cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMASUJONG PATIHAH KABUPATEN NAGAN RAYA Pransika, Eka; Nababan, Donal; Purba, Agnes; Ginting, Daniel; Adiansyah, Adiansyah; J. Sitorus, Mido Ester; Siagian, Mindo Tua; Brahmana, Nettietalia Br.; Silitonga, Evawani Martalena
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36825

Abstract

Stunting menjadi salah satu ancaman yang membawa dampak negatif dalam pencapaian bonus demografi. Terdapat 155 juta anak di seluruh dunia menderita malnutrisi akibat dari stunting sejak abad ke-19 sampai dengan sekarang. Saat ini, tren stunting anak secara global mengalami peningkatan. Berdasarkan data survey yang dilakukan di Puskesmas Ujong Patihah jumlah balita pada tahun 2024 adalah sebanyak 1.065 dengan jumlah kejadian stunting sebanyak 92 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 tahun di Puskesmas Ujong Patihah Kabupaten Nagan Raya. Metodelogi penelitian menggunakan desain crossectional study. Lokasi penelitian dilaksanakan di Puskesmas Ujong Patihah pada bulan Agustus 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 25-59 tahun. Sampel diambil dengan menggunakan rumus slovin sebanyak 95  sampel. Hasil Analisa bivariat menunjukan variabel riwayat ASI eksklusif memiliki nilai p=0.024, variabel BBLR memiliki nilai p=0.285, variabel pengetahuan memiliki nilai p=0.038, variabel MP-ASI memiliki nilai p=0.044, variabel penyakit infeksi memiliki nilai p=0.459. Kesimpulan variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian stunting adalah variabel riwayat ASI Eksklusif, variabel pengetahuan dan MP-ASI. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting adalah riwayat ASI Eksklusif. Disarankan ke pada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan edukasi ke pada masyarakat.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS TELUK DALAM KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2023 Samosikha Wau, Robledo; Hakim, Lukman; Br. Brahmana, Nettietalia; Nababan, Donal; Sembiring, Rinawati; Elisabeth Purba, Ivan; Wandra, Toni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36826

Abstract

Perhatian terhadap pemenuhan zat gizi anak hendaknya dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan anak yaitu dimulai dari masa awal kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, masa ini disebut dengan golden age yaitu masa dimana terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada diri anak. Setelah anak berusia diatas 2 tahun, pemenuhan terhadap asupan zat gizi harus tetap diperhatikan karena usia balita merupakan usia yang rawan terhadap berbagai penyakit dan masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berhubungan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Teluk Dalam kabupaten Nias Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam kecamatan Teluk Dalam, kabupaten Nias Selatan, di dua desa yaitu desa bawodobara dan bawonifaoso. Populasi dari penelitian ini berjumlah 1.750 balita. Jumlah sampel dalam penelitian ini 30 orang. Jenis pengambilan sample menggunakan non probability dengan menggunakan teknik Accidental. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa semua varibel berhubungan dengan kejadian stunting dengan variabel dominan adalah pola asuh degan nilai p value 0,009. Saran ditujukan untuk puskesmas dan orang tua terutama ibu. diharapkan pada pihak puskesmas agar mengedukasi masyarakat tentang GERMAS (gerakan masyarakat hidup sehat ). Bagi ibu diharapkan ibu menerapkan prinsip PHBS ( perilaku hidup bersih sehat ). sebagai pola asuh kesehatan anak.
ANALISIS DETERMINAN OBESITAS PADA REMAJA DI KOTA TOMOHON Musa, Ester Candrawati; Adam, Hilman; Gerungan, Anastasia Emmy; Sanggelorang, Yulianty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36865

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan dapat berdampak jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan obesitas pada remaja di Kota Tomohon, dengan jumlah responden sebanyak 154 siswa dari SMA Katolik Karitas Tomohon dan SMK St. Familia Tomohon. Metode penelitian yang digunakan adalah survei cross-sectional, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis bivariat dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel sosio-demografis, asupan energi, aktivitas fisik, dan pola konsumsi fast food dengan status obesitas. Hasil penelitian menunjukkan proporsi obesitas sebesar 9,7%. Variabel yang signifikan berhubungan dengan obesitas adalah asupan energi (p-value = 0,023) dan pola konsumsi fast food (p-value = 0,011). Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa pekerjaan ibu, pendidikan orang tua, dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan status obesitas pada populasi yang diteliti. Sehingga yang merupakan determinan obesitas pada remaja di Kota Tomohon yaitu asupan energi dan pola konsumsi fast food. Berdasarkan hasil ini, diperlukan adanya program edukasi yang difokuskan pada pengelolaan asupan energi dan kebiasaan makan sehat untuk mencegah obesitas di kalangan remaja.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SELF EFFICACY PASIEN KANKER PAYUDARA DI RUANG KEMOTERAPI CENTER DI RUMAH SAKIT IBNU SINA YW-UMI MAKASSAR PADA PERIODE TAHUN 2024 Haris, Haslianti H.; Royani, Ida; Yuniati, Lisa; Gani, Aziz Beru; Abdullah, Rezky Putri Indarwati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36866

Abstract

Self efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengatasi tantangan, yang berperan penting dalam mendukung kualitas hidup pasien kanker payudara.Self Efficacy memengaruhi kemampuan pasien dalam menetapkan tujuan, mempertahankan usaha,dan mengelola efek samping dari kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Self Efficacy dari pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar pada tahun 2024. Faktor faktor yang memengaruhi Self Efficacy antara lain, Pengalaman Menguasai Sesuatu (Mastery Experience), Modeling Sosial (Vicarious Experience), Persuasi Verbal (Verbal Persuasion) dan kondisi fisik dan emosional (physiological and emotional states).Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional.jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling.Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji chi-square didapatkan dari beberapa faktor-faktor yang memengaruhi Self Efficacy hasil penelitian menunjukkan nilai P-Value 0.000 < 0.05 yang menunjukkan bahwa faktor-faktor antara lain, Pengalaman Menguasai Sesuatu (Mastery Experience), Modeling Sosial (Vicarious Experience), Persuasi Verbal (Social Persuasion) dan Kondisi Fisik dan Emosi (Physical and Emotional states) berpengaruh terhadap  Self Efficacy Pasien Kanker Payudara di Ruang Kemoterapi Center Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar.
THE CORRELATION BETWEEN ADHERENCE TO ANTIRETROVIRAL (ARV) MEDICATION AND CD4 COUNT IN THE OCCURRENCE OF VIROLOGICAL FAILURE AMONG INDIVIDUALS WITH HIV/AIDS Purwoko, Muhammad Izazi Hari; Santoso, Ritchie; Fitriani, Fitriani; Bahar, Erial; Chandra, Riza; Diba, Sarah; Budiamal, Susanti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36873

Abstract

Kegagalan virologi merupakan tantangan yang dihadapi oleh pasien human immunodeficiency virus (HIV) setelah memulai pengobatan, dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Modalitas terapi pada pasien HIV dilakukan dengan antiretroviral (ARV), dengan jumlah sel CD4 memainkan peran penting dalam menentukan waktu untuk memulai ARV. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara kepatuhan terhadap ARV dan jumlah sel CD4 yang terkait dengan kegagalan virologi pada pasien HIV/AIDS yang telah diobati selama minimal 12 bulan dengan rejimen ARV. Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang dilakukan menggunakan teknik consecutive sampling pada 74 pasien berusia 17 tahun dan menjalani pengobatan ARV selama minimal 12 bulan di Departemen Rawat Jalan Konseling dan Pengujian Sukarela (VCT) dan Penyakit Menular Seksual (STD) Dermatologi, Venereologi, dan Estetika RSMH/FK UNSRI Palembang, serta Pusat Kesehatan Masyarakat Sukarami dan Dempo dari Juni hingga Agustus 2023. Dari total sampel penelitian sebanyak 74 pasien, 26 di antaranya (35,1%) mengalami kegagalan virologi. Kepatuhan terhadap antiretroviral (ARV) (p<0,001) dan jumlah sel CD4 (p<0,001) secara signifikan terkait dengan kegagalan virologi. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap ARV (p<0,001) dan jumlah sel CD4 (p<0,001) sangat terkait dengan kegagalan virologi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap ARV yang buruk dan jumlah sel CD4 yang rendah terkait dengan kegagalan virologi. Penguatan konseling kepatuhan ARV diperlukan untuk memperbaiki kondisi imunologis dan meningkatkan penekanan virus pada pasien HIV/AIDS.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENGELOLAAN BAHAYA DALAM MENGUKUR RISIKO KESEHATAN Windari, Oppy Oktavianty; Hirdanti, Dwi; Siddiq, Muhammad Amru; Muliyani, Muliyani; Pasaribu, Natasha Melfisyaira Putri; Dharma, Rifanny Ananta; Aidha, Zuhrina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelola potensi bahaya kesehatan di tempat kerja melalui pendekatan sistematis dalam penilaian risiko. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting untuk melindungi pekerja dari risiko yang dapat mengancam keselamatan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur yang komprehensif terhadap penelitian dan publikasi yang relevan di bidang penilaian risiko kesehatan. Dalam kajian ini, berbagai metode dan pendekatan akan diuraikan, termasuk analisis bahaya, penilaian pajanan, dan karakterisasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahaya fisik, kimia, biologis, ergonomis, dan psikososial dapat mempengaruhi kesehatan pekerja secara signifikan. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan pedoman ISO 31000 dan ISO 27002, yang menggarisbawahi pentingnya langkah pengendalian seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) dan pelatihan keselamatan. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran dan kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan untuk mengurangi insiden kecelakaan kerja. Dengan pendekatan berbasis data, perusahaan dapat melindungi kesejahteraan pekerja dan meningkatkan produktivitas.
SIFILIS SEKUNDER PADA SEORANG REMAJA PEREMPUAN: LAPORAN KASUS Limarda, Inggrid; Sutedja, Gina Triana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36888

Abstract

Sifilis atau nama lain lues venerea atau lebih dikenal dengan raja singa. Sifilis adalah penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Treponema pallidum subspecies pallidum. Penyakit ini di tularkan melalui darah dan kontak seksual, bersifat kronis dan sistemik yang dalam perjalanan penyakitnya dapat mengenai hampir seluruh struktur tubuh. Seorang perempuan berusia 13 tahun datang ke rumah sakit umum daerah karena keluhan bercak-bercak kehitaman pada telapak tangan yang tidak gatal dan luka pada daerah kemaluan yang tidak nyeri. Pasien memiliki riwayat kontak seksual dengan lawan jenis kurang lebih 9 minggu sebelum pasien datang melakukan pemeriksaan. Pada status dermatologi lokasi palmar dekstra et sinistra ditemukan macula hiperpigmentasi, distribusi lokalisata, jumlah multiple diskret, berbentuk bulat, lesi kering dengan batas tegas, ukuran lenticular. Untuk penegakkan diagnosis pasien dilakukan pemeriksaan serologi yaitu pemeriksaan VDRL dengan hasil reaktif dengan titer 1:32 dan TPHA reaktif dengan titer 1:5120, kemudian pasien dilakukan biopsi untuk pemeriksaan histopatologi dengan satu buah jaringan ukuran diameter 0.6 cm dibawah mikroscop dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) menunjukkan jaringan biopsi kulit dengan lapisan epidermis yang relative hiperplastik, rate ridges yang menipis dan infiltrasi sel-sel radang pada lapisan sub epithelial, tampak serbukan padat sel-sel plasma terutama pada papilla dermis, tampak pula proliferasi pembuluh darah dan pervaskular limfohistiositic. Dermis relative sembab. Gambaran histologi sesuai dengan gambaran sifilis sekunder. Telah dilaporkan satu kasus sifilis sekunder dengan manifestasi klinis roseola sifilitika dan kondiloma lata pada pasien remaja perempuan berusia 13 tahun. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan serologi, dan pemeriksaan histopatologi.
IMPLEMENTASI TELEMEDISIN DALAM AKSESIBILITAS DAN KUALITAS LAYANAN KESEHATAN DI ASEAN: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Azhar, Muhammad; Yuniar, Popy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36891

Abstract

Telemedisin merupakan inovasi revolusioner yang telah memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan di berbagai negara di kawasan ASEAN. Pentingnya telemedisin terletak pada kemampuannya untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan di wilayah negara-negara di ASEAN. Meskipun telah mengalami peningkatan penggunaan yang luas pasca COVID-19, masih terdapat berbagai hambatan seperti regulasi, budaya dan infrastruktur yang perlu diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan tersebut, menganalisis dampak telemedisin terhadap peningkatan layanan kesehatan di daerah terpencil, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang diperlukan untuk mendukung adopsi telemedisin di negara-negara ASEAN. Studi ini mengadopsi kajian literatur sistematis untuk menganalisis implementasi telemedisin di kawasan ASEAN. Populasi yang diteliti mencakup artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2019 sampai dengan 2024, yang berkaitan dengan implementasi telemedisin di negara-negara ASEAN, khususnya di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, artikel yang memenuhi syarat dalam berbahasa inggris dipilih, menyoroti dampak telemedisin terhadap aksesibilitas dan kualitas kesehatan, serta tantangan dalam implementasinya di wilayah ASEAN. Pencarian dilakukan di basis data ProQuest, Scopus, dan PubMed MEDLINE dengan kata kunci yang relevan. Penelitian ini mengumpulkan 35 artikel dari berbagai jurnal yang berfokus pada topik telemedisin, terutama dalam konteks dengan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan khususnya di negara-negara ASEAN, serta merumuskan kebijakan yang mendukung keberlanjutan teknologi telemedisin.
PENGARUH PEMBERIAN BLACK GARLIC (BLACK ALLIUM SATIVUM) TERHADAP KADAR C-REACTIVE PROTEIN PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG TERINFEKSI TUBERCULOSIS Sukarya, I Gede Andika; Akbar, Thoriq; Subaeri, Abdul Holik
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36908

Abstract

Tuberculosis (TB) termasuk dalam sepuluh penyebab utama kematian di dunia dan merupakan penyebab utama kematian akibat patogen infeksius. Pada tahun 2019, terdapat sekitar 10 juta orang yang terinfeksi TB secara global, dengan wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki jumlah kasus terbanyak. Mycobacterium tuberculosis menyebabkan inflamasi dan pelepasan sitokin pro-inflamasi seperti IL-6, yang merangsang sintesis protein fase akut oleh hati untuk proses fagositosis bakteri. Penelitian ini merupakan eksperimen murni yang dilakukan dengan teknik total sampling. Sampel terdiri dari empat kelompok mencit: kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok mencit yang diberi Black Garlic, dan kelompok mencit yang diberi kombinasi Black Garlic dan obat anti-Tuberculosis (OAT). Setiap kelompok terdiri dari enam mencit yang diinduksi Tuberculosis dan diberikan perlakuan sesuai kelompoknya. Kadar CRP diukur menggunakan alat Nycocard Reader II setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar CRP pada kelompok mencit kontrol negatif, kontrol positif, Black Garlic, dan kombinasi Black Garlic dan OAT yaitu 3 mg/dL. Uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai P sebesar 0,138 (P>0,05), yang mengindikasikan tidak adanya perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan. Pemberian Black Garlic tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar CRP pada mencit yang terinfeksi Tuberculosis. Oleh karena itu, Black Garlic belum dapat digunakan sebagai suplemen atau berpengaruh dengan kenaikan kadar CRP sebagai pengobatan alternatif untuk tuberculosis.
LONG CASE SKIZOFRENIA PARANOID : LAPORAN KASUS Sobiyanto, Mohammad Nuh; Tadjudin, Noer Saelan; Frijanto, Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36915

Abstract

Salah satu dari 15 penyebab utama morbiditas di seluruh dunia adalah skizofrenia, penyakit ini dikarakteristikkan dengan kumpulan gejala seperti halusinasi, waham, gangguan kemampuan kognitif, dan gangguan perilaku. Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kejadian skizofrenia, faktor risiko utama ialah faktor genetik dan psikososial. Kelainan neurotransmitter diotak merupakan patofisiologi utama yang mendasari terjadinya skizofrenia. Sangat penting untuk memahami penyakit ini agar diagnosa dapat ditegakkan sedini mungkin sehingga dapat diberikan penatalaksanaan yang sesuai. Disajikan laporan kasus pada laki-laki berusia 44 tahun dengan keluhan mengamuk. Pasien sudah pernah didiagnosa dengan skizofrenia paranoid sejak 22 tahun lalu. Ibu pasien juga memiliki keluhan serupa seperti pasien. Sejak 2013 pasien sudah jarang mengonsumsi obatnya dan keluhan semakin parah. Laporan kasus ini membahas ketiga kalinya pasien mendapatkan perawatan inap di RSJ Soeharto Heerdjan. Pemeriksaan status mental didapatkan perawatan diri dan kebersihan diri pasien kurang baik. Mood hipotim dengan afek tumpul. Terdapat gangguan persepsi berupa halusinasi auditorik tipe phonema commanding dan commenting. Didapatkan bentuk pikir non realistik, arus pikir lancar, dan koheren, namun pasien sesekali mengalami blocking. Isi pikir didapatkan waham kendali (delution of control). Konsentrasi dan perhatian kurang baik. Tilikan pasien berada pada derajat 2, dimana pasien terkadang memahami bahwa dirinya sakit, namun terkadang menyangkal apabila dirinya sakit (ambivalensi).