cover
Contact Name
Tanzir Masykar
Contact Email
tanzir@aknacehbarat.ac.id
Phone
+6285277752225
Journal Mail Official
vocatech@aknacehbarat.ac.id
Editorial Address
Komplek STTU, Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, West Aceh Regency, Aceh 23681
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Vocatech : Vocational Education and Technology Journal
1. Vocational Studies 2. Civil Engineering 3. Electrical Engineering 4. Mechanical Engineering 5. Classroom Instruction in Vocational Context 6. English for Vocational Purposes 7. Innovation in Vocational Education
Articles 140 Documents
Identifikasi Perilaku Struktur Rusunawa Meulaboh Smart Building Menggunakan Sistem Base Isolation Tipe LRB Rahman, Aulia; samsuna, samsunan; jarya, Jarya; salena, Inseun Yuri
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.225

Abstract

AbstractIndonesia located in an area where 3 plates meet. tectonic main, namely Indo-Australian, Eurasian, and Pacific plates. This make Indonesia as very vulnerable area to earthquake and have activity high sesmic to earthquake. from that , it is necessary planned something system structure damper earthquake that named is base isolation structure. Research objectives is knowing suitable LRB type For applied to buildings , and to knowing comparison between structure fixed base with base isolation . Rusunawa Building Meulaboh Smart Building (MSB) with 7 floors has a length of 14,30 and a width of 14,30. Analysis Method structure use ETABS v.21 software , which was analyzed is element structure building For know style in , displacement and story drift . Comparison results analysis structure fixed base with structure base isolation LRB type with type LH120G4A, in style in system base isolation more reduced , style in in the form of style  axial , style shear , and moment in succession are 1.02%, 2.05% and 1.68%. displacement reduced X direction of 11.18% and the Y direction of 6.19%. From the results analysis that Usage base isolation more effective dampen earthquake compared to with structure fixed base. the analysis results, the deviation that occurred on the 7th floor was 45.470 mm, which was smaller than the requirement of 53 mm in the X-axis direction and 47.216 mm, which was smaller than the requirement of 53 mm in the Y-axis direction. AbstrakNegara Indonesia berada pada wilayah bertemunya 3 lempeng gempa tektonik utama, yaitu lempengan Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Hal ini menyebabkan Indonesia sebagai daerah yang sangat rawan terhadap gempa bumi dan memiliki aktivitas sesmik yang tinggi terhadap gempa bumi. Maka dari itu, perlu direncanakan sistem struktur peredam gempa dengan sistem base isolation. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis LRB yang cocok untuk diterapkan pada gedung, dan untuk mendapatkan perbandingan antara struktur bangunan fixed base dengan base isolation. Gedung Rusunawa Meulaboh Smart Building (MSB) berlantai 7 dengan Panjang 14,30 dan lebar 14,30. Metode Analisis struktur menggunakan software ETABS v.21, yang dianalisis adalah elemen struktur gedung untuk mengetahui gaya dalam, displacement dan story drift. Perbandingan hasil analisis struktur bangunan fixed base dengan struktur base isolation jenis LRB dengan tipe LH120G4A, pada gaya dalam sistem base isolation lebih tereduksi, gaya dalam terdiri dari gaya aksial, gaya geser, dan momen berturut – turut adalah 1,02%, 2,05% dan 1,68%. displacement arah X tereduksi sebesar 11,18% dan arah Y sebesar 6,19%. Dari hasil analisa bahwa pengunaan base isolation lebih efektif meredam gempa dibandingkan dengan struktur fixed base, dari hasil analisa yang didapatkan simpangan yang terjadi di lantai 7 sebesar 45,470 mm lebih kecil dari syarat 0,03/R x H yaitu 53 mm pada arah sumbu X dan 47,216 mm lebih kecil dari syarat0,03/R x H yaitu 53 mm pada arah sumbu Y sesuai standar SNI 1726-2019.
Quality Analysis Of Geopolymer Concrete With Rice Husk Ash And Coffee Grounds Ash Additives Veranita, Veranita; Supardi, Joli; Iftah, Risna
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.308

Abstract

Abstract:Rigid pavement is a type of road pavement that uses concrete as the primary material, with cement as the binding agent. However, the increasing use of cement in construction raises environmental concerns due to its contribution to carbon dioxide emissions. Geopolymer concrete offers an environmentally friendly alternative by using materials other than cement. This study aims to investigate the effect of adding rice husk ash and coffee grounds as additives on the compressive strength of geopolymer concrete for rigid pavements. This experimental research was conducted in a laboratory, referring to the compressive strength testing method based on SNI 1974:2011 and the mix design based on SNI DT-91-0008-2007. A total of 16 cylindrical specimens were produced with variations in the aggregate-to-binder ratio: 75:25 (normal), 75:25, 70:30, and 65:35. Each variation consisted of two specimens. The activators used were a combination of sodium silicate (Na₂SiO₃) and sodium hydroxide (NaOH) with two ratios: 3:1 and 5:2. The results showed that two specimens met the target compressive strength of 19.3 MPa (equivalent to grade K-225), with the highest strength reaching 20.67 MPa at an activator ratio of 5:2. It can be concluded that the addition of rice husk ash and coffee grounds as additives in geopolymer concrete can improve compressive strength, particularly in mixtures with an activator ratio of 5:2, compared to normal geopolymer concrete.Keywords:Coffee grounds; compressive strength ; fly ash; geopolymer concrete; rice husk ashAbstrakRigid pavement adalah jenis perkerasan jalan yang menggunakan beton sebagai bahan utama, dengan semen sebagai bahan pengikat. Namun, peningkatan penggunaan semen dalam konstruksi menimbulkan kekhawatiran lingkungan karena kontribusinya terhadap emisi karbon dioksida. Beton geopolimer menawarkan alternatif ramah lingkungan dengan menggunakan bahan selain semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan abu sekam padi dan ampas kopi sebagai bahan tambahan terhadap kuat tekan beton geopolimer untuk perkerasan kaku. Penelitian eksperimental ini dilakukan di laboratorium dengan metode pengujian kuat tekan berdasarkan SNI 1974:2011 dan rancangan campuran berdasarkan SNI DT-91-0008-2007. Sebanyak 16 spesimen silinder dibuat dengan variasi perbandingan agregat terhadap bahan pengikat: 75:25 (normal), 75:25, 70:30, dan 65:35, masing-masing dua spesimen, serta menggunakan aktivator campuran natrium silikat (Na₂SiO₃) dan natrium hidroksida (NaOH) dengan rasio 3:1 dan 5:2. Hasil menunjukkan dua spesimen memenuhi target kuat tekan 19,3 MPa (setara kelas K-225), dengan kuat tekan tertinggi 20,67 MPa pada rasio aktivator 5:2. Kesimpulannya, penambahan abu sekam padi dan ampas kopi sebagai bahan tambahan pada beton geopolimer dapat meningkatkan kuat tekan, terutama pada campuran dengan rasio aktivator 5:2 dibandingkan beton geopolimer normal.  Kata Kunci:Abu ampas kopi; beton geopolymer; fly ash; kuat tekan
Pembuatan Bio Komposit Ramah Lingkungan Dari Ampas Kopi dengan Menggunakan Resin Unsaturated Polyester Luthfi, Luthfi; Riyadhsyah, Teuku; Sumardi, Sumardi; Azhar, Azhar; Hamdani, Hamdani
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.317

Abstract

     AbstractIndonesia, as one of the world's largest coffee bean producers, generates substantial spent coffee ground (SCG) waste with untapped potential. Currently, SCG utilization remains suboptimal, with large quantities discarded without processing to enhance economic value. This study aimed to evaluate the feasibility of using arabica and robusta SCG as fillers in unsaturated polyester resin (UPR) composites to develop value-added products from this waste. Five SCG volume fractions (5%–50%) were tested for each SCG type. Composites were cut into three specimens per fraction and mechanically tested per ASTM D638 (tensile) and ASTM C1341-06 (bending). Results showed that both tensile and bending strengths decreased with increasing SCG content for both types. Arabica SCG composites exhibited higher strengths at lower fractions (10%–30%): tensile 1.38–1.72 kgf/mm² and bending 2.08–2.72 kgf/mm², versus robusta (tensile 0.58–0.75 kgf/mm²; bending 1.22–1.45 kgf/mm²). At higher fractions (40%–50%), robusta outperformed arabica: tensile 0.58–0.75 kgf/mm² and bending 1.22–1.45 kgf/mm², versus arabica (tensile 0.45–0.68 kgf/mm²; bending 0.47–1.19 kgf/mm²). These findings highlight SCG's potential in affordable composites, with performance varying by type and loading. Keywords:arabica; composite; robusta; spent coffee grounds; unsaturated polyester resin AbstrakIndonesia sebagai salah satu produsen biji kopi terbesar di dunia menghasilkan limbah ampas kopi bekas (spent coffee ground/SCG) dalam jumlah besar yang memiliki potensi belum dimanfaatkan secara optimal. Saat ini, pemanfaatan SCG masih belum optimal, dengan jumlah limbah yang dibuang secara besar-besaran tanpa pengolahan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan penggunaan SCG arabika dan robusta sebagai pengisi dalam komposit resin poliester tak jenuh (unsaturated polyester resin/UPR) guna mengembangkan produk bernilai tambah dari limbah tersebut. Lima fraksi volume SCG (5%–50%) diuji untuk masing-masing jenis SCG. Komposit dipotong menjadi tiga spesimen per fraksi dan diuji mekanik sesuai ASTM D638 (tarik) dan ASTM C1341-06 (lentur). Hasil menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan lentur menurun seiring meningkatnya kandungan SCG untuk kedua jenis. Komposit SCG arabika menunjukkan kekuatan lebih tinggi pada fraksi rendah (10%–30%): tarik 1,38–1,72 kgf/mm² dan lentur 2,08–2,72 kgf/mm², dibandingkan robusta (tarik 0,58–0,75 kgf/mm²; lentur 1,22–1,45 kgf/mm²). Pada fraksi tinggi (40%–50%), robusta unggul: tarik 0,58–0,75 kgf/mm² dan lentur 1,22–1,45 kgf/mm², dibandingkan arabika (tarik 0,45–0,68 kgf/mm²; lentur 0,47–1,19 kgf/mm²). Temuan ini menyoroti potensi SCG dalam komposit terjangkau, dengan kinerja yang bervariasi berdasarkan jenis dan fraksi muatan. Kata Kunci:             ampas kopi; arabika; komposit; robusta; unsaturated polyester resin
Analisis Partisipasi Siswa SMA Dalam Mengakses Layanan Konseling Karir Berbasis Chatbot AI Wiharja, Hery; Rahmiyati, Evi; Muliawan, Muhammad Ghifari Ilham; Marselia, Maya
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.268

Abstract

AbstractCareer guidance and counseling play a central role in assisting senior high school students in determining their educational and professional futures that align with their potential and interests. This study aims to analyze the participation of senior high school students in accessing AI chatbot-based career counseling services in two leading schools. The research method employed is Participatory Action Research (PAR) using a descriptive quantitative approach. The research sample consisted of grade X, XI, and XII students from SMAN Unggul Tunas Bangsa and SMAN Unggul Harapan Persada, totaling 220 respondents categorized by class, gender, and service access time. Data were collected based on the total number of users accessing career services through both face-to-face and AI chatbot modes. The findings revealed a significant increase in the number of accesses to AI chatbot-based career counseling services compared to face-to-face counseling across all grade levels. In terms of gender, female students tended to be more active and open in utilizing digital services, while male students preferred technology-based solutions offering greater privacy and flexibility. Moreover, most students preferred to access the services outside school hours, emphasizing the need for flexible, anytime-anywhere, accessible, and user-friendly platforms. The study concludes that AI chatbot-based career counseling effectively enhances participation, broadens access, and accommodates students’ diverse needs across grade levels, genders, and service times. The developed AI chatbot is expected to be adopted more extensively and adaptively by schools as a technology-based counseling service to better prepare students for the challenges of the digital-era workforce. AbstrakBimbingan dan konseling karir memegang peran sentral dalam membantu siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) menentukan masa depan pendidikan atau profesi yang sesuai dengan potensi serta minat mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi siswa SMA dalam mengakses layanan konseling karir berbasis chatbot AI di dua sekolah unggulan. Metode penelitian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas siswa SMA kelas X, XI, dan XII pada SMAN Unggul Tunas Bangsa dan SMAN Unggul Harapan Persada, dengan total responden sebanyak 220 orang yang dibagi berdasarkan kelas, gender, dan waktu akses layanan. Data terhimpun dari jumlah total yang mengakses layanan karir secara tatap muka maupun melalui chatbot AI. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan signifikan jumlah akses layanan konseling karir berbasis chatbot AI dibandingkan dengan layanan tatap muka pada semua jenjang kelas. Secara gender siswa perempuan cenderung lebih aktif dan terbuka dalam memanfaatkan layanan digital, sedangkan siswa laki-laki lebih memilih solusi teknologi yang menawarkan privasi dan fleksibilitas. Selain itu, sebagian besar siswa lebih memilih mengakses layanan di luar jam belajar, menegaskan kebutuhan akan keleluasaan atas akses anytime-anywhere, accessible serta akses yang user-friendly. Kesimpulan penelitian ini adalah konseling karir berbasis chatbot AI efektif meningkatkan partisipasi, memperluas akses, dan mengakomodasi kebutuhan siswa lintas kelas, gender, serta waktu pelayanan. Chatbot AI hasil penelitian ini diharapkan dapat diadopsi sebagai layanan konseling berbasis teknologi oleh sekolah secara lebih intensif dan adaptif untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia kerja di era digital.
Pengembangan Aplikasi Pembelajaran Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang Interaktif Berbasis Deep Learning Husaini, Husaini; Ardiansyah, Ardiansyah; Ihsan, Mahyus; Saputra, Kurnia
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.290

Abstract

AbstractCommunication involving persons with hearing impairments and the wider Indonesian society continues to face various challenges, particularly due to the limited availability of accessible and interactive learning media for Indonesian Sign Language (BISINDO). This study focused on the development of an innovative and user-friendly Android-based BISINDO learning application designed as a supportive medium for beginner-level sign language learning. The developed application integrates real-time hand gesture recognition technology using a deep learning approach, employing a combination of MobileNetV2, MediaPipe Hands, and Convolutional Neural Networks (CNN). The application features three main components: sign language alphabet detection, a gesture dictionary presented in the form of visual animations, and an interactive quiz for learning evaluation. The application was developed following the Waterfall model, encompassing requirements analysis, design, implementation, testing, and deployment. Functional testing using Black-Box Testing method was conducted to ensure that all features operated according to specifications, while application usability was evaluated using the System Usability Scale (SUS) involving 32 respondents. The functional testing results indicate that all application features functioned properly and met the specified requirements. Meanwhile, the SUS evaluation yielded an average score of 74.8, which falls within the Good category, indicating that the application is well accepted by users. Thus, this application is intended to serve as an effective BISINDO learning medium and contribute to fostering more inclusive communication involving persons with hearing impairments and the wider community.AbstrakKomunikasi antara penyandang tunarungu dan masyarakat umum di Indonesia masih menghadapi beragam kendala, terutama berkaitan dengan terbatasnya media pembelajaran Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang mudah diakses dan interaktif. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan aplikasi pembelajaran BISINDO berbasis Android yang inovatif dan mudah digunakan sebagai media pendukung pembelajaran bahasa isyarat bagi pemula. Aplikasi yang dikembangkan mengintegrasikan teknologi pengenalan gerakan tangan secara real-time menggunakan pendekatan deep learning, dengan memanfaatkan kombinasi MobileNetV2, MediaPipe Hands, dan Convolutional Neural Network (CNN). Aplikasi ini dilengkapi dengan tiga fitur utama, yaitu deteksi abjad bahasa isyarat, kamus gerak dalam bentuk animasi visual, serta kuis interaktif sebagai sarana evaluasi pembelajaran. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan model Waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan penerapan. Pengujian fungsionalitas sistem menggunakan metode Black-Box dilakukan untuk memastikan seluruh fitur berjalan sesuai spesifikasi, sementara tingkat kegunaan aplikasi dievaluasi menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap 32 responden. Hasil pengujian fungsionalitas mengindikasikan bahwa seluruh fitur aplikasi telah berfungsi secara baik dan dinyatakan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Sementara itu, hasil evaluasi SUS memperoleh skor rata-rata sebesar 74,8 yang termasuk dalam kategori Good, menandakan bahwa aplikasi dapat diterima dengan baik oleh pengguna. Dengan demikian, aplikasi ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran BISINDO yang efektif serta mendukung terciptanya komunikasi yang lebih inklusif antara penyandang tunarungu dan masyarakat umum
Pengaruh Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Perancangan Mock-Up Aplikasi Pembelajaran Berbasis AI Sari, Intan Wulan; Erliana, Hilma; Luthfi, Luthfi; Mustari, Andi; Dwinta, Ade; Marlina, Lilis; Ayunda, Desy Sary
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.310

Abstract

AbstractThe development of artificial intelligence (AI)-based learning applications requires a user-oriented approach from the initial design stage. However, many mock-up designs for learning applications are still dominated by the technical perspective of developers without being based on quantitative analysis of user satisfaction, thereby potentially reducing the effectiveness and acceptance of the system. This study aims to analyze the influence of user satisfaction factors on the design of AI-based learning application mock-ups. The method used is descriptive-explanatory quantitative with linear regression analysis on 183 vocational student respondents. The results show that expected benefits (X2) have a significant effect on user satisfaction (β = 0.202, p 0.05), while system requirements (X1) do not have a significant effect but play a role as a functional foundation. Simultaneously, both variables explain 44% of the variation in user satisfaction. The implications of these findings are implemented in the design of an application mock-up that emphasizes material personalization features, AI-based recommendations, and an adaptive interface. Thus, this study provides practical contributions in the form of an empirical basis for more user-centered mock-up design, as well as theoretical contributions in integrating the concept of user satisfaction into the early stages of AI-based learning system development.Keywords: Artificial intelligence; user satisfaction; mock-up; personalized learning; vocational educationAbstrakPengembangan aplikasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) memerlukan pendekatan yang berorientasi pada pengguna sejak tahap perancangan awal. Namun, banyak perancangan mock-up aplikasi pembelajaran masih didominasi oleh perspektif teknis pengembang tanpa didasarkan pada analisis kuantitatif kepuasan pengguna, sehingga berpotensi mengurangi efektivitas dan penerimaan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor kepuasan pengguna terhadap perancangan mock-up aplikasi pembelajaran berbasis AI. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif-eksplanatori dengan analisis regresi linier pada 183 responden mahasiswa vokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat yang diharapkan (X2) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna (β = 0,202, p 0,05), sementara kebutuhan sistem (X1) tidak berpengaruh signifikan namun berperan sebagai fondasi fungsional. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 44% variasi kepuasan pengguna. Implikasi temuan ini diimplementasikan dalam perancangan mock-up aplikasi yang menekankan fitur personalisasi materi, rekomendasi berbasis AI, dan antarmuka yang adaptif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa dasar empiris untuk perancangan mock-up yang lebih berpusat pada pengguna, serta kontribusi teoretis dalam mengintegrasikan konsep kepuasan pengguna ke dalam tahap awal pengembangan sistem pembelajaran berbasis AI.Kata Kunci: Kecerdasan buatan; kepuasan pengguna; mock-up; personalisasi pembelajaran; pendidikan vokasi
Studi Komparatif Nilai Volumetrik Campuran AC-BC Menggunakan Aspal Pen 60/70 dan Aspal PG 70 Menggunakan Filler Stone Ash Agustian, Kusmira; Yusra, Cut Liliiza; Agusmaniza, Roni
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.269

Abstract

AbstractThis study aims to compare the volumetric characteristics of asphalt concrete–binder course (AC-BC) mixtures using two types of asphalt binders, namely Pen 60/70 and PG 70, with stone ash as the filler. The research was conducted to determine the effect of asphalt type differences on the optimum asphalt content (OAC) and volumetric parameters that influence the stability and flexibility performance of asphalt mixtures. Testing was carried out using the Marshall method and nonlinear regression analysis of the second order to determine the OAC value and to evaluate density, voids in mix (VIM), voids in mineral aggregate (VMA), and voids filled with asphalt (VFA). The results show that the mixture with Pen 60/70 asphalt has an OAC of 5.40%, while that with PG 70 asphalt is 5.26%. The PG 70 mixture exhibits higher density and lower VIM, indicating a denser structure and greater resistance to permanent deformation, whereas the Pen 60/70 mixture shows a higher VFA value, reflecting better flexibility against fatigue cracking. Therefore, PG 70 asphalt is more suitable for high-traffic and high-temperature conditions, while Pen 60/70 is more appropriate for moderate traffic under relatively stable environmental conditions.Keywords:AC-BC; Pen 60/70 asphalt; PG 70 asphalt; stone ash; volumetric parametersAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik volumetrik campuran asphalt concrete–binder course (AC-BC) dengan 2 (dua) jenis aspal pengikat, yaitu Pen 60/70 dan PG 70, menggunakan filler stone ash. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis aspal terhadap kadar aspal optimum (KAO) serta parameter volumetrik yang menentukan kinerja stabilitas dan fleksibilitas campuran beraspal. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall dan analisis regresi nonlinier orde dua untuk menentukan nilai KAO serta mengevaluasi kepadatan, void in mix (VIM), void in mineral aggregate (VMA), dan void filled with asphalt (VFA). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa campuran dengan aspal Pen 60/70 memiliki KAO sebesar 5,40%, sedangkan aspal PG 70 sebesar 5,26%. Campuran dengan PG 70 menunjukkan kepadatan lebih tinggi dan VIM lebih rendah, menandakan struktur yang lebih rapat dan stabil terhadap deformasi permanen, sementara Pen 60/70 memiliki VFA lebih besar yang menunjukkan fleksibilitas lebih baik terhadap retak akibat beban berulang. Dengan demikian, aspal PG 70 lebih direkomendasikan untuk kondisi lalu lintas padat dan temperatur tinggi, sedangkan Pen 60/70 sesuai untuk lalu lintas sedang pada lingkungan yang relatif stabil.Kata kunci:AC-BC;  aspal Pen 60/70;  aspal PG 70;  stone ash;  parameter volumetrik
Analisis Implementasi Problem-Based Learning pada Kompetensi Keahlian Teknik Informatika di SMK Liquiçá, Timor-Leste dos Santos, Julio Alves; Nurdiyanto, Heri; Zubair, Abi Amar; Correia, Domingos da Silva
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.280

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berbasis masalah (PBL) pada kompetensi Teknologi Informasi di SMK Liquiçá, Timor-Leste. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan tiga kesimpulan utama. Pertama, implementasi PBL masih parsial, ditandai dengan dominasi presentasi masalah oleh guru (35% dari waktu) dibandingkan dengan investigasi independen oleh siswa (25% dari waktu). Guru lebih berperan sebagai teknisi (65% dari waktu) yang menangani masalah teknis daripada sebagai fasilitator pembelajaran (15% dari waktu), dan hanya 30% dari skenario masalah yang memenuhi kriteria keaslian dan relevansi industri. Kedua, faktor penghambat utama meliputi infrastruktur digital yang terbatas (rasio komputer 1:5), kesenjangan kompetensi teknologi-pedagogis guru (TPACK), dan ketidaksiapan siswa (70%) dalam pembelajaran mandiri. Di sisi lain, faktor pendukung yang teridentifikasi adalah motivasi intrinsik siswa, dukungan manajemen sekolah, serta dinamika kolaborasi dalam kelompok. Ketiga, meskipun menghadapi berbagai tantangan, PBL menunjukkan potensi untuk meningkatkan kompetensi praktis siswa, dengan peningkatan signifikan pada keterampilan pemecahan masalah teknis (45%), kemahiran pemrograman perangkat lunak (35%), dan keterampilan debugging (40%). Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model implementasi PBL kontekstual untuk pendidikan vokasi di lingkungan dengan sumber daya yang terbatas serta memberikan rekomendasi praktis untuk pengembangan kapasitas guru dan optimalisasi sumber daya yang tersedia.      Kata Kunci: Pembelajaran berbasis masalah; SMK Liquiçá; Teknik informatika; Timor-Leste; TVET
E-Modul Produksi Pupuk Organik Berbasis SMS dengan Variasi Amandemen Organik untuk Sekolah Menengah Kejuruan Ramdhani, Muhammad Jabbar; Sugiarti, Yatti; Rohmat, Farhan Ilham Wira
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.318

Abstract

This study aims to develop an e-module on organic fertilizer production based on Spent Mushroom Substrate (SMS) with various organic amendments for vocational high school students majoring in agriculture, to support green skills and sustainable waste management. The research began with the process of producing organic fertilizer based on SMS, followed by testing its biological characteristics using Total Plate Count (TPC) test and chemical characteristics using Nitrogen, Phosphorus, Potassium (NPK) tests, followed by the development of an e-module using ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), which was followed by expert validation involving subject matter, media, and language experts, as well as trials on 32 tenth-grade students majoring in Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. The results showed that the addition of organic amendments could significantly increase microbial population with TPC test results showing that combination of SMS+floral compost had the most optimal results, namely 20 Cfu/gr×10⁶ on day 7 to 100 Cfu/gr×10⁶ on day 21. The NPK content of SMS-based organic fertilizer was also proven to meet SNI requirements, i.e., 6%/0.06, with SMS+CHMC sample showing the most optimal results in chemical parameters with the highest NPK content. Meanwhile, the results of implementation and paired t-test proved that e-module was considered very feasible, receiving a score of 86.6-96.6% from the validators and effectively improving student understanding, as seen from an increase in the spread of values seen in the boxplot diagram and significance value of the paired sample t-test, which was ≤0.05, taken from the results of students pre-test and post-test.
Penguatan Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Vokasi Melalui Integerasi Kurikulum Berbasis Industri Di Era Digital Hasan, Riza; Deni, Deni
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.313

Abstract

 AbstractThis study aims to conceptually analyze the role of industry-based curriculum integration in strengthening vocational students’ competencies and its implications for graduates’ work readiness in the digital era. This study employs a qualitative approach using a narrative literature review method, focusing on the conceptual synthesis of relevant literature without strictly following systematic review procedures. The review is based on various studies examining the relationship between vocational education, industry demands, and competency development in the digital context. The findings indicate that industry-based curriculum integration through a work-based learning approach plays a significant role in enhancing students’ competencies, including technical skills, soft skills, and digital literacy. These competencies serve as key factors in improving employability, which significantly influences graduates’ work readiness. This study also proposes an integrative conceptual model demonstrating that the relationship between industry-based curriculum integration and graduates’ work readiness is mediated by the strengthening of student competencies. The findings provide practical implications for developing more adaptive and industry-relevant vocational curricula in response to the demands of the digital era.     AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran integrasi kurikulum berbasis industri dalam penguatan kompetensi mahasiswa pendidikan vokasi serta implikasinya terhadap kesiapan kerja lulusan di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode narrative literature review yang berfokus pada sintesis konseptual terhadap literatur relevan tanpa mengikuti prosedur systematic review secara ketat. Kajian ini didasarkan pada berbagai literatur yang membahas keterkaitan antara pendidikan vokasi, kebutuhan industri, dan pengembangan kompetensi di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kurikulum berbasis industri melalui pendekatan work-based learning berperan signifikan dalam penguatan kompetensi mahasiswa yang mencakup kompetensi teknis, soft skills, dan literasi digital. Penguatan kompetensi tersebut menjadi faktor kunci dalam meningkatkan employability yang berdampak signifikan terhadap kesiapan kerja lulusan pendidikan vokasi. Penelitian ini secara konseptual menghasilkan model integratif yang menunjukkan bahwa hubungan antara integrasi kurikulum berbasis industri dan kesiapan kerja lulusan dimediasi oleh penguatan kompetensi mahasiswa. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum pendidikan vokasi yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri di era digital