cover
Contact Name
Tanzir Masykar
Contact Email
tanzir@aknacehbarat.ac.id
Phone
+6285277752225
Journal Mail Official
vocatech@aknacehbarat.ac.id
Editorial Address
Komplek STTU, Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, West Aceh Regency, Aceh 23681
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Vocatech : Vocational Education and Technology Journal
1. Vocational Studies 2. Civil Engineering 3. Electrical Engineering 4. Mechanical Engineering 5. Classroom Instruction in Vocational Context 6. English for Vocational Purposes 7. Innovation in Vocational Education
Articles 121 Documents
Penggunaan Teknologi Imersif dalam Pendidikan Vokasional: Suatu Kajian Bibliometrik Amini, Ulfa Dyah; Ahkyat, Farthur; Hariyanto, V. Lilik; Fauza, Rial
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.270

Abstract

 AbstrakStudi ini melakukan analisis bibliometrik untuk menelaah perkembangan publikasi mengenai penggunaan teknologi imersif dalam pendidikan vokasional. Tujuan penelitian adalah memetakan distribusi publikasi ilmiah, menemukan penulis paling produktif, meninjau pola kolaborasi penulisan, serta mengkaji pola sitasi. Data dikumpulkan dari basis data Scopus dengan kata kunci “teknologi imersif”, “virtual reality”, “augmented reality”, “pendidikan vokasional”, serta istilah lain yang relevan. Seluruh hasil pencarian diseleksi untuk menjamin kesesuaian dengan topik, kemudian dianalisis menggunakan R Studio. Hasil pencarian menghasilkan 265 publikasi yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga Oktober 2025. Analisis menunjukkan bahwa penggunaan teknologi imersif dalam pendidikan vokasional semakin meluas dan memberikan dampak signifikan terhadap perkembangannya. Dari sisi sumber publikasi, Applied Sciences (Switzerland) menempati posisi utama dengan kontribusi dua belas artikel. Sementara itu, German muncul sebagai negara paling produktif sekaligus paling berpengaruh dengan 33 artikel dan total 238 sitasi, diikuti oleh UK. Temuan ini memberikan wawasan bagi peneliti yang perhatian pada pendidikan vokasional, karena mampu menunjukkan tren, arah perkembangan dan potensi kontribusi teknologi imersif dalam bidang tersebut. memberikan dasar praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk menentukan strategi implementasi teknologi imersif yang lebih tepat guna dengan mengidentifikasi tren, tema utama, dan area riset yang perlu dikembangkan dalam pendidikan vokasional. Temuan ini dapat digunakan untuk merencanakan kurikulum, pelatihan, dan investasi teknologi secara lebih terarah sesuai kebutuhan tiap jenjang pendidikan vokasional.Kata Kunci: Teknologi imersif, Virtual Reality, Augmenten Reality, Pendidikan Vokasional, Analisis BibliometrikAbstractThis study conducts a bibliometric analysis to examine the development of publications on the use of immersive technology in vocational education. The aim of the research is to map the distribution of scientific publications, identify the most productive authors, review patterns of authorship collaboration, and analyze citation trends. Data were collected from the Scopus database using the keywords “immersive technology,” “virtual reality,” “augmented reality,” “vocational education,” as well as other related terms. All search results were screened to ensure their relevance to the topic, and the data were then analyzed using R Studio. The search yielded 265 publications published between 2018 and October 2025. The analysis indicates that the use of immersive technology in vocational education is expanding and has made a significant impact on its development. In terms of publication sources, Applied Sciences (Switzerland) ranked as the leading journal with twelve contributions. Meanwhile, Germany emerged as the most productive and influential country, contributing thirty-three articles with a total of 238 citations, followed by the United Kingdom. These findings provide insights for researchers focused on vocational education, highlighting trends, development directions, and the potential contributions of immersive technology in the field. They also provide a practical basis for educators and policymakers to determine more effective strategies for implementing immersive technology by identifying trends, key themes, and research areas for development in vocational education. These findings can be used to plan curricula, training, and technology investments more effectively, tailored to the needs of each level of vocational education.Keywords: Immersive Technology, Virtual Reality, Augmented Reality, Vocational Education, Bibliometric Analysis 
Analisis Pop-Up Infak pada Aplikasi Byond BSI Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Aminullah, Ridha; Muliza, Muliza; Hendrawan, Yoni
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.261

Abstract

     AbstractThis study aims to analyze the level of acceptance in the use of the pop-up donation feature in the Byond Bank Syariah Indonesia (BSI) application using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. In the Byond BSI application, there is a pop-up donation feature that is useful for transactions so that customers are more active in paying donations online. To assess the level of customer satisfaction with the pop-up donation in the Byond BSI application, the author analyzed using the TAM method approach created by Davis (1989). This method provides a basic theory for observing and understanding user behavior in receiving and using information systems. Data collection using Google Forms in the form of questionnaires distributed to customers or clients who use the Byond BSI application which includes 100 respondents. Previously, the instrument will be tested first with the Validity Test and Reliability Test. The Validity Test to ensure each question is indeed appropriate to measure the intended variable. The test results show that all items have a higher correlation than the r table (0.195), so they are declared valid. And the Reliability Test, to ensure the consistency of the answers. The Cronbach's Alpha test results showed values above 0.70 for all variables, thus the instrument is reliable. The results showed that Perceived Ease of Use had a percentage of 42%, the Perceived Usefulness indicator with a percentage of 37%, then the Perceived Behavioral Interest indicator obtained a percentage of 36%. Based on the descriptive analysis that has been done, the users of the pop-up infak feature on the Byond BSI application have not met the satisfaction standard so that it is not very well received by Byond application users.      Keywords: Byond BSI application, pop-up Infak, TAM method        AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan dalam penggunaan fitur pop-up infak di aplikasi Byond Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan menggunakan metode pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Pada aplikasi Byond BSI terdapat fitur pop-up infak yang berguna untuk bertransaksi agar nasabah lebih aktif menunaikan infak secara online. Untuk menilai tingkat kepuasan nasabah terhadap pop-up infak pada aplikasi byond BSI, penulis menganalisis dengan menggunakan pendekatan metode TAM yang diciptakan oleh Davis (1989). Metode ini memberikan teori dasar untuk mengamati dan memahami perilaku pengguna dalam menerima serta menggunakan sistem informasi. Pengumpulan data dengan Google Form berupa kuesioner yang disebarkan kepada pelanggan atau nasabah yang menggunakan aplikasi byond Bsi yang mencakup 100 responden. Sebelumnya instrumen tersebut akan di uji terlebih dahulu dengan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Uji Validitas untuk memastikan setiap pertanyaan memang layak untuk mengukur variabel yang dimaksud. Hasil pengujian menunjukkan semua item memiliki korelasi lebih tinggi dari r tabel (0,195), sehingga dinyatakan valid. Dan Uji Reliabilitas, untuk memastikan konsistensi jawaban. Hasil uji dengan Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai di atas 0,70 untuk semua variabel, sehingga instrumen reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Kemudahan Pemakaian memiliki persentase 42%, indikator Persepsi Terhadap Kemanfaatan dengan hasil presentase sejumlah 37%, selanjutnya pada indikator Persepsi Minat Perilaku diperoleh presentase sebesar 36%. Berdasarkan analisis deskriptif yang telah dilakukan bahwa pengguna fitur pop-up infak pada aplikasi byond bsi belum memenuhi standart kepuasan sehingga tidak begitu diterima oleh pengguna aplikasi Byond.      Kata Kunci: aplikasi Byond BSI, metode TAM, pop-up Infak,
Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi Di Jeuram Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Mengoptimalkan Produktivitas Pertanian Febrianti, Dian; Mawardi, Edi; Farizal, Teuku; Zakia, Zakia; willis, Ruhalena; Elviani, Elviani
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.243

Abstract

AbstractThis study aimed to determine the priority of rehabilitation and maintenance of the Jeuram irrigation network in Nagan Raya Regency using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Damage identification was carried out through field surveys on irrigation networks in Blang Ara Village and Cot Gud Village, which recorded moderate damage as the most dominant. The assessment of rehabilitation priorities was based on four criteria: patching leaks, vegetation control, channel rehabilitation, and channel cleaning, with patching leaks having the highest weight (0.634). The evaluation results showed that Minor Structural Repair was the top priority alternative with the highest performance score (2.05), followed by Irrigation Channel Edge Strengthening (1.95) and Irrigation Dam Reconstruction (1.80). The repair budget showed a dominance of concrete work, reflecting the need to strengthen the physical structure of the channel. The total budget required for Blang Ara Village is Rp33,291,247.24, while for Cot Gud Village it is Rp31,374,880.50. The AHP-based approach provides an objective assessment in determining rehabilitation priorities by considering the level of damage, budget efficiency, and its impact on agricultural productivity. The results of this study provide strategic guidance for more efficient and sustainable irrigation network management, supporting increased agricultural productivity, and ensuring the sustainability of irrigation systems for future needs.Keywords:Analytical hierarchy process (AHP); irrigation maintenance costs; irrigation infrastructure; irrigation repair prioritiesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi Jeuram di Kabupaten Nagan Raya menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP). Berdasarkan hasil observasi lapangan, ditemukan berbagai permasalahan fisik pada jaringan irigasi, antara lain retaknya dinding saluran, pertumbuhan vegetasi liar pada dinding dan dasar saluran, penutup saluran yang rusak dan berlubang, serta sedimentasi dan penumpukan sampah yang menghambat aliran air. Selain itu, bangunan pelengkap irigasi berada dalam kondisi tidak memadai secara fungsi, sehingga tidak mampu mendukung distribusi air secara optimal ke lahan pertanian. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan sumber daya manusia dalam kegiatan pemeliharaan dan operasional jaringan, menyebabkan banyak kerusakan yang tidak segera tertangani. Analisis kondisi menunjukkan bahwa tingkat kerusakan sedang merupakan kategori dominan pada jaringan irigasi di Desa Blang Ara dan Desa Cot Gud. Penilaian prioritas rehabilitasi dilakukan berdasarkan empat kriteria, yaitu penambalan kebocoran, pengendalian vegetasi, rehabilitasi saluran, dan pembersihan saluran. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa penambalan kebocoran memiliki bobot tertinggi (0,634), menandakan aspek ini sebagai faktor paling krusial dalam peningkatan kinerja jaringan. Alternatif perbaikan struktural minor menjadi prioritas utama dengan skor kinerja tertinggi (2,05), diikuti oleh penguatan tepi saluran irigasi (1,95) dan rekonstruksi bendungan irigasi (1,80). Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp. 33.291.247,24 untuk Desa Blang Ara dan Rp. 31.374.880,50 untuk Desa Cot Gud, dengan dominasi pekerjaan beton. Pendekatan AHP terbukti memberikan penilaian objektif dan efisien, serta menjadi dasar strategis dalam pengelolaan jaringan irigasi yang berkelanjutan dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian.    Kata Kunci:Analytical hierarchy process (AHP); biaya pemeliharaan irigasi; infrastruktur irigasi prioritas perbaikan irigasi 
Pengaruh Faktor Umur Dan Lingkungan Terhadap Organisasi Terhadap Durabilitas Beton Dengan Substitusi Parsial Serbuk Kayu Salsabila, Nisrina; Musbar, Musbar; Ruhana, Ruhana
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.251

Abstract

AbstractConcrete is one of the most widely used construction materials owing to its excellent compressive strength. Nevertheless, its long-term performance remains susceptible to environmental factors. Fluctuations in temperature, humidity, and solar radiation can significantly impair concrete durability and structural integrity. This study explores the potential of utilizing sawdust waste as a partial replacement (2% by weight of fine aggregate) to improve environmental sustainability while evaluating its effects on mechanical properties. The research investigates the compressive strength of concrete incorporating 2% sawdust at curing ages of 28, 45, and 60 days under two distinct exposure conditions: indoor (controlled) and outdoor (natural) environments. An experimental laboratory approach was adopted using the Department of the Environment (DoE) mix design method. Cube specimens (150 × 150 × 150 mm) were prepared in two variants: normal concrete and concrete with 2% sawdust substitution. Results reveal that the incorporation of sawdust reduces compressive strength compared to control specimens, although strength continues to increase with curing age in both groups. Specimens cured indoors exhibited more consistent strength gain, whereas those exposed outdoors experienced a noticeable strength decline at 60 days. While the use of sawdust as a partial fine aggregate replacement offers an environmentally sound waste valorization strategy, it adversely affects mechanical performance and long-term durability. Further research is recommended prior to its practical implementation in structural applications.Keywords:Concrete; sawdust; compressive strengthAbstrakBeton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan karena memiliki kuat tekan tinggi. Namun, beton tetap rentan terhadap pengaruh lingkungan dalam jangka panjang. Variasi suhu, kelembaban, dan radiasi matahari dapat menurunkan durabilitas serta kinerja struktural beton secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi agregat halus dengan limbah serbuk gergaji sebesar 2 % (berdasarkan berat pasir) terhadap kuat tekan beton pada umur 28, 45, dan 60 hari, serta menganalisis pengaruh kondisi paparan lingkungan yang berbeda (dalam ruangan dan luar ruangan) terhadap perkembangan kuat tekan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan desain campuran berdasarkan pendekatan Department of the Environment (DoE). Spesimen berbentuk kubus berukuran 150 × 150 × 150 mm dibuat dalam dua variasi, yaitu beton normal (kontrol) dan beton dengan substitusi serbuk gergaji 2 %. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serbuk gergaji menyebabkan penurunan kuat tekan dibandingkan beton kontrol, meskipun kuat tekan kedua variasi tetap meningkat seiring bertambahnya umur perawatan. Spesimen yang disimpan di dalam ruangan menunjukkan perkembangan kuat tekan yang lebih stabil, sedangkan spesimen yang dipaparkan di luar ruangan mengalami penurunan kuat tekan pada umur 60 hari. Penggunaan serbuk gergaji sebagai pengganti sebagian agregat halus memberikan manfaat lingkungan melalui pemanfaatan limbah, tetapi berpotensi menurunkan kinerja mekanis dan durabilitas beton dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum material ini dapat direkomendasikan untuk aplikasi struktural secara luas.  Kata Kunci:Beton; serbuk kayu; kuat tekan
Pengaruh Tekanan Terhadap Umur Elektroda Pada Proses Las Titik Untuk Material Flow Through Heater Fadilah, Nurul; Havwini, Tian; Butar Butar, Hendra; Mantik, Andrew William Patria; Sugondo, Ebeng; Siregar, Aulia Putri
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.213

Abstract

     AbstractThe pressure supplied to the electrode has a direct impact on the quality of the weld joint, making it one of the aspects that significantly affects the spot-welding process. The electrode's short lifespan is a major problem in resistance spot welding for high-volume vehicle manufacturing since the electrode component is crucial to the spot-welding process. The Work Instruction specifies the electrode's parameters, which include an energy storage of 209 V and an air pressure of 0.25±0.05 MPa. A charge voltage of 178 V is used throughout the welding process, with a squeeze of 9–12 seconds and a compress duration of 12 seconds. The holder holds the electrode along a length of 21 mm, with the upper and lower electrodes separated by 12 mm. The relative humidity is 70% and outside temperature is 30°C. 400-grit sandpaper is used to clean the electrode surface following 500 welds. An investigation of how electrode pressure affects electrode longevity during spot welding was carried out. The study used SolidWorks software's static and fatigue simulation techniques, modified for field circumstances. The pressing force applied to the electrode and its effect on electrode longevity were examined using this program. With a damage percentage of just 0.002%, the results demonstrated that a pressure of 0.25 MPa had no discernible effect on electrode degradation within 2100 cycles. Under this pressure, the electrode may last up to 100,000,000 cycles before failing. The study's findings indicate that the pressing process has little effect on electrode longevity.Keywords:Electrode., Lifetime., Spot welding., Solidworks simulation  AbstrakSalah satu faktor yang sangat mempengaruhi proses las titik, yaitu tekanan terhadap elektroda, karena akan secara langsung mempengaruhi kualitas sambungan pada pengelasan. Komponen elektroda sangat penting dalam metode pengelasan titik, sehingga umur pakai elektroda yang pendek menjadi masalah krusial dalam pengelasan titik resistansi pada manufaktur mobil bervolume tinggi. Parameter yang digunakan dalam menggunakan elektroda ini tercantum dalam Work Instruction, dengan Energy Storage 209 V dan Air Pressure 0.25±0.05 Mpa. Pada proses pengelasan menggunakan charge voltage 178 squeeze 9-12s dan compress 12. Jarak antara elektroda atas dan bawah 12mm, holder akan menjepit elektroda sepanjang 21mm. Suhu ruangan 30℃, kelembapan udara Rh70. Jika pengelasan sudah 500 kali, elektroda diamplas permukaannya menggunakan kertas pasir 400 CW. Adapun penelitian yang dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penekanan pada elektroda terhadap masa pakai dalam proses pengelasan titik. Pada penelitian yang dilakukan pengujiannya akan menggunakan metode simulasi static dan fatigue pada software solidworks dan telah diseuaikan dengan kondisi dilapangan, penggunaan software ini digunakan untuk melihat gaya tekan yang diberikan pada elektroda yang dapat mempengaruhi umur dari elektroda. Hasil penelitian sudah dilaksanakan menunjukkan bahwa tekanan sebesar 0,25 MPa tidak berdampak signifikan pada kerusakan elektroda dalam 2100 siklus karena persentase kerusakan yang didapat sebesar 0.002% serta siklus pakai yang didapatkan dengan tekanan tersebut bisa mencapai 100.000.000 untuk bisa membuat elektroda tersebut rusak. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa umur pakai elektroda tidak dipengaruhi secara signifikan oleh proses penekanan.Kata Kunci:             Elektroda., Umur pakai., Las titik., Uji simulasi Solidworks
Evaluasi Kinerja Saluran Drainase Pada Jalan Nasional Di Kawasan Politeknik Negeri Lhokseumawe Ibrahim, Ibrahim; Tursina, Tusina; Reza, Muhammad; Irwansyah, Abdullah; Ibrahim, Salwa Fitria; Intan, Syarifah Keumala
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.246

Abstract

Abstract Inadequate drainage management compromises community safety and comfort, leading to recurrent flooding in the areas surrounding the Politeknik Negeri Lhokseumawe campus, Cut Mutia General Hospital, and nearby areas. During periods of high rainfall intensity, approximately 100–150 mm/day, flooding commonly occurs in these areas almost every year. Flood depths can reach 50–100 cm, preventing vehicles from passing and resulting in long traffic congestion. This study aims to predict the magnitude of excess runoff discharge in the drainage channels along the studied road section. The Storm Water Management Model (SWMM) was employed to analyse channel capacity using data from existing drainage inventories, topographic maps, rainfall data, and land-use information. The results of the performance analysis and evaluation indicate that the design rainfall for the 2-year and 5-year return periods at the station are 106.01 mm/day and 155.56 mm/day, respectively. The flow pattern in the study area is divided into two outfalls, discharging into the Alue Raya tributary and the Alue Awe channel. The flood discharge in the channel leading to the Alue Awe tributary is 4.05 m³/s for the 2-year return period and 6.15 m³/s for the 5-year return period. Based on the discharge associated with the 2-year return period and the existing channel condition, which is filled with sediment up to a height of 50 cm, the channel is unable to accommodate the flow. As a result, overtopping occurs with a flood volume of 22,083.00 m³. This overflow has the potential to cause inundation around the drainage channel or along the road within the study area.Keywords:Drainage; Flooding; Raifall AbstrakPengelolaan drainase yang kurang baik sering menjadi sumber berbagai permasalahan, terutama ketika rasa aman dan nyaman masyarakat terhadap ancaman banjir dan pencemaran tidak terpenuhi. Permasalahan serupa juga terjadi di kawasan Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe, Rumah Sakit Umum Cut Mutia, serta wilayah sekitarnya, yang kerap mengalami gangguan drainase berupa banjir. Ketika hujan dengan intensitas tinggi, sekitar 100–150 mm/hari, kawasan tersebut sering mengalami banjir terjadi hampir setiap tahun. Ketinggian genangan air dapat mencapai 50–100 cm yang menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas dan terjadi antrean panjang. Penelitian ini bertujuan memprediksi besaran debit air yang melimpah pada saluran diruas jalan ini. Metode yang digunakan untuk menganalisa kapasitas saluran dengan menggunakan software SWMM (Storm Water Management Model) dimana data yang digunakan berupa inventarisasi saluran drainase yang sudah ada, peta topografi, curah hujan dan tutupan lahan. Dari hasil analisis dan evaluasi kinerja menunjukkan bahwa curah hujan rencana periode ulang 2 tahun dan 5 tahun stasiun adalah 106.01 mm/hari dan 155.56 mm/hari. Pola aliran pada kawasan studi terbagi kepada dua outfall yaitu ke anak sungai Alue Raya dan Alue Awe. Debit banjir pada saluran yang menuju anak sungai Alur raya adalah 4.05 m3/det untuk periode ulang 2 tahun dan 6.15 m3/det untuk periode ulang 5 tahun. Berdasarkan debit dengan periode ulang 2 tahun dan kondisi saluran existing (dipenuhi dengan sedimen setinggi 50 cm) maka saluran ini tidak dapat menampung debit. Akibatnya terjadi luapan dengan volume air sebesar 22.083,00 m3 yang berpotensi terjadinya genangan disekitar saluran atau pada jalan di sepanjang daerah studi.Kata Kunci:Banjir; Drainase; Hujan
Analisis Temporal Perubahan Senyawa Dan Indikasi Korosi Awal Pada Beton Bertulang Di Lingkungan Air Laut Buatan Menggunakan FTIR Susanto, Herdi; Jayadi, Farid; Husran, Yuza; Hanif, Hanif; Mawardi, Mawardi; Zulkifli, Zulkifli; Us, Khairol Mizan
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.252

Abstract

     AbstractMarine environments are highly aggressive to reinforced concrete due to chloride ions that accelerate chemical degradation and initiate reinforcement corrosion, potentially causing early depassivation of steel. This study investigates the temporal evolution of chemical compounds in reinforced concrete and identifies early corrosion-related changes induced by artificial seawater exposure using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Structural-grade reinforced concrete specimens were exposed to artificial seawater with a salinity of approximately 3.5% NaCl under partial immersion conditions, where half of each specimen was immersed while the remaining half was exposed to laboratory air. The exposure period lasted 30 days, with surface concrete powder samples collected at selected intervals. FTIR analysis was conducted to monitor changes in key functional groups, including –OH (Ca(OH)₂), CO₃²⁻ (CaCO₃), calcium silicate hydrate (C–S–H), and free silica. The results indicate progressive carbonation from the early stages of exposure, evidenced by a gradual reduction in –OH intensity and a corresponding increase in carbonate peaks, reflecting a decrease in concrete alkalinity. A notable increase in –OH intensity during the exposure period suggests enhanced moisture absorption, which may facilitate chloride ion diffusion. Although C–S–H phases persisted throughout the test duration, the appearance of free silica at later stages indicates the onset of hydration matrix degradation. These findings demonstrate that progressive carbonation combined with moisture absorption under partial immersion conditions can accelerate early reinforcement depassivation and potentially shorten the service life of reinforced concrete in artificial marine environments.Keywords:Reinforced concrete, corrosion, FTIR, carbonation, artificial seawater       AbstrakLingkungan laut merupakan salah satu kondisi paling agresif terhadap beton bertulang karena keberadaan ion klorida yang dapat mempercepat degradasi kimia beton serta inisiasi korosi tulangan, sehingga berpotensi menyebabkan depasivasi lapisan pelindung baja tulangan pada tahap awal umur layan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan temporal senyawa kimia beton bertulang dan mengidentifikasi indikasi awal korosi akibat paparan air laut buatan menggunakan metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Spesimen beton bertulang bermutu struktural dipaparkan pada lingkungan air laut buatan dengan salinitas ±3,5% NaCl, di mana setengah panjang spesimen direndam dalam air laut buatan dan setengah lainnya terpapar udara. Pengamatan dilakukan selama 30 hari dengan pengambilan sampel serbuk permukaan beton pada hari ke-9, 13, 15, 17, 20, 21, 24, 27, dan 30. Analisis FTIR digunakan untuk memantau perubahan intensitas dan keberadaan gugus fungsional utama, meliputi –OH (Ca(OH)₂), CO₃²⁻ (CaCO₃), fase hidrasi silikat (C–S–H), dan silika bebas. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya karbonasi progresif sejak tahap awal paparan, yang ditandai dengan penurunan bertahap intensitas puncak – OH (Ca(OH)₂) dan peningkatan puncak karbonat (CO₃²⁻, CaCO₃), sehingga mengindikasikan penurunan alkalinitas beton. Lonjakan signifikan intensitas –OH pada hari ke-17 menunjukkan penyerapan kelembapan yang tinggi, yang berpotensi mempercepat difusi ion klorida ke dalam beton. Fase C–S–H masih terdeteksi sepanjang periode pengujian, namun kemunculan silika bebas pada akhir paparan mengindikasikan awal degradasi matriks hidrasi. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi karbonasi progresif dan penyerapan kelembapan pada kondisi perendaman parsial dapat mempercepat indikasi depasivasi tulangan dan berpotensi menurunkan umur layan beton bertulang di lingkungan laut buatan.Kata Kunci:             Beton bertulang, korosi, FTIR, karbonasi, air laut buatan
Analysis of Performance Characteristics and Efficiency of Electric Car Battery Charging Using The Method (CC-CV) Lubis, Muhammad Hanafi Sahar; Hasibuan, Arnawan; Fariadi, Dedi; Abdullah, Dahlan; Nasution, Fakhruddin Ahmad; Jannah, Misbahul; A. Z, Abdullah
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.250

Abstract

AbstractThe growth of electric vehicles (EVs) continues to increase in line with the global awareness of the importance of using environmentally friendly energy. One of the main components in an EV system is the battery, which requires an efficient and safe charging system. The Constant Current–Constant Voltage (CC-CV) charging method is one of the most commonly used approaches, as it maintains stable current and voltage during the charging process. This study aims to design a battery charging system simulation for electric vehicles using the CC-CV method, analyze the charging performance characteristics, and evaluate its efficiency. The research method used is simulation with MATLAB/Simulink software. The research stages include literature review, problem identification, circuit simulation design, simulation implementation, and result analysis. A PI Controller is employed to precisely regulate current and voltage, along with State of Charge (SoC) and voltage sensors to monitor the battery condition in real-time. Simulation results show that the system is capable of automatically transitioning between Constant Current (CC) and Constant Voltage (CV) modes responsively and stably. In CC mode, charging occurs rapidly with constant current, while in CV mode, voltage is kept stable and current gradually decreases. The achieved charging indicating that the CC-CV method enables a fast, safe, and efficient charging process while minimizing the risks of overcharging and overvoltage. AbstrakPertumbuhan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terus meningkat seiring dengan kesadaran global terhadap pentingnya penggunaan energi ramah lingkungan. Salah satu komponen utama dalam sistem kendaraan listrik adalah baterai, yang memerlukan sistem pengisian daya yang efisien dan aman. Metode pengisian Constant Current–Constant Voltage (CC-CV) merupakan salah satu pendekatan yang paling umum digunakan karena mampu menjaga kestabilan arus dan tegangan selama proses pengisian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang simulasi sistem pengisian daya baterai kendaraan listrik menggunakan metode CC CV, menganalisis karakteristik performa pengisian, serta mengevaluasi efisiensinya. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi menggunakan perangkat lunak MATLAB/Simulink. Tahapan penelitian meliputi studi literatur, identifikasi masalah, perancangan rangkaian simulasi, pelaksanaan simulasi, serta analisis hasil simulasi. Dalam perancangannya, digunakan PI Controller untuk mengatur arus dan tegangan secara presisi, serta sensor State of Charge (SoC) dan sensor tegangan untuk memantau kondisi baterai secara real-time. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan transisi otomatis antara mode Constant Current (CC) dan Constant Voltage (CV) secara responsif dan stabil. Pada mode CC, pengisian berjalan cepat dengan arus konstan, sedangkan pada mode CV, tegangan dijaga tetap dan arus menurun secara bertahap. Efisiensi pengisian daya yang dicapai menunjukkan bahwa metode CC-CV mampu memberikan proses pengisian yang cepat, aman, dan efisien, serta meminimalkan risiko overcharge dan overvoltage).
The New Educational Frontier: Agentic AI's Evolutionary Journey Through The Lens of SPAR-4-SLR Mubaroq, Sugeng Rifqi; Wicaksono, Mokhamad Arfan; Rahmawati, Sherly; Gustiana, Iyan; Dhina, Meiry Akmara
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.249

Abstract

AbstractThe emergence of Agentic Artificial Intelligence (AI) represents a fundamental transformation in educational technology, characterized by systems capable of autonomous, adaptive, and proactive operation. This systematic literature review employs the SPAR-4-SLR methodology to analyze 281 publications from Scopus, with 251 articles retained after temporal filtering (2010-2024), revealing the evolutionary trajectory of Agentic AI in education. The analysis identifies three distinct evolutionary eras: the Early Era (2010-2015) characterized by rule-based intelligent tutoring systems exhibiting proto-agentic behaviors, the Transitional Era (2016-2019) marked by enhanced adaptive systems leveraging learning analytics and machine learning, and the Agentic Era (2020-2024) distinguished by sophisticated autonomous systems powered by Large Language Models. Through integrated bibliometric, co-occurrence network, and thematic analyses, the study establishes a conceptual framework encompassing five defining characteristics of Agentic AI: learning initiative, dynamic adaptability, multi-modal interaction, persistence and memory, and collaboration with human actors. Co-citation network analysis reveals the intellectual structure connecting foundational intelligent tutoring research to contemporary generative AI applications. Despite exponential growth in publications, significant gaps persist in theoretical conceptualization of agency, longitudinal impact evidence, and implementation across diverse educational contexts, particularly at primary education levels. This study provides a comprehensive research agenda addressing theoretical, methodological, and implementation gaps to advance the effective and equitable development of Agentic AI in education. AbstrakKemunculan Agen Artificial Intelligence (AI) merepresentasikan transformasi fundamental dalam teknologi pendidikan, yang dicirikan oleh sistem yang mampu beroperasi secara otonom, adaptif, dan proaktif. Tinjauan literatur sistematis ini menggunakan metodologi SPAR-4-SLR untuk menganalisis 281 publikasi dari Scopus, dengan 251 artikel dipertahankan setelah penyaringan temporal (2010-2024), mengungkap trajektori evolusi Agen AI dalam pendidikan. Analisis mengidentifikasi tiga era evolusi yang berbeda: Era Awal (2010-2015) yang dicirikan oleh sistem tutoring cerdas berbasis aturan yang menunjukkan perilaku proto-agentik, Era Transisional (2016-2019) yang ditandai oleh sistem adaptif yang memanfaatkan analitik pembelajaran dan pembelajaran mesin, dan Era Agentik (2020-2024) yang dibedakan oleh sistem otonom yang canggih dan didukung oleh Model Bahasa Besar. Melalui analisis bibliometrik, jaringan ko-okurensi, dan tematik yang terintegrasi, studi ini menetapkan kerangka konseptual yang mencakup lima karakteristik pendefinisi Agen AI: inisiatif pembelajaran, adaptabilitas dinamis, interaksi multi-modal, persistensi dan memori, serta kolaborasi dengan aktor manusia. Analisis jaringan ko-sitasi mengungkap struktur intelektual yang menghubungkan penelitian tutoring cerdas fundamental dengan aplikasi AI generatif kontemporer. Meskipun terjadi pertumbuhan eksponensial dalam publikasi, kesenjangan signifikan masih tetap ada dalam konseptualisasi teoretis mengenai agensi, bukti dampak longitudinal, dan implementasi di berbagai konteks pendidikan, khususnya pada tingkat pendidikan dasar. Studi ini menyediakan agenda penelitian komprehensif yang mengatasi kesenjangan teoretis, metodologis, dan implementasi untuk memajukan pengembangan Agen AI yang efektif dan berkeadilan dalam pendidikan.
Sistem IoT dan Algoritma Naive Bayes untuk Monitoring Kualitas Air Laut secara Real-Time Myladi, Mulyadi; Murtaza, Haikal; Huzaifah, Atthariq; Simbolon, Zulfan Khairil
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.291

Abstract

AbstractThis study develops a real-time seawater quality monitoring system by integrating Internet of Things (IoT) technology and the Naive Bayes classification algorithm. The system utilizes an ESP32 microcontroller equipped with pH and turbidity sensors to collect seawater quality data from coastal areas. The sensor data are transmitted continuously to a Firebase Realtime Database and visualized through an Android-based mobile application developed using Flutter. The Naive Bayes model was trained using a public Kaggle dataset consisting of 5,569 water quality records classified into polluted and unpolluted categories, and then applied to classify real-time sensor data collected at Pantai Pusong, Aceh. Data preprocessing included cleaning, normalization, outlier handling, and class balancing. Experimental results show that the proposed system is capable of performing stable real-time data acquisition, transmission, and visualization. The Naive Bayes classification achieved an accuracy of 53%, with better performance in identifying unpolluted seawater conditions than polluted ones. Although the classification accuracy is moderate, the results demonstrate that the integration of IoT devices, cloud services, and probabilistic machine learning can provide a functional end-to-end solution for real-time seawater quality monitoring and early environmental awareness in coastal regions.Keywords:Internet of things; naive bayes; real-time monitoring; seawater quality; turbidityAbstrakPenelitian ini mengembangkan sistem monitoring kualitas air laut secara real-time dengan mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dan algoritma klasifikasi Naive Bayes. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 yang dilengkapi sensor pH dan turbidity untuk mengakuisisi data kualitas air laut di wilayah pesisir. Data sensor dikirimkan secara kontinu ke Firebase Realtime Database dan ditampilkan melalui aplikasi Android berbasis Flutter. Model Naive Bayes dilatih menggunakan dataset publik dari Kaggle yang terdiri dari 5.569 data kualitas air dengan dua kelas, yaitu air tercemar dan tidak tercemar, kemudian diterapkan untuk mengklasifikasikan data sensor real-time yang diperoleh dari Pantai Pusong, Aceh. Tahapan praproses data meliputi pembersihan data, normalisasi, penanganan outlier, dan penyeimbangan kelas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan akuisisi, pengiriman, dan visualisasi data secara real-time dengan kinerja yang stabil. Evaluasi menggunakan confusion matrix menghasilkan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 53%, dengan kemampuan yang lebih baik dalam mengidentifikasi kondisi air tidak tercemar dibandingkan air tercemar. Meskipun akurasi model masih terbatas, sistem yang dikembangkan menunjukkan keberhasilan integrasi IoT, layanan cloud, dan pembelajaran mesin sebagai solusi awal pemantauan kualitas air laut secara real-time di wilayah pesisir.Kata Kunci:Internet of things; kualitas air laut; naive bayes; pemantauan real-time; turbidity

Page 12 of 13 | Total Record : 121