cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpds.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpds.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial
ISSN : -     EISSN : 26552469     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is a journal focused on articles of research and community service in the field of social science (Ideology, Citizenship, Human Geography, History, Social Studies, Sociology, Politics, Education and Humaniora).
Articles 280 Documents
IMPLEMENTASI MACHINE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS OPERASIONAL SERVICE KENDARAAN DENGAN METODE RANDOM FOREST DAN LOGISTIC REGRESSION Mandenni, Ni Made Ika Marini; Wiratama, I Putu Bayu Adhya; Setiawan, Ariyono; Putri, Gusti Agung Ayu; Dana, I Putu Ngurah Krisna
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IMPLEMENTATION OF MACHINE LEARNING TO IMPROVE THE QUALITY OF VEHICLE SERVICE OPERATIONS WITH RANDOM FOREST AND LOGISTIC REGRESSION METHODSVehicle motor repairs (service) are an important aspect for motor vehicle owners to undertake. This activity is carried out by automotive workshops to ensure that the customer's vehicle is in prime condition. To boost sales, some automotive workshops offer various promotional packages to attract customer interest. However, in practice, this is done manually by workshop staff, resulting in suboptimal performance in offer presentations (customer calls). This research aims to build a recommendation system for package deals and offer dates to enhance the quality of customer calls in the operations of automotive workshops using Random Forest and Logistic Regression. The dataset used is operational data from customer calls at one automotive workshop in Bali. The Random Forest model achieves 91 percent accuracy, while Logistic Regression achieves 72 percent accuracy. The system developed can be used to recommend good package deals and offer dates to customers.Perbaikan kendaraan bermotor (service) merupakan hal penting untuk dilakukan bagi pemilik kendaraan bermotor. Kegiatan ini dilakukan oleh bengkel otomotif untuk memastikan kondisi kendaraan customer dalam kondisi prima. Untuk meningkatkan penjualan, beberapa bengkel otomotif menawarkan berbagai paket promo untuk menarik minat customer. Namun dalam pelaksanaannya, hal ini dilakukan secara manual oleh staff bengkel yang mengakibatkan performa penawaran (customer call) kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem rekomendasi paket dan tanggal penawaran untuk meningkatkan kualitas customer call pada operasional bengkel otomotif menggunakan Random Forest dan Logistic Regression. Dataset yang digunakan adalah data operasional customer call salah satu bengkel otomotif di Bali. Model Random Forest mencapai akurasi 91 persen dan Logistic Regression mencapai akurasi 72 persen. Sistem yang dibangun dapat digunakan untuk merekomendasikan paket dan tanggal penawaran yang baik untuk ditawarkan kepada customer.
PENGEMBANGAN E-MODUL TOKOH PEJUANG PROVINSI RIAU BERBASIS ANDROID SEBAGAI SUMBER BELAJAR DIGITAL SEJARAH LOKAL Fikri, Asyrul; Isjoni, Isjoni; Hasibuan, Rizki Ananda; Barkara, Refli Surya
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DEVELOPMENT OF ANDROID-BASED RIAU PROVINCIAL WARRIOR FIGURE E-MODULE AS A DIGITAL LEARNING RESOURCE FOR LOCAL HISTORY. Traditionally, teachers have often developed teaching materials using conventional module approaches. Conventional modules are teaching materials presented in print format, which are frequentlyunappealing and inflexible, leading to a lack of interest from students. Therefore, E-Modules development is highly suitable because they offer numerous benefits, particularly regarding accessibility. This research aims to develop an Android-based E-Module about the heroic figures from Riau Province. The objectives of this design are (1) to create an E-Module that is easily accessible anytime and anywhereand (2) to introduce heroic figures and local history of Riau Province through an Android-based technological approach. This study employs the Research and Development (R&D) method to design and evaluate the effectiveness of the developed product. The development model used is the 4D (Four D) model, which includes Define, Design, Develop, and Disseminate. This research indicatesthat the designed E-Module meets adequacy standards and can be used as a learning media. Additionally, student feedback on the E-Module has been very positive. Selama ini guru sering mengembangkan bahan ajar dengan pendekatan modul konvensional. Modul konvensional adalah bahan ajar yang disampaikan dalam format cetak yang seringkali tidak aktraktif dan tidak fleksibel sehingga membuat siswa tidak tertarik untuk membacanya. Untuk itu, pengembangan E-Modul sangat cocok diterapkan karena memiliki manfaat yang banyak sekali terutama terkait aksesibilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Modul mengenai cerita tokoh pejuang dari Provinsi Riau yang berbasis android. Tujuan dari perancangan ini yaitu untuk (1) menciptakan E-Modul yang mudah diakses kapan saja dan dimana saja serta (2) mengenalkan tokoh pejuang dan sejarah lokal Provinsi Riau dengan pendekatan teknologi berbasis android. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk merancang dan mengevaluasi efektivitas produk yang dirancang. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Four D) yang meliputi define (pendefinisian), design(perancangan), develop(pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa E-Modul yang dirancang memenuhi standar kecukupan dan dapat diterapkan sebagai media pembelajaran. Selain itu, tanggapan siswa terhadap E-Modul tersebut menunjukan reaksi yang sangat positif.
STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA SUKU BUGIS DI DESA KURAU, BANGKA TENGAH Rikhansa, Nadhifa; Sjoraida, Diah Fatma; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AN ETHNOGRAPHIC STUDY OF BUGIS INTERCULTURAL COMMUNICATION IN KURAU VILLAGE, CENTRAL BANGKA Desa Kurau, located in Bangka Tengah Regency, Bangka Belitung Islands Province, has been inhabited by the Bugis community since the 1960s. As the second largest ethnic group after the Malays, the Bugis community coexists with the majority Malay population,adapting their cultural practices accordingly. This study aims to analyze communication patterns between Bugis and Malay communities in Desa Kurau using a qualitative approach through communication ethnography. The research findings indicate that transactional communication dominates interactions in Desa Kurau. This includes transcendent communication in religious rituals, interpersonal communication in marriages, and group communication during communal activities. The communication patterns of Bugis communities in Desa Kurau are heavily influenced by their cultural values and history. Bugis Bone and Wajo communities exhibit communication patterns emphasizing cooperation and equality within their groups, using distinct cultural language and symbols. Meanwhile, communication between Bugis and Bangka Malay communities shows dynamic cultural and linguistic adaptations to maintain harmonious relationships. To enhance harmony and cooperation, it is recommended that local government and educational institutions develop intercultural communication education programs and strengthen community discussion forums involving community leaders from both ethnic groups. Desa Kurau yang terletak di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah dihuni oleh Suku Bugis sejak tahun 1960-an. Sebagai kelompok etnis terbesar kedua setelah Suku Melayu, komunitas Bugis hidup berdampingan dengan mayoritas penduduk Melayu dan menyesuaikan praktik budaya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi antara masyarakat Bugis dan Melayu di Desa Kurau tersebut menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode etnografi komunikasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa komunikasi transaksional mendominasi interaksi di Desa Kurau. Bentuk komunikasi ini meliputi komunikasi transendental dalam ritual keagamaan, komunikasi antarpribadi dalam pernikahan, dan komunikasi kelompok dalam gotong royong. Pola komunikasi masyarakat Bugis di Desa Kurau sangat dipengaruhi oleh nilai budaya dan sejarah mereka. Masyarakat Bugis Bone dan Wajo menunjukkan pola komunikasi yang menekankan kerjasama dan kesetaraan dalam kelompok, menggunakan bahasa dan simbol budaya yang khas. Sementara itu, komunikasi antara masyarakat Bugis dan Melayu Bangka menunjukkan adanya adaptasi budaya dan bahasa yang dinamis untuk mempertahankan hubungan harmonis. Untuk meningkatkan harmoni dan kerjasama, disarankan agar pemerintah daerah dan lembaga pendidikan setempat mengembangkan program pendidikan komunikasi antarbudaya, serta menguatkan forum-forum diskusi komunitas yang melibatkan tokoh masyarakat dari kedua kelompok etnis.
PERANCANGAN MEDIA VIRTUAL REALITY TOUR 3D ISTANA SAYAP DI PELALAWANMENGGUNAKAN APLIKASI THEASYS SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH Bunari, Bunari; Rafianti, Ria; Syahputra, M. Afrillyan Dwi; Ramona, Nadia; Negara, Chandra Perwira
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DESIGNING A 3D VIRTUAL REALITY TOUR OF THE ISTANA SAYAP AT PELALAWAN USING THEASYS APPLICATION AS A DIGITAL HISTORY LEARNING SOURCEOne of the main challenges in history education is the limited use of diverse technology in the learning process, particularly in integrating local historical content. Riau Province has numerous historical artifacts, including the Istana Sayap in Pelalawan Regency, which contains relics from the Pelalawan Sultanate that must be preserved. To address this, a new approach combining IoT (Internet of Things) technology and Virtual Reality (VR) was implemented to present historical content from a different perspective. The objectives of this project were to develop an innovative digital product featuring the historical heritage of the Istana Sayap and design VR media to meet the challenges of digital learning in the era of globalization, particularly in the field of history. User feedback indicated high satisfaction with the media, which successfully produced a VR experience of the Istana Sayap, accessible on both smartphones and laptops.Salah satu tantangan utama dalam pendidikan sejarah adalah terbatasnya penggunaan teknologi yang beragam dalam proses pembelajaran, terutama dalam mengintegrasikan konten sejarah lokal. Provinsi Riau memiliki banyak artefak bersejarah, termasuk Istana Sayap di Kabupaten Pelalawan, yang berisi peninggalan Kesultanan Pelalawan yang harus dilestarikan. Untuk mengatasi hal ini, sebuah pendekatan baru yang menggabungkan teknologi IoT (Internet of Things) dan Virtual Reality (VR) diimplementasikan untuk menyajikan konten sejarah dari sudut pandang yang berbeda. Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengembangkan produk digital inovatif yang menampilkan warisan sejarah Istana Sayap dan merancang media VR untuk menjawab tantangan pembelajaran digital di era globalisasi, khususnya di bidang sejarah. Umpan balik dari pengguna menunjukkan kepuasan yang tinggi terhadap media tersebut, yang berhasil menghasilkan pengalaman VR Istana Sayap yang dapat diakses di smartphone dan laptop.
MENGENAL ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM): PELATIHAN GURU YAYASAN PONDOK PESANTREN FATHUL HIDAYAH LAMONGAN Purwasih, Joan Hesti Gita; Wahananto, Juri
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

(KNOWING THE MINIMUM COMPETENCY ASSESSMENT: TEACHER TRAINING OF THE FATHUL HIDAYAH BOARDING SCHOOL LAMONGAN FOUNDATION) The Minimum Competency Assessment (AKM) is a new policy in the world of education that has not been fully reached by teachers. The AKM questions are centered on measuring literacy and numeracy mastery. Strengthening literacy and numeracy does not only rely on Indonesian and Mathematics subjects. Other subjects also need to provide strengthening of these competencies. Therefore, teachers need to understand concepts, rules, and practices in developing literacy and numeracy-based questions. Experimental research with the type of one group pretest-posttest design was carried out through pretest, socialization, practice, and posttest techniques. As a result, improving the competence of teachers was able to provide optimal results. The results of the pretest showed a value of 48 and increased to 72 on the post. Thus, the results of this experiment can increase considerations for providing strengthening training to teachers in schools. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan kebijakan baru dalam dunia pendidikan yang belum sepenuhnya dipahami oleh guru. Soal AKM berpusat pada pengukuran penguasaan literasi dan numerasi. Penguatan literasi dan numerasi tidak hanya bertumpu pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Mata pelajaran lain juga perlu memberikan penguatan kompetensi tersebut. Oleh karena itu, guru perlu memahami konsep, kaidah, hingga praktik dalam pengembangan soal-soal berbasis literasi dan numerasi. Penelitian eksperimen dengan jenis one group pretest-posttest design dilakukan melalui teknik pretes, sosialisasi, praktik, hingga postes. Hasilnya, penguatan kompetensi guru ternyata mampu memberikan hasil yang optimal. Hasil pretes menunjukkan nilai 48 dan meningkat menjadi 72 pada postes. Dengan demikian, hasil eksperimen ini dapat memberikan penguatan pertimbangan untuk memberikan penguatan pelatihan kepada guru di sekolah.
EDUKASI BAGI ORANG TUA DALAM MEMBIMBING ANAK SAAT PEMBELAJARAN DARING Kurniawan, Novian Candra; Ardiansyah, Johan; Haresa, Mey Lafaiza Sukmaning; Puspitasari, Wahyu Ranna Ayu
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

(EDUCATION FOR PARENTS IN GUIDING CHILDREN WHEN ONLINE LEARNING) The COVID 19 pandemic has caused many changes in various aspects of life, including in education. One of these changes is the shift in the learning process which was initially carried out face-to-face to online-based or known as online. From the perspective of evaluating the learning process, this article aims to review the impact caused by changes in the learning process to parental learning assistance and alternative solutions to resolve the adverse effects that arise. The descriptive qualitative method with data collection techniques is carried out through interviews, observations, and documentation studies. The study results showed that several parents stated that there were many obstacles they faced when guiding their children during online learning, especially those related to assistance in completing assignments. An alternative solution to overcome the challenges faced by parents is the implementation of educational outreach to parents about strategies for assisting the online learning process for students. Thus, changes in the situation are no longer understood as a source of problems but as conditions that will lead the nation to progress. Pandemi COVID 19 menimbulkan banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang pendidikan. Salah satu perubahan tersebut adalah beralihnya proses pembelajaran yang semula dilaksanakan secara tatap muka menjadi berbasis online atau yang dikenal dengan istilah daring. Dari perspektif evaluasi proses pembelajaran, artikel ini bertujuan untuk mengulas dampak yang ditimbulkan oleh perubahan proses pembelajaran kepada pendampingan belajar oleh orang tua serta alternatif solusi untuk menyelesaikan dampak negatif yang muncul. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil kajian menunjukan bahwa beberapa orang tua siswa menyatakan banyak kendala yang dihadapi saat membimbing anak pada saat pembelajaran daring terutama berkaitan dengan pendampingan pengerjaan tugas. Solusi alternatif untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh orang tua adalah dilaksanakannya sosialisasi edukatif kepada orang tua tentang strategi pendampingan proses pembelajaran daring bagi siswa. Dengan demikian, perubahan situasi tidak lagi dipahami sebagai sumber munculnya permasalahan melainkan kondisi yang akan mengantarkan bangsa pada kemajuan.
MEMBANGUN KARAKTER INKLUSIF SEJAK DINI (PENANAMAN SIKAP TOLERANSI TERHADAP PERBEDAAN BAGI SISWA SD) Sigit Fibrianto, Alan; Dwitha Yuniar, Ananda; Wahyu Apriadi, Deny
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BUILDING INCLUSIVE CHARACTER EARLY (CULTURING ATTITUDE OFTOLERANCE TO DIFFERENCES FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Inclusiveness has recently become an exciting topic of study to be discussed. Each local government seeks to design and implement inclusion policies. Discussions about inclusion always link people with disabilities. People with disabilities are discriminated against in their social environment, both in terms of their accessibility to public facilities as well as the negative labels attached to them. Therefore, this inclusive character is essential to be built in the next generation of the nation as early as possible. This research aims to instill an inclusive character early on for students at SD Laboratorium UM by using participatory methods or being directly involved in creating an inclusive learning process. The learning process is very significant in shaping the behavior patterns and character of children. Thus, inclusive education implemented in elementary schools (SD) can form an inclusive character for individuals from an early age. Several factors underlie inclusive education implemented at the elementary level, including: (1) at the individual development stage, SD is a very good level in the process of character building; (2) elementary school age is the most active stage in getting to know the social environment; (3) stage in understanding the role; (4) the experiences and insights they gain will be constructed through strong memories. These four factors underlie the formation of their personality into an inclusive character. Inklusifitas akhir-akhir ini menjadi topik kajian yang menarik untuk dibahas. Setiap pemerintah daerah berupaya merancang dan mengimplementasikan kebijakan inklusi. Pembahasan mengenai inklusi selalu mengaitkan penyandang difabel. Para difabel terdiskriminasi dari lingkungan sosialnya, baik aksesibilitasnya terhadap sarana publik, maupun label negatif yang melekat pada mereka. Maka dari itu, karakter inklusif ini sangat penting untuk dibangun pada generasi penerus bangsa sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan karakter inklusif sejak dini bagi siswa di SD Laboratorium UM dengan menggunakan metode partisipatoris atau terlibat langsung dalam menciptakan proses pembelajaran yang inklusif. Proses pembelajaran sangat signifikan dalam membentuk pola perilaku dan karakter anak. Sehingga, pendidikan inklusif yang diimplementasikan pada Sekolah Dasar (SD) mampu membentuk karakter inklusif bagi individu sejak dini. Ada beberapa faktor yang mendasari pendidikan inklusi diimplementasikan di tingkat SD antara lain: (1) pada tahap perkembangan individu, SD merupakan jenjang yang sangat baik dalam proses pembentukkan karakter; (2) usia jenjang SD adalah tahapan paling aktif dalam mengenal lingkungan sosialnya; (3) tahap dalam memahami peran; (4) pengalaman dan wawasan yang mereka peroleh akan terkonstruk melalui ingatan yang kuat. Keempat faktor itulah yang mendasari pembentukkan kepribadian mereka menjadi karakter yang inklusif.
BATIK REFUGIA SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DAN PENDUKUNG DESA WISATA EDUKASI PERTANIAN JATIREJOYOSO Ratnawati, Nurul; Ruja, I Nyoman; Purnomo, Agus; Bashofi, Ferdinan
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

REFUGIA BATIK AS A PRODUCT OF EXCELLENCE AND A SUPPORTER OF THE JATIREJOYOSO VILLAGE OF AGRICULTURAL EDUCATION AND TOURISMInadequate human resources cause the community to lack independence and self-confidence in managing, running, and developing the “Taman Refugia” agricultural education tourism. The solution to this problem is to develop and train the manufacture of distinctive and superior products that can support tourism activities in the Jatirejoyoso Agricultural Education Tourism Village. The purpose of this development and training activity is to create and create batik that is characteristic of Jatirejoyoso Village, and to train the community to produce the batik. The method of implementing community service in the development and training of the Refugia batik motif is 1) preparation stage, 2) implementation stage, and 3) follow-up stage. The results of the community service activities show that participants can make Refugia batik with assistance. Thus, the results can be used to support the development and facilitation of the Jatirejoyoso agricultural education tourism village.Sumber daya manusia yang tidak memadai menyebabkan masyarakat tidak memiliki kemandirian dan rasa percaya diri dalam mengelola, menjalankan, serta mengembangkan wisata edukasi pertanian “Taman Refugia”. Solusi terhadap permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan pengembangan dan pelatihan pembuatan produk khas dan unggulan yang dapat mendukung kegiatan pariwisata di Desa Wisata Edukasi Pertanian Jatirejoyoso. Adapun tujuan dari kegiatan pengembangan dan pelatihan ini yaitu membuat serta menciptakan batik yang menjadi ciri khas Desa Jatirejoyoso, serta melatih masyarakat untuk memproduksi batik tersebut. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam kegiatan pengembangan dan pelatihan motif batik Refugia yakni: 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan, dan 3) tahap tindak lanjut. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peserta dapat membuat batik Refugia dengan pendampingan. Sehingga, hasilnya dapat digunakan sebagai penunjang pengembangan dan fasilitasi desa wisata edukasi pertanian Jatirejoyoso.
PEMBUATAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROJECT DENGAN HYBRID LEARNING UNTUK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Sumarmi, Sumarmi; Wahyuningtyas, Neni; Putra, Alfyananda Kurnia; Mutia, Tuti; Wijayanto, Bayu
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PROJECT-BASED STUDENTS WORKSHEET TO ENHANCE STUDENTS'PANCASILA PROFILE IN HYBRID LEARNING The COVID-19 pandemic has had a changing impact on various aspects of life. One of them isthe aspect of education which so far tends to be carried out in a conventional classical manner,which must develop towards digitalization. Therefore, this article discusses community servicewith the aim of improving the skills of teachers in schools under the auspices of YPK East Javain making project-based worksheets with hybrid learning to strengthen the profile of Pancasilastudents. The method adopted is empowerment through training and mentoring for teachers inschools under the auspices of YPK East Java with three stages namely preparation,implementation and follow-up. Based on an analytical study, the results of community serviceactivities showed a positive impact on improving the skills of teachers in schools under theauspices of YPK East Java in making project-based worksheets with hybrid learning. Thus,teachers in schools have skills in implementing learning that is able to support strengthening theprofile of Pancasila students. Pandemi COVID-19 memberikan dampak perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Salahsatunya yaitu aspek pendidikan yang selama ini cenderung dilaksanakan secara klasikalkonvensional harus berkembang ke arah digitalisasi. Oleh karena itu, artikel ini membahastentang pengabdian masyarakat dengan tujuan meningkatkan keterampilan guru-guru di sekolahyang ada di bawah naungan YPK Jatim dalam pembuatan LKPD berbasis project dengan hybridlearning untuk penguatan profil pelajar Pancasila. Metode yang ditempuh yaitu pemberdayaanmelalui pelatihan dan pendampingan pada guru-guru di sekolah yang ada di bawah naunganYPK Jatim dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Berdasarkankajian analisis, hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan dampak positif padapeningkatan keterampilan guru di sekolah yang ada dibawah naungan YPK Jatim dalammembuat LKPD berbasis project dengan hybrid learning. Sehingga, guru di sekolah mempunyaiketrampilan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang mampu mendukung penguatanprofil pelajar Pancasila.
STRUKTUR JARINGAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL X DENGAN TAGAR NOVIRALNOJUSTICE Novitasari, Ai; Sumartias, Suwandi; Rizal, Edwin
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NETWORK STRUCTURE OF X SOCIAL MEDIA USERS WITH NOVIRALNOJUSTICE HASHTAGThe hashtag NoViralNoJustice has become a topic of discussion on social media X due to a case that is perceived as being inadequately addressed by the police, which only began to be processed once it went viral. The purpose of this research is to describe the structure and types of networks that exist within discussions on social media X using the hashtag NoViralNoJustice. The social network analysis method is employed in this study through participatory observation on social media X. The results of this research reveal various structures and types of networks formed based on the hashtag NoViralNoJustice. Within this network, there are five main components, each with its own member actors. The actor @asumsico has the highest number of connections, with 121 relationships with other actors. Additionally, there are five actors who serve as bridges between the main network and other networks. The type of network formed is a two-mode type with a wheel communication pattern characterized by asymmetric relationships. This research, through network visualization, demonstrates that several actors can effectively convey messages on social media and can influence public policy. This insight can certainly be used by institutions as a benchmark in social media engagement.Hashtag NoViralNoJustice menjadi perbincangan di sosial media X akibat dari kasus yang dianggap kurang ditanggapi oleh kepolisian dan baru diproses ketika sudah viral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan struktur dan jenis jaringan yang ada dalam diskusi di media sosial X yang menggunakan hashtag NoViralNoJustice. Metode analisis jaringan sosial digunakan dalam penelitian ini dengan melaksanakan observasi secara partisipatif di media sosial X. Hasil penelitian ini menunjukkan berbagai struktur dan jenis jaringan yang terbentuk berdasarkan hashtag NoViralNoJustice. Dalam jaringan ini, ada lima komponen utama, masing-masing dengan anggota komponen mereka sendiri. Aktor @asumsico memiliki jumlah hubungan terbanyak, dengan 121 hubungan dengan aktor lain. Selain itu, ada lima aktor yang berfungsi sebagai penghubung antara jaringan utama dan jaringan lainnya. Tipe jaringan yang terbentuk adalah tipe dua mode dan pola komunikasi roda dengan hubungan asimetris. Penelitian ini, melalui visualisasi jaringan komunikasi, menunjukkan bahwa beberapa aktor dapat melakukan penyampaian pesan yang efektif di media sosial dan dapat membentuk kebijakan publik, hal ini tentunya dapat digunakan institusi sebagai tolak ukur dalam bermedia sosial.