cover
Contact Name
Endra Ubaidillah
Contact Email
jamp.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jamp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Malang 65145, Telepon (0341) 551312 psw. 224 Sambungan Langsung/Fax. (0341) 557202
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : 10.17977
Core Subject : Education, Social,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management
Articles 440 Documents
Dari Edukasi Ke Aksi:Transformasi Sekolah Menuju Adiwiyata Berkelanjutan di MTSN 11 Jombang Nurul Muayyadah; Nuril Ummi Hamdi; Hanun Asrohah; Ali Mustofa; Lilik Huriyah; Nur Fitriatin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Sustainability issues have become a global agenda, demanding a strategic role for the education sector in building pro-environmental awareness and behavior. The Adiwiyata Program is an Indonesian government policy aimed at systematically and sustainably instilling environmental values in educational institutions. However, studies examining the holistic process of school transformation from education to ecological action and the formation of a sustainable school culture are still relatively limited, particularly in the context of Islamic schools (madrasahs). This study aims to analyze in depth the transformation process of MTsN 11 Jombang in implementing the Sustainable Adiwiyata Program to achieve the National Adiwiyata School designation. The study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation studies with the madrasah principal, Adiwiyata mentors, teachers, and Adiwiyata cadres. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the transformation of MTsN 11 Jombang took place gradually and systematically through strengthening environmentally conscious madrasah policies, integrating environmental values into the curriculum and learning, developing environmental actions based on the participation of madrasah residents, and providing environmentally friendly facilities and infrastructure. This process was supported by the commitment of the leadership, the active involvement of madrasah residents, and collaboration with external stakeholders. This transformation resulted in the formation of an ecological madrasah culture and increased pro-environmental behavior of students. This study provides empirical and practical contributions in the form of a sustainable Adiwiyata madrasah transformation model that can be replicated in similar educational units. Keywords: environmental education; Adiwiyata; sustainability; school culture; madrasah Abstrak: Isu keberlanjutan telah menjadi agenda global yang menuntut peran strategis sektor pendidikan dalam membangun kesadaran dan perilaku pro-lingkungan. Program Adiwiyata merupakan salah satu kebijakan pemerintah Indonesia yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan secara sistematis dan berkelanjutan di satuan pendidikan. Namun, kajian yang mengulas proses transformasi sekolah secara holistik dari edukasi menuju aksi ekologis dan pembentukan budaya sekolah berkelanjutan masih relatif terbatas, khususnya pada konteks madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses transformasi MTsN 11 Jombang dalam mengimplementasikan Program Adiwiyata Berkelanjutan hingga memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap kepala madrasah, pembina Adiwiyata, guru, serta kader Adiwiyata. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi MTsN 11 Jombang berlangsung secara bertahap dan sistematis melalui penguatan kebijakan madrasah berwawasan lingkungan, integrasi nilai lingkungan dalam kurikulum dan pembelajaran, pengembangan aksi lingkungan berbasis partisipasi warga madrasah, serta penyediaan sarana prasarana ramah lingkungan. Proses ini didukung oleh komitmen pimpinan, keterlibatan aktif warga madrasah, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan eksternal. Transformasi tersebut berdampak pada terbentuknya budaya madrasah yang ekologis dan peningkatan perilaku pro-lingkungan peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dan praktis berupa model transformasi madrasah Adiwiyata berkelanjutan yang dapat direplikasi pada satuan pendidikan sejenis. Kata kunci: pendidikan lingkungan; Adiwiyata; keberlanjutan; budaya sekolah; madrasah
Manajemen Program Hybrid Learning dalam Penguatan Akhlak Di MI Baitul Huda Klampisan Semarang Mohammad Hirzi An-naeda; Nur Asiyah; Ruruh Sarasati
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the management of the hybrid learning program in strengthening students' morals at MI Baitul Huda Klampisan Semarang. The focus of the study includes the planning, organizing, implementation, and controlling processes of the hybrid learning program, as well as the supporting factors, inhibiting factors, and their implications for strengthening students' morals. This study is qualitative research employing a case study approach. The research subjects consisted of the principal, teachers, and students selected using a purposive sampling technique. Data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and documentation studies. Data validity was tested through source triangulation, technique triangulation, and member checking. Data analysis employed the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the management of the hybrid learning program has been implemented through the integration of learning technology and the religious culture of the madrasah. At the planning stage, the madrasah developed technology-based learning tools combined with religious habituation programs. Organizing was carried out through a clear division of responsibilities among the principal, teachers, students, and parents. The implementation of the program utilized digital media such as projectors, instructional videos, Quizizz, and WhatsApp, combined with religious activities including the recitation of Asmaul Husna, congregational Dhuha prayer, and a culture of greeting. Controlling was conducted through the evaluation of academic aspects and students' moral development. Supporting factors of the program include teacher readiness, principal support, learning facilities, religious culture, and parental involvement, whereas inhibiting factors include limitations in internet connectivity, digital devices, and students' technological literacy. This study concludes that systematically managed hybrid learning is capable of supporting the strengthening of students' morals through the integration of technology and religious habituation. These findings contribute to the development of technology-based Islamic education management and serve as a reference for madrasahs in developing digital learning oriented toward the formation of akhlakul karimah. Keywords: hybrid learning; management; character strengthening; islamic education; madrasah ibtidaiyah Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen program hybrid learning dalam penguatan akhlak siswa di MI Baitul Huda Klampisan Semarang. Fokus penelitian meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian program hybrid learning, serta faktor pendukung, faktor penghambat, dan implikasinya terhadap penguatan akhlak peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru, dan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program hybrid learning telah dilaksanakan melalui integrasi teknologi pembelajaran dan budaya religius madrasah. Pada tahap perencanaan, madrasah mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis teknologi yang dipadukan dengan program pembiasaan keagamaan. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas yang jelas antara kepala madrasah, guru, siswa, dan orang tua. Pelaksanaan program memanfaatkan media digital seperti proyektor, video pembelajaran, Quizizz, dan WhatsApp yang dikombinasikan dengan kegiatan religius berupa pembacaan Asmaul Husna, shalat dhuha berjamaah, dan budaya salam. Pengendalian dilakukan melalui evaluasi terhadap aspek akademik dan perkembangan akhlak siswa. Faktor pendukung program meliputi kesiapan guru, dukungan kepala madrasah, fasilitas pembelajaran, budaya religius, dan keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan jaringan internet, perangkat digital, dan literasi teknologi siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hybrid learning yang dikelola secara sistematis mampu mendukung penguatan akhlak siswa melalui integrasi teknologi dan pembiasaan religius. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan manajemen pendidikan Islam berbasis teknologi serta menjadi referensi bagi madrasah dalam mengembangkan pembelajaran digital yang berorientasi pada pembentukan akhlakul karimah. Kata Kunci: hybrid learning, manajemen pendidikan, penguatan akhlak, pendidikan Islam, madrasah ibtidaiyah.
Inkoherensi Sistemik dalam Pembiayaan Pendidikan Vokasi Berbasis Kemitraan pada Teaching Factory Perikanan dan Kelautan Dani Darmawan; Dedy Achmad Kurniady; Taufani Chusnul Kurniatun; Aan Komariah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze systemic incoherence in partnership-based vocational education financing for fisheries and marine Teaching Factories. The study was conducted using a qualitative case study design to understand how financing mechanisms, industry partnerships, production-based learning, governance practices, and institutional arrangements interact within a real vocational education setting. Data were collected through semi-structured interviews, field observations, document analysis, and stakeholder confirmation involving school leaders, finance officers, productive teachers, Teaching Factory managers, and industry partners. The findings show that the Teaching Factory was supported by multiple financing sources, industry collaboration, and real production-based learning through vaname shrimp farming. However, these components had not yet formed a fully coherent and integrated financing system. Five main forms of systemic incoherence were identified: misalignment between policy direction and production needs, administrative financing and productive financing, industry partnership and learning design, formal planning and field dynamics, and formal governance and adaptive coordination. The study concludes that the main challenge in partnership-based vocational education financing is not merely funding adequacy or the existence of industry partnership, but the weak integration among financing, production, partnership, governance, and learning. Therefore, vocational schools and policymakers should develop an integrated financing governance model that connects accountability with operational flexibility, institutionalises industry partnership, supports production risk management, and strengthens the sustainability of production-based vocational education. Keywords: Fisheries and marine Teaching Factory; Industry partnership; Production-based learning; Systemic incoherence; Vocational education financing. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis inkoherensi sistemik dalam pembiayaan pendidikan vokasi berbasis kemitraan pada Teaching Factory sektor perikanan dan kelautan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif untuk memahami interaksi antara mekanisme pembiayaan, kemitraan industri, pembelajaran berbasis produksi, tata kelola sekolah, dan pengaturan kelembagaan dalam konteks pendidikan vokasi nyata. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, analisis dokumen, dan konfirmasi pemangku kepentingan yang melibatkan pimpinan sekolah, pengelola keuangan, guru produktif, pengelola Teaching Factory, serta mitra industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teaching Factory didukung oleh berbagai sumber pembiayaan, kolaborasi industri, dan pembelajaran berbasis produksi nyata melalui budidaya udang vaname. Namun, berbagai komponen tersebut belum membentuk sistem pembiayaan yang sepenuhnya koheren dan terintegrasi. Lima bentuk utama inkoherensi sistemik ditemukan, yaitu ketidaksesuaian antara arah kebijakan dan kebutuhan produksi, pembiayaan administratif dan pembiayaan produktif, kemitraan industri dan desain pembelajaran, perencanaan formal dan dinamika lapangan, serta tata kelola formal dan koordinasi adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tantangan utama bukan semata-mata kecukupan dana atau keberadaan kemitraan industri, melainkan lemahnya integrasi antara pembiayaan, produksi, kemitraan, tata kelola, dan pembelajaran. Oleh karena itu, sekolah vokasi dan pembuat kebijakan perlu mengembangkan model tata kelola pembiayaan terintegrasi yang menghubungkan akuntabilitas dengan fleksibilitas operasional, melembagakan kemitraan industri, mendukung manajemen risiko produksi, dan memperkuat keberlanjutan pendidikan vokasi berbasis produksi. Kata kunci: Inkoherensi sistemik; Kemitraan industri; Pembelajaran berbasis produksi; Pembiayaan pendidikan vokasi; Teaching Factory perikanan dan kelautan.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA SUMBER DAYA GURU UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH SMKN 1 BUNTOK Dwi Septian; Khairunnisa Khairunnisa; Khairatunnisa Khairatunnisa; Ahmad Suriansyah; Aslamiah Aslamiah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam mengelola sumber daya guru guna meningkatkan mutu pendidikan di SMKN 1 Buntok. Kepala sekolah memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya manusia, terutama guru, sebagai faktor utama dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam mengelola sumber daya guru meliputi perencanaan SDM, pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan dan bimbingan, serta motivasi dan evaluasi kinerja guru secara berkala. Dampak dari strategi tersebut tercermin dalam peningkatan kualitas pengajaran, atmosfer kerja yang kondusif, serta prestasi siswa yang semakin baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan guru yang efektif melalui strategi yang terencana dan berkesinambungan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Saran yang diberikan adalah perlunya dukungan yang lebih kuat dari pihak eksternal, seperti pemerintah daerah, untuk menyediakan fasilitas dan program pelatihan yang memadai bagi guru.
Eksplorasi Peran Strategis Pendidikan Inovasi dan Kewirausahaan dalam Pengembangan Keterampilan Kewirausahaan Mahasiswa Liu Lifeng; Suryadi Suryadi; Sururi Sururi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to map the strategic role of innovation and entrepreneurship education in enhancing students’ entrepreneurial skills through a Systematic Literature Review (SLR) combined with bibliometric analysis. The study responds to the growing demand for higher education institutions to prepare graduates who are not only academically competent but also innovative, adaptive, opportunity-oriented, and capable of creating value in a dynamic global economy. Data were collected from the Scopus database within the 2021–2026 period. After the screening process based on relevance, document type, and thematic alignment, 39 documents were selected and analyzed using VOSviewer and descriptive statistics. VOSviewer was used to identify keyword co-occurrence patterns, thematic clusters, and research trends, while descriptive statistics were used to examine publication distribution by year, author, institutional affiliation, country, and citation count. The findings reveal that innovation and entrepreneurship education plays a strategic role in developing students’ entrepreneurial skills through experiential learning, project-based learning, digital technology integration, design thinking, co-creation, and innovation-oriented pedagogy. The keyword co-occurrence analysis indicates that entrepreneurship education, higher education, innovation, experiential learning, sustainability, and digital transformation are central themes in the research landscape. The distribution of authors and institutions shows that this field remains open, interdisciplinary, and relatively fragmented, indicating opportunities for stronger collaboration among scholars and institutions. Geographically, the contributions are spread across various countries, with China, Finland, South Africa, and the United Kingdom appearing as prominent contributors, while developing countries also demonstrate increasing research engagement. This study concludes that innovation and entrepreneurship education should be understood as a strategic learning ecosystem rather than merely a curricular component. Higher education institutions are recommended to strengthen experiential learning, technology-based pedagogy, institutional support, and cross-sector collaboration to enhance the relevance and effectiveness of entrepreneurship education in developing students’ entrepreneurial skills. Keywords: Entrepreneurship Education; Innovation Education; Entrepreneurial Skills; Higher Education; Bibliometric Analysis Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan peran strategis pendidikan inovasi dan kewirausahaan dalam meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dikombinasikan dengan analisis bibliometrik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu berpikir inovatif, adaptif, mengenali peluang, dan menciptakan nilai dalam dinamika ekonomi global. Data penelitian diperoleh dari database Scopus pada periode 2021–2026. Setelah melalui proses penyaringan berdasarkan relevansi, jenis dokumen, dan kesesuaian tema, sebanyak 39 dokumen dianalisis menggunakan VOSviewer dan statistik deskriptif. VOSviewer digunakan untuk mengidentifikasi pola ko-kemunculan kata kunci, klaster tematik, dan tren penelitian, sedangkan statistik deskriptif digunakan untuk melihat distribusi publikasi berdasarkan tahun, penulis, afiliasi institusi, negara, dan jumlah sitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inovasi dan kewirausahaan memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman, pembelajaran berbasis proyek, integrasi teknologi digital, design thinking, co-creation, serta pendekatan pedagogis yang berorientasi pada inovasi. Analisis kata kunci menunjukkan bahwa entrepreneurship education, higher education, innovation, experiential learning, sustainability, dan digital transformation menjadi tema sentral dalam lanskap penelitian. Distribusi penulis dan institusi menunjukkan bahwa bidang ini masih terbuka, interdisipliner, dan relatif terfragmentasi, sehingga membuka peluang penguatan kolaborasi akademik lintas institusi dan lintas negara. Secara geografis, kontribusi penelitian tersebar di berbagai negara, dengan China, Finlandia, Afrika Selatan, dan Inggris sebagai kontributor menonjol, sementara negara berkembang juga menunjukkan keterlibatan riset yang semakin meningkat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan inovasi dan kewirausahaan perlu dipahami sebagai ekosistem pembelajaran strategis, bukan hanya sebagai komponen kurikulum. Perguruan tinggi disarankan untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman, pedagogi berbasis teknologi, dukungan institusional, dan kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan efektivitas pendidikan kewirausahaan dalam membentuk keterampilan kewirausahaan mahasiswa. Kata kunci: Pendidikan Kewirausahaan; Pendidikan Inovasi; Keterampilan Kewirausahaan; Pendidikan Tinggi; Analisis Bibliometrik
Kesenjangan Implementasi Artificial Intelligence dalam Tata Kelola Pendidikan Di Era Society 5.0 Dwi Rahayu; Mardalena Mardalena; Agus Sugianto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The implementation of AI in educational governance faces a significant gap between policy and practice, particularly at the school management level, which has been largely overlooked. This study was a mixed-methods, sequential, explanatory study that analyzed school management's digital readiness, identified inhibiting and enabling factors, and formulated an adaptive governance transformation model in Merangin Regency. Quantitative data were collected from 210 respondents (principals, vice principals, and administrative heads) through surveys, followed by in-depth interviews and FGDs. Results indicate that school management's digital readiness is very low (mean 2.32/5), with managerial digital competence deficit as the most critical dimension (mean 1.92). Border schools and B/C-accredited schools fall into Quadrant III (Foundation Stage), while schools with internal champions reach Quadrant I (Integration Ready). The Staged Transformation Model (3T Model) was formulated as an adaptive solution. This study concludes that the root cause of AI implementation gaps is not technical but managerial and systemic; thus, interventions must focus on strengthening digital leadership capacity, internal policies, and champion development. Policy implications include the need for a national AI adoption roadmap that considers regional disparities in readiness. Keywords: artificial intelligence; educational governance; school management digital readiness; management transformation; Society 5.0 Abstrak: Implementasi AI dalam tata kelola pendidikan menghadapi kesenjangan signifikan antara kebijakan dan praktik lapangan, khususnya pada level manajemen sekolah yang selama ini terabaikan. Penelitian mixed methods sequential explanatory ini bertujuan menganalisis kesiapan digital manajemen sekolah, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendorong, serta merumuskan model transformasi tata kelola adaptif di Kabupaten Merangin. Data kuantitatif dikumpulkan dari 210 responden (kepala sekolah, wakil, kepala TU) melalui survei, dilanjutkan wawancara mendalam dan FGD. Hasil menunjukkan tingkat kesiapan digital manajemen sekolah sangat rendah (mean 2,32/5), dengan defisit kompetensi digital manajerial sebagai dimensi paling kritis (mean 1,92). Sekolah perbatasan dan akreditasi B/C berada pada Kuadran III (Tahap Fondasi), sementara sekolah dengan champion internal mencapai Kuadran I (Siap Terintegrasi). Model Transformasi Bertahap (3T Model) dirumuskan sebagai alternatif solusi adaptif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa akar masalah implementasi AI bukan pada faktor teknis melainkan manajerial-sistemik, sehingga intervensi harus diarahkan pada penguatan kapasitas kepemimpinan digital, kebijakan internal, dan pengembangan champion. Implikasi kebijakan mencakup perlunya peta jalan nasional adopsi AI yang mempertimbangkan disparitas kesiapan antar wilayah. Kata kunci: artificial intelligence; tata kelola pendidikan; kesiapan digital manajemen sekolah; transformasi manajemen; Society 5.0
Pengembangan Model Supervisi Kolegial Berbasis MGMP Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Guru Maria Silaen; Syawal Gultom; Aman Simare-mare
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to develop a collegial supervision model based on the Subject Teacher Forum (MGMP) to improve the quality of teacher learning, particularly in the aspects of planning, implementation, and assessment of learning. This study uses a Research and Development (R&D) approach adapted from the Borg and Gall model. This study was conducted at SMA Negeri 4 Medan. The sample selection of this study used a purposive sampling technique, making 25 teachers as respondents and involving the principal, vice principal for curriculum, and the head of MGMP to obtain data on the implementation of academic supervision in schools. Data collection techniques for this study were observation, interviews, questionnaires, and documentation. The research instruments used were the teacher learning quality instrument, the collegial supervision instrument, and the instrument for assessing the feasibility of the model by experts. Data analysis techniques used descriptive qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis was used to describe the conditions of the implementation of academic supervision in schools. Quantitative analysis was used to analyze the data from the questionnaire on the quality of teacher learning and the feasibility of the developed supervision model. The results showed that the quality of teacher learning increased in all aspects, with an N-Gain value of 0.68 (moderate) for planning and implementation, and 0.70 (high) for assessment. The paired sample t-test results showed a significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.001), confirming the effectiveness of the developed model. This model can be applied in secondary education and teacher professional development programs, particularly in MGMP as a professional learning community, to support collaborative supervision and improve teaching quality. The uniqueness of this study lies in the integration of collegial supervision with MGMP, shifting supervision from a top-down approach to a collaborative and reflective process that supports continuous teacher professional development.. Keywords: Collegial Supervision, MGMP, Learning Quality,Teacher Development, Academic Supervision Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model supervisi kolegial berbasis Forum Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru, khususnya pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research dan Development (R&D) yang diadaptasi dari model Borg dan Gall. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Medan. Pemilihan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling menjadikan 25 guru sebagai responden dan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta ketua MGMP untuk memperoleh data mengenai pelaksanaan supervisi akademik di sekolah. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu instrumen mutu pembelajaran guru, instrumen supervisi kolegial, serta instrumen penilaian kelayakan model oleh ahli. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi pelaksanaan supervisi akademik di sekolah. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data hasil angket mutu pembelajaran guru serta kelayakan model supervisi yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran guru meningkat pada semua aspek, dengan nilai N-Gain sebesar 0,68 (sedang) untuk perencanaan dan pelaksanaan, dan 0,70 (tinggi) untuk penilaian. Hasil uji t sampel berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,001), yang menegaskan efektivitas model yang dikembangkan. Model ini dapat diterapkan dalam pendidikan menengah dan program pengembangan profesional guru, khususnya dalam MGMP sebagai komunitas pembelajaran profesional, untuk mendukung supervisi kolaboratif dan meningkatkan kualitas pengajaran. Keunikan studi ini terletak pada integrasi supervisi kolegial dengan MGMP, menggeser supervisi dari pendekatan top-down ke proses kolaboratif dan reflektif yang mendukung pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Kata kunci: Supervisi kolegial, MGMP, Kualitas Pembelajaran, Pengembangan Guru, Supervisi Akademik
Peran Kepemimpinan Transformasional dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Teknologi Tataq Harjuna Piranggada; Mi&#039;at Mi&#039;at; Nur Kholis Usman; Muhammad Triyoso; Yuliani Yuliani; Khairul Efendi; Suhaimi Suhaimi; Muhammad Saleh
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research documents a best practice of technology-based instructional leadership implemented at SMP Indocement Tarjun to improve the quality of learning in the digital era. The study was motivated by the initial conditions of the school, where teaching practices were still dominated by conventional lecture methods, teachers and students had relatively low digital competencies, and the available Information and Communication Technology (ICT) facilities had not been utilized optimally in the learning process. These conditions highlighted the need for an effective leadership strategy capable of encouraging systematic and sustainable technology-based learning transformation within the school environment. The purpose of this study is to analyze the model of transformational instructional leadership implemented in the school and to examine its impact on improving the quality of learning and overall school performance. This study employed a qualitative case study approach to explore deeply the implementation of instructional leadership practices within the school context. Data were collected through in-depth interviews with the principal, teachers, and students, direct observations of classroom learning activities, and documentation analysis related to digital learning practices and school achievements. The collected data were analyzed using descriptive qualitative analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that collaborative and transformational instructional leadership serves as the main driving force in the implementation of technology-based learning transformation. This leadership approach successfully fostered three major components: (1) technology integration in learning through the use of interactive media, educational videos, and optimization of computer laboratories; (2) the development of teachers’ digital competencies through training programs in digital media production, coding, and the use of artificial intelligence (AI); and (3) the strengthening of a collaborative school culture that encourages innovation and the sharing of best practices among teachers. The synergy among these components contributes to increased student engagement in learning and significant improvements in students’ academic and non-academic achievements at district and provincial levels Keywords: Digitalization; Educational Technology; Instructional Leadership; Transformational Abstrak: Penelitian ini mendokumentasikan praktik baik (best practice) kepemimpinan pembelajaran berbasis teknologi di SMP Indocement Tarjun dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran di era digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi awal sekolah yang masih menghadapi beberapa tantangan, seperti dominasi metode pembelajaran konvensional berbasis ceramah, rendahnya kompetensi digital guru dan siswa, serta pemanfaatan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang belum optimal dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi kepemimpinan yang mampu mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi secara sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan transformasional yang diterapkan di sekolah serta mengkaji dampaknya terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan kinerja sekolah secara keseluruhan. Penelitian menggunakan pendekatan kajian kasus kualitatif (qualitative case study) untuk menggali secara mendalam praktik kepemimpinan pembelajaran yang berlangsung di lingkungan sekolah. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, observasi langsung terhadap proses pembelajaran, serta analisis dokumentasi terkait kegiatan pembelajaran, media digital, dan prestasi sekolah. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pembelajaran yang kolaboratif dan transformasional menjadi pendorong utama dalam proses transformasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah. Kepemimpinan tersebut mendorong terbentuknya tiga komponen utama, yaitu: (1) integrasi teknologi dalam pembelajaran melalui penggunaan media interaktif, video pembelajaran, dan optimalisasi laboratorium komputer; (2) pengembangan kompetensi digital guru melalui pelatihan pembuatan media digital, coding, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI); serta (3) penguatan budaya sekolah kolaboratif yang mendorong inovasi dan berbagi praktik baik antar guru. Sinergi antara ketiga komponen tersebut terbukti berkontribusi pada peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta peningkatan prestasi akademik dan nonakademik siswa di tingkat kabupaten dan provinsi. Kata kunci: Kepemimpinan Pembelajaran; Transformasional; Teknologi Pendidikan; Digitalisasi
Implementasi Manajemen Mutu Di PTKIN dalam Menghadapi Tantangan dan Menawarkan Solusi Kebijakan Desi Dwi Anissa; Agus Zaenul Fitri; As&#039;aril Muhajir
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: State Islamic Religious Colleges (PTKIN) face major challenges in improving the quality of education amidst the dynamics of regulations, technological developments, and the demands of globalization. This study aims to analyze the implementation of quality management at PTKIN, identify the challenges faced, and formulate relevant and applicable policy solutions. The method used is a systematic literature review (SLR) by examining selected scientific articles and documents for the 2020– 2025 period that discuss quality management, challenges, and policies at PTKIN. The results of the study show that the implementation of quality management at PTKIN is influenced by internal factors such as limited human resources, infrastructure, and quality culture, as well as external factors in the form of policy changes and global competition. The discussion found that effective solutions that can be adopted include strengthening human resource training, optimizing the use of information technology, internalizing a quality culture, and strategic collaboration with various parties to support the sustainability of education quality. In conclusion, the success of the implementation of quality management at PTKIN is highly dependent on the synergy between strengthening internal policies, developing human resources, and adapting to external changes in order to improve the competitiveness and quality of graduates. Keywords: Quality Management, PTKIN, Challenges, Policy Solutions, Systematic Literature Review Abstrak: Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan mutu pendidikan di tengah dinamika regulasi, perkembangan teknologi, dan tuntutan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen mutu di PTKIN, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan solusi kebijakan yang relevan dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan menelaah artikel dan dokumen ilmiah terpilih periode 2020–2025 yang membahas manajemen mutu, tantangan, dan kebijakan di PTKIN. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi manajemen mutu di PTKIN dipengaruhi oleh faktor internal seperti keterbatasan SDM, infrastruktur, dan budaya mutu, serta faktor eksternal berupa perubahan kebijakan dan persaingan global. Pembahasan menemukan bahwa solusi efektif yang dapat diadopsi meliputi penguatan pelatihan SDM, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, internalisasi budaya mutu, serta kolaborasi strategis dengan berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan mutu pendidikan. Kesimpulannya, keberhasilan implementasi manajemen mutu di PTKIN sangat bergantung pada sinergi antara penguatan kebijakan internal, pengembangan SDM, dan adaptasi terhadap perubahan eksternal guna meningkatkan daya saing dan kualitas lulusan. Kata kunci: Manajemen Mutu, PTKIN, Tantangan, Solusi Kebijakan, Systematic Literature Review
Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kompetensi Sosial Guru di MTsN 3 Aceh Barat Devi Sarwati; Herman Herman; Ade Kurniawan
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teachers' social competence plays an important role in creating harmonious relationships among school members and supporting the success of the educational process within the madrasah environment. This study aims to analyzing the strategy of the madrasah principalin improving teachers' social competence at MTsN 3 Aceh Barat. This study employed a descriptive qualitative approach. The research subjects including the head of the madrasah, deputy principal of madrasahand teachers of MTsN 3 Aceh Barat. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation study by reviewing relevant journals and scientific sources. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that teachers' social competence at MTsN 3 Aceh Barat is in the good category. The principal's strategies in improving teachers' social competence were carried out through three main approaches, namely strengthening social activities within the madrasah environment, the principal's direct involvement as a role model, and continuous guidance through personal communication and routine evaluation via madrasah meetings. The exemplary behavior of the madrasah principal in various social activities has proven to be the most effective strategy in forming a culture of togetherness, solidarity, and cooperation among teachers. The conclusion of this study indicates that participative and role model-oriented leadership by the principal is capable of improving teachers' social competence in a sustainable manner within the madrasah environment. Keywords: madrasa head; teachers’ social competence; educational leadership; madrasah Abstrak: Kompetensi sosial guru memiliki peran penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis antar warga sekolah serta mendukung keberhasilan proses pendidikan di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi sosial guru di MTsN 3 Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan guru MTsN 3 Aceh Barat. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan menelaah jurnal serta sumber ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial guru di MTsN 3 Aceh Barat berada pada kategori baik. Strategi kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi sosial guru dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yaitu penguatan kegiatan sosial di lingkungan madrasah, keterlibatan langsung kepala madrasah sebagai teladan, serta pembinaan berkelanjutan melalui komunikasi personal dan evaluasi rutin melalui rapat madrasah. Keteladanan kepala madrasah dalam berbagai aktivitas sosial terbukti menjadi strategi yang paling efektif dalam membentuk budaya kebersamaan, solidaritas, dan kerja sama antar guru. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah yang partisipatif dan berorientasi pada keteladanan mampu meningkatkan kompetensi sosial guru secara berkelanjutan di lingkungan madrasah. Kata kunci: strategi kepala madrasah; kompetensi sosial guru; kepemimpinan pendidikan; madrasah

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026 Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue