cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Bangkinang Kabupaten Kampar Syahda, Syukrianti; Hastuty, Milda; Parmin, Joria
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.23633

Abstract

Birth weight is an indicator of the short-term and long-term health status of a newborn. It is estimated that 15 to 20% of newborns in the world are LBW, which means more than 20 million births per year. In Indonesia, of all reported neonatal deaths, 72.0% (20,266 deaths) occurred at the age of 0-28 days.The aim of this research is to find outanalysis of factors associated with the incidence of Low Birth Weight (LBW) in Bangkinang District Hospital. This research is quantitative analytical with case control type. The population in this study was all 124 newborn babies born in 2022 with a sample size of 124 people. The sampling technique uses total sampling. The research results obtained were that there was a relationship between age (pvalue: 0.009), parity (pvalue: 0.000), preeclampsia (pvalue: 0.010) and anemia (pvalue: 0.000) with the incidence of LBW. Meanwhile, for the employment variable, there is no relationship (pvalue: 0.445) with the incidence of LBW. ExpectedMothers should be able to plan a pregnancy within the age range of 20-35 years, parity 1-3, and diligently check their pregnancies regularly.
Wanita 33 Tahun dengan Morbus Hansen Grace, Jennifer; Triana, Gina; Saragih, Melinda; Stevany, Nabila
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.23639

Abstract

Kusta atau leprae atau Morbus Hansen’s Disease merupakan penyakit infeksi granulomatosa kronik yang terutama menginfeksi kulit dan saraf perifer disebabkan oleh organisme intraseluler obligat Mycobacterium Leprae. Menurut WHO, pada tahun 2021, di 135 Negara terhitung prevalensi terdaftar 133.781 kasus dan 140.546 kasus baru, dimana 55.346 (39%) di antaranya adalah perempuan. Kejadian ini sebagian besar terjadi di wilayah Afrika dan Asia Tenggara. Brasil, India, dan Indonesia, melaporkan sebagian besar kasus kusta baru global (74%) pada tahun 2021. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia pada tanggal 24 Januari 2022, terdapat sebesar 13.487 kasus per tahun dengan penemuan kasus baru sebanyak 7.146 kasus pertahun, dengan proporsi anak sebesar 11%. Transimisi infeksi M. Leprae tidak pasti, namun secara langsung terkait dengan kepadatan penduduk dan kebersihan yang buruk dan terjadi melalui kontak langsung dan inhalasi aerosol. Kusta diklasifikasikan dalam 2 bentuk stabil, kusta tuberculoid dan kusta lepromatosa dan kelompok garis natas antara 2 bentuk ini. Terapinya pada tipe tuberculoid dapat diberikan dapson (100 mg setiap hari) dengan rifampisin (600 mg setiap hari) selama 12 bulan. Pada tipe lepromatosa dapat diberikan dapson, rifampisin, dan klofazimin (50 mg setiap hari) selama 24 bulan.
Perbandingan Terapi Metformin dan Insulin Pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) Pawestri, Natasya Rahma Dewi; Novitasari, Diana
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.23649

Abstract

Diabetes adalah kondisi yang umum dan memiliki dampak signifikan pada berbagai sistem tubuh, dengan sekitar 40% kasus diabetes menjadi lebih rumit dengan Penyakit Ginjal Kronis (CKD). Komplikasi ini termanifestasi melalui ketidaknormalan persisten dalam fungsi ginjal, yang sering kali ditandai dengan peningkatan ekskresi albumin dalam urin atau penurunan Tingkat Filtrasi Glomerulus (GFR). Memahami pengelolaan diabetes dalam konteks CKD sangat penting untuk mengoptimalkan perawatan pasien. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk secara komprehensif mendeskripsikan dan mengevaluasi penggunaan obat antidiabetes oral dan suntikan insulin khususnya pada pasien CKD dengan diabetes. Di antara banyaknya obat antidiabetes yang tersedia, metformin menjadi agen hipoglikemik oral garis depan yang direkomendasikan dalam sebagian besar pedoman diabetes kontemporer. Namun, penggunaannya dikontraindikasikan pada individu dengan GFR kurang dari 30 mL/menit/1,73m² karena kekhawatiran terkait asidosis laktat. Saat ini, tidak ada konsensus standar atau pedoman yang diterima secara luas mengenai penggunaan optimal insulin pada pasien CKD dengan diabetes. Ketidakjelasan dalam bidang ini membutuhkan investigasi komprehensif lebih lanjut dan pemahaman yang lebih dalam tentang interaksi antara diabetes, CKD, dan strategi pengelolaan yang tepat, khususnya dalam penggunaan insulin. Memecahkan ketidakpastian ini sangat penting untuk menyempurnakan protokol perawatan dan memastikan keamanan serta efektivitas pengelolaan diabetes pada individu dengan CKD bersamaan. Oleh karena itu, tinjauan dan analisis mendalam terhadap data yang ada, bersama dengan studi prospektif, sangat diperlukan untuk menetapkan rekomendasi yang terdefinisi dengan baik untuk pengelolaan diabetes pada pasien CKD, terutama dalam penggunaan insulin.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa Virgo, Gusman; Kurniadi, Rizki; Indrawati, Indrawati
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.23701

Abstract

Diabetes merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena jumlah kasus dan prevalensi DM terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Penderita DM dapat disebabkan oleh faktor internal seperti jenis kelamin, umur, dan faktor genetik. Kemudian faktor eksternal seperti kebiasaan merokok, obesitas, perubahan gaya hidup, pola makan, obat – obatan, aktivitas fisik, pendidikan, pekerjaan, konsumsi alkohol, pola tidur dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah penderita diabetes melitus di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa. Jenis penelitian ini adalah bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelompok usia 46 – 55 tahun yang menderita diabetes melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kampa tahun 2022 sebanyak 63 orang dengan jumlah sampel adalah 63 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini di dapatkan sebagian besar responden mengalami stres sedang sebanyak 38 orang (60,3%), sebagian besar responden yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanyak 37 orang (58,7%). Setelah dilakukan uji chi-square didapatkan nilai p value 0,000 (< 0,05) artinya terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa. Diharapkan kepada penderita DM untuk dapat mengindari faktor pemicu terjadinya peningkatan kadar gula darah agar dapat menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal.
Implementasi Artificial Inteligence (AI) Terhadap Pengembangan Desain User Interface (UI) Deteksi Covid-19 Dengan Pencitraan Medis Menggunakan Metode Waterfall Bahari, David Helmi; Maulana, Adi; Nadiansyah, Alfih; Setyodewi, RR. Hutanti
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.23843

Abstract

Penyebaran penyakit menular dan infeksi seperti COVID-19 dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan perekonomian dunia. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO secara resmi memberi nama wabah ini COVID-19, dan virus tersebut dinamakan SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2). Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian global (PHEIC). Pada 20 September 2020 di Indonesia terdapat 240.687 kasus positif dan kematian sebanyak 9.448 orang. Standar deteksi Covid 19 adalah melalui tes PCR (polymerase chain reacting), yaitu dengan mendeteksi keberadaan materi genetik virus SARS-CoV-2 pada lendir atau cairan saluran nasofaring. Namun hasil tes PCR SARS-CoV-2 baru akan diketahui dalam waktu yang cukup lama. Hingga saat ini, penyakit virus corona baru (coronavirus) telah menyebabkan krisis kesehatan global, dan industri medis sedang mengembangkan solusi inovatif untuk mengendalikan pandemi penyakit virus corona (corona virus) dan menghentikan penyebarannya. Kami terus mengeksplorasi inovasi teknologi di bidang kesehatan untuk membantu masyarakat dalam diagnosis COVID-19. Kecerdasan buatan (AI) adalah teknologi yang dapat dengan mudah digunakan untuk melacak penyebaran virus ini, mengidentifikasi pasien, dan mengendalikan infeksi ini secara real time. AI dapat berkontribusi melalui skrining populasi, medis, notifikasi, dan saran pada mengendalikan penyebarannya secara efektif. Oleh karena itu, jurnal ini bertujuan untuk merancang mockup user interface untuk diagnosis penyakit menggunakan pencitraan medis berbasis Artificial Intelligence (AI), khususnya dalam mendeteksi infeksi COVID-19 dengan metode pengembangan Waterfall.
Analisis Efektivitas Biaya Dialiser Single Use dan Reuse Layanan Hemodialisa Pasien Gagal Ginjal dan Pengaruhnya Terhadap Quality Of Life di RSUD Sekarwangi Novellasari, Firsa; Hasan, Delina; Andayani, Nurita
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.23880

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang prevalensinya terus meningkat, hemodialisis merupakan salah satu terapi untuk membantu fungsi ginjal. Untuk penghematan biaya, penggunaan dialiser sebagai komponen dalam hemodialisis menggunakan dialiser sekali pakai (single use) dan dialiser berulang (reuse). Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi menyediakan jasa rawat jalan maupun rawat inap bagi pasien dengan penyakit ginjal kronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah penggunaan dialiser yang paling efektif dan efisien yang di gunakan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan prospektif dan retrospektif. Jumlah sampel yang dipilih adalah pasien rawat jalan yang menggunakan dialiser single use dibagi menjadi 30 pasien yang menggunakan dialiser A dan 30 pasien yang menggunakan dialiser B. Sedangkan yang menggunakan dialiser reuse dibagi menjadi 30 pasien yang menggunakan dialiser A dan 30 pasien yang menggunakan dialiser B yang aktif berobat selama tahun 2021. Data dianlisis dengan menggunakan metode Cost Effectiveness Analysis (CEA), pengukuran kualitas hidup dengan instrumen European Quality of Life-5 Dimension-5 level (EQ-5D-5L). Hasil analisis menunjukkan bahwa dialiser single use lebih efektif dalam menghasilkan perubahan outcome kreatinin, ureum, dan hemoglobin yang lebih baik dibandingkan dialiser reuse. Namun, dialiser reuse lebih efisien dari segi biaya dengan unit cost yang lebih rendah. Hasil juga menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien tidak berbeda signifikan dan menunjukkan kualitas hidup yang sama baik. antara penggunaan kedua jenis dialiser ini.
Perbedaan Self Wound Care Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Pendidikan Kesehatan: Video Sudaryanto, Sudaryanto; Hando, Ananda Fero
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.24094

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a disease that is a global problem. A person is said to be suffering from DM if their blood sugar level 2 hours after eating is >200 mg/dl. Apart from being a cause of death, DM can also cause various complications, one of which is diabetic ulcers. This type of research is quantitative with quasi-experiment and one group pretest posttest design. The research sample was 30 respondents using consecutive sampling. Data analysis using the paired T test to determine the effect of providing Health Education interventions using audio-visual video media on self-wound care skills. The results showed that respondents' self-wound care skills before the intervention: mean respondent skill score 26, 833, standar deviation D 7.4015, lowest score 15.0 and highest 39. Self-wound care skills after intervention: mean respondent skill score 45, 950 , standar deviation 13.5203, the lowest value 25.0 and the highest 71.5. The results of the paired T test show the effect of health education using videos on respondents' self-wound care skills (Sig 2 tailed 0.000 <0.05). Health education with videos influences respondents' self-wound care skills at the Mumtaza Clinic, Sragen.
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Hinua Devi, Devi; Tikirik, Wita Oileri; Sahrianti, Nini; Nursanti, Andi; Tarnoto, Tenny; Nasrullah, Nasrullah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.24546

Abstract

Apabila harapan pasien terpenuhi, berarti pelayanan tersebut telah di anggap sebagai suatu kepuasan pelayanan. Sebaliknya apabila harapan pasien tidak tercapai, maka diartikan kualitas pelayanan tidak memenuhi apa yang diharapkan pasien. Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Hinua Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju dengan pendekatan 5 dimensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang datang berobat di Puskesmas Hinua pada bulan juni 2023 sebanyak 85 jiwa. dengan hasil penelitian menunjukkan dari 70 sampel yang di teliti bahwa gambaran tingkat tinggi lebih besar dari 55,7% sedangkan gambaran tingkat rendah kurang dari 55,7%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien yang ada di Puskesmas Hinua Kecamatan Bonehau tentang kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian dalam kategori puas 39 orang dengan persentase 55,7%, kategori tidak puas 31 orang dengan persentase 44,3%, dengan adanya penelitian ini diharapkan adanya upaya untuk mengembangkan pengetahuan dan memperluas wawasan tentang pentingnya pelayanan kefarmasian kepada pasien
Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah Armelin, Armelin; Triawanti, Triawanti; Sanyoto, Didik Dwi; Husaini, Husaini; Istiqomah, Ermina
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.24667

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan di Negara berkembang, termasuk Indonesia. Berdasarkan data prevalensi balita stunting yang dikumpulkan oleh World Health Organization (WHO), pada tahun 2020 sebanyak 22% atau sekitar 149,2 juta balita di dunia mengalami kejadian stunting. Menurut UNICEF (2013) penyebab stunting disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan Case Control. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan dengan besar sampel masing-masing kelompok sebanyak 97 responden. Teknik sampling menggunakan teknik proportional sampling dan uji statistik menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik. Berdasarkan hasil uji statistik variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah pekerjaan ibu(p 0,030< 0,05), pendapatan (p 0,000< 0,05), riwayat ASI Eksklusif (p 0,022< 0,05) dan riwayat penyakit infeksi (p 0,000< 0,05) serta faktor yang paling berhubungan adalah pendapatan keluarga dengan nilai OR 5,886 sedangkan riwayat ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi merupakan faktor confounding. Faktor yang paling berhubungan adalah pendapatan keluarga sedangkan riwayat ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi merupakan faktor confounding
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas Pada Personel Polri di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Ramayanti, Desi; Bakhriansyah, Mohammad; Shadiqi , Muhammad Abdan; Audhah, Nelly Al; Zoelkarnain, Izaak
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.24668

Abstract

Obesitas adalah keadaan kelebihan berat badan yang terjadi karena akumulasi lemak yang berlebihan yang dapat menyebabkan beberapa manifestasi. Obesitas di Mapolda Kalimantan Tengah mengalami peningkatan dari tahun 2021(14,31%) ke 2022(14,46%). Mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, pengetahuan gizi, aktivitas fisik dan pola makan dengan kejadian obesitas di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan 115 sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Variabel terikat:kejadian obesitas pada personel Polri. Variabel bebas:Usia, jenis kelamin, pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan pola makan. Analisis bivariat dan multivariat menggunakan binomial logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan pola makan dengan kejadian obesitas pada personel Polri. Variabel pengetahuan gizi paling berhubungan dengan kejadian obesitas pada personel Polri (Adj.OR=20,029). Terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan pola makan dengan kejadian obesitas. Variabel yang paling berhubungan dengan kejadian obesitas adalah pengetahuan gizi.

Page 59 of 242 | Total Record : 2415