cover
Contact Name
Agik Nur Efendi
Contact Email
ghancaran@iainmadura.ac.id
Phone
+6285732475307
Journal Mail Official
ghancaran@iainmadura.ac.id
Editorial Address
State Islamic Institute of Madura Jl. Raya Panglegur km. 04 Pamekasan East Java. Phone. (0324)333187 fax 322551
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 27148955     EISSN : 27159132     DOI : DOI 10.19105/ghancaran
Jurnal ini menerima kontribusi dalam bidang linguistik, sastra dan pengajaran dari berbagai perspektif, misalnya: pengajaran dan pembelajaran bahasa pertama, kedua, dan asing; bahasa dan sastra dalam pendidikan; perencanaan bahasa, pengujian bahasa; desain dan pengembangan kurikulum; multibahasa dan pendidikan multibahasa; analisis wacana; sastra dan pengajaran; bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA); dan penerbitan dan budaya.
Articles 463 Documents
Menu Naming as a Branding Strategy of Indonesian Restaurants in Kuala Lumpur: a Socio-onomastic Approach Himatus Sya’adah; Agik Nur Efendi; Eko Purnomo; Syarifah Nur Amirah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.11209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen strategis dalam penggunaan bahasa pada nama menu dan penamaan restoran Indonesia sebagai bagian dari strategi branding merek di Kuala Lumpur. Pendekatan kualitatif digunakan dengan merujuk pada model interaktif Miles dan Huberman serta metode deskriptif untuk memastikan analisis yang menyeluruh dan sistematis. Data utama diperoleh dari daftar menu dua restoran yang dipilih sebagai subjek penelitian, masing-masing mewakili dua kategori: (1) restoran Indonesia dengan ragam menu yang beragam, dan (2) restoran waralaba Indonesia dengan satu menu utama yang telah menjadi merek dagang. Selain itu, pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kedua restoran tersebut. Temuan dari D'Chowkit Restaurant (R1) menunjukkan bahwa sebagian besar nama menu menggunakan istilah yang unik dan menarik perhatian, dengan rujukan simbolik yang mencerminkan kondisi sosial serta mengaitkan makanan dengan makna di luar aspek kuliner semata. Sementara itu, restoran Ayam Gepuk Pak Gembus (R2) menunjukkan branding yang minim melalui bahasa, karena kekuatan merek yang telah dikenal luas dengan reputasi, kualitas, dan prestise tinggi di Indonesia maupun Malaysia. Nama merek tersebut secara signifikan membentuk persepsi konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan bahasa dalam penamaan menu dan narasi merek berperan penting tidak hanya dalam menarik perhatian konsumen, tetapi juga dalam mengomunikasikan keaslian budaya, membangun nilai simbolik, dan memperkuat identitas kuliner Indonesia di tengah persaingan transnasional yang semakin ketat.
Perlawanan Untuk Memperjuangkan Hak dan Keadilan dalam Novel Karmila Karya Marga Tjoa: Feminisme Eksistensialis Simon De Beauvoir Asia M; Ridwan Ridwan; Mutiara Sari Ahmad
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.13293

Abstract

Penelitian ini menganalisis bentuk perlawanan tokoh utama dalam novel Karmila karya Marga Tjoa, dengan fokus pada perjuangan perempuan untuk memperjuangkan hak dan keadilan dalam kerangka feminisme eksistensialis Simon de Beauvoir. Melalui metode deskriptif kualitatif yang menggambarkan situasi objek berdasarkan fakta, kutipan-kutipan novel yang relevan dianalisis untuk memahami bagaimana pengarang mengekspresikan feminisme eksistensialis dalam sebuah karya sastra. Hasilnya menunjukkan bahwa Karmila memperjuangkan hak dan keadilan dengan menjadi perempuan yang bekerja, mengejar pendidikan dan meraih kesuksesan karier, serta menolak subordinasi dengan menentang peran-peran tradisional yang membatasi kebebasan perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Karmila dalam novel tersebut merupakan contoh yang kuat dari perjuangan perempuan untuk mengambil kendali atas hidup mereka sendiri dengan menentang segala bentuk penindasan atau ketergantungan dengan pihak lain, sesuai dengan prinsip-prinsip feminisme eksistensialis Simon de Beauvoir.
Citra Salat yang Bergeser pada Poster Film Makmum: Ibadah Mistik, Skeptisisme Masyarakat, dan Semiotika Peircean Rafi Ferdiansyah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi salat dalam poster film Makmum mengalami pergeseran makna menjadi ritual yang bernuansa mistik dan horor. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Peirce. Data dikumpulkan melalui observasi visual terhadap elemen-elemen desain poster, kemudian dianalisis berdasarkan tiga kategori denotatum dalam kerangka sign semiotika Peircean; ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elemen visual seperti ruang kosong, pencahayaan gelap, serta entitas misterius di belakang perempuan yang sedang salat membentuk interpretasi baru yang menyimpang dari makna spiritual salat itu sendiri. Konklusi dari penelitian ini menegaskan bahwa konstruksi tanda dalam poster Makmum telah membentuk makna alternatif yang sarat atmosfer horor, sehingga mengaburkan pemaknaan ibadah sebagai aktivitas yang damai dan menenangkan. Penelitian ini juga berkontribusi dalam mengkaji relasi antara visual populer dan representasi nilai-nilai keagamaan dalam konteks budaya visual kontemporer.
Kesulitan Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA melalui Penulisan Karya Ilmiah Athi’ Firliya Rusdiyana; Didin Widyartono; Febri Taufiqurrahman
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.15909

Abstract

This research aims to explore the challenges encountered by teachers in fostering the critical thinking skills of 11th-grade students at an Islamic senior high school (MA) through scientific writing activities. The study evaluates students' critical thinking based on five of the six indicators proposed by Facione: interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation. A qualitative method was applied, with the main data source consisting of excerpts from students’ scientific papers. Data collection involved observations and interviews. The analysis followed Facione’s critical thinking framework. The research was conducted at MA Al-Ittihad Belung, Poncokusumo, with data gathered from: (1) subject teachers, (2) students' scientific writings, and (3) 11th-grade students with varying levels of inference skills. The central objective of this study is to uncover the difficulties teachers face when guiding students to develop critical thinking through scientific writing. Findings reveal that many students still face obstacles in several aspects of critical thinking, such as correctly interpreting information, logically analyzing and evaluating arguments, and formulating sound conclusions. This study is considered important because writing scientific articles at the senior high school level is a complex process that demands structured guidance in critical thinking, support that is often lacking in classroom practices.
Lanskap Linguistik Maya pada Katalog Distro BetawiBoys dan Sikap Bahasa Rafif Aufa Nanda; Frans Asisi Datang
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.15962

Abstract

In accordance with technological development, linguistic landscape is not only limited to physical landscape, but also virtual linguistic landscape on internet media, such as social media. Language usage choice is influenced by the language attitude towards a language. This research seeks to observe the language usage and attitude on an online catalogue of Distro BetawiBoys, a Batavian culture themed fashion store. There are 30 pictures which contain the use of Batavian, Indonesian, and English. The data are analysed by using a mixed method approach. The result shows that the use of Batavian is predominant that other languages that are often deemed to be more prestigious. This shows a positive language attitude towards regional language. Moreover, these findings shows an unusual result where most findings in Indonesian linguistic landscapes show the dominance of more prestigious languages.
Exploration of the Role of Women in the Novel Baitun Nakhil by Tarek Eltayeb: A Study of Ecofeminism Durrotun Humaira; Abdul Basid
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.16055

Abstract

Women have a close relationship with nature, especially in traditional environments, so patriarchy and environmental damage are related from the perspective of ecofeminism. This research was conducted to understand and criticize feminine principles and characters that can protect the environment and nature. This research is descriptive qualitative. Primary data is obtained from narratives and dialogues contained in the novel, while secondary data comes from various books and journal articles related to the theme of discussion. Data were collected using reading and note-taking techniques and then analyzed using the Miles and Huberman method: data reduction, data pr esentation, and conclusion drawing. From this study, it can be concluded that the ecofeminism activities contained in the novel Baitun Nakhil are (1) colonialism and patriarchy in the narrative that describes the exploitation and domination of marginalized people and nature, such as the attack of armed groups on villagers and authoritarian family heads; (2) women's role in the sustainability of nature is in the form of environmental education and women's ability to maintain and provide the necessities of life; (3) social and environmental justice that can be assessed by the negative impact of deviant and dominating hierarchies such as the urbanization that occurred in the city of Al-Shams which resulted in the extinction of animal and plant habitats and ecosystems. Thus, the novel Baitun Nakhil by Tarek Eltayeb indirectly voices the message of ecofeminism in the form of narratives and dialogues that show that loving, caring, and sensitive attitudes are the initial capital to be able to care for nature and the environment.
Dekonstruksi Nilai Moral Kepemimpinan dan Kesetiaan Rama dalam Novel Sinta Obong Karya Ardian Kresna: Teori Jacques Derrid Ayshaputri Raihana Azzahra; Sekar Hayyu Wibowo; Intan Ainurohma; Naela Zahwa Rizqina; Atika Nur Dhi’fana Faza; Warsiman Warsiman; Maulfi Syaiful Rizal
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.16920

Abstract

Sifat dan sikap seorang pemimpin yang arif bijaksana terkadang tidak selaras dengan implementasinya. Kesatria dengan moral kepemimpinan dan kesetiaan yang selayaknya menjadi cerminan baik bagi rakyat dapat berbanding sebaliknya. Fokus penelitian ini untuk menganalisis novel Sinta Obong Karya Ardian Kresna dengan memanfaatkan differance dan oposisi biner teori dekonstruksi Jacques Derrida. Berbeda dengan pembacaan biasa yang mencari makna sebenarnya dari teks, pembacaan dekonstruktif berfokus pada menemukan ketidaktahuan atau kegagalan teks dalam menutup diri dengan makna atau kebenaran tunggal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan teknik pustaka, baca, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan data berupa sifat-sifat Rama Wijaya yang bertolak belakang dengan jiwa pemimpin yang arif bijaksana serta pasangan yang setia, (1) narsisisme, (2) egois dan keras kepala, (3) menutup hak bersuara, (4) naif dan tidak berpendirian, (5) menodai kesetiaan, serta (6) angkuh dan kejam. Dari sifat-sifat tersebut dapat diketahui bahwa Rama Wijaya masih jauh dari sifat adi luhur seorang kesatria.
Kajian Perbandingan Idiom Berbasis Tumbuhan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin Lijun Wang; Isah Cahyani; Halimah Halimah; Yulianeta Yulianeta
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focuses on plant-related idioms, exploring the similarities and differences between the two languages in expressing worldviews and values by comparing the structure, meaning, and cultural context of Indonesian and Chinese idioms. This research uses a descriptive qualitative approach, combining semantic, comparative and cultural analysis to deeply uncover the symbolic meaning of plant idioms and their cultural influences. The results show that Indonesian idioms have diverse forms, are close to life, and embody the cultural qualities of flexibility and inclusiveness, while Chinese idioms are characterized by symmetry and simplicity, highlighting the philosophical tradition of the unity of heaven and man and profound cultural connotations. Moreover, plant idioms, as important carriers of the intermingling of languages and cultures, not only reflect both cultures' unique perspectives on nature and society but also make significant contributions to cross-cultural communication. These idioms also have strategic value in language education, especially in helping to understand and apply cultural symbols more effectively.
Simbol Kehamilan dalam Cerita Rakyat Madura Digital Libraries of IOWA: Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur Mochamad Arifin Alatas; Darni Darni; Suyatno Suyatno; Syamsul Sodiq
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.17987

Abstract

Cerita rakyat Madura memiliki mitos tentang kehamilan yang tidak hanya sebagai fenomena biologis, tetapi juga sebagai simbol kekuatan kosmik dan spiritual. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis makna kehamilan dalam perspektif masyarakat Madura dengan fokus pada simbolisme kosmik dan pengaruhnya terhadap legitimasi peran sosial. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutika simbolik berdasarkan teori Paul Ricoeur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, analisis teks cerita rakyat, dan wawancara mendalam dengan tokoh budaya serta pelaku tradisi lokal. Teknik analisis data menggunakan analisis hermeneutik dengan tiga tahapan, yakni prapemahaman, pemahaman, dan penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehamilan dalam cerita rakyat Madura tidak hanya dipandang sebagai proses biologis, melainkan sebagai simbol kekuatan gaib dan perubahan sosial, yang dapat membawa anugerah atau musibah yang bergantung pada konteks budaya dan mitologisnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa mitos kehamilan dalam masyarakat Madura berfungsi sebagai alat untuk menginterpretasi pengalaman transenden, memberikan makna baru, dan menghubungkan individu dengan dimensi kosmik yang sering kali membawa perubahan signifikan bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Diskursif Tokoh Kabul dalam Novel Orang-Orang Proyek melalui Pendekatan Studi Wacana Kritis Bourdieu Sahrul Romadhon; Anas Ahmadi; Budinuryanta Yohanes; Faizal Hadi Nugroho
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find anticorruption values in the novel Orang-Orang Proyek (OOP) by Ahmad Tohari. The anti-corruption values analyzed refer to three main elements of anti-corruption attitudes, namely (a) core: honesty, discipline, and responsibility; (b) attitude: fairness, courage, and caring; and (c) work ethic: hard work, simplicity, and independence. These three elements are reflected through the character of the main character in the novel, Kabul, who faces various moral dilemmas and pressures in the world of construnction projects full of corrupt practices. The research method used is qualitative with a grounded theory approach. This approach allows the generalization of postmodern critical discourse theory and Pierre Bourdieu's cultural sociology to understand the power relations and social structures that shape the anti-corruption narrative in the novel. The results show that anti-corruption values in the novel Orang-Orang Proyek are reflected through the behavior and life principles of the main character who consistently rejects involvement in corrupt practices, despite facing great personal risks. The findings also emphasize the importance of moral education through literature, especially to instill an anti-corruption culture from an early age. Thus, the results of this study can be a practical recommendation in the development of character education curriculum among students. The introduction of anti-corruption values through literature is expected to build a generation with integrity and critical awareness of the dangers of corruption in everyday life.