cover
Contact Name
Muhammad Luthfi Hamzah
Contact Email
muhammadluthfihamzah@gmail.com
Phone
+6282386056915
Journal Mail Official
ceej.yrpi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Amanah, Kec. Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
ISSN : 27159868     EISSN : 27159752     DOI : -
CEEJ is a journal for the development and application of science and technology that includes publication of the results of community service activities, models or concepts or their implementation in the context of increasing community participation in development, community empowerment or the implementation of community service. The scope and focus of this journal covers Human development, education and national competitiveness, Poverty alleviation based on local resources, Management of Wisdom and Rural Areas, Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and MSMEs, Development of environmental technology, Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicines, arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony. The CEEJ Journal is published twice a year, every January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,167 Documents
Pengaruh Digital Payment, Inklusi Keuangan, Ketergantungan Impor Barang Dan Kualitas Infrastruktur Logistik Terhadap Inflasi Di Negara Berkembang Theon Reyhan Revireino; Sitti Retno Faridatussalam
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.11717

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh digital payment, inklusi keuangan, ketergantungan impor barang, dan kualitas infrastruktur logistik terhadap inflasi di negara berkembang periode 2019–2023. Inflasi diposisikan sebagai fenomena makroekonomi yang dipengaruhi oleh faktor teknologi keuangan, struktur perdagangan, dan kualitas infrastruktur distribusi. Data sekunder diperoleh dari World Development Indicators (WDI) dan Logistics Performance Index (LPI) yang dipublikasikan oleh World Bank, serta dianalisis menggunakan regresi data panel melalui Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Pemilihan model terbaik dilakukan dengan uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier (LM), yang menetapkan Random Effect Model sebagai model paling sesuai. Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap inflasi (Prob. F = 0,002315), dengan nilai R² sebesar 0,3145 atau 31,45%. Secara parsial, hanya digital payment yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (β = 2,0949; Prob. = 0,037), sementara inklusi keuangan, ketergantungan impor barang, dan kualitas infrastruktur logistik tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekspansi sistem pembayaran digital tanpa disertai regulasi yang memadai berpotensi mendorong tekanan inflasi melalui mekanisme akselerasi konsumsi yang melampaui kapasitas penawaran domestik. Pengendalian inflasi di negara berkembang memerlukan kebijakan moneter yang responsif, penguatan regulasi ekosistem keuangan digital, dan pembangunan kapasitas institusional sebagai fondasi stabilitas harga yang berkelanjutan.
Pengaruh Kompetensi, Penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP), Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pejabat Fungsional Pada Instansi Pemerintah Ivan Deka Fiyanto; Yuni Pratikno; Asep Tapip Yani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.11718

Abstract

Penelitiaan ini membahas pengaruh kompetensi, penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 1 Tahun 2023, dan motivasi terhadap kinerja Pejabat Fungsional pada Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan kompetensi pasca transisi jabatan serta adanya fenomena hambatan karier (career plateau) akibat keterbatasan formasi yang berpotensi menurunkan produktivitas. Metode kuantitatif asosiatif kausal diterapkan melalui pendekatan sensus terhadap seluruh populasi aktif sebanyak 56 responden. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis menggunakan teknik Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Namun, penilaian SKP dan motivasi tidak berpengaruh signifikan secara parsial akibat belum matangnya dialog kinerja serta kejenuhan karir pegawai. Meskipun demikian, pengujian secara simultan membuktikan bahwa kompetensi, penilaian SKP, dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pejabat fungsional dengan kontribusi sebesar 80,3%. Kesimpulannya, sinergi penguatan kemampuan teknis dan pembenahan sistem evaluasi dialogis sangat penting guna menjamin pencapaian target kinerja organisasi secara optimal.
The Effect Of Peanut Extract As A Cow’s Milk Substitute On The Physical And Sensory Quality Of Diplomat Cream Nadia Salma Maharani; Mutiara Dahlia; Efrina Efrina
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11721

Abstract

The increasing demand for plant-based food products has encouraged the development of alternatives to cow's milk in pastry products. This study aimed to analyze the effect of different peanut-to-water ratios in peanut extract on the physical quality and sensory attributes of diplomat cream. An experimental method was applied using three treatment ratios of peanut to water: 1:1, 1:1.5, and 1:2. Physical quality was evaluated through pH and volume consistency tests using ANOVA, while sensory quality was assessed using the Kruskal-Wallis test with 45 semi-trained panelists. Results indicated that peanut extract ratio significantly affected the pH value of diplomat cream (F-count 31.63 > F-table 5.143), with mean pH values of 5.41, 5.39, and 5.28 for the 1:1, 1:1.5, and 1:2 treatments, respectively. Duncan's test showed that the 1:2 treatment differed significantly from the other two treatments. Volume consistency was not significantly affected (F-count 0.29 < F-table 5.143). Sensory evaluation revealed no significant differences in color, consistency, texture, and sweetness among treatments, but significant differences were found in peanut aroma (H-count 7.17 > χ²-table 5.991) and peanut flavor (H-count 13.17 > χ²-table 5.991). The 1:2 treatment produced the most neutral sensory characteristics, closest to the control diplomat cream. Therefore, peanut extract at a 1:2 ratio is recommended as the best formulation to substitute cow's milk in diplomat cream production.
Analisis Yuridis Tugas Pokok Dan Fungsi  Bhabinkamtibmas Polri Dalam Menjaga Ketertiban  Dan Keamanan Masyarakat Febrian Ade Satrya; Ismiyanto Ismiyanto; Firstnandinar Glica Aini
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11722

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara yuridis tugas pokok dan fungsi Bhabinkamtibmas Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum yuridis normatif melalui penelaahan terhadap Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan berbagai peraturan perundang-undangan terkait Bhabinkamtibmas, terutama pada Peraturan Kapolri (Perkab) Nomor 7 Tahun 2021, Keputusan Kapolri Nomor Kep/8/XI/2009, maupun Keputusan Kapolri Nomor Kep/618/VII/2014 tentang Buku Pintar Bhabinkamtibmas telah menjabarkan secara jelas tugas pokok dan fungsi Bhabinkamtibmas. Bhabinkamtibmas memiliki tugas pokok yang meliputi pembinaan, menghimpun informasi dan pendapat, melayani kepentingan masyarakat sebelum ditangani oleh instansi berwenang, membina dan melatih petugas satuan keamanan lingkungan, menyampaikan pesan Kamtibmas, tugas perbantuan dan menggerakkan masyarakat untuk menanggulangi keadaan apabila terjadi bencana alam dan bencana non alam, membantu penanganan perkara, serta deteksi dini Kamtibmas. Fungsi Bhabinkamtibmas tidak hanya terbatas pada aspek penegakan hukum, tetapi juga mencakup fungsi pembinaan masyarakat (community policing). Pelaksanaan tugas dan fungsi Bhabinkamtibmas Polri amat bergantung pada kondisi dan situasi kehidupan masyarakat yang berbeda-beda pada setiap daerah di Indonesia. Tidak mengherankan, Bhabinkamtibmas pada satu daerah memiliki pendekatan program yang berbeda dibandingkan wilayah lain dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Ada beberapa faktor yang menghambat kualitas pelaksanaan program kerja Bhabinkamtibmas, mulai dari sisi sumber daya manusia, jumlah personel Bhabinkamtibmas pada setiap daerah di desa masih sangat terbatas, masih banyak masyarakat yang belum mengenal peran dan fungsi Bhabinkamtibmas. Keterbatasan infrastruktur juga menyulitkan akses bagi personel Bhabinkamtibmas untuk menjangkau desa-desa yang menjadi tanggung jawabnya.
Comparison Of Apple Puree Usage On The Physical Quality And Sensory Quality Of Steamed Sponge Cake Rachel Audina Nur’azzura Putri; Annis Kandriasari; Alvina Fadila Maulida
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11723

Abstract

This study aims to analyze the comparison of apple puree usage on the physical quality and sensory quality of steamed sponge cake. Steamed sponge cake generally uses eggs as a binding, leavening, and texture-forming agent, although local apples containing pectin have the potential to be used as a substitute for part of the eggs. The research method used was an experimental method with three formulations of apple puree usage at 30%, 40%, and 50% of the total egg used. Physical quality testing was carried out on the expansion ability and cracking ability, analyzed using the One-Way Anova Completely Randomized Design (CRD) test followed by Duncan's test. Sensory quality testing was conducted by 45 semi-trained panelists on the aspects of shape, aroma, taste, and texture, analyzed using the Kruskal-Wallis test. The results showed that the highest expansion ability was obtained in the 40% treatment with an average of 136.7%, while the highest cracking ability was obtained in the 50% treatment with an average of 106.31%. The Anova test results showed no significant effect of apple puree usage on expansion ability, but a significant effect on cracking ability. The Kruskal-Wallis test results showed no significant effect of apple puree usage on shape, cinnamon aroma, sweetness, apple taste, and texture, except for apple aroma, which showed a significant effect. Overall, the treatment with 30% apple puree gave the best results in shape, sweetness, and texture, so this formula is recommended for optimizing the utilization of apple puree as a local food ingredient in steamed sponge cake products.
Relationship Of Eating Frequency And Dietary Patterns With BMI Among Culinary Students At Universitas Negeri Jakarta Ambar Maariyah Septianingsih; Rusilanti Rusilanti; Nur Riska
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11724

Abstract

Background: University students’ eating frequency and dietary patterns remain varied and do not fully comply with balanced nutrition guidelines, potentially increasing the risk of nutritional problems. Objective: To analyze the relationship between eating frequency, dietary patterns, and Body Mass Index (BMI) among Culinary students at Universitas negeri Jakarta. Methods: This quantitative correlational study used a cross-sectional design involving 147 students selected through proportionate stratified random sampling. Eating frequency was assessed using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), while dietary patterns were measured using Food Recall. Data were analyzed using Spearman’s rank correlation and ordinal logistic regression. Results: No significant relationship was found between the frequency of energy (p=0.125), protein (p=0.140), and fat intake (p=0.516) and BMI. However, carbohydrate intake frequency was significantly associated with BMI (p=0.004). Dietary patterns of energy (p=0.001), carbohydrate (p=0.036), protein (p=0.001), and fat intake (p=0.026) were significantly associated with BMI. Carbohydrate intake pattern was identified as the strongest determinant, increasing the likelihood of BMI variation by 2.94 times. Conclusion: Carbohydrate intake frequency and dietary patterns of energy, carbohydrate, protein, and fat were significantly associated with BMI. Recommendation: Nutrition education programs on healthy eating frequency and dietary patterns should be strengthened among university students.
The Effect Of Peanuts Aquafaba (Arachis Hypogaea L) On The Sensory And Physical Quality Of Lidah Kucing Cookies Shasa Keishya; Guspri Devi Artanti; Annis Kandriasari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11725

Abstract

This study aimed to investigate the effect of using peanuts aquafaba on the sensory and physical quality of ‘lidah kucing’ cookies. A quantitative experimental design was employed, with three treatment groups varying the ratio of water to peanut aquafaba: 1:2, 1:3 and 1:4. Sensory quality was assessed by semi-trained panellists in terms of colour, scent, crispness, sweetness, peanuts flavour and aftertaste using the Kruskal-Wallis test followed by Tukey’s test, whilst physical quality was analysed using ANOVA with a completely randomised design followed by Duncan’s test. The results of the study showed that peanuts aquafaba had no effect on the colour, scent, crispness, and sweetness of ‘lidah kucing’. However, there was an effect on the peanut flavour and peanut aftertaste, with the 1:2 treatment yielding the highest scores due to the higher concentration of aquafaba. In terms of physical quality, the 1:2 treatment produced the highest baking loss (39.2%) and was deemed the best as it indicated optimal water evaporation, whilst in terms of spreading power, the 1:4 treatment produced the highest spreading power (126.9%); consequently, the 1:2 treatment (68.1%) was assessed as the best treatment due to its low spreading power, resulting in a more stable and firm cake shape during the baking process. Peanuts aquafaba has the potential to serve as a plant-based alternative to egg white in ‘lidah kucing’ cookies, with optimal characteristics varying according to the concentration used.
Pengembangan Media Poster Disertai QR Code Untuk Materi Senam Yoga Pada Mata Kuliah Senam Kecantikan Sherlyka Kurniastiputri; Eti Herawati; Aniesa Puspa Arum
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11736

Abstract

Pada poses pembelajaran, pemilihan media pembelajaran merupakan salah satu yang memiliki peran penting. Berdasarkan analisis kebutuhan kepada mahasiswa, terdapat sebanyak 73,3% mahasiswa merasa bahwa media pembelajaran yang digunakan sebelumnya masih kurang efektif dan bervariatif. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran poster pada praktik senam yoga yang layak sebagai alternatif sumber belajar pada Mata Kuliah Senam Kencantikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development (RnD) dengan model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Namun peneliti membatasi hanya sampai pada tahap Implementation. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan kuisioner untuk penilaian ahli validasi materi dan media, serta uji praktikalitas mahasiswa. Hasil validasi ahli materi mendapat persentase sebesar 80% dengan kategori “layak”. Hasil validasi ahli media mendapatkan persentase sebesar 96% dengan kategori “sangat layak”. Dan hasil validasi praktikalitas one to one mendapat 96,4% dengan kategori “sangat layak”, serta validasi praktikalitas  small group sebesar 93,07% dengan kategori “sangat layak”. Dari hasil yang telah diperoleh, maka poster pembelajaran mendapatkan hasil layak dan sangat layak untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran. Poster pembelajaran ini tidak hanya mempermudah mahasiswa untuk mengakses dimana saja dan kapan saja, tetapi juga dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk belajar secara mandiri.
Profil Karakter Mahasiswa Politeknik Pelayaran Banten Berdasarkan Atribut Soft-Skill Pedoman Pengasuhan BPSDM Perhubungan Mokhammad Zulkarnain; Dedtri Anwar; Renta Novaliana Siahaan; Deny Adi Setyawan
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil karakter taruna Politeknik Pelayaran Banten dan mengidentifikasi tingkat keterampilan intrapersonal, interpersonal, dan organisasional yang dimiliki taruna sesuai indikator soft-skills BPSDM Perhubungan. Karakter taruna merupakan aspek fundamental dalam pembentukan sumber daya manusia pelaut yang unggul, berintegritas, disiplin, dan profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif verifikatif dengan instrumen kuesioner skala Likert 1–5 yang diberikan kepada taruna aktif sebanyak 150 responden. Data dianalisis menggunakan bantuan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil karakter taruna berada pada kategori Tinggi yang hasilnya Sangat Tinggi dengan nilai rata-rata 4.30 dan instrumen karakter terbukti valid serta reliabel (r = 0.557–0.811; α = 0.916). Keterampilan intrapersonal taruna berada pada kategori Tinggi dengan nilai rata-rata 4.21, yang mencakup kompetensi integritas, etos kerja, adaptasi, inisiatif, kreativitas, manajemen waktu, pengambilan keputusan, kemampuan analisis informasi, dan berpikir kritis. Keterampilan interpersonal dan organisasional juga berada pada kategori Tinggi–Sangat Tinggi dengan masing-masing rata-rata 4.18 dan 4.25. Hasil uji regresi linear menunjukkan bahwa ketiga variabel soft-skills intrapersonal (X₁), interpersonal (X₂), dan organisasional (X₃) berpengaruh signifikan terhadap karakter taruna (Y). Uji t menunjukkan bahwa masing-masing variabel memiliki pengaruh signifikan (Sig = 0.000), dengan variabel organisasional sebagai dimensi paling dominan (B = 0.312; t = 5.331). Uji F menghasilkan nilai F = 92.331 (Sig = 0.000) yang berarti seluruh variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap karakter taruna. Koefisien determinasi R² sebesar 0.610 menunjukkan bahwa 61% karakter taruna dijelaskan oleh ketiga dimensi soft-skills tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter taruna Politeknik Pelayaran Banten berada pada tingkat yang sangat baik dan dipengaruhi secara signifikan oleh keterampilan intrapersonal, interpersonal, dan organisasional. Temuan ini menegaskan pentingnya pembinaan soft-skills dalam proses pendidikan vokasi kepelautan untuk menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan kompetitif di dunia maritim.
Profitability, DuPont Framework, and Firm Value: Evidence from Indonesia’s Property and Real Estate Sector Frandy Melvin Walean
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11749

Abstract

This study examines whether profitability and its underlying drivers explain firm value in Indonesia’s property and real estate sector. Profitability is measured using Return on Assets, while Return on Equity is decomposed through the DuPont framework into Net Profit Margin, Total Asset Turnover, and the Equity Multiplier. Firm size, sales growth, and the current ratio are included as control variables. The study uses quantitative panel data from 35 property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2018–2024, resulting in 245 firm-year observations. Data obtained from LSEG Refinitiv were analyzed using panel-data regression in EViews. The Chow and Hausman tests supported the use of the Random Effects Model. The findings show that the explanatory variables do not simultaneously have a significant effect on firm value, as measured by Tobin’s Q, and the model has limited explanatory power. Individually, ROA, net profit margin, firm size, and the current ratio are not significantly associated with firm value. Total Asset Turnover has a negative effect at the 10% significance level, while the Equity Multiplier has a negative effect at the 5% level. Sales growth has a positive effect at the 10% level. These results indicate that the DuPont components convey different valuation signals and that investors in this asset-intensive sector may respond more strongly to financing risk and growth prospects than to aggregate profitability measures. The study contributes to the firm-value literature by applying the DuPont framework to distinguish the operational and financing mechanisms underlying profitability. It also suggests that managers should align asset utilization and financing decisions with sustainable cash-flow and growth outcomes.

Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 5 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 2 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 1 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 6 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 5 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 4 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 3 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 1 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 1 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 1 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 1 (2021): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 2 No. 3 (2021): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 2 No. 2 (2021): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 2 No. 1 (2021): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 1 No. 2 (2020): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 1 No. 1 (2020): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) More Issue