, dan resolusi yang jelas. Selain itu, film memuat nilai heroisme seperti keberanian, tanggung jawab, dan orientasi kolektif, serta representasi budaya lokal yang kontekstual melalui dialog, latar, dan interaksi sosial. Ketiga aspek tersebut terintegrasi dalam membangun narasi yang koheren dan bermakna. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa film dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran yang membantu siswa memahami unsur dramatik, mengembangkan konflik, serta membangun karakter dan latar secara lebih konkret. Dengan demikian, pemanfaatan film berbasis AI terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis naskah drama secara sistematis, kritis, dan relevan dengan konteks sosial siswa. Kata Kunci : film berbasis AI, pembelajaran menulis, naskah drama, nilai heroisme, budaya lokal, semiotika  
ANALISIS PERGESERAN MAKNA KATA GAUL ‘SULTAN, ‘GAS, DAN ‘HEALING’ DALAM INTERAKSI PENGGUNA TIKTOK BERDASARKAN KAJIAN SEMANTIK Octavia Pratama Putri; Siti Enik Mukhoiyaroh Bambang
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10677

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pergeseran makna kata gaul sultan, gas, dan healing dalam interaksi pengguna TikTok berdasarkan kajian semantik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa 30 komentar pengguna TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata sultan mengalami perluasan makna dari gelar penguasa menjadi sebutan bagi orang kaya, kata gas mengalami perubahan makna total menjadi ungkapan ajakan atau persetujuan, sedangkan kata healing mengalami penyempitan makna menjadi aktivitas rekreasi untuk mengurangi stres. Pergeseran makna tersebut dipengaruhi oleh media sosial, budaya populer, kreativitas berbahasa, dan kebutuhan komunikasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa TikTok berperan dalam pembentukan makna baru dalam bahasa Indonesia.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA KOLOM KOMENTAR VIDEO KLIP “WONDERLAND INDONESIA” BY ALFFY REV (FT. NOVIA BACHMID) Rahutami; Rizna Al-Ma’rufiya
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola bentuk tuturan, kata-kata khas, dan wujud tuturan tindak tutur ekspresif yang muncul pada kolom komentar video klip “Wonderland Indonesia” karya Alffy Rev (feat. Novia Bachmid). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung tindak tutur ekspresif, yang diperoleh dari kolom komentar video klip tersebut di platform YouTube. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik tangkap layar dan pencatatan, sedangkan analisis data dilakukan secara induktif melalui tahap identifikasi, klasifikasi, deskripsi konteks lokusi–ilokusi–perlokusi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif yang dominan meliputi tindak tutur memuji, berterima kasih, dan mengeluh. Pola bentuk tuturan yang ditemukan antara lain berupa kalimat deklaratif, eksklamatif, hiperbolik, evaluatif, religius-ekspresif, serta pola kontrasif pada tuturan mengeluh. Kata-kata khas ditandai oleh penggunaan intensifier, ekspresi emosional spontan, kosakata kebanggaan nasional, ungkapan religius, dan penanda keluhan. Wujud tuturan ekspresif bersifat informal, spontan, dan multimodal dengan pemanfaatan huruf kapital, tanda seru, pemanjangan huruf, serta emoji. Temuan ini menunjukkan bahwa kolom komentar YouTube berfungsi sebagai ruang ekspresi emosi, identitas kolektif, dan solidaritas sosial warganet dalam konteks komunikasi digital.
KONFLIK KEPRIBADIAN TOKOH LAKI-LAKI DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN Amanda; Suryantoro; Wadji; Riswanda Himawan
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10754

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas konflik batin dalam karya sastra yang merepresentasikan dinamika kepribadian manusia. Novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan menampilkan berbagai pergolakan psikologis, khususnya pada tokoh laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konflik kepribadian tokoh laki-laki berdasarkan struktur kepribadian teori Psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi id, ego, dan superego. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data berupa kutipan naratif dan dialog dalam novel yang menunjukkan struktur dan konflik kepribadian, kemudian dijabarkan menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik kepribadian tokoh laki-laki muncul dalam bentuk id yang mendorong tindakan impulsif dan agresif, peran ego sebagai penyeimbang antara dorongan instingtif dan realitas, serta superego yang memunculkan pertimbangan moral. Konflik kepribadian tersebut dipengaruhi oleh trauma masa lalu, lingkungan sosial, dan tekanan psikologis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa struktur kepribadian Freud mampu menjelaskan dinamika konflik batin tokoh laki-laki dalam novel secara mendalam dan sistematis.
KESANTUNAN BERBAHASA GURU SMKS 16 KOTA BENGKULU DALAM PROSES PEMBELAJARAN Hary Atmaja; Yuneva
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan guru dalam proses pembelajaran di SMKS 16 Kota Bengkulu berdasarkan kajian pragmatik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalah guru-guru SMKS 16 Kota Bengkulu, sedangkan data penelitian berupa tuturan guru yang mengandung unsur kesantunan berbahasa saat berinteraksi dengan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, teknik simak dan rekam, teknik catat, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mengelompokkan, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan tuturan berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut Geoffrey Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan enam maksim kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan, penghargaan, permufakatan, kesimpatian, kedermawanan, dan kesederhanaan. Maksim yang paling dominan ditemukan adalah maksim penghargaan dan maksim kebijaksanaan. Penerapan maksim tersebut terlihat melalui pemberian apresiasi terhadap siswa, penggunaan tuturan yang tidak bersifat memaksa, pemberian kesempatan kepada siswa untuk berpendapat, serta perhatian guru terhadap kebutuhan dan kondisi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa guru berkontribusi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, harmonis, demokratis, dan efektif. Selain itu, penggunaan bahasa yang santun oleh guru dapat menjadi teladan bagi siswa dalam berkomunikasi serta mendukung pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, kesantunan berbahasa guru memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan pengembangan nilai-nilai karakter di lingkungan sekolah.
GANGGUAN BERBICARA PSIKOGENIK LATAH EKOLALIA DAN AUTOMATIC OBEDIENCE DALAM TAYANGAN YOUTUBE “AYU TING-TING TANTANG TRIO LATAH GAK BOLEH LATAH DI GAMES INI” DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN DI SMP: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Zulfa Frizila; Afrinar Pramitasari
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10832

Abstract

Kajian ini menggunakan pendekatan psikolinguistik untuk menganalisis bentuk-bentuk perilaku latah yang muncul selama proses interaksi dalam permainan. Latah merupakan salah satu gangguan psikogenik yang ditandai oleh respons spontan terhadap rangsangan tertentu, baik berupa tuturan maupun gerakan tubuh. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk ekopraksia yang ditunjukkan oleh para partisipan serta menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak dan catat terhadap tuturan serta tindakan yang terdapat dalam video. Data dianalisis berdasarkan teori gangguan berbahasa psikogenik dalam kajian psikolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ekopraksia muncul melalui tindakan menirukan gerakan, ekspresi, dan perilaku yang dilakukan oleh lawan tutur secara spontan tanpa disadari. Kemunculan perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor kejutan, kebiasaan sosial, sugesti, serta situasi permainan yang memancing respons refleks dari para peserta. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan psikogenik latah tidak hanya diwujudkan melalui pengulangan tuturan (ekolalia), tetapi juga dapat berupa kepatuhan otomatis (automatic obedience) yang muncul akibat rangsangan tertentu dalam konteks komunikasi yang muncul akibat rangsangan tertentu dalam konteks komunikasi. Dengan demikian, kajian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan penelitian psikolinguistik, khususnya mengenai fenomena gangguan berbahasa psikogenik yang ditampilkan dalam media digital. Dengan demikian, kajian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan penelitian psikolinguistik, khususnya mengenai fenomena gangguan berbahasa psikogenik yang ditampilkan dalam media digital, serta memiliki implikasi pembelajaran di tingkat SMP, yaitu sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kontrol diri dalam berbahasa, kemampuan menyimak secara kritis, serta pengendalian respons spontan dalam interaksi sosial agar komunikasi berlangsung lebih efektif dan terarah.
AMBIGUITAS DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN @GUSMIFTAH99 DI MEDIA SOSIAL TIKTOK DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA farida; Afrinar Pramitasari
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10889

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh individu satu dengan individu lain. terdapat dua jenis bahasa yakni bahasa lisan dan bahasa tulis, di dalam bahasa yang disampaikan mengandung suatu makna. Tetapi, sering terjadi bahasa yang ditulis atau bahasa secara lisan mengandung makna ganda, penafsiran berbeda. Fenomena bahasa yang memiliki kegandaan makna dalam kajian sematik disebut ambiguitas. Ambiguitas terjadi tidak hanya pada bahasa lisan, tetapi ambiguitas juga terjadi pada bahasa tulis. Fokus penelitian ini pada analisis ambiguitas kajian semantik menggunakan teori Ullmann (1972). Berdasarkan fenomena tersebut penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan bentuk ambiguitas dalam kolom komentar akun @gusmiftah99 di media sosial tiktok dan implikasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, objek pada penelitian ini yakni komentar yang dituliskan pada akun tiktok @gusmiftah99. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik teknik simak, baca, dan catat. Hasil penelitian menujukkan ditemukan adanya 4 data ambiguitas leksikal polisemi, 4 data ambiguitas hominimi, dan 4 data ambiguitas gramatikal dalam kolom komentar akun @gusmiftah99 di media sosial tiktok. Implikasi hasil penelitian dapat digunakan sebagai alternative bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.
PEMAKNAAN EKSPRESI KREATIF GENERASI Z DALAM PUISI DIGITAL TIKTOK SEBAGAI PRAKTIK SASTRA MULTIMODAL: PERSPEKTIF POSTMODERNISME Naurotul Ariji; Muhammad Haryanto
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10891

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana praktik sastra multimodal dalam puisi digital TikTok membentuk pemaknaan ekspresi kreatif Generasi Z dalam perspektif postmodernisme. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis teks multimodal terhadap lima video puisi digital yang dipilih secara purposif dari platform TikTok. Data dianalisis menggunakan teori multimodalitas Kress dan van Leeuwen serta perspektif postmodernisme JeanFrancois Lyotard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan ekspresi kreatif Generasi Z terbentuk melalui tiga hal yang saling berkaitan, yaitu subjektivitas pengalaman personal sebagai penolakan narasi besar, fragmentasi emosi sebagai strategi estetik, serta pluralitas makna yang lahir dari interaksi antarmode verbal, visual, audio, dan performatif. Dengan demikian, puisi digital TikTok dapat dipahami sebagai ruang ekspresi kontemporer yang mencerminkan cara Generasi Z memaknai dan mengkomunikasikan pengalaman hidupnya dalam budaya digital postmodern.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN WORKSHEET SAY AND FIND UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK SPEECH DELAY USIA 4-6 TAHUN Putri Sovia; Afrinar Pramitasari
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10913

Abstract

Abstrak Kemampuan berbicara adalah salah satu aspek penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang perlu distimulasi secara optimal melalui media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak speech delay. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran worksheet say and find sebagai media alternatif untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak dengan gangguan berbicara usia 4-6 tahun serta mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Tahapan pengembangan yang meliputi analisis kebutuhan, desain produk dan pengembangan produk, serta tahap validasi ahli. Validasi dilakukan oleh para ahli media, ahli bahasa dan ahli psikolog anak untuk menilai kelayakan produk dari berbagai aspek. Hasil analisis kebutuhan dan hasil validasi oleh para ahli dianalisis menggunakan teknik analisis deskripsi kualitatif , Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa guru dan orang tua memerlukan media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan mampu mendukung stimulasi kemampuan berbicara anak dan hasil validasi media worksheet say and find memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,5 pada aspek media, 4,9 pada aspek bahasa dan 4,6 pada aspek psikologi. hasil tersebut menunjukan bahwa media yang dikembangkan termasuk pada kategori sangat layak untuk digunakan. Dengan demikian, media pembelajaran worksheet say and find dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang efektif dan menarik untuk mendukung peningkatan kemampuan berbicara anak usia 4-6 tahun. Kata kunci : media pembelajaran, worksheet say and find, kemampuan berbicara, pengembangan media