cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Peran Ujian Kompetensi Perawat Sebagai Instrumen Penjaminan Mutu Praktik Keperawatan: Tinjauan Sistematis Hutapea, Lyna
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55390

Abstract

Penjaminan mutu praktik keperawatan merupakan isu strategis global seiring meningkatnya kompleksitas pelayanan kesehatan dan tuntutan keselamatan pasien. Ujian kompetensi perawat telah diadopsi secara luas sebagai instrumen regulatif untuk memastikan standar minimal kompetensi profesional; Namun kontribusinya terhadap penjaminan mutu praktik keperawatan masih menjadi perdebatan akademik. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis secara kritis bukti ilmiah mengenai peran ujian kompetensi perawat sebagai instrumen penjaminan mutu praktik keperawatan. Tinjauan telaah literatur sistematis dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Sebanyak 30 artikel ilmiah akses terbuka yang diterbitkan antara tahun 2020–2026 diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, PubMed, dan CINAHL melalui strategi pencarian terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan sintesis tematik dan penelaahan epistemologis. Empat tema analitik utama diidentifikasi, yaitu: (1) Ujian kompetensi sebagai instrumen standarisasi kompetensi minimum, (2) Hubungan ujian kompetensi dengan kesiapan praktik perawat pemula (3) Keterbatasan ujian kompetensi dalam menilai kompleksitas praktik keperawatan (4) Ujian kompetensi sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu berlapis. Temuan menunjukkan bahwa ujian kompetensi efektif sebagai mekanisme penyaringan awal, namun belum mampu menangkap dimensi kontekstual, relasional, dan adaptif praktik keperawatan. Ujian kompetensi perawat berkontribusi terhadap penjaminan mutu pada level struktural, tetapi perlu diintegrasikan dengan model asesmen formatif dan berbasis praktik untuk menjamin mutu praktik keperawatan secara komprehensif.
Negosiaisi Kepatuhan Pengobatan Pada Diabetes Melitus Tipe 2: Pendekatan Teori Berbasis Konstruktivis Tentang Hambatan, Pembuatan Makna dan Kemampuan Memaknai Hutapea, Dwight Mahaputera Marulitua
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55391

Abstract

Kepatuhan pengobatan pada Diabetes Melitus Tipe 2 (T2DM) masih suboptimal meskipun ada kemajuan dalam manajemen klinis, yang menunjukkan keterbatasan dalam model perawatan berbasis kepatuhan. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan teori substantif bersifat kontekstual yang menjelaskan bagaimana orang dewasa dengan T2DM menegosiasikan kepatuhan pengobatan di tengah hambatan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan teori dasar konstruktivis digunakan, dengan memanfaatkan bukti kualitatif dan metode campuran dari studi akses terbuka yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2026. Data disintesis secara konseptual melalui perbandingan konstan untuk mengidentifikasi kondisi, tindakan, dan konsekuensi yang membentuk kepatuhan.Kepatuhan muncul sebagai proses dinamis yang dinegosiasikan, bukan perilaku tetap. Partisipan secara aktif mendefinisikan kembali, dimana; (1) Kepatuhan sebagai penciptaan makna daripada kepatuhan melalui pembuatan makna, penilaian emosional, dan adaptasi kontekstual. (2) Hambatan kumulatif dan saling berpotongan. Hambatan yang dirasakan bersifat kumulatif dan saling terkait, meliputi keterbatasan fisik, kelelahan emosional, harapan sosiobudaya. (3) Menegosiasikan harapan sosial dan keluarga pada dinamika keluarga, dan kendala sistem kesehatan. (4) Hubungan dan Kepercayaan dengan Sistem Kesehatan (5) Strategi adaptif dan kepatuhan selektif dalam kategori inti membahas negosiasi kepatuhan dalam batasan kehidupan sehari-hari, mengintegrasikan proses-proses ini dan menjelaskan variasi hasil kepatuhan di sepanjang kontinum dari kepatuhan berkelanjutan hingga kepatuhan situasional. Studi ini mengembangkan pemahaman yang berlandaskan teori tentang kepatuhan sebagai kemampuan beradaptasi, bukan sekadar kepatuhan. Intervensi harus bergeser ke arah model yang fleksibel dan berpusat pada individu yang mengakui realitas kehidupan di sepanjang siklus hidup.
Kesehatan Mental Perawat dan Implikasinya terhadap Mutu Pelayanan Keperawatan dalam Konteks Beban Kasus Demam Berdarah Dengue : Scoping Review Rizkiana, Arnia; Nugraheni , Sri Achadi; Purnami , Cahya Tri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55426

Abstract

Latar belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemis di Indonesia yang sering menimbulkan lonjakan kasus dan memberikan beban signifikan pada sistem pelayanan kesehatan. Perawat sebagai tenaga kesehatan garis depan menghadapi tekanan kerja yang tinggi, yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental mereka. Tujuan Menganalisis hubungan kesehatan mental perawat dengan mutu pelayanan keperawatan dalam konteks beban kasus DBD. Metode Scoping review dengan variabel kesehatan mental perawat, mutu pelayanan, dan beban kasus DBD. Artikel dicari pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda dengan kriteria tahun 2020–2025. Hasil Analisis terhadap 13 jurnal menunjukkan bahwa lonjakan kasus DBD meningkatkan risiko stres, burnout, dan kecemasan pada perawat. Kondisi ini berdampak pada penurunan mutu pelayanan keperawatan, terutama dalam aspek komunikasi terapeutik, dokumentasi medis, monitoring pasien, koordinasi tim, dan keselamatan pasien. Dukungan psikososial, manajemen beban kerja, serta kebijakan institusi terbukti menjadi faktor protektif yang dapat memperbaiki kesehatan mental perawat sekaligus meningkatkan mutu pelayanan. Kesimpulan Kesehatan mental perawat merupakan faktor kunci dalam menjaga mutu pelayanan keperawatan pada outbreak DBD. Dukungan psikososial dan manajemen beban kerja diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan. Kata Kunci: Kesehatan mental perawat; Mutu pelayanan; Burnout; Stres kerja; Demam Berdarah Dengue.
Hubungan Tindakan Suction Terhadap Perubahan Saturasi Oksigen pada Pasien Pneumonia Yang Terpasang Ventilator di Ruang ICU RSUD Cilincing Tahun 2025 Sulistiani, Indah Rizqi; Cusmarih, Cusmarih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55443

Abstract

Latar Belakang: Pasien dengan pneumonia berat sering mengalami gangguan pertukaran gas dan penumpukan sekret (lendir) berlebih di saluran pernapasan. Kondisi ini menyebabkan mereka membutuhkan bantuan pernapasan menggunakan ventilator mekanik untuk memastikan oksigenasi optimal dan mengurangi beban kerja pernapasan. Untuk menjaga jalan napas tetap bersih dan terbuka, tindakan endotracheal suctioning (penghisapan lendir) menjadi prosedur penting dan rutin dilakukan di ICU. Suction yang efektif membantu mencegah obstruksi jalan napas, memperbaiki oksigenasi, dan mengurangi risiko komplikasi serius seperti Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tindakan suction terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien pneumonia yang terpasang ventilator di ruang ICU RSUD Cilincing Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan Pre-experimental design tipe One-Group Pretest-Posttest Design, dengan jumlah sampel 30 sampel analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Hasil penelitian pada hubungan Pre Test dan Post Test dengan menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test yaitu sebesar 0,000 (< 0,05) atau lebih kecil dari alpha 0,05 maka dapat diambil keputusan bahwa hasil pengujian adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan terdapat hubungan tindakan suction terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien Pneumonia yang terpasang ventilator di ruang ICU RSUD Cilincing Tahun 2025. Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah tindakan suction terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien Pneumonia yang terpasang ventilator di ruang ICU RSUD Cilincing. Dari hasil penelitian diharapkan perawat dapat melakukan tindakan Suction secara berkala untuk pasien dengan gangguan pertukaran gas dan penumpukan sekret (lendir) secara benar.
Hubungan Persepsi Keluarga Pasien Tentang Waktu Tunggu Pelayanan dengan Tingkat Kecemasan Keluarga di IGD RSUD Bantar Gebang Kota Bekasi Tahun 2025 Chotimah, Chusnul; Abdullah, Muhammad
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55445

Abstract

Latar Belakang : Waktu tunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengalaman keluarga pasien dirumah ,sakit. Sehingga ada beberapa sering terjadi menimbulkan banyak persepsi negatif di rumah sakit terhadap pelayanan dan lamanya waktu tunggu. Persepsi negative terhadap lamanya waktu tunggu, yang tidak selalu sama dengan durasi sebenarnya dapat menimbulkan ketidakpastian dan kekhawatiran. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tingkat kecemasan keluarga yang pada akhirnya dapat mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan petugas kesehatan dan mengambil keputusan Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara persepsi keluarga pasien tentang waktu tunggu pelayanan dengan tingkat kecemasan keluarga di IGD Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi penelitian Analitik yaitu metode Cross Sectional, Populasi pada penelitian ini adalah keluarga pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 100 responden. Hasil Penelitian : hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan berat, yaitu 47 responden (58,75%) , diikuti kecemasan ringan sebanyak 22 responden (27,5%), dan kecemasan sedang sebanyak 11 responden (13,75%). Data ini menggambarkan bahwa mayoritas keluarga pasien berada pada kondisi psikologis yang tidak stabil selama menunggu pelayanan di IGD. Hasil uji statistik menggunakan korelasi “Rank Spearman” menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,634. Nilai ini menunjukkan adan,ya hubungan yang signifikan dan kuat antara persepsi keluarga pasien tentang waktu tunggu pelayanan dengan tingkat kecemasan keluarga di IGD. Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara persepsi waktu tunggu dengan tingkat kecemasan, keluarga, di mana semakin negatif persepsi terhadap waktu tunggu, semakin, tinggi tingkat kecemasan keluarga pasien.
Pengaruh Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan PHBS Siswa Sekolah Dasar Negeri Wanajaya 02 Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Rizana, Ana; Rindayani, Ririn
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55446

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak usia sekolah dasar masih belum diterapkan secara optimal, salah satunya akibat rendahnya tingkat pengetahuan siswa. Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan metode edukasi kesehatan yang inovatif dan menarik, salah satunya melalui penggunaan media video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai PHBS.Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari siswa sekolah dasar yang dipilih dengan stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan PHBS yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi kesehatan melalui media video animasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p < 0,05, yang menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini membuktikan bahwa media video animasi memberikan pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait PHBS.Edukasi kesehatan melalui media video animasi menunjukan adanya pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai PHBS. Media ini direkomendasikan untuk dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran dan promosi kesehatan di sekolah. Selain itu, guru dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mengintegrasikan media video animasi sebagai alternatif pembelajaran yang menarik. Untuk pengembangan keilmuan selanjutnya, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan desain penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar serta variasi media edukasi yang lebih beragam.
Efektivitas Kandungan Jahe Terhadap Mual Pada Ibu Hamil Trimester I di Posyandu Teratai Cikampek Barat Tahun 2025 Wijayanti, Viny; Wintarsih, Wintarsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55447

Abstract

Hemoragik Postpartum (HPP) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di dunia maupun di Indonesia yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat hingga saat ini. HPP didefinisikan sebagai perdarahan ≥500 ml setelah persalinan pervaginam atau ≥1.000 ml setelah persalinan sectio caesarea yang dapat terjadi akibat berbagai faktor risiko, seperti atonia uteri, jarak kehamilan yang tidak ideal, paritas, usia ibu, riwayat anemia, serta komplikasi obstetri lainnya. Untuk Mengetahui Efektivitas Kandungan Jahe Terhadap Mual Pada Ibu Hamil Trimester I Di Posyandu Teratai Cikampek Barat Tahun 2025. Fokusnya adalah melihat perubahan intensitas mual sebelum dan sesudah pemberian intervensi jahe menggunakan instrumen pengukuran yang terstandar, seperti PUQE (Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea). Subjek penelitian adalah ibu hamil trimester pertama (usia kehamilan 6–12 minggu) yang mengalami mual ringan hingga sedang, memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, serta bersedia menjadi responden. Hasil: Adanya Efektivitas Kandungan Jahe Terhadap Mual Pada Ibu Hamil Trimester I Di Posyandu Teratai Cikampek Barat Tahun 2025 dengan p value < 0,05 Bidan diharapkan dapat memberikan edukasi dan konseling kepada ibu hamil mengenai manfaat jahe dalam mengurangi mual pada trimester I sebagai bagian dari pelayanan antenatal care (ANC)
Praktik Budaya Dalam Menyusui: Tinjauan Literatur Naratif Berbasis Prisma Adriani, Sri; Machmudah, Machmudah; Rejeki, Sri; Pohan, Vivi Yosafianti; Astuti, Rahayu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55451

Abstract

Praktik menyusui dipengaruhi oleh berbagai faktor budaya, sosial, dan keluarga, yang dapat memengaruhi keberlanjutan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Pemahaman terhadap praktik budaya menyusui penting untuk mendukung intervensi yang efektif dalam promosi ASI. Tujuan untuk menyajikan gambaran komprehensif dan sintesis konseptual terkait praktik budaya dalam menyusui berdasarkan literatur ilmiah terkini periode 2021–2025. Metode desain Literature Review naratif dengan pendekatan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan strategi kombinasi kata kunci yang mencakup “breastfeeding” OR “exclusive breastfeeding” AND “cultural practices” OR “sociocultural factors”. Proses seleksi studi mengikuti pendekatan PRISMA versi naratif. Kriteria inklusi meliputi artikel peer-reviewed, tahun publikasi 2021–2025, teks lengkap, bahasa Inggris atau Indonesia, serta fokus pada praktik menyusui dan pengaruh budaya. Dari 1.410 artikel awal, 9 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Mayoritas studi menggunakan pendekatan kualitatif dan mixed-method, dengan konteks penelitian di Indonesia (Sumba, Sumatera, Riau, Jawa, NTT, Nias) dan negara lain seperti Ghana. Kualitas metodologi dan risiko bias dinilai menggunakan Critical Appraisal Skills Programme (CASP), sedangkan data dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil sintesis tematik mengidentifikasi tiga kelompok tema utama: (1) praktik perawatan payudara dan penggunaan herbal tradisional, termasuk pijat payudara, konsumsi jamu, serta pantangan makanan; (2) norma dan kepercayaan sosial-budaya, seperti pemberian makanan prelakteal, persepsi tentang kolostrum, dan konstruksi sosial mengenai kesehatan bayi; serta (3) peran keluarga dan komunitas, khususnya pengaruh nenek, ibu mertua, tokoh agama, serta tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan menyusui. Faktor norma dan nilai budaya terbukti menjadi determinan penting praktik ASI eksklusif, baik sebagai pendukung maupun penghambat. Kesimpulan praktik budaya memainkan peran penting dalam keberlanjutan ASI eksklusif. Promosi ASI yang efektif perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya, keyakinan, dan dukungan sosial di komunitas.
Konsekuensi Logis Pencabutan Pasal 11 Ayat (1) Dan Ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan (Studi Kasus Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 82/Puu-Xiii/2015) Batmanlusi, Karel
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55467

Abstract

ABSTRACT The Constitutional Court Decision Number 82/PUU-XIII/2015 declared Article 11 paragraphs (1) and (2) of Law Number 36 of 2014 on Health Workers unconstitutional and legally non-binding. This decision has significant juridical implications for the regulation of health workers, particularly regarding the distribution of authority between the state and professional organizations. This study aims to analyze the logical consequences of the annulment of these provisions, its juridical implications for the position and authority of professional organizations, and its impact on the post-decision health workforce regulatory system. This research employs a normative legal method using statutory and case approaches by examining Constitutional Court decisions, relevant legislation, and legal doctrines. The findings indicate that the annulment of Article 11 paragraphs (1) and (2) reaffirms the state’s primary authority and responsibility in regulating health workers to ensure legal certainty, service quality, and the protection of constitutional rights. The decision also repositions professional organizations as partners of the state in fostering professional development, rather than as holders of decisive public authority. Keywords: Constitutional Court, Health Workers, Rule of Law, Professional Organizations, State Authority.
Situasi Terkini Mutasi Knockdown Resistance (KDR) Aedes aegypti Terhadap Insektisida Piretroid di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur Susilawati, Iwel; Dalilah, Dalilah; Prasasty, Gita Dwi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55478

Abstract

Resistensi insektisida piretroid pada nyamuk Aedes aegypti, vektor utama demam berdarah dengue, menjadi masalah kesehatan global, terutama di Indonesia. Insektisida piretroid masih menjadi pilihan pengendalian demam berdarah dengue . Ketergantungan terhadap insektisida piretroid menyebabkan mutasi knockdown resistance pada nyamuk Aedes aegypti. Literatur review ini bertujuan mengkaji distribusi mutasi knockdown resistance, mekanisme, dampak resistensi, strategi pengendalian vektor alternatif dan manajemen resistensi insektisida di Indonesia. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik seperti PubMed, Google Scholar dan ResearchGate yang dipublikasikan dalam dalam rentang waktu 2018-2024. Penelusuran artikel difokuskan pada mutasi knockdown resistance pada nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida piretroid. Ditemukan sebanyak 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan resistensi piretroid tersebar luas di Indonesia dengan mekanisme mutasi knockdown resistance pada gen voltage gated sodium channel terutama mutasi pada titik V1016G, S989P dan F1534C. Dampak resistensi mencakup penurunan efektivitas pengendalian vektor dan potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue. Strategi pengendalian alternatif meliputi pengurangan sumber perkembangbiakan, pengelolaan lingkungan, perlindungan pribadi, penggunaan agen biologis dan penggunaan ovitrap. Manajemen resistensi insektisida, seperti yang dipromosikan oleh Insecticide Resistance Action Committee melalui klasifikasi mode of action. Pendekatan pengendalian vektor terpadu sangat penting untuk menjaga efektivitas pengendalian vektor dan mengurangi beban penyakit demam berdarah dengue.