cover
Contact Name
Indah Riwayati
Contact Email
-
Phone
+628157772615
Journal Mail Official
cendekiaeksakta@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta
ISSN : 25285912     EISSN : 25482122     DOI : http://dx.doi.org/10.3194/ce
Cendekia Eksakta journal focuses upon aspects of exact sciences: engineering, agriculture, health and pharmacy . The Cendekia Eksakta journal is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2022)" : 10 Documents clear
PENGARUH SUHU, KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN WAKTU TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA (SWELLING POWER, SOLUBILITY, DERAJAT SUBSTITUSI) MODIFIKASI TEPUNG LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) DENGAN PROSES ASETILASI Maulana, Yafi S.; Kurniasari, Laeli; Maharani, Farikha
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6607

Abstract

Indonesia mempunyai banyak komoditas pangan yang ketersediaannya melimpah dan dapat berpotensi sebagai bahan baku tepung. Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan salah satu alternatif sumber karbohidrat sebagai substitusi tepung terigu. Modifikasi tepung dapat dilakukan secara fisik untuk menghasilkan produk pangan ramah lingkungan. Tepung atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau.Tepung termodifikasi adalah tepung yang mengalami perlakuan fisik ataupun kimia secara terkendali sehingga mengubah satu atau lebih dari sifat asalnya. Asetilasi merupakan salah satu metode modifikasi tepung yang dapat digunakan untuk meningkatkan sifat fisikokimia tepung, yakni swelling power, % solubility, dan derajat substitusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu (60°C, 80°C, 120°C), konsentrasi asam asetat (5%, 15%, 25%) dan waktu (10 menit dan 30 menit) terhadap nilai swelling power, solubility dan derajat substitusi tepung labu kuning terasetilasi.  Ada 2 proses utama dalam penelitian ini, yaitu pembuatan tepung labu kuning dan proses asetilasi tepung labu kuning. Hasil asetilasi tepung labu kuning diuji untuk mengetahui tepung yang memiliki kualitas yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal diperoleh pada konsentrasi asam asetat 5% suhu asetilasi 60°C waktu 10 menit dengan nilai swelling power sebesar 6,32 g/g, solubility 15% dan derajat substitusi 3,31.Kata kunci: Labu kuning, asetilasi, swelling power, % solubility, derajat substitusi
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L) Kahar, Kahar; Ahmad, Fandi; Mustamin, Mustamin
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L). Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Madako Tolitoli, Propinsi Sulawesi Tengah pada bulan Juli sampai dengan September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari 6 perlakuan dengan tiga ulangan. Perlakuan dosis  pupuk organik cair tediri dari 0 ml/liter air (M0), dosis pupuk organik cair 5 ml/liter air (M1), dosis pupuk organik cair 10 ml/liter air (M2), dosis pupuk organik cair 15 ml/liter air (M3), dosis pupuk organik cair 20 ml/liter air (M4), dan dosis pupuk organik cair 25 ml/liter air (M5). Jumlah populasi kacang hijau dalam satu petak sebanyak 32 tanaman dan jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 576 populasi tanaman kacang hijau. Jumlah sampel yang diamati untuk setiap perlakuan sebanyak 8 tanaman petak-1 sehingga terdapat 144 tanaman sampel. Data hasil pengamatan di analisis menggunakan uji ANOVA yang diikuti dengan uji Beda Nyata Jujur pada tingkat 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, Berat biji kering petak-1 (g) dan Berat biji kering petak-1 (g) yaitu pada dosis pupuk organik cair 25 ml/liter air.Kata kunci  :   Tanaman kacang hijau, Pupuk organik cair
PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH BURUNG PUYUH SECARA ANAEROB Shobib, Ahmad; Kasmiyatun, Mega; Romadhoni, Tri Suci Ahmad
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6550

Abstract

Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternatif pemecahan masalah. Salah satunya dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan burung puyuh dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy). Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh waktu dan perbandingan antara volume pelarut dengan berat kotoran burung puyuh terhadap pembuatan biogas dari limbah burung puyuh. (2) Untuk mengetahui waktu optimum dan perbandingan optimum antara volume pelarut dengan berat kotoran burung puyuh. Metodelogi Penelitian yang digunakan adalah analisa varian dua sisi, dengan variable pertama waktu pembentukan biogas dan variable kedua adalah perbandingan volume pelarut dengan berat kotoran burung puyuh. Penelitian dilakukan dengan membuat pengenceran volume pelarut berupa air dan berat kotoran burung puyuh dengan perbandingan: 3:1, 3:2, 3:3, 3:4 sebanyak 4 buah dengan perbedaan waktu 2 minggu, 3 minggu, 4 minggu, 5 minggu. Hasil dari produksi biogas yang terbaik direkomendasikan pada penelitian perbandingan rasio 3:2 dengan waktu 5 minggu yang mampu menghasilkan biogas paling besar yaitu sebesar 130ml. Parameter pengamatan meliputi pH, massa, volume biogas yang terbentukdi digester secara anaerob. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari sampel rasio 3:2 waktu 5 minggu, yang terdiri dari 150ml air, 100gram kotoran burung puyuh, dengan waktu 5 minggu mampu menghasilkan 130ml biogas atau sekitar 65% dari volume awalnya.Kata kunci : Biogas, Limbah kotoran burung puyuh, Limbah Organik
PERBANDINGAN NILAI SPF ENDAPAN AIR CUCIAN BERAS PUTIH DAN BERAS MERAH SECARA IN VITRO Wijayatri, Ratna; Wahyuningtyas, Eka Sakti; Hafiz, Nur; Shabrina, Ayu
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6546

Abstract

Penggunaan senyawa kimia sebagai agen pelindung sinar UV dapat membahayakan tubuh. Air cucian beras merupakan limbah yang banyak mengandung komponen fenolik dan flavonoid yang mampu menyerap sinar UV. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai SPF ekstrak air cucian beras merah (EACBM) dan beras putih (EACBP). EACBM dan EACBP dibuat dengan melakukan ekstraksi dari beras merah dan beras putih kemudian difermentasi selama 3 hari. Endapan yang diperoleh lalu dipekatkan dengan penangas air pada suhu 60°C. Rendemen EACBM dan EACBP dilarutkan dengan aquadest kemudian ditetapkan nilai SPF pada panjang gelombang 290-320 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil absorbansi dihitung dengan rumus Mansur. Data nilai SPF dianalisis secara statistik dengan uji t-independent dan dikategorikan proteksinya secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa nilai SPF EACBM dan EACBP berbeda secara signifikan (p < 0,05). Konsentrasi ekstrak tertinggi yaitu 30000 ppm pada EACBM dan EACBP menghasilkan nilai SPF masing-masing adalah 25,47±1,30 dan 10,28 ±1,40. EACBM dan EACBP pada konsentrasi 30000 ppm masing-masing termasuk kategori proteksi ultra dan proteksi maksimal.dEACBM menujukkan nilai SPF lebih tinggi dibandingkan EACBP. 0 pt, italic)<satu spasi>Kata kunci: Beras merah, beras putih, nilai SPF, tabir surya
POTENSI ANTIBAKTERI SINTESIS MENTIL SINAMAT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Methicilin-Resistant Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella Typhi Wulandari, Wulandari; Purwaningsih, Yuliana; Syukur, Mighfar
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sintesis mentil sinamat sebagai agen antbakteri terhadap S. aureus, MRSA, E. coli, S. Typhi. Metode sintesis mentil sinamat berdasarkan penelitian Nurita (2014) dan Purwaningsih (2020) yang dimodifikasi. Aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil sintesis dengan FTIR diperoleh beberapa gugus fungsi yang menunjukkan adanya senyawa ester, gugus tersebut adalah C=O ester pada bilangan gelombang 1711 cm-1, daerah 1636 cm-1 gugus C=C aromatik dan 1167 cm-1 adalah C-O ester. Spektrum IR mentil sinamat tidak memiliki gugus OH-asam karboksilat seperti pada asam sinamat. Kromatogram GC menunjukkan 4 peak yang berarti senyawa hasil sintesis masih berupa senyawa campuran. Peaks 1 muncul pada waktu retensi 6,441 menit dengan % area 34,93, peak kedua pada waktu 10,423 menit dengan % area 62,91. Peaks ketiga muncul pada waktu retensi 18.386 menit dengan kelimpahannya 2,11 % dan peaks keempat 21,282 menit dengan % area 0,06. Spectrometer massa peak ketiga dengan m/z 286 merupakan senyawa target mentil sinamat. Mentil sinamat konsentrasi 10, 20, 30 dan 40 (%) memberikan aktivitas zona hambat terhadap S. aureus dan E. coli berturut-turut adalah 0,3950±0,0675; 0,8500±0,0975; 1,1970±0,0968; 1,6167±0,3456 (cm) dan 0,1237±0,0175; 0,2437±0,0173; 0,2710±0,0428; 0,4953±0,0991 (cm). Sampel pada konsentrasi yang sama tidak memberikan zona hambat pada MRSA, S. Typhi.Kata kunci: antibakteri, sintesis, mentil sinamat
PROFIL ANTIOKSIDAN DAN KADAR FLAVONOID TOTAL FRAKSI AIR DAN ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Yumni, Gharsina Ghaisani; Sumantri, Sumantri; Nuraini, Ida; Nafis, Ika Jauharoh
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6547

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah tanaman obat herba yang banyak dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Bunga ini juga sering digunakan sebagai pewarna alami makanan. Bunga telang mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, salah satunya adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dengan metode ABTS serta kadar flavonoid total fraksi etil asetat dan air ekstrak etanol bunga telang. Serbuk simplisia bunga telang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan difraksinasi bertingkat secara partisi cair-cair dengan pelarut n-heksan, air dan etil asetat. Penetapan kadar flavonoid total menggunakan senyawa pembanding kuersetin dengan pereaksi AlCl3 pada panjang gelombang 430 nm. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS dengan pembanding trolox pada panjang gelombang 745 nm menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan fraksi air dan etil asetat ekstrak etanol bunga telang memiliki flavonoid total dengan kadar secara berurutan adalah 10,9±2,029 dan 47±3,026 mgQE/gram ekstrak. Fraksi air dan etil asetat ekstrak etanol bunga telang memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 33,42 dan 27,018 ppm yang termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat. Pembanding digunakan trolox dengan nilai IC50 17,11 ppm. Kata kunci: ABTS, Bunga Telang, Trolox, Fraksinasi
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN KERIPIK PISANG COKLAT DI KABUPATEN WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG Setyawati, Tata Cornelia; Sasongko, Lutfi Aris; Wibowo, Hendri; Widiyani, Aniya
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6552

Abstract

Keripik pisang coklat merupakan jenis  makanan ringan terbuat dari buah pisang yang diiris dan digoreng diberi rasa coklat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan total biaya, total penerimaan, total pendapatan, nilai BEP dan nilai R/C pada usaha pengolahan keripik pisang coklat di Kabupten Way Kanan Provinsi Lampung. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif analitis. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel responden menggunakan metode sensus. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Hasil yang diperoleh penelitian ini adalah total biaya sebesar Rp 10.151.719/bulan, total penerimaan sebesar Rp14.422.500/bulan, dan total pendapatan sebesar Rp4.362.892/bulan. Nilai Break Even Point (BEP) atas dasar unit adalah sebesar 810 bungkus/bulan dengan masing-masing berat perbungkus 250gr. Nilai ini lebih kecil dari pada rata-rata produksi 1163/bulan dan nilai Break Even Point (BEP) atas dasar harga sebesar Rp. 8.650/bungkus. Nilai ini lebih kecil dari harga produk yang sebesar Rp. 12.417.  Nilai R/C usaha pengolahan keripik pisang coklat sebesar 1,43. Dari nilai R/C tersebut disimpulkan bahwa usaha pengolahan keripik pisang coklat layak untuk diusahakan karena besar nilai R/C >1.  Kata kunci: Keripik Pisang Coklat, Pengolahan, Kabupaten Way Kanan
PERBANDINGAN GUAR GUM DAN HIDROKSIPROPIL METIL SELULOSA SEBAGAI GELLING AGENT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN MASKER PEEL OFF EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) Devi, Sisca; Widiyana, Widiyana
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6548

Abstract

Radikal bebas bersifat reaktif dan tidak stabil sehingga dapat menyebabkan penuaan dini. Radikal bebas dapat diatasi dengan senyawa antioksidan. Daun salam (Syzyum polyanthum) mengandung senyawa flavonoid yang bermanfaat sebagai antioksidan. Sediaan kosmetik yang cocok untuk penghantaran efek antioksidan adalah masker peel off. Salah satu bahan dalam formulasi masker peel off adalah gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik fisik gelling agent guar gum dan hidroksipropil metil selulosa pada sediaan masker peel off ekstrak daun salam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 2 jenis gelling agent yang berbeda pada 2 formula yaitu semi sintetik (HPMC K100M) dan gom alam (guar gum). Formula masker peel off dievaluasi karakteristik fisik meliputi organoleptis, pH sediaan, homogenitas, daya lekat, daya sebar, waktu mengering, dan viskositas. Hasil pengujian dianalisis dengan membandingkan hasil karakteristik fisik masing-masing formula menggunakan uji t dan uji Mann Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji karakteristik fisik masker peel off ekstrak daun salam menunjukkan terdapat perbedaan bermaknapada  uji daya lekat dan waktu mengering.Kata kunci: ekstrak daun salam (nama latin), guar gum, hidroksi metil selulosa, masker peel off
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DALAM SEDIAAN LOTION Setiawan, Pratama Yuda; Prihantini, Malinda; Heroweti, Junvidya
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6584

Abstract

Daun sirsak mengandung senyawa aktif flavonoid yang bermanfaat sebagai antioksidan. Daun sirsak akan lebih praktis untuk diaplikasikan sebagai kosmetik dalam bentuk lotion. Penelitian ini bertujuan melakukan formulasi dan uji aktivitas antioksidan lotion ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode DPPH. Ekstrak etanol daun sirsak diperoleh dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% kemudian dibuat lotion dalam 3 formula FI (0,1%), FII (0,2%), FIII (0,3%). Lotion yang dibuat diuji karakteristik fisika meliputi uji organoleptis, homogenitas, tipe emulsi, pH, viskositas, daya lekat dan daya sebar. Serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil pengujian organoleptis, homogenitas dan tipe emulsi dianalisis secara deskriptif. Sedangkan pengujian pH, daya lekat, daya sebar, viskositas dan aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan regresi linier.Lotion ektrak etanol daun sirsak memiliki bentuk semikental, warna hijau muda, aroma khas lotion, pH 5,74 – 5,95 dan memiliki tipe emulsi M/A. Peningkatan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun sirsak dalam lotion meningkatkan viskositas, daya lekat dan aktivitas antioksidan. Nilai IC50 terjadi peningkatan sebesar FI 101,826 ppm (antioksidan sedang), FII 87,530 ppm (antioksidan kuat), dan FIII 73,188 ppm (antioksidan kuat). Ditemukan hasil bahwa peningkatan konsentrasi ektrak etanol daun sirsak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas antioksidan dengan nilai signifikansi 0,001(p<0,05).Kata kunci: antioksidan, DPPH, daun sirsak, ekstrak etanol, lotion.
KAJIAN TERAPI ANEMIA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT “X” KOTA SEMARANG Prasetyaningrum, Erna; Sulistiyanto, F.X.; Sofandi, Amor
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6549

Abstract

Penyakit Ginjal kronik (PGK) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Beberapa penyakit yang dapat memicu terjadinya PGK diantaranya hipertensi, glomerulonephritis kronik, diabetes mellitus, dll. Prevalesi kunjungan berobat pasien rawat jalan yang paling banyak di Indonesia  tahun 2004, hipertensi sebanyak 411.355 kunjungan, DM sebanyak 326.462 kunjungan dan gagal ginjal kronik. Anemia yang terjadi pada kasus PGK sebesar 80-90% (Sukandar, 2013). Anemia pada PGK dapat meningkatkan mortalitas morbiditas, sehingga dapat menyebabkan semakin cepat progress pasien  PGK terminal. (Farag,dkk, 2021). Tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui terapi anemia pasien PGK yang menjalankan Hemodialisa di rumah sakit kota Semarang. Pengambilan data pada penelitian dilakukan secara retrospektif, atau data yang digunakan pada waktu yang lampau, dengan teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Sampel dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Kriteria inklusi penelitian diantaranya pasien rawat inap di RS “X” kota Semarang, pasien dengan diagnosa gagal ginjal kronik yang menjalankan hemodialisa, pasien PGK dengan adanya komplikasi, pasien PGK yang pulang dengan selamat. Kriteria eksklusi penelitian ini diantaranya, pasien yang didiagnosa PGK yang tidak mendapat terapi anemia, Rekam medis yang tidak lengkap. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian berupa lembar rekam medis, rekam medis yang diambil adalah data pasien PGK dengan data riwayat pengobatan lengkap pada periode januari-desember 2020. Subjek penelitian ini merupakan pasien PGK dengan penyerta anemia, dan mendapat terapi antianemia. Hasil penelitian didapat pasien laki-laki sebanyak 52,94 % dan perempuan sebanyak 47,06%,  usia 45-65 tahun yaitu 29, 41 %, pemberian PRC 55,95%, asam folat 76,59 %, dan frekuensi PRC 1x2 kolf sebesar 56%.Kata Kunci : Hemodialisa, gagal ginjal Kronik, antianemia, obat, frekuensi

Page 1 of 1 | Total Record : 10