cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
KARAKTERISTIK DAN HASIL PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS SELAMA DAN PASCA-PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Pramesti, R. A. Della Patrisia; Anggondowati, Trisari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45611

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) memberikan dampak yang besar di Indonesia, termasuk dalam pelayanan tuberkulosis (TBC). Di Indonesia, belum banyak penelitian sebelumnya yang melakukan analisis tingkat nasional terkait gambaran keberhasilan pengobatan TBC pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis gambaran karakteristik pasien dan hasil akhir pengobatan TBC sensitif obat (SO) selama dan pasca-pandemi COVID-19 di Indonesia. Penelitian epidemiologi deskriptif ini melakukan analisis terhadap seluruh pasien didiagnosis positif TBC SO di Indonesia yang memulai pengobatan TBC pada tahun 2020-2023 dan dilaporkan melalui sistem informasi TBC (SITB) milik Kementerian Kesehatan RI. Tingkat keberhasilan pengobatan dari pasien yang memulai pengobatan tahun 2020-2022 adalah sebesar 88% sementara pada tahun 2023 sebesar 87%. Tingkat keberhasilan pengobatan TBC tertinggi berasal dari kelompok usia <15 tahun, perempuan, tes cepat molekuler (TCM) tidak diperiksa atau tidak diketahui, terkonfirmasi bakteriologis, pasien TBC paru, menerima OAT program dan dilakukan pemeriksaan pemantauan akhir pengobatan serta mendapatkan pengobatan di puskesmas dan klinik pemerintah, baik selama maupun pasca-pandemi COVID-19. Penelitian ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat banyak perbedaan gambaran karakteristik pasien dan belum terlihat peningkatan keberhasilan pengobatan TBC antara periode selama dan setelah pandemi COVID-19. Berbagai tantangan dalam pelayanan dan pencapaian keberhasilan pengobatan TBC yang teridentifikasi perlu dilakukan analisis lebih lanjut dan diintegrasikan dalam rencana mitigasi selanjutnya.
EPIDURAL BUPIVACAINE 0,25% MENURUNKAN KONSUMSI OPIOID PADA PASIEN PEDIATRI DENGAN WILMS TUMOR YANG MENJALANI NEFREKTOMI RADIKAL PER LAPAROSKOPI : SEBUAH LAPORAN KASUS Dharmawan, IGB Adi; Putra, Kadek Agus Heryana; Ratumasa, Marilaeta Cindryani Ra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45654

Abstract

Wilms Tumor (WT) merupakan tumor ginjal ganas tersering pada anak, dengan prevalensi 2-6% dari kasus keganasan anak. Pendekatan minimal invasif dengan laparoskopi menjadi pilihan terapi. Penggunaan anestesi epidural dengan bupivacaine menjadi salah satu pilihan manajemen nyeri multimodal yang dapat meningkatkan kenyamanan, menstabilkan hemodinamik, serta menurunkan kebutuhan opioid. Kami melaporkan kasus anak perempuan 5 tahun dengan massa ginjal kiri sesuai WT yang telah mendapat 12 seri kemoterapi. Pasien menjalani nefrektomi radikal per laparoskopi dengan anestesi umum kombinasi analgesia epidural. Induksi menggunakan sevoflurane, fentanyl, atracurium, dan pemeliharaan dengan sevoflurane 2-2,5%. Kateter epidural dipasang dengan bupivacaine 0,25% untuk analgesia perioperatif. Operasi dikonversi menjadi laparotomi terbuka karena adhesi dan hematoma renal. Hemodinamik tetap stabil selama 8 jam operasi, dengan perdarahan 200 ml. Nyeri pascaoperasi dikelola dengan bupivacaine 0,1% + morfin epidural dan parasetamol. Penggunaan anestesi epidural bupivacaine 0,25% memberikan stabilitas hemodinamik selama operasi. Analgesia epidural multimodal dengan morfin memperpanjang efek analgesik pascaoperasi, mengurangi kebutuhan opioid sistemik, mempercepat ekstubasi dan pemulihan. Pemantauan ketat di PICU diperlukan untuk mendeteksi komplikasi. Penggunaan anestesi epidural sebagai modalitas tambahan pada nefrektomi Wilms Tumor efektif menstabilkan hemodinamik intraoperatif, mengoptimalkan kontrol nyeri pascaoperasi, serta mendukung pemulihan pasien yang lebih cepat dan nyaman.
CASE REPORT : A NON MUSCLE RELAXANT TECHNIQUE FOR A MYASTHENIA GRAVIS PATIENT UNDERGOING VIDEO-ASSISTED THORACOSCOPIC SURGERY Ratumasa, Marilaeta Cindryani Ra ,; Putra, Kadek Agus Heryana; Arisadika, Putu Bagus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45656

Abstract

Miastenia gravis (MG) adalah kelainan autoimun kronis langka yang mengganggu transmisi neuromuskular dan ditandai dengan kelemahan otot rangka yang berfluktuasi. Penatalaksanaan anestesi pada pasien dengan MG menghadirkan tantangan yang signifikan, terutama karena sensitivitas mereka yang berubah terhadap agen anestesi dan peningkatan risiko komplikasi pernapasan pascaoperasi. Seorang pria berusia 54 tahun yang didiagnosis dengan MG dijadwalkan menjalani operasi torakoskopi berbantuan video (VATS) untuk membuat jendela perikardial dan mendapatkan biopsi, yang dipicu oleh adanya efusi perikardial melingkar sedang hingga berat. Riwayat medisnya meliputi kesulitan pernapasan dan penyakit paru restriktif, yang memerlukan pendekatan anestesi yang cermat yang menghindari penggunaan agen penghambat neuromuskular untuk mencegah risiko kelumpuhan yang berkepanjangan. Anestesi dipertahankan dengan aman menggunakan kombinasi remifentanil dan propofol, dan isolasi paru-paru dicapai secara efektif dengan pemasangan tabung endotrakeal lumen ganda. Pendekatan ini memungkinkan upaya pernapasan spontan dan kondisi intraoperatif yang stabil. Kasus ini menggambarkan pentingnya perencanaan anestesi individual pada pasien MG, dengan menekankan perlunya menghindari relaksan otot dan mempertahankan fungsi pernapasan, terutama dalam prosedur bedah toraks. Dengan menyesuaikan strategi anestesi dengan pertimbangan patofisiologi spesifik MG, hasil perioperatif yang optimal dapat dicapai pada populasi berisiko tinggi ini.
POTENSI COOKIES TEPUNG SINGKONG DAN KACANG HIJAU TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN ANAK Rasendria, Aurelia Neisya; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45657

Abstract

Angka stunting tahun 2022 di Indonesia mencapai 21,6%, angka ini melebihi angka standarisasi dari WHO sejumlah 20%. Dampak buruk yang ditimbulkan stunting menjadikan anak mengalami keterlambatan perkembangan pada masa pertumbuhannya. Salah satu solusi yang dikembangkan inovasi snack berbasis pangan lokal seperti cookies berbahan tepung singkong dan tepung kacang hijau tinggi protein, Tujuan dari kajian penelitian ini adalah melihat perbedaan tinggi badan dan berat anak dengan pemberian cookies. Desain kuasi eksperimen pretest-posttest with control group adalah metode yang dipakai dalam penelitian ini. Sebanyak 10 anak berusia 4-5 tahun adalah sampel penelitian. Perlakuan yang diberikan pada kelompok kontrol dan eksperimen selama 14 hari. Pengumpulan data dengan cara pencatatan berat dan tinggi badan anak. Aplikasi Nutrisurvey dan SPSS Statistics 20 adalah alat bantu pengolahan data dengan pengujian Wilcoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney U. Hasil penelitian ini adalah terdapat kenaikan berat badan sebesar 0,82 kg pada kelompok perlakuan. Berat anak bertambah pesat dengan pemberian intervensi snack cookies yang dilaksanakan. Pemberian cookies tepung singkong dan kacang hijau memberikan hasil maksimal untuk memperbaiki gizi anak.
STRATEGI PENGELOLAAN PENANGGULANGAN KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) DI KABUPATEN TANGERANG Solihin, Sopian; Sinaga, Frida Rismauli; Darmayanti, Etta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45703

Abstract

Berbagai negara menghadapi tantangan terkait penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan seperti Nigeria, Pakistan, Kongo, Yaman dan Afganistan. Di Indonesia, kasus polio ditemukan pada tanggal 16 februari 2023 di Aceh dengan 2 kasus cVDPV2, kemudian 1 kasus cVDPV2 di Jawa Barat, pada akhir Desember 2023 ditemukan kembali 1 kasus cVDPV2 di Jawa Tengah dan pada awal Januari 2024 kembali ditemukan 3 kasus baru cVDPV2 di Jawa Timur. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang pada tahun 2022 kasus PD3I yaitu Tetanus Neonatorum 1, Difteri 2 Pertusis 1, Campak 10, pada tahun 2023 Difteri 6, Pertusis 2, Campak 123 , sedangkan Tahun 2024  Difteri 1, Pertusis 42, Campak 14 dan Rubella 2. Desain penelitian adalah Mix Methode Kuantitatif dan kualitatif. Kuisioner dan wawancara dan observasi dokumen cakupan Imunisasi dan kasus PD3I tahun 2020-2024. Informan penelitian adalah petugas kesehatan. Cakupan imunisasi 5 tahun terakhir terdapat beberapa Puskesmas yang belum mencapai 100%, baik imunisasi dasar lengkap (IDL), Imunisasi pada Bayi Dua Tahun (Baduta) dan Imunisasi pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Cakupan imunisasi ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah saat Pandemi COVID-19, Logistik Vaksin, serta masih ada beberapa masyarakat yang menolak dilakukan vaksinasi. Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I) sangat erat kaitannya dengan Cakupan imunisasi 5 tahun terakhir. Dinas Kesehatan sebaiknya membuat kebijakan untuk meningkatkan Cakupan Imunisasi seperti Imunisasi Kejar dan Rapid Conveniece Assesment (RCA) PD3I.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PROLANIS KECAMATAN GROGOL Anugraheni, Merlin; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 prevalensi hipertensi menunjukkan peningkatan 8,3% dalam waktu 2013 hingga 2018 selain itu menurut laporan Profil Kesehatan Kabupaten Sukoharjo tahun 2023 kasus hipertensi mencapai 79,76% dimana Kecamatan Grogol menempati urutan pertama paling tinggi yaitu 13,33%. Faktor-faktor seperti indeks massa tubuh (IMT) dan aktivitas fisik diduga memiliki hubungan erat dengan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Prolanis Kecamatan Grogol. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 42 responden dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu mengikuti kegiatan prolanis, rutin mengonsumsi obat amlodipin, dapat berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan untuk menentukan IMT, pengukuran tekanan darah menggunakan alat spygnomanometer, dan wawancara aktivitas fisik menggunakan kuesioner IPAQ 2005, hubungan imt dan aktivitas fisik dengan tekanan darah dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 61,9% memiliki status gizi lebih, 59,5% responden memiliki aktivitas fisik sedang hingga tinggi dan 45,2% memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan IMT dengan tekanan darah dengan nilai p < 0,001 selain itu terdapat hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah dengan nilai p < 0,002. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi.
HUBUNGAN PERILAKU 3M PLUS DAN HASIL PEMERIKSAAN IGG DAN IGM DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSU PANCARAN KASIH KOTA MANADO Pomantow, Virginia; Kaunang, Wulan P. J.; Asrifuddin, Afnal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45826

Abstract

Prevalensi Demam Berdarah Dengue di Indonesia menurut data Profil Kesehatan Indonesia 2024 menunjukkan bahwa pada tahun 2023, terdapat 114.720 kasus DBD yang dilaporkan. Perilaku pencegahan DBD yang suboptimal, khususnya dalam hal Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), telah diakui sebagai faktor risiko signifikan terhadap kejadian DBD. Keengganan masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan yang sederhana, seperti menguras bak mandi secara rutin, menciptakan lingkungan yang sangat mendukung perkembangbiakan vektor utama DBD, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku 3M Plus dan hasil pemeriksaan IgG dan IgM dalam upaya pencegahan DBD di RSU Pancaran Kasih Kota Manado. Temuan ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross sectional study dan teknik purposive sampling didapatkan sebanyak 37 responden. Variabel dependen adalah hasil pemeriksaan IgG dan IgM DBD dan variabel independen adalah perilaku pencegahan 3M Plus. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku pencegahan 3M Plus dan hasil pemeriksaan IgG dan IgM DBD di RSU Pancaran Kasih Kota Manado (p Value = 0,022). Penelitian ini menunjukan adanya hubungan signifikan antara perilaku pencegahan 3M Plus dan hasil pemeriksaan IgG dan IgM DBD di RSU Pancaran Kasih Kota Manado. Oleh sebab itu, bagi anggota keluarga dianjurkan untuk terus memantau satu sama lain dalam menjalankan langkah-langkah pencegahan. Edukasi rutin kepada masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, sehingga tercapai tingkat kesehatan yang lebih baik.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMP 1 MUHAMMADIYAH SURAKARTA Hanifah, Intan Uzy; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45881

Abstract

Masa remaja merupakan tahap penting dalam perkembangan manusia yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, yang berpengaruh besar terhadap status gizi. Status gizi remaja memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas di masa dewasa. Di Indonesia, data Riskesdas 2022 menunjukkan adanya beban ganda masalah gizi pada remaja, yakni kekurangan dan kelebihan gizi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang minuman berpemanis dengan status gizi pada remaja di SMP 1 Muhammadiyah Surakarta. Metode yang digunakan ialah desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII usia 12–15 tahun dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terkait pengetahuan minuman berpemanis dan pengukuran status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan baik tentang minuman berpemanis (59,8%) dan status gizi baik (74,13%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan status gizi (p = 0,018; r= -0,239), di mana siswa berpengetahuan baik cenderung memiliki status gizi baik (74,13%). Tingginya prevalensi gizi tidak normal pada siswa SMP 1 Muhammadiyah Surakarta menunjukkan pentingnya edukasi gizi, terutama terkait konsumsi minuman berpemanis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang minuman manis dengan status gizi remaja di sekolah tersebut.
EFEKTIVITAS RUJUKAN DAN RUJUKAN BALIK DI RSUD SURYAH KHAIRUDDIN KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT JAMBI Prihatin, Titin; Subuh, M.; Zaharudin, Zaharudin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45882

Abstract

Sistem rujukan dan rujukan balik memainkan peran sangat penting dalam memastikan kualitas pelayanan kesehatan yang optimal, khususnya dalam konteks rumah sakit rujukan seperti RSUD Suryah Khairuddin, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Bertujuan mengevaluasi efektivitas sistem rujukan dan rujukan balik di RSUD Suryah Khairuddin, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan fokus pada tantangan, hambatan, dan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas perawatan pasien. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran, menggabungkan analisis kuantitatif data rujukan dan wawancara kualitatif dengan tenaga kesehatan dan pasien. Hasil menunjukkan bahwa hambatan utama adalah ketergantungan pada komunikasi manual, kendala logistik, dan kurangnya pemahaman pasien. Rekomendasi penelitian ini antara lain: implementasi sistem digitalisasi untuk meningkatkan komunikasi antar fasilitas,peningkatan pelatihan tenaga kesehatan terkait teknologi dan komunikasi efisien,) penguatan edukasi pasien mengenai proses dan urgensi rujukan, dan evaluasi sistem rujukan secara berkala. Penerapan rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan. Meningkatkan pemahaman pasien mengenai proses rujukan melalui edukasi yang lebih komprehensif dengan memanfaatkan platform digital seperti aplikasi mobile atau situs web yang memberikan panduan mengenai prosedur rujukan dan manfaatnya. Melibatkan seluruh stakeholder, termasuk tenaga kesehatan, pasien, dan pihak terkait lainnya, dalam proses evaluasi untuk mendapatkan masukan yang lebih komprehensif, dengan memanfaatkan survei digital atau forum diskusi online..
PERAN KADER DALAM EDUKASI KONTAK SERUMAH PENDERITA TBC UNTUK PEMBERIAN TPT DI PUSKESMAS KARAWACI BARU Nursanah, Nursanah; Purnamawati, Dewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45894

Abstract

Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) adalah suatu keadaaan dimana sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi tidak mampu mengeliminasi bakteri Mycobacterium tuberculosis secara sempurna, tetapi mampu mengendalikan bakteri TBC sehingga tidak timbul gejala sakit TBC.Oleh sebab itu mereka dengan kondisi ini perlu mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mencegah sakit TBC, terutama bagi kelompok berisiko seperti kontak serumah dan orang dengan HIV (ODHIV).Salah satu Upaya untuk meningkatkan cakupan pemberian TPT adalah dengan melakukan investigasi kontak oleh kader TB . Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian peningkatan capaian TPT dengan peran kader (aplikasi SITB) . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif . sebagai informan adalah kader TB di puskesmas karawaci baru . Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan focus group discussion (FGD) pada 12 kader TB . Hasil penelitian yaitu : 1. Pemahaman informan  tentang Infeksi laten TBC (ILTB ) . 2.Pemahaman informan  tentang investigasi kontak . 3.Hambatan investigasi kontak 4.Kendala individu dan lingkungan , serta sosial budaya . Hasil penelitian menunjukkan , bahwa sejauh mana kader dapat memberikan edukasi atau pemahaman tentang Infeksi laten TBC (ILTB)  pada kontak serumah untuk pemberian TPT , namun perlu dilakukan peningkatan  pemahaman kader tentang edukasi kontak serumah  penderita TBC untuk pemberian TPT .