cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN WAKTU TINGGAL PASIEN DI DEPARTEMEN GAWAT DARURAT : STUDI LITERATURE REVIEW Yogantara, Nyoman Tri; Sinulingga, Elysabeth Br
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46082

Abstract

Keterlambatan waktu tinggal pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan indikator penting dalam menilai kualitas dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Waktu tinggal yang terlalu lama dapat menurunkan kepuasan pasien, meningkatkan risiko klinis, dan menambah beban kerja tenaga kesehatan. Kajian ini mengulas 11 artikel nasional dan internasional dari tahun 2020 hingga 2024 untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan waktu tinggal pasien di IGD berdasarkan klasifikasi input, throughput, dan output. Faktor input meliputi karakteristik pasien seperti usia, jenis kelamin, tingkat kegawatan, serta akses transportasi yang mempengaruhi lama pasien di IGD. Faktor throughput mencakup proses internal rumah sakit seperti triase, pemeriksaan penunjang, dan konsultasi medis yang dapat mempercepat atau memperlambat penanganan pasien. Sementara itu, faktor output didominasi oleh ketersediaan tempat tidur dan sistem pemindahan pasien ke ruang perawatan lanjut. Beberapa studi juga menyoroti pentingnya pelatihan sumber daya manusia dan peran pengetahuan keluarga pasien dalam mempercepat proses pelayanan. Keseluruhan temuan menunjukkan bahwa keterlambatan waktu tinggal di IGD bersifat multidimensi dan memerlukan pendekatan sistemik untuk menguranginya. Oleh karena itu, intervensi berbasis teknologi informasi, optimalisasi alur layanan, serta edukasi masyarakat perlu diintegrasikan dalam strategi manajemen IGD yang berkelanjutan guna meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan rumah sakit.
PERSEPSI MAHASISWA KEDOKTERAN TERHADAP PERILAKU PROFESIONALISME (HONOR AND INTEGRITY) Afdhaliyah, Nur; Mokhtar, Shulhana; Kartika, Irna Diyana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46126

Abstract

Profesionalisme merupakan kompetensi inti dalam pendidikan kedokteran. Nilai honor dan integritas menjadi aspek penting dalam membentuk karakter dokter yang profesional. Namun, kurangnya keberanian melaporkan pelanggaran serta ketidakpercayaan terhadap sistem penanganan etika menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pemahaman dan penerapan nilai-nilai ini di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan refleksi diri mahasiswa profesi dokter terhadap perilaku profesionalisme, khususnya aspek honor dan integritas, di lingkungan pembelajaran klinis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 mahasiswa profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dengan interpretasi skor berdasarkan kategori persepsi dan refleksi diri terhadap profesionalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap nilai honor dan integritas berada dalam kategori sangat positif dengan skor rata-rata 4,38. Refleksi diri mahasiswa juga tergolong sangat positif dengan rata-rata skor 4,53, yang mengindikasikan bahwa nilai-nilai profesionalisme telah dipahami dan diinternalisasi dengan baik. Meskipun demikian, ditemukan skor yang relatif rendah pada aspek keberanian melaporkan pelanggaran profesionalisme. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi dan refleksi diri yang sangat positif terhadap profesionalisme, khususnya terkait honor dan integritas. Meski demikian, institusi pendidikan perlu memperkuat budaya pelaporan dan sistem pendukung etika agar nilai-nilai ini dapat diterapkan secara lebih konsisten dalam praktik klinis.
PERBEDAAN PENGARUH MEDIA CAROUSEL DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG ANEMIA PADA SISWA SMAN 5 POCO RANAKA Levinda, Felixa Yuki; Romeo, Petrus; Limbu, Ribka; Takaeb, Afrona E. L.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46151

Abstract

Promosi kesehatan merupakan revitalisasi pendidikan kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku masyarakat. Promosi kesehatan sangat dibutuhkan, baik menggunakan media tradisisonal maupun modern untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Media yang dicoba dalam penelitian ini adalah media carousel instagram dan leaflet . Carousel adalah salah satu fitur instagram yang efektif , yang memungkinkan penyampaian informasi secara ringkas dan menarik. Selain itu, leaflet juga sebagai media cetak yang mudah dibawa dan dipahami, juga efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh penggunaan media carousel dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap tentang anemia pada siswa kelas XI di SMAN 5 Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimental , rancangan pre-test post-test with control group . Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Lameshow, sehingga sampel dalam penelitian ini adalah 98 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol yang menggunakan media leaflet dan kelompok perlakuan yang menggunakan media carousel . Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap siswa tentang anemia sebelum dan sesudah intervensi, serta intervensi melalui media carousel dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 1,72 kali dan dapat mengubah sikap sebesar 2,39 kali dibandingkan dengan media leaflet. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam strategi promosi kesehatan yang lebih efisien di sekolah-sekolah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN: TINJAUAN STUDI NASIONAL DAN INTERNASIONAL Juliarta, I Wayan; Houghty, Grace Solely
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46248

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas global dalam pelayanan kesehatan, dimana tingkat pelaporan insiden keselamatan pasien menjadi salah satu indikator pentingnya. Namun, pelaporan ini sering terhambat oleh berbagai faktor seperti ketakutan terhadap sanksi, ketidakjelasan prosedur, dan kurangnya dukungan manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis faktor-faktor yang memengaruhi pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit melalui tinjauan literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana artikel-artikel dikumpulkan dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk periode 2010–2024. Seleksi ketat menghasilkan 10 artikel ilmiah relevan yang dianalisis menggunakan sintesis tematik berdasarkan faktor individu, sistem, dan organisasi. Hasil penelitian menemukan tiga tema utama, yaitu faktor individu seperti pengetahuan, ketakutan, dan motivasi; faktor sistemik seperti kompleksitas pelaporan dan beban kerja; serta faktor organisasi seperti budaya keselamatan, dukungan manajerial, pelatihan, dan umpan balik. Dukungan manajemen, sistem pelaporan yang mudah diakses, dan pelatihan berkelanjutan terbukti meningkatkan pelaporan, sementara ketakutan terhadap hukuman dan keraguan terhadap efektivitas sistem menjadi penghambat utama. Simpulan dari studi ini menunjukkan bahwa pelaporan insiden keselamatan pasien dipengaruhi oleh kombinasi faktor individu, sistem, dan organisasi sehingga intervensi menyeluruh diperlukan untuk mengatasi hambatan serta memperkuat faktor pendukung dalam membangun budaya keselamatan pasien yang lebih baik.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN JUMLAH ANAK HIDUP DENGAN NIAT KONTRASEPSI PASANGAN USIA SUBUR Prakoso, Satria Bagus; Dewi, Rhesma Safitri; Laili, Ana Fitrotul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46280

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2017 yaitu 177 kematian per-100 ribu kelahiran hidup (Kemenko PMK, 2020). Sedangkan data sensus penduduk AKI Tahun 2020 kembali meningkat menjadi 189/100.000 kelahiran hidup dan menempati posisi kedua tertinggi AKI di ASEAN. Tingginya AKI dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, namun kebanyakan AKI terjadi karena faktor hamil dan melahirkan yang salah satunya adalah unmet need KB. Kejadian kasus unmet need KB dipengaruhi oleh berbagai faktor karena bersifat multidimensional.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan jumlah anak hidup dengan niat menggunakan alat kontrasepsi pada WUS dengan kondisi unmet need. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan melalui survei dan wawancara. Besar sampel diperoleh melalui simple random sampling dan didapatkan sebanyak 54 pasangan usia subur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan jumlah anak hidup (p-value: 0,002) dengan niat menggunakan alat kontrasepsi pada WUS dengan kondisi unmet need. Tingkat pendidikan (p value : 0,088) tidak berhubungan dengan niat menggunakan alat kontrasepsi. asangan usia subur dengan jumlah anak hidup kurang dari ≤ 2 memiliki lebih banyak niat terhadap penggunaan alat kontrasepsi. Meskipun tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap niat menggunakan alat kontrasepsi, dalam penelitian ini ditemuukan lebih banyak wanita usia subur dengan pendidikan tinggi memiliki niat untuk menggunakan alat kontrasepsi
EFEKTIVITAS TERAPI ANTARA TERAPI MANUVER EPLEY, BRANDT DAROFF, TERAPI KOMBINASI MANUVER EPLEY DAN BRANDT DAROFF PADA PASIEN BENIGN PAROXYSMAL POSITIONAL VERTIGO Rahmat, Musdal; Pratama, Ahmad Ardhani; Safei, Imran
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46342

Abstract

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan salah satu penyebab vertigo perifer yang paling umum dan sering ditangani dengan terapi manuver reposisi berdasarkan teori cupulolithiasis dan canalithiasis. Tujuan utama dari manuver-manuver ini adalah untuk mengembalikan partikel otokonia yang terlepas ke dalam makula utrikularis, sehingga gejala vertigo yang dirasakan pasien dapat berkurang atau hilang. Meskipun manuver Epley banyak digunakan secara klinis, masih terdapat banyak publikasi yang membahas dan membandingkan efektivitas berbagai manuver untuk mencari metode yang paling ideal dalam menangani BPPV. Manuver yang ideal adalah manuver yang tidak hanya efektif menyembuhkan BPPV dengan cepat, tetapi juga mampu mengurangi angka kekambuhan. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan pendekatan sistematik review mengenai terapi manuver pada BPPV. Sebanyak 20 jurnal ilmiah dikumpulkan, ditelaah, dan disintesis oleh peneliti menjadi satu data yang komprehensif untuk dilaporkan. Hasil penelaahan dari berbagai artikel penelitian menunjukkan bahwa manuver Epley memiliki tingkat keberhasilan penyembuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan manuver Brandt-Daroff. Namun, kombinasi terapi antara manuver Epley dan Brandt-Daroff menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menyembuhkan BPPV dibandingkan dengan penggunaan manuver Epley secara tunggal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manuver Epley terbukti efektif sebagai terapi utama pada BPPV, namun pendekatan kombinasi antara manuver Epley dan Brandt-Daroff memberikan hasil yang lebih optimal dalam penanganan BPPV
HUBUNGAN ASUPAN SERAT DAN MAGNESIUM DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA NAYU BARAT NUSUKAN SURAKARTA Maulanisa, Hasna Fitri; Sarbini, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46344

Abstract

Lansia merupakan seseorang yang telah menginjak usia 60 tahun atau lebih. Lansia pada umumnya mengalami perubahan biologis dalam dirinya sehingga lebih mudah terkena masalah kesehatan salah satunya yaitu diabetes melitus. Diabetes melitus dapat terjadi karena adanya gangguan metabolisme organ pankreas sehingga dapat menyebabkan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa dalam darah. Faktor risiko terjadinya hiperglikemia salah satunya adalah kebiasaan makan yang buruk. Kurangnya asupan zat gizi seperti serat dan magnesium pada lansia dapat menyebabkan terjadinya perubahan kadar glukosa dalam darah. Peneliti tertarik melihat hubungan asupan serat dan magnesium pada lansia di Posyandu Lansia Desa Nayu Barat Nusukan Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan sampel sebanyak 60 lansia yang dipilih melalui metode proporsional random sampling. Faktor yang diteliti meliputi asupan serat, asupan magnesium, dan kadar glukosa darah sewaktu. Asupan serat dan magnesium dalam waktu satu bulan terakhir dihitung menggunakan instrumen SQ-FFQ. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Rank-Spearman. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan serat dengan kadar glukosa darah sewaktu (p=0,635) dan terdapat hubungan antara asupan magnesium dengan kadar glukosa darah sewaktu (p=0,044). Lansia dengan asupan serat yang kurang belum tentu memiliki kadar glukosa darah yang tinggi, tetapi lansia dengan asupan magnesium yang normal akan memiliki kadar glukosa darah yang normal.
PROSEDUR PEMERIKSAAN KEGAWATDARURATAN PADA PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA KASUS STROKE HEMORAGIK DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD TIDAR MAGELANG Dari, Putri Wulan; Fa’ik, Muhamad; Mahanani, Ayu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46364

Abstract

Pemeriksaan CT Scan kepala pada stroke hemoragik dapat dilakukan dengan single atau dual range dan menghasilkan irisan axial, sagital, serta coronal. Di Instalasi Radiologi RSUD Tidar Magelang, pemeriksaan dilakukan dengan single range dan hanya menggunakan irisan axial karena dianggap cukup menampakkan lokasi perdarahan. Volume perdarahan diukur secara otomatis menggunakan perangkat lunak berbasis nilai Hounsfield Unit (HU).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan CT Scan kepala pada kasus stroke hemoragik, alasan penggunaan irisan axial saja, metode pengukuran volume perdarahan, serta sistem pelaporan hasil kritis di RSUD Tidar Magelang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada Januari–Mei 2025, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan axial saja dinilai cukup untuk diagnosis awal stroke hemoragik. Hasil kritis dilaporkan melalui sistem PACS, dengan batas waktu pelaporan maksimal 30 menit setelah diverifikasi oleh Profesional Pemberi Asuhan (PPA). Sistem ini mendukung percepatan diagnosis dan pengambilan keputusan klinis. Peneliti merekomendasikan penggunaan tambahan irisan sagital dan coronal untuk memberikan visualisasi yang lebih lengkap dari berbagai sudut pandang.
OPTIMIZING NUTRITIONAL INTAKE TO MITIGATE FRAILTY : A NARRATIVE REVIEW ON DIET, MUSCLE LOSS, AND PHYSICAL VULNERABILITY IN OLDER ADULTS Jasmine, Angelia; Santoso, Alexander Halim
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46387

Abstract

Frailty merupakan sindrom klinis geriatri yang ditandai oleh penurunan cadangan fisiologis dan ketahanan terhadap stresor, yang menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap disabilitas, meningatnya lama rawat inap, dan kematian. Faktor nutrisi memainkan peran krusial dalam patogenesis dan progresivitas sindrom ini. Asupan protein yang tidak adekuat, defisiensi mikronutrien, dan perubahan komposisi tubuh, khususnya kehilangan massa otot rangka dan peningkatan lemak viseral, berkontribusi pada gangguan fungsi otot dan sarcopenia. Proses inflamasi kronis dan stres oksidatif memperparah kerusakan otot, mempercepat penurunan fungsi fisik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara asupan nutrisi, status gizi, komposisi tubuh, dan kelemahan fisik pada lansia. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk publikasi antara Januari 2020 hingga Desember 2024. Temuan menunjukkan bahwa intervensi nutrisi, terutama peningkatan asupan protein dan pola makan antiinflamasi, berpotensi mempertahankan massa otot dan menurunkan risiko frailty. Selain itu, pemantauan dini terhadap status gizi dan komposisi tubuh sangat penting dalam upaya preventif. Heterogenitas metodologis dan variasi definisi menjadi tantangan dalam penerapan klinis. Oleh karena itu, integrasi penilaian gizi, evaluasi fungsional, dan pendekatan interdisipliner diperlukan untuk mengoptimalkan strategi pencegahan dan penatalaksanaan frailty pada populasi lanjut usia.
STUDI KASUS PENGUNAAN BONE SUPPRESSION (BSA) DALAM PEMERIKSAAN RADIOGRAFI THORAK PADA KASUS BRONKOPNEUMONIA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Tan, Abdul Halim; Fa’ik, Muhamad; Mukmin, Amril
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46393

Abstract

Pemeriksaan radiografi thorak merupakan prosedur diagnostik yang umum digunakan untuk mengevaluasi kondisi paru-paru, terutama pada kasus bronkopneumonia (BRPN), yaitu infeksi yang menyebabkan peradangan pada bronkus dan alveoli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pemeriksaan radiografi thorak pada kasus BRPN, alasan BSA tidak digunakan sebagai prosedur standar, serta kelebihan dan kekurangannya dalam mendiagnosis BRPN. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul pada Januari hingga Juni 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan radiografer, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara sistematis melalui tahap pengolahan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi BSA mampu meningkatkan visualisasi jaringan paru dengan mengurangi bayangan tulang iga yang sering menutupi lesi kecil. Namun, BSA belum digunakan sebagai prosedur standar karena keterbatasan pelatihan, kurangnya pemahaman teknis di kalangan radiografer, serta belum tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP). Selain itu, penggunaannya masih menunggu instruksi dari dokter spesialis radiologi. Teknik radiografi thorak pada kasus BRPN di RSU PKU Muhammadiyah Bantul belum menggunakan BSA karena kendala pelatihan dan regulasi. Padahal, aplikasi BSA memiliki kelebihan dalam memperjelas visibilitas lesi kecil dengan menghilangkan bayangan tulang, meskipun memiliki kekurangan apabila parameter eksposi terlalu tinggi. Disarankan penggunaan BSA untuk membantu diagnosa BRPN agar hasil radiologi lebih akurat dan informatif bagi dokter spesialis.