cover
Contact Name
Sucipto
Contact Email
-
Phone
+6282111111864
Journal Mail Official
jurnal@unpkdr.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Ahmad Dahlan, No. 76, Kediri 64112, Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Judika (Jurnal Nusantara Medika)
ISSN : -     EISSN : 25412477     DOI : https://doi.org/10.29407
Core Subject : Health,
The Judika Journal is a peer review journal published by the Faculty of health sciences in collaboration with a research and community service institute, Universitas PGRI Kediri. The purpose of this Journal is to facilitate scientific publication of research results in Indonesia and participate in improving the quality and quantity of research for academics and researchers. Journal is a journal that contains the results of research or a comprehensive literature review in the health field from various universities and health institutions in Indonesia.
Articles 199 Documents
Pengaruh Edukasi Audiovisual Terhadap Kepatuhan Pencegahan Penularan Penderita TBC Paru Tunik; Mimik Christiani; Ixora; Susi Ernawati
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v10i1.28625

Abstract

Abstrak—Latar Belakang: Penyakit TB tetap menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama dari agen infeksi tunggal di dunia. Penderita TB Paru harus memiliki pengetahuan, pemahaman dan kepatuhan dalam proses pengobatan. Penggunaan Audiovisual dinilai oleh  banyak peneliti memiliki efektifitas yang bermakna untuk digunakan dalam edukasi Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh psikoedukasi menggunakan audiovisual terhadap kepatuhan pengobatan TB Paru di Wilayah Kabupaten Trenggalek Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain quasy-experiment yaitu pre-post control group design. Responden diberikan pretest, kemudian diberikan intervensi berupa edukasi menggunakan audiovisual tentang TB Paru, kemudian diberikan posttest. Analisis yang digunakan untuk melihat pengaruh intervensi, dengan melihat hasil pengamatan (mean) pre test dan post test pada setiap kelompok dengan menggunakan uji wilxocon test, sedangkan untuk melihat perbedaan nilai delta antara 2 kelompok menggunakan uji mann- whithney. Hasil: Hasil uji Mann Whitney U didapatkan bahwa terdapat perbedaan nilai delta yang signifikan pada variabel perilaku kepatuhan minum obat antara kelompok perlakuan dan kelompok  kontrol (p = 0,001). Hasil uji Mann Whitney U didapatkan bahwa terdapat perbedaan nilai delta yang signifikan pada variabel perilaku kepatuhan terhadap nutrisi antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,000). Hasil uji Mann Whitney U didapatkan bahwa terdapat perbedaan nilai delta yang signifikan pada variabel perilaku kepatuhan pencegahan penularan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat  pengaruh intervensi psikoedukasi audiovisual terhadap perilaku kepatuhan minum obat pada  pasien TB, Pemenuhan nutrisi pada pasien TB,  dan pencegahan penularan
HUBUNGAN  TINGKAT STRES DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANGAN KABUPATEN KEDIRI Hakim Tobroni HR; Nirmala K. S; Evi Tunjung Fitriani
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v10i1.28636

Abstract

Diabetes melitus yang tidak terkontrol secara optimal dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan insulin. Berdasarkan studi pendahuluan melalui wawancara dengan tenaga kesehatan pada tahun 2023, diperkirakan jumlah penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kandangan Kabupaten Kediri cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kandangan Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kandangan, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling sehingga diperoleh 55 responden. Variabel independen adalah tingkat stres, sedangkan variabel dependen adalah kadar glukosa darah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2026. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stres dalam kategori sedang, serta mayoritas memiliki kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. Hasil uji statistik Spearman Rank diperoleh nilai probabilitas (p = 0,001) < (α = 0,05), sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kandangan Kabupaten Kediri.
KORELASI KADAR KREATININ DAN INDEKS ERITROSIT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK SETELAH HEMODIALISA DI RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI Nita Ermawati; Shalu Dila Pramiswati; Freti Vega Nela; Mardiana Prasetyani Putri
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v10i1.28660

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah kegagalan fungsi ginjal (unit nefron) atau penurunan fungsi ginjal yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan menetap sehingga menyebabkan penumpukan sisa metabolik (kadar BUN dan kreatinin meningkat), serta kerusakan kronis ginjal yang mengakibatkan penurunan produksi EPO sehingga menimbulkan anemia. Tujuan penelitian untuk menegakkan diagnosis anemia tersebut, salah satunya dilakukan pemeriksaan indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai korelasi antara kadar kreatinin dan indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC) pada pasien gagal ginjal kronik setelah hemodialisa di RSUD Gambiran Kota Kediri. Metode: Jenis penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel sebanyak 7 pasien GGK setelah hemodialisa yang telah mendapatkan terapi eritropoetin. Variabel bebas adalah kadar kreatinin dan variabel terikat yaitu nilai indeks eritrosit. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kadar kreatinin dengan nilai mean 3,7314 mg/dL, nilai MCV 93,914 fL, nilai MCH 31,986 pg, dan nilai MCHC 33,443%. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk diperoleh p > 0,05 sehingga data berdistribusi normal, maka uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi antara kadar kreatinin dengan nilai MCV (p value 0,935), kadar kreatinin dengan nilai MCH (p value 0,509), dan kadar kreatinin dengan nilai MCHC (p value 0,678).
TINGKAT STUNTING BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI Siti Aizah; Susi Erna Wati; Crisda Lulu Mandasari
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v10i1.28693

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Puskesmas Sukorame. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 2–5 tahun yang mengalami stunting sebanyak 76 anak, dengan teknik total sampling. Pengukuran status stunting didasarkan pada indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) menggunakan nilai Z-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 76 balita stunting, sebanyak 63 balita (82,89%) termasuk dalam kategori pendek (stunted), dan 13 balita (17,11%) termasuk dalam kategori sangat pendek (severely stunted). Distribusi kasus stunting tersebar di lima kelurahan, dengan jumlah kasus tertinggi berada di Kelurahan Pojok dan Bujel. Kesimpulan penelitian ini adalah mayoritas balita stunting berada pada kategori pendek. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi dini melalui peningkatan pengetahuan gizi, pemantauan pertumbuhan, serta program pencegahan stunting secara berkelanjutan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI WREDHA SANTO YOSEPH KOTA KEDIRI Hengky Irawan; Milan Yulinta Fatu; Kurniawan Edi P; Dedi Saifulah
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v10i1.28719

Abstract

Seiring bertambahnya usia, seseorang mengalami berbagai perubahan dalam hidupnya. Perubahan mental yang banyak dialami lansia antara lain depresi akibat stres internal. Tujuan penelitian mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada lanjut usia di Panti Werdha Santo Yoseph Kota Kediri. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Random Sampling Populasi berjumlah 35 orang lansia dengan responden sebanyak 31 orang yang tinggal di Panti Werdha Santo Yoseph Kota Kediri. Data dikumpulkan melalui dua buah alat ukur yaitu kuesioner dukungan sosial dan kuesioner tingkat depresi. Hasil perhitungan norma menunjukan sebagian besar subjek mendapatkan dukungan sosial tinggi sebanyak 17 (54,85%) orang dan sebagian besar subjek mengalami depresi ringan sebanyak 20 (64,52%) orang. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan yang kuat antara dukungan sosial dengan tingkat depresi pada lansia di panti Wredha Santo Yoseph kota kediri dengan nilai korelasi spearman rank - 0,615 dan p= 0,001 < α (0,05), sedangkan arah hubungan adalah negatif yang maknanya semakin tinggi dukungan sosial semakin rendah tingkat depresi. Panti perlu mempertahankan dan meningkatan kerjasama dengan anggota keluarga sehingga terus mengunjungi lansia.
Pengaruh Aromaterapi Bitter Orange Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Di Puskesmas Kertosono Kabupaten Ngajuk Dwi Yanti; Muchlishatun Ummiyati
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v10i1.28726

Abstract

Dalam persalinan terjadi kontraksi rahim yang menimbulkan nyeri persalinan sehingga ibu merasa kurang nyaman, gelisah, takut bahkan stress. Nyeri persalinan dapat ditangani dengan pemberian aromaterapi bitter orange karena mempunyai efek relaksasi, meskipun nyeri merupakan proses fisiologi, bila tidak segera diatasi akan berdampak negatif pada ibu dan bayinya. Karena nyeri menyebabkan aliran darah dan oksigen ke plasenta terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi bitter orange terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif di Puskesmas Kertosono Kabupaten Naganjuk tahun 2026. Jenis penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental Design dengan bentuk rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 ibu bersalin dan sampel sebanyak 30 ibu bersalin sedangkan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi. Hasil penelitian ini didapatkan dengan Uji Wilcoxon dengan nilai ρ = 0,000 < α = 0.05 sehingga dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh aromaterapi bitter orange terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif. Saran dari peneliti untuk petugas kesehatan terutama bidan dalam melayani proses persalinan diharapkan mampu menerapkan terapi non farmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif dengan menggunakan aromaterapi bitter orange untuk memenuhi ibu akan rasa rileks.
PREPARASI SIMPLISIA DAUN KITOLOD SEBAGAI KANDIDAT ANTIBAKTERI ALAMI PENCEGAH RESISTENSI MELALUI OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENGERINGAN Elysabet Herawati; Endah Tri Wijayanti; Dwi Ari Budiretnani; Dimas Bayu Bukhori; Dwi Nur Azizah
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v10i1.28727

Abstract

Infeksi merupakan kondisi patologis yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, salah satunya bakteri Staphylococcus aureus yang dikenal sebagai patogen penyebab infeksi pada luka kulit. Penggunaan antibiotik dalam terapi infeksi yang tidak tepat berpotensi meningkatkan kejadian resistensi bakteri, sehingga mendorong pengembangan alternatif berbasis bahan alam. Tanaman kitolod sebagai salah satu kekayaan hayati dari Kediri diketahui memiliki potensi aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum suhu dan waktu pengeringan dalam pembuatan simplisia daun kitolod guna mempertahankan kandungan senyawa aktifnya. Metode yang digunakan adalah pengeringan daun menggunakan oven listrik dengan variasi suhu 40°C, 45°C, dan 50°C serta variasi waktu 30, 60, 90, 120, 150, 180, dan 210 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengeringan optimum diperoleh pada suhu 50°C dengan waktu 180 menit, yang mampu menghasilkan simplisia dengan kualitas baik serta mempertahankan senyawa metabolit yang berperan sebagai antibakteri. Optimasi kondisi ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan daun kitolod sebagai bahan baku obat alami yang efektif dan stabil.
PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA LANSIA YANG MENGALAMI MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MEMORI DENGAN DIAGNOSA MEDIS DEMENSIA Dhian Ika Prihananto; Norma Risnasari; Nadya Putri Indrawati
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v10i1.28845

Abstract

Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan pada lansia yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif, terutama daya ingat, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk meningkatkan fungsi kognitif adalah terapi bermain puzzle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kemampuan kognitif lansia yang mengalami gangguan memori dengan diagnosa medis demensia sebelum dan setelah penerapan terapi bermain puzzle di Panti Jompo Tresna Werdha Kabupaten Kediri.Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan gerontik. Subjek penelitian adalah lansia dengan diagnosa medis demensia yang mengalami masalah keperawatan gangguan memori dan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk menilai kemampuan kognitif lansia. Terapi bermain puzzle diberikan secara terstruktur sesuai dengan rencana asuhan keperawatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif lansia sebelum diberikan terapi bermain puzzle berada pada kategori gangguan kognitif. Setelah dilakukan penerapan terapi bermain puzzle, terjadi peningkatan skor MMSE yang menunjukkan adanya perbaikan fungsi kognitif, khususnya pada aspek memori dan perhatian.Dapat disimpulkan bahwa terapi bermain puzzle efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia dengan demensia. Rekomendasi penelitian ini adalah agar terapi bermain puzzle dapat diterapkan secara rutin sebagai bagian dari intervensi keperawatan gerontik di panti jompo serta dikembangkan melalui penelitian lanjutan dengan jumlah subjek dan desain penelitian yang lebih luas.
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH, KADAR HbA1c, DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KILISUCI KOTA KEDIRI Anik Andayani; Imam Mustofa
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v10i1.28846

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, penurunan sensitivitas insulin, atau keduanya. Kondisi hiperglikemia yang berlangsung dalam jangka panjang berdampak pada peningkatan kadar HbA1c dan, apabila tidak ditangani dengan baik, dapat memicu munculnya komplikasi seperti hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan tujuan menganalisis hubungan antara kadar glukosa darah, kadar HbA1c, dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kilisuci Kota Kediri. Sebanyak 30 pasien rawat jalan dari Klinik Penyakit Dalam yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam penelitian ini. Kadar glukosa darah dan HbA1c diposisikan sebagai variabel bebas, sedangkan tekanan darah menjadi variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar glukosa darah acak sebesar 330,33 mg/dL, rata-rata HbA1c sebesar 8,52%, rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 145,83 mmHg, dan rata-rata tekanan darah diastolik sebesar 91,50 mmHg. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk menunjukkan data tidak terdistribusi normal (p < 0,05), sehingga digunakan uji korelasi Spearman's rho. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kadar glukosa darah, kadar HbA1c, dan tekanan darah, yang mengindikasikan bahwa pengendalian glikemik yang buruk berkaitan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.