cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
LAPORAN KASUS : PENATALAKSANAAN TRAUMA BENDA ASING BUBUK MESIU PADA OKULAR AKIBAT LEDAKAN KOMPRESSOR KAPAL Zahra Shafanisa Oddang, Andi; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Arsal, Muhammad Yasin; Eka, Hasnah; Namirah, Hanna Aulia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28014

Abstract

Trauma mata adalah kerusakan jaringan mata, akibat adanya benda tajam, benturan benda tumpul, atau zat kimia yang mengenai mata. Trauma pada mata dapat diakibatkan oleh benda asing yang masuk yang dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur mata akibat reaksi peradangan dan infeksi serta dapat menganggu fungsi penglihatan. Sehingga, perlu segera dikenali dan dikeluarkan. Kami melaporkan seorang pria berusia 39 tahun yang menderita trauma benda asing berupa bubuk mesiu akibat ledakan kompresor kapal. Pasien dilakukan tindakan berupa ekstraksi benda asing dalam jaringan konjungtiva melalui reseksi konjungtiva seluruhnya dan ekstraksi benda asing pada kornea serta dilakukan pemasangan membran amnion. Setelah operasi, pasien diberikan obat tetes mata kombinasi Dexamethasone, Polimiksin B, serta Neomisin sulfat dan analgetik oral berupa Natrium Diklofenak 50 mg. Benda asing di mata adalah sesuatu yang masuk ke mata dari luar tubuh, seperti debu atau pecahan logam. Gejalanya termasuk sensasi tidak nyaman, perih, atau berpasir pada mata, mata merah dan gatal, serta ada riwayat sesuatu yang masuk ke mata. Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan injeksi konjungtival, tampaknya benda asing, dan edema kornea. Benda asing ini harus segera dikeluarkan, terutama jika disebabkan oleh bahan kimia. Penggunaan antibiotik topikal dan obat anti nyeri dapat diperlukan setelah pengangkatan benda asing. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah penatalaksanaan pada kasus benda asing pada mata sebaiknya sesegera mungkin dilakukan pengangkatan benda asing untuk mencegah terjadinya resiko infeksi dan kerusakan intraokuler, sehingga penting untuk melakukan penegakan diagnosa awal dalam hal ini anamnesa terpimpin dan pemeriksaan fisik.
LAPORAN KASUS: PASIEN HIPERTENSI GRADE I DISERTAI OBESITAS DENGAN KOMBINASI HERBAL Namirah, Ulfa; Palloge, Salahuddin Andi; Makmum, Armanto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28044

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular. Penyakit ini banyak terjadi dengan tingkat mortalitas yang tinggi untuk mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas seseorang. Penyakit yang dikenal dengan The Silent Killer ini telah membunuh 9,4 juta warga di dunia setiap tahunnya. Obesitas atau berat badan berlebih merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit hipertensi dan dianggap menjadi faktor yang independen yang artinya adalah tidak dipengaruhi oleh faktor risiko yang lain. Obesitas dapat mengakibatkan terjadinya hipertensi dari berbagai mekanisme yakni secara langsung ataupun secara tidak langsung. Penggunaan   pengobatan   herbal   sebagai   pengobatan alternatif    sudah    menjadi bagian    sehari-hari    di masyarakat.  Terdapat  beberapa  tanaman  herbal  yang dinilai efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Pasien dalam kasus ini merupakan seorang wanita berusia 47 tahun yang telah menjalani pengobatan hipertensi selama 6 tahun disertai obesitas dengan konsumsi herbal. Keluhan pusing yang disertai dengan adanya riwayat hipertensi dan obesitas. Didapati Hipertensi Grade 1 on Treatment, dan Obesitas yang diberikan terapi berupa Amlodipine 5 mg 1x1. Pemberian intervensi farmakologis membuahkan hasil yang baik yaitu terkontrolnya tekanan darah pasien. Pasien juga rutin mengonsumsi rebusan bawang putih atau kadang dibakar. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah Hipertensi merupakan penyakit yang diakibatkan oleh berbagai macam faktor. Faktor-faktor tersebut dapat dimodifikasi maupun tidak dapat dimodifikasi. Berbagai faktor yang ada pada kasus ini yaitu berupa usia, jenis kelamin, obesitas dapat menjadi faktor predisposisi terjadinya hipertensi pada pasien dan tidak menutup kemungkinan dapat memperparah kondisi kesehatan pasien itu sendiri. Selain terapi farmakologis, terapi non farmakologis dinilai efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Pengobatan herbal berupa bawang putih sebesar 600-900 mg setara dengan kadar allicin sebesar 3,6-5,4 mg
ANALISIS PERAN TENAGA KESEHATAN DI RS BUDI SETIA LANGOWAN TAHUN 2023 BERDASARKAN HOSPITAL SURVEY ON PATIENT SAFETY CULTURE (HSOPSC) Pai, Reifanli M.; Wahongan, Greta J. P.; Manampiring, Aaltje E.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28053

Abstract

AbuAlRub, R. F., AlAkour, N. A., & Alatari, N. H. (2015). Perceptions Of Reporting Practices And Barriers To Reporting Incidents Among Registered Nurses And Physicians In Accredited And Nonaccredited Jordanian Hospitals. Journal of clinical nursing, 24(19-20), 2973-2982. Agency for Healthcare Research and Quality. (2016). AHRQ Hospital Survey On Patient Safety Culture: User’s Guide. U.S Departement of Health and Human Service Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). Anggraeni, D., & Azzuhri, M. (2016). Pengaruh budaya keselamatan pasien terhadap sikap melaporkan insiden pada perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen. Jurnal aplikasi manajemen, 14(2), 309- 321. Arifin, A., Darmawansah, A., & Tenri, S. I. S. (2011). Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan Ditinjau Dari Aspek Input Rumah Sakit Di Instalasi Rawat Inap RSU. Haji Makassar. Jurnal MKMI, 7(1), 141-149. Beginta, R. (2012). Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien, Gaya Kepemimpinan, Tim Kerja, Terhadap  Persepsi  Pelaporan Kesalahan Pelayanan Oleh Perawat Di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2011. Tesis. FKM Universitas Indonesia. Cahyono, J.B. Suharjo B. (2008). Membangun Budaya Keselamatan Pasien Dalam Praktik Kedokteran. Yogyakarta: Kanisius. Departemen Kesehatan RI. (2015). Pedoman Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Patent Safety). Ekawardani, N., Manampiring, A. E., & Kristanto, E. G. (2023). Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Persepsi Tenaga Kesehatan terhadap Penerapan Budaya Keselamatan Pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Medical Scope Journal, 4(1), 79–88. https://doi.org/10.35790/msj.v4i1.44770. Hartawan, A., Fachrin, S. A., & Arman. (2020). Kerjasama Dalam Unit dan Keterbukaan Komunikasi terhadap Persepsi Pelaporan Kesalahan Medis oleh Tenaga Kesehatan di RSUD Bantaeng. Window of Nursing Journal, 1(2), 73-86. Hidayat A.A. (2021). Menyusun Instrumen Penelitian & Uji Validitas- Realiabilitas. Surabaya: Health Book Publishing. Herawati, Y. T. (2015). Budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap rumah sakit X Kabupaten Jember. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(1),52-60. Ilyas, Y. 2021. Perencanaan SDM Rumah Sakit, Teori, Metoda dan Formula. FKM-UI: Jakarta. Irwanti, F., Guspianto, G., Wardiah, R., & Solida, A. (2022). Hubungan Komunikasi Efektif dengan Pelaksanaan Budaya Keselamatan Pasien di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi. Jurnal Kesmas Jambi, 6(1), 32-41. Jabarkhil AQ, Tabatabaee SS, Jamali J, & Moghiri J. (2021). Assesment of Patient Safety Culture Among Doctors, Nurses, and Midwives in a Public Hospital in Afghanistan. Risk Management and Healthcare Policy, 14. 1211-1217. Kementerian Kesehatan RI. (2014). Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Kementrian Kesehatan RI. (2015). Pedoman Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2018. Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS). 2015. Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) (Patient Safety Incident Report). Jakarta. Mandriani, E., Hardisman, H., & Yetti, H. (2019). Analisis Dimensi Budaya Keselamatan Pasien Oleh Petugas Kesehatan di RSUD dr Rasidin Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(1),131-137. Mawikere, Y., Manampiring, A. E., & Toar, J. M. (2021). Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien dalam Pemberian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jurnal Keperawatan, 9(1),71-77. Mjadu, T. M., & Jarvis, M. A. (2018). Patients safety in adult ICUs: Registered nurses’ attitudes to critical incident reporting. International journal of Africa nursing sciences, 9,81-86. Porotu’o, A. C., Kairupan, B. H., & Wahongan, G. J. (2021). Pengaruh Motivasi Kerja Dan Sikap Profesi Terhadap Kinerja Perawat Di Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening. JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis Dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi)., 8(2). https://doi.org/10.35794/jmbi.v8i2.32936. Purnomo, H, Mu’awanah, Sofyan, K., Uripno, P. S., & Normawati, A. T. (2022). Penerapan Supervisi Model Klinis Terhadap Pencapaian Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit. Jurnal Studi Keperawatan, 3(1), 15-17. Putri, S. F. E. (2019). Budaya Keselamatan Pasien Oleh Perawat Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tasik Medika Citratama (TMC) Kota Tasikmalaya Tahun 2019. Tesis. Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Siliwangi Tasikmalaya.   Rahayu, S. (2017). Pengaruh Dimensi Staffing terhadap Insiden Keselamatan Pasien berdasarkan Agency For Healthcare Research And Quality (AHRQ) Di RSU Haji Surabaya. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia. 5. 41. 10.20473/jaki.v5i1.2017.41-51. Reis, C. T., Paiva, S. G., & Sousa, P. (2018). The Patient Safety Culture: A Systematic Review By Characteristics Of Hospital Survey On Patient Safety Culture Dimensions. International Journal for Quality in Health Care, 30(9),660-677. Sumayku, I. R., Bolang, A. S. L., Doda, D. V. D., & Surya, W. S. (2023). Hubungan Stres Kerja, Hubungan Interpersonal dan Tugas Tambahan dengan Beban Kerja Perawat di Ruangan Palma RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado. E-CliniC, 11(2), 204–213. Sumangkut, N. S., Kristanto, E., & Pongoh, J. (2017). Evaluasi Penatalaksanaan Sasaran Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Umum Gmim Kalooran Amurang. Community Health, 2(2), 56-73. Suranto, D., Suryawati, C., & Setyaningsih, Y. (2020). Analisis Budaya Keselamatan Pasien pada Berbagai Tenaga Kesehatan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. Jurnal Kesehatan Indonesia, 8(1). Tristantia, A. D. (2018). Evaluasi Sistem Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 6(2), 83-94. Tutianty, Lindawati, Krisanty P. (2017). Bahan Ajar Keperawatan Manajemen Keselamatan Pasien. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Vega, C. and Bernard, A. (2017) Interprofessional Collaboration to Improve Health Care: An Introduction, Medscape. Available at: https://www.medscape.org/viewarticle/857823. Diakses tanggal 28 Januari 2024. Wanda, M. Y., Nursalam, N., & Andri, S. W. (2020). Analisis Faktor yang Memengaruhi Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien pada Perawat. Fundamental and Management Nursing Journal, 3(1), 15-24.
KARAKTERISTIK PASIEN PENDERITA FRAKTUR SCAPHOID Tenri Dio Bangsawan, A.; Sam, Andi Dhedie Prasatia; Mustari, M. Nasser
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28062

Abstract

Fraktur skafoid merupakan fraktur yang umum dialami oleh populasi muda yang bekerja. Perkiraan insidensi tahunan dari fraktur tuang skafoid berkisar 29 sampai 49 kasus fraktur per 100.000 orang. Fraktur skafoid paling sering terjadi pada kelompok laki-laki muda yang berusia dari 15 sampai 25 tahun. Mekanisme cedera dari fraktur skafoid adalah jatuh dengan tangan menumpu yang menyebabkan ekstensi dari pergelangan tangan yang hiperekstensi. Fraktur skafoid biasanya terjadi akibat trauma yang berhubungan olahraga. Fraktur pada area punggung proksimal tulang skafoid merupakan dua per tiga dari keseluruhan kasus fraktur skafoid, dimana mayoritas (60 – 80%) fraktur yang terjadi adalah fraktur non-displaced. Fraktur pada dua per tiga distal dari skafoid mewakili 25% kasus fraktur skafoid, sementara 5-10% terjadi pada dua per tiga proksimal.Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan desain Narrative Review untuk mengidentifikasi dan merangkum artikel yang telah diterbitkan sebelumnya mengenai karakteristik pasien yang mengalami patah tulang skafoid berdasarkan usia, jenis kelamin, mekanisme penyebab cedera, dan lokasi fraktur skafoid tersering. Dari hasil disimpulkan bahwa berdasarkan usia paling banyak dialami oleh kelompok pasien usia produktif dengan dengan rentang usia 14 – 41 tahun. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki lebih banyak mengalami fraktur tulang skafoid daripada perempuan. Berdasarkan mekanisme penyebab cedera patah tulang skafoid yang paling sering adalah akibat trauma energi tinggi dan bertumpu pada tangan. Berdasarkan lokasi fraktur tulang skafoid paling sering pada bagian waist tulang skafoid
LAPORAN KASUS PADA PASIEN TB DAN DIABETES MELITUS DENGAN MASALAH DEFISIT NUTRISI DI RSUD PROF. DR. ALOE SABOE Puluhulawa, Nikmawati; Syamsuddin, Fadli; Ibrahim, Moh. Taufan; Djafar, Fatmawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28067

Abstract

Penderita diabetes melitus memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat sehingga menyebabkan penyakit TBC latennya menjadi TBC aktif. Dibandingkan orang tanpa DM, penderita DM mempunyai risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi terkena tuberkulosis. Kesalahan kegagalan sistem pemeliharaan tubuh dalam kejadian infeksi paru pada penderita DM, paru mengalami gangguan fungsi pada epitel pernapasan dan juga motilitas silia. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan asuhan keperawatan pada pasien TB dan diabetes melitus dengan masalah defisit nutrisi. Hasil penelitian yaitu pada semua klien, manajemen nyeri dilakukan untuk mengurangi gejala yang dialami, seperti gastritis pada Klien 1 dan Klien 2, serta untuk meredakan nyeri pada Klien 3 hingga Klien 6. Pemantauan gula darah yang ketat dan pengaturan terapi insulin sangat penting untuk mengendalikan DM tipe 2 pada semua pasien. Peningkatan asupan nutrisi dan pemantauan status nutrisi juga merupakan intervensi utama untuk menangani penurunan berat badan yang signifikan. Selain itu, pencegahan infeksi dan dehidrasi dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut. Manajemen pernapasan, termasuk oksigenasi dan posisi tidur semi-Fowler, diterapkan pada Klien 3 hingga Klien 6 untuk membantu mengatasi gejala respirasi. Pemantauan fungsi paru-paru dilakukan secara khusus pada Klien 5 dan Klien 6 serta 7. Kesimpulannya pasien diberikan edukasi mengenai lima pilar diabetes mellitus yang mencakup manajemen pola makan, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, terapi obat, dan edukasi berkelanjutan. Pasien juga mendapatkan informasi tentang makanan yang harus dihindari, dikurangi, dan yang boleh dikonsumsi untuk membantu mengatur pola makan dalam mengelola diabetes mereka.
EFEKTIVITAS PEEFEKTIVITAS PEMBERIAN OBAT HERBAL BAWANG PUTIH TERHADAP PENDERITA HIPERTENSIMBERIAN OBAT HERBAL BAWANG PUTIH TERHADAP PENDERITA HIPERTENSI Oktaviani Ibrahim, Cindy; Mokhtar, Shulhana; Bima, Irmayanti Haidir
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28075

Abstract

Berbagai macam tantangan yang dihadapi dunia terkait dengan permasalahan Kesehatan, salah satunya penyakit hipertensi, berupa peningkatan darah sistolik sekitar 140 mmHg atau tekanan diastolik 90 mmHg. Penelitian Christina Rahayuningrum, dkk (2020) bahwa penderita hipertensi didunia 46% tinggal di wilayah yang tingkat pendapatan masyarakat rendah sampai pendapatan masyarakat menengah. WHO (2023) Indonesia termasuk negara berpendapatan menengah kebawah (lower middle income). Artinya warga negara Indonesia termasuk dalam 46% penderita hipertensi. Riskesdas dalam Mutaqqin dkk, (2020) Di Indonesia prevalensi hipertensi 36,8% sebagian besar kasus hipertensi dimasyarakat tidak terdiagnosis 63,2%. DataKemenkes RI (2018) prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun sebesar 34,1%. Penelitian Iswahyudi Yasril, dkk, 2020 Prevalensi hipertensi 34,1%, sebesar 8,8% terdiagnosis hipertensi dan 13,3% orang terdiagnosis hipertensi tidak minum obat, terdapat 32,3% tidak rutin minum obat. Ini menunjukkan sebagian besar penderita hipertensi tidak mengetahui dirinya hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan. Pengobatan hipertensi non farmakologis lebih aman dikarenakan efek samping ditimbulkan hanya sedikit bahkan tidak menimbulkan efek samping. Bawang putih sebagai salah satu ramuan herbal mempunyai efek antihipertensi karena terdapat kandungan zat alisin dan hydrogen sulfide. Senyawa alisin bawang putih dapat menghancurkan pembekuan darah dalam arteri, mengurangi tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan desain Narrative Review, bertujuan mengidentifikasi dan merangkum artikel yang telah diterbitkan sebelumnya mengenai efektivitas pemberian obat herbal bawang putih terhadap penderita hipertensi. Hasil penelitian beberapa literature didapatkan terdapat efek pemberian obat herbal bawang putih terhadap penderita hipertensi. Kesimpulan bahwa pemberian air seduhan bawang putih mampu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
A LITERATURE REVIEW : PATOMEKANISME GASTROPATI DIABETIK Ridha Humairah, Afifah; Hidayati, Prema Hapsari; Syarifuddin, Erwin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28076

Abstract

Gastropati diabetik menimbulkan dampak signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas sehingga membutuhkan manajemen yang optimal. Memahami patomekanisme gastropati diabetik sangat penting untuk modalitas pengobatan yang lebih spesifik sesuai dengan hal-hal yang mendasarinya. pencarian artikel untuk narrative review ini mengunakan kata kunci diabetic gastropathy, diabetic gastroparesis, gastric emptying, pathomechanism melalui website seperti PubMed, Google Scholar, ScienceDirect dan Elsevier. Didapatkan hasil 53 jurnal yang sesuai dan menjelaskan hal-hal yang terlibat dan saling berinteraksi dalam mekanisme gastropati diabetes termasuk sistem saraf ekstrinsik, otot polos, sistem saraf enterik, Interstitial Cells of Cajal (ICC), Neuronal Nitric Oxide synthase (nNOs) dan sel-sel imun yang berkontribusi pada patomekanisme yang kompleks. Dengan mengetahui patomekanisme gastropati diabetik diharapkan dapat memberikan pengobatan yang lebih baru yang bertujuan untuk memperbaiki kerusakan yang mendasarinya sehingga meningkatkan kualitas hidup penderita.
PENGARUH PENYULUHAN GIZI TERHADAP PENGETAHUAN GIZI IBU MENGGUNAKAN LEMBAR BALIK DI POSYANDU ANGGREK 2 KARAWANG Khopiyani, Amalia; Sefrina, Linda Riski; Harianti, Rini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28104

Abstract

MANAJEMEN ANASTESI UNTUK SECTIO CAESAREA PADA PASIEN EKLAMPSIA Naufal Nabil, Muh.; Dewi, Anna Sari; Hasir, Julia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28107

Abstract

Eklampsia merupakan konsekuensi dari cedera otak yang disebabkan oleh pre-eklampsia. dan didefinisikan sebagai pre-eklampsia dengan perkembangan mendadak kejang atau koma selama periode kehamilan atau pasca-melahirkan, tidak disebabkan oleh penyakit neurologis lain yang dapat membenarkan keadaan kejang (yaitu epilepsi atau stroke serebral). Di Indonesia sectio caesarea umumnya dilakukan bila ada indikasi medis tertentu, sebagai tindakan mengakhiri kehamilan dengan komplikasi. Pemilihan teknik anestesi dalam usaha tatalaksana sectio caesarea pada pasien dengan eklampsia merupakan hal yang perlu dipertimbangkan, baik dari kondisi pasien dan janin, kelengkapan fasilitas kesehatan, kesulitan dalam pembiusan anestesi umum ataupun regional, terkait kontraindikasi serta kemampuan dokter anestesi yang menangani kasus eklampsia tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber jurnal penelitian yang dilakukan sebelumnya. Berdasarkan beberapa tinjauan menunjukkan bahwa anestesi regional lebih baik digunakan pada pasien yang menjalani Sectio Caesarea dengan eclampsia dibandingkan dengan general anesthesia. Hal ini dikarenakan beberapa penelitian menunjukkan bahwa regional anestesi memiliki komplikasi intra dan post-operatif yang lebih jarang dan lebih sedikit dibandingkan dengan general anesthesia.
KASUS HERPES ZOSTER TORAKALIS DEKSTRA PADA PASIEN COVID 19 TERKONFIRMASI mellyanawati, mellyanawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28151

Abstract

Herpes zoster adalah salah satu jenis virus herpes yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella zoster (VZV) di ganglion saraf sensorik posterior. Biasanya terjadi pada usia 60 tahun. Virus ini ditularkan melalui unit seluler VZV tertentu, yang merupakan jenis yang paling umum. Herpes zoster ditemukan di daerah toraks, serviks, oftalmik, dan lumbosakral. Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah menyebabkan peningkatan signifikan gejala terkait herpes zoster. Gejala biasanya dimulai dengan kelemahan prodromal yang terjadi 1 bulan sebelum lesi kulit muncul. Diagnosis herpes zoster dan Covid-19 ditegakkan melalui kasus herpes zoster thoracal dextra di Manado. Kasus ini melibatkan pasien dengan riwayat ketahanan parah, pneumonia, dan asma bronkial. Pasien tersebut didiagnosis mengidap COVID-19 dan telah diobati dengan antibiotik serta usap PCR. Pemeriksaan fisik pasien meliputi berat badan normal, indeks massa tubuh sehat, dan suhu 36,5 ºC. Penatalaksanaan kasus ini berupa antivirus (asiklovir), anti nyeri (gabapentin), dan topikal (kompres NaCl, bedak salisil 2% dan asam fusidat krim). Prognosis pada pasien ini quo ad vitam bonam, quo ad functionam dubia ad bonam, serta quo ad sanationam bonam.

Page 78 of 216 | Total Record : 2155