Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Jurnal Abdi bertujuan untuk memfasilitasi publikasi artikel yang disarikan dari hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Abdi ini membatasi pengabdian masyarakat yang berada dalam ruang lingkup bidang: Pembangunan manusia dibidang pendidikan dan Sosio-Humaniora, Pengentasan kemiskinan, Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Industri Kreatif.
Articles
507 Documents
Pelatihan Penggunaan Software GeoGebra Materi Dimensi Tiga bagi Siswa SMA Negeri 1 Megamendung
Maya Widyastiti;
Yusma Yanti;
Siti Nurhayati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v6i2.777
Pelajaran matematika akan menarik dan tidak membosankan jika kita menggunakan media pembelajaran. Salah satunya yaitu memakai komputer dengan software geogebra. Tujuan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan pelatihan penggunaan software geogebra pada materi dimensi tiga untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang menarik dan menyenangkan. Pelatihan ini dilakukan pada 15 November 2023 di SMA Negeri 1 Megamendung. Peserta pelatihan merupakan siswa kelas XII, meliputi kelas XII IPA 1 dan XII IPA 1 yang berjumlah 59 orang dan 1 orang guru matematika. Tahapan pelaksanaan dari kegiatan ini adalah persiapan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan mengikuti pelatihan GeoGebra, peserta sangat senang dan antusias dalam mengikuti pelatihan. Selain itu GeoGebra dinilai sangat bermanfaat dalam menyelesaikan materi dimensi tiga dengan persentase 88.6% atau dengan kategori sangat baik. Selain itu, GeoGebra dapat meningkatkan ketertarikan siswa dalam mempelajari matematika dengan nilai 89.7% atau dengan kategori sangat baik, dan kemudahan penggunaan modul pelatihan memperoleh hasil sebesar 87.3% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Rata-rata perolehan nilai penggunaan GeoGebra memperoleh hasil 88.53% dan termasuk dalam kategori sangat baik
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Permen Jelly Berbahan Baku Gelatin Tulang Ikan
Junianto Junianto;
Kiki Haetami;
Ine Maulina
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v6i2.778
Pemberdayaan masyarakat terutama pada ibu PPK sangat penting untuk dilakukan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu PKK Desa Cileles Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dalam pembuatan permen jelly dengan bahan tambahan gelatin tulang ikan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang terdiri dari tahap kegiatan yaitu sosialisi, ceramah, demplot dan workshop. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Mei sampai dengan Oktober 2023. Kegiatan cermah, denplot dan workshop pembuatan permen jelly bertembat di Balai pertemuan kolam Ciparanje,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran-kampus Jatinangor. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan ketrampilan peserta pelatihan yang berasal dari ibu-ibu posyandu Desa Cileles dalam pembuatan permen jelly berbahan baku gelatin tulang ikan telah terjadi peningkatan. Rata-rata peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapatkan pemberian materi mencapai lebih dari 50%. Permen jelly yang telah dibuat oleh peserta pelatihan secara organoleptik disukai. Rencana kegiatan PKM berikutnya adalah edukasi tentang pengemasan produk permen jelly.
Penerapan SITABE (Simulasi Tanggap Bencana) Gempa dan Tsunami pada Siswa SMA
Zolla Amely Ilda;
Indri Ramadini;
Efitra Efitra
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v5i4.781
Anak merupakan kelompok yang paling rentan dalam situasi bencana. Anak yang memasuki usia remaja menjalani pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan salah satu kelompok resiko tinggi. Mobilitas siswa SMA yang tinggi diluar rumah membuat siswa beresiko mengalami dampak bencana. Bencana dapat menyebabkan korban jiwa, dampak fisik, psikologis, kerusakan lingkungan, dan kerugian harta benda. Pendidikan siaga bencana di sekolah melalui program siaga bencana di sekolah sangat penting untuk mempersiapkan anak dalam melakukan mitigasi dan pengurangan resiko bencana. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di sekolah melalui Simulasi Tanggap Bencana (SITABE) Gempa dan Tsunami di SMA di Kota Padang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan November 2023. Mitra kegiatan ini melibatkan BPBD Kota Padang dan tiga SMA di Kota Padang. Metode kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan pada siswa siswi berjumlah 36 orang menggunakan ceramah, tanya jawab, dan simulasi mitigasi bencana. Evaluasi kegiatan digunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melakukan uji statistik terhadap capaian nilai pre dan post test dengan uji t untuk data berpasangan (paired t test). Ada perbedaan rerata nilai pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi yaitu 77,79 dan sesudahnya yaitu 81,76. Nilai korelasi adalah 0,628 menunjukan bahwa antara nilai pre dan post memiliki hubungan (korelasi) yang cukup kuat dengan p-value = 0,003 artinya hubungan kedua nilai tersebut bermakna secara statistik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi pada peserta dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang bencana. Kegiatan edukasi ini berjalan lancar dan peserta antusias mengikuti kegiatan. Diharapkan pihak sekolah terus melakukan kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana secara continue untuk memastikan semua warga sekolah memahami kesiapsiagaan bencana dan dapat mengurangi resiko serta terbentuknya tim dan program kerja tim siaga bencana di sekolah.
Penguatan Kelembagaan BUMDES dengan Penerapan Prinsip Good Corporate Governance di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari
Yudi Yudi;
Mar Atun Saadah;
Try Syeftiani;
Bintang Joice Pakpahan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v6i2.787
Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Pemerintah Desa Tebing Tinggi khususnya pada pengelola BUMDes mengenai penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) pada BUMDes. Saat ini prinsip GCG mulai diterapkan pada BUMDes untuk mewujudkan kelembagaan yang akuntabel, transparan dan responsive. Namun sayangnya belum semua BUMDes di Indonesia yang menerapkan prinsip GCG dalam implementasinya. Seperti halnya BUMDes di Desa Tebing Tinggi Desa Tebing Tinggi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Desa Tebing Tinggi pada saat survey pendahuluan pada tanggal 28 Februari 2023, masalah utama yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan BUMDes di Desa Tebing Tinggi yaitu : 1) Belum adanya mekanisme pelaporan yang jelas dalam pengelolaan Dana BUMDes ; 2) Belum adanya penyusunan rencana kerja untuk penggunaan Dana BUMDes yang jelas dan tepat sasaran ; 3) Minimnya Pengetahuan Pengelola BUMDes terkait tujuan, Fungsi dan peran tiap anggota BUMDes ; 4) Lemahnya orientasi pengelola BUMDes terhadap indentifikasi permasalahan dan Pemanfatan ekonomi Potensi yang ada di Desa ; 5) Minimnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan BUMDes. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan untuk menguatkan tata kelola kelembagaan Badan Usaha Milik Desa agar memiliki perencanaan dan pengelolaan dana yang lebih sistematis, terstruktur, berbasis potensi dan inklusif sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat desa.
Pelatihan Praktis Model Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Meningkatkan Keterampilan Pedagogik Guru IPS
Didin Saripudin;
Neiny Ratmaningsih;
Dian Noor Anggraini
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v6i2.788
Realita di lapangan menunjukkan bahwa pada umumnya guru masih memiliki kesulitan dalam mengembangkan kompetensi pedagogik, diantaranya dalam memahami kebutuhan kesiapan, minat belajar dan profil belajar peserta didik. Menurunnya nilai kompetensi pedagogik di Kabupaten Subang menjadikan prioritas utama bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme guru melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. Kendala ini disebabkan diantaranya karena kurangnya pendidikan dan pelatihan yang efektif untuk pengembangan profesionalisme guru. Untuk itu, kami mengadakan pelatihan bagaimana mengintegrasikan pembelajaran IPS dengan pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Pengabdian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pedagogik guru IPS. Khalayak yang menjadi sasaran pelatihan keterampilan literasi digital melalui pembelajaran IPS bagi guru SMP adalah para guru IPS di Kabupaten Subang dengan target peserta berjumlah 92 orang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa: Tahapam penyelenggaraan pelatihan ada tiga hal yang dilakukan oleh Tim Pengabdian dan Panitia Penyelenggara, yaitu Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan Pelatihan, dan Tahap Evaluasi Kegiatan. Program pelatihan ini mampu meningkatkan keterampilan pedagogik guru yang ditunjukkan dengan beberapa indikator yang di antaranya : mampu memahami karakteristik peserta didik, merencanakan pembelajaran, menyelenggarakan pembelajaran, menyelenggarakan penilaian, dan memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik.
Pemanfaatan Batas Nagari dan Potensi Daerah Berbasis WebGIS di Nagari Panampuang Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam
Ernawati Ernawati;
Arie Yulfa;
Rizki Syafril;
Sri Ayu Novriawati;
Farhan Mursyid;
Rahmat Rafif;
Marta Poli Zulva;
Alfin Oktary
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v6i2.793
Peraturan Daerah Kabupaten Agam nomor 12 Tahun 2007 mendefinisikan Nagari sebagai kesatuan masyarakat hukum adat dengan batas wilayah tertentu berdasarkan adat istiadat Minangkabau dan/atau asal usul Nagari. Batas Nagari menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 45 tahun 2016 adalah pembatas wilayah administrasi pemerintahan antar desa yang merupakan rangkaian titik-titik koordinat yang berada pada permukaan bumi dapat berupa tanda-tanda alam seperti igir/punggung gunung/pengunungan (watershed), median sungai dan/atau unsur buatan dilapangan yang dituangkan dalam bentuk peta. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yakni FGD, kartometrik, pengukuran lapangan dan pembuatan peta, yang bertujuan menciptakan tertib administrasi dan kepastian hukum. Hasil penelitian menunjukan Nagari Panampuang memiliki 6 segmen batas yang berbatasan dengan 3 kecamatan: Ampek Angkek, Baso dan Canduang, dengan 176 titik kartometrik dan 2 pilar batas utama.
Pemberdayaan Pelaku UMKM Melalui Pendampingan Penentuan Harga Pokok Harga Jual Produk dan Pemasaran Digital
Hasan Mukhibad;
Prabowo Yudo Jayanto;
Indah Anisykurlillah;
Risanda Alirastra Budiantoro;
Fitrarena Widhi Rizkyana
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v6i2.797
Permasalahan yang dihadapi oleh Pusat Belanja Sahabat Lingkungan Kalisalak (Pujasalika) adalah kurangnya pengetahuan dari proses pencatatan keuangan dan minimnya pengetahuan dan kemampaun dalam pemasaran digital. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan skill bagi pelaku usaha UMKM dalam melakukan pencatatan atas transaksi usahanya, khususnya dalam mengidentifikasi biaya produksi dan perhitungannya. Selain itu, pengabdian ini dilakukan untuk memberikan kemampuan mitra dalam melakukan digital marketing melalui berbagai platform e-commerce. Karena luasnya kegiatan ini, maka untuk mengefektifkan tujuan pengabdian, pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan pelatihan dan pendampingan. Metode pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan pendekatan ceramah, dan studi kasus. Evaluasi kegiatan pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada semua peserta sebelum dan setelah kegiatan (pre- dan post-test). Hasil penilaian pre-test dan post-test menghasilkan nilai rata-rata yang mengarah pada peningkatan pemahaman pelaku UMKM atas materi pelatihan. Selain itu, hasil uji paired-t-test menghasilkan signifikansi 0.000 dan mengindikasikan bahwa pelatihan telah dilaksanakan secara efektif dalam meningkatkan pemahaman dan skill pelaku UMKM dalam mengidentifikasi biaya produksi, penentuan harga pokok produksi, penentuan harga jual serta digital marketing
Optimalisasi Proses Produksi Rengginang Ketika Musim Hujan di UMKM Kertasemaya Indramayu
Muhamad Ghozali;
Delffika Canra;
Suliono Suliono;
Muhammad Luthfi;
Benny Julio Purnomo;
Rizky Ramadhani
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v6i2.800
Rengginang merupakan makanan ringan yang terbuat dari ketan. Proses pembuatan rengginang dari adonan, pengeringan sampai penggorengan merupakan proses yang harus dilakukan oleh pengusaha rengginang. Pada proses pengeringan terdapat resiko untuk terhambatnya proses produksi rengginang, yaitu ketika mesin hujan atau mendung. Pada kondisi ini diperlukan alat pengering untuk pengganti proses pengeringan rengginang yang menggunakan panas matahari. Alat pengering yang dibuat mempunyai dimensi 60x120x200 cm yang mampu mengeringkan rengginang dengan jumlah 1440 buah dengan ukuran 7 cm. Bahan baku ketan yang dapat dikeringkan pada mesin pengering ini 15 kg ketan. Dari hasil pengujian didapatkan suhu ideal pada proses pengeringan adalah 70 OC dengan waktu pengeringan 5 jam jika dibandingan dengan panas matahari maka dengan alat pengering ini relatif lebih cepat proses pengeringannya. Hasil penggorengan dengan alat pengering rengginang ini sama dengan pengeringan dengan proses pengeringan dengan panas matahari
Pemberdayaan Ibu dan Masyarakat Melalui Pelatihan Konselor ASI Sebagai Upaya Pencegahan Stunting
Yosi Sefrina;
Hasrah Murni;
Rosa Mesalina
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v6i1.815
Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan kronis yang disebabkan oleh asupan gizi dan penyakit infeksi. Stunting menjadi permasalahan global dan nasional, di Indonesia prevalensi stunting 21.6% pada tahun 2022. Determinan penting stunting adalah tidak ASI eksklusif yang disebabkan oleh terbatasnya tenaga konselor ASI dan belum maksimalnya edukasi, sosialisasi, advokasi, dan kampanye tentang ASI. Solusi permasalahan adalah penyelenggaraan pelatihan konselor ASI dengan tujuan terjadinya alih pengetahuan dan keterampilan sehingga berdampak pada pencegahan stunting. Metode PkM adalah kerjasama lintas sektoral dengan puskesmas dan poskeskel menyelenggarakan pelatihan konselor ASI yang diikuti oleh bidan dan kader berjumlah 19 orang. Pengumpulan data primer dengan instrumen kuesioner dan lembar observasi. Data diolah dengan analisis univariat pada variabel pengetahuan dan analisis teks pada variabel keterampilan. Hasil analisis 84.2% peserta berpengetahuan rendah sebelum pelatihan dan 94.7% peserta berpengetahuan tinggi sesudah pelatihan. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang materi pelatihan konselor ASI sebesar 37.7%. Sebagian besar peserta dapat melakukan praktik dengan baik.
Literasi Digital Pelajar Sebagai Pemilih Pemula Menjelang Pemilihan Umum 2024 di SMAN 11 Samarinda
Kheyene Molekandella Boer;
Hairunisa Hairunisa;
Naufal Al Hadad
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v6i1.820
Generasi Z memiliki peran penting dalam pemilihan umum tahun 2024. Sebagai pemilih pemula generasi Z diharapkan dapat kritis menyaring beragam informasi politik di media social. Pendidikan literasi sebagai modal awal para generasi untuk membuat keputusan pilihan politiknya di pemilihan umum 2024. Kegiatan yang mengangkat tema sekolah nasional, “apakah suara pemuda didengar?”. Ini telah menjadi isu penting bagi dunia politik Indonesia. Menargetkan 101 siswa aktif kelas 2 sekolah menengah atas, Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) bekerjasama dengan dosen-dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman dan beberapa fasilitator untuk menjadi pemateri tentang hoax. Kegiatan ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) kemudia dibagi menjadi 7 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 14 siswa dan didampingi oleh 1 fasilitator. Fasilitator berperan sebagai pendamping kelompok akan memberikan materi terkait urgensi hoax dan memantik diskusi seputar pengalaman menyikapi berita-berita politik oleh para siswa. Fasilitator akan memperkenalkan beberapa tools yang dapat digunakan untuk melakukan pengecekan berita hoax sehingga para siswa dapat mempraktekan secara langsung, salah satunya menggunakan aplikasi Mafindo yaitu Hoax Buster Alat (HBT).