cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN DBD DAN SIKAP SERTA TINDAKAN PENCEGAHANNYA ANTARA MASYARAKAT DI DAERAH ENDEMIS DAN DAERAH SPORADIS DI MANADO Marpaung, Zusi Lourentine; Tatura, Suriadi N.N.; Pinontoan, Odie
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27664

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) menjadi masalah kesehatan global begitu pula di Indonesia. Kasus DBD di Kota Manado mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir termasuk di wilayah kerja Puskesmas Paniki Bawah. Data kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Paniki Bawah dalam beberapa tahun terakhir termasuk kategori tinggi antara lain Kelurahan Paniki Bawah dan Kelurahan Lapangan. Berdasarkan stratifikasi endemisitas, Kelurahan Paniki Bawah masuk dalam kategori endemis dan Kelurahan Lapangan tergolong sporadis. Kegiatan pencegahan dan pengendalian yang dilakukan oleh petugas kesehatan belum optimal, pengetahuan, sikap dan tindakan yang baik dari masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD sangat diperlukan guna meminimalkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalissi perbandingan tingkat pengetahuan DBD dan sikap serta tindakan pencegahaannya antara masyarakat di daerah endemis dan daerah sporadis di Manado. Penelitian ini menggunakan analitik komparatif dengan pendekatan croos sectional, sampel pada penelitian ini adalah kepala keluarga di Kelurahan Paniki Bawah dan Kelurahan Lapangan pada bulan November- Desember 2023 dengan teknik pengambilan sampel bersifat sensus berjumlah 271 responden. Peneliti menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan tindakan. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada sikap pencegahan DBD (p-value=0,037). Seementara pada pengetahuan dan tindakan tidak ada perbedaan yang bermaknsa (p-value= 0,995 dan p-value-0,206). Kesimpulan terdapat perbandingan sikap pencegahan DBD pada masyarakat daerah endemis (Kelurahan Paniki Bawah) dan daerah sporadis (Kelurahan Lapangan)
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGELOLAAN OBAT DI UPTD INSTALASI FARMASI KABUPATEN NIAS BARAT TAHUN 2023 Daeli, Indah Kasih Putri Permata Hati; Hakim, Lukman; Sitorus, Mido Ester J.; Ketaren, Otniel; Sinaga, Janno
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27697

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan fasilitas kesehatan dapat terpenuhi salah satunya dengan pengelolaan obat yang baik. Hal ini dapat menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan obat. Berbagai kendala dapat timbul dalam pengelolaan obat, sehingga menghambat mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan obat di UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten Nias Barat. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode wawancara, kuesioner, observasi, dan analisis dokumen. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan beberapa faktor yang tidak berhubungan dengan pengelolaan obat, yaitu tahap seleksi (p=0,443), tahap perencanaan (p=0,254), tahap pengadaan (p=0,565), dan tahap penyimpanan (p=0,730). Sedangkan faktor yang berhubungan dengan pengelolaan obat, yaitu tahap pendistribusian (p=0,007), penghapusan (p=0,030), dan tahap evaluasi (p=0,012). Kesimpulan dan saran: Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan obat berada di tahap pendistribusian, tahap penghapusan, dan tahap evaluasi. Faktor yang sangat dominan adalah tahap pendistibusian. UPTD Instalasi Farmasi dapat melakukan pelatihan kepada petugas kesehatan tentang prosedur pengelolaan obat yang baik dan terus melakukan pemantauan sehingga kualitas pelayanan kesehatan terus meningkat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUHIT KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2024 Itoleleng Naibaho, Nursyah; Dakhi, Rahmat Alyakin; Sinaga, Taruli Rohana; Manurung, Kesaktian; Sinaga, Janno; Silitonga, Evawani M.; Brahmana, Nettietalia br.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27719

Abstract

Imunisasi merupakan pelayanan kesehatan yang bersifat preventif dengan tujuan untuk melindungi individu dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan status  imunisasi dasar pada anak balita di wilayah Kerja Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir. Jenis penelitian adalah penelitian analitik korelasional. Ranvangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan potong-lintang. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Buhit pada November 2023 s/d Maret 2024. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia di bawah lima tahun (balita) di wilayah kerja Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir dan sebagai responden adalah ibu balita itu sendiri dengan unit analisisnya status imunisasi balita. Sampel berjumlah 95 anak balita yang dipilih secara proporsional random sampling. Variabel penelitian meliputi variabel bebas dan variabel terikat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan status imunisasi dasar pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit. Ada hubungan pekerjaan ibu dengan status imunisasi dasar pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit. Ada hubungan dukungan suami dengan status imunisasi dasar pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit. Ada hubungan dukungan petugas kesehatan dengan status imunisasi dasar pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit. Oleh sebab itu sebagai saran penelitian ini adalah agar hasil penelitian ini menjadi referensi ilmiah dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir. Selain itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan tentang imunisasi terutama kepada orang tua balita melalui komunikasi, informasi dan edukasi
GAMBARAN PENGUKURAN ANGKA STUNTING DI KOTA MEDAN TAHUN 2022 Aisyah, Siti; Putri, Karina Aulia; Amalia, Amanda; Carera, Dwi Rafi; Halizah, Nur; Pranita, Mayang; Ardana, Nisa; Syahfitri, Wulan; Pasaribu, Fathya Saharani; Tanjung, Nadya Ulfa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27729

Abstract

Stunting pada anak yang berumur dibawah lima tahun harus mendapat perhatian khusus sebab bisa menyebabkan lambatnya pertumbuhan fisik, status kesehatan pada anak dan perkembangan mental. Di Kota Medan pada tahun 2020 terdapat jumlah balita stunting sebesar 491 orang, pada tahun 2021 turun menjadi 368 orang dan pada tahun 2022 turun menjadi 364 orang. Makanan yang memiliki zat gizi yang seimbang dan penerapan hidup sehat. Metode penelitian ini memakai metode analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini di laksanakan pada 3 tahun terakhir yakni dimulai tahun 2020-2022. Populasi penelitian ini semua balita di kota medan. Sampel penelitian ini balita stunting di kota Medan yang tinggal di 21 kecamatan. Penelitian ini di lakukan di 21 kecamatan di kota Medan yang tersebar di 41 puskesmas. Dengan kasus stunting terbanyak di tahun 2022 adalah Kecamatan Medan Belawan. Penelitian ini menunjukkan hasil adanya penurunan angka stunting dari tahun ke tahun. Dengan dukungan program yang di buat oleh dinas kesehatan Kota Medan. Jumlah balita stunting pada tahun 2020 sebanyak 491 (0.88%)  dari total balita yang diukur 55.753 balita. Hal ini mengalami penurunan pada tahun 2021, jumlah balita stunting sebanyak 368 (0.38) dari total balita yang diukur  94.753. Dan pada tahun 2022 kembali mengalami penurunan jumlah balita stunting sebanyak 364 (0.30%) dari total balita yang diukur 119.225 balita. Kesimpulan penelitian ini adalah Jumlah balita stunting pada tahun 2020-2022 mengalami penurunan. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Medan mengadakan beberapa program untuk penanganan dalam penurunan prevalensi stunting.
LAPORAN KASUS: BILATERAL VARICOCELE Alfi Reza, Muhammad; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi; Suweleh, Yasser Zein
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27836

Abstract

Varikokel didefinisikan sebagai pelebaran pleksus vena pampiniformis yang mengeringkan testis, dengan refluks darah vena. Meskipun dapat terjadi tanpa gejala dan terdeteksi, varikokel merupakan masalah yang relatif umum pada pasien yang mencari pertolongan medis untuk masalah infertilitas, atau mengeluhkan nyeri skrotum kronis atau ketidaknyamanan. Seorang pria berumur 43 tahun mendatangi Puskesmas Tanralili, mengeluh tentang nyeri yang dialaminya di kedua buah zakar selama enam bulan terakhir. Nyeri tersebut datang dan pergi, namun menjadi lebih intens saat ia berdiri atau mengejan. Ia juga melaporkan adanya benjolan yang semakin membesar meskipun awalnya kecil, tanpa perubahan warna kulit di sekitarnya dan tidak disertai dengan mual atau muntah. Riw. pengobatan sebelumnya, pasien berobat 1 bulan yang lalu di Poli Bedah Urologi RS. Bhayangkara Makassar dan terdiagnosis sebagai bilateral Varicocele. Diagnosis pada pasien ini ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, analisis darah komprehensif, dan ultrasonografi skrotum. Penatalaksanaan untuk pasien ini berupa pemberian terapi cairan, elevasi skrotum, pemberian terapi simptomatik berdasarkan keluhan awal (NSAID), dan edukasi agar pasien dapat ditindaklanjuti dengan tindakan operasi di Rumah Sakit. Pasien menunjukkan perbaikan klinis pasca pemberian terapi NSAID, meskipun demikian, tindakan tersebut tidak menyelesaikan penyebab primer dari kondisi yang dialami. Oleh karena itu, diperlukan prosedur bedah agar pemulihan dapat tercapai secara total. Kesimpulan dari laporan kasus ini menunjukkan bahwa Varicocele adalah kondisi yang sering terjadi pada pria dalam bidang Urologi dan menjadi penyebab utama infertilitas. Hal ini membutuhkan penanganan yang efektif untuk mencegah peningkatan morbiditas dan mortalitas.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MINAS KABUPATEN SIAK Darus, Yena BT; Ismainar, Hetty; Syafrani, Syafrani; Renaldi, Reno; Abidin, Zainal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27848

Abstract

WHO (World Health Organization) (2022), lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. BPS mengelompokkan lansia menjadi tiga kelompok umur yaitu lansia muda (kelompok umur 60-69 tahun), lansia madya (kelompok umur 70-79 tahun), dan lansia tua (kelompok umur 80-89 tahun ke atas). Jumlah data  lansia Kabupaten Siak pada tahun 2022 secara keseluruhan adalah 24.607 lansia dan yang mendapatkan Pelayanan Kesehatan hanya sebanyak 12.943 (52,6%). Dari data tersebut di jumpai masih rendah capaian Target Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang seharusnya minimal 70%, sedangkan pada Puskesmas Minas terhadap pelaksanaan standar pelayanan minimal untuk usia lanjut yaitu sebesar 569 lansia (48,38%). Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, dukungan keluarga, dan peran kader terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu Lansia. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Minas Kabupaten Siak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2024. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang aktif bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Minas pada  tahun 2024 yang berjumlah 120 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana dukungan keluarga, dan peran kader terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia di Puskesmas Minas Kabupaten Siak tahun 2024. Diharapkan Puskesmas agar meningkatkan promosi kesehatan berupa penyuluhan akan pentingnya pemanfaatan posyandu lansia dan melakukan advokasi kepada Tokoh Masyarakat (TOMA) guna meningkatkan kunjungan posyandu lansia.
ANALISIS KEJADIAN HIPERTENSI DENGAN MENGGUNAKAN DIAGRAM FISHBONE PADA LANSIA DI PUSKESMAS MINAS KABUPATEN SIAK Darus, Yena BT; Ismainar, Hetty; Hidayati, Hidayati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27865

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan faktor risiko utama untuk stroke iskemik. Bedasarkan survei pendahuluan didapatkan pada tahun 2023 di Puskesmas Minas cakupan kunjungan pelayanan pasien Lansia hipertensi mencapai 70%. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi permasalahan, memprioritas masalah, menentukan alternatif pemecahan masalah, dan membuat Rencana Intervensi (Plan of Action) sesuai dengan Alternatif pemecahan masalah terkait Analisis Kejadian Hipertensi Lansia di Puskesmas Minas Kabupaten Siak. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif desain fenomenologi, dengan sumber data telusur dokumen, pengamatan langsung dan observasi lapangan di unit lansia. Informannya berjumlah 6 orang. Hasil didapatkan bahwa kurangnya SDM untuk mendukung program lansia karena yang aktif cuman 2 orang, keterbatasan anggaran program lansia hanya dapat 4% dari permintaan 10%, sistem pencataan dan pelaporan sudah online, kendalanya adalah tugas yang penginputan hanya 1 orang, kurangnya prasarana seperti pc atau komputer untuk mengonlinekan data di Puskesmas hanya 1 di setiap ruangan, dan sedangkan kendala lainya adalah penginputan aplikasi e-puskesmas belum optimal karena wifi lemot. Masih kurangnya sarana untuk mempromosikan Kesehatan lansia. Rekomendasinya adalah diharapkan kepada Kepala Puskesmas melakukan pendelegasian wewenang yang bertugas menjadi penginputan data secara online di program Lansia, mengalokasikan dana khusus program Lansia, melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap pemegang program lansia dan kader lansia dan Penangungjawab program lansia harus melakukan kerja sama dengan keluarga untuk mengingatkan melakukan pemeriksaan secara rutin tekanan darah lansia ke posyandu atau puskesmas, mengusulkan anggaran khusus untuk penambahan pc dan laptop dan meningkatkan kualitas jaringan wifi di Puskesmas. Penanggung jawab Lansia melakukan promosi yang kreatif dengan cara video atau medsos.
HUBUNGAN USIA MENARCHE DINI DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA : LITERATUR REVIEW Susanti, Nofi; Noura, Vina; Fardani, Siti Nurhaliza; Zuhra, Fifia El; Siahaan, Dyva Patricia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27909

Abstract

Kanker payudara disebut juga dengan karsinoma payudara, merupakan suatu tumor ganas atau kumpulan sel kanker yang berkembang pada jaringan payudara, dimana tumor tersebut dapat berkembang pada kelenjar jaringan payudara atau pada jaringan ikat payudara. pembangunan yang tidak terkendali. Terbentuknya sel kanker dapat terjadi pada jaringan lemak payudara, pada saluran susu (ducts), atau pada kelenjar susu (lobulus). Menurut teori, wanita yang mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun dapat mempunyai paparan horomon estrogen serta progesteron yang akan lama. Estrogen bagi wanita adalah hormon dimana berhubungan pada berkembangnya kanker payudara. Hormon ini diproduksi dari ovarium. Hormon dapat bekerja ketika seorang wanita sedang menstruasi atau pertama kali menstruasi. Kadar hormon estrogen juga awal menstruasi bisa terpengaruh oleh banyak faktor, misalnya makanan yang tinggi lemak, rendah serat, kelebihan berat badan,dan gaya hidup sehat. Aktivitas fisik yang kurang juga dapat memengaruhi kadar hormon estrogen, karena olahraga dapat membantu mengatur kadar hormon dalam tubuh. Selain itu, faktor genetik juga dapat berperan dalam risiko kanker payudara. Wanita dengan riwayat keluarga dengan kanker payudara memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit ini, terutama jika dalam keluarga terdapat salah satu anggota yang mengalami kanker payudara adalah ibu ataupun saudara perempuan. Dalam penelitian ini melakukan metode penelitian dengan menggunakan desain study literature/literature review atau disebut kajian pustaka dengan memakai buku dan artikel jurnal yang sesuai yaitu sumber yang memuat topik. Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada kaitan usia awal menstruasi dengan terkena kanker payudra.
ANALISIS BIAYA LANGSUNG MEDIS TERAPI ANTIDIABETES ORAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN Wahyudi, Wahyudi; Panggabean, Diani Sari; Purba, Dwi Syahputri; Pane, Jihan Mawaddah; Triana, Meutia Hafni Indah; Adinda, Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27921

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 ialah varian DM yang sering ditemui, dengan angka kejadian mencapai lebih dari 90-95% dari keseluruhan kasus, penyakit ini berhubungan erat dengan kebiasaan makan dan pola hidup seseorang. DM tipe 2 merupakan kondisi  di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif atau tidak menghasilkan cukup insulin alami tubuh terganggu karena penurunan sensitivitas pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total dan rerata biaya langsung medis  terapi antidiabestes oral pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit Umum Universitas Sumatera Utara (USU) yang berlokasi di Medan. Metode yang digunakan berupa penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Penelitian ini mengambil sudut pandang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  dengan pengambilan data pada bulan April 2023. Sebanyak 48 pasien DMT2 yang sesuai kriteria inklusi direkrut secara simple random sampling. Hasil Penelitian ini dapat diketahui, pasien dengan diabetes tipe 2 yang berusia 51-60 tahun mencapai sekitar 43,75% dari populasi, dengan pasien perempuan mencapai 62,5% dari total pasien. Pengeluaran tahunan rata-rata pasien setiap tahunnya meliputi Rp. 625.157,25 untuk obat resep, Rp. 1.837.500,00 untuk kunjungan dokter, Rp. 1.597.000,00 untuk layanan laboratorium, Rp. 1.830.000,00 untuk persediaan medis, dan Rp. 300.000,00 untuk biaya administrasi. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa biaya medis langsung terbesar terdapat pada biaya dokter, dan biaya terendah adalah biaya administrasi.
EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM RUJUKAN TERINTEGRASI (SISRUTE) FASILITAS KESEHATAN DI KABUPATEN BENGKULU UTARA TAHUN 2023 Muammary, Muhammad Rifki El; Hartono, Risky Kusuma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27996

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) di fasilitas kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran yang mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai evaluasi penggunaan sistem rujukan terintegrasi secara manajemen di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2023. Dengan melibatkan 78 pegawai sebagai sampel melalui teknik total sampling, data dikumpulkan menggunakan kuesioner, wawancara, dan sumber lain seperti laporan, jurnal penelitian, dan peraturan. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat, dan multivariat, di mana uji bivariat menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM), dan analisis multivariat menggunakan analisis jalur dengan SEM-PLS. Penelitian ini dilaksanakan setelah mendapatkan izin dari komisi etik Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara dan persetujuan dari responden melalui Informed Consent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan tingkat penggunaan memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap dan penggunaan SISRUTE di rumah sakit. Sikap terhadap penggunaan ternyata memediasi hubungan antara persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan tingkat penggunaan dengan penggunaan SISRUTE. Persepsi manfaat adalah faktor terbesar yang memengaruhi penggunaan SISRUTE. Faktor-faktor seperti dukungan manajemen, pelatihan karyawan, infrastruktur kesehatan, dukungan pemerintah, dan masalah keuangan mempengaruhi adopsi dan penggunaan SISRUTE di Kabupaten Bengkulu Utara. Evaluasi penggunaan SISRUTE yang diperlukan termasuk peningkatan efisiensi dalam rujukan pasien.

Page 77 of 216 | Total Record : 2155