cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
Artikel FAKTOR RISIKO GASTRITIS DI PUSKESMAS TOMBATU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA: STUDI KASUS KONTROL Tumbelaka, Oktaviany C. C.; Kalesaran, Angela F. C.; Kandou, Grace D.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36938

Abstract

Gastritis merupakan penyakit yang memiliki jumlah kasus tinggi di Dunia dengan angka insiden mencapai 1,8 - 2,1 juta dari jumlah penduduk setiap tahunnya. Indonesia, gastritis menempati urutan ke-6 dengan total kasus 33.580 pasien rawat inap di Rumah Sakit. Tahun 2022, gastritis menempati posisi ketiga di Kabupaten Minahasa Tenggara (4.731) dan di Puskesmas Tombatu (1.222). Berbagai faktor dapat berkontribusi terhadap munculnya gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko gastritis di Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Oktober sampai November tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Penelitian ini mencakup populasi 186 pasien, dengan total sampel 136 dengan perbandingan 1:1 kelompok kasus dan kontrol yang diambil melalui teknik purposive sampling. Varibael bebas penelitian ini adalah kebiasaan makan, kebiasaan merokok, konsumsi kopi dan stres, dengan variabel terikatnya gastritis. Instrumen utama yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square yang menguji hubungan dan faktor risiko antara berbagai faktor dengan gastritis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kopi dengan gastritis, yang ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,008 dengan OR sebesar 3,073. Variabel pola makan (p-value: 0.610, OR: 3.092), kebiasaan merokok (p-value: 0.689, OR: 1.272), dan tingkat stres (p-value: 0.062, OR: 7.689) memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan gastritis. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi dengan gastritis di Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Namun tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara variable lainnya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RW 02 KELURAHAN REMPOA, KECAMATAN CIPUTAT TIMUR, TANGERANG BANTEN TAHUN 2024 hermani, Nanny; Ibadurrahmi , Hasna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36943

Abstract

Prevalensi DBD di Indonesia Juni 2024 dilaporkan sekitar 88.593 kasus dengan 621 kasus kematian di Indonesia. Tangerang merupakan salah satu kota dengan jumlah kasus DBD tertinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan DBD di RW 02 Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Banten Tahun 2024. Metode penelitian adalah analitik kuantitatif dengan desain cross sectional dan teknik quota sampling sebanyak 40 responden. Variabel dependen adalah perilaku pencegahan DBD dan variabel independen adalah pengetahuan dan sikap diukur menggunakan kuesioner. Hasil univariat terbanyak yaitu responden berperilaku baik sebanyak 24 (60%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 21 (52,5%), riwayat pendidikan SMA/kejuruan sebanyak 18 (45%), pekerjaan yaitu tidak bekerja/IRT sebanyak 21 (52,5%), memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 28 (70%), dan memiliki sikap yang sama antara sikap baik dengan sikap kurang tentang perilaku pencegahan DBD sebanyak 20 (50%). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan DBD di RW 02 Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur (p Value = 0,490) dan tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan DBD di RW 02 Kelurahan Rempoa Kecamatan Ciputat Timur 2024 (p Value = 0,107).Kesimpulan dari penelitian yaitu tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap responden terhadap perilaku pencegahan DBD di RW 02 Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Banten 2024. Saran bagi anggota keluarga diharapkan untuk tetap mengawasi anggota keluarga lain untuk menerapkan perilaku pencegahan DBD dan perlu adanya edukasi berkala bagi masyarakat agar meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pentingnya kebersihan lingkungan sehingga tercapai tingkat kesehatan yang lebih optimal.
ANALISIS INDEKS MASSA TUBUH DAN KADAR HEMOGLOBIN TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN PASIEN KUSTA DI PUSKESMAS WATAMPONE, PUSKESMAS KAJUARA DAN PUSKESMAS SALOMEKKO PADA TAHUN 2022-2023 Abdi, Dian Amelia; Putri, Andi Nur Afifah Maharani; Harahap, Muhammad Wirawan; Nurmadilla, Nesyana; Rasfayanah, Rasfayanah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36975

Abstract

Kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan masih menjadi masalah kesehatan serius di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Penyakit ini dapat memengaruhi kualitas hidup pasien dan memiliki dampak sosial yang cukup besar. Tingkat keparahan kusta dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar hemoglobin (HB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan kadar hemoglobin terhadap tingkat keparahan pasien kusta di Puskesmas Watampone, Puskesmas Kajuara, dan Puskesmas Salomekko pada tahun 2022-2023.  Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien kusta yang telah didiagnosis di ketiga puskesmas tersebut selama kurun waktu dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien kusta memiliki status gizi kategori normal dengan tingkat keparahan Pausibasiler. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji statistik yang signifikan (nilai P = 0,000). Di sisi lain, pasien dengan kadar hemoglobin tidak normal cenderung memiliki tingkat keparahan Multibasiler, yang juga signifikan secara statistik (nilai P = 0,000).  Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan kadar hemoglobin terhadap tingkat keparahan kusta. Temuan ini menyoroti pentingnya memantau status gizi dan kadar hemoglobin sebagai bagian dari strategi penanganan pasien kusta. Hal ini juga dapat menjadi dasar pengembangan program pencegahan yang lebih efektif untuk menurunkan angka keparahan kusta di wilayah tersebut. Penelitian ini memberikan wawasan penting dalam mendukung upaya pengendalian penyakit kusta di Kabupaten Bone
HUBUNGAN INSOMNIA TERHADAP HIPERTENSI PADA PASIEN LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA I CIPAYUNG JAKARTA TIMUR DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM Hamada, Masayuki
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36978

Abstract

Meningkatnya jumlah lansia di Indonesia membutuhkan perhatian karena mereka rentan terhadap masalah kesehatan kronis seperti insomnia, yang memengaruhi 10-25% orang dewasa. Perubahan ritme sirkadian pada insomnia dapat menyebabkan komplikasi seperti hipertensi, yang merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular dan penyebab kematian tertinggi di dunia. Data WHO (2015) menunjukkan bahwa 1,13 miliar orang menderita hipertensi. Islam mendorong umatnya untuk mencari pengobatan, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW bahwa setiap penyakit memiliki obatnya. Penelitian ini mengkaji hubungan antara insomnia dan hipertensi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia I, Jakarta Timur. Dengan desain cross-sectional, data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner Insomnia Severity Index (ISI) dan pengukuran tekanan darah dengan sphygmomanometer merkuri Riester. Sebanyak 150 responden dipilih melalui simple random sampling, dan data dianalisis menggunakan uji chi-square melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,7% lansia dengan insomnia mengalami hipertensi, sementara 4,7% tidak. Sebaliknya, 20% responden tanpa insomnia tidak mengalami hipertensi, sementara 34,7% lainnya mengalami hipertensi. Temuan ini menunjukkan bahwa lansia dengan insomnia lebih rentan terhadap hipertensi. Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara insomnia dan hipertensi pada populasi ini.
TANTANGAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIM-RS) DI RSD LIUN KENDAGE TAHUNA KEPULAUAN SANGIHE Harikatang, Agung Damai; Hidayat, Dasrun; Rachman, Arif
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36985

Abstract

Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, terutama di rumah sakit daerah terpencil seperti RSD Liun Kendage Tahuna, Kepulauan Sangihe. SIM-RS bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan, namun kondisi geografis, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), dan keterbatasan infrastruktur teknologi menjadi penghambat signifikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan utama dalam implementasi SIM-RS di RSD Liun Kendage Tahuna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan wawancara mendalam terhadap 10 partisipan yang terdiri dari tenaga medis, staf IT, dan manajemen rumah sakit. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi tema-tema kunci mengenai tantangan implementasi SIM-RS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor geografis menghambat konektivitas internet yang stabil dan mempersulit akses vendor untuk perangkat teknologi yang dibutuhkan. Selain itu, keterbatasan SDM dalam hal kualifikasi IT dan minimnya pelatihan menjadi kendala dalam penggunaan SIM-RS. Infrastruktur teknologi di RSD Liun Kendage juga masih terbatas, dengan perangkat keras dan sistem pendukung yang belum optimal. Diperlukan strategi mitigasi yang mencakup peningkatan pelatihan SDM, investasi pada infrastruktur teknologi, dan upaya mengatasi kendala geografis untuk memastikan keberhasilan implementasi SIM-RS di RSD Liun Kendage Tahuna. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan rumah sakit dalam mengoptimalkan SIM-RS guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah kepulauan.
STRATEGI PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT HIV/AIDS DI KABUPATEN SERANG TAHUN 2024 Yuningsih, Yayah; Kusumastuti, Istiana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37044

Abstract

Berdasarkan statistic yang ada, terdapat 107 warga Kabupaten Serang yang terkena HIV/ AIDS. Bahkan bias jadi lebih banyak Penderita tersebut karena banyak yang tidak tahu atau bahkan malu melaporkan penyakit ke Puskesmas terdekat. Tujuan dari adanya penelitan ini untuk mengetahui serta menganalisis faktor internal dan eksternal dalam merumuskan strategi alternatif serta program prioritas agar optimalnya program pengendalian penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Serang. Pendekatan kualitatif diterapkan dalam penelitian ini melalui penggunaan metode wawancara dan observasi. Evaluasi Faktor Internal (EFI) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) digunakan untuk merumuskan strategi, sementara pemilihan strategi alternatif dilakukan melalui analisis Analisis Strength, Weakness, Opportunities and Threats (SWOT) dan penentuan prioritas strategis melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis dilakukan melalui pendekatan IFE dan EFE analisis SWOT dan dilanjutkan oleh AHP. Hasil penelitian.  Strategi WO yaitu perlunya Perencanaan SDM kesehatan, manfaatkan teknologi, dan efisiensi dengan bobot 3,32. Perlu menjadi hal yang diperhatikan dalam pembuatan strategi, sehingga diharapkan bahwa keputusan yang dilakukan menjadi optimal. Diagram Kuadran SWOT dalam hal ini kuadran 1 yaitu organisasi mempunyai peluang dan kekuatan. Strategi yang harus diambil dalam kondisi seperti ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif atau growth oriented strategy dengan memanfaatkan peluang yang ada serta kekuatan internal yang dimiliki organisasi Dinas Kesehatan. Adapun analisis AHP kriteria SDM merupakan kriteria yang paling penting bagi Dinkes dengan nilai bobot 0,412 atau 41,2 Dalam hal ini kriteria SDM menjadi kriteria yang penting baik dilihat dari segi kuantitas yaitu jumlahnya mencukupi, maupun kualitas segi pendidikan dan pelatihan
ESSENTIAL OIL LEMON UNTUK MENURUNKAN NYERI WP, Yudha; Rizqi, Amalia Solichati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37055

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini adalah mewujudkan prototype penanganan nyeri berbasis iptek dengan memanfaatkan alam Indonesia pada tahun 2029. Nyeri adalah rasa tidak nyaman yang sering dialami oleh setiap manusia. Hampir semua manusia pasti pernah mengalami nyeri. Tekhnik dalam penanganan nyeri sangatlah beraneka ragam mulai dari farmakologi, alat elektromedis ataupun penggunaan teknologi virtual reality (VR). Pengembangan penanganan nyeri dengan menggunakan alam Indonesia yaitu essensial oil lemon perlu dilakukan karena belum pernah ada riset yang menelitia essensial oil lemon untuk menurunkan nyeri . Alam indonesia sangatlah subur dan tanaman lemon bisa tumbuh subur di hampir seluruh Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah essential oil lemon dapat menurunkan nyeri. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kualtitatif. Sampel penelitian adalah sebanyak 30 mahasiswa yaitu mahasiswa program vokasi Universitas Widya Dharma (UNWIDHA) pada bulan Januari – November 2024 dengan tempat penelitian di laboratorium fisioterapi UNWIDHA. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran nilai ambang nyeri pada 10 cm ke distal dari epycondylus medial dengan menggunakan electrical stimulation arus faradic sebelum dan setelah perlakuan. intervensi yang diberikan adalah pemberian olesan essential oil lemon yang sudah dilakukan uji laboratorium dan mendapatkan izin dari BPOM untuk memastikan keamanan pelaksanaan penelitian dengan izin TR 236080571. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS uji statistic prametrik uji paires sample t test didapatkan hasil nilai signifikansi 0.000 yang berarti kurang dari 0,05. Kesimpulan Ada perbedaan rat – rata sebelum dan setelah perlakuan yang berarti essential oil lemon dapat menurunkan nyeri
FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBABKAN BAYI LAHIR DENGAN BERAT RENDAH DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET Astuti, Lia Kusuma Budhy; Werdani, Kusuma Estu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37061

Abstract

Indonesia masuk 10 besar dunia dengan kasus BBLR terbanyak yakni berada di peringkat sembilan dunia dengan persentase BBLR lebih dari 15,5% dari kelahiran bayi setiap tahunnya. Sebesar 25,20% BBLR yang meninggal dimana l2,90% adalah bayi-bayi dengan berat badan kecil untuk masa kehamilan dengan angka kematian neonnatal dini sebesar 81,80%. Sekitar 60% sampai 80% dari angka kematian bayi (AKB) di dunia disebabkan oleh kejadian BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usia ibu dan penyakit yang diderita terhadap bayi lahir dengan berat rendah di Rumah Sakit UNS tahun 2022-2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan teknik analisis data bivariat cross section. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 33 bayi lahir dengan berat normal dan 33 bayi lahir dengan berat rendah. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang didapatkan dari data Rumah Sakit UNS. dari penelitian ini diperoleh bahwa (1) usia ibu memiliki pengaruh signifikan dengan P-Value sebesar 0,000 terhadap bayi lahir dengan berat rendah di Rumah Sakit UNS, (2) penyakit yang diderita memiliki pengaruh signifikan dengan P-Value sebesar 0,000  terhadap bayi lahir dengan berat rendah di Rumah Sakit UNS, (3) jarak kehamilan memiliki pengaruh signifikan dengan P-Value sebesar 0,000  terhadap bayi lahir dengan berat rendah di Rumah Sakit UNS. seluruh variabel mempunyai pengaruh yang signifikat terhadap bayi lahir dengan berat rendah.
ANALISIS DOSIS ORGAN TARGET DAN ORGAN AT RISK PADA BRAKHITERAPI KASUS KANKER ENDOMETRIUM MENGGUNAKAN ALAT APLIKATOR SILINDER DI INSTALASI RADIOTERAPI RSUP PERSAHABATAN Cahyani, rahmawati dwi; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Fikli, Devina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37069

Abstract

Penelitian ini menganalisis dosis yang diterima oleh organ target dan organ at risk dalam brakhiterapi kanker endometrium menggunakan aplikator silinder di RSUP Persahabatan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi apakah dosis yang diterima pasien melebihi batas toleransi yang ditentukan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan data dari Treatment Planning System (TPS) dan Dose Volume Histogram (DVH) pada 30 pasien. Variabel independen adalah alat aplikator, variabel dependen adalah dosis pada organ target dan organ at risk, dan variabel kontrol adalah dosis total pada organ target dan organ at risk. Alat yang digunakan mencakup pesawat brakhiterapi Saginova, sumber cobalt-60, sistem after loading TPS Bebig, aplikator silinder, komputer TPS, dan alat tulis untuk mencatat dosis. Analisis menggunakan SPSS versi 22 untuk menghitung rata-rata (mean), standar deviasi, dosis maksimum, dan dosis minimum. Hasil menunjukkan bahwa untuk HRCTV D90, dosis rata-rata adalah (82,9190) Gy (SD 3,84622), dengan maksimum (90,47 Gy) dan minimum (78,17) Gy. Dosis rata-rata pada kandung kemih (67,5777) Gy (SD 4,13554) dengan dosis maksimum (73,63) Gy dan nilai minimum adalah (68.68), sedangkan pada rektum, dosis rata-rata (70,0913) Gy (SD 3,32333) dengan maksimum (78,04) Gy dan nilai minimum adalah (65,15). Simpulan ini adalah dosis pada rektum telah melebihi batas toleransi dengan nilai dosis (78,04) yang batas toleransinya adalah tidak boleh melebihi <75 Gy.  Meski rata-rata keseluruhan aman, penting memantau dosis ketat pada tiap untuk meningkatkan keselamatan pasien.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RSUD SULTAN SYARIF MUHAMMAD ALKADRIE PONTIANAK Afrilia, Afrilia; Triwahyuni, Palupi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37074

Abstract

Perawat memiliki peran penting dalam pengelolaan infeksi nosokomial. Kapasitas seorang perawat untuk memberikan perawatan pasien, termasuk tetapi tidak terbatas pada mengurangi penularan infeksi, bergantung pada latar belakang pendidikan dan pelatihan mereka. Di Rumah Sakit Sultan Syarif Muhammad Alkadrie di Pontianak, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara sikap dan pengetahuan perawat tentang pengobatan dan pencegahan infeksi nosokomial. Para peneliti menggunakan metodologi korelasional cross-sectional dalam penyelidikan mereka. Subjek penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel komprehensif untuk memilih 63 responden sebagai sampel. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap dan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik (p=0,023) antara pengetahuan dan sikap perawat tentang manajemen dan pencegahan infeksi nosokomial. Penelitian ini menemukan bahwa sikap yang baik muncul setelah perolehan pengetahuan yang akurat. Oleh karena itu, para perawat didorong untuk meningkatkan keahlian mereka dalam mengelola dan mencegah infeksi nosokomial.