cover
Contact Name
Pepi Sugianto Umar
Contact Email
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Phone
+6282394946611
Journal Mail Official
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Jalan Taman Pendidikan No. 36 Kel. Moodu Kec. Kota Timur Kota Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS
ISSN : 24078484     EISSN : 25497618     DOI : -
Jurnal Health and Nutritions adalah terbitan berkala yang memuat artikel penelitian ilmiah di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Health and Nutritions diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain. Jurnal Health and Nutritions diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan Februari dan Agustus) oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Jurnal ini merupakan jurnal peer-reviewed dan open access journal yang berfokus pada ilmu gizi dan kesehatan.
Articles 188 Documents
HUBUNGAN KONSUMSI SAYURAN DAN BUAH, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI REMAJA Lillah Rizqi Fauziah; Veni Indrawati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 2 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i2.741

Abstract

Adolescence is a transition phase from childhood to adulthood. The adolescent age group of 10-19 is very vulnerable to nutritional problems, because at that age adolescents experience hormonal changes which may affect their physical changes. Nutritional problems in adolescents appear due to nutritional behavior and misunderstanding of consumption and balanced nutritional needs. This study aims to determine the relationship between vegetables and fruits consumption, macronutrients intake, and physical activity with nutritional status in adolescents in Wiyung district. This research is a quantitative research with a cross sectional approach. Respondents of this study are 96 teenagers. Data was collected using the SQ-FFQ form, 2x24 hour food recall form, Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) and direct measurements of body weight and height. Data analysis using Spearman's rank test. The results of the study based on female gender showed that there was a significant relationship between vegetable consumption (p=0.000), fruit consumption (p=0.001), energy intake (p=0.004), fat intake (p=0.001), carbohydrate intake (p=0.000) , and physical activity (p=0.000) with the nutritional status of adolescents. Meanwhile, protein intake (p=0.185) had no correlation with the nutritional status of adolescents. The results of the study based on male gender showed that there was a significant relationship between energy intake (p=0.004), protein intake (p=0.000), fat intake (p=0.046), carbohydrate intake (p=0.004), and physical activity (p = 0.002) with the nutritional status of adolescents. Meanwhile, vegetable consumption (p=0.341) and fruit consumption (p=0.947) had no correlation with adolescent nutritional status.Usia remaja merupakan kondisi peralihan masa anak- anak menuju dewasa. Kelompok usia remaja 10-19 tahun termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap permasalahan gizi, dikarenakan pada usia tersebut remaja mengalami perubahan hormonal dan berpengaruh pada perubahan fisiknya. Permasalahan gizi pada remaja timbul akibat perilaku gizi dan pemahaman yang salah mengenai konsumsi dan kebutuhan gizi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi sayur dan buah, asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja di kecamatan wiyung surabaya. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Responden penelitian ini berjumlah 96 remaja. Data dikumpulkan menggunakan formulir SQ-FFQ, formulir food recall 2x24 jam, Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) serta pengukuran berat badan dan tinggi badan secara langsung. Analisis data dengan menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin perempuan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan konsumsi sayur (p=0,000), konsumsi buah (p=0,001), asupan energi (p=0,004), asupan lemak (p=0,001), asupan karbohidrat (p=0,000), dan aktivitas fisik (p=0,000) dengan status gizi remaja. Sedangkan asupan protein (p=0,185) tidak memiliki korelasi dengan status gizi remaja. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin laki-laki menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan asupan energi (p=0,004), asupan protein (p=0,000), asupan lemak (p=0,046), asupan karbohidrat (p=0,004), dan aktivitas fisik (p=0,002) dengan status gizi remaja. Sedangkan konsumsi sayur (p=0,341) dan konsumsi buah (p=0,947) tidak memiliki korelasi dengan status gizi remaja.
PENGARUH KONSELING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TERKAIT GIZI PRAKONSEPSI PADA SANTRIWATI PENGHAFAL AL QUR’AN Nihayah, Fina Tahiyatun; Sholichah, Farohatus; Darmuin, Darmuin
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 1 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i1.835

Abstract

The tradition of arranged marriages was still strong in Islamic boarding schools, so knowledge and attitudes related to preconception nutrition in female students need special attention. The purpose of this study to analyze the effect of preconception nutrition counseling on the knowledge and attitudes of female students. The study was an experimental research with one group pre-post test. The sample in this study consisted of female students at Madrosatul Qur'anil Aziziyyah Islamic Boarding School, Bringin, Ngaliyan District, Semarang City, who had finished memorizing the Qur'an. Sampling was total sampling, as many as 30 female students. Counseling about preconception nutrition using leaflet that has been tested with validity test. Data were analyzed by univariate and bivariate. The effect of preconception nutrition counseling on female students knowledge and attitudes was analyzed by the Wilcoxon test. All respondents experienced an increase in knowledge after receiving counseling. Respondents experienced an increase in knowledge from less to enough (23.3%),  from less to good (73.3%), and from enough to good (3.4%). The majority of respondents also experienced an increase in attitude from less to enough (10%),  from less to good (10%), and from enough to good (60%). There was an effect of preconception nutrition counseling on knowledge and attitudes of respondents. Tradisi perjodohan masih kental terjadi di lingkungan pondok pesantren, sehingga pengetahuan dan sikap terkait gizi prakonsepsi pada santriwati perlu mendapat perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling gizi prakonsepsi terhadap pengetahuan dan sikap santriwati. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan one grup pre-post test. Sampel pada penelitian ini terdiri atas santriwati di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’anil Aziziyyah, Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang yang telah selesai menghafal Qur’an. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, yaitu sebanyak 30 santriwati. Konseling seputar gizi prakonsepsi dengan menggunakan media leaflet yang telah diuji validitas. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Pengaruh konseling gizi prakonsepsi terhadap pengetahuan dan sikap santriwati dianalisis dengan uji Wilcoxon. Semua santriwati mengalami peningkatan pengetahuan setelah mendapatkan konseling. Santriwati mengalami peningkatan pengetahuan dari rendah menjadi cukup (23,3%), rendah menjadi baik (73,3%), dan cukup menjadi baik (3,4%). Mayoritas santriwati juga mengalami peningkatan sikap dari rendah menjadi cukup (10,0%), rendah menjadi baik (10,0%), dan cukup menjadi baik (60,0%). Terdapat pengaruh konseling gizi prakonsepsi terhadap pengetahuan dan sikap santriwati.
ANALISIS BIAYA DAN KANDUNGAN GIZI PADA MENU KARYAWAN DI JASABOGA X CIREBON Finandita Widia Andriani; Putri Ronitawati; Rachmanida Nuzrina; Nazhif Gifari
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 2 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i2.655

Abstract

Food service management requires 3 main cost components, namely food costs, labor costs, and overhead costs. The preparation of food costs has an impact on the quality of food and the nutritional content in each serving. At Catering X Cirebon, food financing prioritizes low prices, but still pays attention to the variety of meals with four choices of animal side dishes. The purpose of this study is to analyze the cost and nutritional content contained in the employee menu at Catering X. Research methods used are descriptive quantitative with data collection techniques using interviews and food weighing to determine portion standards. This study was conducted on 11th until 21st April 2022 during Ramadan. All data was collected from the population in this study with a total of 9 employees. Based on the results of the study, the entire employee menu served by Jasaboga X has not met the standards for fulfilling sahoor nutrition for workers. However, the low price strategy that has been set can meet commercial benefits and can still provide a variety of balanced nutritional foods, namely staple foods (rice), animal side dishes with 4 choices per day, vegetable side dishes, vegetables, and fruit. The advice that can be given by researchers in this study is that it is necessary to make portion standards starting from rice preparation, cutting vegetable and animal side dishes, vegetables, and fruit cutting to meet 40% of employee feeding standards.Suatu penyelenggaraan makanan memerlukan 3 komponen biaya utama yaitu biaya bahan (food cost), biaya tenaga kerja (labor cost), dan biaya overhead. Penyusunan biaya makanan berdampak pada kualitas makanan dan kandungan gizi dalam tiap porsi. Pada Jasaboga X Cirebon, pembiayaan makanan mengutamakan harga yang rendah, namun tetap memperhatikan variasi makan dengan empat pilihan lauk hewani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya dan kandungan gizi yang terkandung dalam menu sahur karyawan di Jasaboga X. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan penimbangan makanan untuk mengetahui standar porsi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11-21 April 2022 saat puasa ramadhan. Data dikumpulkan dari seluruh anggota populasi dalam penelitian ini yaitu 9 orang karyawan. Berdasarkan hasil penelitian, keseluruhan menu karyawan yang disajikan oleh Jasaboga X belum memenuhi standar pemenuhan gizi sahur untuk pekerja. Akan tetapi, strategi harga rendah yang telah ditetapkan dapat memenuhi keuntungan komersil serta masih dapat menyediakan variasi makanan gizi seimbang yaitu terdapat makanan pokok (nasi), lauk hewani dengan 4 pilihan per hari, lauk nabati, sayur, dan buah. Saran yang dapat diberikan peneliti dalam penelitian ini adalah perlu dibuat standar porsi dimulai dari pemorsian nasi, pemotongan lauk nabati dan hewani, sayur, dan pemotongan buah untuk memenuhi 40% dari standar pemberian makan karyawan.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BOLU KUKUS UBI JALAR UNGU Gobel, Safira; Anasiru, M. Anas; A. Ntau, Liean
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 1 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i1.838

Abstract

Stunting is a nutrition issue that faced by many impoverished and developed countries. Providing balanced and healthy snacks can help meet the nutritional needs of toddlers and fulfill their dietary requirements. This study aimed to determine the influence of moringa leaf flour substitution on the organoleptic characteristics of steamed purple sweet potato sponge cake as an alternative stunting prevention. This experimental research employed a Completely Randomized Design (CRD) with 4 replications and a total of 16 treatments. The study was conducted in January 2023, with a population of 30 moderately trained panelists who were nutrition students from Gorontalo Polytechnic of Health of the Ministry of Health. The data analysis was performed using the friedman test and paired t-test. The findings revealed that treatment P1 (10 grams of moringa leaf powder substitution) had the highest average value for taste, aroma, and texture in purple sweet potato steamed cake, with an average value of 3.52 for taste, 3.24 for aroma, and 2.77 for texture. Meanwhile, the highest level of color preference was found in treatment P0 (without moringa leaf flour substitution), with an average value of 3.86. These findings indicated that substituting moringa leaf flour significantly influences the taste, aroma, color, and texture of purple sweet potato steamed cake (p = 0.005). The conclusion, substituting moringa leaf flour in purple sweet potato steamed cake positively influences the taste, aroma, color, and texture.Stunting merupakan isu masalah gizi yang saat ini menjadi masalah yang dihadapi oleh negara miskin dan negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daun kelor terhadap karakteristik organoleptik bolu kukus ubi jalar ungu sebagai alternatif pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali pengulangan sehingga diperoleh 16 perlakuan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2023. Populasi studi penelitian adalah panelis agak terlatih yaitu 30 mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Analisis data menggunakan friedman dan paired t-test. Hasil Penelitian menunjukkan rata-rata nilai tingkat kesukaan rasa, aroma, dan tekstur terhadap bolu kukus ubi jalar ungu terdapat pada perlakuan P1 (substitusi tepung daun kelor 10 gram) dengan nilai rata-rata 3,52 untuk rasa, 3,24 untuk aroma dan 2,77 untuk tekstur. Sedangkan terhadap warna nilai tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan P0 (tanpa substitusi tepung daun kelor)  dengan nilai rata-rata 3,86.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh substitusi tepung daun kelor terhadap bolu kukus ubi jalar ungu pada rasa, aroma, warna dan tekstur (p = 0,005). Kesimpulan penelitian menunjukkan ada pengaruh substitusi tepung daun kelor pada bolu kukus ubi jalar ungu baik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur.
UMUR SIMPAN MINUMAN PROBIOTIK YOGHURT LABU KUNING DENGAN KACANG HIJAU Isima, Cinthia Ulva; Gagu, Nivalayanti; Legi, Nonce Nova; Ranti, Irza Nanda; Paruntu, Olga Lieke
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 1 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i1.934

Abstract

Yogurt is a product obtained from fermentation of milk or reconstituted milk using Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus bacteria or other appropriate lactic acid bacteria, with or without the addition of other food ingredients and permitted food additives (SNI 2981, 2009). Testing the symbiotic green bean and yellow pumpkin yoghurt using a starter with Biokul plain yoghurt which was stored at cold temperatures for 7 days of storage. This research aims to determine changes in the quality of symbiotic yoghurt during storage and determine the shelf life of symbiotic yoghurt. The quality limits and minimum limits for symbiotic yoghurt use SNI 2981-2009 regarding yoghurt to determine its shelf life. The data obtained was processed using microsoft excel and descriptive analysis. The lower the storage temperature, the slower the rate of decline in the quality of symbiotic yoghurt. The shelf life of yoghurt can be determined from the critical factor of fastest deterioration. From the results of the research which was carried out using characteristic analysis based on Yogurt Quality Requirements based on SNI 2981 2009, changes were found starting from the appearance, smell, taste and consistency for 7 days of 25 yoghurts placed in plastic packaging. The appearance was still a thick liquid, had a distinctive yoghurt smell and homogeneous, but bacteria are starting to appear on the surface.Yogurt adalah produk yang diperoleh dari fermentasi susu dan atau susu rekonstitusi dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Sterptococcus thermophilus dan atau bakteri asam laktat lain yang sesuai, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan (SNI 2981, 2009). Pengujian yoghurt simbiotik  kacang hijau dan labu kuning menggunakan starter dengan yogurt plain yang biokul yang disimpan pada suhu dingin  selama 7 hari penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan mutu yoghurt simbiotik selama penyimpanan serta melakukan penentuan umur simpan yoghurt simbiotik. Batasan mutu dan batas minimum yoghurt simbiotik menggunakan SNI 2981-2009 mengenai yoghurt untuk penentuan umur simpannya. Data yang diperoleh diolah menggunakan microsoft excel dan analisis deskriptif. Semakin rendah suhu penyimpanan, semakin lambat laju penurunan mutu yoghurt simbiotik.  Umur simpan yoghurt dapat ditentukan dari faktor kritis kerusakan yang paling cepat. Dari hasil penelitian  yang disadarkan dengan analisis karakteristik berdasarkan dengan syarat mutu yogurt berdasarkan SNI 2981 2009  maka didapatkan perubahan mulai dari penampakan, bau, rasa dan konsistensi selama 7 hari dari 25 yogurt yang ditaruh didalam kemasan plastik penampakan masih berupa cairan kental, berbau khas yogurt dan homogen. 
PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI BALITA KELUARGA PETANI Kurniyawan, Enggal Hadi; Nurul Firdaus, Azzahra Ganandya; Sari, Firli Riana; Putri, Melsanda Holipin; Diyanti, Sister Putri; Afandi, Alfid Tri; Nur, Kholid Rosyidi Muhammad
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 1 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i1.896

Abstract

The problem of fulfilling toddler nutrition is still a concern to farming families. The issue of meeting nutritional needs is always synonymous with poverty and parents educational level. Several factors affect toddler nutrition including socio-economic, diet, lack of environmental sanitation, and household food security. Therefore, this analysis aims to determine the factors associated with increasing the fulfillment of toddler nutrition in farming families. The study used the literature review method to obtain as many as ten journals to be analyzed after selection through inclusion and exclusion criteria. The article search strategy uses databases on international journal sites such as google scholar and science direct. Results od study indicated the increament of nutritional fulfillment for toddlers in farming families is influenced by several factors such as employment status, level of education or knowledge, types of communication that affect on children diet, parenting style, number of family members, and household food security in farming families. Conclusions of the study that  status of occupation, level of education or knowledge, type of communication, parenting style, number of family members, and household food security affect the fulfillment of the nutritional needs of toddlers, so particular interventions are needed to help increase the fulfillment of the dietary needs of toddlers such as support for housewives, family planning, and education about giving eating and child nutrition, how to communicate in strategies for providing proper food and training on how to make healthy food with local ingredients.Permasalahan pemenuhan gizi balita masih menjadi perhatian keluarga petani. Persoalan pemenuhan kebutuhan gizi selalu identik dengan kemiskinan dan tingkat pendidikan orang tua. Beberapa faktor yang mempengaruhi gizi balita diantaranya sosial ekonomi, pola makan, sanitasi lingkungan yang kurang, dan ketahanan pangan rumah tangga. Oleh karena itu analisis ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan pemenuhan gizi balita pada keluarga petani. Metode penelitian menggunakan metode literatur review sehingga diperoleh sebanyak sepuluh jurnal untuk dianalisis setelah diseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Strategi pencarian artikel menggunakan database pada situs jurnal internasional seperti google scholar dan science direct. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemenuhan gizi balita pada keluarga petani dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti status pekerjaan, tingkat pendidikan atau pengetahuan, jenis komunikasi yang mempengaruhi pola makan anak, gaya pengasuhan, jumlah anggota keluarga, dan ketahanan pangan rumah tangga pada keluarga petani. Kesimpulan penelitian adalah status pekerjaan, tingkat pendidikan atau pengetahuan, jenis komunikasi, pola asuh orang tua, jumlah anggota keluarga, dan ketahanan pangan rumah tangga berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan gizi balita, sehingga diperlukan intervensi khusus untuk membantu meningkatkan pemenuhan kebutuhan gizi balita. Kebutuhan gizi balita seperti dukungan kepada ibu rumah tangga, keluarga berencana, dan edukasi tentang pemberian makan dan gizi anak, cara mengkomunikasikan strategi penyediaan makanan yang benar dan pelatihan cara membuat makanan sehat dengan bahan lokal.
PENGARUH SUBTITUSI TEMPE DAN PENAMBAHAN DAUN KATUK TERHADAP DAYA TERIMA NUGGET IKAN KEMBUNG Pradana, Muhammad Duta; Indrawati, Veni
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 1 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i1.924

Abstract

Tempeh  and  katuk  leaves  are  food  ingredients  that  have  health  benefits,  especially  for  breastfeeding mothers. Mackerel nuggets (NIK) is ground mackerel meat prepared by substituting tempeh dan adding katuk leaves. The study was aimed to determine effect of tempeh substitution and addition of katuk leaves on the organoleptic quality and nutritional content of NIK. The type of study was used an experiment with a Completely Randomized Design (CRD) research design. Determining the best formula was used overall parameters including color, texture, aroma and taste. Data from organoleptic tests were analyzed using the two-away anova test and duncans follow up test was carried out to determine the real effect of treatment. There were 35 panelists consisting of 5 trained panelists and 30 untrained panelists. The results showed that the substitution of tempeh and addition of katuk leaves to NIK had an effect on taste parameters (p = 0.000) and aroma parameters (p = 0.007). However, it had no influence on color parameters (p = 0.565) and texture parameters (p = 0.103). Sample TIK2 with 20% tempeh substitution and addition 4% katuk leaf had the highest average value of the overall parameters. The NIK nutrition value in the formula every 100 gr 14.65% fat, 18.47% protein, 0.78% crude fiber, 16.37% carbohydrates, 0.10mg/100gr phenolics, 0.29 mg GAE/gr flavonoids. The results of the study concluded that NIK with substitution of tempeh dan addition of katuk leaves could be used as an alternative snack for breastfeeding mothers that was of good quality and acceptable.    Tempe dan daun katuk merupakan bahan makanan yang memiliki manfaat bagi kesehatan terutama pada ibu  menyusui.  Nugget  Ikan  Kembung  (NIK)  adalah  daging  ikan  kembung  giling  yang  diolah  dengan subtitusi  tempe  dan  penambahan  daun  katuk.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh substitusi tempe dan penambahan daun katuk terhadap mutu organoleptik dan kandungan gizi NIK. Jenis penelitian  adalah  eksperimen  dengan  desain  penelitian  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL).  Penentuan formula terbaik menggunakan parameter keseluruhan meliputi warna, tekstur, aroma, dan rasa. Data uji organoleptik  dianalisis  menggunakan  uji  two-away  anova  dan  dilakukan  uji  lanjutan  Duncan  untuk mengetahui pengaruh perlakuan nyata. Pada penelitian ini terdapat 35 panelis yang terdiri dari 5 panelis terlatih dan 30 panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan substitusi tempe dan penambahan daun katuk pada NIK berpengaruh terhadap parameter rasa (p = 0,000) dan parameter aroma (p = 0,007). Namun tidak memiliki pengaruh terhadap parameter warna (p = 0,565) dan parameter tekstur (p  = 0,103). Ikan Proporsi Formula TIK2 dengan subtitusi tempe 20% dengan penambahan daun katuk 4% memiliki nilai rata–rata tertinggi dari parameter keseluruhan. Kandungan NIK pada formula setiap 100 gr mengandung lemak  sebesar  14,65%,  protein  18,47%,  serat  kasar  0,78%,  karbohidrat  16,37%,  fenolik  0,10mg/100gr, flavonoid 0,29 mgGAE/gr. Hasil penelitian menyimpulkan NIK dengan substitusi tempe dan penambahan daun  ketuk  dapat  dijadikan  alternatif  snack  ibu  menyusui  yang  bermutu  baik  dan  dapat  diterima  oleh panelis.  Kata Kunci: ikan kembung; nugget; nilai gizi  
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA Olii, Melsi; Domili, Indra; Setiawan, Denny Indra; Nuryani, Nuryani
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 2 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i2.1206

Abstract

Nutritional status is a reflection of body health related to dietary patterns and intake. One indicator is weight-for-age (WFA), which is classified into four categories including severely underweight, underweight, normal and overweight. Nutrition during infancy and toddlerhood is crucial because of a golden period for growth and development. Neglect during this period can lead to severe and long-lasting health problems, such as stunted physical development, susceptibility to diseases, and future cognitive impairments. The aims of the study was to determine the relationship between mothers knowledge of nutrition and the nutritional status of toddlers. The study was quantitative research employed a cross-sectional design. The study population was 694 parents of toddlers, with a sample size of 87 parents of toddlers. The results showed that most mothers of toddlers had a moderate level of knowledge about nutrition 36 (41.4%). Among the toddlers, 45 (51.7%) were classified as underweight based WFA, and 85 (97.7%) were not stunted based on their height-for-age (HFA). There was a relationship between mothers knowledge of nutrition and the WFA nutritional status of toddlers, but no relationship was found between mothers knowledge of nutrition and the HFA nutritional status of toddlers.Status gizi adalah cerminan kesehatan tubuh yang berkaitan dengan pola makan dan asupan. Salah satu indikator status gizi adalah berat badan munurut umur (BB/U) yang diklasifikasikan menjadi empat yaitu gizi buruk, gizi kurang, gizi baik dan gizi lebih. Perhatian terhadap gizi pada usia bayi dan balita sangat esensial, karena periode ini merupakan masa emas (golden period) untuk tumbuh kembang. Periode ini dapat berakibat buruk dan memicu dampak negatif yang berakibat fatal bagi penerus. Menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti terhambatnya perkembangan fisik, mudah terserang penyakit, dan mengalami gangguan kecerdasan di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 694 orang tua balita, sementara sampel penelitian 87 orang tua balita. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu balita tentang gizi sebagian besar memiliki pengetahuan cukup sebanyak 36 (41,4%), balita yang memiliki status gizi BB/U gizi kurang sebanyak 45 (51,7%) dan TB/U tidak stunting sebanyak 85 (97,7%). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi BB/U balita dan tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi TB/U pada balita.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU Azarni, Lasnita; Krisnasary, Arie; Kusdalinah, Kusdalinah
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 2 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i2.1172

Abstract

Nuitritional statuis is a meiasuirei of a peirsons body condition which can bei seiein from thei food consuimeid and thei uisei of nuitrieints in thei body. Good nuitrition is an important factor in achieiving optimal heialth. Thei aim of thei reiseiarch was to deiscribei thei nuitritional statuis of nuitrition stuideints. The reiseiarch was a deiscriptivei obseirvational stuidy with a suirveiy approach. Data analysis in this stuidy uiseid SPSS with uinivariatei teists. Thei samplei in this stuidy was 189 stuideints majoring in nuitrition at thei Heialth Polyteichnic, Ministry of Heialth, Beingkuilui, takein uising thei total sampling meithod. Thei reiseiarch reisuilts showeid that thei majority of reispondeints weirei feimalei (91%), and ageid 20 yeiars. Thei aveiragei heiight of stuideints was 156 cm and thei aveiragei weiight of stuideints was 53 kg. The nutritional status of students based on body mass index (BMI) in underweight category was 22.2%, with good nutritional status 59.3%, overweight 8.5%, and obesity 10%. Most of thei stuideints nuitritional statuis based on body mass index was normal. Stuideints with oveirweiight and obeisei nuitritional statuis shouild pay morei atteintion to theiir dieit and thei amouint of food consuimei to maintain an ideial body weiight and maintain normal nuitritional statuis. Statuis gizi adalah suiatui uikuiran meingeinai kondisi tuibuih seiseiorang yang menunjukkan gambaran asupan makanan yang dikonsuimsi dan peingguinaan zat zat gizi di dalam tuibuih. Keiadaan gizi yang baik meiruipakan salah satui faktor peinting dalam uipaya meincapai deirajat keiseihatan yang optimal. Tuijuian peineilitian yaitui untuk mengetahui gambaran statuis gizi pada mahasiswa. Peineilitian ini meiruipakan peineilitian deiskriptif obseirvasional deingan peindeikatan suirveiy. Analisis data dalam peineilitian ini meingguinakan SPSS deingan analisis uinivariat. Sampeil pada peineilitian ini meiruipakan mahasiswa juiruisan gizi Polteikkeis Keimeinkeis Beingkuilui seibanyak 189 mahasiswa tingkat II yang diambil deingan meitodei total sampling. Hasil peineilitian meinuinjuikkan seibagian beisar reispondein beirjeinis keilamin peireimpuian (91%) dan beiruisia 20 tahuin. Rata-rata tinggi badan mahasiswa yaitui 156 cm dan rata-rata beirat badan mahasiswa yaitui 53 kg. Status gizi mahasiswa berdasarkan indeks massa tubuh dengan kategori kurus atau underweight sebesar 22,2%, dengan kategori status gizi baik sebesar 59,3%, kategori status gizi overweight sebesar 8,5%, dan status gizi obesitas sebesar 10%. Seibagian beisar statuis gizi mahasiswa berdasarkan indeks massa tubuh berada pada kategori normal. Pada mahasiswa deingan statuis gizi geimuik dan obeisitas agar leibih meimpeirhatikan pola makan dan juimlah makanan yang dikonsuimsi agar teitap dapat meinjaga beirat badan yang ideial dan meimpeirtahankan statuis gizi normal.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN, STATUS GIZI DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA Al Muswah, Abdullah Ihsan; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 2 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i2.1006

Abstract

Academic achievement is a term used to show the results obtained by a person from the learning process in the world of education. Academic performance in Indonesia is still relatively low in the world. According to data from the World Best Countries For Education System in 2020, Indonesia ranks 70th with a quality index of 46.6 and an opportunity index of 42.97 out of 93 countries. The purpose of this study was to analyze the relationship between breakfast habits, nutritional status and education level of parents with academic achievement of MAN 2 students of Bogor Regency. The study was conducted in May 2023 at Madrasah Aliyah Negeri 2 Bogor Regency with a sample of 48 respondents taken by probability sampling.  This study used quantitative research methods with a cross sectional design. Data were collected using breakfast habit questionnaires for breakfast habits, Z-score for nutritional status and respondent data for parents education levels. The data was analyzed using the chi square test. The results showed that there was a relationship between breakfast habits (p = 0.001), parental education level (p = 0.000), and there was no relationship between nutritional status (p = 0.516) and student academic achievement. Based on the research results, it was concluded that there was a significant relationship between breakfast habits and parental education level with the respondents academic achievement and there was no significant relationship between nutritional status with academic achievement in students. Prestasi akademik adalah istilah yang digunakan untuk menunjukan hasil yang didapat seseorang dari proses belajar di dunia pendidikan. Prestasi akademik di Indonesia masih tergolong rendah di mata dunia. Menurut data dari World Best Countries For Education System tahun 2020 Indonesia menempati urutan 70 dengan quality index 46,6 serta opportunity index 42,97 dari 93 negara. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kebiasaan sarapan, status gizi dan tingkat pendidikan orang tua dengan  prestasi akademik siswa MAN 2 Kabupaten Bogor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Bogor dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden yang diambil dengan probability sampling.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan untuk kebiasaan sarapan, Z-score untuk status gizi dan data responden untuk tingkat pendidikan orang tua. Analisis data menggunanakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan (p-value = 0,001), tingkat pendidikan orang tua (p-value = 0,000), dan tidak terdapat hubungan status gizi (p-value = 0,516) dengan prestasi akademik siswa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi akademik responden dan tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan prestasi akademik pada siswa.