cover
Contact Name
Arif Zainudin
Contact Email
zainudin.ups@gmail.com
Phone
+6287730994000
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Halmahera Km. 1 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Sasando : Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya
ISSN : -     EISSN : 26158515     DOI : https://doi.org/10.24905/sasando
Core Subject : Education,
Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal kemudian dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Pancasakti Tegal. Jurnal ini memuat ragam artikel ilmiah yang berkaitan dengan penelitian di bidang Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya. Ruang lingkup Pendidikan Bahasa Indonesia mencakup Kajian Bahasa, Kajian Sastra, dan Pengajaran Bahasa Indonesia. Cakupan topik dalam jurnal secara spesifik dapat meliputi Penerapan Pembelajaran Bahasa Indonesia, Pengembangan Bahasa Indonesia, Pembuatan Bahan Ajar Bahasa Indonesia, Teknologi dan Media Bahasa Indonesia, Evaluasi Program dan Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Articles 187 Documents
PENGARUH METODE SCAFFOLDING DAN INKUIRI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS RESENSI SISWA KELAS XI SMAN 1 PABUARAN Abdillah, Ulya; Tatu Hilaliyah; Sundawati Tisnasari
Sasando Vol 7 No 1 (2024): SASANDO APRIL 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v7i1.276

Abstract

Tujuan penelitian untuk menemukan perbandingan antara hasil belajar menggunakan metode pembelajaran scaffolding dan inkuiri. Hipotesis penelitian, yaitu ada perbedaan (Ha) dan tidak ada perbedaan (Ho) pada hasil belajar siswa SMAN 1 Pabuaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel diambil dengan metode random sampling. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ha diterima, sehingga disimpulkan adanya perbedaan antara hasil belajar menggunakan metode scaffolding dan metode inkuiri pada siswa.
Pengaruh Budaya dan Bahasa dalam Komunikasi Menuju Pembentukan Karakter Siswa SMA: PENGARUH BUDAYA DAN BAHASA DALAM KOMUNIKASI MENUJU PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SMA Sutikno; Dwi Atmoko
Sasando Vol 7 No 2 (2024): SASANDO OKTOBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v7i2.277

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan serta kemampuan praktik berkomunikasi melalui pengaruh Budaya dan Bahasa menuju pembentukan karakter siswa SMA Negeri 1 Wanasari Kabupaten Brebes dengan desain Control group pretest dan postest design. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Wanasari Brebes. Populasi penelitian sebanyak 6 kelas dengan jumlah siswa 216 orang. Sampel penelitian diambil sebanyak 2 kelas dengan teknik kluster random sampling. Data diperoleh dengan test yang terdiri dari pre-test dan pos-test. Analisis data menggunakan rumus uji t. Berdasarkan hasil analis dan pembahasan penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik komunikasi pada akhir pembelajaran data siswa yang diperoleh melalui test praktik komunikasi dengan adanya pengaruh budaya dan bahasa menunjukkan rerata kelas eksperimen hasilnya lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Secara otomatis dengan pengaruh budaya yang baik, santun dan efektif akan mampu membentuk karakter pada siswa dalam kehidupan di sekolah maupun di kehidupan masyarakat.
Kritik Sosial pada Buku Puisi Apakah Negara? Karya Toto ST Radik Widam Anugrah; Ediwarman; Firman Hadiansyah
Sasando Vol 7 No 1 (2024): SASANDO APRIL 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kritik sosial yang terdapat pada buku puisi Apakah Negara? Karya Toto ST Radik. Kritik sosial tersebut dikaji menggunakan pendekatan sosiologi sastra kemudian dengan teori solaiman kritik sosial tersebut dibagi lagi jadi beberapa masalah sosial, yaitu masalah politik, masalah moral, masalah agama, dan masalah kemanusiaan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini yaitu terdapat 26 puisi yang teridentifikasi sesuai dengan kriteria pemeilihan data yang telah ditentukan, dari 26 data tersebut terdapat 18 puisi yang mengandung kritik sosial masalah politik, 4 puisi mengandung kritik sosial masalah moral, 2 puisi mengandung kritik sosial masalah agama, dan 2 puisi mengandung kritik sosial masalah kemanusiaan.”
RESISTANSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PEMBENTUKAN NAMA-NAMA BADAN USAHA DI KOTA TEGAL: RESISTANSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PEMBENTUKAN NAMA-NAMA BADAN USAHA DI KOTA TEGAL Riyanto, Agus; Sutji Muljani
Sasando Vol 7 No 2 (2024): SASANDO OKTOBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v7i2.282

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahu pemertahanan bahasa Indonesai dalam penamaan badan usah di Kota Tegal. Secara umum pemertahanan bahasa dapat didefinisikan sebagai keputusan untuk tetap melanjutkan atau pengunaan bahasa secara kolektif oleh sebuah komunitas yang telah menggunakan bahasa tersebut sebelumnya (Fasold, dalam Bromono 2014). Lebih lanjut, masih menurut Fasold juga menyatakan bahwa pemertahanan bahasa ini merupakan salah satu bentuk kebalikan atau sisi yang berlainan dari pergeseran bahasa, hal ini dapat berbentuk di mana sebuah komunitas memutuskan untuk mengganti suatu bahasa yang telah digunakannya atau memilih bahasa lain sebagai ganti bahasa yang telah digunakannya. Sumarsono dan Partana (dalam Bramono, 2014) mengungkapkan bahwa dalam pemertahanan bahasa suatu komunitas secara kolektif menentukan untuk melanjutkan memakai bahasa yang sudah biasa dipakai. Nama adalah identitas bagi benda ataupun objek yang dinamai. Setiap orang akan selalu mengusung dan menggunakan makna dalam penamaan apa saja, termasuk dalam penamaan suatu badan usaha. Saat ini penggunaan bahasa asing yaitu, misalnya bahasa Inggris dalam penamaan badan usaha semakin meningkat pesat. Hal ini berimbas pada eksistensi penggunaan bahasa Indonesia dalam penamaan badan usaha. Meski demikian, masih banyak badan-badan usaha yang tetap melestarikan penggunaan bahasa Indonesia. Penggunaan nama badan usaha berbahasa daerah dengan bercitarasa kekinian merupakan salah satu cultural identity yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemeliharaan bahasa daerah dan bahasa Indonesia.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATERI MAJAS METAFORA DAN SIMILE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA SISWA SMP NEGERI 2 BODEH Dessy Fatmala Harliani; Nazla Maharani Umaya
Sasando Vol 8 No 1 (2025): SASANDO APRIL 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada materi majas metafora dan simile di kelas IX C SMP Negeri 2 Bodeh, dengan tujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa. Dalam konteks pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, tantangan yang dihadapi oleh guru adalah menciptakan suasana belajar yang menarik dan dapat mengakomodasi kebutuhan beragam siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method, yang mencakup pendekatan kuantitatif untuk mengukur perubahan minat belajar siswa melalui angket serta pendekatan kualitatif untuk menganalisis interaksi dan umpan balik siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam minat belajar siswa, dengan skor rata-rata sebelum penerapan adalah 65 dan setelah penerapan mencapai 85. Observasi kualitatif juga mengungkapkan bahwa siswa menjadi lebih aktif dan terlibat dalam pembelajaran, menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi terhadap materi yang diajarkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap majas metafora dan simile, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan menarik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam pendidikan bahasa dan sastra, dan mendorong pendidik untuk mempertimbangkan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan siswa. Kata kunci: pembelajaran berdiferensiasi, majas metafora, majas simile, minat belajar, pendidikan bahasa dan sastra Indonesia
TRANSFORMASI PANTUN DI ERA TEKNOLOGI PERAN DAN MANFAAT AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) Fitri Norma Akumala; Fina Rizki Lazari; Ira Sofianti
Sasando Vol 8 No 1 (2025): SASANDO APRIL 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi pantun melalui implementasi kecerdasan buatan (AI) dalam konteks perkembangan teknologi digital. Studi dilakukan melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis komparatif. Kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan yang secara langsung di berbagai bidang manapun, termasuk sastra. Salah satu bentuk karya sastra yang telah dapat manfaat dari pada perkembangan AI ialah pantun, dengan bantuan AI pembuatan pantun dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Proses pembuatan pantun secara manual memerlukan pemahaman yang mendalam tentang aturan-aturan yang berlaku dalam pembuatan pantun, terutama pada pantun klasik. Pantun klasik terikat dengan aturan-aturan seperti 4 baris dalam satu bait, setiap satu baris memiliki 8-12 suku kata dan bersajak a-b-a-b. Baris pertama dan kedua berupa sampiran,sedangkan baris ketiga dan keempat berisi isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi signifikan dalam menghasilkan, menganalisis, dan mengembangkan pantun dengan mempertahankan struktur tradisional sambil membuka ruang kreativitas baru. Temuan mengindikasikan bahwa teknologi AI dapat menjadi instrumen penting dalam pelestarian dan inovasi sastra tradisional, tanpa menghilangkan esensi budaya asli.
PEMAKAIAN GAYA BAHASA DALAM CHANNEL YOUTUBE TEKOTOK Syamsul Anwar; Risna Dewi Anin; Alyssa Diska; Fara Afrida; Aema Nurdiana; Dwiky Berliandi; Dwi Regina
Sasando Vol 7 No 2 (2024): SASANDO OKTOBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v7i2.292

Abstract

Bahasa ditujukan untuk alat komunikasi yang disesuaikan dengan tujuan masing-masing penutur. Gaya bahasa menurut Guntur Tarigan membagi menjadi empat gaya bahasa yaitu perbandingan, pertautan, pertentangan, serta perulangan. Konten animasi tekotok mendapatkan beberapa subscriber lebih dari 6,15 Juta, animasi yang dibuat ditujukan untuk mengkritik yang dikemas dengan hiburan. Animasi tekotok berisikan video yang sangat ringkas, penuh akan kosakata serta kreativitasnya sebagai pencipta animasi yang unik. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif memaparkan sebagai isi analisis yang mengarah penelitian melalui penjabaran secara rinci secara verbal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menyimak, dikembangkan dengan menyimak lalu menulis ataupun mencatat data-data yang ada. Sumber data yang dikumpulkan berupa konten-konten Tekotok dari tahun 2023-2024, pada gaya bahasa perbandingan terdapat 2 data dengan 2 konten Tekotok, pertautan terdapat 1 data 1 konten Tekotok , pertentangan 5 data dan 4 konten. Dengan demikian, kesimpulan penggunaan gaya bahasa sangat bervariasi. Penggunaan gaya bahasa tersebutlah mampu memperkaya kreativitas seorang konten kreator untuk mengasah skillnya baik lisan maupun tulisan.
PERAN POJOK LITERASI DI SMA NEGERI 3 BREBES DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA Afsun Aulia Nirmala; Ibda Binafsih; Tia Rizqi Aryani; Ukhtia Biki Inayah; Lhuhur Azy Pangestu; Ferdian Syah
Sasando Vol 8 No 1 (2025): SASANDO APRIL 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pojok literasi di SMA Negeri 3 Brebes merupakan salah satu inisiatif strategis yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan peran pojok literasi di SMA Negeri 3 Brebes dalam meningkatkan minat baca siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pojok literasi memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan minat baca siswa. Sebanyak 54,4% dari 44 responden menyatakan bahwa mereka merasa lebih tertarik membaca sejak adanya pojok literasi di sekolah. Namun demikian, terdapat kendala yaitu kurangnya variasi buku. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan koleksi dan kegiatan literasi yang aktif agar pojok literasi dapat terus berfungsi secara optimal.
NILAI-NILAI KEHIDUPAN DALAM CERITA ANAK TENTANG KISAH MENAKJUBKAN BINATANG DALAM AL-QUR'AN Zahro, Fathimah; Aida Azizah
Sasando Vol 8 No 2 (2025): SASANDO OKTOBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan sangat penting bagi anak dalam usia perkembangannya. Sastra anak hadir sebagai salah satu sarana mendidik anak yang tidak terkesan menggurui. Sastra anak menyuguhkan pengetahuan dan pengalaman yang luas bagi anak sekaligus memberikan hiburan karena diciptakan dengan memperhatikan nilai keindahan dan bahasa yang ringan. Sastra anak juga memiliki muatan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat bagi anak-anak maupun orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kehidupan dengan difokuskan pada nilai personal yang termuat dalam buku sastra anak yang berjudul Kisah Menakjubkan Binatang dalam Al-Qur'an. Dengan memanfaatkan teori nilai personal yang dikemukakan oleh Burhan Nurgiyantoro yakni terdiri dari perkembangan emosional, perkembangan intelektual, perkembangan imajinasi, pertumbuhan rasa sosial, pertumbuhan rasa etis dan religius. Metode penelitian kualitatif deskriptif dimanfaatkan dalam metode penelitian ini. Teknik analisis data kualitatif dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa buku cerita yang dianalisis memiliki muatan nilai kehidupan yang berupa nilai personal. Sehingga buku Kisah Menakjubkan Binatang dalam Al-Qur'an sangat tepat untuk diajarkan pada anak-anak sebagai upaya membentuk kepribadian anak yang positif. Nilai kehidupan ini juga berkontribusi dalam upaya melahirkan generasi yang berakhlakul karimah.
Kode Tuturan dalam Kegiatan Pembelajaran di Sekolah Tri Handoyo, Teguh; Asropah; Septiana, Ika
Sasando Vol 8 No 2 (2025): SASANDO OKTOBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe the forms of speech code used in learning activities at school. The type of this research was qualitative research. The data consisted of utterances, and the data sources came from speakers in the school environment. The population in this study was the speakers within the environment of SMP Negeri 1 Jatinegara. The samples were teachers, students, and school members. The data collection technique used the observation method. A derivative of the observation method was done through tapping. The form of tapping was the free involvement observation method. The instruments used were observation, note-taking, and recording. The data analysis technique involved data collection, data reduction, and conclusion drawing. The results of the study showed that the form of code-switching included switching from Indonesian to Javanese and from Javanese to Indonesian. Meanwhile, the form of code-mixing involved mixing the codes of Indonesian and Javanese languages. The single-language variation showed a consultative register in Indonesian, while the ngoko and bebasan registers were used in Indonesian.