cover
Contact Name
Rudiansyah
Contact Email
rudiansyah@stikes-aisyiyah-palembang.ac.id
Phone
+6281368969347
Journal Mail Official
rudiansyah@stikes-aisyiyah-palembang.ac.id
Editorial Address
Alamat Kampus : Jl. Kol H. Burlian - M Husin No. 907 RT 12. RW. 04 Kel Karya Baru Kec. Alang-alang Lebar KM. 7,5 Palembang 30152 Telp 0711- 421981
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
ISSN : 20878362     EISSN : 26226200     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Babul Ilmi Merupakan Jurnal Ilimiah Multi Science Kesehatan dengan ISSN Cetak: 2087-8362 dan ISSN Online 2622-6200, dimana Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada setiap bulan Juni dan Desember. Bidang Publikasi jurnal ini Multi Science Kesehatan yang dikelolan dan diterbitkan Oleh LPPM STIKES Aisyiyah Palembang.
Articles 450 Documents
PENERAPAN DUKUNGAN TIDUR PADA PASIEN PASCA OPERASI ORIF DENGAN GANGGUAN POLA TIDUR Muhammad Fachur Sodiqin; Ollyvia Freeska Dwi Marta
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1674

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pola tidur merupakan masalah yang sering dialami pasien pasca operasi ORIF akibat nyeri, efek anestesi, dan perubahan lingkungan rumah sakit sehingga dapat menghambat proses pemulihan. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan pada pasien pasca operasi ORIF dengan gangguan pola tidur serta mengevaluasi perubahan kualitas tidur pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua pasien pasca operasi ORIF yang mengalami gangguan pola tidur. Penelitian dilaksanakan selama 3×24 jam pada bulan Februari 2025/2026. Instrumen yang digunakan adalah Richards-Campbell Sleep Questionnaire (RCSQ), analisis data secara deskriptif komparatif berdasarkan perkembangan kondisi pasien dan perubahan skor RCSQ sebelum dan sesudah asuhan keperawatan. Hasil: Pasien 1 skor RCSQ meningkat dari 46 (kategori sedang) menjadi 85 (kategori baik), pasien 2 kedua meningkat dari 50 (kategori sedang) menjadi 88 (kategori baik). Kedua pasien tidur lebih nyenyak, frekuensi terbangun pada malam hari berkurang, dan merasa lebih segar saat bangun pagi. Saran: Perawat disarankan menerapkan intervensi dukungan tidur secara konsisten melalui identifikasi faktor pengganggu tidur, modifikasi lingkungan, peningkatan kenyamanan, edukasi,  teknik relaksasi untuk meningkatkan kualitas tidur pasien pasca operasi ORIF.Kata Kunci: Gangguan Pola Tidur, Open Reduction Internal Fixation (ORIF), Richards-Campbell Sleep  Questionnaire (RCSQ).
EFEKTIVITAS INTEGRASI EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN GIZI DALAM PENCEGAHAN RISIKO STUNTING PADA REMAJA PUTRI Ririn Noviyanti Putri; Devi Marlina; Rima Ernia; Septi Septi; Sakinah Hadirama
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1665

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini dan stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi dan gizi. Tujuan: Menganalisis efektivitas integrasi edukasi kesehatan reproduksi dan gizi remaja putri dalam pencegahan pernikahan dini dan risiko stunting. Metode: Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri X Tanjung Raja pada bulan Maret 2026 menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Populasi penelitian seluruh remaja putri kelas X–XII dengan teknik total sampling sebanyak 80 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dari rata-rata 57,80 menjadi 83,60 (p<0,05) dan skor sikap dari 2,68 menjadi 3,62 (p<0,05), terjadi peningkatan perilaku preventif remaja putri dalam pencegahan pernikahan dini dan stunting setelah intervensi diberikan. Saran: Agar sekolah, puskesmas, dan dinas kesehatan mengembangkan program edukasi kesehatan reproduksi dan gizi terintegrasi melalui kegiatan pembelajaran, UKS, dan kader kesehatan remaja secara berkelanjutan.Kata Kunci : Edukasi Kesehatan Reproduksi, Gizi Remaja, Stunting, Pernikahan Dini, Remaja Putri.
PENERAPAN PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN OSTEOARTRITIS DI PUSKESMAS Rian Martha; Tuti Elyta
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1655

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Osteoartritis adalah penyakit rematik akibat kerusakan tulang rawan,melibatkan kartilago, lapisan sendi, ligament dan tulang sehingga menyebabkan nyeri dan kekakuan pada sendi. Tujuan: Memperoleh pengalaman dan pengetahuan secara nyata serta dapat mendokumentasikan dalam pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri pada asuhan keperawatan osteoartritis. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus asuhan keperawatan menggunakan format pengkajian, pemeriksaan fisik head to toe, lembar observasi tingkat nyeri Wong Baker, penentuan diagnosa SDKI, serta SIKI dan SLKI, pemberian kompres hangat. Sampel penelitian berjumlah 2 pasien dilaksanakan tanggal  25-27 Juli 2023 di Puskesmas Penanggoan Duren. Hasil: Asuhan Keperawatan Ny ‘A’ dan Ny ‘S’ dengan nyeri kronis, setelah dilakukan pemberian kompres hangat kedua pasien mengalami penurunan skala nyeri. Skala nyeri Ny ‘A’sebelum dilakukan pemberian kompres hangat skala nyeri 6 setelah dilakukan pemberian kompres hangat skala nyeri 0. Sedangkan skala nyeri Ny ‘S’ sebelum dilakukan pemberian kompres hangat skala nyeri 5 setelah dilakukan pemberian kompres hangat skala nyeri 1. Saran: Tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan terapi kompres hangat sebagai intervensi non-farmakologis menurunkan intensitas nyeri kronis pada pasien osteoartritis diawali skrining skala nyeri objektif kepada pasien dan keluarga agar terapi dapat diterapkan secara aman dan mandiri di rumah. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan Osteoartritis, Kompres Hangat, Nyeri,
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (PPK) TERHADAP PEGAWAI DI SEKOLAH DASAR NEGERI 66 KOTA JAMBI Gum Akbar Putra Gumay
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1709

Abstract

Latar Belakang: Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) merupakan tindakan awal yang harus segera diberikan kepada korban sebelum memperoleh penanganan medis lanjutan, terutama di lingkungan sekolah dasar karena anak-anak rentan mengalami kecelakaan dan cedera akibat tingginya aktivitas fisik dan lingkungan yang sulit diprediksi. Survei awal pada wali murid Sekolah Dasar Negeri 66 Kota Jambi menunjukkan penanganan kejadian seperti pingsan, mimisan, dan luka lecet masih terbatas pada membawa korban ke UKS tanpa tindakan P3K yang memadai. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pegawai/staf terhadap siswa tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di Sekolah Dasar Negeri 66 Kota Jambi. Metode: penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 35 pegawai/staf yang masih aktif bekerja, menggunakan kuesioner baku dari Sihombing (35 item) yang telah teruji valid dan reliabel (Cronbach Alpha 0,985), kemudian dianalisis secara univariat. Hasil: mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (68,6%) dan berusia 31–40 tahun (54,3%). Tingkat pengetahuan pegawai berada pada kategori baik di seluruh indikator, yaitu konsep pertolongan pertama (97,7%), pingsan (96,6%), luka dan perdarahan (96,6%), tersedak (96%), gigitan dan sengatan (95%), patah tulang (93,7%), serta keracunan makanan (86,3%) sebagai indikator dengan skor terendah. Saran: pihak sekolah disarankan mengadakan pelatihan P3K secara berkala bagi pegawai dan guru, menjalin kerja sama dengan puskesmas atau dinas kesehatan, serta melengkapi fasilitas UKS dengan peralatan dan panduan P3K yang memadai guna mempertahankan dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani kecelakaan di lingkungan sekolah.Kata Kunci: Kecelakaan, Pegawai sekolah, Pengetahuan, Pertolongan pertama, Sekolah dasar
ANALISIS FAKTOR RISIKO KECEMASAN PADA SISWA SMA NEGERI 01 SEMENDE DARAT ULU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Meri Kastini; Arie Wahyudi; Gema Asiani
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1670

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan gangguan mental yang sering terjadi pada remaja dan menunjukkan peningkatan baik secara global maupun nasional. Kondisi ini menunjukkan perlunya identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecemasan pada remaja sekolah. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kecemasan pada siswa sekolah menengah atas tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif pendekatan cross-sectional dilakukan pada 178 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik berganda dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan dengan guru sekolah (p=0,003; OR=2,496), dukungan keluarga (p=0,000; OR=6,446), dan hubungan teman sebaya (p=0,001; OR=2,915) dengan kejadian kecemasan. Sementara itu, status ekonomi (p=0,461), penggunaan media sosial (p=0,179), aktivitas fisik (p=0,234), dan pola makan (p=0,234) tidak berhubungan dengan kecemasan. Analisis multivariat menunjukkan dukungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kecemasan (OR=9,346). Saran: Puskesmas dan sekolah perlu mengembangkan program promosi kesehatan jiwa remaja yang melibatkan keluarga, meningkatkan peran guru dalam memberikan dukungan psikososial, serta membentuk kelompok dukungan teman sebaya sebagai upaya pencegahan kecemasan pada siswa. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Faktor Risiko, Kecemasan, Remaja, Teman Sebaya
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU PRIMIPARA Awwal Al-fauzia N; Yuriska Verina; Eva Yulianti; Titin Endayanti; Tinti Halipah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1660

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi usia 0–6 bulan. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional. Berbagai faktor, seperti dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan, dan pengetahuan ibu, diduga berperan dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, terutama pada ibu primipara. Tujuan: Menganalisis hubungan dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan, dan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu primipara di TPMB Sumartini Palembang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu primipara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–Oktober 2025 di TPMB Sumartini Palembang. Hasil: Sebagian besar responden (83,3%) memberikan ASI eksklusif. Responden yang memperoleh dukungan suami baik sebesar 80,0%, dukungan tenaga kesehatan yang mendukung sebesar 76,7%, dan memiliki pengetahuan baik sebesar 83,3%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami (p=1,000), dukungan tenaga kesehatan (p=0,847), maupun pengetahuan ibu (p=0,273) dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu primipara. Saran: TPMB Sumartini Palembang diharapkan dapat terus meningkatkan edukasi dan konseling mengenai ASI eksklusif kepada ibu primipara dan keluarganya guna mendukung keberhasilan menyusui.Kata Kunci: ASI eksklusif, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan, pengetahuan ibu
PENERAPAN POSISI SEMI FOWLER PADA PASIEN ST-ELEVATION MYOCARDIAL INFARCTION (STEMI) DENGAN GANGGUAN OKSIGENASI Hendi Irawan Budiana; Indah Dwi Pratiwi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1675

Abstract

Latar Belakang: ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular yang dapat menyebabkan gangguan perfusi miokard, masalah keperawatan berupa pola napas tidak efektif akibat ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen. Intervensi keperawatan yang dapat diberikan untuk membantu mempertahankan oksigenasi pasien antara lain posisi semi Fowler dan terapi oksigenasi. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan melalui pemberian posisi semi Fowler dan terapi oksigenasi pada pasien STEMI dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua pasien STEMI yang dirawat di Ruang Bengawan Solo RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Pengkajian mengacu pada SDKI, SLKI, dan SIKI. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan frekuensi napas, saturasi oksigen, penggunaan otot bantu pernapasan, dan tingkat kenyamanan pasien. Hasil: Kedua pasien menunjukkan perbaikan status respirasi yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen hingga 98%, berkurangnya penggunaan otot bantu pernapasan, penurunan keluhan sesak napas, serta meningkatnya kenyamanan selama masa observasi. Saran: Agar tenaga kesehatan memberikan posisi semi Fowler dan terapi oksigenasi sebagai intervensi keperawatan suportif pada pasien STEMI sesuai kondisi klinis dan terapi medis yang diberikan sebagai terapi non farmakologi.Kata Kunci: Asuhan keperawatan, Oksigenasi, Pola Napas Tidak Efektif, Semi Fowler,STEMI.
ANALISIS KEPATUHAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT (IVA) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Novi Febriani; Arie Wahyudi; Gema Asianti
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1666

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemeriksaan IVA pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar Bulan Kabupaten Muara Enim Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi seluruh WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar Bulan (2.609 orang), sampel 347 responden yang diambil menggunakan purposive sampling dengan stratified proportional. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dianalisis secara univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik berganda metode Backward LR). Hasil:Variabel yang berhubungan bermakna dengan kepatuhan IVA adalah umur (p=0,013), pendidikan (p=0,002), pengetahuan (p=0,000), persepsi (p=0,000), dukungan suami (p=0,000), dan peran tenaga kesehatan (p=0,002), sedangkan sikap (p=0,169) dan akses informasi (p=0,537) tidak berhubungan bermakna. Analisis multivariat mengidentifikasi dukungan suami sebagai variabel paling dominan (p=0,000). Model mampu menjelaskan 39,5% variasi kepatuhan (Nagelkerke R²=0,395). Saran: WUS di Wilayah Kerja Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan IVA secara rutin setiap 3 tahun sekali sebagai upaya deteksi dini kanker serviks, aktif meningkatkan pengetahuan tentang manfaat pemeriksaan IVA, serta mengajak dan melibatkan suami dalam setiap keputusan terkait kesehatan reproduksi Kata Kunci: Kepatuhan Pemeriksaan IVA, Dukungan Suami, Pengetahuan, Persepsi, Wanita Usia Subur.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA BALITA DI POLIKLINIK ANAK RUMAH SAKIT Nopianti Nopianti; Sunarmi Sunarmi; Neng Annis Fathia; Susanti Delina
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1656

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty, Penderita yang terinfeksi akan memiliki gejala berupa demam ringan sampai tinggi, disertai dengan sakit kepala, nyeri pada mata, otot dan persendian, hingga perdarahan spontan. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional, teknik pengambilan sampel penelitian Acidentall Sampling. Tempat penelitian di Poliklinik RS Muhammadiyah Palembang tahun 2025 dengan sampel yang didapat sebanyak 30 responden, pengambilan data menggunakan kuesioner kemudian di uji dengan menggunakan uji chi square dengan nilai α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian dari 30 responden, diketahui bahwa hasil analisa bivariat pengetahuan dengan nilai (p-0,013), artinya ada hubungan yang bermakna dengan upaya pencegahan penyakit DBD, sedangkan sikap (p-0,009) ada hubungan bermakna dengan upaya pencegahan DBD. Saran: Diharapkan dari rumah sakit perlu meningkatkan mutu pelayanan dengan memberi informasi bagi pasien DBD mengenai pentingnya upaya pencegahan penyakit DBD.            Kata Kunci: Balita, Pengetahuan, Sikap, Upaya Pencegahan DBD
EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETIK MENGGUNAKAN KORAN TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DIRUANG PERAWATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Apriani Apriani; Abu Bakar; Yofa Anggriani Utama; Kardewi Kardewi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1671

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus dapat menyebabkan kerusakan pada saraf perifer. Komplikasi yang ditimbulkan berupa penurunan sensitivitas kaki. Pasien sering tidak merasakan rangsangan pada kaki sehingga beresiko terjadinya luka atau ulkus. Tujuan: Mengetahui pengaruh senam kaki diabetik dengan menggunakan  koran terhadap sensitivitas kaki pada pasien Diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimental One Group Pretest Posttest Design, alat pengumpulan data berupa lembar observasi penilaian sensitivitas kaki dan SOP Senam  kaki. Populasi penelitian adalah pasien diabetes melitus yang di rawat di ruangan perawatan dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang yang diambil dengan menggunakan tehnik purposive sampling dan analisa data dilakukan dengan menggunakan uji paired sample t-Test. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari pada tanggal 12 Januari samapai 17 Januari 2026. Hasil: Nilai sensitivitas kaki pasien minimal 1 dan maksimal 10. Sensitivitas kaki sebelum dilakukan senam kaki nilai mean 5.17 dengan standar deviasi sebesar 2.151, sedangkan sensitivitas kaki setelah dilakukan senam kaki nilai mean meningkat menjadi 6.49 dengan standar deviasi sebesar 3.031. Uji paired sample t-Test didapatkan nilai P = 0.005. Saran: Diharapkan pengukuran sensitivitas kaki dan senam kaki dapat di terapkan di ruangan perawatan untuk mencegah atau mengurangi terjadinya komplikasi pada kaki pasien diabetes melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Sensitivitas Kaki, Senam Kaki Diabetik,