cover
Contact Name
Debby Budi Susanti
Contact Email
-
Phone
+6281334723404
Journal Mail Official
jurnal_pawon@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Malang, Jl. Bendungan Sigura-gura No. 2 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pawon: Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 25977636     DOI : https://doi.org/10.36040/pawon
Karya ilmiah sebagai wacana ilmu pengetahuan dan teknologi bidang arsitektur semakin beragam dengan pemaparan dari pelbagai sisi. Apapun bentuknya, ini adalah suatu pemahaman aspek dunia arsitektur yang semakin kompleks dan berkembang sesuai dengan tuntutan globalisasi. Jurnal Pawon akan selalu hadir secara berkala dalam upaya menambah wawasan ilmu arsitektur.
Articles 170 Documents
KAJIAN SUSTAINABILITY PADA PERENCANAAN PERUMAHAN DINAS PUSPIPTEK DI TANGERANG SELATAN Sasmita, Kapindro Hari; Cahyani, Karunia Mita Sekar
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.9516

Abstract

Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) di Tangerang Selatan, terus mengalami perkembangan yang mana turut serta memancing urbanisasi. Perumahan dinas Puspiptek adalah fasilitas yang disediakan pemerintah untuk mengakomodasi para PNS yang bekerja di sana. Jika dilihat dari sudut pandang Sustainability, pada perumahan yang seluas 200 hektar ini terlihat adanya ketidakseimbangan antara pemenuhan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi yang nampak dari minimnya pemanfaatan lahan-lahan hijau yang masih luas, sehingga kurang memberikan sumbangsih untuk kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa status keberlanjutan pada perencanaan perumahan dinas tersebut yang memunculkan permasalahan dan juga manfaat bagi masyarakat setempat dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, serta dengan menerapkan indikator tiga pilar Sustainability, yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan, yang dikembangkan menjadi banyak aspek. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kawasan perumahan dinas Puspiptek, Tangerang Selatan, memiliki status keberlanjutan yang baik dalam aspek kelayakan sistem kesehatan; kelayakan pekerjaan; kekompakan sosial; pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan; dan pemeliharaan keberagaman hayati, sementara itu memiliki status keberlanjutan yang kurang dalam aspek menghargai HAM; kelayakan produksi, distribusi dan konsumsi; dan pertumbuhan ekonomi.
EVALUASI KENYAMANAN TERMAL KANTIN KAMPUS SEMI TERBUKA Ardianti Sabtalistia, Yunita
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.9907

Abstract

Ruangan yang menggunakan sistem penghawaan alami cenderung mengalami peningkatan temperatur udara dan Relative Humidity (RH) pada saat hari semakin siang. Tingginya temperatur dan RH tersebut yang menjadi penyebab seringnya ruangan yang menggunakan penghawaaan alami menjadi kurang nyaman. Kantin Universitas Tarumanagara (Untar) mempunyai sistem penghawaan campuran, yaitu sistem penghawaan alami berupa bukaan dan penghawaan buatan berupa kipas angin plafon. Penelitian ini bermaksud melakukan pengujian kenyamanan termal di kantin Untar. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data obyektif diambil dari hasil pengukuran hygro-thermometer dan anemometer. Berdasarkan hasil pengukuran dengan alat ukur tersebut diperoleh area di kantin tidak masuk dalam zona nyaman karena mempunyai nilai temperatur udara rata-rata 32,1◦C dan nilai Relative Humidity rata-rata 64,5%. Pengurangan penggunaan kipas angin plafon dengan cara menempatkannya di area sirkulasi saja serta menambah bukaan pada sisi selatan agar terjadi penghawaan udara silang direkomendasikan untuk meningkatkan kenyamanan termal di kantin Untar.
KONFIGURASI BANGUNAN HUNIAN RUMAH ADAT DESA WISATA OSING, BANYUWANGI Risla, Nauval; Antariksa Sudikno; Damayanti Asikin
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.10057

Abstract

Desa Wisata Osing telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sebagai cagar budaya serta mengembangkannya menjadi sebuah desa wisata. Desa Wisata ini sudah berdiri sejak diresmikan sebagai cagar budaya oleh Pemkab ini mempunyai area khusus yang hanya terdapat beberapa rumah yang sudah berdiri sejak tahun 1960an dan masih bertahan sampai sekarang. Studi ini mengkaji tentang bentuk visual pada arsitektur vernakular pada Desa Wisata Osing Kemiren, Banyuwangi. Desa Wisata Osing Kemiren dipilih menjadi lokasi penelitian berdasarkan keunikan bentuk arsitekturnya yang menarik untuk dieksplorasi. Tujuan kajian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang bentuk visual arsitektur dari rumah adat Osing yang terletak pada Desa Wisata yang masih mempertahankan rumah adat sejak tahun 1960an. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan melakukan proses pengambilan data dilakukan berdasarkan hasil studi observasi sebagai data primer dan studi literatur sebagai data. Hasil observasi tersebut kemudian di analisis secara kualitatif dan dideskripsikan dengan menyajikan tabel observasi dari beberapa objek rumah yang terpilih dengan berlandaskan beberapa faktor penelitian untuk mendapatkan bentuk visual pada arsitekturnya. Hasil studi ini akan menjabarkan data hasil observasi secara bentuk visual dari arsitektur rumah adat Osing di Desa Wisata Osing, Kemiren
TIPOLOGI PENERAPAN KONSEP KAWASAN BERBASIS TRANSIT DI 11 STASIUN KOTA KECIL JALUR SELATAN PULAU JAWA Priambodo, Danang; Muhammad Sani Roychansyah
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.10120

Abstract

The transportation system in Indonesia, particularly railways, is developing quite well. Trains have become the preferred mode of long-distance travel due to their efficiency and affordability. The improvement in transportation systems has influenced railway stations to become hubs of movement and catalysts for urban development in their vicinity. In Indonesia, the concept of Transit-Oriented Development (TOD) is being implemented in several major cities along railway lines, and there are plans to extend it to small towns with stations along the southern route of Java Island. This initiative marks the beginning of regional development, especially around these stations. This research combines qualitative and quantitative methods to analyze the characteristics of stations in small towns along the southern route of Java Island and assess the application of the 5D attributes of TOD concept. The analysis results indicate that the TOD area development concept at 11 small-town stations along the southern route of Java Island still requires adjustments. The application of 5D TOD attributes in these suburban areas is still low, particularly concerning pedestrian walkway design, transit access, and influential station locations. For example, despite needing improvement, Ciamis Station has better transportation access and transit points due to its proximity to Bandung City.
RESORT KESEHATAN TERPADU, MENGHADIRKAN KESEHATAN HOLISTIK MELALUI ARSITEKTUR BIOMIMIKRI wahyono, Jarot; Putra, Reyhansyah Felo; Harjanto, Suryo Tri
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.11218

Abstract

Resort kesehatan adalah penginapan yang didesain untuk menyediakan penyembuhan holistik bagi masyarakat umum. Terletak di Songgoriti, Kota Batu, Jawa Timur, resort ini berada di dataran tinggi dan menawarkan keindahan alam sebagai daya tarik utamanya. Fasilitasnya mencakup area relaksasi, meditasi, rekreasi, dan penginapan. Dalam perancangannya, digunakan metode concept-based yang berfokus pada desain bangunan. Pendekatan arsitektur yang diterapkan pada Resort Kesehatan Holistik ini adalah Arsitektur Biomimikri. Biomimikri digunakan sebagai dasar untuk menciptakan lingkungan restoratif yang membantu pemulihan kesehatan para pengunjung. Alam menjadi elemen kunci dalam desain bangunan ini. Tema ekosistem laut juga diadopsi sebagai inspirasi oleh biomimikri, sehingga bangunan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memenuhi kebutuhan restorasi melalui simulasi ekosistem laut. Dengan demikian, diharapkan fasilitas resort kesehatan ini dapat menjadi tempat bagi masyarakat umum dan individu yang mengalami tekanan mental untuk mengurangi beban psikologis dan fisik melalui lingkungan yang mendukung kesehatan holistik.
PENAFSIRAN TRAGEDI PADA RANCANGAN MUSEUM TRAGEDI KANJURUHAN MELALUI ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI PARADIGMA DANIEL LIBERSKIND Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari; Renaldy Putera Liano; Gaguk Sukowiyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.11316

Abstract

Manusia yang menciptakan sebuah tempat tinggal tanpa ada citra atau esensi, apakah sama seperti Binatang yang dapat membuat sarang untuk tempat berlindung. Arsitektur merupakan seni dalam merancang dan membangun struktur bangunan. Kata arsitektur sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu "archee" dan "tectoon." "archee" berarti yang utama, asli, sementara "tectoon" berarti stabil, tidak roboh, atau kokoh. Arsitektur bukan hanya membangun tetapi menciptakan serta menjawab suatu permasalahan. Tragedi merupakan kata dengan konotasi yang negatif, apakah seorang arsitek dapat mentermahkan sebuah tragedi menjadi ide yang orisinil dan hasil yang kokoh sebagai rancangan bangunan. Paradigma Daniel Liberskind akan menjadi acuan untuk mendapatkan kriteria rancangan dari Museum Tragedi Kanjuruhan, menterjemahkan sebuah tragedi menampung memori dari korban tragedi serta bagaimana arsitektur berempati pada Tragedi Kanjuruhan, dengan metode berbasis konsep dari Philip D. Plowright yang akan mereduksi sumber menuju lingkup arsitektur. Pada rancangan berbasis penelitian ini semoga memberikan warna, watak dan paradigma baru pada pengembangan arsitektur yang ada di Indonesia serta menjadi pandangan baru dalam merespon sebuah tragedi.
PERILAKU KONSUMSI AIR UNTUK KONSERVASI PADA RUMAH TINGGAL BERKONSEP RAMAH LINGKUNGAN Wijayaningtyas, Maranatha; Nursanti, Ellysa; Istiqoma, Maria; Abraham Lomi; Nusa Sebayang
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.11714

Abstract

Krisis lingkungan dan energi adalah masalah global yang saling terkait, mempengaruhi banyak aspek kehidupan, dan diperburuk oleh pertumbuhan populasi yang pesat. Untuk mengatasi tantangan ini, pengoptimalan penggunaan energi dan sumber daya air menjadi prioritas penting dalam pembangunan berkelanjutan. Konsep green building, termasuk sistem penilaian Greenship di Indonesia, muncul sebagai solusi efektif untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui efisiensi energi, konservasi air, dan penggunaan material berkelanjutan. Fokus utama green building pada pengelolaan air menjadi krusial mengingat meningkatnya kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perilaku penghuni terhadap konsumsi air dan meningkatkan efisiensi penggunaan air di rumah tinggal. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan survei terhadap 77 responden di kawasan perumahan Malang dan Surabaya. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden menggunakan air PDAM karena kualitas yang lebih baik dibandingkan air sumur yang sering tercemar. Partisipasi masyarakat dalam konservasi air tinggi, dengan 77% responden mendukung teknologi hemat air seperti aerator dan pengumpulan air hujan. Meskipun terdapat kekhawatiran terhadap biaya perawatan, responden menyadari manfaat jangka panjang dalam menjaga kelestarian sumber daya air dan kualitas hidup. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman perilaku penghuni dalam perancangan intervensi konservasi air yang berkelanjutan.
OPTIMASI EAHE SEBAGAI UPAYA PENDINGIN RUANG SIANG HARI DI SURABAYA Juniwati, Anik; Santoso Mintorogo, Danny; Anggraini Handoyo, Ekadewi
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.12533

Abstract

ABSTRAK Tinggal dan beraktifitas dalam lingkungan bersuhu tinggi di iklim tropis lembab meningkatkan risiko dehidrasi, menurunkan konsentrasi, kelelahan, menimbulkan masalah kesehatan dan menurunkan produktivitas. Upaya pendinginan pasif dengan ventilasi alami sering kali tidak efektif karena suhu tinggi, kelembaban, radiasi matahari, serta kecepatan angin yang tidak mendukung. Sedang meningkatkan kecepatan angin akan mengganggu aktifitas. Salah satu solusi untuk pendinginan adalah dengan memindahkan panas udara ke tanah, atau dikenal sebagai Earth-to-Air Heat Exchanger (EAHE). Penelitian ini merupakan eksperimental studi lanjutan untuk mendapatkan optimasi model EAHE di siang hari di Surabaya. Hasilnya menunjukkan bahwa EAHE efektif menurunkan suhu ruang hingga 2ºC. Angka ini cukup signifikan untuk dipakai sebagai pendinginan ruang. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan kebutuhan udara dingin yang proporsional dengan volume ruang. Kata kunci: Kenyamanan Termal, Ventilasi, Pendinginan Udara, EAHE ABSTRACT People living and working in high-temperature environments are prone to dehydration, reduced concentration, and fatigue, leading to health issues and decreased productivity. Passive cooling through natural ventilation is often ineffective in humid tropical cities due to high temperatures, humidity, and low wind speeds, while high wind speeds can disrupt activities. Earth-to-Air Heat Exchanger (EAHE) systems provide a cooling solution by transferring air heat to the ground. This experimental study on ventilation using EAHE is an optimization EAHE model on daytime in Surabaya. The result showed that EAHE reduced room temperatures by up to 2ºC during the day. This confirms EAHE’s potential for cooling applications. Further research is needed to optimize the required air volume for effective space cooling. Keywords: Thermal comfort, ventilation, air-cooling, EAHE
TIPOLOGI PONDASI TERAPUNG PADA RUMAH LANTING DI KOTA BANJARMASIN Afdholy, Amar Rizqi; Annisa Yuniar; Hadi Surya Wibawanto Sunarwadi; Deddy Rudhistiar
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.12937

Abstract

Kota Banjarmasin yang dikenal sebagai “Kota Seribu Sungai,” memiliki karakteristik geografis yang didominasi oleh jaringan sungai, menuntut masyarakatnya untuk beradaptasi dengan lingkungan melalui arsitektur tepian sungai. Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah rumah lanting, yaitu rumah terapung yang berada di atas sungai dan menjadi salah satu simbol budaya masyarakat Banjar. Rumah lanting memiliki pondasi terapung yang dapat menyesuaikan dengan perubahan ketinggian air sungai akibat pasang surut. Permasalahan yang terjadi semakin berkembangnya zaman, teknologi konstruksi modern menawarkan alternatif pondasi yang lebih variatif dengan mengggunakan berbagai macam material terbaru demi mempertahankan keberadaan rumah lanting di Kota Banjarmasin. Dari kondisi tersebut, maka munculah beberapa tipe pondasi yang digunakan pada rumah lanting di Kota Banjarmasin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tipologi pondasi pada rumah lanting di Kota Banjarmasin, guna memahami karakteristik, kelebihan, dan kelemahan setiap tipe pondasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan tipologi. Hasil yang didapatkan ditemukan lima jenis pondasi yang digunakan pada rumah lanting di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin. Tipe pondasi yang ditemukan, yaitu pondasi kayu gelondongan, bambu, drum air, baja, serta kombinasi. Penggunaan berbagai jenis tipe pondasi ini menunjukkan adanya adaptasi material dan teknologi sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan setempat.
POLA PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI BRANTAS KOTA MALANG Winarni, Sri; Amar Rizqi Afdholy; Fransisca Dwi Agustina; Adkha Yulianandha Mabrur; Adhi Widyarthara
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.12954

Abstract

Permukiman merupakan lingkungan hunian tempat bermukim yang menjadi kebutuhan utama manusia untuk hidup. Permukiman mencerminkan wujud interaksi manusia dengan lingkungannya yang mencakup interaksi sosial, ekonomi, budaya dan alam. Seiring meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan, meningkat pula kebutuhan sarana dan prasarana terutama kebutuhan tempat tinggal. Permukiman bantaran sungai merupakan salah satu bentuk pemukiman yang berkembang pesat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di perkotaan, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan lahan dan harga tanah yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pembentuk permukiman dalam hal ini mengetahui konsep bermukim yang menunjukkan cara masyarakat beradaptasi dengan lingkungan dalam membentuk pola permukiman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola permukiman berorientasi menghadap ke jalan, membelakangi sungai dan berbentuk kurva linier dan organis, pola terbentuk dari hasil adaptasi masyarakat terhadap keterbatasan lahan, kondisi alam, serta kebutuhan sosial dan ekonomi. Faktor sosial ekonomi rendah dan keterbatasan lahan menyebabkan pembangunan tidak sesuai standar tata ruang sehingga dapat mempengaruhi kualitas lingkungan hidup. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar perencanaan penataan permukiman bantaran sungai yang lebih berkelanjutan.