cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Studi Etnofarmasi dan Skrining Fitokimia Kulit Batang Nelambo Suon (Rubiceae) Sebagai Antimalaria Suku Tehit Papua Wahyuni Watora; Ratih Arum Astuti; Marzella Dea Rossardy
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54145

Abstract

Abstrak Malaria masih menjadi permasalahan kesehatan di wilayah Papua, sehingga pemanfaatan tumbuhan obat tradisional tetap menjadi pilihan utama masyarakat pedalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tradisional tumbuhan Nelambo suon oleh masyarakat Suku Tehit di Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, serta mengidentifikasi kandungan metabolit sekundernya melalui skrining fitokimia. Penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan lokal untuk memperoleh data pengetahuan, pengalaman, cara penggunaan, dan keyakinan terhadap efektivitas tanaman tersebut, serta uji fitokimia secara kualitatif terhadap ekstrak kulit batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit batang Nelambo suon secara turun-temurun digunakan sebagai obat antimalaria, dengan cara direbus dan airnya diminum dua kali sehari hingga gejala berkurang. Analisis responden menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan pengalaman tertinggi terdapat pada kelompok berpendidikan rendah (SD dan SMP), menandakan bahwa pengetahuan tradisional lebih dipengaruhi oleh pewarisan budaya dibandingkan pendidikan formal. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, dan tanin, sedangkan saponin tidak terdeteksi. Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki aktivitas antiplasmodium, antioksidan, serta antiinflamasi, sehingga mendukung potensi Nelambo suon sebagai kandidat obat tradisional antimalaria berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: Etnofarmasi, Nelambo suon, antimalaria, skrining fitokimia. Abstract Malaria remains a major health problem in papua, making traditional medicinal plants an essential therapeutic option for remote communities. this study aims to describe the traditional use of nelambo suon by the tehit community in teminabuan district, south sorong regency, and to identify its secondary metabolites through phytochemical screening. data on traditional knowledge, experience, usage methods, and beliefs were collected through in-depth interviews with local informants, while qualitative phytochemical tests were performed on the stem bark extract. the results show that nelambo suon has been traditionally used for generations as an antimalarial remedy, prepared by boiling the stem bark and consuming the decoction twice daily until symptoms reduce. respondent analysis revealed that the highest levels of traditional knowledge and experience were found among those with lower formal education (elementary and junior high school), indicating that cultural transmission plays a greater role than formal schooling. phytochemical screening confirmed the presence of alkaloids, flavonoids, and tannins, while saponins were absent. these compounds possess antiplasmodial, antioxidant, and anti-inflammatory activities, supporting the potential of nelambo suon as a traditional antimalarial agent grounded in local wisdom. Keywords: ethnopharmacy, Nelambo suon, antimalarial, phytochemical screening.
Efektivitas Case Method dalam Meningkatkan Kompetensi Perawat Jiwa Melakukan Tindakan Kegawatdaruratan Psikiatri Encik Putri Ema Komala; Titin Aprilatutini; Bardah Wasalamah; Nova Yustisia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54321

Abstract

Kegawatdaruratan psikiatri secara klinis muncul dalam dua bentuk yaitu gadug gelisah dan bunuh diri. Risiko paling berat karena dua kejadian ini bila tidak mendapatkan tatalaksana yang baik adalah kematian. Peningkatan kompetensi perawat melakukan Tindakan kegawatdaruratan psikiatri menjadi sangat penting. Case method dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi perawat melakukan Tindakan kegawatdaruratan psikiatri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas case method meningkatkan kompetensi perawat jiwa melakukan Tindakan kegawatdaruratan psikiatri. Desain penelitian ini adalah Quasy experiment dengan pre and post test without control group design yang dilakukan dengan melibatkan 40 responden. Setelah dilakukan pre test kelompok intervensi satu diberikan modul kegawatdaruratan psikiatri dan kelompok intervensi dua diikutkan dalam kegiatan case method dan setelah satu minggu pemberian intervensi pada kedua kelompok baru dilakukan post test. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tindakan case method yang dilakukan pada kelompok intervensi kedua lebih efektif meningkatkan kompetensi perawat jiwa melakukan Tindakan kegawatdaruratan psikiatri dengan p-value 0,001 (p<0,005) dibandingkan dengan kelompok intervesni pertama. Penelitian ini juga merekomendasikan untuk menggunakn case method sebagai salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi perawat melakukan tindakan kegawatdaruratan psikiatri.
Efektivitas Nugget Kombinasi Daun Kelor Dan Tempe Terhadap Tinggi Badan Menurut Umur (Tb/U) Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Gangga Sabrina Tria Yunita; Marlin Astari Ina; Nur Izatul Islamiyati; Rizkia Amilia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55138

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai denga gangguan pertumbuhan linear pada anak, yang diukur melalui indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Salah satu upaya pencegahan stunting adalah pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal yang bergizi dan mudah diterima anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas nugget kombinasi daun kelor dan tempe terhadap peningkatan TB/U pada balita stunting diwilayah kerja Puskesmas Gangga. Penelitian ini menggunakan desain ekperimen dengan melibatkan balita stunting usia 12-59 bulan yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan nugget kelor tempesebanyak 6 butir per hari selama 30 hari. Pengukuran tinggi badan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tinggi badan yang bermakna pada kelompok intervensi (p=0,028), serta perbaikan kategori TB/U dari sangat pendek menjadi pendek dan normal. Sementara itu, perubahan berat badan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa nugget kombinasi daun kelor dan tempe efektif dalam meningkatkan pertumbuhan linear balita stunting dan berpotensi menjadi alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal.
Determinan Individu dan Organisasi Dalam Implementasi Psikoedukasi Kesehatan Jiwa di Pelayanan Kesehatan Primer: Systematic Review Taufiq Akbar; Bagoes Widjanarko; Ayun Sriatmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57104

Abstract

Mental health disorders are a growing public health concern that require strengthened services at the primary health care level. The implementation of mental health psychoeducation is a key strategy to improve patient understanding, treatment adherence, and relapse prevention; however, it still faces various challenges. This study aimed to identify determinants influencing the implementation of mental health psychoeducation through a systematic review. The study followed PRISMA guidelines, with literature searches conducted in PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar from 2021 to 2026, yielding 1,222 articles. After the selection process, 18 articles met the inclusion criteria and were analyzed using thematic synthesis based on the CFIR framework. The findings indicate that individual factors, including knowledge, attitudes, motivation, and self-efficacy of health workers, as well as organizational factors such as leadership, policy support, and resource availability, are the main determinants. More than 50% of the studies emphasized the critical role of leadership and organizational support. Key barriers include high workload, limited training, stigma, and weak monitoring systems. In conclusion, implementation is influenced by the interaction between individual and organizational factors, highlighting the need for integrated approaches to improve service effectiveness. Keywords: Determinant factors, psychoeducation, officer factors, organizational factors
Evaluasi Kualitas Pelayanan Informasi Obat Pada Pasien Tuberkulosis Puskesmas Rawat Jalan di Kabupaten Pandeglang Menggunakan Analisis Gap Serqual Safaruddin Tumangger; Ida Paulina Sormin; Lindhajani Lindhajani; Stefanus Lukas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57293

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pengelolaan terapi jangka panjang, sehingga kualitas pelayanan informasi obat  berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan informasi obat pada pasien tuberkulosis rawat jalan di Puskesmas Kabupaten Pandeglang berdasarkan tingkat kepuasan, kejelasan, dan kelengkapan informasi obat yang diberikan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 300 pasien tuberkulosis rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner SERVQUAL yang mencakup lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Analisis data dilakukan secara univariat dan gap analysis untuk membandingkan skor harapan dan persepsi pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor harapan pasien berada pada kisaran 3,4-4,4, sedangkan skor persepsi berada pada kisaran 3,0-4,0. Sebagian besar indikator pelayanan menunjukkan nilai gap negatif dengan rentang -0,2 hingga -1,2, yang mengindikasikan bahwa pelayanan informasi obat belum sepenuhnya memenuhi harapan pasien. Meskipun demikian, beberapa indikator menunjukkan gap nol dan gap positif (+0,2 hingga +0,8), menandakan adanya aspek pelayanan yang telah sesuai atau melebihi harapan pasien. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan informasi obat pada pasien tuberkulosis rawat jalan di Puskesmas Kabupaten Pandeglang secara umum masih perlu ditingkatkan, terutama pada dimensi Empati (Empathy, Jaminan (Assurance), Daya Tanggap (Responsiveness) dengan gap negatif yang dominan, guna mendukung keberhasilan pengobatan tuberkulosis.
The role of interleukin-17 in vulvovaginal candidiasis (VVC): literature review Rizka Amelia; Susilawati Susilawati; Fatmawati Fatmawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57356

Abstract

Vulvovaginal candidiasis (VVC) is one of the most prevalent infections of the female genital tract. According to epidemiological data, almost 75% of women will at some point in their lives contract VVC. The main causative agent is Candida albicans. One of the main mediators is IL-17, a pro-inflammatory cytokine that is essential to the immunopathogenesis of VVC. Although IL-17 is essential for antifungal immunity, excessive or prolonged activation may lead to pathogenic inflammation and recurrence. This intricacy highlights the necessity of more research into the IL-17 regulation mechanisms in VVC and its possible use as a therapeutic target. Research published between 2020 and 2025 was included in a literature search that was done using databases including Scopus, PubMed, and Google Scholar. Eight of the 64 examined papers satisfied the requirements for inclusion. IL-17 is a key mediator in the immunopathogenesis of vulvovaginal candidiasis (VVC), according to preclinical, mechanistic, and clinical research. Treatments for VVC either increase or decrease IL-17 responses, and genetic variations in the IL-17/IL-23 axis are associated with a higher risk of developing the disease. In conclusion, IL-17 plays a key role in the pathophysiology of VVC. It is a promising biomarker and therapeutic target since it influences both immunological modulation and vulnerability through therapeutic treatments and genetic differences in the IL-17/IL-23 axis.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai dalam Memberikan Pelayanan kepada Masyarakat di Puskesmas Segiri Samarinda Sya’idah Alawiah Dzakwan; Hafizurrachman Hafizurrachman; Rindu Rindu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57371

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga kinerja pegawai menjadi faktor kunci dalam mutu layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung gaya kepemimpinan serta disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Puskesmas Segiri Samarinda. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 50 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner Likert dan dianalisis menggunakan SEM-PLS melalui evaluasi outer dan inner model. Hasil menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap disiplin kerja (β=0,941; p=0,000), dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja (β=0,613; p=0,001). Namun, gaya kepemimpinan tidak berpengaruh langsung signifikan terhadap kinerja (p>0,05). Disiplin kerja memediasi hubungan tersebut secara signifikan (β=0,577; p=0,001). Kepemimpinan transformasional dan situasional menjadi indikator dominan. Disimpulkan bahwa peningkatan kinerja lebih efektif melalui penguatan disiplin kerja yang dibentuk oleh kepemimpinan yang adaptif dan motivasional.
Determinants Of Environmental Sanitation And Waste Management In The Incident Of Acute Respiratory Tract Infections In Dense Urban Settlements Novita Rany; Zulmeliza Rasyid; Dedi Afandi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57470

Abstract

Latar belakang : Kejadian ISPA adalah suatu kondisi di mana satu atau lebih organ pernapasan mengalami infeksi akut yang disebabkan oleh mikroorganisme, menyerang berbagai bagian saluran pernapasan. Data BPS tahun 2023 ISPA di Kecamatan Tuah Madani menduduki peringkat pertama mencapai 3184 orang. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor sanitasi lingkungan dan faktor penularan kejadian ISPA. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observational dengan design cross sectional study. Populasi dalam Penelitian ini adalah seluruh KK yang berdomisi di Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tuah Madani. Sampel penelitian berjumlah 120 KK. Teknik sampling secara proportional sampling dan quota sampling. Metode pengumpulan secara observasi dan wawancara. Pengolahan data secara komputerisasi. Analisis data secara univISPAat dan bivISPAat (Uji Chi-Square). Hasil: Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan pengelolan sampah (pvalue 0,0001), sumber air minum ( pvalue = 0,001), SPAL (pvalue = 0,0001), jamban (pvalue = 0,0001), kepadatan hunian (pvalue = 0,0001), ventilasi (p value = 0,001) dengan penularan kejadian ISPA. Kesimpulan : Diharapkan pihak kelurahan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan kampanye penyuluhan kesehatan mengenai pengelolaan sampah, akses air bersih, dan fasilitas sanitasi. Peningkatan ventilasi dan penataan hunian.
Efektifitas Latihan Fisik Metode Pilates Dalam Peningkatan Kondisi Physical Wellness pada Komunitas Lansia di RW 03 Kelurahan Gumuruh Bandung Ika Rahman; Amelia Fadlina; Lisa Agustina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57756

Abstract

Penuaan merupakan proses alami yang sering kali menyebabkan penurunan fungsi fisik pada lansia, seperti penurunan massa otot, fleksibilitas, dan keseimbangan. Oleh karena itu, menjaga kebugaran fisik menjadi penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas latihan fisik metode Pilates dalam meningkatkan kondisi physical wellness pada komunitas lansia di RW 03 Kelurahan Gumuruh, Bandung. Pilates dipilih karena terbukti dapat meningkatkan kekuatan otot inti, fleksibilitas, keseimbangan, serta membantu mencegah cedera. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur deskriptif dan kuesioner sederhana yang terdiri dari dua buah pertanyaan yang diberikan kepada 14 orang lansia tiga hari setelah pelaksanaan program edukasi dan latihan Pilates. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta, terutama dari kelompok usia lebih tua, merasakan manfaat positif dari latihan Pilates. Sebagian besar peserta juga melanjutkan latihan tersebut di rumah, menunjukkan kesadaran yang meningkat akan pentingnya physical wellness. Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan fisik dengan metode Pilates efektif di dalam meningkatkan physical wellness lansia.
Efektivitas Intervensi C-Star Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Diabetes: Pendekatan Transcultural Nursing dan Self-Transcendence Silfrianti Geiska Passa; Eko Winarto; Yunani Yunani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.44650

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kepatuhan diet merupakan bagian penting dalam pengelolaan diabetes, tetapi banyak pasien kesulitan mempertahankannya dalam jangka panjang. Sejumlah studi menunjukkan bahwa pendekatan yang mempertimbangkan budaya dan nilai spiritual pasien dapat membantu memperbaiki perilaku makan, namun bukti yang tersedia masih tersebar. Karena itu, tinjauan sistematis diperlukan untuk memahami efektivitas intervensi tersebut. Sistematic review ini bertujuan merangkum bukti ilmiah mengenai efektivitas intervensi budaya dan spiritual dalam meningkatkan kepatuhan diet pada individu dengan diabetes maupun prediabetes. Metode: Pencarian dilakukan di Scopus, PubMed, ScienceDirect, Web of Science, CINAHL, dan ProQuest. Dari 295 artikel yang teridentifikasi, dilakukan penyaringan berlapis mulai dari pemeriksaan duplikasi, penilaian judul dan abstrak, hingga evaluasi full-text. Sebanyak 15 studi memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif. Studi-studi tersebut meliputi RCT, quasi-eksperimen, dan pilot trial dari berbagai negara. Hasil: Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa intervensi budaya melalui adaptasi makanan lokal, penggunaan simbol budaya, atau penyampaian edukasi oleh tokoh komunitas secara konsisten meningkatkan kepatuhan diet. Intervensi spiritual, seperti program berbasis gereja atau edukasi melalui institusi keagamaan, juga memperkuat motivasi serta keyakinan diri pasien dalam kepatuhan diet. Kesimpulan: Intervensi yang disesuaikan dengan budaya dan nilai spiritual terbukti mendukung kepatuhan diet pada pasien diabetes. Pendekatan ini membantu meningkatkan pemahaman, keterlibatan emosional, dan kenyamanan pasien, sehingga layak dipertimbangkan dalam praktik klinis dan program manajemen diabetes. Kata Kunci: Cultural intervention; Spiritual intervention; Diet adherence; Diabetes mellitus; Transcultural nursing.