cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN ORIENTASI TIM TERHADAP SIKAP ALTRUISME DENGAN PERAN MEDIASI KOMITMEN ORGANISASIONAL Wardani, Isma Prasetya; Kusumapradja, Rokiah; Adhikara, Arrozi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37190

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara empiris pengaruh kualitas kehidupan kerja, orientasi tim dan komitmen organisasional terhadap sikap altruisme, pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap komitmen organisasional, pengaruh orientasi tim terhadap komitmen organisasional, pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap sikap altruisme, pengaruh orientasi tim terhadap sikap altruisme, peran komitmen organisasional memediasi pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap sikap altruisme, dan peran komitmen organisasional memediasi pengaruh orientasi tim terhadap sikap altruisme. Jenis penelitian termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan desain kausalitas. Populasi yang digunakan adalah perawat rawat inap dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis three box method, metode Structural Equation Model (SEM), dan analisis jalur menggunakan SPSS sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan dan parsial kualitas kehidupan kerja, orientasi tim dan komitmen organisasional berpengaruh terhadap sikap altruisme. Kualitas kehidupan kerja berpengaruh terhadap komitmen organisasional, sedangkan orientasi tim tidak berpengaruh terhadap komitmen organisasional. Komitmen organisasional tidak memediasi hubungan kualitas kehidupan kerja dan orientasi tim terhadap sikap altruisme. Orientasi tim merupakan variabel dominan dalam pengaruh terhadap sikap altruisme. Sehingga diketahui bahwa sikap altruisme sebagai faktor yang diperlukan dalam hasil kerja tim perawat dapat ditingkatkan melalui upaya peningkatan kualitas kehidupan kerja, orientasi tim dan komitmen organisasional.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PENYAKIT HIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS RIMBO TENGAH Supriyati , Supriyati; Supriyatna, Rahmat; Fitrie, Rahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37193

Abstract

Kesehatan adalah salah satu bentuk hak asasi yang diberikan kepada manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan agar setiap orang dapat hidup produktif. Bentuk perwujudan dari kesehatan yaitu adanya pelayanan kesehatan. Salah satu pelaksanaan indikator SPM adalah pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kebijakan standar pelayanan minimal penyakit hipertensi di wilayah kerja puskesmas Rimbo Tengah tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus (case studies) dengan pendekatan kualitatif dimana peneliti melakukan eksplorasi mendalam terhadap program, proses, aktivitas, kejadian, dari implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Penyakit Hipertensi diwilayah Kerja Puskesmas Rimbo Tengah. Lokasi penelitian ini bertempat di Puskesmas Rimbo Tengah. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder, Data dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara langsung secara mendalam dengan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SPM bidang kesehatan pada penderita hipertensi. Teknik pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pencapaian SPM yang terdeteksi pada tahun 2021 sebanyak 3535 orang penderita Hipertensi yang mendapatkan Pelayanan sesuai dengan standar sebanyak 2,491. Pada tahun 2022 memiliki jumlah estimasi penderita hipertensi usia 15 tahun keatas sebanyak 3.636 orang sedangkan angka pengidap hipertensi yang sudah dapat layanan kompatibel dengan parameternya berjumlah 709. Pada tahun 2023, penderita Hipertensi diatas 15 tahun berjumlah 4.188 dan penderita hipertensi yang mendapatkan Pelayanan sesuai dengan standar berjumlah 1.500 orang. Perlu dilakukan sosialisasi mengenai aturan SPM Hipertensi untuk menjadi aturan untuk melaksanakan rencana layanan minimum Hipertensi agar dalam implementasinya semua implementor mengetahui terkait kebijakan yang berlaku.
ANALISIS KEPUASAN KERJA KARYAWAN PUSKESMAS X, KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN TAHUN 2024 Sekartiwi, Ajeng; Sartika, R.T. Ayu Dewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37263

Abstract

Kepuasan kerja menggambarkan sejauh mana seseorang menyukai (puas) atau tidak menyukai (tidak puas) berbagai aspek dalam pekerjaannya dan seringkali dihubungkan dengan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ketidakpuasan terhadap pekerjaan berhubungan dengan burnout dan turnover pegawai yang pada akhirnya tentu akan berdampak buruk terhadap kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan kerja di Puskesmas X, Jakarta Selatan, berdasarkan 9 dimensi kepuasan kerja menurut Spector dan hubungannya dengan karakteristik karyawan (jenis kelamin, usia, masa kerja, status kepegawaian). Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan memanfaatkan hasil survey kepuasan karyawan yang dilakukan oleh Puskesmas X. Survey menggunakan kuesioner Job Satisfaction Survey, JSS Spector, dilakukan terhadap 61 tenaga kesehatan di Puskesmas X. Hasil penelitian menunjukkan 70,5% karyawan puas terhadap pekerjaannya. Dimensi kepuasan paling tinggi didapatkan pada dimensi Nature of Work (19,75) dan paling rendah pada dimensi Operating Condition (14,31). Ditemukan hubungan yang bermakna (p<0,05) antara jenis kelamin dan kepuasan kerja dengan nilai p=0,00, OR 26,727. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna (p>0,05) antara usia (p=0,151), masa kerja (p=0,68), status kepegawaian (p=0,115) dengan kepuasan kerja. Kepuasan kerja karyawan di Puskesmas X sudah cukup baik. Untuk menjamin peningkatan mutu yang berkelanjutan, Puskesmas X dapat menyusun strategi pengembangan organisasi berdasarkan dimensi-dimensi kepuasan kerja dan melakukan evaluasi kepuasan kerja karyawan secara berkala.
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PASIEN STROKE ISKEMIK RS IBNU SINA YW-UMI MAKASSAR M Azzahra, Mu’awiyah Aulia; Rachman, Mochammad Erwin; Bakhtiar, Ilma Khaerina Amaliyah; Jaya, Muh. Alim; Muchsin, Achmad Harun
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37264

Abstract

Stroke sendiri termasuk dalam golongan penyakit kronis yang saat ini masih mendominasi permasalahan kesehatan global. Sulawesi Selatan prevalensi stroke sebesar 10,6%. Gaya hidup yang mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kurang aktivitas fisik menjadi penyebab penyakit ini. Pada pasien stroke depresi merupakan gangguan emosional yang paling sering dijumpai, sekitar 30-40% pasien stroke yang dirawat. Depresi pada pasien stroke akan menghambat proses penyembuhan akan memperburuk prognosis, kualitas hidup, dan meningkatkan angka mortalitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pasien stroke iskemik RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar. Penelitian ini merupakan tipe penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel secara consecutive sampling sehingga didapatkan sampel berjumlah 40 orang pasien stroke iskemik dirawat di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar periode Juni-Juli 2024. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi diwawancarai menggunakan kuestioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik responden dari data demografi. Hasil penelitian tingkat depresi pasien yang menderita penyakit stroke iskemik di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar, yaitu depresi ringan 17 orang (42,5%), depresi sedang 12 orang (30,0%), dan depresi sebanyak 4 orang (10,0%). Karakteristik pasien yang menderita penyakit stroke iskemik lansia awal (46-55 tahun), laki-laki, tingkat SMA/sederajat, menikah, Ibu rumah tangga (IRT) dan rata - rata lama menderita stroke iskemik <6 bulan. Mayoritas pasien mengalami depresi ringan.
DEMAM TIFOID DENGAN INFEKSI SARS CoV-2 DI ERA ENDEMI : SEBUAH LAPORAN KASUS Fauzi, Muhammad Iqbal; Pranansakti, Maria Erika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37276

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi bakteri Salmonella enterica khususnya turunannya, yaitu typhi, paratyphi   A, B dan C. Secara klasik, demam tifoid dikaitkan dengan demam berkepanjangan dengan pola step ladder, gejala gastrointestinal (seperti mual, muntah, diare, atau konstipasi), sakit kepala, kelelahan, tidak enak badan, kehilangan nafsu makan, dan batuk. SARS CoV-2 saat ini menyebabkan pandemi penyakit yang parah di seluruh dunia, menyebabkan pandemi global. Indonesia saat ini sudah menetapkan SARS CoV-2 sebagai penyakit endemi. Mayoritas orang yang terinfeksi SARS CoV-2 adalah tidak menunjukkan gejala atau mengeluhkan gejala mirip pneumonia yang terdiri dari demam, batuk, sesak napas, dan gejala virus seperti mialgia, kelelahan, dan sakit kepala. Persamaan gejala keduanya menjadi tantangan dokter dalam mendiagnosis. Seorang pria 38 tahun dengan keluhan demam, gangguan gastrointestinal dan mialgia, batuk dengan diagnosis demam tifoid dan SARS-CoV-2. Pasien diberikan terapi antibiotik dan antivirus. Demam, gangguan gastrointestinal, dan batuk merupakan gejala pada demam tifoid yang mana perlu adanya diagnosis banding lain dimasa endemi SARS-CoV-2 sehingga dapat melakukan penatalaksanaan yang tepat. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu dokter perlu menegakkan diagnosis banding yang lebih lengkap pada pasien dengan gejala demam pada era endemi SARS-CoV-2.
APLIKASI “STOP HIVA” UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA DI KOTA SEMARANG TAHUN 2024 Maharani, Adelia Wahyuningtyas; Handayani, Oktia Woro Kasmini; Cahyati, Widya Hary
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37332

Abstract

HIV AIDS merupakan penyakit menular yang menyerang masyarakat dan saat ini belum ditemukan vaksin atau pengobatannya. HIV/AIDS merupakan ancaman besar bagi daya saing bangsa dan kualitas manusia. Inisiatif promosi kesehatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan HIV AIDS. Aplikasi "STOP HIVA" dikembangkan sebagai alat intervensi informasi tentang HIV AIDS. Penelitian ini menggunakan model R&D dan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah remaja Kota Semarang. Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang remaja dari Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Strategi pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian, para ahli media menilai produk aplikasi STOP HIVA sangat valid dengan skor rata-rata 90,96%. Dengan skor rata-rata 81,7%, para ahli materi menilai aplikasi STOP HIVA sangat valid. Setelah menyelesaikan aplikasi STOP HIVA, remaja di Kota Semarang memperoleh lebih banyak pengetahuan; skor median mereka meningkat dari 70 sebelum intervensi menjadi 90 setelah pelaksanaannya. Menurut temuan penelitian, produk media aplikasi STOP HIVA dapat digunakan sebagai pengganti untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pencegahan HIV AIDS dan memenuhi persyaratan kelayakan yang direkomendasikan para ahli. Media aplikasi STOP HIVA berhasil meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan HIV AIDS.
MEKANISME SISTEM IMUN TERHADAP INFEKSI BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA SALURAN KEMIH Handayani, I Gusti Ayu Nastiti Wahyu; Hendrayana, Made Agus; Santhi Y, Ni Putu Kusuma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37350

Abstract

Bakteri Escherichia coli (E. coli) merupakan salah satu penyebab utama infeksi saluran kemih (ISK) yang dapat mempengaruhi pria dan wanita dari berbagai usia. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan dan sering memerlukan penanganan medis, terutama jika berkembang menjadi pielonefritis atau sepsis. Artikel ini menjelaskan dua mekanisme utama sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi E. coli di saluran kemih, yaitu respons imun bawaan (innate) dan adaptif. Respons imun bawaan bertindak sebagai pertahanan pertama, melibatkan sel-sel fagosit seperti neutrofil dan makrofag yang bekerja sama dengan sitokin pro-inflamasi (seperti IL-1, IL-6, dan IL-8) yang diproduksi oleh sel epitel kandung kemih. Sel-sel ini berperan penting dalam merekrut dan mengaktifkan komponen imun lainnya untuk membatasi penyebaran infeksi. Di sisi lain, respons imun adaptif melibatkan sel B dan sel T yang memproduksi antibodi spesifik terhadap antigen E. coli, memberikan perlindungan jangka panjang dan mengeliminasi infeksi secara lebih efektif. Respons imun adaptif ini dapat diperkuat melalui vaksinasi, yang dalam penelitian praklinis menunjukkan potensi dalam memicu pembentukan antibodi spesifik terhadap komponen antigenik E. coli. Penelitian ini disusun menggunakan metode tinjauan literatur yang mencakup studi in vitro, in vivo, dan uji klinis yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme imun tubuh pada ISK membuka peluang untuk pengembangan vaksin yang efektif, yang dapat menjadi solusi pencegahan jangka panjang bagi pasien berisiko tinggi terkena ISK.
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI PUSKESMAS DISTRIK MERAUKE Butarbutar, Helen Lucia Katrin; Setiaji, Bambang; Muskita, Nevile
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37352

Abstract

Limbah medis padat bahan bahaya dan beracun (B3) di puskesmas adalah sisa dari aktifitas pelayanan yang berbentuk padat yang tergolong dalam bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian: mengetahui proses pengelolaan limbah medis padat B3 (tahap pengurangan, pemilahan dan pewadahan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan serta penguburan dan penimbunan) di puskesmas Distrik Merauke dan mengetahui kesesuaian pengelolaan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2015. Metode penelitian: penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data: pengambilan data sekunder berupa laporan limbah medis di puskesmas dan observasi keterlibatan langsung dan wawancara mendalam semi terstruktur kepada Kepala Puskesmas, Petugas Kesehatan Lingkungan dan Cleaning Service puskesmas sebagai informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian: tahapan pengelolaan limbah medis padat B3 di semua puskesmas Distrik Merauke tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2015 karena ketersediaan fasilitas dalam setiap tahapan belum tersedia, belum ada pihak ketiga yang berizin, dan dana yang tersedia masih kurang. Kesimpulan penelitian: perlu komitmen Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup dalam meningkatkan pengelolaan limbah medis padat B3 di puskesmas Distrik Merauke.
THE HUBUNGAN PEKERJAAN YANG BERESIKO TERINFEKSI TB : ANALISIS DATA PASIEN DI UPTD RS KHUSUS PARU PEMPROVSU 2020 - AGUSTUS 2024 Ismah, Zata; Sintia, Ayunda; Nurjanah, Della; Dalimunthe, Mawaddah Sri Rezeki; Harahp, Siti Khodizah; Hasibuan, Syahrida Suryani; Andini, Fauziah Siti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37365

Abstract

Salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, adalah tuberkulosis (TB). Jenis pekerjaan seseorang adalah salah satu faktor yang memengaruhi penularan tuberkulosis. Berdasarkan jenis pekerjaan di UPTD RS Khusus Paru Pemprovsu dari tahun 2020 hingga Agustus 2024, penelitian ini meneliti risiko infeksi tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang risiko infeksi tuberkulosis berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan tuberkulosis di lingkungan rumah sakit ini. Dalam penelitian ini, menggunakan data sekunder dengan desain crossectional, yang mana sampel yang digunakan terdiri dari 1.175 pasien yang diberi diagnosis TB digunakan. Hasil menunjukkan bahwa orang yang bekerja di layanan medis memiliki risiko tertinggi terkena tuberkulosis, diikuti oleh buruh, petani, peternak, dan nelayan. Sebanyak 90,3% kasus TB pada tenaga medis adalah jenis Sensitif Obat (TB SO), sedangkan jenis TB yang lebih ringan ditemukan pada kelompok berisiko rendah. Hubungan signifikan antara pekerjaan dan kasus TB ditunjukkan oleh analisis bivariat (p value = 0,047). Lingkungan kerja yang padat dan interaksi langsung dengan orang yang terinfeksi meningkatkan risiko penularan infeksi. Oleh karena itu, lingkungan kerja yang padat merupakan komponen penting dalam pengendalian tuberkulosis
IDENTIFIKASI RISIKO DAN POTENSI BAHAYA KECELAKAAN KERJA TERHADAP PENGGUNAAN APD MENGGUNAKAN METODE JSA DI DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MEDAN TAHUN 2024 Tarigan, Abdul Rahim; Ridho, Alwi; Br.SK, Dea Ananda; Siregar, Nur Asiyah; Satyo, Rizq Arya; Tanjung, Sofyan Alri Ansyah; Tanjung, Nadya Ulfa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37376

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bahaya yang disebabkan oleh ancaman potensial seperti percikan api, penjalaran api, asap, hingga gas berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan potensi bahaya kecelakaan kerja terkait penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis menggunakan Job Safety Analysis (JSA).   Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman utama yang dihadapi petugas meliputi bahaya fisik, kimia, listrik, dan mekanik, yang terjadi dari tahap persiapan keberangkatan hingga proses pemadaman kebakaran. Analisis JSA mengidentifikasi 10 risiko kerja, yang dikategorikan ke dalam tingkat risiko rendah, sedang, bermakna, dan tinggi. Risiko tertinggi ditemukan pada tahap pemadaman akibat paparan suhu ekstrem dan potensi ledakan bahan kimia. Penggunaan APD yang tepat dan penerapan prosedur keselamatan kerja merupakan langkah penting untuk mengurangi potensi kecelakaan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan ketersediaan APD yang sesuai standar serta konsistensi dalam penerapan SOP untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.