cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpds.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpds.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial
ISSN : -     EISSN : 26552469     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is a journal focused on articles of research and community service in the field of social science (Ideology, Citizenship, Human Geography, History, Social Studies, Sociology, Politics, Education and Humaniora).
Articles 280 Documents
BUKU SUPLEMEN KOMPETISI SAINS MADRASAH BIDANG GEOGRAFI TERINTEGRASI AGAMA Digitalis, Gatra Orbita; Sumarmi, Sumarmi; Bachri, Syamsul; Mkumbachi, Ramadani Lausi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SUPPLEMENTARY BOOK FOR MADRASAH SCIENCE COMPETITION IN GEOGRAPHY INTEGRATED WITH RELIGION This research aims to develop a supplementary book for the madrasah science competition in geography, integrated with Islamic teachings, focusing on geomorphology and land use. The book's feasibility was assessed based on criteria of validity, practicality, attractiveness, and effectiveness. The ADDIE model was utilized for product development. The feasibility assessment involved one material expert, one product expert, one practitioner, and ten students from the Olympic geography class. Product trials were conducted at MAN 2 Malang City. Data results indicate that the developed product is valid in terms of material content, very valid in product design, highly practical, and highly effective, making it suitable for use. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku suplemen untuk kompetisi sains madrasah bidang geografi yang terintegrasi dengan ajaran Islam dengan fokus pada geomorfologi dan penggunaan lahan. Kelayakan buku dinilai berdasarkan kriteria validitas, kepraktisan, kemenarikan, dan keefektifan. Model ADDIE digunakan untuk pengembangan produk. Penilaian kelayakan melibatkan satu orang ahli materi, satu orang ahli produk, satu orang praktisi, dan sepuluh orang siswa dari kelas olimpiade geografi. Uji coba produk dilakukan di MAN 2 Kota Malang. Hasil data menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan valid dari segi isi materi, sangat valid dalam desain produk, sangat praktis, sangat menarik, dan sangat efektif, sehingga layak untuk digunakan.
PERAN ROLE MODEL DALAM EDUKASI PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) DI LINGKUNGAN SEKOLAH Imara Ihsan, Nadhifa; Dida, Susanne; Lusiana, Elnovani
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE ROLE OF ROLE MODELS IN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) EDUCATION IN SCHOOLS Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) is one of the main sources of food when children are at school. The high consumption among school children makes PJAS important from a hygiene perspective, the materials used must be free from hazardous substances, and also safe for children to consume. Regarding education regarding safe PJAS, it has become a shared responsibility starting from stakeholders such as the Health Service, Community Health Center, POM Agency, Teachers, PJAS Traders, to parents to jointly provide education on safe PJAS, especially for children. This research aims to see how the role of School PJAS Cadres plays in providing education about safe PJAS in the school environment, as well as how students behave regarding this PJAS education. The type of research is qualitative with data analysis carried out descriptively by conducting in-depth interviews with sources. The researcher is the main instrument in this research who carries out data collection and analysis. The sources for this research were teachers, little doctors, students at SDN 1 Banjar and local PJAS traders. The research results show that the PJAS program at SDN 1 Banjar is running because of the contribution of PJAS cadres, namely teachers and little doctors, in socializing PJAS in the school environment through extracurricular activities, classroom learning and socialization with traders. Role models have an important role in providing examples to other students. Little doctors have a role in socializing safe PJAS to their peers. Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) merupakan sebagai salah satu sumber makanan utama ketika anak sedang berada di sekolah. Tingginya konsumsi di kalangan anak sekolah membuat PJAS ini menjadi penting dari sisi kebersihan, bahan yang digunakan harus bebas dari bahan berbahaya, dan juga aman di konsumsi anak. Terkait dengan edukasi mengenai PJAS aman sudah menjadi tanggung jawab bersama mulai dari pemangku kepentingan seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, Badan POM, Guru, Pedagang PJAS, hingga orang tua untuk sama-sama memberikan edukasi PJAS aman terutama untuk anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana peran Kader PJAS Sekolah berperan dalam memberikan edukasi mengenai PJAS aman di lingkungan sekolah, juga bagaimana perilaku murid terkait edukasi PJAS ini. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan analisis data dilakukan secara deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam dengan narasumber.Peneliti merupakan Instrumen utama dalam penelitian ini yang melakukan pengumpulan data hingga analisis. Narasumber penelitian ini adalah Guru, Dokter cilik, murid SDN 1 Banjar dan pedagang PJAS sekitar. Hasil penelitian menunjukan bahwa program PJAS di SDN 1 Banjar berjalan karena adanya kontribusi dari kader PJAS yaitu guru dan Dokter cilik dalam mensosialisasikan PJAS di lingkungan sekolah melalui kegiatan ekskul, pembelajaran di kelas hingga sosialisasi dengan pedagang. Role model memiliki peran penting dalam memberikan contoh kepada murid lainnya, Dokter cilik berperan untuk mensosialisasikan PJAS aman kepada teman-teman sebayanya.
PENGARUH GUIDED DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA ARTICULATE STORYLINE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Rivaldi, Cintya Fandani; Sahrina, Alfi; Rosyida, Fatiya; Wiwoho, Bagus Setiabudi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECT OF ARTICULATE STORYLINE ASSISTED GUIDEDDISCOVERY LEARNING ON STUDENTS' CRITICAL THINKING ABILITY INLEARNING GEOGRAPHY Critical thinking is a skill that must be honed and developed in 21st-century learning because it isuseful in studying and solving problems that arise. Based on its advantages, the Guided DiscoveryLearning model is able to improve the ability to think critically. On the other hand, the use ofarticulate storyline media is able to clarify the information or message conveyed so that it canfacilitate the learning process. The purpose of this study was to determine the effect of GuidedDiscovery Learning assisted by articulate storyline media on students' critical thinking skills ingeography learning. The research design used a Quasi-Experimental design with a post-test-onlygroup design. The research subjects included students of grade X5 and grade X6, withexperimental class (class X5) and control class (class X6). The determination of the class is doneby means of Random Sampling through a lottery. The results showed that the mean value of thepost-test of critical thinking skills of experimental class students with Guided Discovery Learningmodel treatment assisted by articulate story media was higher (86.09) than the control class(79.87). The results of hypothesis testing with an independent sample test showed a significancevalue of 0.000 less than 0.05. These results prove that the Guided Discovery Learning model,assisted by articulate storyline media, has a positive impact on students' critical thinking skills.There are other findings in this study, namely the stimulus and proof stages as the most dominantstages affecting critical thinking skills. Pemikiran yang kritis menjadi suatu keterampilan yang harus diasah dan dikembangkan dalampembelajaran abad 21, karena berguna dalam mengkaji dan menyelesaikan permasalahan yangmuncul. Berdasarkan keunggulan yang dimilikinya, model Guided Discovery Learning mampumeningkatkan kemampuan untuk berpikir kritis. Disisi lain, penggunaan media articulate storylinemampu memperjelas informasi atau pesan yang disampaikan, sehingga dapat memperlancarproses pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Guided DiscoveryLearning berbantuan media articulate storyline terhadap kemampuan berpikir kritis bagi siswapada pembelajaran geografi. Desain penelitian menggunakan rancangan Quasi Experimentalwith post-test only group design. Adapun subjek penelitian meliputi siswa kelas X5 dan kelas X6,dengan kelas eksperimen (kelas X5) dan kelas kontrol (kelas X6). Penentuan kelas tersebutdilakukan dengan cara random sampling melalui undian. Hasil penelitian menunjukkan bahwanilai rerata post-test kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dengan perlakuan model Guided Discovery Learning berbantuan media articulate storyline lebih tinggi (86.09)dibandingkan kelas kontrol (79.87). Hasil uji hipotesis dengan independent sample testmemperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0.000 kurang dari 0.05. Hasil tersebut membuktikanbahwa model Guided Discovery Learning berbantuan media articulate storyline berpengaruhterhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Terdapat temuan lain pada penelitian ini, yaitu tahapanstimulus dan pembukt
PROFIL KETERAMPILAN KOMUNIKASI BAHASA INGGRIS PRAMUSAJI CAFE DI DESA WISATA, BALI Pastini, Ni Wayan; Darmayasa, Darmayasa; Tri Lilasari, Luh Nyoman; Gede Oka Geria, Anak Agung
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH COMMUNICATION SKILLS PROFILE OF CAFE WAITRESSES IN TOURIST VILLAGES, BALI The objective of this study was to present the profile of English communication skills among servers in Bali. The research employs the phenomenological method and involves 30 participants working as waiters in restaurants and cafes in the Tourism Village of Ubud and Celuk, Gianyar Regency, Bali. The data collection techniques used in this study are interviews and observations. Interview and observation guides are used to reveal the servers' English communication profiles. The data collected were analysed using data reduction, presentation, and conclusion-drawing techniques. The study findings suggest that servers' English communication skills encompass personal, regulatory, interactional, formative, imaginative, and instrumental functions in various situational contexts. The findings support existing theories, provide insight into research in similar contexts, and inform tourism and hospitality industry policymakers. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap profil kemampuan komunikasi bahasa inggris pramusaji di Bali. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini adalah pramusaji restoran dan cafe yang berada di Desa Wisata Ubud dan Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali sebanyak 6 partisipan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Sementara instrumen yang digunakan untuk mengungkap profil komunikasi bahasa inggris pramusaji adalah panduan wawancara dan observasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa profil kemampuan komunikasi bahasa inggris pramusaji mencakup fungsi personal, regulator, interaksional, formatif, imajinatif, dan instrumental terlihat dalam berbagai konteks situasional. Temuan ini mempertegas teori yang ada sekaligus memberikan wawasan terhadap penelitian dalam konteks serupa serta para pemangku kebijakan di industri pariwisata dan perhotelan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DENGAN INTEGRATED COASTAL ZONE MANAGEMENT (ICZM) DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA PANTAI JOLOSUTRO BERBASIS KONSERVASI UNTUK SDGS Sumarmi, Sumarmi; Putra, Alfyananda Kurnia; Mutia, Tuti; Suprianto, Agung; Arinta, Dicky; Arif, Mohamad; Solicha, Adelia Wardatus; Hakiki, A.Riyan Rahman; Shaheran, Natasya
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EMPOWERING COASTAL COMMUNITIES WITH INTEGRATED COASTAL ZONE MANAGEMENT (ICZM) IN THE DEVELOPMENT OF CONSERVATION-BASED JOLOSUTRO BEACH TOURISM FOR SDGS Blitar Regency has considerable tourism potential, especially related to beach tourism. This is due to the position of Blitar Regency which is adjacent to the ocean in the south, as well as the construction of the Southern Cross Line (JLS). One of the beaches that has considerable potential is Jolosutro Beach. The potential of Jolosutro Beach has not been fully developed due to the absence of a comprehensive and sustainable development plan. This service aims to empower coastal communities through integrated coastal zone management (ICZM) in the context of a conservation-based approach for sustainable tourism development at Jolosutro Beach. The implementation of this service uses a participatory approach. The implementation of the service is carried out in collaboration with coastal communities, who are actively involved in every stage of the process. The process begins with a preliminary stage, where relevant conservation issues are identified and addressed in a way that is conducive to the growth of the tourism sector. The implementation stage will include the transplantation of mangrove seedlings into the Jolosutro Beach environment. The research findings show that the Community Watch Group (Pokmaswas) has the potential to become the main actor of conservation in Jolosutro Beach. This is evidenced by the group's capacity to conserve the beach by promoting sea cypress plants, mangroves, turtle hatching and release, thereby supporting sustainable tourism development. In addition, Pokmaswas already has basic knowledge related to management through Integrated Coastal Zone Management (ICZM), so capacity building has the potential to increase community income sustainably. Kabupaten Blitar memiliki potensi wisata alam yang besar, terutama wisata pantainya. Hal ini disebabkan karena wilayah Kabupaten Blitar berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sebelah selatan, serta adanya pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) untuk mempermudah aksesibilitas ke wilayah pesisir di Kabupaten Blitar bagian selatan. Salah satu pantai yang memilki potensi besar adalah Pantai Jolosutro. Namun, potensi yang dimiliki Pantai Jolosutro tersebut belum dikembangkan secara maksimal. Hal ini disebabkan belum adanya perencanaan pengembangan pariwisata yang menyeluruh dan berkelanjutan di Pantai Jolosutro. Tujuan dari pengabdian ini yaitu Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dengan Integrated Coastal Zone Management (ICZM) Dalam Pengembangan Pariwisata Pantai Jolosutro Berbasis Konservasi untuk SDGs. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif. Masyarakat pesisir dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan pengabdian. Tahapan diawali dari tahapan persiapan dengan mengidentifikasi bersama masyarakat masalah konservasi untuk mendukung pariwisata. Tahapan pelaksanaan melakukan pembimbitan mangrove menggunakan lumpur yang ada di kondang Pantai Jolosutro dengan harapan tingkat hidupnya tinggi. Tahapan evaluasi untuk melihat tingkat keberhasilan dari 500 bibit mangrove dengan lima jenis yang sudah ditanam. Hasil yang diperoleh bahwa Kelompok Pengawas (Pokmaswas) selaku pelaku konservasi Pantai Jolosutro dapat melakukan konservasi pantai dengan memperbanyak tanaman cemara laut, mangrove, penetasan dan pelepasan penyu untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Selain itu perlu terus meningkatkan kemampuan terkait manajemen pengelolaan melalui Integrated Coastal Zone Management (ICZM) yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
MITIGASI LEARNING LOSS PASCA PANDEMI COVID-19 MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERDIFERENSIASI Hibban, Muhammad Arkan; Pramono, Didi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LEARNING LOSS MITIGATION AFTER THE COVID-19 PANDEMICTHROUGH PROJECT-BASED LEARNING DIFFERENTIATION LEARNINGMODEL COVID-19's existence in Indonesia has led to several new issues, particularly in education, oneof which is students' learning loss. This study aims to analyze how teachers mitigate learning lossand identify the impact of implementing project-based learning differentiation learning models.The methodology employed in this study takes a qualitative approach, combining primary datasources from interviews and observations along with secondary data from written sources suchas books and journal articles. As a validity test for this study, source triangulation with narrativedata presentation was used. Changes in learning settings induced by the COVID-19 pandemichave resulted in learning loss in students, thus teachers must act immediately using creativelearning models to reduce it. Students receive advantages from implementing this project-basedlearning differentiation methodology in terms of psychological outcomes. The real impact felt bystudents such as learning more fun, being motivated in class, and feeling comfortable during thelearning process is considered to be able to mitigate the occurrence of learning loss in studentsat SMAN 11 Semarang. Hadirnya COVID-19 di Indonesia membuat munculnya berbagai permasalah baru, tak terkecualipada bidang pendidikan dimana terdapat istilah baru pada siswa yaitu learning loss. Penelitianini bertujuan menganalisis bagaimana guru melakukan mitigasi learning loss dan mengidentifikasidampak implementasi model pembelajaran project based learning berdiferensiasi. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakansumber data wawancara dan observasi sebagai data primer serta dokumentasi, buku, dan artikeljurnal sebagai data sekunder. Uji validitas penelitian ini menggunakan tiranggulasi sumberdengan penyajian data berupa naratif. Perubahan kondisi belajar karena pandemi COVID-19kemarin hingga saat ini menimbulkan terjadinya learning loss pada siswa, hingga guru harusbertindak cepat dengan mengimplementasikan model pembelajaran project based learningberdiferensiasi sebagai cara untuk mitigasi terjadinya learning loss pada siswa. Penggunaanmodel pembelajaran ini menunjukan perubahan psikologi dari siswa. Adanya dampak nyata yangdirasakan oleh siswa seperti belajar lebih menyenangkan, termotivasi dalam pembelajaran dikelas, dan merasa nyaman ketika proses pembelajaran dirasa mampu memitigasi terjadinyalearning loss pada siswa di SMAN 11 Semarang.
REPRODUKSI MITOS DALAM TRADISI MANDI PADA MALAM JUMAT KLIWON DI SITUS BALEKAMBANG Luki Martanti, Nadia; Trisnu Brata, Nugroho
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

REPRODUCTION OF MYTHS IN THE TRADITION OF BATHING ON FRIDAY NIGHT KLIWON AT THE BALEKAMBANG SITE The people of Sidorejo Village believe in the myth of Kliwon Friday night bathing at the Balekambang site. Myths that were previously feared by society are now being rearranged and updated to produce change. The purpose of writing the article is to analyse the process of commodification of the Balekambang Site myth being reproduced for the economic benefit of the community and to analyze the economic-social changes that have occurred in the Sidorejo Village community. The research method used is qualitative. The subjects of this research are the people at the Balekambang Site, Sidorejo Village. Data collection techniques in this research are observation, interviews, and documentation. The results of this research show that the reproduction process of the bathing myth on Kliwon Friday night is carried out by making the myth into a commodity, then distributing it by carrying out construction around the site. When taking a bath, which previously required burning offerings or incense, now you only need to say your wishes in your heart. The changes experienced by the community are related to increasingly diverse livelihoods and positive interactions to attract as many visitors as possible. Masyarakat Desa Sidorejo memiliki kepercayaan pada mitos mandi malam Jumat Kliwon di Situs Balekambang. Mitos yang dahulu ditakuti oleh masyarakat saat ini ditata kembali dan diperbaharui sehingga menghasilkan perubahan. Tujuan dari penulisan artikel untuk menganalisis proses komodifikasi mitos Situs Balekambang direproduksi untuk kepentingan ekonomi masyarakat dan mengalisisis perubahan ekonomi-sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Sidorejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Situs Balekambang, Desa Sidorejo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah obersevasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses reproduksi mitos mandi pada malam Jumat Kliwon dilakukan dengan menjadikan mitos sebagai komoditas, kemudian mendistribukannya dengan melakukan pembangunan di sekitar situs. Pelaksanaan mandi yang semula harus membakar sesaji atau dupa sekarang hanya perlu mengucapkan keinginan dalam hati saja. Adapun perubahan yang dialami masyarakat yaitu berkaitan dengan mata pencaharian yang semakin beragam dan interaksi yang positif untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya.
MODAL SOSIAL PEDAGANG GULAI TIKUNGAN BLOK M SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI KULINER LEGENDARIS KOTA JAKARTA Muzhaffar, Muhammad Naufal; Wijaya, Atika
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SOCIAL CAPITAL OF GULAI TIKUNGAN BLOK M TRADERS AS ANEFFORT TO MAINTAIN THE EXISTENCE OF A LEGENDARY CULINARY INJAKARTA South Jakarta, especially Blok M, is famous for its various culinary delights. One street food centerhas its own characteristics, namely gulai tikungan (gultik). Gultik sellers has a uniqueness wheresellers sell the same type of food (gultik) in the same areas, even next to each other. This culinarystreet is also a legendary place because it has been around since the 1980s and still exists. Thisarticle aims to explain the strength of the social capital of gultik sellers as the effort to maintaintheir existence as a culinary legend in Jakarta. This research uses a qualitative method with adescriptive approach. Data collection techniques used in this research is observation, interviewsand documentation. This study uses a qualitative method. The subjects of this study are the gultikbusiness actors. The results show that gultik sellers maintain social capital with various parties,such as with fellow gultik sellers, the government, and other types of street food sellers. The socialcapital of gultik sellers can be seen from solidarity, colective cash, selling price, recipes, andcooperation between sellers during busy times. Social capital with the government is can be seenin cleaning sidewalks, paying for cleaning service staffs, and donating for local governmentevents. Social capital with other street food sellers can be seen in their mutual cooperation andQRIS payments. Even though it is not easy, gultik sellers have proven that collaboration withvarious parties through trust, norms and networks can be a solid foundation for them to maintainthe continuity of their business. Kawasan Jakarta Selatan, khususnya Blok M terkenal dengan berbagai macam kulinernya.Terdapat salah satu pusat kuliner kaki lima yang memiliki ciri khas tersendiri, yaitu gulai tikungan(gultik). Pedagang gultik memiliki keunikan dimana para pedagang menjual jenis daganganmakanan yang sama (gulai) di area yang berdekatan, bahkan bersebelahan satu sama lain.Kuliner kaki lima ini juga merupakan salah satu tempat yang legendaris karena sudah berdirisejak tahun 1980-an dan masih eksis hingga saat ini. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskankekuatan modal sosial para pedagang gultik dalam upaya mempertahankan eksistensi merekasebagai kuliner legendaris di Kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganpendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancaradan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah para pelaku usaha gultik Blok M. Hasil penelitianmenujukkan bahwa para pedagang gultik menjalin modal sosial yang erat dengan berbagai pihakyaitu dengan sesama pedagang, pemerintah, dan PKL jenis lain. Modal sosial sesama pedagang gultik terlihat dari kekompakan, uang kas, harga jual, resep, dan kerja sama antar pedagang dijam ramai. Modal sosial dengan pemerintah terjalin dalam kerja bakti membersihkan trotorar,uang kebersihan, dan sumbangan konsumsi untuk acara-acara pemerintah setempat. Modalsosial dengan PKL lain ditunjukkan dari sikap saling membantu, dan pembayaran QRIS.Meskipun tidak mudah, namun para pedagang gultik membuktikan bahwa kolaborasi denganberbagai pihak melalui kepercayaan, norma, dan jaringan dapat menjadi tumpuan kokoh bagimereka untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya.
PREDICTION OF SEA LEVEL MEASUREMENT IN PANGPANG BAY FOR SEAPLANE LANDING SEAPLANE LANDING USING ID CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK Setiawan, Ariyono; Islam, Fajar; Efendi, Efendi; Globalisasi, Safitri Era; Hammad, Jehad A.H
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigates the relationship between sea level height and various environmental factors in Pangpang Bay, Indonesia, using Artificial Neural Network (ANN) and Convolutional Neural Network (CNN) modeling techniques. Daily data on sea level height, weather, and oceanography were collected from April 1 to April 15, 2024. An analysis was conducted on the factors affecting sea level height and the evaluation of predictive model performance. The findings reveal historical patterns of sea level height changes influenced by the variability of meteorological and oceanographic conditions. Although ANN and CNN models have varying degrees of accuracy, both show potential in predicting sea level height by considering environmental factors. Recommendations include the development of more advanced predictive models, deeper data observation, integration of multidisciplinary information, continuous environmental monitoring, and stakeholder collaboration. This research is expected to contribute to the understanding and management of environmental risks related to sea level height in Pangpang Bay.
MENGUNGKAP TREN SELF-DIAGNOSIS GEN Z: MOTIF PENGGUNAAN KALKULATOR KESEHATAN MENTAL DI MEDIA SOSIAL Normansyah, Normansyah; Mulyana, Deddy; Mirawati, Ira
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UNCOVERING GEN Z SELF-DIAGNOSIS TRENDS: MOTIVES FOR USING MENTAL HEALTH CALCULATORS ON SOCIAL MEDIAThe awareness of mental health among Gen Z is increasing, thanks to public campaigns and intensive education Information technology, especially the internet and social media, plays a crucial role in raising this awareness A study by the Pew Research Center shows that 81 percent of Gen Z seek health information online Platforms like Instagram, TikTok, and YouTube provide space for mental health professionals and influencers to share knowledge and support, making it easier for Gen Z to access information and assistance. The research used a qualitative method with an phenomenology study of Alfred Suztch with analysis of Phenomenology theory and Symbolic Interaction Theory by George Herbert Mead based on constructivist paradigm. That Gen Z use this calculator for validation and understanding of their conditions, but often without appropriate professional follow-up. These findings emphasize the importance of education and professional support in the use of mental health technology to help Gen Z more effectively and avoid the risk of misinformation. there is a risk of misinformation from using online tools such as mental health calculators that can provide inaccurate diagnoses and cause excessive anxiety. Therefore, it is important to educate Gen Z on the use of these tools and ensure they get adequate professional support to deal with mental health issues effectively.Kesadaran kesehatan mental di kalangan Gen Z mulai meningkat, berkat kampanye publik dan edukasi yang gencar. Teknologi informasi, terutama internet dan media sosial, memainkan peran penting dalam peningkatan kesadaran ini. Studi Pew Research Center menunjukkan 81 persen Gen Z mencari informasi kesehatan di internet. Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube menyediakan ruang bagi profesional kesehatan mental dan influencer untuk berbagi pengetahuan dan dukungan, memudahkan Gen Z mengakses informasi dan bantuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan studi fenomenologi Alfred Suztch dengan analisis teori fenomenologi dan teori interaksional Simbolik George Herbert Mead didasari paradigma konstruktivis. Setelah melakukan penelitian peneliti menemukan hasil yang menunjukkan bahwa Gen Z menggunakan kalkulator ini untuk validasi dan memahami kondisi mereka, namun seringkali tanpa tindak lanjut profesional yang tepat. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi dan dukungan profesional dalam penggunaan teknologi kesehatan mental agar dapat membantu Gen Z secara lebih efektif dan menghindari risiko misinformasi. Ada risiko misinformasi dari penggunaan alat online seperti kalkulator kesehatan mental yang dapat memberikan diagnosis tidak akurat dan menimbulkan kecemasan berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi Gen Z mengenai penggunaan alat-alat ini dan memastikan mereka mendapatkan dukungan profesional yang memadai.