cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH MUHASABAH DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL MAHASISWA PROFESI DOKTER Aisyah Palo, Nurul; Royan, Ida; Julyani, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28176

Abstract

Manusia merupakan makhluk paling sempurna yang diciptakan Tuhan. Memiliki kesempurnaan baik dalam raga, jiwa, dan pikiran perlu untuk disyukuri dan digunakan manusia dalam menjalani kehidupan.Muhasabah adalah sebuah aktifitas untuk diri sendiri yaitu dengan introspeksi. Kecerdasan spiritual, yang dikenal sebagai spiritiual quotient (SQ), adalah kecerdasan dengan memahami fungsi jiwa sebagai bagian alat pengenal diri. Muhasabah adalah untuk memfasilitasi perkembangan individu secara optimal dan komprehensif dalam berbagai aspek perkembangan diri salah satunya untuk meningkatkan kecerdasan spiritual. Pengembangan kecerdasan spiritual dapat diterapkan pada pembelajaran pendidikan profesi dokter melalui strategi pembelajaran metode muhasabah. Metode muhasabah juga dapat diterapkan pada pembelajaran profesi dokter, dengan cara mengintropeksi diri peserta didik agar memiliki hubungan yang baik dengan Allah Swt. dan antara sesama manusia.
COST OF ILLNES TERAPI DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DENGAN KOMPLIKASI NEUROPATI DIABETIKUM Wahyudi, Wahyudi; Angkat, Chairunnisa T D E; Pohan, Dhea Afriza; Luthfiansyah, Faiz Agung; Nasution, Mutiara; Marunduri, Ridho Afdal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28293

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah jenis penyakit yang tidak dapat ditularkan, penyakit ini bertanggung jawab atas sejumlah besar masalah kesehatan dan memiliki tingkat kematian dan kesakitan tertinggi secara global. Diabetes melitus tipe 2 adalah situasi dimana kondisi metabolik mengalami ciri hiperglikemik, hal ini dikarenakan berkurangnya sensitivitas sel terhadap insulin (resistensi insulin) dan menurunnya produksi insulin. Komplikasi terjadi ketika terjadi peningkatan kadar glukosa darah terhadap seseorang dengan diagnosis menderita diabetes tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalisis cost of illness (COI) pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan dengan Komplikasi Neuropati Diabetikum. Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan pada April/Mei 2023 dengan pengambilan data secara retrospektif di rumah sakit universitas Sumatera Utara Medan. Anilisis cost of illness meliputi biaya obat, jasa dokter, pemeriksaan laboratorium, tindakan medis, dan biaya administrasi. Data karakteristik dan diagnosa pasien di peroleh dari sistem informasi rumah sakit, sedangkan biaya terapi pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) diperoleh dari bagian keuangan rumah sakit Universitas Sumatera Utara. Pengambilan Simple random sampling digunakan untuk mengumpulkan 38 pasien T2DM yang memenuhi kriteria inklusi yang ditentukan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki proporsi yang sama dari 38 peserta (masing-masing 50 persen). Mayoritas responden berusia 61-70 tahun (42,10%). Total biaya rata-rata/ pasien/tahun adalah sebagai berikut: biaya obat Rp 3.109.340,21, jasa dokter Rp 1.847.368,42, pemeriksaan laboratorium Rp 474.947,37, tindakan medis Rp 39.473,68, dan biaya administrasi Rp 292.105,26. Kesimpulan penelitian ini adalah biaya terapi DMT2 yang terbesar adalah biaya obat (Rp 3.109.340,21) dan biaya terkecil adalah biaya medis (Rp 39.473,68)
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIABETES MELITUS GESTASIONAL Wati, Risna; Dahliah, Dahliah; Abdullah, Farid
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28377

Abstract

Gestational Diabetes Melitus (GDM) is a condition in which women who have not previously been diagnosed with diabetes then show high glucose levels during pregnancy at the 24th week of pregnancy and blood sugar levels will return to normal after pregnancy. The prevalence of GDM has continued to increase over the last 20 years. The International Diabetes Federation (IDF) reports that 16.7% (21.1 million) of live births to women in 2021 experienced hyperglycemia in pregnancy. Of this amount, 80.3% was caused by gestational diabetes mellitus. Gestational diabetes mellitus is associated with an increased risk of perinatal mortality and morbidity and is a major public health problem. Various risk factors have been identified as predictors of GDM, such as advanced maternal age, family history of diabetes, obesity, and low physical activity. Beside that, maternal factors with macrosomia and multiparity also increase the risk of GDM in pregnant women.
KARASTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA Indrifah, Nurul; Dahliah, Dahliah; Jalal, Sari Ifdiana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28406

Abstract

Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di seluruh dunia. Secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %. Hubungan antara anemia pada wanita hamil dengan outcome kelahiran yang merugikan seperti kematian neonatal, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah, hipertensi yang menyebabkan kehamilan, dan pre-eklamsia telah terdokumentasi dengan baik, hal ini juga akan meningkatkan biaya perawatan kesehatan untuk pengelolaan ibu hamil. Penelitian ini dengan metode literature review dengan desain Narrative Review. Dari Hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan usia anemia paling banyak dialamai umur 20-35 tahun, berdasarkan pendidikan, mayoritas ibu menyandan pendidikan sekolah menenagah kebawah, berdasarkan paritas, semakin sering ibu melahirkan maka semakin besar pula risiko untuk terkena anemia, berdasarkan pekerjaan, tidak ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan anemia ibu hamil. berdasarkan status gizi, ibu dengan status gizi kurang berisiko anemia 6,5 kali lebih besar, berdasarkan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe, ibu hamil yang tidak patuh mengonsumsi tablet Fe selama kehamilan berisiko mengalami anemia 6 kali lebih besar.
DAMPAK KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA TERHADAP PERAWAT DI PANTI REHABILITASI MENTAL BAROKAH BHAKTI SUMEDANG Hidayah, Hilmi Uly Ul; Setiadi, Diding Kelana; Ridwan, Heri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28429

Abstract

Penelitian ini berfokus pada dampak komunikasi terapeutik terhadap perawat di Panti Rehabilitasi Mental Barokah Bhakti Sumedang, yang memiliki banyak pasien skizofrenia tetapi hanya ditangani oleh empat perawat. Di negara berkembang, termasuk Indonesia, kesehatan mental sering kurang diperhatikan dibandingkan penyakit menular. Skizofrenia memerlukan perawatan intensif karena perubahan neurobiologis yang memengaruhi pemrosesan informasi. Bertujuan untuk memahami dampak komunikasi terapeutik pada perawat, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien dan kesejahteraan perawat. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tiga perawat yang merawat pasien skizofrenia di Panti Rehabilitasi Mental Bhakti Sumedang. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menggali makna dalam pengalaman perawat. Mengungkap tujuh tema utama terkait dampak komunikasi terapeutik, termasuk karakteristik komunikasi pasien skizofrenia, teknik komunikasi terapeutik yang digunakan oleh perawat, hambatan dalam implementasi komunikasi, dampak personal pada perawat, harapan pasca-komunikasi, faktor keberhasilan dalam komunikasi terapeutik, dan kriteria pulang pasien. Teknik komunikasi terapeutik yang efektif penting dalam membentuk hubungan yang baik antara perawat dan pasien skizofrenia dan memberikan dampak yang signifikan pada perawat, baik secara internal maupun eksternal.
EVALUASI KETEPATAN PEMILIHAN OBAT DAN OUTCOME TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT JALAN DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Wulandari, Anggy; Luthfiyanti, Niken; S.A, Kusumaningtyas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28454

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau resistensi insulin.  Tujuan dari kerasionalan penggunaan terapi obat pada pasien Diabetes Melitus yaitu untuk tercapainya keberhasilan pengobatan dan juga harus memperhatikan pemantauan terapi dari obat tersebut. Keberhasilan terapi pengobatan dapat diukur dari beberapa parameter diantaranya Gula Darah Sewaktu (GDS), Gula Darah Puasa (GDP), Gula Darah 2 jam Prospandial (GD2PP) dan Hemoglobin Glikosilat (HbA1C). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antidiabetes, outcome atau keberhasilan pengobatan DM Tipe II serta hubungan antara ketepatan pemilihan obat dan outcome terapi pada pasien DM Tipe II.  Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental observasional dengan rancangan retrospektif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 99 responden. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa data Rekam Medis kemudian dianalisis dengan metode univariat dan bivariat. Hasil penelitian tentang evaluasi ketepatan pemilihan obat dan outcome terapi pada pasien diabetes melitus tipe II rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta menunjukkan tepat pasien 96 pasien (97%), tepat indikasi 99 pasien (100%), tepat obat 74 (74,7%), tepat dosis 98 pasien (99%).  Outcome atau keberhasilan pengobatan pasien DM Tipe II sebanyak 63 pasien (63,6%) mencapai target dan 36 pasien (36,4) tidak mencapai target. Terdapat hubungan yang signifikan pada ketepatan pemilihan obat antidiabetes dengan outcome terapi.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN TERHADAP OUTCOME TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD DR. MOEWARDI KOTA SURAKARTA TAHUN 2023 Devitasari, Devitasari; Luthfiyanti, Niken; S.A, Kusumaningtyas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28465

Abstract

Hipertensi merupakan silent killer karena tidak memiliki tanda atau gejala sebelumnya, dan gejala muncul setelah penderita mengalami komplikasi pada organ-organ vital. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistolik ³140mmHg atau tekanan darah diastolik ³90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Apabila tidak segera ditangani dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti serangan jantung, stroke, diabetes mellitus. Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor penting dalam outcome terapi. Oleh karena itu, pengukuran kepatuhan penggunaan obat sangat penting untuk menentukan keberhasilan pengobatan. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi merupakan langkah pertama dalam usaha menangani permasalahan tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di RSUD Dr. Moewardi Kota Surakarta Tahun 2023. Penelitian ini desain observasional deskriptif menggunakan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner MMAS untuk kepatuhan dan data rekam medis. Analisis data diolah dengan SPSS analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki kepatuhan pengobatan tinggi sebanyak 43 responden (44,3%), sedang sebanyak 31 responden (32,0%) dan rendah sebanyak 23 responden (23,7%). Hasil outcome terapi tercapai sebanyak 52 responden (53,6%) dan tidak tercapai sebanyak 45 responden (46,4%). Dari hasil analisis chi square diperoleh nilai Pearson Chi Square 0,831 yang menunjukkan tidak ada terdapat hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan outcome terapi.
EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT DAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO JAWA TENGAH Oktaviani, Frida Indar; Luthfiyanti, Niken; S.A, Kusumaningtyas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pelayanan informasi obat dan kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Puskesmas Kartasura dengan menggunakan kuesioner terhadap 100 responden. Teknik analisis data dengan menggunakan metode Uji Univariat, Uji Bivariat, Uji Chi Square, metode CSI (Customer Satisfaction Index) dan metode IPA (Importance Performance Analysis). Berdasarkan hasil penelitian terkait kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kartasura dari metode gap berada pada indeks negatif yang artinya pasien belum puas dengan pelayanan yang diberikan dengan nilai gap yaitu tangible (bukti fisik) (-0.51) reliability (kehandalan) (-0.40), responsiveness (daya tanggap) (-0.43), assurance (Jaminan) (-0.41), dan empathy (kepedulian) (-0.34). Hasil analisis CSI (Customer satisfaction Index) termasuk dalam kategori sangat puas yaitu dengan nilai sebesar 84,84%. Hasil penelitian terkait sosiodemografi dan pelayanan informasi obat tidak ada hubungan dengan nilai p-value tertinggi yaitu pada karakteristik jenis kelamin (0.795). Hasil penelitian terkait sosiodemografi dan kepuasan pasien pada dimensi dirasakan pada karakteristik pekerjaan ada hubungan terkait dengan kepuasan pasien dengan nilai (0.040). Hasil penelitian di dapat tidak ada hubungan terkait pelayanan informasi obat dengan kepuasan pasien (dirasakan) dengan nilai p-value (0.263). Hasil analisis IPA menunjukkan kuadran I menjadi prioritas perbaikan meliputi tanda pengenal, fasilitas ruang tunggu dan tanggap menangani pasien terkait obat, petugas farmasi dapat menangani masalah dan memberikan solusi dengan cepat dan tepat di Puskesmas Kartasura.
STRATEGI PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UNS Indahsari, Rosi Nur; Jayak P, Kharisma; S.A, Kusumaningtyas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28469

Abstract

Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) sebagai unit jasa yang menyediakan layanan kesehatan di rumah sakit dituntut untuk dapat menyediakan pelayanan yang berkualitas, cepat, menyenangkan dan memuaskan. Kepuasan pasien menjadi salah satu cara pendekatan yang cukup efektif dalam upaya menjaga mutu pelayanan dirumah sakit. Semakin sempurna kepuasan tersebut, semakin baik pula pelayanan yang diberikan Pengukuran kepuasan pasien secara berkala perlu dilakukan oleh setiap rumah sakit. Karena banyaknya rumah sakit saat ini, meningkatnya arus informasi dan tingkat pendidikan membuat masyarakat semakin kritis dan memilih rumah sakit yang berkualitas. IFRS dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan pasien agar pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit UNS dengan menggunakan kuesioner terhadap 100 responden. Teknik analisis data dengan metode SERVQUAL (Service Quality) untuk mengetahui kepuasan pasien berdasarkan tiap dimensi SERVQUAL (Service Quality), metode CSI (Customer Satisfaction Index) untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien secara keseluruhan. Hasil analisis gap menunjukkan bahwa tiap dimensi SERVQUAL (Service Quality) berada pada indeks negatif yang artinya pasien belum puas dengan pelayanan yang diberikan yakni reliability (-0,35), responsiveness (-0,41), empaty (-0,28), tangibles (-0,41), dan assurance (-0,41). Hasil analisis CSI (Customer satisfaction Index) termasuk dalam kategori sangat puas yaitu dengan nilai  sebesar 83,65%.
FORMULASI MOUTHWASH EKSTRAK ETANOL DAUN KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR (JACK) R.M.SM.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS ATCC 4356 Prity, Intan; Fitriawati, Anna; Riska P, Bangkit
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28474

Abstract

Karies gigi merupakan infeksi penyakit gigi dan mulut yang disebabkan oleh bakteri Lactobacillus acidophilus. Daun kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) memiliki efek antibakteri yaitu senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid/steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak dan sediaan mouthwash terhadap bakteri Lactobacillus acidophilus. Daun kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) diekstraksi dengan pelarut etanol 96%, kemudian diuapkan dengan rotary vacuum evaporator dan waterbath. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar dalam konsentrasi perlakuan yaitu 10% b/v, 15% b/v dan 20% b/v. Clorhexidin 0,2% sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Pengujian antibakteri ditandai dengan adanya zona bening di sekitar kertas cakram. Kemudian ekstrak dibuat mouthwash dengan formula F1 10%, F2 15%, dan F3 20%. Hasil data sediaan mouthwash akan dibuat dalam bentuk tabel dan diameter zona hambat dianalisis menggunakan metode SPSS dan uji One Way ANOVA. Ekstrak daun kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) dapat diformulasikan menjadi sediaan mouthwash secara fisik ditinjau dari hasil uji organoleptis, pH, viskositas, kejernihan dan homogenitas. Hasil pengujian antibakteri ekstrak daun kecombrang memiliki diameter zona hambat pada konsentrasi 10% sebesar 9,33 mm, konsentrasi 15% sebesar 11,18 mm dan konsentrasi 20% sebesar 14,65 mm dapat menghambat pertumbuhan Lactobacillus acidophilus. Pada diameter zona hambat formula F1 sebesar 8,91 mm, formula F2 sebesar 10,03 mm dan formula F3 sediaan mouthwash memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dengan diameter zona hambat 11,06 mm dalam menghambat pertumbuhan Lactobacillus acidophilus.

Page 79 of 216 | Total Record : 2155