cover
Contact Name
Usman
Contact Email
usman_health@yahoo.co.id
Phone
+6285335204999
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km. 6, Kota Parepare Sulawesi Selatan 91112
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
ISSN : 26145073     EISSN : 26143151     DOI : https://doi.org/10.31850/makes
Jurnal Ilmiah Manusia dan kesehatan merupakan jurnal ilmiah menyajikan hasil penelitian, laporan kasus, makalah ilmiah atau kajian analitis-kritis di bidang manusia dan kesehatan dan artikel dalam bentuk ulasan. Jurnal ini diterbitkan setahun tiga kali: Januari, Mei, dan September.
Articles 466 Documents
Penambahan Puree Wortel terhadap Penerimaan Sensori dan Mutu Gizi Sosis Ikan Cakalang Ayu Andira Anggreni; Haniarti Haniarti; Sukmawati Thasim; Rasidah Wahyuni Sari
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4588

Abstract

Pangan fungsional berbasis bahan lokal berpotensi meningkatkan kualitas gizi dan nilai tambah hasil perikanan, namun penelitian yang mengintegrasikan evaluasi sensori dan kandungan gizi pada sosis berbahan dasar ikan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh penambahan puree wortel terhadap karakteristik organoleptik dan kandungan gizi sosis ikan cakalang serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan satu faktor dengan empat taraf substitusi puree wortel terhadap berat daging ikan, yaitu 0% (P0), 5% (P1), 10% (P2), dan 15% (P3); Uji organoleptik menggunakan uji hedonik terhadap 30 panelis tidak terlatih berusia 7–12 tahun, dianalisis dengan uji Friedman dilanjutkan uji Wilcoxon signed-rank pada taraf signifikansi 5%, sedangkan kandungan β-karoten, protein, lemak, dan kadar air dianalisis secara deskriptif. Penambahan puree wortel berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesukaan (p=0,014), tetapi tidak terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa (p>0,05); P1 memperoleh skor tertinggi pada empat dari lima atribut. Kandungan β-karoten meningkat dari 111,39 ppm (P0) menjadi 201,14 ppm (P3), sedangkan protein cenderung menurun dari 11,87% menjadi 9,10%; seluruh perlakuan memenuhi persyaratan SNI 7755:2013 untuk kandungan protein, lemak, dan kadar air. Penambahan puree wortel 5% (P1) ditetapkan sebagai formulasi optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara penerimaan sensori dan peningkatan kandungan β-karoten, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional berbasis ikan bagi anak.
Formulasi dan Evaluasi Tablet Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Fitriana Bunyanis; Raudhatul Jannah; Amrianti Amrianti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4589

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) mengandung senyawa bioaktif gingerol dan shogaol yang berkhasiat sebagai antiinflamasi dan pereda nyeri, namun pemanfaatannya masih terbatas pada bentuk sediaan tradisional. Bentuk tablet dipilih karena memiliki stabilitas yang lebih baik, dosis lebih akurat, serta praktis digunakan dan disimpan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak rimpang jahe merah menjadi sediaan tablet dan mengevaluasi karakteristik fisiknya pada dua variasi konsentrasi ekstrak. Penelitian bersifat eksperimental kuantitatif yang dilaksanakan di Laboratorium Farmasi, Fakultas Farmasi ITKeS Muhammadiyah Sidrap pada April–Juli 2026. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dibuat dua formula tablet dengan metode granulasi basah, yaitu Formula I (konsentrasi ekstrak 40%; 200 mg) dan Formula II (konsentrasi ekstrak 50%; 250 mg). Tablet yang dihasilkan dievaluasi meliputi uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, dan keregasan. Hasil penelitian menunjukkan kedua formula memenuhi persyaratan keseragaman bobot (penyimpangan Formula I 4,5–6,7%; Formula II 2,7–6,4%) dan keregasan (Formula I 0,3%; Formula II 0,5%, terhadap ambang ≤1%). Rata-rata kekerasan Formula I sebesar 4,06 kgf dan Formula II 3,43 kgf; berdasarkan acuan 4–8 kgf, Formula I memenuhi batas minimum sedangkan Formula II berada di bawahnya. Formula I dengan konsentrasi ekstrak 40% menunjukkan karakteristik fisik tablet yang lebih optimal dibandingkan Formula II. Disimpulkan bahwa ekstrak rimpang jahe merah dapat diformulasikan menjadi sediaan tablet dengan metode granulasi basah, dan peningkatan konsentrasi ekstrak memengaruhi karakteristik fisik tablet yang dihasilkan.
Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Lempipi (Gymnema inodorum (Lour) Decne) terhadap Penyembuhan Luka Bakar Derajat II pada Kelinci Jantan Dhea Nur Andina; Nurwani Purnama Aji; Eka Putri Wiyati
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4591

Abstract

Luka bakar derajat II menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit yang menuntut penanganan yang cepat dan tepat, baik untuk mempercepat pemulihan maupun mencegah timbulnya infeksi. Tanaman lempipi (Gymnema inodorum (Lour) Decne) diketahui kaya akan senyawa flavonoid, saponin, dan tanin, yang masing-masing berpotensi memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menilai sejauh mana gel yang diformulasikan dari ekstrak etanol daun lempipi mampu mempercepat proses penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus), sekaligus mencari tahu konsentrasi manakah yang memberikan hasil paling optimal. Metode yang diterapkan berbentuk eksperimental, dengan membagi subjek penelitian ke dalam beberapa kelompok perlakuan: kelompok kontrol positif yang diberi Bioplacenton®, kelompok kontrol negatif yang hanya diberi basis gel tanpa kandungan zat aktif, kelompok yang diberi ekstrak daun lempipi tanpa proses formulasi gel, serta tiga kelompok gel ekstrak dengan konsentrasi berbeda, yaitu 2,5% (F1), 5% (F2), dan 7,5% (F3). Data berupa diameter luka yang diukur pada hari ketujuh selanjutnya diuji secara statistik memakai One-Way ANOVA, dan bila ditemukan perbedaan yang bermakna, dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Dari hasil uji One-Way ANOVA, terlihat adanya perbedaan yang bermakna secara statistik di antara kelompok-kelompok yang diuji, ditunjukkan oleh nilai F sebesar 42,764 dan nilai p = 0,000 (p ≤ 0,05). Sementara itu, hasil uji lanjut Tukey HSD mengungkap bahwa kelompok F3 dengan konsentrasi 7,5% tidak memperlihatkan perbedaan yang bermakna jika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (p = 0,793) ataupun kelompok yang hanya diberi ekstrak lempipi (p = 0,541). Sebaliknya, kelompok F3 justru menunjukkan perbedaan yang signifikan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif, F1, maupun F2 (p ≤ 0,05). Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa formulasi gel ekstrak etanol daun lempipi dengan konsentrasi 7,5% merupakan pilihan yang paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II.
Membangun Strategi Pencegahan Diare pada Anak Sekolah Dasar: Analisis Faktor Penghambat Berbasis Interpretative Structural Modeling (ISM) Sriayu Sarmila; Andi Nuddin; Nurlinda Nurlinda; Usman Usman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4598

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak sekolah dasar dan berkaitan dengan perilaku higiene, sanitasi lingkungan, keamanan pangan, serta efektivitas edukasi kesehatan. Kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan edukasi pencegahan diare memerlukan identifikasi faktor prioritas sebagai dasar penyusunan strategi intervensi. Penelitian ini bertujuan menentukan faktor penghambat prioritas dalam edukasi pencegahan diare pada anak sekolah dasar di Kabupaten Tana Toraja menggunakan pendekatan Interpretative Structural Modeling (ISM). Identifikasi faktor dilakukan melalui kajian literatur, observasi lapangan, wawancara, dan diskusi pakar. Sebanyak 12 sub-elemen faktor penghambat dianalisis menggunakan Structural Self-Interaction Matrix (SSIM), Reachability Matrix, serta analisis Driver Power–Dependence.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga faktor berada pada kuadran Independent dengan rata-rata driver power tertinggi (0,86) dan dependence terendah (0,45), yaitu rendahnya frekuensi edukasi kesehatan di sekolah, tingginya konsumsi jajanan tidak higienis oleh anak, serta rendahnya higiene dan sanitasi pedagang jajanan. Lima faktor berada pada kuadran Linkage dengan rata-rata driver power 0,81 dan dependence 0,61, meliputi lemahnya pengawasan konsumsi jajanan anak, penggunaan jamban yang tidak memenuhi standar sanitasi, rendahnya praktik pencucian buah dan sayuran, rendahnya penerapan PHBS di rumah tangga, serta rendahnya dukungan keluarga dalam penyediaan sarana cuci tangan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor penghambat utama berkaitan dengan edukasi kesehatan sekolah dan keamanan pangan jajanan. Oleh karena itu, strategi pencegahan diare perlu difokuskan pada penguatan edukasi kesehatan, pembinaan pedagang jajanan, pengawasan konsumsi jajanan anak, serta peningkatan praktik PHBS dan sanitasi keluarga.
Analisis Faktor Risiko Dermatitis Kontak Pada Nelayan di Pesisir Kota Parepare Diva Aprilya; Rahmi Amir; Dirman Sudarman; Muhammad Ikram
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4602

Abstract

Dermatitis merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang rentan terjadi pada nelayan karena aktivitas kerja melibatkan kontak dengan air laut, pajanan sinar matahari, lingkungan lembap, serta berbagai bahan iritan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kejadian dermatitis dan menganalisis hubungan personal hygiene, penggunaan alat pelindung diri (APD), lama kerja, paparan air laut, dan pajanan sinar matahari dengan kejadian dermatitis pada nelayan di wilayah pesisir Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan pengukuran variabel secara cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 76 nelayan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,6% responden memiliki indikasi dermatitis. Personal hygiene berhubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,004). Berdasarkan perhitungan dari tabulasi silang, penggunaan APD juga menunjukkan hubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,018). Sementara itu, durasi kerja tidak berhubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,355). Paparan air laut tidak menunjukkan hubungan dengan dermatitis (p=0,778), demikian pula pajanan sinar matahari (p=0,062). Disimpulkan bahwa faktor perilaku berupa kebersihan diri dan penggunaan APD merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian dalam pencegahan dermatitis pada nelayan. Peningkatan edukasi mengenai kebersihan diri, penggunaan APD secara konsisten, dan perawatan kulit setelah melaut diperlukan untuk mengurangi gangguan kesehatan kulit pada nelayan Kota Parepare.
Kerentanan Kesehatan Masyarakat Pesisir terhadap Penumpukan Sampah: Analisis Etnografi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan Nuralfirah Nuralfirah; Andi Nuddin; Rahmi Amir; Haniarti Haniarti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4603

Abstract

Wilayah pesisir merupakan ruang hidup strategis bagi masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, tetapi menghadapi tekanan lingkungan berupa penumpukan sampah yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Di wilayah pesisir Kota Parepare, khususnya Lakessi, Cempae, dan Soreang, penumpukan sampah dapat memicu berkembangnya vektor penyakit serta meningkatkan risiko diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan gangguan kesehatan berbasis lingkungan lainnya. Kerentanan kesehatan masyarakat tidak hanya dipengaruhi kondisi lingkungan fisik, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial-budaya, ekonomi, pengetahuan lokal, perilaku masyarakat, serta kebijakan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerentanan kesehatan masyarakat pesisir akibat penumpukan sampah dengan memahami aspek sosial, budaya, ekonomi, pengetahuan lokal, relasi masyarakat dengan lingkungan, dan kebijakan pengelolaan sampah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan. Informan dipilih secara purposive sebanyak empat orang, terdiri atas petugas Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat pesisir. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pengelolaan sampah dan program kesehatan lingkungan yang responsif terhadap kondisi masyarakat pesisir

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 2 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan More Issue