cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpds.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpds.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial
ISSN : -     EISSN : 26552469     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is a journal focused on articles of research and community service in the field of social science (Ideology, Citizenship, Human Geography, History, Social Studies, Sociology, Politics, Education and Humaniora).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2024)" : 10 Documents clear
SOSIALISASI SERTA PEMBINAAN KULINER DAN NON KULINER KEPADA MASYARAKAT DI KELURAHAN TUNJUNGSEKAR INDONESIA Rifandhana, Raditya Feda; Pradana, Richo Surya; Susianto, Susianto; Dwiningrum, Wiki; Laksono, Agung Budi; Prasetyo, Ivan
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SOSIALIZATION AND MENTORSHIP IN THE ASPECTS OF CULINARY ANDNON-CULINARY FOR COMMUNITY ON TANJUNGSEKAR, INDONESIAN Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyediakan pengetahuan tentang ijin usaha danpemasaran online kepada pelaku usaha kuliner dan non-kuliner. Metode pengabdian melibatkanpendekatan komunikasi kepada masyarakat dan kepala kelurahan di Kelurahan Tunjungsekar.Pendekatan ini diintegrasikan sebagai metode pembelajaran dan praktek, yang mencakup teoripemasaran online dan teori ijin usaha, serta praktek langsung pemasaran online melalui mediasosial dan pendaftaran ijin usaha melalui OSS Online. Hasil dari pengabdian ini meliputipeningkatan pengetahuan dan pengalaman pelaku usaha, sosialisasi pemasaran online,pendaftaran ijin usaha Tahun 2022. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkanpendapatan bagi pelaku usaha kuliner dan non-kuliner (jasa laundry). This community service aims to provide knowledge about business permits and online marketingto culinary and non-culinary business actors. The service method involves communicating withthe community and sub-district heads in Tunjungsekar Village. This approach is integrated as alearning and practice method, which includes online marketing theory and business licensetheory, as well as direct practice of online marketing via social media and business licenseregistration via OSS Online. The results of this service include increasing the knowledge andexperience of business actors, socializing online marketing, and registering business permits in2022. The results of this service are expected to increase income for culinary and non-culinarybusiness actors (laundry services).
PENERAPAN KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI PARIWISATA PADA DESTINASI RAJA AMPAT Ridwan, Masri; Musawantoro, Muhammad; Eppang, Buntu Marannu; Sujawoto, Fitra Ananta; Kasim, Muh; Amirullah, Amirullah; Sianipar, Christina Indriani
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IMPLEMENTATION OF ESSENTIAL CONCEPT OF GEOGRAPHY TOURISMIN RAJA AMPAT, INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan konsep esensial sebagai bahan materimata kuliah Geografi Pariwisata melalui pemanfataan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Dayasebagai daerah tujuan wisata. Penelitian ini dioperasikan dengan pendekatan kualitatif, denganwawancara kepada pemandu wisata setempat, survei, dan observasi lokasi geosite serta kajianpustaka. Hasil penelitian diantaranya: 1) konsep lokasi (absolute dan relatif), jarak, pola,keterjangkauan, morfologi, dan keterkaitan ruang, 2) data spasial dengan atribut 29 lokasi geositeserta tiga model pergerakan wisatawan di destinasi Raja Ampat; 3) ketersediaan materi sesuaidengan kebutuhan capaian akhir mahasiswa Jurusan Perjalanan dan Jurusan DestinasiPariwisata di Politeknik Pariwisata Negeri Makassar. Pengembangan buku ajar kontekstualtentang Geografi Pariwisata Raja Ampat direkomensadikan sebagai suplemen buku referensi. This study aims to analyze the availability of essential concepts as materials for TourismGeography courses through the use of Raja Ampat, Southwest Papua Province as a touristdestination. This research was operated with a qualitative approach, with interviews with localtour guides, surveys, and observations of geosite locations and literature review. The results ofthe research include: 1) the concept of location (absolute and relative), distance, pattern,affordability, morphology, and spatial relationships, 2) obtained spatial data with attributes of 29geosite locations and three models of tourist movement in Raja Ampat destinations; 3) availabilityof materials in accordance with the final achievement needs of students of the Department ofTravel and Department of Tourism Destinations at Makassar State Tourism Polytechnic.Developing a contextual textbook on Raja Ampat tourism geography is recommended as areference book supplement.
PERANG PEREBUTAN IRIAN BARAT: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS Andhika Putra, Doly; Ghazalie, Ghazalie
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE WAR FOR WESTERN IRIAN: A HISTORICAL OVERVIEW This paper aims to provide a comprehensive understanding of the political, military, and diplomatic dynamics surrounding the struggle of West Irian, with a specific focus on its integration into the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). The research details the agreements between Indonesia and the Netherlands concerning West Irian, observing not only the international diplomatic aspects of that era but also initiating discussions on the contemporary relevance of this issue. This study employs a critical historical method in the process of data collection. The heuristic stages involve discovering and collecting various information sources related to the research theme. The study's findings indicate that the combination of local resistance, diplomacy, and the spirit of Indonesian nationalism effectively ended Dutch domination and integrated West Irian into the archipelago. This highlights the importance of sovereignty and territorial integrity for a nation. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika politik, militer, dan diplomatik yang melingkupi perebutan Irian Barat, dengan fokus khusus pada integrasi Irian Barat ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penelitian ini merinci perjanjian-perjanjian antara Indonesia dan Belanda mengenai Irian Barat, dengan mengamati tidak hanya aspek-aspek diplomatik internasional pada masa itu, tetapi juga menginisiasi diskusi mengenai relevansi kontemporer dari masalah ini. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis dalam proses pengumpulan data. Tahapan heuristik melibatkan penemuan dan pengumpulan berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan tema penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi antara perlawanan lokal, diplomasi, dan semangat nasionalisme Indonesia secara efektif mengakhiri dominasi Belanda dan mengintegrasikan Irian Barat ke dalam wilayah nusantara. Hal ini menyoroti pentingnya kedaulatan dan integritas teritorial bagi sebuah negara.
IMPLEMENTASI CCTV ONLINE UNTUK MENINGKATKAN PEMANTAUAN FASILITAS WARGA BANJAR SAMPALAN Rudiastari, Elina; Ari Dwi Suta Atmaja, I Made; Bagus Catur Bawa, I Gusti Ngurah; Triana Indah, Komang Ayu; Ayu Sukerti, Gusti Nyoman; Arya Astawa, I Nyoman Gede
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IMPLEMENTATION OF ONLINE CCTV TO IMPROVE MONITORING OFBANJAR SAMPALAN RESIDENTS' FACILITIES Sampalan Hamlet is a tourist destination where many facilities and infrastructure have begun to be built. The problems faced by the Sampalan Traditional Banjar are that there is no supervision of the routes around the Banjar area, there is no documentary evidence that can be used to analyze accidents that occur around the Banjar, there is no supervision to avoid acts of theft at the temple and there is no supervision of the social activities of residents which was carried out in Banjar. The solution offered in this community service activity for the problems experienced is the installation of CCTV. This service activity aims to help access monitoring and supervision of the Banjar area to increase the security and comfort of residents and visiting tourists. This method of implementing community service activities is implemented into three main stages, namely preparation, implementation and evaluation. The results of the evaluation through a questionnaire resulted in 71.4 percent of residents stating that the installed CCTV was very useful, and 50 percent of residents stated that the presence of CCTV greatly facilitated monitoring and supervision around the Banjar. Dusun Sampalan merupakan destinasi wisata dimana fasilitas serta infrastruktur sudah mulai banyak dibangun. Permasalahan yang dihadapi Banjar Adat Sampalan yaitu belum adanya pengawasan terhadap jalur disekitar areal Banjar, tidak adanya bukti dokumentasi yang dapat digunakan untuk menganalisa peristiwa kecelakaan yang terjadi di sekitar Banjar, tidak adanya pengawasan untuk menghindari tindakan pencurian di pura serta tidak adanya pengawasan terhadap aktivitas sosial warga yang dilakukan di Banjar. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk permasalahan yang dialami adalah pemasangan CCTV. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membantu akses monitoring dan pengawasan areal Banjar sehingga meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga serta wisatawan yang berkunjung. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diimplementasikan menjadi tiga tahapan utama yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil evaluasi melalui kuisioner menghasilkan 71,4 persen warga menyatakan CCTV yang terpasang tersebut sangat bermanfaat serta 50 persen warga menyatakan bahwa adanya CCTV sangat mempermudah monitoring dan pengawasan di sekitar Banjar.
PERAN ROLE MODEL DALAM EDUKASI PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) DI LINGKUNGAN SEKOLAH Imara Ihsan, Nadhifa; Dida, Susanne; Lusiana, Elnovani
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE ROLE OF ROLE MODELS IN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) EDUCATION IN SCHOOLS Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) is one of the main sources of food when children are at school. The high consumption among school children makes PJAS important from a hygiene perspective, the materials used must be free from hazardous substances, and also safe for children to consume. Regarding education regarding safe PJAS, it has become a shared responsibility starting from stakeholders such as the Health Service, Community Health Center, POM Agency, Teachers, PJAS Traders, to parents to jointly provide education on safe PJAS, especially for children. This research aims to see how the role of School PJAS Cadres plays in providing education about safe PJAS in the school environment, as well as how students behave regarding this PJAS education. The type of research is qualitative with data analysis carried out descriptively by conducting in-depth interviews with sources. The researcher is the main instrument in this research who carries out data collection and analysis. The sources for this research were teachers, little doctors, students at SDN 1 Banjar and local PJAS traders. The research results show that the PJAS program at SDN 1 Banjar is running because of the contribution of PJAS cadres, namely teachers and little doctors, in socializing PJAS in the school environment through extracurricular activities, classroom learning and socialization with traders. Role models have an important role in providing examples to other students. Little doctors have a role in socializing safe PJAS to their peers. Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) merupakan sebagai salah satu sumber makanan utama ketika anak sedang berada di sekolah. Tingginya konsumsi di kalangan anak sekolah membuat PJAS ini menjadi penting dari sisi kebersihan, bahan yang digunakan harus bebas dari bahan berbahaya, dan juga aman di konsumsi anak. Terkait dengan edukasi mengenai PJAS aman sudah menjadi tanggung jawab bersama mulai dari pemangku kepentingan seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, Badan POM, Guru, Pedagang PJAS, hingga orang tua untuk sama-sama memberikan edukasi PJAS aman terutama untuk anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana peran Kader PJAS Sekolah berperan dalam memberikan edukasi mengenai PJAS aman di lingkungan sekolah, juga bagaimana perilaku murid terkait edukasi PJAS ini. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan analisis data dilakukan secara deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam dengan narasumber.Peneliti merupakan Instrumen utama dalam penelitian ini yang melakukan pengumpulan data hingga analisis. Narasumber penelitian ini adalah Guru, Dokter cilik, murid SDN 1 Banjar dan pedagang PJAS sekitar. Hasil penelitian menunjukan bahwa program PJAS di SDN 1 Banjar berjalan karena adanya kontribusi dari kader PJAS yaitu guru dan Dokter cilik dalam mensosialisasikan PJAS di lingkungan sekolah melalui kegiatan ekskul, pembelajaran di kelas hingga sosialisasi dengan pedagang. Role model memiliki peran penting dalam memberikan contoh kepada murid lainnya, Dokter cilik berperan untuk mensosialisasikan PJAS aman kepada teman-teman sebayanya.
PENGARUH GUIDED DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA ARTICULATE STORYLINE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Rivaldi, Cintya Fandani; Sahrina, Alfi; Rosyida, Fatiya; Wiwoho, Bagus Setiabudi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECT OF ARTICULATE STORYLINE ASSISTED GUIDEDDISCOVERY LEARNING ON STUDENTS' CRITICAL THINKING ABILITY INLEARNING GEOGRAPHY Critical thinking is a skill that must be honed and developed in 21st-century learning because it isuseful in studying and solving problems that arise. Based on its advantages, the Guided DiscoveryLearning model is able to improve the ability to think critically. On the other hand, the use ofarticulate storyline media is able to clarify the information or message conveyed so that it canfacilitate the learning process. The purpose of this study was to determine the effect of GuidedDiscovery Learning assisted by articulate storyline media on students' critical thinking skills ingeography learning. The research design used a Quasi-Experimental design with a post-test-onlygroup design. The research subjects included students of grade X5 and grade X6, withexperimental class (class X5) and control class (class X6). The determination of the class is doneby means of Random Sampling through a lottery. The results showed that the mean value of thepost-test of critical thinking skills of experimental class students with Guided Discovery Learningmodel treatment assisted by articulate story media was higher (86.09) than the control class(79.87). The results of hypothesis testing with an independent sample test showed a significancevalue of 0.000 less than 0.05. These results prove that the Guided Discovery Learning model,assisted by articulate storyline media, has a positive impact on students' critical thinking skills.There are other findings in this study, namely the stimulus and proof stages as the most dominantstages affecting critical thinking skills. Pemikiran yang kritis menjadi suatu keterampilan yang harus diasah dan dikembangkan dalampembelajaran abad 21, karena berguna dalam mengkaji dan menyelesaikan permasalahan yangmuncul. Berdasarkan keunggulan yang dimilikinya, model Guided Discovery Learning mampumeningkatkan kemampuan untuk berpikir kritis. Disisi lain, penggunaan media articulate storylinemampu memperjelas informasi atau pesan yang disampaikan, sehingga dapat memperlancarproses pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Guided DiscoveryLearning berbantuan media articulate storyline terhadap kemampuan berpikir kritis bagi siswapada pembelajaran geografi. Desain penelitian menggunakan rancangan Quasi Experimentalwith post-test only group design. Adapun subjek penelitian meliputi siswa kelas X5 dan kelas X6,dengan kelas eksperimen (kelas X5) dan kelas kontrol (kelas X6). Penentuan kelas tersebutdilakukan dengan cara random sampling melalui undian. Hasil penelitian menunjukkan bahwanilai rerata post-test kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dengan perlakuan model Guided Discovery Learning berbantuan media articulate storyline lebih tinggi (86.09)dibandingkan kelas kontrol (79.87). Hasil uji hipotesis dengan independent sample testmemperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0.000 kurang dari 0.05. Hasil tersebut membuktikanbahwa model Guided Discovery Learning berbantuan media articulate storyline berpengaruhterhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Terdapat temuan lain pada penelitian ini, yaitu tahapanstimulus dan pembukt
PROFIL KETERAMPILAN KOMUNIKASI BAHASA INGGRIS PRAMUSAJI CAFE DI DESA WISATA, BALI Pastini, Ni Wayan; Darmayasa, Darmayasa; Tri Lilasari, Luh Nyoman; Gede Oka Geria, Anak Agung
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH COMMUNICATION SKILLS PROFILE OF CAFE WAITRESSES IN TOURIST VILLAGES, BALI The objective of this study was to present the profile of English communication skills among servers in Bali. The research employs the phenomenological method and involves 30 participants working as waiters in restaurants and cafes in the Tourism Village of Ubud and Celuk, Gianyar Regency, Bali. The data collection techniques used in this study are interviews and observations. Interview and observation guides are used to reveal the servers' English communication profiles. The data collected were analysed using data reduction, presentation, and conclusion-drawing techniques. The study findings suggest that servers' English communication skills encompass personal, regulatory, interactional, formative, imaginative, and instrumental functions in various situational contexts. The findings support existing theories, provide insight into research in similar contexts, and inform tourism and hospitality industry policymakers. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap profil kemampuan komunikasi bahasa inggris pramusaji di Bali. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini adalah pramusaji restoran dan cafe yang berada di Desa Wisata Ubud dan Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali sebanyak 6 partisipan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Sementara instrumen yang digunakan untuk mengungkap profil komunikasi bahasa inggris pramusaji adalah panduan wawancara dan observasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa profil kemampuan komunikasi bahasa inggris pramusaji mencakup fungsi personal, regulator, interaksional, formatif, imajinatif, dan instrumental terlihat dalam berbagai konteks situasional. Temuan ini mempertegas teori yang ada sekaligus memberikan wawasan terhadap penelitian dalam konteks serupa serta para pemangku kebijakan di industri pariwisata dan perhotelan.
MITIGASI LEARNING LOSS PASCA PANDEMI COVID-19 MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERDIFERENSIASI Hibban, Muhammad Arkan; Pramono, Didi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LEARNING LOSS MITIGATION AFTER THE COVID-19 PANDEMICTHROUGH PROJECT-BASED LEARNING DIFFERENTIATION LEARNINGMODEL COVID-19's existence in Indonesia has led to several new issues, particularly in education, oneof which is students' learning loss. This study aims to analyze how teachers mitigate learning lossand identify the impact of implementing project-based learning differentiation learning models.The methodology employed in this study takes a qualitative approach, combining primary datasources from interviews and observations along with secondary data from written sources suchas books and journal articles. As a validity test for this study, source triangulation with narrativedata presentation was used. Changes in learning settings induced by the COVID-19 pandemichave resulted in learning loss in students, thus teachers must act immediately using creativelearning models to reduce it. Students receive advantages from implementing this project-basedlearning differentiation methodology in terms of psychological outcomes. The real impact felt bystudents such as learning more fun, being motivated in class, and feeling comfortable during thelearning process is considered to be able to mitigate the occurrence of learning loss in studentsat SMAN 11 Semarang. Hadirnya COVID-19 di Indonesia membuat munculnya berbagai permasalah baru, tak terkecualipada bidang pendidikan dimana terdapat istilah baru pada siswa yaitu learning loss. Penelitianini bertujuan menganalisis bagaimana guru melakukan mitigasi learning loss dan mengidentifikasidampak implementasi model pembelajaran project based learning berdiferensiasi. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakansumber data wawancara dan observasi sebagai data primer serta dokumentasi, buku, dan artikeljurnal sebagai data sekunder. Uji validitas penelitian ini menggunakan tiranggulasi sumberdengan penyajian data berupa naratif. Perubahan kondisi belajar karena pandemi COVID-19kemarin hingga saat ini menimbulkan terjadinya learning loss pada siswa, hingga guru harusbertindak cepat dengan mengimplementasikan model pembelajaran project based learningberdiferensiasi sebagai cara untuk mitigasi terjadinya learning loss pada siswa. Penggunaanmodel pembelajaran ini menunjukan perubahan psikologi dari siswa. Adanya dampak nyata yangdirasakan oleh siswa seperti belajar lebih menyenangkan, termotivasi dalam pembelajaran dikelas, dan merasa nyaman ketika proses pembelajaran dirasa mampu memitigasi terjadinyalearning loss pada siswa di SMAN 11 Semarang.
REPRODUKSI MITOS DALAM TRADISI MANDI PADA MALAM JUMAT KLIWON DI SITUS BALEKAMBANG Luki Martanti, Nadia; Trisnu Brata, Nugroho
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

REPRODUCTION OF MYTHS IN THE TRADITION OF BATHING ON FRIDAY NIGHT KLIWON AT THE BALEKAMBANG SITE The people of Sidorejo Village believe in the myth of Kliwon Friday night bathing at the Balekambang site. Myths that were previously feared by society are now being rearranged and updated to produce change. The purpose of writing the article is to analyse the process of commodification of the Balekambang Site myth being reproduced for the economic benefit of the community and to analyze the economic-social changes that have occurred in the Sidorejo Village community. The research method used is qualitative. The subjects of this research are the people at the Balekambang Site, Sidorejo Village. Data collection techniques in this research are observation, interviews, and documentation. The results of this research show that the reproduction process of the bathing myth on Kliwon Friday night is carried out by making the myth into a commodity, then distributing it by carrying out construction around the site. When taking a bath, which previously required burning offerings or incense, now you only need to say your wishes in your heart. The changes experienced by the community are related to increasingly diverse livelihoods and positive interactions to attract as many visitors as possible. Masyarakat Desa Sidorejo memiliki kepercayaan pada mitos mandi malam Jumat Kliwon di Situs Balekambang. Mitos yang dahulu ditakuti oleh masyarakat saat ini ditata kembali dan diperbaharui sehingga menghasilkan perubahan. Tujuan dari penulisan artikel untuk menganalisis proses komodifikasi mitos Situs Balekambang direproduksi untuk kepentingan ekonomi masyarakat dan mengalisisis perubahan ekonomi-sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Sidorejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Situs Balekambang, Desa Sidorejo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah obersevasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses reproduksi mitos mandi pada malam Jumat Kliwon dilakukan dengan menjadikan mitos sebagai komoditas, kemudian mendistribukannya dengan melakukan pembangunan di sekitar situs. Pelaksanaan mandi yang semula harus membakar sesaji atau dupa sekarang hanya perlu mengucapkan keinginan dalam hati saja. Adapun perubahan yang dialami masyarakat yaitu berkaitan dengan mata pencaharian yang semakin beragam dan interaksi yang positif untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya.
MODAL SOSIAL PEDAGANG GULAI TIKUNGAN BLOK M SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI KULINER LEGENDARIS KOTA JAKARTA Muzhaffar, Muhammad Naufal; Wijaya, Atika
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SOCIAL CAPITAL OF GULAI TIKUNGAN BLOK M TRADERS AS ANEFFORT TO MAINTAIN THE EXISTENCE OF A LEGENDARY CULINARY INJAKARTA South Jakarta, especially Blok M, is famous for its various culinary delights. One street food centerhas its own characteristics, namely gulai tikungan (gultik). Gultik sellers has a uniqueness wheresellers sell the same type of food (gultik) in the same areas, even next to each other. This culinarystreet is also a legendary place because it has been around since the 1980s and still exists. Thisarticle aims to explain the strength of the social capital of gultik sellers as the effort to maintaintheir existence as a culinary legend in Jakarta. This research uses a qualitative method with adescriptive approach. Data collection techniques used in this research is observation, interviewsand documentation. This study uses a qualitative method. The subjects of this study are the gultikbusiness actors. The results show that gultik sellers maintain social capital with various parties,such as with fellow gultik sellers, the government, and other types of street food sellers. The socialcapital of gultik sellers can be seen from solidarity, colective cash, selling price, recipes, andcooperation between sellers during busy times. Social capital with the government is can be seenin cleaning sidewalks, paying for cleaning service staffs, and donating for local governmentevents. Social capital with other street food sellers can be seen in their mutual cooperation andQRIS payments. Even though it is not easy, gultik sellers have proven that collaboration withvarious parties through trust, norms and networks can be a solid foundation for them to maintainthe continuity of their business. Kawasan Jakarta Selatan, khususnya Blok M terkenal dengan berbagai macam kulinernya.Terdapat salah satu pusat kuliner kaki lima yang memiliki ciri khas tersendiri, yaitu gulai tikungan(gultik). Pedagang gultik memiliki keunikan dimana para pedagang menjual jenis daganganmakanan yang sama (gulai) di area yang berdekatan, bahkan bersebelahan satu sama lain.Kuliner kaki lima ini juga merupakan salah satu tempat yang legendaris karena sudah berdirisejak tahun 1980-an dan masih eksis hingga saat ini. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskankekuatan modal sosial para pedagang gultik dalam upaya mempertahankan eksistensi merekasebagai kuliner legendaris di Kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganpendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancaradan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah para pelaku usaha gultik Blok M. Hasil penelitianmenujukkan bahwa para pedagang gultik menjalin modal sosial yang erat dengan berbagai pihakyaitu dengan sesama pedagang, pemerintah, dan PKL jenis lain. Modal sosial sesama pedagang gultik terlihat dari kekompakan, uang kas, harga jual, resep, dan kerja sama antar pedagang dijam ramai. Modal sosial dengan pemerintah terjalin dalam kerja bakti membersihkan trotorar,uang kebersihan, dan sumbangan konsumsi untuk acara-acara pemerintah setempat. Modalsosial dengan PKL lain ditunjukkan dari sikap saling membantu, dan pembayaran QRIS.Meskipun tidak mudah, namun para pedagang gultik membuktikan bahwa kolaborasi denganberbagai pihak melalui kepercayaan, norma, dan jaringan dapat menjadi tumpuan kokoh bagimereka untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10