cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA UMUR 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANTO PEUREULAK KABUPATAN ACEH TIMUR Zahra, Rina; Alyakin Dakhi, Rahmat; Lina Tarigan, Frida; Ester J. Sitorus, Mido
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20329

Abstract

Stunting pada balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan status kesehatan pada anak. Tujuan penelitian untuk analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita umur 12-59 bulan. Metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan mulai bulan November Tahun 2022 sampai dengan Juli Tahun 2023. Populasi adalah ibu yang memiliki balita usia 12-59 bulan di  wilayah kerja Puskesmas Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur sebanyak 2.258 orang ibu balita. Sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan rumus Taro Yamane sebanyak 95 orang ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa terdapat hubungan antara semua variabel penelitian dengan  kejadian stunting dengan nilai p value pengetahuan (p=0,000), pemberian ASI eksklusif (p =0,002), praktek pemberian MP-ASI (p=0,000), riwayat infeksi (p=0,001), kelengkapan imunisasi (p=0,000), sumber air brsih  (p =0,000) dan   sanitasi lingkungan (p =0,000 ). Variabel yang dominan berpengaruh adalah sanitasi lingkungan. Untuk itu disarankan agar ibu balita dapat menambah wawasan dan pengalamannya  tentang pencegahan stunting dan memberikan imunisasi pada anak sesuai usianya pada saat posyandu serta meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberian MP-ASI,  penyediaan sumber air bersih yang memenuhi syarat, memperbaiki sarana sanitasi lingkungan rumah serta perlunya  peran serta petugas kesehatan dalam  kerjasama lintas program dan sektor untuk meningkatkan kualitas sarana air bersih dan lingkungan.
KARAKTERISTIK LUKA PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASARKAN REKAM MEDIS DI RSUD WALED TAHUN 2021-2022 Wibisono, Bambang; Pebryan, Muhammad Rizky; Sutara, Sutara
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20434

Abstract

Penelitian ini menyelidiki karakteristik cedera pada korban kecelakaan lalu lintas yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Waled Kabupaten Cirebon. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metodologi deskriptif, mengandalkan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien RS Waled yang mengalami cedera akibat kecelakaan lalu lintas. Penelitian mencakup periode waktu dari Januari 2021 hingga Desember 2022. Metode pengambilan sampel menggunakan kombinasi metode lameshow dan purposive sampling dengan jumlah minimum 96 pasien kecelakaan lalu lintas yang dirawat di RS Waled. Meskipun penelitian ini memandang bahwa jumlah sampel 110 cukup untuk memberikan kesimpulan yang valid tentang populasi keseluruhan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis cedera yang paling umum ditemukan adalah luka robek (41,8%) dan lecet (37%), mengonfirmasi temuan sebelumnya bahwa laserasi merupakan jenis cedera paling umum pada korban kecelakaan mobil. Kedalaman luka menjadi fokus berikutnya, dan mayoritas luka (69,3%) terletak pada kedalaman subkutan, memberikan wawasan penting terkait tingkat kerusakan yang dialami oleh korban. Lokasi luka juga menjadi aspek kritis, dengan sekitar 32,7% luka ditemukan di kepala, mengindikasikan bahwa cedera kepala sering terjadi akibat kecerobohan dalam kecelakaan lalu lintas. Variasi lokasi luka di ekstremitas bawah dan atas memberikan informasi berharga tentang pola cedera pada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, dan pejalan kaki. Penilaian tingkat keparahan cedera menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (51,8%) mengalami cedera ringan, sesuai dengan temuan penelitian sebelumnya. Penelitian ini juga membahas batas dan dasar luka, menemukan bahwa mayoritas luka memiliki batas yang tidak rata (49,4%) dan luka paling umum pada kulit (64,5%). Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang karakteristik cedera akibat kecelakaan lalu lintas di RSUD Waled.  
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP PEDAGANG JAJANAN DAN PENGGUNAAN RHODAMIN B PADA MAKANAN JAJANAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN LAWEYAN, SURAKARTA Puspitasari, Anggun Febriana; Wulandari, Windi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20468

Abstract

Rhodamin B merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan pada makanan dan minuman karena dapat menyebabkan gejala pembesar hati dan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan fisiologis tubuh, atau bahkan bisa menyebabkan timbulnya kanker hati. Namun, karena alasan mengurangi biaya produksi, menghasilkan keuntungan dan memperpanjang umur simpan, banyak produsen  masih menggunakan bahan-bahan tersebut. Hal ini mungkin disebabkan oleh ketidaktahuan dan sikap acuh tak acuh produsen terhadap keamanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan, sikap pedagang jajanan, dan penggunaan Rhodamin B pada makanan jajanan di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Laweyan, Surakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian pedagang keliling dan jajanan di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Laweyan, Surakarta. Sampel pada penelitian sebanyak 27 pedagang dan 27 sampel jajanan yang memiliki ciri-ciri berwarna merah atau turunanya. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Pemeriksaan Rhodamin B dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium menggunakan Test kit merek Easy Test (ET). Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner dengan analisis data univariat. Berdasarkan hasil penelitian kepada pedagang makanan jajanan di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Laweyan, Surakarta tingkat pengetahuan tentang penggunaan Rhodamin B didapatkan sebesar 14,8% responden memiliki pengetahuan kurang baik dan sebesar 85,2% responden memilki tingkat pengetahuan baik. Sedangkan sikap dalam penggunaan Rhodamin B didapatkan sebesar 14,8% responden memiliki sikap dengan kategori kurang baik, dan sebesar 85,2% responden memilki sikap dengan kategori baik. Hasil pemeriksaan Rhodaminn B dari 27 sampel didapatkan 4 sampel makanan yang positif mengandung Rhodamin B yaitu Sirup es campur, Sirup es pisang hijau, Saos bakso, dan saos telur gulung.
HUBUNGAN AKTIVITAS PERTANIAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI DESA SAI Darmin, Darmin; Alkhair, Alkhair; Avila, Dea Zara; Khatimah, Nur Husnul; Noris, M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20475

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas pertanian ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Desa Sai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi sebanyak 379 anak di Desa Sai, Kec. Soromandi, Kab. Bima, NTB. Sampel penelitian melibatkan 191 anak diperoleh dengan menggunakan rumus Izzac dan Michael. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Sai, Kec. Soromandi, Kab. Bima, NTB menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas pertanian dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Desa Sai, dengan nilai (P=0,000). Perlu adanya upaya pencegahan stunting melalui sosialisasi dan edukasi paparan peptisida yang dapat menyebabkan gejala stunting.
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI DESA PURWODADI KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Amri, Chairul; Nurliani, Nurliani; Ladani, Ladani; Aboni, Andes; Rahmawati, Laili; Fazira, Aulya; Nabila, Syarifah Putri; Khotimah, Khotimah; Polanunu, Seinab; Melly, Melly; Tumangger, Aria; Alfatah, Alfatah; Jauzi, Ahmad Jafar; Ramadhan, Salmansyah; Monal, Monal; Yarmaliza, Yarmaliza
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20515

Abstract

Isu pangan tak terpisahkan dari sektor pertanian, yang menjadi kebutuhan mendasar bagi manusia di seluruh dunia. Urgensi isu pangan ini menjadi perhatian utama sejak akhir perang dunia II. Potensi lokal, mencakup alam, budaya, dan sumber daya manusia suatu daerah, memainkan peran penting dalam mengembangkan daerah. Kebijakan publik mencakup aspek ekonomi, sosial, politik, dan lainnya, dengan salah satu tantangan utama adalah kemiskinan. Program Kawasan Rumah Pangan Lestari Desa (KRPLD) di Desa Purwodadi bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam praktik konsumsi pangan yang beragam dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku masyarakat terhadap KRPLD di Desa Purwodadi, Kabupaten Nagan Raya. metode yang digunakan adalah sosialisasi, edukasi, pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Desain surver digunakan untuk memahami perilaku masyarakat terhadap KRPLD di Desa Purwodadi. Populasi adalah seluruh masyarakat Desa Purwodadi, dengan sampel 10 Orang yang merupakan tim penggerak yang mencerminkan keberagaman masyarakat. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara langsung oleh TIM PPK ORMAWA HIMAKESMAS FKM Universitas Teuku Umar. Hasil pre-test dan Post-test dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan wawasan masyarakat Desa Purwodadi terhadap KRPLD. Usia rata-rata sampel adalah 35 tahun, dengan pekerjaan buruuh harian, wiraswasta, dan petani. Kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya ketahanan pangan lokal masih rendah. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap KRPLD. Partisipasi aktif juga meningkat, menunjukkan dampak positif dari intervensi. Hal ini menjadikan sebagai langkah awal dalam mendukung dalam peningkatan ketahanan pangan dalam tingkat desa, dengan mendukung peranan pemerintah dalam upaya ketahanan pangan lokal dan makanan bergizi.
EFEKTIFITAS PELATIHAN KADER TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DETEKSI DINI KEHAMILAN RESIKO TINGGI Aris, Aris Handayani; Esti, Esti Yuliani; anggrek, Sri Anggraeni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20543

Abstract

Deteksi dini kehamilan resiko tinggi merupakan hal yang penting bagi ibu hamil. Melalui kegiatan deteksi dini, dapat diketahui secara dini kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi pada ibu hamil. Keberadaan kader posyandu sangat penting dalam deteksi dini tanda dan gejala bahaya pada ibu hamil, namun demikian belum semua kader memiliki keterampilan dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu adalah dengan melakukan pelatihan pengisian Kartu skor Poedji Rochjati. menganalisis pengaruh pelatihan pengisian KSPR terhadap pengetahuan dan keterampilan kader posyandu.dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi. penelitian pre eksperimen dengan one group pre test- post test design. Populasi yang digunakan sebanyak 40 kader  yang ada di wilayah Puskesmas Trucuk. Sampel diambil dengan total sampling. Variabel independent adalah pelatihan kader, sedangkan variabel dependent adalah pengetahuan dan keterampilan kader. Instrumen pengumpulan data pengetahuan menggunakan kuesioner sedangkan keterampilan menggunakan chklist. Berdasarkan hasil nilai pre test diperoleh nilai pengetahuan cukup (62,5%), baik (25,0%), kurang (12,5%) dan nilai post test baik (87,5%), cukup (12,5%) sedangkan untuk keterampilan nilai pre test nilai cukup terampil ( 67,5%) kurang terampil (22,5%) nilai terampil (10,0%) dan nilai post test nilai terampil (82,5%) cukup terampil (17,5%). Didapatkan p value 0,000 menunjukkan pelatihan kader posyandu di wilayah Puskesmas Trucuk efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Ada pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi.
KEBIJAKAN MANAJEMEN DALAM MENERAPKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LINGKUNGAN KERJA: SYSTEMATIC REVIEW Mufarikha, Muhimatul; Misnaniarti, Misnaniarti; Hasyim, Hamzah; Novrikasari, Novrikasari; Windusari, Yuanita; Fajar, Nur Alam
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20549

Abstract

Kebijakan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja / penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan demotivasi dan dan defisiensi produktivitas kerja. Dalam menciptakan hal tersebut tentu di butuhkan kerjasama yang baik antara top manajemen dalam membuat kebijakan dan dari pekerja nya sendiri yang harus menaati peraturan K3 di perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan perusahaan dalam menerapkan K3 di perusahaan dan bagaimana efektivitasnya kepada pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Review dan PRISMA. Data-data diperoleh dari jurnal-jurnal yang telah dikumpulkan oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan Kebijakan tentang pedoman K3 berpengaruh pada Keselamatan karyawan, untuk melaksanakan pedoman dengan baik di butuhkan komitmen top manajemen yang tegas. Karyawan yang bisa menjaga kesehatan kerja dan merasa terlindungi akan lebih produktif dalam berkerja. Maka dari itu perusahaan memantau dan memberikan pelatihan kepada setiap karyawan agar semua karyawan mengerti tentang pedoman K3. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kebijakan mengenai pedoman K3 kepada pekerja sudah ada dan terlaksana di perusahaan, komitmen top manajemen yang baik juga berpengaruh pada terlaksananya pedoman tersebut tentang bagaimana membuat semua karyawan menaati peraturan dan sadar akan bahaya yang ada di lingkungan kerja. Untuk itu pelatihan K3 bagi semua pekerja di perusahaan penting di lakukan agar pekerja lebih paham dan peduli dengan keselamatan dan kesehatannya.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL Mahendika, Devin; Yuliani, Meda; Minarti, Minarti; Supriatin, Supriatin; Ivantarina, Dintya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20609

Abstract

Provinsi Sumatera Barat menrut data Riskesdas pada tahun 2018 memiliki ibu hamil KEK sebesar 17,2%. Ibu hamil yang mempunyai status gizi yang buruk sebelum dan sesudah kehamilan akan menyebabkan ibu melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Kurang Energi Kronis (KEK) adalah keadaan dimana seseorang menderita kekurangan asupan makanan yang berlangsung lama atau menahun yang ditandai dengan ukuran LILA < 23,5 cm. KEK pada ibu hamil dapat disebabkan karena asupan energi dan pengetahuan gizi ibu hamil Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan energi dan pengetahuan gizi dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Andalas. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang datang berkunjung ke Puskesmas Andalas. Penelitian dilakukan tanggal 03- 15 Maret 2023 dengan jumlah sampel 60 orang dengan menggunakan total sampling ibu hamil trimester I dan II. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, food recall 24 jam, pengukuran LILA. Analisis data menggunakan menggunakan analisis univariate, bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p=0,015) antara asupan energi dengan kejadian KEK, terdapat hubungan yang signifikan (P=0,01) antara pengetehuan gizi dengan kejadian KEK. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dan pengetahuan gizi dengan kejadian KEK pada ibu hamil.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24-59 BULAN Rais, Rinovian; Aris, Muhammad; Mahendika, Devin; Supinganto, Agus; Sarbiah, Andi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20619

Abstract

Kader posyandu merupakan penggerak utama seluruh kegiatan yang dilaksanakan di posyandu. Keberadaan kader penting dan strategis, ketika pelayanan yang diberikan mendapat simpati dari masyarakat akan menimbulkan implikasi positif terhadap kepedulian dan partisipasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan kader posyandu dengan kejadian stunting di Kelurahan Pejaten Barat Kecamatan Pasar Minggu Kota Jakarta Selatan. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 10-20 Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kader posyandu UPT Puskesmas Pasar Minggu yaitu sebanyak 30 kader dengan menggunakan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu pengukuran antropometri tinggi badan menggunakan microtoise untuk mengetahui kejadian stunting dengan indeks TB/U, tingkat pengetahuan kader dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariate Chi Square. Hasil penelitian didapat sebanyak 22 kader (73,3 %) memiliki pengetahuan yang tidak baik dan 21 (70,0%) balita mengalami stunting. Hasil analisis Uji Chi Square dapat diketahui bahwa p-value (0,003) < ? (0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima, maka hasilnya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan kader dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Kelurahan Pejaten Barat Kecamatan Pasar Minggu Kota Jakarta Selatan. Saran dari peneliti kader posyandu diharapkan lebih aktif lagi untuk mencari ilmu terbaru mengenai stunting pada balita dan Pemerintah Daerah agar lebih perduli terhadap kader posyandu dan balita yang memiliki permasalahan gizi.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU HIGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN DI SEKOLAH WILAYAH KECAMATAN ANDONG DAN KECAMATAN SIMO Nur Hidayah, Rida Berliana Amanda; Astuti, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20630

Abstract

Sanitasi makanan adalah kegiatan dalam pengolahan makanan untuk mencegah terjadinya kemungkinan yang membahayakan kesehatan yang diakibatkan dari sebelum makanan diolah dan selama proses pengolahan, penyimpanan makanan, pengangkutan hingga pada penyajian makanan untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap pada penjamah makanan sekolah di wilayah Kecamatan Andong dan Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali. Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti menerapkan metode kuantitatif secara deskriptif dengan menggunakan rancangan Cross Sectional. Jenis pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 34 penjamah makanan dari 12 penjamah makanan di 3 sekolah kecamatan Andong dan 22 penjamah makanan di 6 sekolah Kecamatan Simo. Hasil penelitian ini menunjukkan (79,4%) responden berjenis kelamin perempuan, (38,2%) responden berumur 41-50 tahun, (47,1%) responden berpendidikan SMA, serta (61,8%) responden telah bekerja ?5 tahun. Pada pengetahuan penjamah makanan baik (61,8%), sikap penjamah makanan terhadap kebersihan diri dikategorikan baik (50%), sikap penjamah makanan terhadap kebersihan alat dan bahan dikategorikan baik (76,5%), sikap penjamah makanan terhadap penyajian makanan dikategorikan baik (88,2%) dan sikap penjamah makanan terhadap sarana pendukung dikategorikan baik (76,4%). Sedangkan perilaku penjamah makanan terhadap personal higiene dikategorikan kurang baik (52,9%), perilaku penjamah makanan terhadap penyimpanan makanan matang/jadi dikategorikan baik (70,6%), dan perilaku terhadap penyajian makanan dikategorikan kurang baik (79,4%). Meskipun pengetahuan, sikap dan perilaku secara umum baik, perilaku personal higiene dan perilaku penyajian makanan masih termasuk buruk. Maka dari itu, perlu adanya pelatihan dan penyuluhan higiene sanitasi makanan yang baik.

Page 53 of 216 | Total Record : 2155