cover
Contact Name
Pepi Sugianto Umar
Contact Email
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Phone
+6282394946611
Journal Mail Official
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Jalan Taman Pendidikan No. 36 Kel. Moodu Kec. Kota Timur Kota Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS
ISSN : 24078484     EISSN : 25497618     DOI : -
Jurnal Health and Nutritions adalah terbitan berkala yang memuat artikel penelitian ilmiah di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Health and Nutritions diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain. Jurnal Health and Nutritions diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan Februari dan Agustus) oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Jurnal ini merupakan jurnal peer-reviewed dan open access journal yang berfokus pada ilmu gizi dan kesehatan.
Articles 188 Documents
DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN GIZI DIMSUM SIOMAY SUBSTITUSI IKAN KAKAP ‎PUTIH DAN DAUN KELOR SEBAGAI ‎ALTERNATIF PJAS‎ Nabiila Nibraasa Salsabila; Rita Ismawati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 1 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i1.603

Abstract

 Nutritional fulfillment in schoolchildren is essential for growth and development. Protein Energy ‎Malnutrition (PEM) and insufficiency of iron occurs ‎‎on schoolchildren decreases ‎their concentration and ‎learning ‎‎achievement. Dimsum siomay of Asian seabass and moringa leaves can be an ‎alternative snack for schoolchildren high in protein and iron. This study aims to determine the acceptability ‎and effect of Asian seabass substitution and moringa leaves in dimsum siomay on sensory ‎characteristics, as well as the nutritional content of the product from the best acceptability test results. This ‎type of research was an experimental with a 3x2 factorial design, which produced 6 treatments. Factor (L) ‎was substitution of Asian seabass with 3 levels and factor (K) was the addition of moringa leaves with 2 ‎levels. Data ‎was analyzed by descriptive analysis and statistical analysis of Kruskal-Wallis non-parametric test with ‎Mann Whitney. The results of the acceptability assessment ‎showed dimsum siomay substitution of Asian seabass and moringa leaves were generally ‎acceptable (color, aroma, texture, taste, and overall). Substitution of Asian seabass and ‎moringa leaves in dimsum siomay had an effect on aroma, taste, and overall (p<0.05), while color and ‎texture had no effect (p>0.05). Dimsum siomay with 50% Asian seabass substitution and 5% moringa ‎leaves addition was the best product with nutritional value per 100 grams, 146 kcal energy, 8.38 ‎g protein, 4.10 g fat, 19 g carbohydrate, and 2.85 mg iron. Pemenuhan gizi pada anak sekolah sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. ‎Kekurangan energi protein dan zat besi pada anak sekolah dapat menyebabkan penurunan konsentrasi ‎dan prestasi belajar. Dimsum siomay ikan kakap putih dan daun kelor dapat menjadi ‎alternatif pangan jajanan anak sekolah tinggi protein dan zat besi. Tujuan penelitian ini untuk ‎mengetahui daya terima dan pengaruh substitusi ikan kakap putih dan daun kelor pada dim‎sum siomay terhadap sifat sensori, serta kandungan gizi produk dari hasil uji daya terima terbaik. Jenis ‎penelitian ini merupakan eksperimental dengan desain rancangan faktorial 3x2 menghasilkan 6 perlakuan. ‎Faktor (L) merupakan substitusi ikan kakap putih dengan 3 taraf dan faktor (K) merupakan penambahan ‎daun kelor dengan 2 taraf. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik uji non ‎parametrik Kruskal-Wallis dengan uji lanjut Mann Whitney. Hasil ‎penilaian daya terima menunjukkan dimsum siomay substitusi ikan kakap putih dan daun ‎kelor dapat diterima secara umum (warna, aroma, tekstur, rasa, dan keseluruhan). Substitusi ikan kakap ‎putih dan daun kelor pada dimsum siomay berpengaruh terhadap aroma, rasa, dan ‎keseluruhan (p<0,05), sedangkan pada pada warna dan tekstur tidak berpengaruh (p>0,05). Dimsum ‎siomay substitusi ikan kakap putih 50% dan daun kelor 5% merupakan produk terbaik ‎bernilai gizi per 100 gram, energi 146 ‎kkal, protein 8,38 g, lemak 4,10 g, karbohidrat 19 g, dan zat besi 2,85 ‎mg‎. 
PEMBERIAN SPORT DRINK “MABEL” FORMULA MADU DAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) TERHADAP TEKANAN DARAH, SpO2, DAN VO2Maks ATLET SEPAK BOLA Amalina Firdaus; Muhammad Dawam Jamil; Rina Oktasari
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 1 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i1.609

Abstract

Football is a sport with a high intensity of physical activity that combines strength, endurance, and speed so that it triggers excessive sweating and is at risk of dehydration which can reduce athlete performance. It is necessary to regulate fluid intake to prevent dehydration by providing natural drinks that contain carbohydrates and electrolytes. The purpose of study was analysing the effect of Mabel's sport drink (honey and star fruit juice) on blood pressure, oxygen saturation, and maximal oxygen volume of soccer athletes compared to commercial isotonic and plain water. The type of research was used quasi experimental with pretest-posttest design by subject design. The research subjects were SSB KKK with an age range of 14-16 years totalling 14 people. An intervention was given in the form of a Mabel sport drink, commercial isotonic, and 250 ml of water with a washout for 6 days between the interventions given. The measurement of VO2Max was carried out using the balke test method. Measurements of blood pressure and oxygen saturation were carried out 15 minutes after measuring VO2Max. Data analysis using paired sample t-test and Anova test followed by Post hoc LSD test. The results was showed intervention in the form of a Mabel sports drink based on the results of the paired t test showed that there was a difference in systolic (p=0.016) and diastolic (p=0,008) blood pressure, oxygen saturation (p=,.035), and VO2max (p=0,000). The results of the post hoc LSD test on the VO2max variable showed a significant difference between Mabel's sport drink intervention compared to water (p=0,000). The conclusion was no difference in the effectiveness of the interventions given to blood pressure and oxygen saturation. Mabel's sports drink intervention and commercial isotonic drinks can increase the VO2max of soccer athletes.Sepak bola merupakan olahraga dengan intensitas aktifitas fisik tinggi yang mengombinasikan kekuatan, daya tahan, dan kecepatan sehingga memicu pengeluaran keringat yang berlebih dan berisiko mengalami dehidrasi yang dapat menurunkan performa atlet. Perlu adanya pengaturan asupan cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi dengan pemberian minuman berbahan alami yang memiliki kandungan karbohidrat dan elektrolit. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh sport drink Mabel (madu dan sari belimbing wuluh) terhadap tekanan darah, saturasi oksigen, dan volume oksigen maksimal atlet sepak bola dibandingkan dengan isotonik komersial dan air putih. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan pretest-posttest by subject design. Subjek penelitian adalah SSB KKK dengan rentang usia 14-16 tahun berjumlah 14 orang. Diberikan intervensi berupa sport drink Mabel, isotonik komersial, dan air putih sebanyak 250 ml dengan pemberlakuan washout selama 6 hari diantara intervensi yang diberikan. Pengukuran VO2Maks dilakukan dengan metode tes balke. Pengukuran tekanan darah dan saturasi oksigen dilakukan 15 menit setelah pengukuran VO2Maks. Analisis data menggunakan uji Paired sampel t-test dan Anova dilanjutkan dengan uji post hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan intervensi berupa sport drink Mabel berdasarkan hasil uji t berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan tekanan darah sistolik (p=0,016) dan diastolik (p=0,008), saturasi oksigen (p=0,035), dan VO2Maks (p=0,000). Hasil uji post hoc LSD pada variabel VO2Maks terdapat perbedaan bermakna intervensi sport drink Mabel dibandingkan air putih (p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah intervensi yang diberikan tidak terdapat perbedaan efektivitasnya terhadap tekanan darah dan saturasi oksigen. Intervensi sport drink Mabel dan minuman isotonik komersial dapat meningkatkan VO2Maks atlet sepak bola.
GAMBARAN MAKAN, MINUM DAN CUCI TANGAN REMAJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Joyeti Darni; Retno Wahyuningsih
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 1 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i1.591

Abstract

Eating and drinking habits are prone to change due to sensitivity to environmental changes in the context of a pandemic. Eating a balanced diet and drinking enough water is very important for life. One of the reasons why adolescents are categorized as vulnerable, namely changes in lifestyle and eating habits affect nutritional needs. Adequate nutritional needs need to be considered in adolescent groups to support their growth and development. This study aims to look at the description of eating, drinking and washing hands of adolescents during the Covid-19 pandemic. The research design used a cross sectional study, with adolescent respondents in the city of Mataram. Respondents were taken by random sampling and were willing to fill in informed consent. Respondents who participated amounted to 74 respondents. Data was collected using a questionnaire in December 2020. Questionnaires about drinking, reading beverage packaging labels and washing hands during a pandemic related to how many liters of water and how often teenagers wash their hands. Data were analyzed by a univariate test. The results of the study regarding the behavior of drinking water showed that as much as 50.0% of teenagers drank 8 glasses of water a day, while 17.6% of teenagers drank water only when they were thirsty. The main eating behavior is three times a day as much as 45.9% of teenagers eat the main food <3 times a day. Behavior of reading packaging labels 12.2% of teenagers always read the packaging, 4.1% of teenagers never read the packaging. Hand washing behavior during the covid pandemic 77.0% of teenagers always wash their hands.Kebiasaan makan dan minum rentan berubah karena kepekaan terhadap perubahan lingkungan dalam konteks pandemi. Makan yang seimbang dan minum air putih yang cukup, sangat penting bagi kehidupan. Salah satu alasan mengapa remaja dikategorikan rentan, yaitu perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan berpengaruh pada kebutuhan gizi, Kebutuhan gizi yang cukup perlu diperhatikan pada kelompok remaja untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran makan, minum dan cuci tangan remaja selama pandemi Covid-19. Desain penelitian menggunakan cross sectional study, dengan responden remaja di Kota Mataram. Responden diambil secara random sampling dan bersedia mengisi informed consent. Responden yang berpartisipasi berjumlah 74 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pada bulan desember 2020. Kuesioner gambaran minum, membaca label kemasan minuman dan cuci tangan selama pandemi terkait berapa banyak liter air dan seberapa sering remaja melakukan cuci tangan. Data dianalisis secara uji univariate. Hasil penelitian terkait perilaku minum air sebanyak 50.0% remaja minum air 8 gelas sehari, sedangkan 17.6% remaja minum air setiap haus saja. Perilaku makan utama 3 x sehari sebanyak 45,9% remaja makan utama <3x sehari. Perilaku membaca label kemasan 12.2% remaja selalu membaca kemasan, 4.1% remaja tidak pernah membaca kemasan. Perilaku mencuci tangan selama masa pandemi covid 77.0% remaja selalu mencuci tangan. 
PEMBERIAN KONSELING GIZI DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN DIABETES MELITUS Sitti Kartika; Muhammad Dawam Jamil; Nugraheni Tri Lestari
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 1 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i1.610

Abstract

Diabetes mellitus is an important public health problem. Nutrition counseling for DM patients is the provision of education, understanding and training regarding knowledge and skills in DM diet management to each DM patient. Nutrition counseling is very necessary for changes in increasing knowledge. With good knowledge will affect a person's attitude, especially for people with DM. This knowledge will bring DM sufferers to determine their attitude. Therefore, the use of booklet media is an alternative to overcome the weaknesses that exist in leaflets. The purpose of research to know the effect of counseling with booklet media on knowledge and attitudes of people with diabetes mellitus. The methods of research was quasi-experimental research using a pre- test-post-test design with a control group. This research was conducted in February – May 2022. The population of this study were all inpatient DM patients at Penembahan Senopati Hospital, Bantul. Sampling by purposive sampling, each of which is 28 respondents for the booklet and leaflet group and the dependent variable the control and attitude of DM patients. Shapiro Wilk, Wilcoxon, and Mann Whitney data analysis.  The results of study was the difference between respondents before and after being given nutritional counseling with booklet and leaflet media there was a significant increase in knowledge and attitudes, namely knowledge in the booklet group (p = 0.001), attitudes (p = 0.000), and knowledge in the leaflet group (p = 0.017) and attitude (p=0.005). Booklets were more effective in increasing the knowledge (p=0.017) and attitudes (p=0.05) of DM patients compared to the use of leaflet media. The conclusion was used of booklet media is more effective than the use of leaflet media.Diabetes melitus adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting. Konseling gizi pada pasien DM adalah pemberian pendidikan, pemahaman dan latihan mengenai pengetahuan dan keterampilan dalam penatalaksaan diet DM kepada setiap pasien DM. konseling gizi sangat diperlukan terhadap perubahan peningkatan pengetahuan. Dengan adanya pengetahuan yang baik akan mempengaruhi sikap seseorang khususnya bagi penderita DM. pengetahuan ini akan membawa penderita DM untuk menentukan sikap. Oleh karena itu Penggunaan media booklet merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi kelemahan yang ada pada leaflet. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling dengan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap penderita DM. Metode penelitian merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan pre test-post test with control group. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari – Mei 2022. Populasi penelitian ini yaitu seluruh pasien DM rawat inap di RSUD Penembahan Senopati Bantul. Pengambilan sampel dengan purposive sampling, yaitu masing- masing 28 responden untuk kelompok booklet dan leaflet dan variabel terikat yaitu pengatuahn dan sikap pasien DM. Analisis data shapiro Wilk, wilcoxon, dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan responden sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi dengan media booklet dan leaflet terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap yang signifikan yaitu pengetahuan pada kelompok booklet (p=0,001), sikap (p=0,000), serta pengetahuan pada kelompok leaflet (p=0,017) dan sikap (p=0,005). Booklet lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan (p=0,017) dan sikap (p=0,05) pasien DM dibanding dengan penggunaan media leaflet. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan media booklet lebih efektif dibandingan dengan penggunaan media leaflet.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN HIGIENE SANITASI DI SUDIRMAN STREET FOOD KOTA SUKABUMI Thalia Tsalsa Sa&#039;adah; Rachmanida Nuzrina; Jeallyza Muthia Azra
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 2 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i2.682

Abstract

Food is a basic human need that is needed every time and must be managed properly starting from the selection of food ingredients to the presentation so that the body can digest food into a healthy body. Food or commonly known as street food is one of the products of food management, as the name suggests, street food  is  commonly  found  near  or  even  on  the  side  of  the  road,  workplace,  school  or  crowded  places. Sukabumi City has a variety of culinary tours to be enjoyed by food lovers. One of the culinary attractions in the Sukabumi City area is Sudirman Street Food, which offers a variety of delicious menus at low prices. Observations conducted by researchers on July 2, 2022 showed that many food handlers at Sudirman Street Food in Sukabumi City had not implemented adequate sanitary hygiene measures and lacked awareness of the importance of food safety. This was evident during the sales and service of food. Therefore, researchers were interested in conducting a study aimed at analyzing factors associated with the application of sanitary hygiene at Sudirman Street Food in Sukabumi City. This study used a cross sectional research design with a sample of 47 people. The research was conducted by interview, observation and filling out questionnaires. Data were analyzed using Chi-Square test, data showed that there was a relationship between knowledge and attitude with the application of sanitary hygiene at Sudirman Street Food in Sukabumi City with a p value ≤ 0.05. Meanwhile, there was no relationship between age, education, length of service, and training on the application of sanitary hygiene at Sudirman Street Food in Sukabumi City.  Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap waktu dan harus dikelola dengan baik dimulai dari pemilihan bahan makanan hingga penyajian agar tubuh dapat mencerna makanan menjadi tubuh yang sehat. Makanan atau yang biasa dikenal jajanan kaki lima merupakan salah satu produk dari pengelolaan makanan, seperti namanya makanan  jajanan yang biasa ditemukan di  dekat  atau bahkan di pinggir  jalan,  tempat  kerja,  sekolah  atau  tempat  keramaian.  Kota  Sukabumi  memiliki  berbagai  wisata kuliner untuk dinikmati oleh para pecinta makanan. Salah satu kuliner yang ada di wilayah Kota Sukabumi adalah Sudirman Street Food yang menawarkan berbagai rangkaian menu sedap dengan harga yang murah. Observasi yang peneliti lakukan pada tanggal 2 Juli 2022 menunjukkan bahwa masih banyak penjamah makanan di Sudirman Street Food Kota Sukabumi yang belum menerapkan tindakan higiene sanitasi yang memadai serta kurangnya kesadaran atas pentingnya keamanan makanan. Hal ini tampak pada pelaksanaan saat melakukan penjualan dan pemberian layanan makanan. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan higiene sanitasi  di  Sudirman  Street  Food  Kota  Sukabumi.  Penelitian  ini  menggunakan  desain  penelitian  cross sectional dengan sampel sebanyak 47 orang. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan mengisi  kuesioner.  Data  dianalisis  memakai  uji  Chi-Square.  Data  analisis  uji  Chi-Square  menunjukkan hasil ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan penerapan higiene sanitasi di Sudirman  Street Food Kota Sukabumi dengan nilai p ≤ 0,05. Sedangkan tidak ada hubungan antara umur, pendidikan, lama bekerja, dan pelatihan terhadap penerapan higiene sanitasi di Sudirman Street Food Kota Sukabumi.   
ANALISIS SENSORI ES PUTER SUBTITUSI KULIT PISANG KEPOK DAN BIJI CHIA SEBAGAI PRODUK TINGGI SERAT DAN RENDAH LEMAK Talitha Sahda Nathaniela; Rita Ismawati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 2 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i2.765

Abstract

Obesity is a nutritional problem with a prevalence that continues to increase from year to year. One of the efforts to prevent obesity is through the implementation of balanced nutrition guidelines by consuming lots of fiber sources and limiting high-fat intake. The purpose of this study was to develop a product in the form of ice puter substituted with banana peel with the addition of chia seeds to be sensorially evaluated by looking at differences in the level of liking for color, aroma, texture, taste and overall and analyzing fiber and fat content in ice puter formulations with a ratio of banana peel and chia seeds (30%; 50%) and (20g; 10g). This research is an experimental study using a 2x2 factorial completely randomized design (CRD). Sensory test research subjects were 30 panelists. The analisys data were using the Kruskall Wallis Test followed by the Mann Whitney Test. The results of the study based on the results of statistical tests showed that there were significant differences in the parameters of color, aroma, texture, taste and overall (p<0.05). Substitution of kepok banana peel and the addition of chia seeds influenced the level of panelists' liking and affected the fiber and fat content of es puter. Obesitas merupakan masalah gizi dengan prevalensi yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu upaya untuk pencegahan obesitas adalah melalui penerapan pedoman gizi seimbang dengan banyak mengkonsumsi sumber serat serta membatasi asupan tinggi lemak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk berupa es puter yang disubtitusikan kulit pisang dengan penambahan biji chia untuk dievaluasi secara sensori dengan melihat perbedaan tingkat kesukaan warna, aroma, tekstur, rasa dan keseluruhan serta menganalisis kadar serat dan lemak pada formulasi es puter dengan perbandingan kulit pisang dan biji chia (30%;50%) dan (20g;10g). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2x2. Subjek penelitian uji sensori sebanyak 30 orang panelis. Data dianalisis menggunakan Uji Kruskall Wallis dilanjutkan dengan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter warna, aroma, tekstur, rasa dan keseluruhan (p< 0.05). Subtitusi kulit pisang kepok dan penambahan biji chia memberikan pengaruh pada tingkat kesukaan panelis serta mempengaruhi kandungan serat dan lemak pada es puter.
NILAI GIZI DAN DAYA TERIMA COOKIES WIKARA (WIJEN KACANG MERAH) UNTUK MENCEGAH ANEMIA DEFISIENSI BESI Kartiningsih Kartiningsih; Kurnia Mar&#039;atus Solichah; Faurina Risca Fauzia
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 2 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i2.790

Abstract

It is estimated that approximately 30% of the global population suffers from anemia. Iron deficiency anemia has harmful impacts on children, adolescents, and pregnant women. This study aimed to investigate the nutritional composition and consumer acceptance of wikara cookies for the prevention of iron deficiency anemia. The research used experimental design with four treatments and two replications of completely randomized design (CRD). The collected data included nutritional analysis of protein, iron content, and consumer acceptance was evaluated through hedonic tests, which measured preferences for aroma, taste, texture, color, and overall perception of the cookies. The hedonic tests involved 30 semi-trained panelists selected through simple random sampling. Data analysis was done using One Way ANOVA. The results of the study show significant differences in nutritional composition and the acceptability of aroma, taste, color, and overall perception (p-value<0.05). However, no significant differences were observed in texture (p-value>0.05). The best formulation of the cookies was found in Formulation D, which contained 8.01 g of protein, 14.67 mg of iron, and received an acceptability rating of 3.10 (neutral).  In conclusion, this study shows differences in nutritional composition and consumer acceptance of wikara cookies for the prevention of iron deficiency anemia.Diperkirakan sekitar 30% penduduk dunia menderita anemia. Anemia defisiensi besi memiliki dampak berbahaya pada anak, remaja, dan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai gizi dan daya terima cookies wikara (wijen kacang merah) untuk mencegah anemia defisiensi besi. Penelitian bersifat eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan dua kali pengulangan. Data yang dikumpulkan terdiri dari nilai gizi berupa protein, zat besi, dan daya terima berupa tingkat kesukaan terhadap aroma, rasa, tekstur, warna, dan keseluruhan cookies melalui uji hedonik. Uji hedonik dilakukan pada 30 panelis semi terlatih yang telah dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai gizi dan daya terima cookies secara aroma, rasa, warna, dan keseluruhan (p-value<0.05), tetapi tidak berbeda secara tekstur (p-value>0.05). Cookies terbaik terdapat pada formulasi D dengan kandungan protein 8,01 g, zat besi 14,67 mg, dan nilai kesukaan 3,10 (netral). Kesimpulan: terdapat perbedaan nilai gizi dan daya terima cookies wikara (wijen kacang merah) untuk mencegah anemia defisiensi besi.
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKANAN DAN PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING Permana, Aliffia Sri; Sulandjari, Siti
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 2 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i2.1062

Abstract

Stunting is a failure to achieve childrens growth potential which can lead to future disturbances spesifically experiencing difficulties in achieving optimal physical and cognitive development. This study aims to analyze the correlation between nutritional knowledge and feeding patterns of mothers with the incidence of stunting toddlers aged 25-59 months. The type of research is a quantitative study with a cross sectional approach. The population of this study were mothers with toddlers aged 25-59 months as many as 270 people and a sample of 80 people were taken with the sampling technique using simple random sampling. Feeding patterns by mothers were measured using the Child Feeding Questionaire (CFQ) and nutritional knowledge was measured using tests. Data analysis used chi-square test. The results of the research show that there was a relationship between feeding patterns with incidence of stunting in toddlers (p=0.000) and there is no relationship between maternal nutritional knowledge with incidence of stunting in toddlers (p=0.281). Health workers are expected to provide education to mothers of toddlers regarding toddler nutrition, as well as evaluate the counseling that has been provided as an effort to prevent and overcome stunting.Stunting adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi genetiknya, yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari, termasuk hambatan dalam mencapai kemajuan fisik dan mental. Penelitian ini memiliki tujuan guna mencari tahu kaitan diantara wawasan gizi serta pola pemberian makanan ibu dengan kejadian balita stunting umur 25-59 bulan. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini ialah ibu yang mempunyai balita umur 25-59 bulan berjumlah 270 orang, sebanyak 80 orang sampel penelitian yang diambil dengan metode simple random sampling. Pola pemberian makanan oleh ibu diukur menggunakan Child Feeding Questionaire (CFQ) dan pengetahuan gizi diukur menggunakan tes. Analisis hubungan antara variabel memanfaatkan uji Chi-square. Hasil penelitian mememperlihatkan adanya kaitan diantara pola makan bersama peristiwa balita stunting (p=0,000) serta tidak ada kaitan diantara pengetahuan gizi ibu bersama peristiwa balita stunting (p=0,281). Kader atau tenaga kesehatan diinginkan mampu memberi pengarahan bagi ibu balita tentang gizi balita, dan juga menjalankan evaluasi dari pengarahan yang sudah diberikan menjadi usaha mencegah menanggulangi stunting.
FAKTOR-FAKTOR KEJADIAN HIPERTENSI PADA PRALANSIA DI DESA PADURENAN KABUPATEN BOGOR ‎ Iik Hikmawati; Walliyana Kusumaningati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 2 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i2.731

Abstract

Hypertension is a degenerative disease or a non-communicable disease known as the "silent killer" because this disease has no complaints, so it is only known if the patient has complications. Therefore efforts to prevent or treat hypertension can be carried out in the pre-elderly to reduce the incidence of hypertension in the elderly. The purpose of this study was to analyze the relationship between sodium intake, fat intake, nutritional status, visceral fat and physical activity with hypertension in the elderly in Padurenan Village, Bogor Regency. This study is observational with a cross sectional approach. The sample in this study were 65 pre-elderly people using simple random sampling technique. Hypertension data collected using digital sphygmomanometer, sodium intake data by SQ-FFQ, fat intake data by 2x24 hour Food Recall, body weight and visceral fat data by BIA, physical activity data by PAL and height measurement by microtoise. Data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis with the chi suare test using SPSS. The results of the chi square test showed that there was a relationship between sodium intake (p=0.000), fat intake (p=0.002), visceral fat (p=0.000), physical activity (p=0.009) and the incidence of hypertension in the elderly. There is no relationship between nutritional status and the incidence of hypertension in the elderly (p = 0.093). Communities are expected to consume nutritious food, limit sodium and fat intake and carry out physical activity, especially for the pre-elderly in order to improve good health status and achieve a healthy elderly condition.Hipertensi merupakan penyakit degeneratif atau penyakit tidak menular yang dikenal dengan sebutan “pembunuh senyap” atau ”silent killer” dikarenakan penyakit ini tanpa keluhan sehingga baru diketahui apabila penderita mengalami komplikasi. Oleh karena itu upaya pencegahan atau penanganan hipertensi dapat dilakukan pada pra lansia untuk mengurangi kejadian hipertensi pada lansia. tujuan dar penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara asupan natrium, asupan lemak, status gizi, lemak visceral dan aktifitas fisik dengan hipertensi pada pra lansia di Desa Padurenan Kabupaten Bogor. Peilitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 65 pra lansia dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data hipertensi menggunakan spigmomanometer digital, data asupan natrium dengan SQ-FFQ, data asupan lemak dengan Food Recall 2x24 jam, data berat badan dan lemak visceral dengan BIA, data aktifitas fisik dengan PAL dan pengukuran tinggi badan dengan microtoise. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi suare menggunakan SPSS. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa teradpat hubungan antara asupan natrium (p=0.000), asupan lemak (p=0.002), lemak visceral (p=0.000), aktfitas fisik (p=0.009) dengan kejadian hipertensi pada pra lansia. Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hiperrtensi pada pra lansia (p=0.093). Masyarakat diharapkan untuk mengonsumsi makanan bergizi, membatasi asupan natrium dan lemak serta melakukan aktifitas fisik terutama pada pra lansia agar dapat meningkatkan status kesehatan yang baik dan dapat mencapai kondisi lansia yang sehat.
HUBUNGAN TINGKAT STRES AKADEMIK DAN TINGKAT ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI SISWA Dirniyatika, Ameylya; Indrawati, Veni
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 1 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i1.754

Abstract

Academic stress is a response that arises because of the many demands and assignments that must be completed. The purpose of this study was to determine the relationship between academic stress level, protein intake, fat intake and carbohydrate intake with nutritional status grade 12 students SMKN 2 Tuban. The type of research was quantitative with a cross sectional approach. The number of samples in this study were 93 respondents. Data collection used the PSS-10 questionnaire, semi-FFQ form, measuring height and weight for nutritional status. The analysis used in this study was the sperman rank correlation test. The results of this study showed that there was no relationship between academic stress levels and nutritional status with p-value = 0.375, there was no relationship between protein intake and nutritional status with  p-value = 0.146, there was no relationship between fat intake and nutritional status with p-value = 0.302, there is a relationship between carbohydrate intake and nutritional status with p-value = 0.020. There is no relationship between academic stress levels, protein intake and fat intake with nutritional status. There is relationship between carbohydrate intake and nutritional status.Stres akademik yaitu respon yang timbul karena banyaknya tuntutan dan tugas yang harus diselesaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres akademik, asupan protein, asupan lemak dan asupan karbohidrat dengan status gizi siswa kelas 12 SMKN 2 Tuban. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 93 responden. Pengumpulan data menggukanan kuesioner PSS-10, formulir semi-FFQ, pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk status gizi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji korelasi sperman rank. Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara tingkat stres akademik dengan status gizi dengan p-value = 0,375, tidak ada hubungan antara asupan protein dengan status gizi dengan p-value = 0,146, tidak ada hubungan antara asupan lemak dengan status gizi dengan p-value = 0,302, terdapat hubungan antara asupan karbohidrat dengan status gizi dengan p-value = 0,020. Tidak terdapat hubungan antara tingkat stres akademik, tingkat asupan protein dan tingkat asupan lemak dengan status gizi. Terdapat hubungan antara tingkat asupan karbohidrat dengan status gizi.