cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI DI DESA SECURAI UTARA KECAMATAN BABALAN KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2023 Ashar, Yulia Khairina; Rosyida, Ayu; Pratiwi, Diah Ayu; Afriwana, Serly Dinda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.23290

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat terjadi pada semua populasi dimana tekanan darah seseorang naik diatas normal yaitu >140/90 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi di Desa Securai Utara, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 210 responden dengan populasi berjumlah 2.318 KK. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian berdasarkan uji bivariat menunjukkan bahwa riwayat hipertensi keluarga dengan p value 0.000<0.05, obesitas dengan p value 0.000<0.05, konsumsi garam berlebih dengan p value 0.005<0.05 dan kebiasaan istirahat yang buruk 0.001<0.05. Hasil multivariat berdasarkan hasil uji regresi logistik variabel yang mempengeruhi kejadian hipertensi, dengan nilai p = 0,000 (p< 0,05) dan nilai OR (Exp) B sebesar 0,031, artinya responden yang obesitas akan mempunyai peluang 0,031 kali mengalami hipertensi. Puskesmas disarankan meningkatkan pemantauan dan pengontrolan pada penderita hipertensi terutama bagi usia lanjut, orang yang mempunyai riwayat hipertensi keluarga dan yang memiliki kebiasaan yang tidak baik agar tekanan darah tetap stabil.
PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE HOSPITAL SURVEY OF PATIENT SAFETY CULTURE (HSOPSC) DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Mulyawati, Sita Dewi; Setyaningsih, Yuliani; Denny, Hanifa Maher
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.23328

Abstract

Budaya keselamatan pasien merupakah isu penting bagi manajemen rumah sakit dan faktor penting dalam penurunan kesalahan medis dan pengembangan suatu instansi, maka untuk meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit adalah dengan melakukan evaluasi budaya keselamatan pasien pada tenaga kesehatan. Tujuan dari kajian literatur ini adalah untuk menemukan hasil respon dan melakukan analisis positif dari penerapan budaya keselamatan dengan menggunakan metode Hospital Survey of Patient Safety Culture (HSOPSC) pada berbagai rumah sakit di negara lain. Database yang digunakan dalam pencarian data adalah Taylor & Francis Online: Peer-reviewed Journals, Science Direct, dan PubMed. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel penelitian ini adalah sebagai berikut hospital survey of patient safety culture (HSOPSC), patient safety, dan safety culture. Pencarian artikel dengan tempat penelitian pada berbagai sektor kesehatan diberbagai negara dan jurnal yang telah terpublikasi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir tahun 2019-2023. Setelah dilakukan penelusuran hingga pemilahan artikel jurnal maka didapatkan 5 judul artikel jurnal yang diambil dan sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Berdasarkan hasil kaji literatur diketahui bahwa faktor yang mendukung implementasi budaya keselamatan pasien di rumah sakit antara lain adalah dukungan manajemen, respon non-punitive terhadap error, pembelajaran organisasi, staffing, ekspektasi supervisor atau manajer, kerjasama antar unit, dan kerjasama dalam unit. Sedangkan faktor yang menghambat yaitu pengaruh kondisi lingkungan dan kondisi pribadi, mental dan psikologis tenaga kesehatan dalam menjawab laporan dan hasil yang diperoleh, dan masalah pribadi yang berada diluar kendali hasil penelitian.
STRATIFIKASI SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DI LINGKUNGAN VII HANGTAUH, KELURAHAN BERANDAN BARAT, KECAMATAN BABALAN Nurhayati, Nurhayati; Salsabila, Mutiara; Hidayah, Nurul; Yasmin, Wan Yara; Sundari, Sri; Hulu, Henny Irene Natalia; Sa'adah, Naila; Amanda, Dea; Wahyuni, Sri; Banurea, Cindi Patmasari; Aprillia, Rezky; Cahyani, Eka; Sinaga, Mewani; Nazli, Amanda Husnatul; Wahyuni, Dita; Raply, Muhammad; Sabilla, Niken Natani; Israyani, Israyani; Satya, Rangga
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.23591

Abstract

Stratifikasi sosial adalah sistem pembedaan individu atau kelompok dalam masyarakat, yang menempatkannya pada kelas-kelas sosial yang berbeda-beda secara hierarki dan memberikan hak serta kewajiban yang berbeda-beda pula antara individu pada suatu lapisan dengan lapisan lainnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui stratifikiasi sosial yang ada di Lingkungan VII Hangtauh, Kelurahan Berandan Barat, Kecamatan Babalan. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, melalui wawancara untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan. Hasil Penelitian ini adalah masyarakat di Lingkungan VII Hangtauh, Kelurahan Berandan Barat, Kecamatan Babalan seluruhnya mengaku tidak terdapat adanya stratifikasi sosial yang mendiskriminasi satu sama lain antar masyarakat, tetapi sebagian responden mengaku adanya perbedaan dalam bentuk penghasilan dimana yang memiliki kapal memiliki penghasilan lebih besar daripada buruh nelayan, namun hal tersebut tidak terlalu menjadi permasalahan yang dapat menyebabnya perpecahan antar sesama baik itu antara juragan, pemilik kapal, maupun buruh nelayan biasa. Perbedaan penghasilan tidak dijadikan suatu patokan kebanggaan atau kesombongan antara penghasilan tinggi dan penghasilan menengah. Di Lingkungan VII Hangtauh, Kelurahan Berandan Barat, Kecamatan Babalan tersebut mereka memperlakukan sama rata atau tidak ada diskriminasi stratifikasi dalam hal bersosialisasi antara juragan, pemilik kapal dan buruh nelayan biasa. Kesimpulan penelitian ini di Lingkungan VII Hangtauh, Kelurahan Berandan Barat, Kecamatan Babalan tidak terdapat stratifikasi sosial dikarenakan seluruh penduduk di desa tersebut bersosialisasi tanpa memandang adanya perbedaan baik itu dalam pendidikan, kekayaan, kekuasaan dan kehormatan.
FAKTOR RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA PEKERJA : A Systemactic Review Haldy, Jeanita; Kurniawidjaja, L.Meily
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.23619

Abstract

Penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease) merupakan penyebab kematian utama secara global. Morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular di tempat kerja telah mengakibatkan hilangnya produktivitas dan kerugian lain bagi perusahaan dan pekerja. Hal ini dapat dicegah dengan focus utama terhadap factor gaya hidup dan gaya bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi factor risiko penyakit kardiovaskular pada pekerja sehingga dapat bermanfaat dalam upaya pencegahan kejadian penyakit kardiovaskular pada pekerja. Penelitian ini merupakan systematic review menggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta Analysis) untuk mengidentifikasi, memilih dan sintesis studi. Pencarian melalui pusat database yaitu Pubmed dan Sciencedirect. Periode publikasi yang digunakan adalah 2020-2023 dengan kata kunci “Cardiovascular disease” AND “Risk factor” AND “Worker”. Penelitian ini menghasilkan 9 jurnal termasuk dalam Q1 dan 3 jurnal termasuk dalam Q2. Faktor risiko penyakit kardiovaskular pada pekerja yang dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (usia, jenis kelamin dan adanya riwayat keluarga), faktor risiko dengan kondisi medis tertentu yang dapat dimodifikasi (dislipidemia dengan tingginya total kolesterol dan LDL, hipertensi, diabeter melitus, obesitas dan kondisi lingkar pinggang), faktor risiko perilaku yang dapat dimodifikasi (diet yang tidak sehat, konsumsi alkohol yang berlebih, kurangnya aktivitas fisik dan status merokok) dan faktor lingkungan dan pekerjaan (stress psikososial, jenis pekerjaan shift, lingkungan kerja termasuk kebisingan, polusi udara, paparan bahan kimia dan karakteristik pekerjaan).
KARAKTERISTIK PASIEN RETINOPATI DIABETIK DI KLINIK JEC-ORBITA Aftha, Aghnia Ulya; Amir, Suliati P.; Rumlawan, Sarinah M.; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Purnama, Rahmiaty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.23820

Abstract

Retinopati Diabetik merupakan penyakit vaskular pada retina akibat dari komplikasi Diabetes Mellitus. Kelainan vaskular pada retina dapat berupa mikroaneurisma maupun perdarahan intraretinal, yang di tandai oleh kerusakan kerusakan dan sumbatan pembuluh-pembuluh darah halus retina yang paling sering menyebabkan kebutaan dan penurunan kualitas hidup pada penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Retionpati Diabetik di Klinik JEC-Orbita berdasarkan usia, jenis kelamin, kadar GDS, gambaran visus, TIO, dan jenis Rtinopati Diabetik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian purposive sampling. Data penelitian diambil pada tahun 2021 – 2022 di Klinik JEC – Orbita Makassar. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh data berdasarkan usia 77,4% kasus terjadi pada usia 45-64 tahun. Berdasarkan jenis kelamin 57 % kasus terjadi pada perempuan, 43% kasus terjadi pada pasien dengan kadar GDS ? 200 mg/dl. ± 35,5 % kasus terjadi pada pasien memiliki nilai visus <20/200. Serta ± 90,3 % kasus terjadi pada pasien memiliki nilai TIO 10-21 mmHg. Dan 50,5% kasus retinopati diabetik terjadi pada pasien dengan tipe High Risk Proliverative Diabetic Retinopathy. Angka Retinopati diabetik cukup tinggi pada pasien diabetes Mellitus dan terbanyak pada tipe High Risk Proliverative Diabetic Retinopathy. Pasien sudah lama menderita dengan GDS yang tidak terkontrol. Terbanyak pada Perempuan, usia pertengahan dan nilai visus <20/200.
ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. K DI PUSKESMAS CIKAMPEK KARAWANG JAWA BARAT TAHUN 2023 Irmayanti, Irmayanti; Arlym, Lisa Trina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24018

Abstract

Penelitian ini mencermati pemberian asuhan kebidanan yang komprehensif kepada Ny. K sepanjang tahapan kehamilan pada trimester ketiga, proses persalinan, masa nifas, dan perawatan neonatus. Beberapa temuan penting terungkap dari penelitian ini. Pertama, kontinuitas pelayanan kesehatan (COC) pada setiap individu berkaitan dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda. Jika semua bidan mampu memberikan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan dari masa kehamilan hingga keluarga berencana, kemungkinan terjadinya masalah kesehatan pada ibu dan anak dapat berkurang. Pengamatan terhadap Ny. K menunjukkan bahwa COC dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan selama berbagai fase kehamilan dan persalinan, serta pemeriksaan yang tepat pada masa nifas dan neonatus. Asuhan kebidanan juga mencakup terapi komplementer seperti prenatal yoga, akupresur, dan pemberian buah kurma untuk mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan. Pada fase aktif persalinan, penggunaan terapi akupresur dan buah kurma membantu mengatasi nyeri dan mendorong kelancaran proses persalinan, sesuai dengan teori kebidanan. Selain itu, asuhan pascapersalinan juga dilakukan dengan memberikan perawatan yang tepat, termasuk penggunaan rebusan daun sirih untuk mempercepat penyembuhan luka perineum. Perawatan neonatus juga mencakup pijatan bayi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah kembung. Seluruh proses asuhan kebidanan ini diterima dengan baik oleh Ny. K dan keluarganya, memberikan manfaat yang dirasakan serta meningkatkan pengetahuan kesehatan mereka.
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS FIBRINOLITIK EKSTRAK ENZIM FIBRINOLITIK BAKTERI YANG BERASAL DARI LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN AYAM (RPA) DI KARANGANYAR Permatasari, Ensa Ayu; Indrayati, Ana; Kurniasari, Fitri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24140

Abstract

Penumpukan fibrin berlebihan mengakibatkan thrombosis yang menyebabkan kelainan miokard serta penyakit kardiovaskular lain. Enzim fibrinolitik merupakan golongan enzim protease yang bekerja memecah fibrin. Enzim fibrinolitik dari mikroba dipilih sebagai alternatif yang lebih aman dan efektif untuk terapi trombolitik. Tujuan penelitian ini mengetahui bakteri yang diduga berpotensi sebagai agen fibrinolitik dan jenis bakteri yang mempunyai aktivitas enzim fibrinolitik tertinggi. Penelitian ini menggunakan sampel limbah cair industri RPA di Karanganyar. Penelitian ini diawali pengambilan sampel, isolasi bakteri, uji aktivitas proteolitik, pemurnian bakteri, identifikasi bakteri pewarnaan gram serta uji biokimia, ekstraksi enzim, pemurnian ekstrak kasar enzim, uji aktivitas fibrinolitik metode Clot lysis, dan identifikasi secara molekuler berdasarkan sekuens gen 16S rRNA yang dibandingkan dengan data base National Centre for Biotechnology Information (NCBI) menggunakan Basic Local Alignment Search Tool (BLAST). Hasil uji proteolitik menghasilkan 4 koloni bakteri yang memiliki aktivitas proteolitik pada media SMA. Hasil identifikasi pewarnaan Gram menunjukan isolat bakteri 2, 5, 11 adalah Gram positif, sedangkan isolat bakteri 7 adalah Gram negatif. dan uji biokimia menujukkan hasil yang bervariasi pada tiap isolat bakteri. Isolat RPA 7 menghasilkan persentase lisis terbesar dengan rata-rata nilai persentase lisis konsentrasi 20%, 40%, dan 80% secara berturut-turut adalah 6,42%; 30,57%; dan 55,13%. Berdasarkan hasil sekuensing yang dibandingkan dengan data base NCBI menggunakan BLAST isolat RPA 7 merupakan bakteri Morganella morganii.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DI RW. 01 KELURAHAN SUKAPURA TERKAIT BALITA GIZI KURANG DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM Samudra, Galih Jati Bintang; Marsiati, Himmi; Arifandi, Firman; Wuryanti, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24329

Abstract

Gizi kurang merupakan salah satu masalah yang masih banyak terjadi dikalangan masyarakat Indonesia. Sukapura adalah kelurahan yang berada di wilayah kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan peneliti, terdapat lokasi yang cenderung kumuh dan memiliki tempat tinggal yang cukup padat, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan khususnya bagi balita. Untuk menganalisis tingkat pengetahuan orang tua dan status sosial ekonomi terkait balita gizi kurang di Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan data primer dan sekunder. Sampel penelitian adalah orang tua yang memiliki balita berumur 1-59 bulan, dengan ukuran sampel minimal 55 orang. Proses pengumpulan data melalui kertas kuesioner, yang bisa diisi oleh responden. Kemudian data akan dikumpulkan dan diukur secara kuantitatif, menggunakan skala ukur rasio Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan status gizi pada balita dengan P-value = 0,001. Sedangkan untuk hubungan status sosial ekonomi dengan status gizi pada balita tidak terdapat hubungan yang signifikan, didapatkan P-value = 0,909. Studi  tersebut  menyimpulkan  bahwa  tingkat  pengetahuan berperan penting untuk mengetahui gizi pada balita, sedangkan status sosial ekonomi tidak berpengaruh signifikan dengan gizi pada balita. Dari perspektif Islam, sebagai orang tua sudah sepatutnya memiliki pengetahuan untuk memenuhi gizi anak dan dapat memberikan apa yang dibutuhkan oleh anaknya.
LAPORAN KASUS : BULLOUS SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATHOSUS Ariani, Vera; Triana Sutedja, Gina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24387

Abstract

Lupus eritematosus sistemik bulosa (BSLE) adalah penyakit lupus eritematosus sistemik yang jarang terjadi, biasanya menyerang wanita dengan insiden tertinggi pada keturunan Afrika. Erupsi vesikulobulosa akut pada BSLE umumnya cenderung mempengaruhi area yang terpapar sinar matahari. Bula dapat timbul dari makula eritematosa, plak inflamasi, atau kulit yang sebelumnya normal. Keterlibatan organ dalam terjadi pada 90% penderita. Penatalaksanaan lini pertama dengan dapson harus dipertimbangkan pada penyakit ringan dengan lupus eritematosus sistemik yang stabil. Dalam beberapa kasus BSLE yang sulit disembuhkan yang tidak responsif terhadap dapson, glukokortikoid, atau imunosupresan hemat steroid. Kami memeriksa kasus seorang pasien perempuan usia  54 tahun datang dengan keluhan muncul bercak kemerahan dengan kulit yang mengelupas disertai luka yang berdarah serta nyeri pada seluruh tubuhnya sejak 4 bulan. Pemeriksaan status lokalis didapatkan lesi dengan distribusi universal, regio di seluruh tubuh , berjumlah multiple dengan ukuran lenticular hingga plakat, bentuk lesi tidak teratur, berbatas tegas, lesi berwarna hiperpigmentosa dan eritematosa, dan lesi basah. Efloresensi primer lesi berupa makula eritematosa dan hiperpigmentosa, dan efloresensi sekunder terdapat skuama, krusta, erosi, ekskoriasi. Pemeriksaan biopsi kulit didapatkan reaksi vesicobulosa dengan pembentukan blister subepidermal yang berisi sel limfosit, neutrophil, eosinophil dan tampak dilatasi pembuluh darah disertai infiltrate sel radang limfosit dan neutrophil di perivascular.
INTERVENSI FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI TEMPAT KERJA: A SYSTEMATIC REVIEW Kosasih, Kosasih; Kurniawidjaja, L. Meily
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24526

Abstract

Penyakit jantung koroner memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat khususnya masyarakat pekerja. Baik secara global maupun di Indonesia masih menjadi penyebab kematian tertinggi dan menghabiskan anggaran yang sangat besar. Penyakit ini sebagian besar dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menilai literature terkait intervensi faktor risiko penyakit jantung koroner di tempat kerja. Sehingga program pencegahan serupa dapat dirasakan manfaatnya untuk pekerja, perusahaan dan masyarakat lainnya. Penelitian sistematis ini dilakukan dengan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) untuk menilai, menelaah dan mensintesis penelitian. Pencarian melalui database PubMed dan Google Schoolar. Periode yang diambil adalah 2018-2023. Kata kunci yang digunakan adalah “Coronary Artery Disease”, “Wellness Program”, “Worksite Intervention”. 7 jurnal penelitian dipilih setelah melalui tahapan yang ditentukan dengan index scopus Q1  dan Q2. Ada beberapa intervensi faktor risiko penyakit jantung koroner yang dijumpai diantaranya adalah aktivitas fisik atau olahraga, pengaturan pola makan, penyuluhan kesehatan, program berhenti merokok dan manajemen stres. Intervensi tersebut untuk mengendalikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi yaitu obesitas, hipertensi, dislipidemia, diabetes, merokok, konsumsi alkohol, stres, kurang aktivitas fisik. Dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi dari sarana yang dimiliki, intervensi tersebut terbukti signifikan dalam mengendalikan faktor risiko penyakit jantung koroner. Manfaat dapat dirasakan baik oleh pekerja dan perusahaan.

Page 60 of 216 | Total Record : 2155