cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PERBANDINGAN SISTEM INSENTIF UNTUK KADER KESEHATAN DI INDONESIA DAN NEGARA SERUPA: LITERATURE REVIEW Rachim, Reisa; Hidayat, Budi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45210

Abstract

Sistem insentif memainkan peran penting dalam memotivasi dan mempertahankan kader kesehatan di Indonesia dan negara serupa. Memahami lanskap perbandingan penyaluran insentif di antara kader kesehatan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kinerja dan mengatasi tantangan kesehatan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk membandingkan sistem insentif untuk kader kesehatan di Indonesia dan negara serupa. Metode penelitian dilakukan dengan systematic review dengan panduan PRISMA untuk mengidentifikasi studi relevan tentang sistem insentif untuk kader kesehatan. Pencarian artikel dilakukan dengan metode PICO di database online seperti Google Scholar, PubMed, ProQuest, dan Scopus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbandingan variasi preferensi insentif di antara kader kesehatan di Indonesia dan negara serupa. Sementara insentif finansial menjadi prioritas di Indonesia, insentif non-finansial juga memiliki peran penting. Model insentif yang berhasil, seperti sistem berbasis kinerja, diidentifikasi sebagai solusi potensial. Memahami nuansa penyaluran insentif di antara kader kesehatan di Indonesia dan negara serupa penting untuk meningkatkan kinerja mereka dan mengatasi tantangan kesehatan. Penelitian dan intervensi kebijakan lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan sistem insentif bagi kader kesehatan.
EVALUASI KETERKAITAN KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI MEMORI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2022 Eryansyah, Erika Aurellya; Halim, Susilodinata
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45263

Abstract

Dalam perkembangan ingatan setiap individu manusia, memori atau ingatan merupakan salah satu aspek yang sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan memori jangka pendek pada mahasiswa Universitas Tarumanagara Angkatan 2022 Fakultas Kedokteran. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain cross-sectional. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner PSQI untuk menilai kualitas tidur subyek penelitian dan daya ingat. Dari 122 responden yang diteliti, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (64,8%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Mayoritas responden (77,9%) memiliki memori jangka pendek yang baik, (p-value 0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas tidur dan memori jangka pendek mahasiswa Universitas Tarumanegara Angktan 2022 Fakultas Kedokteran.
HUBUNGAN UNIT KERJA DENGAN KESIAPSIAGAAN PERAWAT DALAM KEGAWATDARURATAN BENCANA : STUDI EMPIRIS DI LAYANAN KESEHATAN PRIMER KABUPATEN BANTUL DIY Fibriyanti, Efi; Cloridina, Henny
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45330

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan wilayah dengan indeks risiko bencana yang tinggi di Provinsi Yogyakarta. Peran perawat dalam menghadapi kegawatdaruratan bencana sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja di daerah rawan bencana. Namun, hingga saat ini belum diketahui sejauh mana unit tempat perawat bekerja dapat memengaruhi tingkat kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara unit kerja dengan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi kegawatdaruratan bencana. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 151 perawat yang bekerja di kawasan rawan bencana Kabupaten Bantul. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik systematic random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Emergency Preparedness Information Questionnaire (EPIQ) yang telah teruji validitasnya dengan nilai Cronbach alpha sebesar 0,970. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden bekerja di poli umum (72,8%), belum pernah mengikuti pelatihan kebencanaan (59,6%), dan 54% dinyatakan tidak siap dalam menghadapi bencana. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara unit kerja dengan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana (p = 0,005). Temuan ini menunjukkan pentingnya pelatihan dan penyesuaian peran perawat berdasarkan unit kerja dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana.
PROFIL CHARACTER STRENGTH DAN VIRTUE PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI ‘Aisy, Radya Rahadatul; Fachrudin, Duddy; Rahadiani, Ouve
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil character strength dan virtue pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati, mengingat character strength sebagai kualitas psikologis yang termanifestasi dalam perilaku, sangat penting dimiliki seorang dokter. Menggunakan metode observasional deskriptif, studi ini melibatkan 114 responden (36 laki-laki dan 78 perempuan) dari mahasiswa Fakultas Kedokteran tahap profesi tahun kedua, yang dipilih dengan teknik quota sampling dan bersedia berpartisipasi. Kuesioner Values In Action Character Strength menjadi instrumen utama pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima character strength paling dominan (signature strength) adalah kindness (9,3%), honesty (8,8%), love (7,9%), serta spirituality dan fairness (masing-masing 6,5%). Sementara itu, character virtue yang paling dominan muncul adalah transcendence (32,5%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kindness, honesty, love, spirituality, dan fairness merupakan signature strength yang menonjol, dan transcendence adalah character virtue yang paling dominan pada mahasiswa kedokteran tahap profesi tahun kedua di Universitas Swadaya Gunung Jati
GAMBARAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA BERPACARAN DI SMA NEGERI X SURABAYA Safitri Dewi, Rhesma; Fitriyah, Nurul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45394

Abstract

Pacaran merupakan bagian dari hubungan interpersonal yang umum terjadi pada masa remaja dan berfungsi sebagai media eksplorasi serta sosialisasi dengan lawan jenis. Namun, tren pacaran di kalangan remaja sering kali mengarah pada perilaku seksual pranikah yang dipengaruhi oleh perubahan hormon, rasa ingin tahu yang tinggi, serta pola pacaran yang tidak sehat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional study. Sebanyak 97 siswa dipilih dengan mempertimbangkan kriteria responden, yaitu remaja yang sedang atau pernah berpacaran minimal tiga bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan angket terkait karakterisitik demografi, tingkat pengetahuan, dan perilaku seksual saat pacaran, lalu dianalisis secara univariat. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 35,1% responden tidak melakukan perilaku seksual, (8,2%) pegangan tangan, (5,2%) merangkul pasangan, (4,1%) pernah bergandengan tangan dan rangkulan dan (20,6%) pernah melakukan gandengan tangan, sampai pelukan serta 20 responden (20,6%) lainnya telah melakukan gandengan tangan, hingga berciuman. Sebanyak 6,2% melakukan gandengan tangan, hingga bercumbu dan menggesekkan bagian tubuh sensitif. Selain itu, sebagian besar responden dalam pengetahuan yang baik terkait seksualitas yaitu sebanyak 65 responden (67%). Sebanyak 32 responden (33%) dengan tingkat pengetahuan kurang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah perilaku seksual saat pacaran dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi dan dampak perilaku seksual berisiko.
PEMETAAN KERAWANAN DIARE PADA BALITA DI PROVINSI JAWA BARAT BERDASARKAN PROFIL KESEHATAN JAWA BARAT TAHUN 2023 Ganiawati, Ganiawati; Wulandari, Ririn Arminsih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45423

Abstract

Diare menjadi penyebab kematian ketiga di dunia pada balita dengan jumlah kematian 443.832 anak pertahun.  Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, prevalensi diare di Indonesia sebesar 12,3%. Sementara, di Jawa Barat, penderita diare balita yang dilayani pada tahun 2023 hanya mencakup 34,56%. Sebagai penyakit endemis di Jawa Barat, kejadian diare di provinsi ini berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan distribusi kasus diare pada balita di Provinsi Jawa Barat dan menentukan wilayah kerawanan kasus diare pada balita, persentase keluarga dengan sanitasi layak, presentase keluarga melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), presentase keluarga melakukan pengelolaan sampah rumah tangga dan presentase keluarga melakukan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Studi ekologi deskriptif kuantitatif ini menggunakan data sekunder yang mewakili variabel-variabel di atas yang berasal dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat 2023. Peta wilayah Provinsi Jawa Barat didapatkan dari Badan Informasi Geospasial. Penelitian ini menggunakan unit administratif kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Quantum GIS teknik skoring. Penelitian ini menunjukkan tingkat kerawanan diare pada balita dari 27 kabupaten/kota di Jawa barat memiliki enam wilayah kerawanan sangat tinggi kasus diare balita yakni Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu dan Kota Bogor. Wilayah yang memiliki kerawanan kasus diare sangat tinggi secara umum adalah wilayah dengan presentase keluarga melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), presentase keluarga yang melakukan pengolahan sampah rumah tangga dan presentase keluarga yang melakukan pengelolaan limbah cair dengan tingkat rendah dan sangat rendah.
KAKI DIABETIK : PENDEKATAN DIAGNOSIS SEBAGAI KOMPLIKASI ANGIOPATI PADA DIABETES MELITUS Rahmah R, Fauziah; Ardiansar, Abdul Mubdi; Bamatraf, Anis
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45496

Abstract

Diabetes merupakan penyebab utama berbagai komplikasi serius, termasuk kebutaan akibat retinopati diabetik, gagal ginjal yang memerlukan dialisis, serta amputasi lutut non-traumatis. Salah satu komplikasi yang umum terjadi pada diabetes melitus (DM) adalah angiopati, yang disebabkan oleh kerusakan endotel pembuluh darah dan dapat memengaruhi baik pembuluh darah besar (makroangiopati) maupun kecil (mikroangiopati). Literatur ini bertujuan untuk menganalisis kaki diabetik sebagai komplikasi angiopati pada diabetes melitus melalui pendekatan diagnosis. Metode yang digunakan adalah literature review, dengan mengumpulkan artikel atau jurnal ilmiah dari database PubMed, Portal Garuda, dan Google Scholar yang memenuhi standar SINTA IV dan V, dengan rentang waktu publikasi antara tahun 2020 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi “kaki diabetik,” “angiopati,” dan “diabetes mellitus.” Berdasarkan hasil penelusuran literatur, ditemukan 10 artikel penelitian yang melaporkan komplikasi angiopati pada penderita diabetes melitus. Kesimpulan dari tinjauan ini menunjukkan bahwa komplikasi makrovaskuler yang umum pada penderita DM meliputi trombosis otak (pembekuan darah pada sebagian otak), penyakit jantung koroner (PJK), gagal jantung kongestif, dan stroke. Sementara itu, komplikasi mikrovaskuler yang sering terjadi adalah nefropati, retinopati diabetik, neuropati, serta amputasi. Dengan demikian, angiopati sebagai komplikasi DM perlu mendapatkan perhatian dalam penegakan diagnosis kaki diabetik.  
EVALUASI DANA BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) PUSKESMAS DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Khuzaimah, Siti; Pramudho, Kodrat; Zaharudin, Zaharudin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45509

Abstract

Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) adalah dana pemerintah yang bertujuan untuk mendukung program kesehatan di Puskesmas dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, pengelolaan BOK masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya kebijakan dari Dinas Kesehatan yang mendukung percepatan realisasi dana, terbatasnya anggaran untuk kegiatan di luar menu BOK, serta minimnya tim yang bertanggung jawab atas evaluasi dan pengawasan penggunaan dana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan pemanfaatan BOK di Puskesmas Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tahun 2024 dengan pendekatan evaluasi kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Puskesmas, Bendahara BOK, Kepala Bidang, petugas perencanaan Dinas Kesehatan, dan Pengelola Program, serta analisis dokumen terkait. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan analisis input, proses, dan output untuk mengidentifikasi kendala dan merumuskan strategi perbaikan. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etika dari Universitas Indonesia Maju Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan adanya kendala pada tahap input berupa keterbatasan anggaran, SDM, dan akses wilayah; pada tahap proses terdapat masalah keterlambatan pencairan dana dan kurangnya koordinasi antar instansi; serta pada tahap output, pencapaian indikator kesehatan belum optimal akibat rendahnya kesadaran masyarakat. Beberapa strategi perbaikan yang direkomendasikan meliputi perbaikan perencanaan anggaran, pelatihan peningkatan kapasitas SDM, percepatan pencairan dana, dan edukasi masyarakat untuk meningkatkan efektivitas program kesehatan di Puskesmas.
VISUAL HALLUCINATION POST CORONARY ARTERY BYPASS GRAFTING : A CASE REPORT Dharmawan, IGB Adi; Parami, Pontisomaya; Sinardja, Cynthia Dewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45518

Abstract

Halusinasi visual merupakan komplikasi neuropsikiatri yang jarang namun penting setelah tindakan Coronary Artery Bypass Grafting (CABG). Halusinasi ini sering dikaitkan dengan delirium, namun beberapa pasien mengalaminya secara mandiri, sehingga menimbulkan tantangan dalam diagnosis dan penanganan. Kami melaporkan kasus seorang pria berusia 63 tahun dengan penyakit arteri koroner multipembuluh dan syok kardiogenik yang menjalani CABG mendesak tanpa penggunaan mesin jantung-paru (off-pump). Setelah operasi, dalam kondisi hemodinamik stabil dan tanpa gangguan metabolik, pasien mengalami halusinasi visual kompleks yang muncul hanya saat mata tertutup. Halusinasi yang dialaminya berupa bayangan seekor anjing, bayangan hitam besar, dan pemandangan kampung halaman yang familiar. Tidak ditemukan tanda-tanda delirium berdasarkan penilaian menggunakan Delirium Symptom Interview (DSI) dan Confusion Assessment Method (CAM). Penanganan suportif serta pemberian haloperidol dosis rendah berhasil meredakan gejala dalam waktu 24 jam tanpa kekambuhan. Kasus ini menyoroti bentuk halusinasi visual yang jarang, yakni halusinasi saat mata tertutup, setelah CABG off-pump, yang berbeda dari halusinasi dengan mata terbuka yang lebih umum dilaporkan. Tinjauan literatur menunjukkan bahwa insiden halusinasi visual pascaoperasi jantung berkisar antara 11% hingga 58%, dengan sirkulasi ekstrakorporeal (penggunaan mesin jantung-paru) diduga sebagai faktor risiko. Namun, kasus ini menantang anggapan tersebut. Fenomena ini memiliki kemiripan dengan Charles Bonnet Syndrome, yaitu kondisi di mana deprivasi visual memicu munculnya halusinasi spontan di korteks asosiasi visual. Halusinasi visual ternyata dapat terjadi bahkan pada pasien CABG off-pump tanpa delirium atau defisit neurologis. Mengenali fenomena ini sangat penting untuk mencegah misdiagnosis dan intervensi yang tidak perlu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami patofisiologi dan faktor risiko yang mendasarinya.
ADDUCTOR CANAL BLOCK SEBAGAI MANAJEMEN NYERI POST OPERASI PADA PASIEN YANG MENJALANI PROSEDUR TOTAL KNEE ARTHROPLASTY : CASE REPORT Efendy, Annisa Al Adawiyah; Harahap, Muhammad Wirawan; Irna, Ade
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45555

Abstract

Total Knee Arthroplasty (TKA) merupakan salah satu prosedur yang paling sering dilakukan dalam bidang bedah ortopedi, terutama pada pasien dengan osteoartritis lutut stadium lanjut. Meskipun prosedur ini umumnya memberikan hasil klinis yang sangat baik dalam jangka panjang, fase pascaoperasi tetap menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait manajemen nyeri. Nyeri pascaoperasi yang tidak terkontrol dapat menghambat mobilisasi dini, memperlambat pemulihan fungsional, serta meningkatkan durasi rawat inap di rumah sakit. Penatalaksanaan nyeri yang efektif menjadi aspek penting dalam menunjang keberhasilan pemulihan pasca-TKA. Salah satu teknik manajemen nyeri yang kini banyak digunakan adalah blok saraf perifer, seperti blok kanal adduktor. Dalam laporan ini, disajikan kasus seorang laki-laki berusia 56 tahun dengan diagnosis osteoartritis lutut kiri derajat lanjut yang direncanakan menjalani prosedur Left Total Knee Arthroplasty. Sebagai bagian dari protokol manajemen nyeri multimodal, dilakukan blok kanal adduktor dengan agen anestesi lokal berupa Bupivakain 0,25% sebanyak 30 mg. Prosedur pembedahan berlangsung tanpa komplikasi intraoperatif. Evaluasi nyeri pascabedah menggunakan Visual Analog Scale (VAS) menunjukkan skor 1–2 dari 10 dalam 24 jam pertama, mengindikasikan efektivitas blok kanal adduktor dalam mengendalikan nyeri pascaoperasi. Temuan ini mendukung penggunaan teknik blok kanal adduktor sebagai strategi analgesia regional yang efektif, aman, dan mendukung mobilisasi dini pasca-TKA.