cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Pengaruh Booklet Nutri-L Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Status Gizi Balita Leni Halimatusyadiah; Lina Mardianti; Pratiwi Cahya Skania; Ani Maharani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.60584

Abstract

Permasalahan status gizi balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan ibu mengenai pemantauan pertumbuhan dan pemenuhan gizi anak. Edukasi kesehatan melalui media booklet merupakan salah satu strategi yang dapat meningkatkan pemahaman ibu karena bersifat praktis dan mudah dipahami. Booklet Nutri-L dikembangkan sebagai media edukasi mengenai status gizi balita. Tujuan penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Booklet Nutri-L terhadap pengetahuan ibu tentang status gizi balita di UPTD Puskesmas Cipocok Jaya Tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 94 ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan di UPTD Puskesmas Cipocok Jaya Tahun 2026. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat pengetahuan ibu tentang status gizi balita diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi melalui Booklet Nutri-L. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik sesuai hasil uji normalitas dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -5,398 dengan nilai signifikansi (p) = 0,001. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan Booklet Nutri-L. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 15,28±2,102 menjadi 17,42±1,898 setelah intervensi. Kesimpulan edukasi menggunakan Booklet Nutri-L efektif meningkatkan pengetahuan ibu tentang status gizi balita di UPTD Puskesmas Cipocok Jaya Tahun 2026. 
Efektivitas Modul Keperawatan Berbasis Keluarga untuk Menurunkan Gangguan Psikologis Anak dan Meningkatkan Ketahanan Keluarga Pasca Bencana Nilawati Nilawati; Murni Noviani Nasution; Syahferi Anwar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.60797

Abstract

Bencana alam berdampak signifikan terhadap kesehatan mental anak dan keluarga, terutama dalam menimbulkan gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), kecemasan, dan depresi, sehingga dibutuhkan intervensi keperawatan komunitas yang terstruktur untuk memulihkan kesejahteraan psikologis dan membangun ketahanan keluarga pascabencana. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Modul Keperawatan Pasca Bencana dalam menurunkan gejala PTSD dan kecemasan/depresi anak, serta meningkatkan ketahanan keluarga pada keluarga penyintas bencana di Indonesia. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan dua kelompok (intervensi dan kontrol) dan tiga titik pengukuran (T0: baseline; T1: pasca-intervensi; T2: follow-up 4-6 minggu) yang melibatkan 100 keluarga (50 intervensi, 50 kontrol). Instrumen yang digunakan meliputi Child PTSD Symptom Scale (CPSS), Revised Children's Anxiety and Depression Scale (RCADS), dan Family Resilience Scale (FRS), dengan GHQ-12 dan MSPSS sebagai kovariat, dianalisis menggunakan Repeated Measures ANOVA dan ANCOVA. Hasil menunjukkan kelompok intervensi mengalami penurunan gejala PTSD 61,8%, penurunan kecemasan/depresi 57,2%, dan peningkatan ketahanan keluarga 58,2%, dengan interaksi Kelompok x Waktu signifikan pada seluruh outcome (p < .001; η²p = 0,183-0,443) yang tetap signifikan setelah mengontrol kovariat. Modul Keperawatan Pasca Bencana terbukti efektif secara klinis dan statistik sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pemulihan kesehatan mental pascabencana di Indonesia.
Peran Caregiver Keluarga dalam Home Care Anak dengan Penyakit Kronis: Scoping Review Damal Lambok Simatupang; Widia Sari; Kartini Kartini; Kiki Amanda Fatmawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61004

Abstract

Chronic diseases in children require long-term care that depends not only on professional healthcare services but also on the active involvement of family caregivers in home care implementation. The complexity of care requires caregivers to perform various roles that influence the quality of care and children’s well-being, while comprehensive studies regarding these roles remain limited. This study aimed to identify and synthesize scientific evidence regarding the role of family caregivers in home care for children with chronic diseases. This study employed a literature review design using a scoping review approach through the identification, selection, and analysis of relevant scientific articles. Data were analyzed using thematic narrative synthesis based on caregiver role dimensions, factors influencing role effectiveness, and the impact of caregiving on caregiver well-being. The review of 15 articles revealed that family caregivers performed four major roles, including physical roles, psychological roles, educational roles, and social and healthcare coordination roles. The effectiveness of caregiver roles was influenced by knowledge and skills, psychological conditions, social support, and access to healthcare services. Intensive caregiving activities also contributed to physical, psychological, social, and financial burdens among caregivers. In conclusion, family caregivers play an essential role in ensuring the continuity of home care for children with chronic diseases; therefore, systematic support through education, training, and family-centered healthcare services is needed.
Efektivitas Terapi Seft (Spiritual Emotional Freedom Technique) Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hemodialisis Linda Andriani; Rika Armalini; Sri Ameliati; Yesi Maifita; Setia Nisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61149

Abstract

Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis cenderung mengalami kecemasan akibat proses pengobatan yang panjang, ketergantungan pada mesin dialisis, serta ketidakpastian prognosis penyakit. Kecemasan yang tidak ditangani dapat memperburuk kondisi fisik maupun psikologis pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk mengurangi kecemasan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yang memadukan teknik tapping, afirmasi positif, dan pendekatan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis di Ruang Hemodialisis RSUD Prof. H. M. Yamin, SH. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 27 responden pasien hemodialisis yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi SEFT dilakukan sebanyak 3 kali sesi, dengan durasi ±15 menit per sesi, 2 kali seminggu selama 2 minggu. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberikan SEFT adalah 20,89 (SD = 3,250), dengan mayoritas responden berada pada kategori kecemasan sedang (66,7%). Setelah diberikan SEFT, rata-rata tingkat kecemasan menurun menjadi 12,56 (SD = 3,994), dengan mayoritas responden berada pada kategori kecemasan ringan (88,9%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan perbedaan rata-rata (mean difference) 8,33 poin, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi Terapi SEFT terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis. SEFT dapat dijadikan salah satu terapi komplementer yang sederhana, murah, dan aman untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.
Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Tripel Eliminasi di Puskesmas RI Sidomulyo Pekanbaru Mustika Hana Harahap; Rena Afri Ningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61175

Abstract

Beberapa penyakit menular seperti infeksi HIV, Sifilis, dan Hepatitis B adalah penyakit yang dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi ke anaknya selama kehamilan, persalinan, dan menyusui, serta menyebabkank esakitan, kecacatan dan kematian, sehingga berdampak buruk pada kelangsungan dan kualitas hidup anak. Media audio visual yang di gunakan dalam proses penyampaian materi pembelajaran memiliki banyak sekali manfaat dan keuntungan, di antaranya yaitu video merupakan pengganti suatu objek yang akan di tunjukkan untuk menyampaikan pembelajaran tetapi tidak dapat di lihat lansung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tripel eliminasi di Puskesmas Ri Sidomulyo Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desai Quasy Experiment Design one grub pre test and pos test. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 1 di Puskesmas RI Sidomulyo Pekanbaru, dengan jumlah sampel sebanyak 51 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariate dengan mengunakan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata rata pengetahuan pengalami peningkatan yaitu 12.21 menjadi 14.33 dengan nilai p value 0,000 <0,05. Sedangkan nilai rata rata sikap pengalami peningkatan setelah di berikan intervensi yaitu 13.80 menjadi 17.98 dengan nilai p value 0,000 <0,05. Diharapkan media audio visual dapat menjadi refrensi bagi pihak Puskesmas dalam memberikan edukasi pendidikan kesehatan agar pengetahuan dan sikap ibu hamil bertambah dalam pemeriksaan Tripel Eliminasi.
Analisis Pengaruh Dimensi Keberhasilan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Berdasarkan Model DeLone dan McLean Terhadap Efisiensi Operasional RS Sele Be Solu Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya Susiyanti Bless; Agus Zainuri; Yacob Ruru; Hasmi Hasmi; Arius Togodly; Sarce Makaba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61206

Abstract

Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan bagian penting dari transformasi digital pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional rumah sakit. Keberhasilan implementasi SIMRS dipengaruhi oleh berbagai faktor yang perlu dievaluasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dimensi keberhasilan SIMRS berdasarkan Model DeLone dan McLean, yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih (net benefits) terhadap efisiensi operasional RS Sele Be Solu Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai pengguna SIMRS sebanyak 55 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi keberhasilan SIMRS secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi operasional rumah sakit. Variabel manfaat bersih (net benefits) merupakan faktor yang paling dominan. Implementasi SIMRS berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi waktu pelayanan, proses kerja, pemanfaatan sumber daya manusia, dan efisiensi biaya operasional.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil di BLUD Puskesmas Timika Jaya Kabupaten Mimika Surio Arrang Bua; Yacob Ruru; Sarce Makaba; Rosmin M. Tingginehe; Paula Nancy Lefaan; Muhammad Akbar Nurdin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61436

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil dan dapat menimbulkan komplikasi bagi ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISK pada ibu hamil di BLUD Puskesmas Timika Jaya, Kabupaten Mimika. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 506 responden yang terdiri dari 155 kasus dan 351 kontrol. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-square, Odds Ratio (OR), 95% Confidence Interval (95%CI), serta regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu (p=0,265; OR=1,327; 95%CI=0,846–2,083) dan usia kehamilan (p=0,229; OR=1,306; 95%CI=0,875–1,951) tidak berhubungan dengan kejadian ISK. Sebaliknya, paritas (p<0,001; OR=0,431; 95%CI=0,292–0,637), status anemia (p=0,010; OR=2,078; 95%CI=1,219–3,544), dan riwayat ISK sebelumnya (p<0,001; OR=6,345; 95%CI=3,820–10,537) berhubungan signifikan dengan kejadian ISK. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat ISK sebelumnya merupakan faktor paling dominan (OR=6,867; 95%CI=4,050–11,643; p<0,001). Disimpulkan bahwa paritas, status anemia, dan riwayat ISK sebelumnya berhubungan dengan kejadian ISK pada ibu hamil.
Analisis Determinan Kejadian Abortus Pada Ibu Hamil di RSUP H. Adam Malik Medan Provinsi Sumatera Utara Repi Mariska Purba; Siti Nurmawan Sinaga; Pitri Indriani Purba; Nora Candina Lumbantoruan; Jumroh Jumroh
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61468

Abstract

Miscarriage remains one of the major pregnancy complications contributing to maternal morbidity and potentially increasing the risk of maternal mortality if not managed appropriately. Maternal characteristics and obstetric history are considered important factors associated with miscarriage; therefore, identifying its determinants is essential to improve preventive strategies and maternal healthcare services. This study aimed to analyze the determinants of miscarriage among pregnant women at H. Adam Malik General Hospital, Medan, North Sumatra Province. A quantitative observational analytic study with a retrospective case-control design was conducted involving 120 respondents, comprising 60 cases and 60 controls. Secondary data were obtained from medical records using a structured checklist and analyzed using univariate analysis, Chi-square test, and binary logistic regression. The results showed that maternal age (p=0.020), occupation (p=0.036), gravida (p=0.013), parity (p=0.028), and previous miscarriage history (p=0.016) were significantly associated with miscarriage. Multivariate analysis identified maternal age (OR=2.842), occupation (OR=2.433), parity (OR=2.742), and previous miscarriage history (OR=3.730; p=0.012) as independent determinants, with previous miscarriage history being the strongest predictor. It was concluded that previous miscarriage history was the strongest determinant of miscarriage, highlighting the importance of strengthening maternal risk screening and obstetric history assessment through comprehensive antenatal care.
Determinan Risiko Preeklampsia pada Ibu Hamil di Puskesmas Titi Papan Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2026 Nisa Arisma; Siti Nurmawan Sinaga; Erfiyani Erfiyani; Rohmi Yuni Andriani; Aulia Febri Andesma
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61534

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal di Indonesia. Berbagai faktor maternal diduga berperan terhadap terjadinya preeklampsia sehingga identifikasi determinan risiko diperlukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan risiko preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Titi Papan Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 106 responden yang terdiri atas 53 kelompok kasus dan 53 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada kelompok kasus dan simple random sampling pada kelompok kontrol. Data diperoleh dari rekam medis dan register Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,038; OR=3,120), paritas (p=0,006; OR=3,016), riwayat penyakit (p<0,001; OR=18,667), pekerjaan (p=0,030; OR=3,585), dan tingkat pendidikan (p<0,05) berhubungan signifikan dengan risiko preeklampsia, sedangkan status gizi tidak berhubungan signifikan (p=0,480; OR=0,716). Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat penyakit merupakan determinan paling dominan terhadap risiko preeklampsia. Temuan ini menunjukkan pentingnya identifikasi ibu hamil berisiko sejak kunjungan antenatal pertama agar intervensi dan pemantauan dapat dilakukan lebih dini sehingga kejadian preeklampsia dapat dicegah
Status Gizi Ibu, Komposisi Asi, dan Implikasinya Terhadap Pertumbuhan Anak: Tinjauan Literatur Sistematis eeding: Its Implications for Maternal Health and Child Growth and Development - A Systematic Literature Review Rahmawati Rahmawati; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61551

Abstract

Menyusui merupakan praktik nutrisi esensial pada awal kehidupan, status gizi ibu berpengaruh terhadap komposisi dan mendukung tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu pada masa laktasi dan jangka Panjang seperti kanker payudara. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai menyusui dan implikasinya terhadap pertumbuhan anak serta kesehatan ibu. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review melalui basis data ScienceDirect, PubMed, dan DOAJ berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 495 artikel (terbit 2017- 2026) dan kemudian 31 artikel dianalisis secara sistematis. Data diekstraksi dan disintesis secara naratif menggunakan pendekatan tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa menyusui berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Status gizi ibu memengaruhi berbagai komponen ASI. Overweight, obesitas, diabetes gestasional, dan kualitas pola makan yang kurang baik berhubungan dengan perubahan komponen bioaktif ASI. Perubahan tersebut berimplikasi terhadap pertumbuhan linear, komposisi tubuh, perkembangan imun dan neurologis, kolonisasi mikrobiota usus, serta kesehatan metabolik anak. Pada ibu, praktik menyusui berkontribusi terhadap pemulihan pascapersalinan dan kesehatan reproduksi. Menyusui merupakan tahapan penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan mendukung tumbuh kembang anak. Status gizi ibu menjadi determinan penting komposisi ASI dan pertumbuhan anak melalui berbagai mekanisme biologis. Optimalisasi status gizi sejak prakonsepsi, kehamilan, hingga laktasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas ASI.