cover
Contact Name
Sri Haryanto
Contact Email
manarulquran@unsiq.ac.id
Phone
+62286-321873
Journal Mail Official
manarulquran@unsiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalibeber Km. 03 Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam
ISSN : 14127075     EISSN : 26154811     DOI : https://doi.org/10.32699/mq
Core Subject : Religion,
Manarul Quran adalah terbitan berkala ilmiah dengan nomor ISSN 1412-7075 (print), 2615-4811 (online) yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo, jurnal ini terbit sejak tahun 2001. Manarul Quran merupakan wahana desiminasi hasil riset dan kajian studi islam dengan fokus pada kajian dan hasil riset tentang Islamic Culture, Islamic Studies, Gender Studies. Al-Quran Studies, Islam and Science Integration, dan Al-Quran and Science Integration.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 129 Documents
Revolusi Digital dalam Studi Al-Qur’an: Menggali Wawasan Baru dengan Artificial Intelligence (AI) Putra, Deden Juansa
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.8001

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) dan teknologi digital dalam mengubah metode dan pendekatan studi Al-Qur'an di era modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, penelitian ini mengkaji penerapan AI dalam pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing, NLP), analisis big data, serta pembelajaran mesin dalam konteks tafsir Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam analisis teks, memahami korelasi antar ayat, serta menawarkan tafsir yang lebih kontekstual. Selain itu, AI berpotensi memfasilitasi keterlibatan publik yang lebih luas dalam studi Al-Qur'an melalui akses digital yang lebih mudah dan alat analisis yang canggih. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan etis dan teologis dalam penggunaan AI, terutama terkait dengan validitas penafsiran yang dihasilkan oleh mesin serta potensi pengurangan otoritas ulama dalam proses penafsiran teks suci. Oleh karena itu, penerapan AI dalam studi Al-Qur'an harus dilakukan secara bijak, dengan memperhatikan kaidah keilmuan dan nilai-nilai etika dalam kajian Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi digital dan AI memiliki potensi besar dalam memajukan studi Al-Qur'an di masa depan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan pelestarian tradisi tafsir yang autentik. Perkembangan teknologi di bidang keislaman akan terus memainkan peran penting, memperkaya wawasan dan pemahaman umat Muslim terhadap Al-Qur'an di era digital yang semakin berkembang.
SAHABAT NABI DALAM PANDANGAN TAFSIR AL-QUMMI Pratomo, Hilmy
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.8070

Abstract

ABSTRACT The background of this research is based on the importance of understanding the interpretation of the Prophet's friend in tafsir literature to enrich insight into the development of tafsirs in Islamic tradition, especially in the Shia context. The most famous of the Shiites is Abu al-Hasan Ali bin Ibrahim al-Qummi. This study aims to examine the views of Prophet Muhammad's friend in Tafsir al-Qummi. The research methods used are qualitative methods with a descriptive-analytic approach. Data was collected through library studies of Tafsir al-Qummi's texts as well as other relevant supporting literature. The analysis is done by identifying and categorizing the verses of the Qur'an that represent the views presented by al-Qummi about the Prophet Muhammad. The results of the research show that the Tafsir al-Kummi gives a specific and sometimes controversial view of some Prophet Mohammed friends. Al-Qommi often quotes the hadiths of the Shia priests, especially his own father to support his interpretation. Some friends were praised for their loyalty and contributions to Islam, while others were criticized for acts or views that were considered to deviate from the teachings of the Prophet. The conclusion of this study is that al-Qummi's interpretation reflects a typical theological perspective of the Shiite tradition on Prophet Muhammad's friend. This research has made an important contribution to understanding the dynamics of Prophet's friends' interpretation in Tafsir literature and highlights the differences between Shiite and Sunni interpretations. These findings are expected to be a reference for further research in the field of interpretation. Keywords: Companions of the Prophet, Syiah and Tafsir al-Qummi ABSTRAK Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami interpretasi sahabat Nabi dalam literatur tafsir untuk memperkaya wawasan tentang perkembangan tafsir dalam tradisi Islam, khususnya dalam konteks Syiah. Kitab tafsir yang masyhur di kalangan Syiah adalah Tafsir al-Qummi karya Abu al-Hasan Ali bin Ibrahim al-Qummi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan terhadap sahabat Nabi Muhammad dalam Tafsir al-Qummi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap teks Tafsir al-Qummi serta literatur pendukung lainnya yang relevan. Analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengkategorikan ayat al-Qur’an yang merepresentasikan pandangan-pandangan yang disampaikan oleh al-Qummi mengenai sahabat Nabi Muhammad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Qummi memberikan pandangan yang spesifik dan terkadang kontroversial mengenai beberapa sahabat Nabi Muhammad. Al-Qummi sering mengutip hadis-hadis dari para Imam Syiah, terutama ayahnya sendiri untuk mendukung interpretasinya. Beberapa sahabat dipuji karena kesetiaan dan kontribusinya terhadap Islam, sementara yang lain dikritik karena tindakan atau pandangan yang dianggap menyimpang dari ajaran Nabi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa tafsir al-Qummi mencerminkan perspektif teologis yang khas dari tradisi Syiah terhadap sahabat Nabi Muhammad. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika interpretasi sahabat Nabi dalam literatur tafsir dan menyoroti perbedaan pandangan antara tafsir Syiah dan Sunni. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang studi tafsir. Kata Kunci: Sahabat Nabi, Syiah dan Tafsir al-Qummi
Tipologi Masyarakat Islam dalam Menghadapi Tantangan Global (Telaah terhadap Fenomena Umat Menjelang Pemilu 2004) Sukawi, Z
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 3 No 3 (2004): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan berbagai kecenderungan baru yang terjadi sebagaimana dimaklumi bahwa dari kondisi dunia yang semakin tak menentu dalam fase pluralisme, inklusifisme yang berbasis premordialisme ini ditandai dengan munculnya gerakan demokratisasi, liberalisasi, otonomisasi, desentralisasi, dekonsentrasi. Dalam menghadapi masalah yang sedemikian parah ini diperlukan penanganan secara serius agar tidak mengancam sendi-sendi kehidupan dan punahnya kebudayaan, peradaban serta kelestarian umat manusia. Sehingga dengan demikian muncul berbagai tawaran seperti pluralisme, inklusivisme, spiritualisme, universalisme, humanisme dan holitisisme.
TRANSFORMASI RELASI KYAI DAN SANTRI DALAM TRADISI PESANTREN ROHANI, ROHANI
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.8208

Abstract

Abtract: The pesantren is a traditional Islamic educational institution that has played a significant role in preserving Islamic values and Indonesian culture. In the pesantren tradition, the kyai not only serves as a teacher but also as a guide who instills life values. This study focuses on Pondok Pesantren Al-Iman Bulus Purworejo and aims to describe and analyze the factors influencing the transformation of the relationship between the kyai and santri in this pesantren. The approach used is qualitative-descriptive with a case study, involving interviews, observations, and documentation from various relevant parties. The findings of the study indicate that the transformation of this relationship is influenced by several key factors, such as access to technology, social and cultural changes, economic challenges, and the impact of globalization. As a result, the relationship between the kyai and santri has evolved into a more participatory, egalitarian, and dialogue-based one. The kyai is no longer seen as a sole authority, but more as a facilitator in an open and inclusive learning process. This study also affirms that Pondok Pesantren Al-Iman has been able to adapt to the changing times, maintaining the relevance of Islamic education in the modern era. Abstrak: Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang telah berperan penting dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman dan budaya Indonesia. Dalam tradisi pesantren, kyai berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang menanamkan nilai-nilai kehidupan. Studi ini fokus pada Pondok Pesantren Al-Iman Bulus Purworejo, dan bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi relasi antara kyai dan santri di pesantren ini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan studi kasus, yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai pihak terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi hubungan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti akses terhadap teknologi, perubahan sosial dan budaya, tantangan ekonomi, dan pengaruh globalisasi. Akibatnya, relasi antara kyai dan santri berkembang menjadi lebih partisipatif, egaliter, dan berbasis dialog. Kyai tidak lagi hanya dipandang sebagai otoritas tunggal, tetapi lebih sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran yang terbuka dan inklusif. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pesantren Al-Iman mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, menjaga relevansi pendidikan Islam di era modern. Kata Kunci: Pesantren, relasi kyai dan santri, transformasi, interaksionisme simbolik, pendidikan Islam.
PERDEBATAN DI MEDIA SOSIAL:ANALISIS INTERPRETASI QS. ALI IMRAN (3): 65-66 PERSPEKTIF AL-QURTHUBI Izzulhaq, Izzulhaq; Bakar, Abu
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 25 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/6feyj434

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai fenomena perdebatan yang terjadi dalam interaksi media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan sumber data yang digunakan dari kajian pustaka. Penelitian ini membahas penafsiran QS. Ali Imran (3): 65-66 dalam kitab al-Jami’ Li Ahkam al-Qur’an karya Muhammad ibn Ahmad al-Qurthubi. Analisis penafsiran ayat dari al-Qurthubi. Kontekstualisasi penafsiran dilakukan melalui telaah perspektif maqasid al-syari’ah. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa perdebatan di media sosial yang tidak disertai dengan data objektif tidak dapat dibenarkan karena banyaknya potensi mafsadat.
EVALUASI PEMBERDAYAAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH DI INDONESIA DALAM TINJAUAN TAFSIR MUAMALAH Azizah, Nisa Sri Nur; Yuniartin, Titin
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 25 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/3cb4ej97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penghimpunan dan penyaluran dana Zakat Infak Sedekah (ZIS) dan bagaimana pengelolaan dana ZIS guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial. Sesuai dengan tujuannya ZIS memiliki peran penting dan merupakan sebuah amanat dari masyarakat yang harus dikelola dengan baik sehingga bisa memberdayakan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dan pengumpulan data menggunakan teknik literature review dengan data sekunder dari penelitian sebelumnya serta sumber lain yang tersedia. Apabila ZIS di Indonesia dikelola dengan baik dan melalui pemahaman mendalam mengenai tafsir hadits muamalah tentang ZIS maka pemerataan pembangunan bisa tercapai sehingga mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Namun, akibat pengelolaan Dana ZIS di Indonesia yang masih belum sempurna, masih banyak masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman dan penerapan ZIS dalam bermuamalah.
KONSEP HAK KEPEMILIKAN HARTA MENURUT AL-QUR’AN: SUATU PENDEKATAN FILOSOFIS Daud, Ilyas
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 25 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/taax0k30

Abstract

Tulisan ini bertujuan menjelaskan konsep kepemilikan harta menurut al-Qur’an dengan menelaah dasar-dasar teologis dan filosofis yang melandasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan pendekatan filosofis dan tafsir tematik (maudhu‘i). Sumber data primer diperoleh dari al-Qur’an dan kitab tafsir klasik maupun modern, sedangkan sumber sekunder berasal dari literatur-literatur pendukung yang membahas konsep kepemilikan harta dalam Islam. Analisis dilakukan melalui pendekatan filosofis yang menelaah hakikat dan nilai teologis kepemilikan, disertai langkah tafsir tematik dengan cara menghimpun, mengelompokkan, dan menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an tentang kepemilikan secara sistematis untuk menemukan prinsip dasarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan harta menurut al-Qur’an berakar pada aspek teologis (akidah), yaitu keyakinan bahwa seluruh harta adalah milik Allah SWT dan manusia hanyalah khalifah yang bertugas mengelolanya secara adil. Konsep ini membentuk kerangka moderat antara sistem ekonomi kapitalis dan sosialis: al-Qur’an mengakui hak milik individu namun membatasinya dengan tanggung jawab sosial melalui mekanisme distribusi seperti zakat, wakaf, dan hibah. Keluaran praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep kepemilikan Qur’ani dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan ekonomi berbasis keadilan sosial dan distribusi kekayaan berkelanjutan dalam masyarakat modern.
GURU IDEAL PERSPEKTIF AL-QUR’AN MENURUT AL-MISBAH DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN SOCIETY 5.0 Alfaqih, M Habil; Fitriyani, Maulida; Halimah, Zahratun; Rohman, Taufikur
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 25 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/psg1vn58

Abstract

Kajian ini membahas kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pendidik di era society 5.0, di mana guru tidak hanya dituntut untuk menguasai teknologi tetapi juga menjunjung tinggi integritas moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep guru ideal dari perspektif Al-Qur'an melalui kajian Surah al-Kahfi (65–70) dan Surah an-Najm (1–10) sebagaimana ditafsirkan dalam Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, dan mengkaji relevansinya dengan pendidikan modern. Menggunakan metode riset kepustakaan dengan pendekatan kualitatif analitis, kajian ini menggunakan teknik sintesis tematik yang terdiri dari tiga tahap: pengodean awal tafsir dan literatur pendidikan, pengelompokan tematik konsep-konsep inti seperti karakter guru, nilai-nilai Al-Qur'an, dan kompetensi abad ke-21, serta integrasi temuan untuk membangun kerangka konseptual guru ideal dalam pendidikan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Misbah menekankan tiga dimensi esensial guru ideal: pengetahuan mendalam yang berakar pada wahyu ilahi, integritas moral dan kesabaran dalam mengajar, serta kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan realitas sosial. Prinsip-prinsip ini memberikan landasan filosofis untuk membangun model pendidikan humanis di era society 5.0, di mana teknologi berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan pembelajaran, alih-alih tujuan itu sendiri. Penelitian ini berkontribusi secara praktis dengan menawarkan kerangka kerja pendidikan Islam yang menggabungkan literasi spiritual dan digital. Model yang diusulkan mendorong program pelatihan guru yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dengan kompetensi teknologi, sehingga menghasilkan pendidik yang tidak hanya terampil dan adaptif tetapi juga beretika dan welas asih dalam membimbing siswa menghadapi tantangan era digital.
ISTILAH SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH DALAM PERNIKAHAN (TELAAH ATAS PEMIKIRAN HAMKA) Assegaf, Muhammad Afif; Azkiyah, Ulfa Mina
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 25 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/xnqq2b95

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaplikasian pemikiran Buya Hamka tentang Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah (SAMAWA) serta relevansinya terhadap tantangan keluarga Muslim di era modern, dengan melihat pernikahan tidak hanya sebagai pelaksanaan ajaran agama, tetapi juga sebagai sarana membangun keluarga yang stabil, bahagia, dan sejahtera. Realitas konflik rumah tangga mendorong perlunya pemahaman nilai keagamaan yang lebih progresif, sehingga penelitian ini memfokuskan kajian pada aspek emosional, psikologis, dan moral dari konsep SAMAWA menurut Hamka. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dengan pendekatan deskriptif melalui penelusuran karya primer Buya Hamka, terutama Tafsir al-Azhar, serta literatur pendukung lainnya menggunakan kata kunci “Sakinah Mawaddah Rahmah,” “Hamka,” dan “tafsir keluarga” melalui Google Scholar dan perpustakaan digital, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sakinah merupakan ketenangan batin sebagai dasar bertemunya pasangan suami istri, yang berkembang menjadi mawaddah melalui tindakan nyata seperti menjaga kebersihan, bersolek, berperilaku lembut, dan saling menghormati, sedangkan rahmah muncul sebagai tahap kedewasaan hubungan berupa kasih sayang yang stabil dan penuh toleransi. Temuan ini menegaskan bahwa pemikiran Hamka tentang SAMAWA memiliki relevansi kuat untuk memperkuat ketahanan keluarga Muslim dalam menghadapi tantangan kontemporer seperti perceraian dini, disharmoni, dan melemahnya fungsi keluarga.

Page 13 of 13 | Total Record : 129