cover
Contact Name
Pepi Sugianto Umar
Contact Email
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Phone
+6282394946611
Journal Mail Official
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Jalan Taman Pendidikan No. 36 Kel. Moodu Kec. Kota Timur Kota Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS
ISSN : 24078484     EISSN : 25497618     DOI : -
Jurnal Health and Nutritions adalah terbitan berkala yang memuat artikel penelitian ilmiah di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Health and Nutritions diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain. Jurnal Health and Nutritions diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan Februari dan Agustus) oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Jurnal ini merupakan jurnal peer-reviewed dan open access journal yang berfokus pada ilmu gizi dan kesehatan.
Articles 188 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI ORANG TUA, POLA ASUH PEMBERIAN MAKAN, DAN STATUS GIZI SISWA NEURODEVELOPMENTAL DISORDERS Maharani, Elyana Ayu; Soeyono, Rahayu Dewi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 2 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i2.1144

Abstract

Children with neurodevelopmental disorders (NDD) are a group that tends to experience malnutrition. Therefore, parents awareness is needed regarding their children's nutritional intake and substances through feeding parenting. The study aims to determine the description of parents nutritional knowledge, feeding parenting patterns, and nutritional status of students with neurodevelopmental disorders. This study used a narrative qualitative approach with semi-structured in-depth interviews involving 3 key informants and 7 supporting informants from parents, principals, and teaching staff of PKBM Lentera Fajar Indonesia, Sidoarjo. This study also used anthropometric measurements on each key informant's child to determine their nutritional status. The results of this study showed that the majority of parents had incorrect understanding of the types of foods that should be restricted and avoided. However, other understandings related to other parenting feeding style are good. In addition, it was known that the majority of parents apply the type of permissive feeding style based on the fulfilment of the demandingness and responsiveness aspects. According to the IMT/U calculation of the three students in this study, An. U has a nutritional status with a normal interpretation, An. S with a overweight interpretation, and An. K with a thinness interpretation. This is due to the existence of different parenting feeding style at pre-school age. Thus, it was concluded that nutritional knowledge and parenting feeding style currently carried out had a negligible impact on the nutritional status of neurodevelopmental disorders students at PKBM Lentera Fajar Indonesia. Anak dengan neurodevelopmental disorders (NDD) merupakan kelompok yang cenderung mengalami malnutrisi. Untuk itu, diperlukan kesadaran orang tua terkait asupan dan zat gizi anak melalui pola asuh pemberian makan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan gizi orang tua, pola asuh pemberian makan, dan status gizi siswa neurodevelopmental disorders. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan wawancara mendalam (in-depth interview) semi terstruktur yang melibatkan 3 informan kunci dan 7 informan pendukung dari orang tua siswa, kepala sekolah, dan tenaga pengajar PKBM Lentera Fajar Indonesia, Sidoarjo. Penelitian ini juga menggunakan metode pengukuran antropometri pada masing-masing anak informan kunci untuk mengetahui status gizinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas orang tua siswa memiliki ketidaktepatan pemahaman terkait jenis dari makanan yang seharusnya dibatasi dan dihindari. Akan tetapi, pemahaman lainnya terkait pola asuh pemberian makan lainnya sudah baik. Selain itu, diketahui mayoritas orang tua menerapkan jenis pola asuh pemberian makan permissive berdasarkan pemenuhan aspek demandingness dan responsiveness. Berdasarkan perhitungan IMT/U dari ketiga siswa pada penelitian ini diketahui An. U memiliki status gizi dengan interpretasi normal, An. S dengan interpretasi overweight, dan An. K dengan interpretasi thinness. Hal ini disebabkan karena adanya pola asuh pemberian makan yang berbeda pada usia pra-sekolah. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan gizi dan pola asuh pemberian makan yang saat ini dilakukan memiliki dampak yang tidak berarti pada status gizi siswa neurodevelopmental disorder di PKBM Lentera Fajar Indonesia.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Aboka, Ainun Octaviani; Domili, Indra; Nuryani, Nuryani
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 2 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i2.1205

Abstract

Parenting style is a crucial factor closely related to the incidence of stunting in toddlers under five years old, as it significantly impacts in growth and development of toddlers. Parental involvement is essential in preventing stunting to reduce its prevalence. Stunting is a condition where toddlers fail to grow properly due to chronic malnutrition, resulting in a height that does not correspond with age. Stunting remains a significant nutritional problem for toddlers in the worldwide. The aims of the study was to determine the relationship between parenting styles and the incidence of stunting in toddlers. The quantitative research used an analytical design with a cross-sectional approach. The population was 835 toddlers, with a sample size of 89 toddlers that taken by stratified random sampling. The study results indicated that the distribution of parenting style was democratic as many as 24,7%, authoritative 27% and permissive 48,3%. The majority of parents with permissive parenting styles had toddlers with stunting with total 39 respodnents (86.7%). The incidence of stunting was 50,6%. There was a significant association between parenting styles and the incidence of stunting (p-value = 0.000). The conclusion of the study there was a significant association between parenting styles and the incidence of stunting. Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang sangat berkaitan erat dengan kejadian stunting pada balita yang berumur dibawah lima tahun karena pola asuh orang tua dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Peran orang tua dalam pencegahan stunting sangat dibutuhkan untuk mengurangi angka kejadian stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga menyebabkan tinggi badan balita tidak sesuai degan usianya. Kejadian stunting masih menjadi salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Total populasi sebanyak 835 dan sampel 89 balita dengan pengambilan sampel penelitian secara tratified random sampling. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola pengasuhan orang tua sebanyak 24,7% pola asuh demokratis, 27% pola asuh otoriter, dan 48,3% dengan pola asuh permisif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pola asuh orang tua secara permisif dengan stunting sebanyak 39 orang (86,7%). Kejadian stunting sebanyak 50,6%. Terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting (p-value = 0.000). Kesimpulan penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian stunting pada balita. 
PENGARUH ASUPAN VITAMIN D DENGAN KOMPOSISI TUBUH ANAK: LITERATUR REVIEW Widhi, Anisa Sekar
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 1 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i1.1365

Abstract

Middle childhood and early adolescence are important periods in the growth and development period that will affect height and health in adolescence and adulthood. The prevalence of vitamin D deficiency has been conducted by the National Diet and National Surveys (NDNS) around 7.5% of children aged 1.5-3 years are deficient. Data from 2015 showed that 44% of Indonesian children were insufficient and 50.3% inadequate. One factor that can cause growth disorders in children is lack of vitamin D intake. Low vitamin D consumption is associated with slower linear growth. Thus, this study aims to see the effect of vitamin D supplementation on children's body composition. This research method is a literature study that aims to collect data or research objects that are literature in nature to solve an in-depth problem regarding relevant library materials. There are six articles reviewed using experimental research methods and randomized controlled trial designs. The results of six studies showed no effect of vitamin D supplement consumption on children's body composition such as body weight, fat mass, fat-free mass, body mass index (BMI), BMI/A, Height/A with details of three articles stating no significant effect on body weight (BB), two articles on Height/A, two articles on BMI/A, two articles on body fat percentage, fat mass, fat-free mass, and one article on BMI. The conclusion was there no significant effect of vitamin D supplementation on children's body composition.Masa anak-anak pertengahan dan masa remaja awal merupakan masa penting dalam periode tumbuh kembang yang akan memengaruhi tinggi badan dan kesehatan di masa remaja dan dewasa. Prevelensi defisiensi vitamin D telah dilakukan oleh National Diet and National Surveys (NDNS) sekitar 7,5% anak usia 1,5-3 tahun mengalami defisiensi. Data tahun 2015 memperlihatkan bahwa anak Indonesia 44% insufficient dan 50,3% indaquate. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak adalah kurang asupan vitamin D. Konsumsi vitamin D yang rendah berhubungan dengan pertumbuhan linier yang lebih lambat. Sehingga, penelitian ini bertujuan melihatkan efek suplementasi vitamin D terhadap komposisi tubuh anak. Metode penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang bertujuan mengumpulkan data atau obyek penelitian yang bersifat kepustakaan untuk memecahkan suatu masalah mendalam terhadap bahan pustaka yang relevan. Terdapat enam artikel yang dikaji dengan metode penelitian eksperimental dan desain randomized controlled trial. Hasil dari enam penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh konsumsi suplemen vitamin D terhadap komposisi tubuh anak seperti berat badan, massa lemak, massa bebas lemak, indeks massa tubuh (IMT), IMT/U, TB/U dengan rincian tiga artikel menyatakan tidak ada pengaruh signifikan terhadap berat badan (BB), dua artikel terhadap TB/U, dua artikel tehadap IMT/U, dua artikel terhadap persentase lemak tubuh, massa lemak, massa bebas lemak, dan satu artikel terhadap IMT. Kesimpulan tidak ada pengaruh yang signifikan pemberian suplemen vitamin D dengan komposisi tubuh anak. 
HUBUNGAN ASUPAN SERAT, SENG DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS HIPERGLIKEMIA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Divia Wardani, Nella Friscyka; Sholihah, Lini Anisfatus
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 1 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i1.1346

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a significant global health issue, particularly Type 2 Diabetes Mellitus (DMT2). Managing the intake of fiber, zinc, and physical activity is essential for controlling hyperglycemia in DMT2 patients. This study examines association between the fiber and zinc intakes, and physical activity with hyperglycemia status among type 2 diabetes mellitus. The study was conducted from June to August 2024. The cross-sectional study involved 88 respondents selected through the accidental sampling technique. Data on fiber and zinc intake were gathered using the SQ-FFQ form, and physical activity levels were measured with the GPAQ questionnaire. Hyperglycemia status was determined by fasting blood glucose levels from lab results. The majority of respondents were women (60%) and in the pre-elderly age group (92%). The total of 50 respondents (63%) had hyperglycemia, while 38 (37%) had normoglycemia. The study found below-average fiber intake in 69 respondents (78%) and insufficient zinc intake in 58 respondents (66%). Physical activity levels were light in 38 respondents (43%), moderate in 46 (52%), and heavy in 4 (5%). The study reveals a significant relationship between fiber intake (p=0.047, OR=2.8), zinc intake (p=0.022, OR=2.8), and physical activity (p=0.032, OR=2.6) with hyperglycemia status in DMT2. Proper nutrition and physical activity management are crucial to control hyperglycemia and prevent complications in DMT2 patients.Diabetes Melitus (DM) adalah masalah kesehatan global yang signifikan, terutama Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Mengelola asupan serat, seng, dan aktivitas fisik sangat penting untuk mengendalikan hiperglikemia pada pasien DMT2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan serat, seng, dan aktivitas fisik dengan status hiperglikemia pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni hingga Agustus 2024. Penelitian dengan desain potong lintang ini melibatkan 88 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data asupan serat dan seng dikumpulkan dengan menggunakan formulir SQ-FFQ, dan tingkat aktivitas fisik diukur dengan kuesioner GPAQ. Status hiperglikemia ditentukan oleh kadar gula darah puasa dari hasil laboratorium. Mayoritas responden adalah perempuan (60%) dan berada pada kelompok usia pra-lansia (92%). Sebanyak 50 responden (63%) mengalami hiperglikemia, sementara 38 responden (37%) mengalami normoglikemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69 responden (78%) memiliki asupan serat di bawah rata-rata dan 58 responden (66%) memiliki asupan seng yang kurang. Pada tingkat aktivitas fisik, 38 responden (43%) memiliki aktivitas fisik ringan, 46 responden (52%) memiliki aktivitas fisik sedang, dan 4 responden (5%) memiliki aktivitas fisik berat. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan serat (p=0,047, OR=2,8), asupan seng (p=0,022, OR=2,8), dan aktivitas fisik (p=0,032, OR=2,6) dengan status hiperglikemia pada DMT2. Penatalaksanaan diet dan aktivitas fisik yang tepat sangat penting untuk mengontrol hiperglikemia dan mencegah komplikasi pada pasien DMT2.
HUBUNGAN BEBAN GLIKEMIK DAN IMT DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Pramitra, Fanesa Arsy; Sholihah, Lini Anisfatus
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 1 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i1.1352

Abstract

Elevated blood sugar levels in DMT2 patients over a long period can trigger complications. Nutritional management which includes low glycemic load intake and weight loss to body mass index (BMI) values in the normal range is needed to control blood sugar levels. The purpose of this study is to determine the relationship between glycemic load and BMI on blood sugar levels in outpatients with T2DM. This study was a quantitative research with a cross-sectional approach. The respondents in this study were 88 T2DM patients which was determined through accidental sampling techniques. Glycemic load data was collected through direct interviews with the SQ-FFQ method in the past month, and BMI was obtained from direct weight and height measurements. The blood sugar level data was the fasting blood sugar level (FBG) obtained from laboratory results. The data was analyzed using the spearman-rho test. The results showed that the average glycemic load of the respondents was 118.34±35.38. Meanwhile, the average BMI value was 25.74±4.21 kg/m2 and the average FBG was 157.9±64.64 mg/dL. The results of the relationship between glycemic load and blood sugar levels showed p-value = 0.000 and r = 0.68, while the relationship between BMI and blood sugar level showed p-value = 0.000 and r = 0.512. There was a significant positive relationship between glycemic load and BMI on blood sugar levels in T2DM outpatients.Peningkatan kadar gula darah pada pasien DMT2 dalam jangka waktu yang lama dapat memicu terjadinya komplikasi. Penatalaksanaan gizi yang meliputi asupan beban glikemik rendah dan penurunan berat badan hingga nilai indeks massa tubuh (IMT) pada rentang normal diperlukan untuk mengontrol kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban glikemik dan IMT dengan kadar gula darah pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian yaitu 88 pasien DMT2 yang ditentukan melalui teknik accidental sampling. Data beban glikemik dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan metode SQ-FFQ satu bulan terakhir, IMT melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan secara langsung, kemudian data kadar gula darah merupakan kadar gula darah puasa (GDP) yang diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien. Data kemudian dianalisis menggunakan uji spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata beban glikemik responden sebesar 118,34±35,38. Sedangkan nilai IMT rata-rata sebesar 25,74±4,21 kg/m2 dan rata-rata GPD sebesar 157,9±64,64 mg/dL. Hasil uji hubungan antara beban glikemik dengan kadar gula darah menunjukkan p-value = 0,000 dan r = 0,68, sementara hubungan IMT dengan kadar gula darah menunjukkan p-value = 0,000 dan r = 0,512. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara beban glikemik dan IMT dengan kadar gula darah pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENJAMAH MAKANAN DENGAN PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI MAKANAN PEDAGANG KAKI LIMA Hura, Putri Wulan Marina Br; Munthe, Deviana Pratiwi; Mamahit, Adi Y.; Agustina, Rakhmawati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 1 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i1.1373

Abstract

Hygiene is an important effort to prevent disease in the residential environment, especially related to food that is potentially contaminated and can cause foodborne diseases. The study was aimed to analyze the association between knowledge and attitudes of food handlers with the implementation of food hygiene and sanitation on street vendors at the Benteng Moraya tourist attraction. The method used was a quantitative approach with a cross-sectional design involving 35 food sellers selected through a purposive sampling method. The independent variables were the knowledge and attitudes of food handlers, while the dependent variable was the implementation of food hygiene and sanitation. The results of the analysis using the chi-square test showed a significant relationship between knowledge (p = 0.000) and attitudes (p = 0.019) with the implementation of hygiene and sanitation. The conclusion was that there was a association between knowledge and attitudes of food handlers with the implementation of food hygiene and sanitation on street vendors. Hygiene merupakan upaya penting untuk mencegah penyakit di lingkungan tempat tinggal terutama terkait dengan makanan yang berpotensi terkontaminasi dan dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara tingkat pengetahuan serta sikap penjamah makanan terhadap praktik hygiene dan sanitasi makanan pada pedagang kaki lima di kawasan wisata Benteng Moraya. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional yang melibatkan 35 penjual makanan yang dipilih melalui metode purposive sampling. Variabel bebas adalah pengetahuan dan sikap penjamah makanan, sedangkan variabel terikat adalah penerapan hygiene dan sanitasi makanan. Hasil analisis univariat terhadap penjamah makanan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik 40,0%, sementara 60,0% lainnya memiliki pengetahuan yang kurang baik. Dari segi sikap sebanyak 57,1% penjamah makanan memiliki sikap yang baik, sedangkan 42,9% menunjukkan sikap yang kurang baik. Adapun penerapan hygiene dan sanitasi makanan sebagian besar berada dalam kategori kurang baik, yaitu sebesar 85,7%, sementara hanya 14,3% yang termasuk dalam kategori baik. Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,019) dengan penerapan hygiene dan sanitasi. Kesimpulan adanya keterkaitan antara pengetahuan serta sikap penjamah makanan terhadap penerapan hygiene dan sanitasi makanan di kalangan pedagang kaki lima. 
HUBUNGAN STRES DENGAN EMOTIONAL EATING PADA REMAJA Piloto, Thesya Claudya Putri; Nugraheni, Fitriana
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 1 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i1.1363

Abstract

Adolescence is a vulnerable period for experiencing stress, which can influence eating behavior, particularly emotional eating. Emotional eating refers to an individual's tendency to consume food in response to emotions, both negative and positive. This study aims to analyze the relationship between stress and emotional eating among adolescents at SMAN 5 Surabaya. This research employs a cross-sectional design with a sample of 142 students from grades X and XI, selected using the cluster random sampling technique. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS)-10 questionnaire, while emotional eating was assessed using the Salzburg Emotional eating Scale (SEES) questionnaire. Data analysis was conducted using the Spearman Rank test. The majority of respondents had a moderate level of stress (78.2%) and a low level of emotional eating (69.7%). The analysis results indicate a significant relationship between stress and emotional eating (p-value = 0.000) with a correlation coefficient (r = -0.290), indicating a weak negative correlation. Most respondents experienced emotional under-eating, where they tended to reduce food intake when experiencing stress. The conclusion drawn is that there is a significant relationship between stress and emotional eating among adolescents at SMAN 5 Surabaya, with a tendency toward emotional under-eating. Effective stress management is necessary to prevent negative impacts on adolescents' eating patterns.
HUBUNGAN ASUPAN KALIUM, KUALITAS TIDUR DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA ORANG DEWASA Fitri, Dela Rizki; Natan, Okdi; Rizal, Ahmad
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 1 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i1.1387

Abstract

Di seluruh dunia, hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini. Di seluruh dunia dan di Indonesia, jumlah penderita hipertensi terus meningkat selama setahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian hipertensi pada masyarakat (20-60 tahun) di wilayah Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu tahun 2024 dengan variabel konsumsi kalium, kualitas tidur, dan kondisi gizi. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain case control berdasarkan observasi analitis. Ukuran sampelnya adalah 70 orang dewasa, dengan 35 orang dimasukkan ke dalam kelompok kasus dan 35 orang ke dalam kelompok kontrol. Pendekatan pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Kami menggunakan uji chi-kuadrat bivariat untuk penyelidikan kami. Pada orang dewasa, hipertensi berhubungan signifikan dengan kualitas tidur yang buruk dan pola makan yang tidak sehat (p-value 0.001; OR= 8.982; p-value 0.015; OR= 3.852). Meskipun demikian, korelasi antara konsumsi kalium dan prevalensi hipertensi pada orang dewasa tidak signifikan secara statistik (p-value 0.088; OR= 4.889).
HUBUNGAN EATING OUT, AKTIVITAS SEDENTARY DAN KONSUMSI FAST FOOD PADA STATUS GIZI REMAJA Maisaroh, Marwah; Nuraelah, Almira
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 1 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i1.1372

Abstract

Abstrak :Makan di luar merupakan makanan dan minuman yang diolah dan dijual di restoran, kafe dan tempat makan lainnya. Remaja lebih suka mengonsumsi makanan cepat saji dan melakukan aktivitas sedentary, hal ini memicu kegemukan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara makan di luar ruangan, aktivitas sedentary dan konsumsi makanan cepat saji terhadap status gizi di SMK Aliyah Depok. Desain penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan metode cross sectional. Responden penelitian ini berjumlah 85 responden yang dipilih secara purposive sampling yaitu responden yang pernah makan di luar rumah minimal 2-3 kali/minggu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner makan di luar, FFQ (Food Frekwensi Questionnaire) dan ASAQ (Adolescents Sedentary Activity Questionnaire). Analisis hubungan dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tempat makan di luar (p=0,009) dengan status gizi (IMT/U). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji (p=0,991) dengan status gizi (IMT/U). Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentary (p=0,034) dengan status gizi (IMT/U). Kesimpulan dari penelitian ini adalah makan di luar terdiri dari frekuensi, tempat, waktu, jenis makanan, sering makan di luar bersama dan alasan makan di luar kemudian yang menunjukkan hubungan yang signifikan adalah tempat makan di luar terhadap status gizi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi makan cepat saji dengan status gizi. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentary dengan status gizi.
PERILAKU KONSUMEN FROZEN READY-MADE MEALS DAN STRATEGI PEMASARAN PADA DEWASA AWAL DI INDONESIA Fachruddin, Ismi Irfiyanti; Syamsuriah, Syamsuriah
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 1 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i1.1357

Abstract

Frozen ready-made meals have become a significant part of modern diets, particularly among Millennials and Generation Z. This shift, driven by urbanization and convenience, aligns with global food consumption trends and poses implications for health, sustainability, and marketing strategies. This study aims to explore the consumption patterns, attitudes, and marketing touchpoints of frozen ready-made meal consumers in Indonesia, focusing on Millennials and Generation Z. It also seeks to identify effective strategies for businesses to engage with this demographic. A structured survey was conducted with 249 respondents representing consumers of frozen ready-made meals in Indonesia. The data covered demographics, media consumption, advertising exposure, and attitudes toward health and sustainability. Comparative analysis was performed to identify trends and patterns in their behavior. The results show a strong reliance on digital platforms, with 94% engaging with digital video content and 80% exposed to video advertising. Smartphones dominate as the primary device for media consumption (98%), and social media usage is high. Health-conscious behaviors are prevalent, with 76% actively trying to eat healthily, though only 25% aim to reduce meat consumption, reflecting limited engagement in sustainable dietary habits. Economic stability, education, and environmental issues are among the top societal concerns. The study highlights the need for businesses to leverage digital platforms, particularly video advertising and social media, to effectively reach Millennials and Generation Z. Emphasizing health-conscious and sustainable options can resonate with their values. A balanced approach, integrating digital innovation with traditional advertising methods, is essential for fostering stronger connections and ensuring long-term consumer loyalty in this demographic.