cover
Contact Name
Marsha Savira Agatha Putri
Contact Email
marshasavira@unisla.ac.id
Phone
+6285748804233
Journal Mail Official
j_enviscience@unisla.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No 53 A Lamongan 62211
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal EnviScience (Environment Science)
ISSN : 25979612     EISSN : 27150046     DOI : https://doi.org/10.30736
Jurnal EnviScience is devoted to the rapid publication of research in environmental health, acting as a link between the diverse research communities and practitioners in environmental health. Published articles encompass original research papers, technical notes and review articles.
Articles 129 Documents
Analisis Laju Timbulan dan Komposisi Sampah Industri Non-Woven (Studi Kasus : PT. XYZ) Eleora, Gertrurte Clarisa; Novelia; Syadzadhiya Qothrunada; Z. Nisa
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.463

Abstract

PT. XYZ dengan jumlah pegawai sebanyak 800 orang belum merencanakan ataupun melakukan metode untuk penanganan sampah domestik yang dihasilkan. Nilai laju timbulan, densitas (massa jenis), dan komposisi sampah domestik belum dianalisis lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan laju timbulan, komposisi, dan densitas sampah domestik PT. XYZ sebagai langkah awal dalam upaya pengelolaan sampah. Pengukuran timbulan sampah menggunakan pendekatan kuantitatif yakni metode load count analysis, di mana sampel diambil selama delapan hari. Untuk menentukan densitas dan komposisi sampah, analisis direncanakan menggunakan metode yang ada di dalam SNI 19-3964-1994. Pada penelitian ini didapatkan nilai laju timbulan sampah domestik rata-rata PT. XYZ adalah 0,8 kg/orang.hari. Sedangkan untuk nilai densitas (massa jenis) sampah rumah tangga di PT. XYZ adalah 679,14 kg/m3. Komposisi sampah domestik PT. XYZ yang paling besar adalah sampah plastik. Hasil ini disebabkan dari sampah botol air mineral dari pegawai. Sampah dapat dikomposkan adalah sampah jenis paling banyak setelah sampah plastik.
Evaluasi Pengelolaan Limbah B3 Industri Non-Woven (Studi Kasus : PT. XYZ) Fevilia, Savira; Syadzadhiya Qothrunada; Z. Nisa
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) yang telah dilakukan pada industri tekstil non woven PT. XYZ. Sumber LB3 di PT. XYZ berasal dari proses produksi, laboratorium, perawatan mesin, dan klinik. Jenis LB3 yang dihasilkan berasal dari sumber spesifik umum dan sumber tidak spesifik. Metode penelitian menggunakan Skala Guttman untuk mengukur kesesuaian kondisi lapangan berdasarkan regulasi yang berlaku. Melalui hasil evaluasi pengelolaan LB3 yang dilakukan oleh PT. XYZ dapat disimpulkan bahwa perusahaan telah memenuhi pengelolaan LB3 dengan persentase kepatuhan 91% dan dikategorikan 'baik sekali'. Penilaian diperoleh berdasarkan aspek pengemasan dan pengemasan, penyimpanan, kelengkapan dokumen pengelolaan LB3, serta penempelan dan pelabelan simbol LB3. Sedangkan kegiatan pengangkutan dan pengolahan PT. XYZ bekerja sama dengan pihak ketiga. Berdasarkan evaluasi tersebut upaya pengelolaan LB3 yang perlu diperbaiki yaitu proses penyimpanan dan kelengkapan dokumen.
Pengaruh Konsentrasi Microbe-Lift dan Waktu Tinggal Terhadap Nilai pH, Total Solid, dan Oil And Grease Pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawi Syafrinal; Futeri, Renny; Pevi Riani; M.Ikhlas Armin; Melysa Putri; Nur Azani
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.670

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit, atau Palm Oil Mill Effluent (POME), umumnya dianggap sebagai limbah yang berbahaya. Terdapat beberapa parameter yang bisa diuji pada limbah cair pabrik kelapa sawit seperti pH, Total Solid dan Oil and Grease. Salah satu upaya untuk dapat mengurangi tingkat pencemaran pada limbah cair pabrik kelapa sawit adalah dengan cara biodegradasi menggunakan mikroorganisme seperti Microbe-Lift. Perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Microbe-Lift dan waktu tinggal terhadap Nilai pH, Total Solid, dan Oil and Grease Pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit. Dimasukkan 500 ml sampel limbah pada 6  gelas piala dan ditambahkan masing- masing Mikrobe-Lift kedalam sampel 6 gelas piala tersebut dengan konsentrasi 0,00%; 0,10%; 0,20%; 0,30%; 0,40%; dan 0,50%. Kemudian diukur pH dengan mengunakan pH meter, Total Solid dan Oil and Grease dengan metode gravimetri. Pengujian ini dilakukan sampai hari ke-15. hasil pengukuran pH menunjukan kenaikan  hingga hari ke -15 disebabkan penguraian asam organik oleh Mikrobe-Lift. Setiap hari terjadi penurunan nilai Total Solid dan Oil and Grease sampai hari ke-15. Nilai Total Solid dan Oil and Grease sebelum penambahan Microbe-Lift adalah 6850 mg/L dan 15040 mg/L. Setelah 15 hari diperoleh Nilai Total Solid dan Oil and Grease paling rendah pada konsentrasi Microbe-Lift 0,50% sebesar 3900 mg/L dan 2900 mg/L, terjadi penurunan masing – masing 43% dan 80,71%. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi Mikrobe-Lift dan semakin lama waktu tinggal maka  pH larutan akan semakin tinggi dan nilai Total Solid dan Oil and Grease limbah cair pabrik kelapa sawit akan semakin berkurang.
Analisa Mutu Crude Palm Oil (CPO) di Pabrik Kelapa Sawit PT. Socfin Indonesia (SOCFINDO) Kebun Aek Loba Khairun nisa; Irvina M. Nuh Siagian; Wiwik Sundari; Leni Widiarti
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.690

Abstract

Mutu kelapa sawit meliputi kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoranRendahnya mutu minyak kelapa sawit sangat ditentukan oleh banyak faktor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu titrasi alkalimetri untuk analisis asam lemak bebas (ALB) dan metode pemanasan untuk analisa kadar air dan kadar kotoran. Hasil dari penelitian ini yaitu kadar ALB pada sampel CPO DT Fresh adalah 2,23%, pada sampel CPO ST 24 jam adalah 2,35%, pada sampel CPO ST 4 hari adalah 2,46% dan pada sampel CPO ST 6 hari adalah sebesar 2,49%. Analisis kadar air pada sampel CPO Fresh 0,13%, CPO ST 24 Jam 0,8%, CPO ST 4 dan 6 hari yaitu 0,6%. Dan analisis kadar kotoran CPO DT Fresh adalah 0,02%, CPO ST 24 jam dan 4 hari 0,03% dan CPO ST 6 hari adalah 0,04%. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu kadar ALB pada masing-masing sampel mengalami kenaikan sampel CPO 24 jam sebesar 0,5%, 4 hari sebesar 0,16% dan 6 hari sebesar 0,19% sedangkan Analisa kadar kotoran dan analisis kadar kotoran CPO, masing-masing sampel mengalami penurunan 24 jam sebesar 0,03%, 4 hari sebesar 0,03% dan 6 hari sebesar 0,04%.
Pemanfaatan Euchornia crassipes Sebagai Agen Fitoremediasi dalam Mengolah Air Limbah IPAL Margasari Balikpapan Basransyah; Umi Sholikah; Rahmi Yorika; Riza Hudayarizka; Arisandi
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.694

Abstract

Beberapa parameter air limbah domestik di IPAL Margasari Kota Balikpapan melebihi baku mutu, yaitu parameter amonia, Biological Oxygen Demand (BOD), dan Chemical oxygen Demand (COD). Salah satu opsi pengolahan secara biologi adalah menggunakan teknik fitoremediasi dengan menggunakan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes). Penambahan aerasi dapat membantu mempercepat proses penyerapan polutan yang ada pada air limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi penyisihan dan menganalisis pengaruh variasi massa eceng gondok dan penambahan aerasi terhadap penurunan kadar amonia, BOD, dan COD pada Inlet IPAL Margasari. Penelitian ini menggunakan reaktor sistem batch dengan variasi massa tanaman eceng gondok 500 gram, 750 gram dan 1000 gram. Pengamatan dilakukan secara time series pada hari ke 3, 6, dan 9. Hasil penelitian menunjukkan waktu efektif tanaman eceng gondok dalam penyisihan kadar amonia, BOD, dan COD adalah 3 hari. Pada parameter amonia perlakuan tanpa aerasi 500 gram memiliki efisiensi yang paling tinggi yaitu 99,66% dan untuk parameter BOD dan COD pada perlakuan kombinasi antara fitoremediasi dan aerasi dengan massa 1000 gram dan 750 gram memiliki efisiensi yang paling tinggi yaitu 96,42% dan 85,92% dalam menurunkan kadar BOD dan COD pada air limbah domestik. Air limbah di IPAL Margasari bersifat biodegradable dengan nilai rasio BOD/COD 0,39-0,42.
Predasi Predasi Ikan Cupang Jantan Varietas Serit (Crowntail betta) terhadap Larva Aedes aegypti pada Sore Hari Adrianto, Hebert; Ritunga, Imelda; Tabita Hasianna Silitonga, Hanna; Rytney Electra Sheyoputri; Amadeus Michel Goein; Gianina Angelia Santoso; Faza Budargo; Jonathan Loody Lukas; Martha Vinda Candra Juwono
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.700

Abstract

Pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti dengan menggunakan insektisida kimia telah menimbulkan permasalahan baru. Memelihara ikan predator adalah salah satu program Plus Pemerintah dan cara pengendalian secara biologi yang mudah diaplikasikan. Ikan Betta splendens varietas serit (Crowntail betta) merupakan salah satu ikan predator larva nyamuk. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan morfologi ikan B. splendens varietas serit (crowntail betta) dan 2) menganalisis waktu predasi ikan B. splendens varietas serit (Crowntail betta) terhadap larva Ae. aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental jenis pra-eksperimental dengan rancangan the oneshot case study (post test only design). Larva nyamuk Ae. aegypti sebanyak 25 individu dimasukkan ke akuarium berisi ikan B. splendens varietas serit (crowntail betta). Pengujian dimulai jam 15.00 WIB. Waktu selesai ketika ikan memangsa semua larva. Data predasi ikan menghabiskan 25 individu larva setiap waktu divisualisasikan ke bentuk grafik dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan ikan memiliki morfologi bentuk tubuh kurus memanjang. Ikan memiliki sirip punggung, sirip dada, sirip perut, dan sirip anal membentuk garis-garis panjang yang tidak menyatu. Ikan memiliki waktu predasi tercepat sebesar 2 menit 30 detik, waktu predasi terlama selama 4 menit, dan rerata predasi sebesar 3 menit 12 detik. Ikan B. splendens varietas serit (Crowntail betta) berpotensi sebagai ikan predator.  
Perbedaan Perbedaan Jenis Kelamin Ikan Lemon (Labidochromis caeruleus) dalam Memangsa Larva Nyamuk Aedes aegypti di Pagi Hari Adrianto, Hebert; Nafawangsa, Friska; Atika, Atika
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.701

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor primer penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ikan predator merupakan salah satu pengendalian vektor secara biologi untuk menurunkan populasi larva Ae. aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ikan lemon jantan dan betina (Labidochromis caeruleus) memangsa larva Ae. aegypti pada pagi hari (09:00 WIB). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental quasi dengan desain post test only design. Sampel penelitian adalah ikan lemon jantan dan betina. Satu akuarium berisi akuades dengan volume 3 L, satu ekor ikan, dan 25 individu larva Ae. aegypti. Replikasi sebanyak lima kali. Waktu ikan mulai memangsa sampai semua larva habis dimangsa oleh ikan diobservasi. Data waktu memangsa dianalisis di program SPSS 26 dengan uji Mann Whitney. Hasil menunjukkan bahwa L. caeruleus jantan dan betina mampu memangsa larva Ae. aegypti. Ikan lemon betina (L. caeruleus) lebih efektif memangsa semua larva dengan rerata waktu 1 menit 18 detik. Ikan lemon jantan (L. caeruleus) memerlukan rerata waktu 2 menit 12 detik untuk memangsa semua larva. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan waktu yang signifikan antara ikan jantan dan ikan betina. Ikan predator larva terbaik adalah ikan lemon betina.  
Identifying Indoor Air Quality: Ventilation in Healthcare Facilities Semarang Savanti, Fisa; Wibowo, Ardiyan Adhi; Pratiwi, Isna; Putra, Bambang Setyohadi Kuswarna
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.702

Abstract

A building requires good ventilation planning, especially for health facility buildings. Ventilation plays a role in supplying clean air and creating good indoor air quality. This study identifies the air change rate that improves indoor air quality in health facility buildings in tropical areas. Direct field measurements were conducted in this study and then analyzed based on the appropriate recommendation standards. The results of this study show that some variables still need to meet the recommendation standards in meeting the requirements of good air quality. This proves that ventilation has an essential role in air conditioning in the room, creating clean and healthy air. This research provides an overview that ventilation needs to be carefully designed to achieve good air quality, so it is expected to reduce contaminants in the air.
A Monitoring Kualitas Air Limbah PT XYZ: Indonesia Priyono, Catur Bagus; Achmad Chusnun Ni’am
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.703

Abstract

Industri susu merupakan suatu industri yang mengolah susu mentah menjadi susu sterilisasi yang dapat di konsumsi oleh semua kalangan usia. Industri susu erat kaitannya dengan dari limbah cair yang hasilkan, menurut PT XYZ limbah cair yang masuk kedalam Instalansi Pengolahan Limbah cair (IPAL) sebesar 3011 m3/bulan. Apabila limbah cair ini langsung disalurkan ke badan air dapat mencemari lingkungan yang terdampak, sehingga perlu dilakukan proses pengolahan dan monitoring limbah cair. Proses pengolahan limbah cair mengkombinasikan proses pengolahan secara fisik, kimia dan biologi. Memonitoring limbah cair merupakan salah satu cara mengetahui seberapa banyak kadar tercemarnya limbah cair tersebut, dengan menggunakan beberapa parameter limbah cair yang terdapat di dalam limbah cair. Proses monitoring ini dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah para pekerja untuk mengetahui parameter pada inlet dan outlet limbah cair pada sebuah industri. Metode yang digunakan dalam memonitoring limbah cair dilakukan di laboratorium IPAL dengan parameter pH, COD, TSS dan BOD. Pemilihan parameter BOD, COD, TSS, dan pH didasarkan pada Peraturan Gubernur Jatim No 72 Tahun 2013 untuk industri pengolahan susu dan es krim dilakukan analisis limbah cair secara berkala satu bulan sekali. Berdasarkan hasil Analisis setiap bulan pada saluran inlet, memiliki nilai BOD, COD, TSS dan pH yang tinggi namun setelah mengalami proses pengolahan secara fisik, kimia, dan biologi hasil outlet yang dikeluarkan telah memenuhi baku mutu sesuai dengan Pergub Jatim no 72 tahun 2013 untuk Industri Pengolahan Susu dan Es krim.
Dispersi Pencemaran Udara Dengan Parameter Sulfur Dioksida (SO2 ) Pada PLTGU Di PT PLN Nusantara Power UP GRESIK Fadlilah Qubro, Qonitah; Muhammad Abdus Salam Jawwad; Restu Hikmah Ayu Murti
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.705

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan salah satu kabupaten yang dikenal sebagai kota industri. Alasan mengapa Kabupaten Gresik disebut sebagai Kota Industri  adalah karena banyaknya industri yang ada di Kabupaten Gresik. Jumlah industri terbesar sebanyak industri terdapat di Kabupaten Gresik sebanyak 304 industri dan di Kabupaten Kebomas sebanyak 2.034 industri. Banyaknya jumlah industri di Kabupaten Gresik.  PT PLN Nusantara Power UP Gresik. PT PLN Nusantara Power UP Gresik merupakan salah satu Unit Pembangkit yang mempunyai impact dalam penyumbang emisi di wilayah Gresik.  Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui persebaran udara yang dihasilkan oleh proses produksi pada PLTGU di  PT PLN Nusantara Power UP di Gresik dalam memproduksi listrik dengan sistem combine cycle. Model simulasi menggunkan software AERMOD View dengan data meteorologi stasiun Sangkapura. Hasil menunjukkan bahwa industri PLTGU memberikan dampak emisi di area pemukiman yang berada di sisi barat, utara dan Selatan lokasi kegiatan, sebagaimana persebaran arah angin non dominan bergerak ke arah tersebut, Secara dominan persebaran konsentrasi terbesar ke arah timur sumber emisi sesuai dengan arah angin dominan. namun konsentrasi yang dihasilkan masih dibawah batas yang diijinkan pada baku mutu, yang tertera pada Lampiran VII PP No 22 Tahun 2021. Faktor yang mempengaruhi sebaran konsentrasi ini antara lain dari tinggi dan ukuran cerobong yang terpasang di PT PLN Nusantara Power UP Gresik.

Page 10 of 13 | Total Record : 129


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 02 (2025): Environmental Health and Sanitation Issues Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related Vol. 8 No. 2 (2024): Challenges and Opportunities Digital Health: Addresssing Climate Change, Public Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology Vol. 7 No. 2 (2023) Vol 7, No 1 (2023): Reviewing Environmental Qualities that Enhance the Human Health Quality Vol. 7 No. 1 (2023) Vol. 6 No. 2 (2022) Vol. 6 No. 1 (2022) Vol 6, No 1 (2022): "Environmental Health, Technology and Its Applications" Vol 5, No 2 (2021): Implementing the Quality of Environmental Health as a 2030 Sustainable Developme Vol. 5 No. 2 (2021): Implementing the Quality of Environmental Health as a 2030 Sustainable Developm Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 5, No 1 (2021): Public Health, Food and Environmental Sectors Supporting Global Health Quality Vol 4, No 2 (2020): Environmental measurement to asure the global health quality Vol. 4 No. 2 (2020): Environmental measurement to asure the global health quality Vol 4, No 1 (2020): Enhancing the quality of health and environment to reach the "Global Sustainable Vol. 4 No. 1 (2020): Enhancing the quality of health and environment to reach the "Global Sustainabl Vol. 3 No. 2 (2019): Environmental issue as a priority to assure global health quality Vol. 3 No. 1 (2019) Vol. 2 No. 2 (2018) Vol 2, No 1 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 1, No 1 (2017): Increasing Environment Health Quality as our First Step to Fight Climate Change More Issue