cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Mouthwash Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans Najwa Nadzira; Rahmadani Rahmadani; Dinda Sari Utami; Zulmai Rani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61584

Abstract

Dental caries and halitosis are oral health issues largely caused by Streptococcus mutans. Noni leaves (Morinda citrifolia L.) contain bioactive compounds with potential antibacterial properties, making them suitable for formulation into a mouthwash. This study aimed to formulate an ethanolic extract of noni leaves into a mouthwash and evaluate its antibacterial activity against Streptococcus mutans. The study was conducted experimentally, involving extract preparation, phytochemical screening, mouthwash formulation at concentrations of 10%, 15%, and 30%, physical evaluation of the preparations, and antibacterial activity testing using the disc diffusion method. The research results indicate that all formulas met physical evaluation requirements and exhibited antibacterial activity. The 30% formula produced the greatest inhibitory effect, with an average inhibition zone of 20.15 mm, followed by the 15% formula (18.23 mm) and the 10% formula (15.23 mm). Thus, the ethanolic extract of noni leaves can be formulated into a mouthwash that is stable and effective in inhibiting the growth of Streptococcus mutans. Keywords: Morinda citrifolia L., mouthwash, antibacterial activity, Streptococcus mutans.
Digital Curation in Early Childhood: Parental Mediation and Content Quality Over Screen Duration Deasy Anggriani Sumantri; Rahayu Khairiah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61595

Abstract

Screen time exposure has integrated into the lifestyle of preschool children. While excessive screen duration is frequently blamed for developmental delays, evidence suggests that the quality of parental mediation and program content play a more crucial role in shaping a child's language and social skills. Objective: To analyze the correlation between screen time duration, parental mediation quality, and program content quality with language and social interaction skills among preschool children. Methods: A quantitative study using a cross-sectional design was conducted. The sample consisted of 60 pairs of parents and preschool children selected through total population sampling at a Kindergarten. Data were collected using questionnaires alongside standardized developmental screening tools, then analyzed using Chi-Square and Fisher's Exact tests (α < 0.05) and Odds Ratio (OR). Results: Univariate analysis revealed that 70% of children exceeded the recommended screen time, 25% were suspected of language impairment, and 31.7% of social interaction difficulties. Bivariate analysis demonstrated no significant relationship between screen time duration and language skills (p=0.347) or social skills (p=0.904). Conversely, a significant relationship was found between low parental mediation and suspected language delay (p=0.004) (OR=8.0) as well as social difficulties (p=0.028) (OR=4.1). Poor program content was also significantly associated with suspected language delay (p=0.003) (OR=8.0) and social difficulties (p=0.007) (OR=5.6). Conclusion: Screen duration is not the primary risk factor for developmental issues in this preschool sample. The most substantial determinants are active parental mediation and high-quality educational content. Pediatric nurses should shift their educational focus from merely restricting screen hours to optimizing verbal co-viewing methods and digital content curation within families.
Analisis Faktor Host dan Health Belief Model sebagai Determinan Penerimaan Terhadap Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada Kontak Serumah Pasien Tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2026 Ria Putriono; Wayan Aryawati; Khoidar Amirus; Karbito Karbito
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61596

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sedangkan penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah pasien TB belum optimal. Faktor host dan persepsi berdasarkan Health Belief Model (HBM) diduga memengaruhi penerimaan TPT. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor host dan HBM sebagai determinan penerimaan TPT pada kontak serumah pasien tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat dengan Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 52,5% responden menerima TPT. Sikap berhubungan dengan penerimaan TPT (p<0,001; OR=8,49; 95%CI=3,71–19,40) dan persepsi berdasarkan HBM berhubungan secara signifikan (p<0,001; OR=14,64; 95%CI=6,03–35,47), sedangkan pekerjaan (p=0,680), pengetahuan (p=0,100), dan komorbid (p=0,342) tidak berhubungan. Analisis multivariat menunjukkan persepsi berdasarkan HBM merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi penerimaan TPT (Adjusted OR=11,784; 95%CI=4,428–31,362; p<0,001). Penguatan edukasi dan konseling berbasis HBM diperlukan untuk meningkatkan penerimaan TPT pada kontak serumah pasien tuberkulosis.
Effectiveness of E-Poster-Based Umbilical Cord Care Education on Primiparous Postpartum Mothers’ Knowledge of Neonatal Infection Prevention Sulastri Sulastri; Linda Tri Ani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61597

Abstract

Umbilical cord infection (omphalitis) remains one of the causes of neonatal infection in Indonesia, with a prevalence of approximately 5–10%, while in Lampung Province it reaches 6.3%. Lack of knowledge among primiparous mothers regarding umbilical cord care is a risk factor for infection, therefore effective education using e-poster media is needed. This study aimed to determine the effectiveness of e-poster education on umbilical cord care toward knowledge of infection prevention among primiparous postpartum mothers at RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro. This study used a pre-experimental design with a one group pre-test post-test approach. The sample consisted of 25 respondents selected using purposive sampling technique. The research instruments included e-posters, educational SOPs, and knowledge questionnaires. Data were analyzed using paired sample t-test. The results showed that before the intervention, most respondents had poor knowledge, accounting for 15 respondents (60.0%), while after the intervention, most respondents had good knowledge, accounting for 17 respondents (68.0%). The paired sample t-test showed a p-value of 0.000 (<0.05) with a mean difference of 7.72, indicating that e-poster education was effective in improving knowledge of umbilical cord infection prevention among primiparous postpartum mothers. In conclusion, e-poster education is effective in increasing the knowledge of primiparous postpartum mothers regarding umbilical cord infection prevention.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Minat Penggunaan Alat Kontrasepsi AKDR Pada Pasangan Usia Subur Di Puskesmas Helvetia Selli Kurnia Wulantari Tarigan; Dewi Sartika Hutabarat; Fahrunnisa Herawati; Juita Deli Ndruru; Heva Julietta Sinaga
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61615

Abstract

Latar Belakang: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang memiliki efektivitas tinggi (>99%). Meskipun aman, cakupan kepesertaan AKDR di wilayah kerja Puskesmas Helvetia masih tergolong rendah dibandingkan kontrasepsi jangka pendek seperti suntik dan pil. Namun, pemanfaatan AKDR pada Pasangan Usia Subur (PUS) masih tergolong rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Rendahnya penggunaan AKDR dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor karakteristik individu, pengetahuan, sikap, dukungan pasangan(Suami). Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor (pengetahuan, usia, paritas, dan dukungan suami yang berhubungan dengan rendahnya minat penggunaan alat kontrasepsi AKDR pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Helvetia Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan sampel sebanyak 51 responden yang diambil menggunakan teknik sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan analisis univariat serta bivariat dengan uji statistik Chi-Square (). Hasil: Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan () , usia ibu () , paritas () , dan dukungan suami (), pendidikan () dengan minat penggunaan AKDR pada pasangan usia subur di Puskesmas Helvetia. Fakta di lapangan mengindikasikan bahwa minimnya pengetahuan dan ketiadaan dukungan suami menjadi faktor dominan pemicu rendahnya minat akseptor. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, usia, paritas, pendidikan , dan dukungan suami dengan rendahnya minat penggunaan kontrasepsi AKDR. Disarankan bagi pihak Puskesmas Helvetia untuk meningkatkan kegiatan promosi kesehatan, edukasi yang interaktif, serta melibatkan peran aktif suami dalam konseling Keluarga Berencana (KB).
Penerapan Service Excellent dalam Manajemen Asuhan Keperawatan Anak pada Pasien Pneumonia di RSU Haji Medan Elseria Situmorang; Sri Mulati Nendah Agreta; Petra Diansari Zega; Rolasnih Lilista Simbolon
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61616

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, khususnya balita. Penerapan manajemen asuhan keperawatan berbasis service excellent diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mendukung proses pemulihan pasien. Studi kasus ini melibatkan An.R, anak perempuan berusia 1 tahun 4 bulan dengan diagnosis medis pneumonia yang dirawat di Ruangan Muzdalifah 13 RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Ditemukan tiga diagnosis keperawatan, yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan hipertermia. Intervensi meliputi pemantauan respirasi, pemberian posisi semi-Fowler, terapi oksigen, kolaborasi terapi farmakologis, dukungan nutrisi, dan edukasi keluarga. Kondisi pasien membaik yang ditandai dengan berkurangnya sesak napas, normalisasi suhu tubuh, peningkatan nafsu makan, dan perbaikan kondisi umum. Penerapan manajemen asuhan keperawatan berbasis service excellence mendukung pemulihan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan anak yang berpusat pada pasien dan keluarga.
Effectiveness of Combined Guided Imagery and Relaxation Music Therapy in Reducing Post-Cesarean Section Pain: A Quasi-Experimental Study Rana Zahrah Afifah; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61625

Abstract

Background: Sectio caesarea (SC) is a surgical procedure that often causes postoperative pain due to tissue damage and the wound-healing process. Unmanaged pain can hinder mobilization, recovery, and a mother's ability to care for her newborn. One of the non-pharmacological therapies that can be used to help reduce pain is the combination of guided imagery and relaxation music. Objective: To determine the effect of a combination of guided imagery and relaxation music on pain levels among post-sectio caesarea patients at Jendral Ahmad Yani Regional General Hospital, Metro City. Methods: This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The research was conducted in the maternity ward of Jendral Ahmad Yani Regional General Hospital, Metro City, from May to July 2026. The sample consisted of 32 respondents selected through purposive sampling according to the inclusion and exclusion criteria. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test because the data were not normally distributed based on the Shapiro–Wilk normality test. Results: The characteristics of respondents showed that most were aged 21–35 years (65.6%), had a senior high school education (68.8%), and were employed (53.1%). Before receiving the combination of guided imagery and relaxation music, most respondents experienced moderate pain (75.0%). After the intervention, most respondents experienced mild pain (71.9%). The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000 (<0.05), a Z value of -4.762, and a mean rank of 15.00, indicating a significant effect of the combination of guided imagery and relaxation music on reducing pain levels among post-sectio caesarea patients. Conclusion: The combination of guided imagery and relaxation music has a significant effect on reducing pain levels among post-sectio caesarea patients at Jendral Ahmad Yani Regional General Hospital, Metro City. This intervention can be considered a complementary non-pharmacological therapy in postoperative pain management for sectio caesarea patients.
Determinan Pneumonia pada Balita di Provinsi Lampung: Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Leni Hartati; Dessy Hermawan; Agung Aji Perdana; Karbito Karbito; Usastiawaty C.A.S Isnainy
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61626

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Provinsi Lampung masih menghadapi tingginya kejadian pneumonia pada balita sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan yang efektif. Tujuan: Menganalisis determinan kejadian pneumonia pada balita di Provinsi Lampung berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder SKI Tahun 2023. Sampel penelitian sebanyak 304 balita usia 0–59 bulan di Provinsi Lampung. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil: Sebanyak 29,4% balita mengalami pneumonia. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia balita, status gizi, riwayat ASI eksklusif, riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), kepadatan hunian, keberadaan anggota keluarga yang merokok, jenis lantai rumah, dan pendidikan ibu berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa status gizi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian pneumonia. Kesimpulan: Kejadian pneumonia pada balita di Provinsi Lampung dipengaruhi oleh berbagai faktor, dengan status gizi sebagai determinan yang paling dominan. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu diprioritaskan pada perbaikan status gizi balita melalui penguatan program gizi, promosi ASI eksklusif, dan pemantauan pertumbuhan secara rutin.
Efektivitas Penggunaan Spreadsheet Laporan Triple Eliminasi Terhadap Ketepatan Waktu Pengumpulan Laporan Bulanan Bidan Desa di Wilayah Puskesmas Banjit Kab. Way Kanan Tahun 2026 Lailatul Masroh; Sukmawati Sukmawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61627

Abstract

Prevalensi infeksi pada ibu hamil di Indonesia menunjukkan angka HIV sebesar 0,3%, sifilis 1,7%, dan hepatitis B sebesar 2,5%, dengan risiko penularan ke bayi mencapai lebih dari 90% pada hepatitis B. Data ini menunjukkan pentingnya pelaksanaan program triple eliminasi secara optimal, termasuk sistem pelaporan yang akurat dan tepat waktu oleh bidan desa. Penggunaan aplikasi berbasis teknologi informasi menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan efektivitas pelaporan seperti menggunakan spreedsheet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari efektivitas penggunaan spreadsheet laporan triple eliminasi terhadap ketepatan waktu pengumpulan laporan bulanan bidan desa di Wilayah Puskesmas Banjit Kab. Way Kanan Tahun 2026. Metode penelitian ini pra Eksperimental Design menggunakan rancangan One Group Only Pretest and Postest. Populasi adalah seluruh bidan desa yang ada di Wilayah Puskesmas Banjit Kab. Way Kanan tahun 2026 sebanyak 20 orang yang diambil secara total sampling, analisis data menggunakan wilcoxon. Hasil dari penelitian ini dari 20 responden, sebanyak 11 (55,0%) tidak tepat dalam mengumpulkan laporan bulanan, dengan nilai rata-rata sebesar 2,45 mengalami peningkatan menjadi sebanyak 17 (85,0%) tepat mengumpulkan laporan bulanan dengan nilai rata-rata sebesar 2,85. Dari analisis uji wilcoxon nilai signifikansi p vlalue =0,005<0,05 dengan nilai z-scor --2.828a, maka Ho diterima sehingga disimpulkan bahwa terdapat efektivitas Penggunaan Spreadsheet Laporan Triple Eliminasi Terhadap Ketepatan Waktu Pengumpulan Laporan Bulanan Bidan Desa di Wilayah Puskesmas Banjit Kab. Way Kanan Tahun 2026. Diharapkan penggunaan Spreadsheet Laporan Triple Eliminasi sebagai salah satu media pelaporan program kesehatan karena terbukti efektif meningkatkan ketepatan waktu pengumpulan laporan bulanan Bidan Desa.
Implementasi Modified Early Obstetric Warning Score (MEOWS) Terhadap Kompetensi Bidan pada Penanganan Perdarahan Postpartum di RSUP H. Adam Malik Kota Medan Tahun 2026 Revalina Manurung; Febriana Sari; Herna Rinayanti Manurung; Christina Sirait
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61629

Abstract

Latar Belakang: Perdarahan postpartum merupakan penyebab utama tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 dan menyelaraskan dengan UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023, diperlukan peningkatan kompetensi bidan dalam deteksi dini perburukan kondisi maternal. Modified Early Obstetric Warning Score (MEOWS) adalah sistem skoring berbasis parameter fisiologis yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi klinis tenaga kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Modified Early Obstetric Warning Score (MEOWS) terhadap kompetensi (pengetahuan dan keterampilan) bidan pada penanganan perdarahan postpartum di RSUP H. Adam Malik Kota Medan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Pre-Experimental (One Group Pretest-Posttest) pada sampel 46 bidan melalui teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji nonparametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kompetensi bidan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk variabel pengetahuan diperoleh nilai () dan untuk variabel keterampilan diperoleh nilai (). Hal ini menunjukkan bahwa diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari implementasi MEOWS terhadap pengetahuan dan keterampilan bidan. Kesimpulan: Implementasi MEOWS terbukti efektif meningkatkan kompetensi bidan dalam penanganan perdarahan postpartum guna mengoptimalkan keselamatan pasien maternal.