cover
Contact Name
Rumondang, S.Pi., M.Si
Contact Email
lppmuna123@gmail.com
Phone
+6281262070788
Journal Mail Official
lppmuna123@gmail.com
Editorial Address
Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Asahan Jln. Ahmad Yani Kisaran – 21224 – Sumatera Utara
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PIONIR
Published by Universitas Asahan
ISSN : 25493043     EISSN : 26553201     DOI : 10.36294/pionir.v2i4
Jurnal Pionir merupakan jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Asahan yang bertujuan sebagai sarana komunikasi ilmiah dan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian kepada praktisi dan pengamat ilmu pengetahuan. Jurnal Pionir mencakup berbagai bidang kajian ilmu pengetahuan karena jurnal ini bersifat multidisiplin ilmu. Seperti Ilmu Hukum, Ilmu Pendidikan dan Keguruan, Ilmu Teknologi dan Informatika dan ilmu-ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 361 Documents
ANALISIS KINERJA SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM TIRTA SILAUPIASA KABUPATEN ASAHAN Alexander Tuahta Sihombing
JURNAL PIONIR Vol 5, No 2 (2019): Januari-Juni
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.06 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v5i2.445

Abstract

  Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat, setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara. Kabupaten Asahan merupakan daerah yang memiliki keanekaragaman sosial, budaya serta ekonomi. Keberadaan PDAM Tirta Silaupiasa sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa dalam pengadaan air bersih bagi seluruh masyarakat kabupaten asahan yang pada saat sekarang ini dirasakan bahwa hasil kinerja sistem distribusi air bersih yang diberikan oleh PDAM Tirta Silaupiasa masih dirasakan kurang maksimal. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas, kuantitas dan kontinuitas air bersih terhadap kinerja sistem distribusi air bersih pada PDAM Tirta Silaupiasa Kabupaten Asahan serta mengetahui dan menganalisis pengaruh sistem kinerja distribusi PDAM Tirta Silaupiasa Kabupaten Asahan dalam melaksanakan kegiatan pendistribusian air bersih.Metode penelitian yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan survey yaitu kegiatan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya mengenai fakta-fakta yang merupakan pendukung terhadap penelitian dengan maksud untuk mengetahui status keadaan, gejala menemukan kesamaan status dengan cara membandingkan dengan standar yang sudah dipilih atau ditentukan, data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner yang teknik samplingnya adalah purposive sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai sangkut paut dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui, dengan jumah responden 75 rumah tangga, kemudian melakukan uji statistik terhadap data kuesioner tersebut. Responden lain yang diambil adalah manajemen PDAM Tirta Silaupiasa yang berkaitan dengan sistem jaringan distribusi air bersih, kemudian melakukan simulasi kinerja sistem distribusi jaringan air bersih sesuai dengan data literatur dan hasil wawancara.Hasil analisis dengan menggunakan analisi regresi linear berganda untuk menguji hipotesis tentang pengaruh secara parsial variabel bebas kualitas air bersih, kuantitas air bersih dan kontinuitas air bersih terhadap variabel terikat kinerja sistem distribusi air adalah Y = 13,935 + 0,353X1+ 0,363X2 + 0,377X3 dengan nilai R Square atau R2 adalah 0,803 artinya bahwa kemampuan variabel kualitas air bersih, kuantitas air bersih dan kontinuitas air bersih dapat menjelaskan variasi variabel kinerja sistem distribusi air adalah sebesar 80,3%. Hasil analisis dengan melakukan simulasi sistem pendistribusian air diketahui bahwa Demand (Q pelayanan) lebih besar dari Base Demand (Q eksisting) artinya adalah bahwa sistem distribusi yang telah dilakukan oleh PDAM Tirta Silaupiasa mampu memenuhi kebutuhan jam puncak para pelanggan dan masih berpotensi untuk melakukan penambahan sambungan rumah tangga. Kata kunci : distribusi air bersih, kualitas, kuantitas, kontinuitas
PERANAN PROPAM DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA POLISI YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA (STUDI KASUS POLRES TANJUNGBALAI) Eko Sanjaya; Abdul Gani; Mangaraja Manurung
JURNAL PIONIR Vol 5, No 4 (2019): November-Desember
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.842 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v5i4.916

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peranan Propam dalam penengakan hukum terhadap anggota Kepolisian yang melakukan tindak pidana, dan penyelesaian tindak pidana yang dilakukan oleh anggota Kepolisian di wilayah hukum Polres Tanjungbalai, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan peranan Propam dalam penegakan hukum terhadap anggota Kepolisian yang melakukan tindak pidana, dan penyelesaian tindak pidana yang dilakukan oleh anggota Kepolisian di wilayah hukum Polres Tanjungbalai. Dalam permasalahan ini penulis menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, adapun jenis penelitian ini yaitu yuridis empiris dengan kata lain penelitian lapangan yakni mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta apa yang terjadi dalam kenyataannya di masyarakat, selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian yang telah dilakukan menunjukan sikap yang baik atas peran serta penegakan hukum yang telah dilakukan dan juga peranan Propam di Polres Tanjungbalai dalam menjalakan fungsi penegakan hukum. Adapun implikasi dalam penelitian ini yaitu, agar Propam lebih meningkatkan pengawasan terhadap Anggota Polri dan memberikan sanksi yang tegas terhadap oknum Polri yang melakukan tindak pidana, dan agar Propam terjun langsung ke untuk melakukan penyuluhan kepada masyaraka agar melaporkan ketika mengetahui adanya penyimpangan.yang dilakuan oleh anggota Polri. Kata Kunci : Propam, Penegakan Hukum, Polres Tanjungbalai.
KEWENANGAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMUNGUTAN JASA PASAR DESA (STUDY DESA AIR HITAM KECAMATAN KUALUH LEIDONG KAB. LABURA) Salman Al Dhaim; Emmi Rahmiwita; Zaid Afif
JURNAL PIONIR Vol 6, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.855 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v6i1.1066

Abstract

Pembangunan di daerah tentunya peran dari pemerintah daerah sangat berperan, seperti pembangunan infrastruktur kegiatan masyarakat yang ada di daerah. Adapun rumusan masalah 1. Bagaimana Peraturan Mengenai Retribusi Pasar di Kabupaten Labuhanbatu Utara Dalam Menunjang PAD Khususnya di Desa Air Hitam? 2. Bagaimana Implementasi Kebijakan Retribusi Pasar dalam menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Desa Air Hitam Kec. Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara? Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode pendekatan Yuridis Empiris yaitu suatu pendekatan yang dilakukan dengan cara melihat penetapan suatu standar yang bertitik tolak dari peraturan atau hukumnya yang kemudian dicek dengan penelitian di lapangan dengan melihat bagaimana aplikasi ketentuan tersebut dapat diterapkan serta kendala apa yang ada di lapangan. Kesimpulan didalam penelitian ini yaitu urusan pemerintahan kabupaten/kota dengan berbagai rinciannya, yang dapat diklasifikasi untuk diatur dengan Peraturan Desa, mulai dari Bidang Pertanian dan diklasifikasi untuk diatur dengan Peraturan Desa, mulai dari Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bidang pertambangan dan Energi serta Sumber Daya Mineral, Bidang Kehutanan dan Perkebunan sampai dengan Bidang Arsip dan Perpustakaan, yang dalam berbagai rinciannya tidak tertutup kemungkinan pengaturannya melalui Peraturan Desa, seperti pengaturan pemanfaatan air pada tingkat usaha tani, pengelolaan dan pemberian izin pertambangan bahan galian golongan c dibawah satu hektar tanpa memakai alat berat kepada penduduk desa yang bersangkutan, pengelolaan hutan desa, pengelolaan lalu lintas ternak yang ada di desa, pengadaan dan pengelolaan Taman Bacaan dan Perpustakaan Desa dan sebagainya, yang tentunya diserahkan oleh pemerintahan kabupaten/kota setelah melalui pengkajian dan evaluasi penyerahan urusan dimaksud. Kata Kunci: Kewenangan, Pemerintah, Pemungutan, Jasa Pasar Desa
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN PADA RUMAH MAKAN GUNUNG SARI 2 DI SIPAKU AREA KEC. AIR BATU ASAHAN Abdul Rahman
JURNAL PIONIR Vol 2, No 5 (2018): Juli-Desember
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.972 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i5.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh kualitas cita rasa, harga danpelayanan terhadap minat beli konsumen pada Rumah Makan Gunung Sari 2. Permasalahan dalampenelitian ini adalah sejauh mana pengaruh kualitas cita rasa, harga dan pelayanan pada konsumenterhadap minat beli konsumen pada Rumah Makan Gunung Sari 2. Responden yang terlibat dalampenelitian ini sebanyank 100 orang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah : Kualitas Cita Rasa, Harga danpelayanan pada konsumen berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada Rumah Makan Gunung Sari2.Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, jenis penelitian adalahdeskriptif kuantitatif, metode pengumpulan data dilakukan melelui observasi, wawancara, dan daftarpertanyaan. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi melalui uji F dan uji t. Hasil analisis datamenunjukkan bahwa kualitas cita rasa (X1), harga (X2) dan pelayanan (X3) secara serempak berpengaruhpositif dan signifikan terhadap minat beli (Y) pada Rumah Makan Gunung Sari 2.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikananatara variabel kualitas cita rasa (X1), variabel harga (X2), variabel pelayanan (X3) terhadap minat beli(Y), ini terbukti dari hasi uji f yaitu sebesar 131.228, untuk pengujian hipotesis bahwa kualitas cita rasa,harga dan pelayanan berpengaruh terhadap minat beli (Y), ini dapat dilihat dari hasil pengujian statistiksebesar nilai t hitung dari kualitas cita rasa (X1) sebesar 4.133, harga (X2) sebesar 15.228 dan pelayanan(X3) sebesar 2.905, dengan nilai signifikan 0.00. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kualitas cita rasa,harga dan pelayanan pada konsumen secara serempak berpengaruh signifikan terhadap minat belikonsumen pada Rumah Makan Gunung Sari 2. Secara parsial variabel kualitas cita rasa, hargaberpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen, dan variabel pelayanan pada konsumenberpengaruh positif terhadap minat beli konsumen.Kata Kunci : Kualitas Cita Rasa, Harga, Pelayanan, Minat Beli
PERTANGGUNG JAWABAN HAKIM TERHADAP PUTUSAN YANG SALAH AKIBAT KETERANGAN PALSU Syahrunsyah Syahrunsyah
JURNAL PIONIR Vol 5, No 3 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.001 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v5i3.737

Abstract

Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 bahwa kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman pasal 1 ayat (1) menerangkan bahwa kekuasaan kehakiman ialah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, demi terselenggaranya Negara Hukum Republik Indonesia.                Untuk menemukan jawaban permasalahan mengenai Pertanggungjawaban hakim terhadap putusan yang salah akibat keterangan palsu dan Sanksi  terhadap hakim yang memberikan putusan salah akibat keterangan palsu dalam skripsi ini. Penulis menggunakan yuridis normati atau study kepustakaan yaitu  suatu penelitian yang secara deduktif dimulai dari analisa terhadap pasal-pasal dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur terhadap permasalahan di atas.                Hasil pembahasan mengenai Pertanggungjawaban hakim terhadap putusan yang salah akibat keterangan palsu, hakim mempunyai tanggung jawab kepada Tuhan tentunya tak seorang manusia pun tahu apa dampak/imbalan yang akan di terima seorang hakim akibat putusanya tersebut. Hakim juga bertanggung jawab terhadap hukum dimana seorang hakim sadar akan jika pengadilan yang lebih tinggi menilai putusan tersebut keliru maka putusan tersebut dapat dibatalkan. Pertanggung jawabannya hakim kepada masyarakat berwujud pada adanya sikap keterbukaan dan kesiapan lembaga peradilan/hakim untuk di beri penilaian berupa kritik ataupun dukungan terhadap putusan yang dikeluarkan oleh hakim. Dan Sanksi  terhadap hakim yang memberikan putusan salah akibat keterangan palsu, hakim akan di kenai sanksi apa bila terbukti melakukan pelanggaran, sanksi-sanksi tersebut berupa teguran tertulis, pemberhentian sementara maupun pemberhentian tetap. Kata Kunci: Pertanggungjawaban Hakim, Putusan Salah 
TANGGUNG JAWAB HUKUM KEPADA PENGURUS YAYASAN TERHADAP FAILEDNYA SUATU YAYASAN Murni Murni; Abdul Gani
JURNAL PIONIR Vol 6, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.248 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v6i1.1057

Abstract

Yayasan sebagai lembaga nirlaba yang pada umumnya bergerak dalam bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang keagamaan, bidang kebudayaan, dan bidang sosial. Yayasan merupakan badan hukum yang memiliki  kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk bidang kesehjateraan sosial, seperti kesehatan , ke-agamaan maupun kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota. Yayasan dapat mendirikan badan usaha yang kegiatannya sesuai dengan maksud dan tujuan yayasan. Cara pendirian yayasan, serta keharusan pembentukan yayasan melaluiakta notaries juga telah diatur. Demikian halnya juga diatur tentang organ yayasan yaitu pembina, pengurus dan pengawas. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan yayasan menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 Jo.Undang-Undang No. 28 Tahun 2004 tentang Yayasan, bagaimana kepailitan yayasan, serta bagaimana pertanggungjawaban pengurus terhadap pailitnya yayasan. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian hukum normatif. Sumberdata yang digunakan adalah data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum sekunder, teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka yaitu dengan tinjauan yuridis normative. Pengaturan yayasan menurut Undang-Undang antara lain adalah mengenai pendirian yayasan yang mengharuskan pembentukan yayasan melalui akta notaris, juga diatur tentang organ yayasan yang terdiri dari pembina, pengurus dan pengawas. Suatu yayasan, dapat mengalami kepailitan yang dapat disebabkan oleh karena yayasan tersebut mempunyai dua atau lebih kreditor dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan. Pertanggungjawaban pengurus terhadap pailitnya yayasan adalah sebagaimana yang diatur dalam Pasal 39 UU yayasan yaitu jika kepailitan terjadi karena kesalahan atau kelalaian pengurus dan kekayaan yayasan tidak cukup untuk menutup kerugian akibat kepailitan. Kata Kunci : Yayasan, pailit
PENGATURAN HUKUM TERHADAPTINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN (HATE SPEECH) ismail ismail
JURNAL PIONIR Vol 5, No 3 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.703 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v5i3.725

Abstract

Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini karena di Indonesia sendiri masih banyak masyarakat kita yang pada umumnya belum memahami perbedaan antara kebebasan mengekspresikan pendapat dan menyebarkan kebencian. Ujaran kebencian adalah tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain dalam hal berbagai aspek seperti ras, warna kulit, gender, cacat, orientasi seksual kewarganegaraan, agama dan lain-lain. Kejahatan ujaran kebencian dapat dilakukan melalui berbagai media, antara lain dalam orasi kegiatan kampanye, spanduk atau banner, jejaring media sosial, penyampaian pendapat di muka umum (demonstrasi), ceramah keagamaan, media masa cetak atau elektronik dan pamflet.Untuk dapat melakukan penarikan kesimpulan, di dalam penulisannya penulis menggunakan metode normatif, yang dimana dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan data dari perpustakaan dan undang-undang yang berhubungan dengan yang dibahas oleh penulis. Dimana permasalahan yang dibahas adalah tentang unsur-unsur tindak pidana ujaran kebencian dan juga tentang akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana ujaran kebencian.Dari hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa suatu tindak pidana dapat digolongkan kepada tindak pidana ujaran kebencian apabila telah memenuhi unsur-unsur tindakan langsung maupun tidak langsung, yang didasarkan pada kebencian atas dasar suku, agama, ras dan antargolongan, hasutan agar terjadi konflik sosial, dan dilakukan melalui berbagai sarana. Dari keseluruhan bentuk kejahatan ujaran kebencian ini bentuk hukuman yang dijatuhkan berupa hukuman penjara dan/atau denda. Kata kunci: Pengaturan Hukum, Tindak Pidana Ujaran Kebencian (Hate Speech)
PENGEMBANGAN SUMBER PEMBELAJARAN BERDASARKAN KERABIAN YESUS Hasudungan Simatupang
JURNAL PIONIR Vol 5, No 4 (2019): November-Desember
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.719 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v5i4.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan Holy Scripture mengembangkan sumber pembelajaran berdasarkan Kerabian Yesus. Pengembangan sumber pembelajaran Pendidikan Keagamaan Kristen (Christian Religious Education), dan Pendidikan Agama Kristen disingkat PAK (Religious Education of Christianity), bahkan Pendidikan Kristen (Christian Education) berbentuk sumber pembelajaran dalam bingkai Kerabian Yesus. Ketiga istilah tersebut di atas di dalam penelitian ini dinamakan pendidikan Kristiani. Penelitian ini menggunakan metode topikal mengembangkan learning resource countent Holy Scripture berdasarkan Kerabian Yesus. Hasil penelitian mengemuka bahwa pengembangan learning resource dalam Holy Scripture terdiri dari delapan bagian yakni PL, PB, kekuasaan Allah, kerabian Yesus (Rav), events meliputi peristiwa penting menjadi pengalaman pembelajaran berharga, keteladanan atau suri teladan (paragon), situasi kondisi (sikon), oral tradition yakni kebiasaan-kebiasaan tanpa terpisah dari acuan norma kanonik menjadi sumber pembelajaran pendidikan Kristiani. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa setiap guru pendidikan Kristiani berkewajiban merespon hasil penelitian ini dalam bentuk pemanfaatan learning resource dalam Holy Scripture. Kata Kunci: Learning resources Rav dalam Holy Scripture
PENGARUH PEMBERIAN SLUDGE KELAPA SAWIT DAN BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Deddy Wahyudin Purba
JURNAL PIONIR Vol 2, No 4 (2018): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.126 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i4.191

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sidodadi, Kabupaten Asahan, Propinsi Sumatera Utara dengan tofografi datar berada pada ketinggian ± 25 m diatas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juli 2017. Bahan penelitian yang digunakan antara lain benih jagung manis varietas Bonanza, limbah sludge pabrik kelapa sawit, pupuk kandang (ayam dan sapi), insektisida decis 2,5 EC (bahan aktif Deltametrin 25 g/liter) dan fungisida Dithane M-45 80 WP (bahan aktif Mankozeb 80 %) dan air sedangkan Alat penelitian yang digunakan adalah Cangkol, garu, meteran, gergaji, papan, gergaji, timbangan, alat tulis.Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian limbah Sludge Kelapa Sawit dengan 4 taraf yaitu : S0 = 0 kg/plot, S1 = 3,15 kg/plot, S2 = 6,30 kg/plot dan S3 = 9,45 kg/plot.  Faktor kedua adalah pemberian berbagai jenis pupuk kandang (K), dengan 3 taraf yaitu K0 = tanpa pupuk perlakuan, K1 = pupuk kandang sapi, dan K2 = pupuk kandang ayam.Hasil penelitian bahwa Pemberian sludge kelapa sawit menunjukkan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis, dimana perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan S3 = 30 ton/ha (9,45 kg/plot). Perlakuan pemberian berbagai jenis pupuk kandang menunjukkan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis, dimana perlakuan pupuk kandang terbaik terdapat pada perlakuan K2 yaitu pupuk kandang ayam. Interaksi pemberian limbah sludge kelapa sawit dan pemberian berbagai jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati.Kata Kunci: Sludge kelapa sawit, pupuk kandang.  (Zea mays saccharata sturt).
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PRODUKSI KOPRA MENJADI SANTAN BUBUK DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) Harmayani harmayani
JURNAL PIONIR Vol 5, No 2 (2019): Januari-Juni
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.795 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v5i2.450

Abstract

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Untuk Menentukan Produksi Kopra Menjadi Santan Bubuk adalah sebuah software yang berfungsi untuk membantu atau mempermudah Perusahaan dalam menentukan layak atau tidak nya kopra yang akan diolah oleh perusahaan dan kemudian dijadikan santan bubuk. Software yang dirancang ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) secara garis besarnya, dan merupakan metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar dari metode SAW yang digunakan dalam software tersebut adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut atau variabel data. Variabel yang terdapat pada Simple Additive Weighting(SAW) dalam pemilihan buah kelapa yang akan dijadikan santan bubuk terlebih dahulu ditentukan dari beberapa bobot. Bobot-bobot tersebut haruslah dapat dipenuhi secara maksimal ataupun paling mendekati untuk memperoleh jawaban layak atau tidak nya kelapa tersebut untuk dijadikan santan bubuk. Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan (SPK), Software, Simple Additive Weighting (SAW), Variabel

Page 6 of 37 | Total Record : 361