cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Determinan Risiko Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Titi Papan Kota Medan Tahun 2026 Nia Habeahan; Siti Nurmawan Sinaga; Yossy Juwita Veronica Surbakti; Purnamanita Purnamanita; Tasya Lamtiur Simanjuntak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61631

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal dan neonatal. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan risiko kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Titi Papan Kota Medan Tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Data sekunder diperoleh dari rekam medis dan register Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Sampel berjumlah 102 ibu hamil trimester III yang terdiri atas 51 kasus dan 51 kontrol dengan rasio 1:1. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil terdapat hubungan antara usia (p<0,001; OR=4,613), paritas (p=0,022; OR=2,670), status gizi (p=0,002; OR=3,684), dan pendidikan (p=0,036; OR=2,466) dengan kejadian anemia. Pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan (p=0,477). Pada analisis multivariat, usia dan status gizi tetap signifikan (masing-masing p=0,004). Kesimpulan usia, paritas, status gizi, dan pendidikan berhubungan dengan kejadian anemia, sedangkan pekerjaan tidak. Usia dan status gizi merupakan determinan independen dalam model multivariat.
Pengaruh Beban Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Perawat di Instalasi Rawat Inap Rsau dr. M. Salamun Bandung Sri Daniati Safari; Murtiningsih Murtiningsih; Oyoh Oyoh; Iin Inayah; Fauziah Rudhiati; Tedjo Narko
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61633

Abstract

Hasil survei PPNI menunjukkan lebih dari 40% perawat tidak puas dan 60-70% kepuasan kerjanya berada pada kategori sedang hingga rendah, hal ini umumnya dipengaruhi oleh beban kerja dan budaya organisasi. Meskipun penelitian serupa banyak dilakukan di rumah sakit sipil, studi pada rumah sakit militer masih sangat terbatas. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menguji dinamika kepuasan kerja perawat di RSAU dr. M. Salamun Bandung, yang memiliki karakteristik unik berupa kedisiplinan, hierarki, dan profesionalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross-sectional dengan desain penelitian asosiatif korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan metode simple random sampling. Jumlah responden 58 orang, selanjutnya dianalisis dengan uji univariat, uji t, dan regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan beban kerja, budaya organisasi, dan kepuasan kerja berada pada kategori sedang. Secara parsial dan simultan, beban kerja dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan budaya organisasi sebagai faktor paling dominan daripada beban kerja terhadap kepuasan kerja perawat. Saran untuk rumah sakit agar mempertahankan kedisiplinan, hierarki, dan kepemimpinan suportif sebagai strategi menjaga loyalitas serta peningkatan kompetensi perawat melalui pendidikan dan pelatihan.
Pengaruh Budaya Organisasi, Kepemimpinan Kepala Ruangan, Dan Kepatuhan Penggunaan Early Warning Score Terhadap Deteksi Dini Perburukan Klinis Pasien Medikal Bedah di Rumah Sakit Umum Mulyasari Priska Delima Saputri; Joko Prasetyo; Prima Dewi Kusumawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61634

Abstract

Perburukan klinis pada pasien medikal bedah merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya morbiditas dan mortalitas di rumah sakit. Penerapan Early Warning Score (EWS) sebagai sistem deteksi dini sangat dipengaruhi oleh faktor organisasi, kepemimpinan, dan kepatuhan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, kepemimpinan kepala ruangan, dan kepatuhan penggunaan Early Warning Score terhadap deteksi dini perburukan klinis pasien medikal bedah di Rumah Sakit Umum Mulyasari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas perawat yang bekerja di ruang perawatan medikal bedah dan dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan lembar observasi kepatuhan penggunaan EWS, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, kepemimpinan kepala ruangan, dan kepatuhan penggunaan EWS secara simultan berpengaruh signifikan terhadap deteksi dini perburukan klinis pasien (p<0,05). Secara parsial, kepatuhan penggunaan EWS merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling dominan dibandingkan budaya organisasi dan kepemimpinan kepala ruangan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan budaya keselamatan pasien, kepemimpinan yang efektif, serta peningkatan kepatuhan dalam penggunaan EWS dapat mengoptimalkan deteksi dini perburukan klinis dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien TB Paru: Studi Cross-Sectional di Kecamatan Wanokaka Yohanis Lero; Ratna Wardani; Byba Melda Suhita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61681

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga pada aspek psikologis, sosial, dan kualitas hidup pasien. Kualitas hidup pasien TB paru dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain dukungan keluarga, self-efficacy, aktivitas fisik, dan kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga, self-efficacy, aktivitas fisik, dan kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup pasien TB paru di Kecamatan Wanokaka. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 100 pasien TB paru yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga, self-efficacy, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, dan WHOQOL-BREF. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga (β = 0,363; p < 0,001), self-efficacy (β = 0,373; p < 0,001), aktivitas fisik (β = 0,191; p = 0,025), dan kepatuhan minum obat (β = 0,182; p = 0,033) berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup pasien TB paru, dengan self-efficacy sebagai faktor paling dominan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan perlu difokuskan pada peningkatan self-efficacy, penguatan dukungan keluarga, promosi aktivitas fisik, serta peningkatan kepatuhan pengobatan untuk mengoptimalkan kualitas hidup pasien.
Determinan Lingkungan dan Sosial Terhadap Perilaku Merokok Pada Remaja di Sma Utama Bandar Lampung Tahun 2026 Shinta Kartika Oktavia; Lolita Sary; Noviansyah Noviansyah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61720

Abstract

Perilaku merokok merupakan salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, gangguan pernapasan, kanker, impotensi, serta gangguan pada kehamilan dan janin. Survei pendahuluan yang dilakukan di SMA Utama Bandar Lampung didapatkan perilaku merokok siswa yang masih tinggi dengan berbagai faktor antara lain kemudahan akses, pengaruh teman sebaya, media sosial dan orang tua.Penelitian bertujuan untuk untuk mengidentifikasi determinan faktor lingkungan dan sosial yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di SMA Utama Bandar Lampung tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional yang merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko dengan efek pada waktu yang bersamaan (point time approach). Populasi adalah seluruh siswa di SMA Utama Bandar Lampung dengan jumlah sebanyak 119 siswa. Sampel menggunakan total populasi yaitu sebanyak 119 siswa di SMA Utama Bandar Lampung. Analisis menggunakan perangkat lunak SPSS dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Distribusi frekuensi perilaku merokok remaja di SMA Utama Bandar Lampung sebanyak 83 orang (69,7%). Jumlah responden dengan akses terhadap rokok sulit sebanyak 66 orang (55,5%), responden yang tidak mendapatkan paparan rokok dari media sosial sebanyak 61 orang (51,3%), responden yang merokok karena adanya pengaruh teman sebaya sebanyak 65 orang (54,6%), responden yang merokok bukan karena adanya peran orang tua sebanyak sebanyak 61 orang (51,3%). Ada hubungan akses mendapatkan rokok, paparan media sosial , pengaruh teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja di SMA Utama Bandar Lampung. Variabel dominan yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di SMA Utama Bandar Lampung adalah teman sebaya. Membentuk peer educators (pendidik sebaya) dengan memilih dan melatih siswa yang berpengaruh (tidak harus pengurus OSIS, tetapi siswa yang memiliki lingkaran pertemanan luas) untuk menjadi agen perubahan untuk membagikan informasi valid mengenai dampak merokok secara kasual dan menjadi tempat berdiskusi bagi teman-temannya.
Analisis Faktor Environment sebagai Determinan Penerimaan terhadap Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada Kontak Serumah Pasien Tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2026 Ita Novi Sulistiyani; Wayan Aryawati; Khoidar Amiruz; Karbito Karbito
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61765

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan global dengan beban tinggi di Indonesia, sementara cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah masih rendah. Keberhasilan TPT dipengaruhi berbagai faktor, terutama faktor lingkungan. Rendahnya penerimaan TPT di Puskesmas se-Kota Metro menunjukkan perlunya penelitian mengenai determinan penerimaan TPT sebagai dasar penyusunan strategi pengendalian TBC yang lebih efektif.. Penelitian ini bertujuan faktor environment sebagai determinan penerimaan terapi pencegahan Tuberkulosis pada kontak serumah pasien TBC di Puskesmas se-Kota Metro Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh kontak serumah pasien Tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja Puskesmas Se-Kota Metro sebanyak 242 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 46,7% responden menerima Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga (p<0,001; OR=3,995), stigma sosial (p=0,004; OR=3,107), peran tenaga kesehatan (p=0,032; OR=2,333), waktu pelayanan (p<0,001; OR=4,167), dan jarak tempat pelayanan kesehatan (p=0,001; OR=3,686) dengan penerimaan TPT. Analisis regresi logistik menyatakan bahwa stigma sosial, peran tenaga kesehatan, dan waktu pelayanan berhubungan signifikan dengan penerimaan TPT, dengan peran tenaga kesehatan sebagai faktor paling dominan (OR=3,483; 95% CI=1,358–8,929; p=0,009). Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas se-Kota Metro untuk memperkuat edukasi dan konseling, serta meningkatkan kualitas pelayanan TPT untuk mengurangi stigma dan meningkatkan penerimaan TPT pada kontak serumah pasien tuberkulosis.
Manajemen Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Service Excellent pada Pasien Hipertensi di Desa Bangun Rejo, Deli Serdang Yomeka Hasianna Sirait; Tahan Tahan; Indra Agussamad; Erika Erika; Misno Misno
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61804

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi prioritas kesehatan global dan nasional karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Data WHO tahun 2025 menyebutkan lebih dari 1,13 miliar penduduk dunia menderita hipertensi, sedangkan Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi 30,8% pada penduduk berusia ≥18 tahun. Di Desa Bangun Rejo tercatat 1.860 kasus hipertensi dalam tiga tahun terakhir. Tujuan: Menggambarkan penerapan manajemen asuhan keperawatan keluarga yang service excellent pada Tn. T dengan hipertensi di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu orang pasien hipertensi beserta keluarganya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi selama lima kali kunjungan pada Februari 2026. Hasil: Pengkajian menunjukkan tekanan darah 190/120 mmHg disertai nyeri kepala dan tengkuk terasa berat. Diagnosis prioritas adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dan perilaku kesehatan cenderung berisiko. Intervensi mengacu SDKI, SLKI, dan SIKI melalui lima tugas kesehatan keluarga. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku, dan penurunan tekanan darah. Simpulan: Pendekatan service excellent efektif meningkatkan kualitas asuhan keperawatan keluarga dan pengendalian hipertensi.
Analisis Hubungan Tatalaksana Kasus Kanker Terhadap Nilai Perbaikan Prostat Spesifik Antigen Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Hestiana Peni Siti Irmanti; Brian Sri Prahastuti; Edward Usfie Harahap
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61807

Abstract

Prevalensi yang terus meningkat di Indonesia maupun secara global, kanker prostat salah satu penyebab utama kematian pada pria. Tahun 2022, 13.130 kasus baru kanker prostat di Indonesia yang mengakibatkan 4.860 kematian. Penelitian ini dengan mempertimbangkan karakteristik individu, masih jarang dilakukan. Tujuan menganalisis hubungan antara tata laksana kasus kanker terhadap perbaikan nilai PSA di Rumah Sakit Kanker Dharmais dengan mempertimbangkan faktor seperti usia, status gizi, status pernikahan, jaminan kesehatan nasional dan status pekerjaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data rekam medis pasien kanker prostat tahun 2024. Total sampel 70 pasien. Hasil analisis univariat menunjukkan 47 responden (67,1%) mengalami perbaikan PSA, sedangkan 23 responden (32,9%) tidak mengalami perbaikan. Pemberian obat dilakukan pada 42 responden (60%) dan prosedur lainnya pada 28 responden (40%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tata laksana dan perbaikan PSA (p=0,006; OR=4,904; CI 95% 1,682–14,296). Analisis multivariat memperkuat hasil tersebut, tatalaksana tetap berhubungan signifikan setelah dikontrol usia, status pernikahan, dan pekerjaan (p=0,015; OR=6,345; CI 95% 1,437–28,012). Rekomendasi: Rumah sakit sebaiknya memperkuat tatalaksana terintegrasi dengan mempertimbangkan faktor sosiodemografi pasien dalam perencanaan terapi guna meningkatkan perbaikan prostate spesifik antigen. Kata kunci: kanker prostat, prostate spesifik antigen, tatalaksana, abiraterone
Faktor Penentu Genetik, Epigenetik, Gizi, dan Psikososial Pada Gangguan Mental Emosional di Kalangan Remaja: Tinjauan Sistematis Desy Susanty; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61838

Abstract

Gangguan mental emosional pada remaja merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh interaksi faktor genetik, epigenetik, gizi, dan psikososial sehingga diperlukan sintesis bukti ilmiah untuk mendukung pencegahan, deteksi dini, dan intervensi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis determinan genetik, epigenetik, gizi, dan psikososial yang berkontribusi terhadap gangguan mental emosional pada remaja. Penelitian menggunakan desain systematic review berdasarkan pedoman PRISMA 2020 melalui penelusuran artikel pada PubMed, ScienceDirect, dan Taylor & Francis periode 2021–2026. Seleksi dilakukan oleh dua penelaah independen menggunakan Rayyan, dan 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi disintesis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan mental emosional pada remaja merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi interaksi faktor biologis dan lingkungan. Variasi gen FKBP5, ANKK1, DRD4, dan GRIN2B meningkatkan kerentanan biologis, sedangkan metilasi DNA memediasi perubahan ekspresi gen akibat paparan lingkungan sejak periode prenatal hingga remaja. Faktor gizi, meliputi metabolisme zat besi, fungsi hormon tiroid, dan sistem endokannabinoid, berhubungan dengan disregulasi neurotransmiter, inflamasi, dan respons stres. Pola asuh, kondisi sosial ekonomi, pengalaman adversitas, bullying, serta lingkungan keluarga dan sekolah turut meningkatkan risiko melalui interaksi dengan mekanisme biologis. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan biopsikososial yang mengintegrasikan biomarker biologis dan faktor lingkungan guna mendukung pencegahan, deteksi dini, serta intervensi yang lebih efektif pada remaja berisiko.
Pengaruh Pemberian Air Kelapa Hijau Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Disminore Pada Remaja Putri Di Posyandu Remaja Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 Restu Khoiriah; Fitri Ayu Marpal; Khairun Nisa; Awwal Al-Fauzia N
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61846

Abstract

Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering memicu rasa nyeri supra pubik sehingga mengganggu aktivitas harian remaja putri, di mana penanganan non-farmakologis seperti pemberian air kelapa hijau menjadi alternatif aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian air kelapa hijau terhadap tingkat nyeri dismenore pada remaja putri di Posyandu Remaja Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel terdiri dari 30 remaja putri yang terbagi menjadi kelompok perlakuan (15 responden) dan kelompok kontrol (15 responden), yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisis menggunakan Paired T-Test serta Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan rata-rata skala nyeri pada kelompok perlakuan dari 6,27 sebelum intervensi menjadi 1,53 setelah intervensi (p = 0,000). Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengalami penurunan skala nyeri dari 5,20 menjadi 4,53. Hasil uji Independent T-Test setelah intervensi memperlihatkan perbedaan tingkat nyeri yang sangat signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,000). Pemberian air kelapa hijau terbukti efektif menurunkan tingkat nyeri dismenore secara bermakna pada remaja putri.