cover
Contact Name
Usman
Contact Email
usman_health@yahoo.co.id
Phone
+6285335204999
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km. 6, Kota Parepare Sulawesi Selatan 91112
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
ISSN : 26145073     EISSN : 26143151     DOI : https://doi.org/10.31850/makes
Jurnal Ilmiah Manusia dan kesehatan merupakan jurnal ilmiah menyajikan hasil penelitian, laporan kasus, makalah ilmiah atau kajian analitis-kritis di bidang manusia dan kesehatan dan artikel dalam bentuk ulasan. Jurnal ini diterbitkan setahun tiga kali: Januari, Mei, dan September.
Articles 466 Documents
Formulasi dan Uji Stabilitas Hair Tonic Ekstrak Etanol Batang Sereh (Cymbopogon citratus) Putri Padillah; Wahyuni L.Ode; Rahmasiah Rahmasiah
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4507

Abstract

Kerontokan rambut dan ketombe merupakan gangguan kulit kepala yang banyak dikeluhkan masyarakat, sementara sebagian produk hair tonic komersial masih mengandung bahan kimia sintetis yang berisiko menimbulkan iritasi. Batang sereh (Cymbopogon citratus) mengandung senyawa aktif seperti sitral, sitronelal, dan sitronelol yang memiliki aktivitas antimikroba dan antiinflamasi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif hair tonic alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menguji stabilitas fisik sediaan hair tonic dari ekstrak etanol batang sereh asal Kabupaten Pinrang. Penelitian bersifat eksperimental laboratorium dengan ekstraksi batang sereh menggunakan metode maserasi pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan formulasi hair tonic pada tiga variasi konsentrasi ekstrak (10%, 12%, dan 14%) serta blanko tanpa ekstrak (F0), kemudian dievaluasi stabilitas fisiknya melalui cycling test empat siklus meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan iritasi pada sepuluh sukarelawan. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula bersifat homogen dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Nilai pH berkisar antara 5,0-5,3, dengan pH tertinggi pada konsentrasi 12% (F2). Nilai viskositas berkisar 0,850-1,342 cPs, dengan viskositas tertinggi juga pada F2. Pengujian organoleptik selama empat siklus penyimpanan tidak menunjukkan perubahan bentuk maupun bau, hanya intensitas warna coklat yang meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Formula dengan konsentrasi ekstrak 12% (F2) merupakan formula terbaik karena memiliki pH dan viskositas yang paling sesuai untuk sediaan hair tonic. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak batang sereh dapat diformulasikan menjadi sediaan hair tonic yang stabil secara fisik dan aman digunakan.
Inovasi Pengendalian Vektor Nyamuk Pendekatan Teknologi Dan Metode Baru:Studi Literatur Review Nurhikma Nurhikma; Rahmi Amir; Rasidah Wahyuni Sari; Ayu Dwi Putri Rusman; Makhrajani Majid
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4515

Abstract

Kasus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, filariasis, dan chikungunya masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Pengendalian vektor nyamuk merupakan langkah penting dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi dalam pengendalian vektor nyamuk dengan pendekatan teknologi dan metode baru melalui studi literatur. Berdasarkan review jurnal,teridentifikasi duplikat, dan abstrak tidak lengkap terdapat 1.176 , kemudian berdasarkan innovation, intervention, outcome, dan type of study dipilih sebanyak 156. Lalu setelah disaring dalam bahasa inggris maka di pilih 54 artikel. Dan setelah disaring artikel teks lengkap diakses dan dibaca dipilih sebanyak 10 artikel yang akan dikaji ulang. Pendekatan inovatif seperti penggunaan ekstrak tumbuhan, bakteri, ikan pemangsa jentik, dan predator copepoda telah dikembangkan untuk mengurangi populasi nyamuk secara efektif sambil menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, teknologi seperti modifikasi genetik nyamuk, penggunaan ketidakcocokan serangga dengan nyamuk Wolbachia termodifikasi, interferensi RNA, dan teknik serangga steril menunjukkan potensi besar dalam pengendalian nyamuk yang lebih spesifik dan efisien. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategi pengendalian yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk meminimalkan dampak penyakit yang ditularkan oleh nyamuk di Indonesia
Pengaruh Penggunaan Obat Tradisional Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Penderita Penyakit Kronis Desa Bilalange Kelurahan Lemoe Kota Parepare Hafsayani Hafsayani; Wahyuni L Ode; Shabran Hadiq
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4534

Abstract

Penyakit kronis merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan berdampak signifikan pada penurunan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan obat tradisional terhadap kualitas hidup masyarakat penderita penyakit kronis di Desa Bilalange, Kelurahan Lemoe, Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 77responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi penderita penyakit kronis di wilayah kerja Puskesmas Lemoe. Data penggunaan obat tradisionaldikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, sementara kualitas hidup diukur menggunakan instrumen. Short Form-36(SF-36). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan obat tradisional sebagai terapi pendamping untuk meredakan gejala dan meningkatkan kebugaran. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara penggunaan obat tradisional yang rasional dengan peningkatan skor domainkualitas hidup responden (p < 0,05). Analisis menunjukkan bahwa integrasi obat tradisional yang terkontrol memberikan kontribusi terhadap perbaikan kualitas hidup fisik dan psikologis penderita penyakit kronis. Secara keseluruhan, penggunaan obat tradisional secara terukur berpengaruh positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat penderita penyakit kronis di wilayah tersebut.
Penetapan Kadar Niacinamide Pada Seru Wajah Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis Sri Anggy Ramadani; Dewi Lidiawati; Iskandar Iskandar
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4554

Abstract

Niacinamide merupakan bentuk tengahda dari vitamin B3 yang banyak digunakan dalam produk serum wajah karena mampu mencerahkan kulit, mengurangi hiperpigmentasi, serta memperkuat fungsi barier kulit. Semakin banyaknya produk serum yang beredar di pasaran membuat penting untuk memastikan kesesuaian kadar niacinamide pada label dengan kadar sebenarnya, karena overclaim kadar bahan aktif dapat merugikan konsumen serta mempengaruhi efektivitas dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar niacinamide pada tiga merek serum wajah yang berlabel 10% niacinamide serta mengetahui tidaknya perbedaan antara kadar yang diukur dengan kadar yang diklaim pada label. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 262 nm. Kurva kalibrasi dibuat dari larutan standar niacinamide dengan konsentrasi 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm, sedangkan sampel serum dipreparasi melalui ekstraksi dengan metanol, pengendapan, penyaringan, dan pengenceran 100 kali sebelum diukur serapannya. Kurva kalibrasi menghasilkan persamaan regresi linier y = 0,0283x − 0,0017 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9942 yang menunjukkan linearitas baik. Hasil pengukuran menunjukkan kadar niacinamide sebesar 4,02% pada Serum A, 4,9% pada Serum B, dan 4,22% pada Serum C, yang seluruhnya lebih rendah dibandingkan kadar 10% yang tercantum pada label. Serum B memiliki kadar tertinggi, sedangkan Serum A memiliki kadar terendah. Hasil ini menunjukkan bahwa kadar niacinamide pada sampel ketiga tidak sesuai dengan label klaim. Dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara kadar niacinamide aktual dan kadar yang tercantum pada label produk serum wajah komersial, sehingga diperlukan pengawasan mutu dan verifikasi label yang lebih ketat pada produk kosmetik.
Pengaruh Hormon FSH Dan Testosteron Terhadap Infertilitas Laki-Laki Di RSKIA Sadewa Periode 2025 Moh.Firgiawan Dwiyanto; Farida Noor Irfani; Nazula Rahma Shafriani
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4555

Abstract

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih menjadi perhatian di tingkat global maupun nasional, dengan faktor laki-laki berkontribusi terhadap sekitar 40–50% kasus infertilitas. Gangguan hormonal, khususnya yang melibatkan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan testosteron, berperan penting dalam proses spermatogenesis dan fungsi reproduksi pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hormon FSH dan testosteron serta hubungan antara kedua hormon tersebut pada pasien infertil laki-laki di RSKIA Sadewa Yogyakarta periode 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional berdasarkan data rekam medis pasien infertil laki-laki yang menjalani pemeriksaan kadar FSH dan testosteron. Sebanyak 245 pasien memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar FSH sebesar 5,86 mIU/mL dan rata-rata kadar testosteron sebesar 5,19 ng/mL. Analisis hubungan antara kadar FSH dan testosteron menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel (r = -0,030; p = 0,638). Analisis lebih lanjut juga menunjukkan bahwa usia dan lama infertilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar hormon FSH maupun testosteron pada pasien infertil laki-laki di RSKIA Sadewa periode 2025. Disimpulkan bahwa kadar FSH dan testosteron pada pasien infertil laki-laki memiliki distribusi yang beragam, namun tidak menunjukkan hubungan yang signifikan satu sama lain, serta tidak dipengaruhi secara bermakna oleh usia dan lama infertilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa infertilitas pria merupakan kondisi multifaktorial yang tidak hanya dipengaruhi oleh kadar FSH dan testosteron
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Infeksius terhadap Risiko Kesehatan Petugas Sanitasi di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare Zuraidah Inara Gani; Makhrajani Majid; Dirman Sudarman; Muhammad Ikram
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4559

Abstract

Pendahuluan: Pengelolaan limbah medis infeksius di rumah sakit merupakan proses penanganan limbah yang mengandung mikroorganisme patogen dan berpotensi menularkan penyakit kepada manusia maupun mencemari lingkungan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah medis infeksius terhadap risiko esehatan petugas sanitasi di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare. Bahan dan metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap petugas sanitasi yang terlibat dalam pengelolaan limbah medis infeksius. Aspek yang dievaluasi meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan sementara, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta risiko kesehatan yang dialami petugas. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk eseh serta uraian naratif. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis infeksius di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie pada umumnya telah mengikuti prosedur operasional yang berlaku. Namun demikian, masih ditemukan beberapa aspek yang memerlukan perbaikan, terutama dalam konsistensi penggunaan APD secara lengkap, peningkatan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja, serta pengawasan selama proses pengelolaan limbah. Petugas sanitasi masih berpotensi mengalami paparan bahaya biologis, cedera akibat benda tajam, dan risiko infeksi akibat kontak langsung dengan limbah medis infeksius. Kesimpulan: Pengelolaan limbah medis infeksius di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie telah dilaksanakan dengan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, pengawasan keselamatan kerja, pelatihan berkelanjutan, serta penggunaan APD secara konsisten untuk meminimalkan risiko kesehatan petugas sanitasi.
Evaluasi Pelaksanaan Kepatuhan Cleaning Service Dalam Pengelolaan Limbah Infeksius Di Rs Regional Dr.Hasri Ainun Habibie Kota Parepare Khusnul Khatima; Makhrajani Majid; Dirman Sudarman; Muhammad Ikram
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4565

Abstract

Pendahuluan: Pengelolaan limbah infeksius di rumah sakit memerlukan kepatuhan cleaning service terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mencegah risiko penularan infeksi, kecelakaan kerja, dan pencemaran lingkungan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan kepatuhan cleaning service dalam pengelolaan limbah infeksius serta mendeskripsikan pelaksanaan kepatuhan cleaning service terhadap SOP dalam pengelolaan limbah infeksius di RS Regional dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian berjumlah 12 orang, yang terdiri atas 1 koordinator cleaning service, 1 koordinator sanitasi, 9 petugas cleaning service sebagai informan utama, dan 1 tenaga kesehatan (perawat). Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan kepatuhan cleaning service dalam pengelolaan limbah infeksius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan kepatuhan cleaning service meliputi pengetahuan petugas mengenai SOP, sikap dan kesadaran terhadap keselamatan kerja, ketersediaan sarana dan prasarana, pengawasan, serta dukungan manajemen rumah sakit. Pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh koordinator cleaning service, unit sanitasi, dan petugas K3 disertai penerapan aturan dan sanksi terhadap pelanggaran menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan petugas. Pelaksanaan kepatuhan cleaning service terhadap SOP secara umum telah berjalan dengan baik, ditunjukkan melalui pelaksanaan pemilahan limbah sesuai kategori, penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, pengangkutan limbah menggunakan troli khusus, penyimpanan sementara sesuai ketentuan, serta penyerahan limbah kepada pihak ketiga berizin. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti kesalahan penempatan limbah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang terjadi pada kondisi tertentu sehingga masih memerlukan evaluasi dan pembinaan secara berkelanjutan
Formulasi Uji Efektivitas Lotion Ekstrak Raspberry (Rubus Rosifolius sm.) Sebagai Repellent Nyamuk Anggrainy Eka Putri; Eka Putri Wiyati; Dede Handika
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4570

Abstract

Nyamuk adalah salah satu vektor utama yang berperan dalam penularan penyakit infeksi, seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan chikungunya, sehingga diperlukan repellent yang aman dan efektif. Buah raspberry (Rubus rosifolius Sm.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, antosianin, dan senyawa fenolik untuk repellent alami. Tujuan penelitian ini memformulasikan ekstrak buah raspberry dalam bentuk sediaan lotion, mengevaluasi mutu fisik sediaan, serta menguji efektivitasnya sebagai repellent nyamuk. Ekstraksi bahan menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% sebagai pelarut, kemudian ekstrak diformulasikan ke dalam formula F0 (0%), F1 (2%), F2 (3%), dan F3 (4%). Evaluasi mutu fisik sediaan mencakup pengujian organoleptis, homogenitas, viskositas, daya lekat, daya sebar, serta pH. Uji efektivitas repellent dilakukan selama enam jam dengan mengamati jumlah nyamuk yang hinggap pada setiap formula. Analisis data yang digunakan uji statistik yang meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene’s Test, dilanjutkan dengan One Way ANOVA dan uji post hoc Tukey HSD pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian, semua formula menunjukkan karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan mutu sediaan yang telah ditetapkan. Peningkatan konsentrasi ekstrak buah raspberry berpengaruh signifikan terhadap efektivitas daya tolak nyamuk, dengan formula F3 (4%) menunjukkan efektivitas terbaik. Ekstrak buah raspberry (Rubus rosifolius Sm.) memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan aktif alami dalam formulasi sediaan lotion repellent nyamuk
Identifikasi Flavonoid Ekstrak Fraksi Etil Asetat Daun Asam Jawa terhadap Streptococcus mutans Intan Harlesi; Devi Novia; Tri Yanuarto; Luky Dharmayanti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4583

Abstract

Bakteri Streptococcus mutans diketahui memiliki peranan dalam proses terjadinya karies gigi, sehingga diperlukan alternatif antibakteri yang berasal dari bahan alam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa flavonoid dalam ekstrak fraksi etil asetat daun asam jawa (Tamarindus indica L.), menganalisis kandungan flavonoid total, serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Daun asam jawa diekstraksi melalui proses maserasi dengan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan etil asetat. Keberadaan flavonoid dikonfirmasi melalui skrining fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sedangkan kandungan flavonoid total dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan kuarsetin sebagai standar pada panjang gelombang 432 nm. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan teknik difusi cakram dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, menggunakan chlorhexidine gluconate 0,2% sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak fraksi etil asetat positif mengandung flavonoid dengan kadar flavonoid total sebesar 4,091%. Nilai Rf sampel sebesar 0,94 dan Rf kuarsetin sebesar 0,88 menunjukkan selisih nilai Rf sebesar 0,06. Rerata diameter zona hambat yang diperoleh pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% masing-masing sebesar 11,74; 16,53; dan 21,48 mm, sedangkan kontrol positif menghasilkan diameter hambat sebesar 11,27 mm dan kontrol negatif tidak membentuk zona hambat. Analisis One-Way ANOVA memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan antarperlakuan (p<0,05), dengan konsentrasi 75% menghasilkan daya hambat paling tinggi. Dengan demikian, ekstrak fraksi etil asetat daun asam jawa positif mengandung flavonoid dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, dengan konsentrasi 75% sebagai perlakuan yang memberikan efektivitas terbaik
Uji Kandungan Gizi dan Organoleptik Cookies Tinggi Serat Ampas Kelapa Pisang Raja Nilda Sasmita; Nurlinda Nurlinda; Sukmawati Thasim; Fivit Febriani Malik
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4585

Abstract

Sebanyak 97% masyarakat Indonesia mengonsumsi serat di bawah kecukupan harian (rata-rata 10,5 dari kebutuhan 29–37 gram/hari) serta pola makan remaja tinggi kalori rendah serat yang berisiko memicu obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular sehingga diperlukan alternatif camilan tinggi serat berbahan pangan lokal. Penelitian ini mengembangkan cookies tinggi serat berbasis ampas kelapa dan pisang raja, yang merupakan komoditas unggulan Kabupaten Pinrang yang belum dimanfaatkan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi serta daya terima (organoleptik) cookies berbasis ampas kelapa dan pisang raja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen laboratorium yang membuat tiga formulasi, yaitu F1 (0% ampas kelapa), F2 (10% ampas kelapa), dan F3 (20% ampas kelapa) dengan jumlah pisang raja 15% pada tiap formulasi. Uji daya terima dilakukan pada 30 panelis tidak terlatih berusia 15–19 tahun menggunakan uji hedonik, sedangkan analisis kandungan gizi dilakukan di laboratorium Kimia Pakan, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kadar serat sebanyak 2,43% seiring bertambahnya konsentrasi ampas kelapa, kadar protein menurun sebesar 0,74%, kadar lemak meningkat sebesar 4,19% dan kadar karbohidrat menurun sebesar 4,73%. Seluruh formulasi cookies dapat diterima dengan baik oleh panelis dengan skor rata-rata 3,27–4,17, dan F2 ditetapkan sebagai formulasi terbaik atas dasar keseimbangan gizi dan daya terima. Disimpulkan bahwa penambahan ampas kelapa berpengaruh terhadap kandungan gizi dan sebagian karakteristik organoleptik cookies, dengan formulasi F2 sebagai formulasi paling optimal yang berpotensi membantu meningkatkan asupan serat pada remaja.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 2 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan More Issue