cover
Contact Name
Afif Rahman Riyanda, S.Pd., M.Pd.T
Contact Email
afif.rahman@fkip.unila.ac.id
Phone
+6281377478988
Journal Mail Official
pvti@fkip.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 27159647     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jpvti
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional (JPTIV), or in English: Journal of Education of Information Technology and Vocational, is a scientific publication media for researchers, lecturers, teachers, educational practitioners, and students, related to the issues around information technology, i.e. Networking, Multimedia, Software Engineering, and the issues concerning Information Technology Education including Multimedia development, ICT-based learning, Mobile Learning, Blended Learning, and ICT-Based Vocational Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 216 Documents
Revolusi Desain Sistem Berbasis AI Generatif dalam Transformasi Kreativitas dan Inovasi Teknologi Modern Cuhanazriansyah, Muhammad Rinov; Sutanto, Edy; Ningrum, Karin Setia; Alzubair, Engga Alwi Shihab
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/%x

Abstract

This study aims to descriptively examine the influence of generative Artificial Intelligence (AI) on efficiency and creativity in system design in Indonesia, as well as its implications for the field of Computer Architecture and Organization (CAO). A qualitative descriptive method was employed, using data sources from 16 recent journals and scientific publications discussing the application of generative AI in various fields such as graphic design, product design, digital education, and information systems. The results of the study indicate that the implementation of generative AI has a significant positive impact on design processes and technological learning. On average, time efficiency increased by 56.3%, while creativity improved by 47.8%. This technology not only accelerates production processes and idea exploration but also strengthens collaboration between humans and machines in creating innovative works. In the context of CAO education, generative AI helps students understand computer system concepts through adaptive simulations and interactive visualizations, making learning more dynamic and applicable. However, the study also identifies ethical challenges and copyright issues that require serious attention. Therefore, digital literacy, regulation, and ethical policies are needed to ensure responsible use of AI. Overall, this research concludes that generative AI serves as a key catalyst for transforming design and technological learning in Indonesia, with great potential to enhance efficiency, creativity, and innovation quality in the modern digital era.Kata kunci: Artificial Intelligence, AI Generatif, Desain Sistem,  Efisiensi, Kreativitas, Arsitektur dan Organisasi Komputer
Perancangan Prototipe Aplikasi Keladi sebagai Platform Interaksi Antargenerasi Menggunakan Design Science Research Rizalita, Rafiqa
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jptiv.v7i2.33713

Abstract

Interaksi antargenerasi antara lansia dan generasi muda memiliki potensi besar dalam mendukung transfer pengetahuan, pembelajaran berbasis pengalaman, serta peningkatan kesejahteraan sosial. Namun, hingga saat ini masih terbatas platform digital yang secara khusus dirancang untuk memfasilitasi interaksi tersebut secara inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototIpe aplikasi Keladi, sebuah aplikasi yang menjadi solusi yang memungkinkan lansia berbagi pengetahuan dan pengalaman hidup dengan anak muda. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keterlibatan sosial lansia melalui kegiatan berbagi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Design Science Research (DSR), terdiri dari tiga tahapan utama: (1) Identify Problem, dilakukan wawancara terhadap lansia dan generasi muda untuk mengidentifikasi kebutuhan terhadap aplikasi Keladi; (2) Analysis, hasil wawancara dianalisis untuk menentukan spesifikasi dan fitur yang diperlukan dalam aplikasi; dan (3) Design and Development, yaitu proses pengembangan prototipe aplikasi berdasarkan kebutuhan yang telah diidentifikasi. Hasil penelitian ini berupa prototipe aplikasi Keladi yang siap diuji dan diimplementasikan lebih lanjut untuk meningkatkan produktivitas diri lansia serta memperkuat interaksi antargenerasi.Kata kunci: ▪ Design Science Research ▪ Interaksi Antar Generasi ▪ Pemberdayaan Lansia ▪ Prototipe Aplilasi
Analisis Peran Infrastruktur Digital Publik dalam Mendorong Literasi Digital Siswa di Wilayah Pedesaan: Studi Kasus Desa Pilanggede Amir, Day Ramadhani; Fahmi, M. Amirul; Erwanda, Rendy Priyantama
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/%x

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran infrastruktur digital publik dalam mendorong literasi digital siswa pedesaan melalui studi kasus di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, di tengah kesenjangan digital desa–kota yang memengaruhi akses pendidikan dan keterampilan teknologi. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman sosial-kultural masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas digital publik seperti WiFi balai desa dan jaringan di SDN 1 Pilanggede. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 10 partisipan yang terdiri dari siswa, relawan digital, dan warga desa, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur digital publik berperan strategis dalam memperluas akses belajar, memperkuat literasi digital, dan mendorong kolaborasi sosial komunitas. Enam tema utama yang teridentifikasi mencakup fungsi akses digital sebagai ruang belajar, peran infrastruktur sekolah dan desa, keterlibatan masyarakat dalam dukungan teknis, pemanfaatan untuk aktivitas ekonomi dan edukasi, peran orang tua serta relawan, serta dinamika kendala dan kemandirian belajar digital. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori literasi digital berbasis komunitas di wilayah pedesaan dan menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi ditentukan tidak hanya oleh teknologi, tetapi juga oleh partisipasi sosial dan dukungan kultural, dengan implikasi pada pentingnya penguatan kebijakan infrastruktur digital publik dan pelatihan literasi digital berbasis masyarakat.Kata kunci: ▪ Case study ▪ Digital literacy ▪ Digital village ▪ Public digital infrastructure ▪ Rural education
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Klinik Berbasis Mobile Dengan Metode Design Thinking Untuk Optimalisasi Layanan Kesehatan Alda, Muhamad; Fadillah, Muhammad Rizki; Tirta, M Prahmana; Putri, Masayu Wianda
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jptiv.v7i2.33588

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan menuntut klinik untuk memiliki sistem informasi yang efisien, adaptif, dan berorientasi pada pengguna. Penelitian ini bertujuan merancang Sistem Informasi Manajemen Klinik berbasis Mobile dengan menggunakan metode Design Thinking sebagai pendekatan inovatif untuk mengoptimalkan layanan kesehatan primer. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya tingkat digitalisasi klinik skala kecil dan menengah di Indonesia, di mana lebih dari 60% masih menggunakan pencatatan manual dan belum memiliki integrasi data antarbagian (Kemenkes RI, 2023). Pendekatan Design Thinking yang terdiri dari lima tahapan—empathize, define, ideate, prototype, dan test—diterapkan untuk memahami kebutuhan pengguna secara mendalam dan menghasilkan sistem berbasis mobile yang user-friendly, efisien, serta sesuai dengan kebijakan SATUSEHAT nasional. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi pencatatan data sebesar 38%, penurunan kesalahan input 41%, serta peningkatan kepuasan pengguna hingga 92%. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi Design Thinking pada pengembangan sistem informasi klinik mampu menciptakan solusi digital yang tidak hanya fungsional secara teknis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga mendukung terwujudnya ekosistem Smart Healthcare yang inklusif dan berkelanjutan.Kata kunci: ▪ Design Thinking ▪ Digitalisasi Kesehatan ▪ Mobile Health ▪ Sistem Informasi Klijnik ▪ Smart Healthcare
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Untuk Indentifikasi Jenis Tanaman Menggunakan Citra Daun Gunawan, Heru; Alghifari, Luthfi Adam; Saputra, Aden Asywak; Panggabean, Gempar Galang Al Fallah; Amsury, Fachri; Fahlapi, Riza
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jptiv.v7i2.33675

Abstract

Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan PlantSense AI, sebuah sistem identifikasi tanaman yang memanfaatkan integrasi teknologi Computer Vision (CV) untuk akuisisi citra dan Multimodal Large Language Model (LLM) Google Gemini untuk analisis botani. Tujuannya adalah menyediakan layanan identifikasi yang tidak hanya akurat secara visual tetapi juga kaya informasi, guna mengatasi keterbatasan metode konvensional yang kaku. Sistem dikembangkan menggunakan metode Prototyping dengan bahasa pemrograman Python, antarmuka CustomTkinter, dan pustaka OpenCV yang terintegrasi dengan API Gemini. Berbeda dengan pendekatan klasifikasi standar, sistem ini menyuntikkan data citra ke dalam model generatif untuk menghasilkan analisis ilmiah yang komprehensif secara real-time. Hasil pengujian Black Box memverifikasi tingkat keberhasilan fungsionalitas teknis sebesar 100%. Evaluasi Pengguna (N=8) menunjukkan tingkat kepuasan rata-rata 4,68 (Sangat Setuju), memvalidasi bahwa pendekatan hibrida ini efektif dalam meningkatkan pemahaman pengguna terhadap objek tanaman. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan alat edukasi botani digital yang interaktif, meskipun penerapannya saat ini masih memiliki batasan pada ketergantungan koneksi internet dan sensitivitas terhadap kondisi pencahayaan rendah.Kata kunci: ▪ Kecerdasan Buatan ▪ Klasifikasi Citra ▪ Computer Vision ▪ Gemini ▪ Tanaman
Bibliometric Study of TVET and Industry Synergies in the Digital Era on Global Research Direction and Strategy Rahmatya, Aura Salsabillah; Widodo, Suprih; Elviani, Ulva
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/%x

Abstract

This study aims to assess the direction and strategy of global research related to the synergy between vocational education and training (TVET) and industrial needs in the digital era through a bibliometric approach. The analysis was conducted on 500 scientific documents obtained from the Scopus database using VOSviewer and Biblioshiny software. The analysis showed that keywords such as higher education, vocational education, workplace learning, innovation, employability, and industry 4.0 dominated the scientific discourse, signalling the important role of TVET in building employability skills based on digital industry needs. The thematic visualisation identified four main clusters in the research: (1) education and training, (2) digitalisation and innovation, (3) outcome orientation such as entrepreneurship and employability, and (4) sustainable development and well-being. Geographically, countries such as Germany, Australia, Malaysia, China, Indonesia, South Africa, and Nigeria emerged as major contributors with varied research focuses. Highlighted global strategies include revitalising TVET curricula, strengthening, triple helix collaboration (academic, industry, government), enhancing employability skills through work-based learning approaches, and digitalising learning processes. The findings provide a useful conceptual mapping for stakeholders in developing adaptive, collaborative, and sustainable vocational education policies and practies in the digital era.