cover
Contact Name
Endra Ubaidillah
Contact Email
jamp.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jamp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Malang 65145, Telepon (0341) 551312 psw. 224 Sambungan Langsung/Fax. (0341) 557202
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : 10.17977
Core Subject : Education, Social,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management
Articles 440 Documents
STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA BERBASIS APLIKASI QUIZIZZ di SEKOLAH DASAR Dewi Tejawati; Ricky Yoseptry
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan. Salah satu inovasi yang banyak digunakan di sekolah-sekolah adalah aplikasi pembelajaran interaktif, salah satunya Quizizz yang merupakan platform pembelajaran berbasis permainan (game-based learning). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Loji dan Sekolah Dasar Negeri Ciluluk 02 Kabupaten Bandung Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam dan holistik. Simpulan penelitian ini adalah: a) Perencanaan: Guru menyiapkan materi sesuai kurikulum, lalu memetakannya menjadi soal interaktif dengan variasi (pilihan ganda, benar-salah, bergambar) agar menarik; b) Pelaksanaan: Guru memulai dengan penjelasan materi singkat, mengenalkan tata cara penggunaan aplikasi, lalu mengajak siswa mengikuti kuis; c) Evaluasi: Siswa menjadi lebih antusias, fokus, aktif, dan bahkan yang biasanya pasif mulai berani berpartisipasi. Mereka lebih termotivasi untuk bertanya serta menyimak penjelasan guru karena ingin memperoleh skor tinggi; d) Tindak lanjut: Guru memanfaatkan laporan Quizizz untuk memberi pendampingan khusus bagi siswa dengan nilai rendah dan menyesuaikan strategi pembelajaran. Selain itu, variasi soal, penggunaan media visual, serta pemberian apresiasi kecil digunakan untuk menjaga motivasi siswa. Kata Kunci: Strategi, Motivasi, Aplikasi Quizizz.
Pengaruh Keaktifan Komunitas Belajar Terhadap Kompetensi Profesional Guru SMP di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora Sri Maya Harum Krisstiyaningsih; Bunyamin Bunyamin; Muhammad Prayito
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teachers' professional competence is a key factor in realizing adaptive and innovative learning. However, the 2025 Education Report data indicates that the quality of learning in Blora Regency's junior high schools is at a moderate level and tends to decline, partly due to suboptimal learning community activities. This study aims to analyze the influence of learning community activities on the professional competence of junior high school teachers in Ngawen District, Blora Regency. The study employed a quantitative approach with an ex post facto design and a correlational research model. The population consisted of 162 teachers, with a sample of 118 teachers selected using proportional random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire (1–4) that had been tested for validity and reliability, with Cronbach's Alpha coefficients of 0.91 for the learning community activities variable and 0.93 for teacher professional competence. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics, including simple linear regression with SPSS. The results revealed that learning community activities have a positive and significant effect on teacher professional competence, as indicated by a regression coefficient of 0.643 and a significance value of 0.000 (
Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Merdeka: Perspektif Manajemen Pendidikan di Sekolah Menengah Muhammad Arsyad; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana Sulistiyana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Guidance and counseling services in schools have a strategic role in supporting the implementation of the Independent Curriculum which emphasizes flexible, student-centered learning, and focuses on character development and mental health of students. However, in practice, the implementation of these services still faces various challenges that hinder the optimization of the role of guidance and counseling teachers in educational units. This study aims to explore the role of guidance and counseling in fostering students’ character, mental well-being, and potential within the framework of the Independent Curriculum. Using a qualitative descriptive approach and literature review method, the study draws on secondary sources such as policy documents, academic journals, and reports from professional organizations. The findings show that implementation remains constrained by issues including an imbalanced counselor-to-student ratio, stigma against counseling, inadequate training, limited facilities, and low technological integration. Furthermore, the role of guidance counselors is not yet fully embedded in project-based learning and the development of the Pancasila Student Profile. The study concludes that adopting an open systems approach in school management, advancing supportive policy reforms, and improving counselor professionalism are essential steps. These efforts will enable guidance and counseling services to become a foundational element in delivering holistic, empowering, and student-centered education. Keywords: Guidance and Counseling; Independent Curriculum; Student Mental Health; Educational Management Abstrak: Layanan bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada siswa, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kesehatan mental peserta didik. Namun, dalam praktiknya, implementasi layanan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat optimalisasi peran guru bimbingan dan konseling di satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran layanan bimbingan dan konseling dalam membina karakter, kesehatan mental, dan pengembangan potensi peserta didik di bawah kebijakan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur yang memanfaatkan sumber-sumber sekunder seperti dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, dan laporan organisasi profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan bimbingan dan konseling masih menghadapi hambatan signifikan, antara lain rasio guru dan siswa yang tidak ideal, stigma terhadap konseling, minimnya pelatihan, keterbatasan fasilitas, serta rendahnya pemanfaatan teknologi. Peran guru bimbingan dan konseling juga belum terintegrasi secara menyeluruh dalam pelaksanaan kurikulum berbasis proyek dan penguatan profil pelajar Pancasila. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya pendekatan sistem terbuka dalam organisasi sekolah, reformasi kebijakan yang mendukung, dan peningkatan profesionalisme guru bimbingan dan konseling agar layanan ini mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan pendidikan yang memerdekakan dan menyejahterakan siswa secara menyeluruh. Kata kunci: Bimbingan dan Konseling; Kurikulum Merdeka; Kesehatan Mental Siswa; Manajemen Pendidikan
Strategi Work-Life-Study Balance Mahasiswa yang Bekerja Part-time dalam Menyeimbangkan Tanggung Jawab Akademik di UIN Walisongo Semarang Safira Azzahra Putri; Wahyudi Wahyudi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The phenomenon of students working while studying has become an undeniable reality in Indonesian higher education, including at UIN Walisongo Semarang. This situation is driven not only by economic necessity but also by more complex social dynamics. Working during one's studies is increasingly regarded as part of a process of personal maturation, the cultivation of independence, and preparation for the professional world. Yet behind these motivations, working students face a convergence of pressures: persistently high academic demands, time-consuming work schedules, and the need to maintain the quality of their personal lives. This raises the question of how students genuinely experience and manage all three dimensions simultaneously. This study aims to explore the lived experiences of part-time working students at UIN Walisongo Semarang as they navigate and make sense of Work-Life-Study Balance. The method employed is a qualitative approach with an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) design, which enables the researcher to delve deeply into the subjective experiences of participants. Ten active UIN Walisongo Semarang students who had been working part-time for a minimum of three months were purposively selected as participants. Data were gathered through semi-structured interviews conducted in person from March to May 2026, and subsequently analyzed inductively following the standard IPA analytical procedure. The study identified six interrelated superordinate themes: (1) financial independence and the formation of maturity; (2) academics as the primary priority in decision-making; (3) adaptive strategies in Work-Life-Study Balance; (4) physical and emotional fatigue as a consequence of dual roles; (5) religiosity as a source of personal resilience; and (6) work as a space for learning and self-transformation. These findings indicate that Work-Life-Study Balance among part-time working students is not merely a matter of time management or technical role conflict. It is a far more complex psychological and social process, encompassing identity formation, the strengthening of resilience, and self-transformation within the context of real life. This study also broadens the understanding of the experiences of working students in an Islamic higher education environment and makes a significant contribution to the development of Work-Life-Study Balance scholarship. Keywords: Work-Life-Study Balance, working students, part-time workers, phenomenology, Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) Abstrak: Fenomena mahasiswa yang bekerja sambil kuliah kini menjadi kenyataan yang tidak bisa diabaikan di perguruan tinggi Indonesia, termasuk di UIN Walisongo Semarang. Situasi ini tidak hanya disebabkan oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh dinamika sosial yang lebih rumit. Bekerja selama studi dianggap sebagai bagian dari proses pematangan diri, pembentukan kemandirian, dan persiapan untuk dunia profesional. Namun, di balik motivasi ini, mahasiswa pekerja menghadapi berbagai tekanan: tuntutan akademik yang tetap tinggi, jam kerja yang menghabiskan waktu, dan kebutuhan untuk menjaga kualitas kehidupan pribadi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana mahasiswa benar-benar merasakan dan mengelola ketiga aspek tersebut sekaligus. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pengalaman hidup mahasiswa pekerja paruh waktu di UIN Walisongo Semarang dalam menjalani dan memahami Work-Life-Study Balance. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif atau Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menyelami pengalaman subjektif partisipan secara mendalam. Sepuluh mahasiswa aktif UIN Walisongo Semarang yang telah bekerja part-time minimal tiga bulan dipilih secara purposive sebagai partisipan. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan secara langsung dari Maret hingga Mei 2026. Data tersebut kemudian dianalisis secara induktif mengikuti prosedur standar analisis IPA. Hasil penelitian menemukan enam tema utama yang saling terkait, yaitu: (1) kemandirian finansial dan pembentukan kedewasaan; (2) akademik sebagai prioritas utama dalam pengambilan keputusan; (3) strategi adaptif dalam Work-Life-Study Balance; (4) kelelahan fisik dan emosional sebagai akibat dari peran ganda; (5) religiusitas sebagai sumber ketahanan diri; (6) pekerjaan sebagai ruang belajar dan transformasi diri. Temuan ini menunjukkan bahwa Work-Life-Study Balance di kalangan mahasiswa pekerja part-time bukan hanya masalah manajemen waktu atau konflik peran secara teknis. Ini merupakan proses psikologis dan sosial yang lebih kompleks, mencakup pembentukan identitas, penguatan ketahanan, serta transformasi diri dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini juga memperluas pemahaman tentang pengalaman mahasiswa pekerja di lingkungan perguruan tinggi Islam dan memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kajian Work-Life-Study Balance. Kata Kunci: Work-Life-Study Balance, mahasiswa pekerja, pekerja part-time, fenomenologi interpretatif, Interpretative Phenomenological Analysis (IPA)
Efektivitas Manajemen Pendidikan untuk Membangun Ketahanan Komunitas Ditinjau dari Zakat dan Resiliensi Ekonomi Fitri Uswatun Khasanah; Welius Purbonuswanto; Saryanto Saryanto; Yudhi Purwa Nugraha
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Traditionally, disaster management has tended to focus predominantly on the response and recovery phases following the occurrence of a disaster. The transition toward a proactive disaster preparedness approach requires significant investment in what is referred to as disaster preparedness education management. This study aims to examine the effectiveness of disaster preparedness education management in strengthening community resilience, taking into account the roles of zakat and economic resilience. This study adopts a quantitative approach with a factorial design, complemented by mediation analysis to test causal relationships among variables and to investigate the mediating role in explaining the mechanism through which the independent variables affect the dependent variable. A total of 106 islamic boarding school students (siswa) participated in this study. The results of the Tests of Between-Subjects Effects (ANOVA) revealed a statistically significant main effect of the intervention on the enhancement of community resilience. Moreover, the mediation analysis demonstrates that economic resilience serves as a principal mediating variable that explains the mechanism through which disaster preparedness is transformed into community resilience. Zakat funds should be optimized by shifting assistance strategies from short-term consumptive support toward long-term human capital investment. These funds may be distributed through sustainable educational scholarship schemes and the provision of entrepreneurial capital for economically vulnerable siswa families. Keywords: Community Resilience; Economic Resilience Abstrak: Secara tradisional, manajemen bencana cenderung dominan pada fase respons dan pemulihan setelah bencana terjadi. Transisi menuju pendekatan kesiapsiagan bencana yang proaktif menuntut investasi yang signifikan dalam apa yang disebut sebagai manajemen pendidikan kesiapsiagan bencana. Tujuan umum penelitian adalah menganalisis efektivitas manajemen pendidikan kesiapsiagaan bencana dalam membangun ketahanan komunitas, dengan mempertimbangkan peran zakat dan resiliensi ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain faktorial yang dilanjutkan dengan desain mediasi untuk menguji hubungan kausal antarvariabel serta peran variabel mediator dalam menjelaskan mekanisme pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Subjek penelitian sebanyak 106 siswa. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Tests of Between-Subjects Effects (ANOVA), ditemukan efek utama yang signifikan dari intervensi terhadap peningkatan ketahanan komunitas. Selanjutnya hasil analisis mediasi menunjukan bahwa resiliensi ekonomi berperan sebagai penghubung utama yang menentukan keberhasilan transformasi kesiapsiagaan bencana menjadi ketahanan komunitas. Dana zakat perlu dioptimalkan melalui pergeseran strategi bantuan dari yang bersifat konsumtif menjadi investasi modal manusia. Dana zakat dapat disalurkan melalui program beasiswa pendidikan berkelanjutan dan pemberian modal usaha bagi keluarga siswa yang rentan secara ekonomi. Kata kunci: Disaster Preparedness Education Management, Ketahanan Komunitas, Resiliensi Ekonomi
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Sumber Daya untuk Meningkatkan Kinerja Sekolah Tataq Harjuna Piranggada; Muhammad Triyoso; Khairul Efendi; Aslamiah Aslamiah; Ahmad Suriansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Leadership and resource management are two fundamental components that determine the effectiveness and sustainability of school performance, particularly in responding to the increasing complexity of educational quality demands in the modern era. The quality of school leadership and the ability to manage educational resources play a strategic role in fostering adaptive, innovative, and competitive educational institutions. This study aims to analyze the relationship between school leadership practices and educational resource management in improving institutional quality. This study employs a literature review approach by examining relevant national and international scholarly sources published between 2020 and 2025. The analysis process involves identifying, selecting, evaluating, and synthesizing previous research findings related to educational leadership and school resource management, including human, financial, and physical resources. The findings indicate that effective school leadership, particularly transformational and instructional leadership styles, plays a significant role in optimizing resource utilization, enhancing teacher motivation and performance, and creating a conducive and sustainable learning environment. In addition, the implementation of integrated resource management through strategic planning, systematic organization, and participatory decision-making contributes significantly to improving organizational efficiency and school innovation. This study highlights that the synergy between leadership competence and effective resource management is a key factor in strengthening school performance and improving educational outcomes. It also offers a conceptual contribution by reinforcing an integrative framework linking leadership and resource management within the context of school performance improvement. Therefore, it is recommended that policymakers and educational administrators develop capacity-building programs focusing on strengthening strategic leadership and sustainable resource management practices. Keywords: Educational Effectiveness; Resource Management; School Leadership; School Performance Abstrak: Kepemimpinan dan manajemen sumber daya merupakan dua komponen fundamental yang menentukan efektivitas dan keberlanjutan kinerja sekolah, terutama dalam menghadapi dinamika dan tuntutan peningkatan mutu pendidikan yang semakin kompleks di era modern. Kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan kemampuan dalam mengelola sumber daya pendidikan menjadi faktor strategis dalam menciptakan institusi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik kepemimpinan sekolah dan manajemen sumber daya pendidikan dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka (literature review) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah nasional dan internasional yang relevan dari tahun 2020–2025. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis terhadap temuan-temuan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan kepemimpinan pendidikan dan pengelolaan sumber daya sekolah, mencakup sumber daya manusia, finansial, serta sarana dan prasarana. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan sekolah yang efektif, khususnya yang berorientasi pada gaya transformasional dan instruksional, memiliki peran signifikan dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, meningkatkan motivasi dan kinerja guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkelanjutan. Selain itu, penerapan manajemen sumber daya yang terintegrasi melalui perencanaan strategis, pengorganisasian yang sistematis, serta pengambilan keputusan yang partisipatif terbukti berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi organisasi dan inovasi sekolah. Studi ini menegaskan bahwa sinergi antara kompetensi kepemimpinan dan efektivitas pengelolaan sumber daya merupakan faktor kunci dalam memperkuat kinerja sekolah dan meningkatkan kualitas luaran pendidikan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi konseptual berupa penguatan kerangka integratif antara kepemimpinan dan manajemen sumber daya dalam konteks pendidikan. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada pembuat kebijakan dan pengelola pendidikan untuk mengembangkan program peningkatan kapasitas yang berfokus pada penguatan kepemimpinan strategis dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan Kata kunci: Efektivitas Pendidikan; Kepemimpinan Sekolah; Kinerja Sekolah; Manajemen Sumber Daya
Penguatan Inovasi Kerja, Komunikasi Interpersonal, dan Budaya Organisasi dalam Peningkatan Kinerja Guru Riska Mutia; Yayat Rukayat
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the influence of innovative work behavior, interpersonal communication, and organizational culture on the performance of public junior high school teachers. The study employed a quantitative approach with a survey design. The population consisted of all teachers at the selected school, with a sample of 93 respondents determined using proportional sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis. The findings indicate that innovative work behavior was at a moderate level, while interpersonal communication, organizational culture, and teacher performance were in the good category. The regression analysis results show that innovative work behavior, interpersonal communication, and organizational culture each have a significant effect on teacher performance. Among these variables, organizational culture was found to have the most dominant influence, followed by innovative work behavior and interpersonal communication. Furthermore, the simultaneous test results reveal that the three independent variables jointly have a significant effect on teacher performance, explaining 68.6 percent of the variance. These findings highlight the importance of strengthening innovative behavior, effective interpersonal communication, and a supportive organizational culture in improving teacher performance. This study is expected to provide empirical evidence to support school management and policy-making efforts aimed at enhancing teacher performance in a sustainable manner. Keywords: Organizational Culture, Teacher Performance, Interpersonal Communication, Innovative Work Behavior. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku inovatif, komunikasi interpersonal, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Menengah Pertama Negeri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru pada sekolah yang diteliti, dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden yang ditentukan menggunakan teknik proportional sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif perilaku inovatif berada pada kategori cukup, sedangkan komunikasi interpersonal, budaya organisasi, dan kinerja guru berada pada kategori baik. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa perilaku inovatif, komunikasi interpersonal, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru secara parsial. Budaya organisasi merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja guru, diikuti oleh perilaku inovatif dan komunikasi interpersonal. Selain itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan kontribusi penjelasan sebesar 68,6 persen. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru memerlukan penguatan terpadu pada aspek perilaku inovatif, kualitas komunikasi interpersonal, dan budaya organisasi sekolah yang kondusif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dan pengelolaan sekolah dalam upaya peningkatan kinerja guru secara berkelanjutan. Kata kunci: Budaya Organisasi, Kinerja Guru, Komunikasi Interpersonal, Perilaku Inovatif.
Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Kasus di Sekolah Dasar Islam Al Furqon Rembang Ali Wahyudi; Rasiman Rasiman; Soedjono Soedjono
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Education is a cornerstone for human resource development, and curriculum transformation is crucial to enhance learning quality. This study examines the role of school principals in implementing the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka) at SD Islam Al Furqon Rembang. A qualitative case study design was used to explore the principals’ managerial functions, including planning, organizing, directing, and controlling. Data were collected through structured interviews, non-participant observation, and document analysis, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. Findings reveal that the principal plays a strategic role in designing implementation programs based on school needs, establishing curriculum teams, supervising academic activities, facilitating teacher collaboration, and monitoring learning outcomes. These managerial functions are executed systematically, collaboratively, and adaptively, ensuring alignment with the Independent Curriculum and 21st-century learning demands. The study highlights that successful curriculum implementation strongly depends on the principal’s capacity as an instructional leader and change agent. The findings offer practical implications for strengthening professional development of school leaders and teachers and optimizing student-centered, innovative, and contextualized learning, while fostering character development and essential competencies. Keywords: school principal, Independent Curriculum, school management, instructional leadership, primary education Abstrak: Pendidikan merupakan fondasi pengembangan sumber daya manusia, dan transformasi kurikulum menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menganalisis peran kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Al Furqon Rembang. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif untuk mengeksplorasi fungsi manajerial kepala sekolah, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi nonpartisipan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan strategis dalam merancang program implementasi berdasarkan kebutuhan sekolah, membentuk tim kurikulum, melakukan supervisi akademik, memfasilitasi kolaborasi guru, dan memantau hasil pembelajaran. Fungsi manajerial tersebut dijalankan secara sistematis, kolaboratif, dan adaptif, sehingga selaras dengan Kurikulum Merdeka dan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini menekankan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum sangat bergantung pada kapasitas kepala sekolah sebagai pemimpin instruksional dan agen perubahan. Temuan ini memberikan implikasi praktis untuk penguatan pengembangan profesional kepala sekolah dan guru, serta optimalisasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, inovatif, kontekstual, sekaligus mendukung pengembangan karakter dan kompetensi esensial. Kata kunci: kepala sekolah, Kurikulum Merdeka, manajemen sekolah, kepemimpinan instruksional, pendidikan dasar
Manajemen Inovasi Kelas dalam Mengatasi Kejenuhan Akademik pada Pembelajaran Kimia di SMA Belinda Monalisa
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A conducive learning environment plays a crucial role in supporting effective learning. However, academic burnout remains a significant challenge that negatively affects students' motivation and engagement. Previous studies have primarily examined classroom management from a general perspective, while research specifically investigating the relationship between classroom innovation management and academic burnout remains limited. Therefore, this study aims to analyze the implementation of classroom innovation management in helping students overcome academic burnout in chemistry learning. This study was conducted with chemistry teachers and students at SMA Negeri 2 Sungai Penuh using a qualitative phenomenological approach. Data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis, while data credibility was ensured through source triangulation. The findings revealed that teachers effectively implemented classroom innovation management by designing diverse instructional strategies, employing various teaching methods, integrating digital learning media, fostering positive social interactions, and utilizing technology-based assessment and motivational approaches. These strategies enhanced students' engagement, interest, and learning motivation, thereby reducing academic burnout in chemistry learning. The study concludes that classroom innovation management serves as an effective and adaptive instructional strategy for creating a positive learning environment and mitigating students' academic burnout, particularly in chemistry education. Keywords: classroom innovation management; academic burnout; chemistry learning. Abstrak: Lingkungan belajar yang kondusif memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Namun, kejenuhan akademik masih menjadi salah satu hambatan yang berdampak pada rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa. Penelitian sebelumnya cenderung membahas manajemen kelas secara umum, sementara kajian yang secara spesifik mengaitkan manajemen inovasi kelas dengan kejenuhan akademik masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen inovasi kelas dalam membantu siswa mengatasi kejenuhan akademik pada pembelajaran kimia. Penelitian ini dilakukan pada siswa dan guru kimia di SMA Negeri 2 Sungai Penuh dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mampu menerapkan manajemen inovasi kelas melalui perencanaan pembelajaran yang variatif, penggunaan metode yang beragam, integrasi media digital, pengelolaan interaksi sosial, serta pemberian motivasi dan evaluasi berbasis teknologi. Strategi tersebut terbukti meningkatkan keterlibatan, minat, dan motivasi belajar siswa, sehingga membantu mengurangi kejenuhan akademik dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen inovasi kelas berperan penting sebagai strategi pembelajaran yang adaptif dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan efektif dalam mengatasi kejenuhan akademik siswa. Kata kunci: manajemen inovasi kelas; kejenuhan akademik; pembelajaran kimia
Analisis Pengaruh Kompetensi Guru terhadap Peningkatan Hard Skills Siswa dalam Penerapan Project-Based Learning pada Mata Pelajaran Kejuruan di SMK Maya Yusti Fardian; Dedy Achmad Kurniady; Suryadi Suryadi; Nugraha Suharto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Vocational education plays a strategic role in preparing graduates with technical skills or hard skills that are relevant to the demands of the labor market and industrial transformation. In vocational high schools, Project-Based Learning (PjBL) is widely regarded as an effective learning approach because it enables students to develop practical competencies through direct involvement in designing, implementing, and evaluating real-world projects. However, the effectiveness of PjBL does not only depend on the learning model itself, but also on teachers’ competence in planning project activities, facilitating collaboration, integrating technology, and assessing students’ performance-based outcomes. This study aims to analyze the development of research on the relationship between teacher competence and the improvement of students’ hard skills in the implementation of PjBL in vocational subjects at vocational high schools. This study employed a bibliometric literature review approach using publication data from the Scopus database during the 2021–2026 period. A total of 30 relevant publications were analyzed using VOSviewer to map publication trends, keyword co-occurrence networks, author distribution, institutional affiliations, and country contributions. The findings show that vocational education appears as the central keyword connected to project-based learning, teacher competence, digital competence, vocational curriculum, and technology integration. The results also indicate that research in this field is still distributed across various authors and institutions, suggesting that the topic remains open for further development and collaboration. In terms of country distribution, Indonesia contributes the highest number of publications in the analyzed dataset, followed by Spain, Russia, and Thailand. This study concludes that teacher competence is a key factor in the successful implementation of PjBL for improving students’ technical skills in vocational education. Therefore, strengthening teachers’ pedagogical, professional, and digital competencies is essential to support effective project-based vocational learning. Keywords: teacher competence, project based learning, vocational education, hard skills, bibliometric analysis. Abstrak: Pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis atau hard skills yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan transformasi industri. Pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Project-Based Learning (PjBL) dipandang sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif karena memungkinkan siswa mengembangkan kompetensi praktis melalui keterlibatan langsung dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek nyata. Namun, efektivitas PjBL tidak hanya ditentukan oleh model pembelajaran itu sendiri, tetapi juga oleh kompetensi guru dalam merancang aktivitas proyek, memfasilitasi kolaborasi, mengintegrasikan teknologi, serta menilai hasil belajar berbasis kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian mengenai hubungan antara kompetensi guru dan peningkatan hard skills siswa dalam penerapan PjBL pada mata pelajaran kejuruan di SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometric literature review dengan data publikasi dari database Scopus pada periode 2021–2026. Sebanyak 30 publikasi yang relevan dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan tren publikasi, jaringan ko-kemunculan kata kunci, distribusi penulis, afiliasi institusi, dan kontribusi negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata kunci vocational education menjadi pusat jaringan yang terhubung dengan project-based learning, teacher competence, digital competence, vocational curriculum, dan technology integration. Temuan juga menunjukkan bahwa penelitian pada bidang ini masih tersebar pada berbagai penulis dan institusi, sehingga topik ini masih terbuka untuk dikembangkan melalui kolaborasi penelitian yang lebih luas. Berdasarkan distribusi negara, Indonesia menjadi negara dengan kontribusi publikasi terbanyak dalam dataset yang dianalisis, diikuti oleh Spanyol, Rusia, dan Thailand. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi guru merupakan faktor kunci dalam keberhasilan implementasi PjBL untuk meningkatkan keterampilan teknis siswa pada pendidikan kejuruan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi pedagogik, profesional, dan digital guru sangat penting untuk mendukung pembelajaran kejuruan berbasis proyek secara efektif. Kata kunci: kompetensi guru, project based learning, pendidikan kejuruan, hard skills, bibliometrik

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026 Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue