cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Ketangga Desa Kateng Kecamatan Praya Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
jurnal ilmiah hospitality
ISSN : 20884834     EISSN : 26855534     DOI : 10.47492
Jurnal Ilmiah Hospitality dikelola oleh Pusat kajian Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram (STP Mataram) Nama terbitan : Jurnal Ilmiah Hospitality Sinopsis : Jurnal Ilmiah Hospitality, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Umum yang diterbitkan secara berkala 6 bulanan. Mulai Open Jurnal System (OJS) Vol.8 No.1 Juni 2019 Pengelola : Drs. I Made Suyasa, M.Hum Kontak : Lalu Masyhudi, M.Si (Wa: 087864008292) Jl. Panji Tilar Negara No.99 X Tanjung Karang, Ampenan MATARAM 83115, Lombok, NTB Penerbit : Pusat Kajian Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Frekwensi terbitan : 6 bulanan Nomor ISSN : 2088-4834 (Media Cetak) 2685-5534 (Media Online
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 333 Documents
ANALISIS JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU BIDANG PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN BIDANG PAMONG KEWILAYAHAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI Zamhasari Zamhasari; Santi Octavia; M. Fajar Anugerah; Tengku Fahrul Gafar; Suryaningsih Suryaningsih
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2473

Abstract

Reformasi birokrasi merupakan bagian dari program prioritas kerja Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2019 – 2024. Percepatan Pembentukan beberapa Jabatan Fungsional Lingkup Direktorat Jenderal Bina Adminstrasi Kewilayahan perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan merekomendasikan tata kelola Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) bidang Pembinaan Administrasi dan bidang Pamong Kewilayahan serta penjabaran tugas jabatan dan uraian kegiatan serta hasil kerja JFT tersebut guna pencapaian target komponen pekerjaan pada lingkup Direktorat Jenderal Bina Adminstrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk memahami fenomena dan menganalisa Jabatan Fungsional bidang Pembinaan Administrasi dan bidang Pamong Kewilayahan. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa Jabatan Fungsional Tertentu bidang Pembinaan Administrasi merupakan jabatan keahlian dan/ atau keterampilan di bidang penyelenggaraan wilayah secara administratif dan fungsional, dengan cakupan tugas yang terpadu, saling terkait dan merepresentasikan pelaksanaan tugas serta fungsi Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan yang dibina oleh Kementerian Dalam Negeri; Jabatan Fungsional Tertentu bidang Pamong Kewilayahan merupakan jabatan keahlian dan/ atau keterampilan di bidang pengelolaan wilayah, meliputi Penataan Wilayah, Kelembagaan Wilayah, Pengembangan Wilayah dan Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Wilayah; Terkait tugas jabatan dan uraian kegiatan serta hasil kerja JFT guna pencapaian target komponen pekerjaan pada lingkup Direktorat Jenderal Bina Adminstrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri dilakukan melalui beberapa tahapan, salah satunya dengan merevisi Naskah akademik mencakup hal terkait: Klasifikasi Jabatan; Jenjang Jabatan; Tugas Jabatan dan Kedudukan Jabatan; Uraian Kegiatan dan Hasil Kerja Kegiatan; Standar Kompetensi; Pelatihan dan Uji Kompetensi; Formasi Jabatan Fungsional Bidang Pembinaaan Administrasi dan Bidang Pamong Kewilayahan
URGENSI PEMBENTUKAN JABATAN FUNGSIONAL KEWILAYAHAN DALAM SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA T. Fahrul Gafar; Santi Octavia; M. Fajar Anugerah; Zamhasari Zamhasari; Mendra Wijaya; Suryaningsih Suryaningsih
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tata Kelola Jabatan Fungsional Pamong Kewilayahan dan Jabatan Fungsional Pamong Kecamatan dari perspektif regulasi serta urgensi terhadap pentingnya pengintegrasian Jabatan Fungsional tersebut dari sisi filosofis, sosiologis dan yuridis. Perlunya penyederhanaan birokrasi dapat dilakukan melalui penyederhanaan struktur organisasi, penyetaraan jabatan dan penyesuaian sistem kerja. Guna mewujudkan birokrasi yang dinamis, lincah, dan profesional, diperlukan mekanisme kerja antara Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan Administrasi dan Jabatan Fungsional di lingkungan instansi pemerintahan. Disisi lain, tugas dan fungsi Pemerintah Kecamatan bukan saja sebagai pengampu terhadap beberapa kewenangan Kabupaten/Kota; melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemeritahan di tingkat desa; namun juga besarnya tuntutan masyarakat terhadap perbaikan kualitas pelayanan publik, sehingga Pemerintah Kecamatan harus siap dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualifikasi, ahli dan terampil yang dapat dipenuhi melalui pembentukan Jabatan Fungsional Tertentu. Hasil peneltian menunjukkan bahwa, berdasarkan regulasi yang ada serta tinjauan dari sisi filosofis, sosiologis dan yuridis yang menjadi dasar secara akademis dan praktis, maka perlu dan penting untuk membentuk Jabatan Fungsional Kewilayahan (JFK) sebagai hasil dari pengintegrasian Jabatan Fungsional Pamong Kewilayahan dan Jabatan Fungsional Pamong Kecamatan, sehingga Jabatan Fungsional Kewilayahan (JFK) tidak hanya bertugas dan berfungsi dalam pengelolaan wilayah, namun juga sebagai pendukung optimalisasi kinerja organisasi Pemerintah Kecamatan.
RELASI PILAR KULTURAL-KOGNITIF BERBASIS MULTI-AKTOR DALAM PEMBENTUKAN KELEMBAGAAN PERANGKAT DAERAH (Studi Pembentukan Perangkat Daerah Daerah Kota Palopo) Harsya Harun; Andi Meriam; Muhamad Chairul Basrun Umanailo
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2475

Abstract

Kajian penelitian ini menempatkan keseimbangan kultur dan interpretasi dalam pengambilan keputusan pada pembentukan kelembagaan perangkat daerah melalui keterlibatan multi aktor. Ketidakseimbangan peran dan kapasitas serta dominasi para aktor struktural pemerintahan daerah secara inklusif akan membawa pendulum kultural-kognitif ke orientasi yang formalistis dan birokratis serta sarat dengan kepentingan. Pengabaian peran aktor-aktor yang berasal dari masyarakat berimplikasi pada minimnya daya dukung kultural yang integratif terhadap dimensi normatif dan regulatif yang rentan dengan gagasan dan interpretasi berbasis kepentingan aktor dominan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berbasis kualitatif dengan mengeksplorasi fenomena minimnya peran individu dan masyarakat dalam pembentukan perangkat daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan dominannya peran aktor yang ada dalam struktur penyelenggara pemerintahan akan menghasilkan keputusan yang berorientasi pada pola budaya birokrasi dan gagasan yang pada gilirannya mengekploitasi pemaknaan terhadap norma dan regulasi. Norma dan regulasi yang dibentuk untuk mengarahkan tindakan dan perilaku dalam pembentukan perangkat daerah, yang pada akhirnya menjadi norma dan regulasi yang dapat dimodifikasi dan mengikuti kepentingan aktor dominan dan kultur birokratis dalam pengambilan keputusan.
ANALISIS FAKTOR RESIKO PERSONAL HYGIENE DAN RIWAYAT KONTAK DENGAN KEJADIAN KUSTA DI KABUPATEN KOLAKA Amiruddin Eso; Yelsi Beatrice Patandianan; Laode Kardin; Ela Martisa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2479

Abstract

dan penularan penyakit kusta dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya personal hygiene, intensitas kontak dengan penyakit kusta, riwayat kontak dan lama kontak dengan penderita kusta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis personal hygiene dan riwayat kontak sebagai faktor risiko kejadian kusta di Kabupaten Kolaka. Rancangan penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian menggunakan case control. Populasi penelitian adalah seluruh pasien kusta yang sedang berobat dan pasien yang telah dinyatakan sembuh. Sampel diperoleh dengan teknik total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Odds Ratio dan Uji X2 dan dianggap bermakna jika nilai p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32/56 (57,1%) memiliki personal hygiene yang berisiko dengan nilai p 0,001, OR = 4,00, LL-UL (1,791-8,935). Riwayat kontak dengan penderita kusta berisiko sebanyak 41/56 (73,2%) dengan nilai p 0,00, OR = 6,27, LL-UL (2,759-14,254). Dapat disimpulkan bahwa personal hygiene dan riwayat kontak merupakan faktor risiko kejadian kusta di Kabupaten Kolaka
EXTENDED THEORY OF PLANED BEHAVIOUR: KEPERCAYAAN MENGKONTRUKSI PERILAKU BERWISATA WISATAWAN PADA MASA PANDEMI COVID 19 Miko Andi Wardana; I Wayan Eka Mahendra; I Made Trisna Semara; Nyoman Surya Wijaya; Denok Lestari
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2480

Abstract

Penelitian ini menguji menguji beberapa konsep: 1) Hubungan pengetahuan destinasi wisata terhadap niat berkunjung wisatawan, 2) Hubungan pengetahuan destinasi wisata terhadap sikap wisatawan, 3) Hubungan kepercayaan terhadap penerapan prokes berpengaruh terhadap niat berkunjung wisatawan, 4) Hubungan kepercayaan terhadap penerapan prokes berpengaruh terhadap sikap wisatawan, 5) Hubungan sikap wisatawan berpengaruh terhadap niat berkunjung wisatawan, 6) peran sikap wisatawan dalam memediasi hubungan destinasi wisata terhadap niat berkunjungan wisatawan, 7) peran sikap wisatawan dalam memediasi hubungan kepercayaan wisata terhadap niat berkunjungan wisatawan . Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan domestik di Bali tahun 2021 sejumlah 4.302 ribu orang. Ukuran sampel sebanyak 114 responden, responden adalah wisatawan domestik di Bali. Penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pengetahuan destinasi wisata tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berkunjung wisatawan, 2) Pengetahuan destinasi wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap wisatawan, 3) Kepercayaan terhadap penerapan prokes berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung wisatawan, 4) Kepercayaan terhadap penerapan prokes berpengaruh positif sifnifikan terhadap sikap wisatawan, 5) Sikap wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung wisatawan, 6) Peran sikap wisatawan terbukti sebagai pemediasi penuh hubungan pengetahuan destinasi wisata terhadap niat berkunjung wisatawan, 7) Peran sikap wisatawan terbukti sebagai pemediasi parsial hubungan kepercayaan penerapan proker terhadap niat berkunjung wisatawan
PERENCANAAN CAMPURAN LATASIR (SAND SHEET) MENGGUNAKAN PASIR DAN ABU BATU EX. PT. DWI PERMATA KUARRY Haris Haris
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2485

Abstract

Construction of highway facilities will facilitate traffic flow and facilitate relations between regions, especially remote areas and urban areas. The importance of the highway as a means of land connection requires good road conditions, so that an alternative asphalt mixture is cheap and affordable. Mixing Latasir using sand stone ash and stone ash as a filler in the mixture is expected to gain flexibility. For that aggregate characteristics and mixture composition must meet specifications. The method used in this study uses trial and error namely by making several test specimens to be sampled. The method of research carried out is aggregate testing (sand stone ash and stone ash originating from PT. Dwi Permata Kuarry), asphalt testing and manufacturing specimens on asphalt mixtures with variations in asphalt content are 5.0%, 5.5%, 6.0%, 6.5% and 7.0%. Based on the results obtained from the aggregate sieve analysis data for the composition of Latasir mixture namely sand stone ash = 89.5% and ash filler stone = 10.5%. On the Marshall test results Latasir mixture between sand stone ash and stone ash PT. Dwi Permata Kuarry, VIM value (Void in Mix) ranged from 6.636% -2.165% and VFA (Void Filled with Asphalt) ranged from 15.969% -37.112% in the range of asphalt variations of 5.0% -7.0%.
HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMAN 2 MAJALAYA KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Wulan Nur Insani
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2498

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami berbagai masalah gizi yaitu kekurangan gizi maupun kelebihan gizi. Remaja putri sering kali mengalami masalah terhadap status gizinya karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti penerapan mengenai kebiasaan makan yang buruk tanpa mengetahui zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsinya serta pemahaman gizi yang keliru yang dipicu oleh keinginan remaja memiliki tubuh yang langsing, sehingga kebutuhan akan gizinya tidak dapat terpenuhi dengan baik. Penilaian remaja putri saat ini cenderung menginginkan penampilan fisik atau body image yang proporsional, seperti perasaan memiliki bentuk tubuh yang gemuk atau tidak normal akan tetapi buktinya memiliki tubuh yang kurus begitupun sebaliknya.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dengan status gizi remaja putri kelas XI di SMAN 2 Majalaya.Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Dalam penelitian ini sampel yang akan di ambil sebanyak 71 siswi. Hasil Penelitian menunjukkan Dari 71 Siswi SMAN 2 Majalaya dengan body image positif sebesar 40,8% dan body image negatif sebesar 59,2%. Siswi SMAN 2 Majalaya dengan status gizi sangat kurus 14,5%, kurus 17,1%, normal 46,1%, gemuk 9,2% dan obesitas 13,2%. Ada hubungan antara body image dengan status gizi remaja dengan hasil nilai p-value 0.001 < 0.005. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang ANC terpadu dengan frekuensi kunjungan ANC dengan hasil nilai p-value 0.001 < 0.005. Hasil penelitian semoga dapat menambah pengetahuan yang kepada remaja tentang status gizi remaja yang harus terpenuhi untuk persiapan kehamilan ketika remaja tersebut memasuki usia reproduksi sehat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANC TERPADU DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANC DI WILAYAH KERA PUSKESMAS CIPARAY KABUPATEN BANDUNG Indah Rahayu
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2499

Abstract

Pelayanan antenatal terpadu ialah untuk mencegah adanya komplikasi obstetri bila mungkin dan memastikan bahwa komplikasi dideteksi sedini mungkin (Saifuddin, dkk 2016). Salah satu hal yang dilakukan pada ANC terpadu adalah Kunjungan ANC dilakukan minimal 6 kali selama kehamilan dengan pemeriksaan Laboratorium triple eliminasi yaitu HIV, SIFILIS, HBSAg. Adapun cakupan K1 sebanyak 77.820 orang dengan cakupan 98,02%, jika dibandingkan dengan tahun 2018 angka cakupan K1 mengalami kenaikan sebesar 0,72% dari 97,3% .(Profil Kesehatan Kabupaten Bandung hal : 46). Berdasakan data yang diperoleh di puskesmas lebih kecil cakupan K1 nya adalah 90,4%, tapi sebagian 53% Ibu hamil tersebut memeriksakan kehamilannya di puskesmas Ciparay, dan telah bersedia di periksa HIV/AIDS dan HBSAg, 47% atau kurang dari setengahnya tidak memeriksakan HBSAg dan HIV/ AIDS. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang ANC Terpadu Dengan Frekuensi Kunjungan ANC Di Wilayah Kerja Puskesmas Ciparay. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kuantitatif dengan rancangan penelitian Purposive Sampling. Dalam penelitian ini sampel yang akan di ambil sebanyak 57 Responden. Hasil Penelitian menunjukkan Dari 57 responden, berpengetahuan baik sebanyak 31 responden (54.4%), termasuk dalam kategori pengetahuan cukup sebanyak 3 responden (0.05%), termasuk dalam kategori pengetahuan kurang sebanyak 23 responden (40.3%). Status frekuensi kunjungan kehamilan lengkap sebanyak 36 responden, tidak lengkap sebanyak 21 responden. Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan frekuensi kunjungan ANC dengan hasil nilai p-value 0.001 < 0.005. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang ANC terpadu dengan frekuensi kunjungan ANC dengan hasil nilai p-value 0.001 < 0.005. Hasil penelitian semoga dapat menambah pengetahuan yang terkait dengan kehamilan seperti manfaat melakukan kunjungan kehamilan, jadwal kunjungan, serta dampak jika tidak melakukan atau memeriksakan kehamilan.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP IBU BALITA TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PACET, KABUPATEN BANDUNG Ratih Ruhayati
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2500

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak bayi dibawah lima tahun akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru terlihat setelah bayi berusia 2 tahun. Angka prevalensi stunting di Indonesia tahun 2020 adalah 26,92%. Data 2020 prevalensi stunting di wilayah Kabupaten Bandung mencapai 31,1 persen atau 112.000 jiwa. Salah satu penyebab terjadinya masalah gizi pada balita adalah ibu yang belum memiliki pengetahuan yang baik tentang gizi yang harus diberikan pada bayi dan balita. Pengetahuan ibu akan berpengaruh pada sikap dan perilakunya dalam memilih makanan dan berdampak pada status gizi sehingga mempengaruhi kejadian stunting pada balita. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, dimana dalam metode ini peneliti melakukan penilaian pengetahuan tentang stunting yang dimiliki oleh ibu balita. Jumlah populasi yang ada sebanyak 160 ibu balita, karena pada masa pandemik, sehingga jumlah kunjungan balita dibatasi. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling, dengan menggunakan Rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 97 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 97 responden dapat dikatakan bahwa lebih dari setengahnya memiliki pengetahuan yang baik, merupakan ibu balita pada usia reproduksi yaitu 20-35 tahun, memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan hanya memiliki 1 balita dalam rumah. Dari beberapa faktor tersebut, berdasarkan hasil analisis ternyata faktor yang memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap ibu balita terhadap pencegahan stunting adalah pengetahuan, dengan nilai V 0,009, sedangkan untuk faktor lainnya tidak memiliki hubungan yang signifikan, dengan nilai V di atas 0,05. Jika seseorang memiliki pengetahuan kesehatan yang memadai, diharapkan dia akan memiliki sikap yang positif, yang lama kelamaan akan merubah perilaku kesehatan yang lebih baik juga. Pengetahuan ibu yang cukup mengenai stunting sejak hamil diharapkan mampu meningkatkan sikap dan perilaku yang positif dalam upaya mencegah terjadinya stunting.
PERAN BPSDMD PROVINSI NTB DALAM MENGEMBANGKAN BALE MEDIASI SEBAGAI WADAH PENYELESAIAN KONFLIK SOSIAL YANG PROFESIONAL DI PROVINSI NTB Syafi’i Syafi’i
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2502

Abstract

This research aims to determine the urgency of the presence of the Bale Mediation Institution in resolving social conflicts in West Nusa Tenggara Province, the second is to analyze the efforts that BPSDMD NTB can take in developing the competence of Bale Mediation mediators in order to create a professional social conflict resolution forum in NTB Province in order to overcome the lack of certified mediator at Bale Mediation. The research method used is a qualitative method with data collection techniques used, namely field studies and library studies. The result of the research is that Bale Mediation is very important and needed by the community in helping to resolve social conflicts that occur both criminal and civil disputes because the principles used in dispute resolution are based on local wisdom and also problem solving in Bale Mediation is carried out in a peaceful manner so that there is no parties who feel disadvantaged (win-win solution) and speed up the dispute resolution process. However, mediation Bale still has a weakness, namely the limited number of certified mediators. BPSDMD NTB Province is an institution that has the authority, duties and functions in overcoming the problems faced by the mediation committee with the efforts that can be done, namely conducting training or certification of mediators.